• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS HERBISIDA MONOAMONIUM GLIFOSAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA DI BAWAH TEGAKAN SENGON DI PARUNG PANJANG, JAWA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS HERBISIDA MONOAMONIUM GLIFOSAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA DI BAWAH TEGAKAN SENGON DI PARUNG PANJANG, JAWA BARAT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Akan tetapi jika pengendalian dengan perlakuan herbisida IPA glifosat 486 SL dengan dosis 1.0 – 3.0 l ha -1 dan pengendalian manual dibandingkan dengan kontrol

EFEKTIVITAS FORMULAS1 GLIFOSAT CAMPURAN DAN TUNGGAL PADA PENGENDALIAN GULMA DI TANAIMAN.. KARET

VERA LINDA PURBA Penilaian Dampak Kebakaran pada Tegakan Akasia di BKPH Parung Panjang KPH Bogor, Perum Perhutani III Jawa Barat dan Banten. Dibimbing oleh LAILAN

Herbisida formula Unihaz 5 lebih efektif dalam mengendalikan gulma air di rawa tadah hujan, rawa payau dan saluran drainase, dan berbeda tidak nyata dengan penggunaan glifosat dosis

Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan analisis vegetasi gulma untuk mengetahui jenis-jenis gulma yang tumbuh di bawah tegakan kelapa sawit, sehingga dapat

Dosis herbisida yang efektif dalam mengendalikan gulma adalah herbisida campuran glifosat + 2,4-D dosis 2,6 l.ha-1 mampu menekan bobot kering gulma hingga 12 Minggu Setelah Aplikasi dan

Sehingga herbisida dengan bahan aktif 2,4 – D Dimetil Amina efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, dan gulma golongan rumput tidak bisa untuk menekan pertumbuhan khususnya

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman dan dominansi gulma pada pertanaman kedelai di bawah tegakan kelapa sawit yang belum berproduksi (1