OUTLINE ANALIS KEUANGAN PUSAT DAN DAERAH
DEFINISI DAN LATAR BELAKANG
DASAR HUKUM
SKP, FORMASI, KONVERSI ANGKA KREDIT
DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI
JENJANG, KRITERIA, TUGAS DAN FUNGSI JAFUNG
COMPARATIVE ADVANTAGES
POLA KARIR, PENGANGKATAN AKPD, BATAS USIA PENSIUN
1. Melaksanakan Amanat UU ASN
mengembangkan jabatan
fungsional tertentu dan agar
pegawai Kementerian
Keuangan tidak hanya fokus
pada jalur karier di jabatan
struktural;
2. Menjawab tantangan dan
permasalahan terkait
kompleksitas pengelolaan
keuangan daerah sehingga
dibutuhkan keahlian tertentu
untuk meningkatkan kualitas
pengelolaan keuangan daerah.
DASAR HUKUM
1
PERATURAN MENTERI PAN-RB NOMOR 42 TAHUN 2014
TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEUANGAN PUSAT DAN DAERAH
2
PERATURAN BERSAMA MENTERI KEUANGAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 74/PMK.07/2015 DAN NOMOR 17 TAHUN 2015 DAN PMK NOMOR 96/PMK.07/2015
TENTANG PETUNJUK TEKNIS JAFUNG AKPD
3 PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 171/PMK.07/ 2015
TENTANG STANDAR KOMPETENSI JAFUNG AKPD
4 KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 1256/KMK.01/2015
TENTANG PENETAPAN UNIT PEMBINA INTERNAL JAFUNG AKPD
5
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 119/KM.1/2016
TENTANG URAIAN JAFUNG AKPD LINGKUNGAN DJPK
6
PERATURAN DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN NOMOR PER-8/PK/2016
TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN AKPD DI LINGKUNGAN DJPK
7
8
PERATURAN MENTERI PAN-RB NOMOR 26 TAHUN 2016
TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN FUNGSIONAL MELALUI
PENYESUAIAN/INPASSING
9
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 201/PMK.07/2016
TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENYESUAIAN (INPASSING) JAFUNG AKPD
10
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 205/PMK.01/2016
TENTANG PEDOMAN PENGHITUNGAN KEBUTUHAN JUMLAH PEGAWAI DALAM JJAFUNG DI
LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 8 TAHUN 2017
COMPARATIVE ADVANTAGES
Merupakan kompetensi keahlian
Asosiasi AKPD sebagai sarana transfer knowledge
Sebagai alternatif pengembangan karir
Kontrak kinerja fokus pada tujuan organisasi
Kenaikan pangkat dapat lebih cepat
JENJANG, KRITERIA, DAN TUGAS
JAFUNG AKPD
NO.
JENJANG
KRITERIA KEPANGKATAN
FUNGSI DAN TUGAS
1.
AKPD Ahli Pertama
Penata Muda, III/a Penata Muda Tk I, III/bMelakukan inventarisasi dan
identifikasi data terkait
HKPD/Keuangan Daerah
2.
AKPD Ahli Muda
Penata, III/cPenata Tk I, III /d
Melakukan pengolahan dan
analisis data terkait
HKPD/Keuangan Daerah
3.
AKPD Ahli Madya
Pembina, IV/aPembina Tk I, IV/b
Pembina Utama Muda, IV/c
Menyusun rekomendasi dan
advokasi terkait
HKPD/Keuangan Daerah
4.
AKPD Ahli Utama
Pembina Utama IV/d Pembina Utama, IV/eMenyusun konsep dan desain
HKPD/Keuangan Daerah
1. Membuat modul bahan ajar diklat analisis keuangan pusat dan daerah;
2. Membuat karya tulis ilmiah di bidang analisis keuangan pusat dan daerah;
3. Membuat model kebijakan sebagai bahan diklat analisis keuangan pusat dan daerah;
4. Membuat alat bantu diklat analisis keuangan pusat dan daerah;
5. Mengembangkan buku pedoman tentang analisis keuangan pusat dan daerah;
6. Menyusun/mengembangkan juklak/juknis di bidang analisis keuangan pusat dan daerah; dan
7. Melaksanakan tugas lain yang berkaitan dengan tugas pokok jabatannya.
JENJANG JABATAN
BESAR TUNJANGAN
TUNJANGAN JABATAN AKPD
AKPD Pertama
(Gol. III/a – III/b)
Rp540.000,00
AKPD Muda
(Gol. III/c – III/d)
Rp960.000 ,00
AKPD Madya
(Gol. IV/a - IVc)
Rp1.260.000,00
AKPD Utama
(Gol. IV/d – IV/e)
Rp1.500.000,00
POLA KARIR
Pejabat Fungsional dapat dimungkinkan perpindahan (mutasi) diagonal.
Perpindahan diagonal adalah perpindahan pegawai dari jabatan struktural ke
jabatan fungsional atau sebaliknya.
PENGANGKATAN AKPD (1)
PENGANGKATAN PERTAMA
berijazah paling rendah Sarjana (S-1) /Diploma IV (D-IV);
pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang
III/a;
Telah mengikuti dan lulus pelatihan fungsional untuk AKPD;
nilai kinerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun
PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN
Tersedia lowongan formasi;
berijazah paling rendah Sarjana (S-1) /Diploma IV (D-IV);
pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;
Telah mengikuti dan lulus pelatihan fungsional untuk AKPD;
mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang analisis
keuangan pusat dan daerah;
memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang
analisis keuangan pusat dan daerah secara kumulatif paling
kurang 2 (dua) tahun;
nilai kinerja paling kurang bernilai baik dalam 2 (satu) tahun
terakhir;
Usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun.
PENGANGKATAN AKPD (2)
PENGANGKATAN MELALUI PENYESUAIAN (INPASSING)
A. Syarat Penyesuaian (Inpassing)
berijazah paling rendah Sarjana (S-1) /Diploma IV (D-IV);
pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III / a;
memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang analisis keuangan pusat dan daerah secara kumulatif paling kurang 2 (dua) tahun; mengikuti dan lulus uji kompetensi Penyesuaian (Inpassing) di bidang analisis
keuangan pusat dan daerah;
nilai kinerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; memiliki usia paling tinggi:
1) 55 (lima puluh lima) tahun untuk Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Pertama dan Ahli Muda; dan
2) 57 (lima puluh tujuh) tahun untuk Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Madya dan Ahli Utama.
Tidak sedang menjalani / dijatuhi hukuman disiplin dengan tingkat hukuman disiplin sedang atau berat pada masa Penyesuaian (Inpassing) sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan mengenai Disiplin PNS;
Tidak sedang menjalankan tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan pada masa Penyesuaian (Inpassing); dan
TATA CARA PELAKSANAAN INPASSING (1)
Uji Kompetensi Inpassing
oleh Menkeu (Dirjen PK)
Pengusulan Uji Kompetensi
Inpassing kepada Menkeu
c.q Dirjen PK
PPK menetapkan
Formasi Jafung AKPD
Sosialisasi Pengisian
Formasi
SKPD mengusulkan
PNS dgn data persyaratan
Verifikasi Administrasi
Penyampaian hasil uji
kompetensi Inpassing
Penetapan dan
Pengangkatan oleh PPK
Lulus Tidak lulus Lulus Tidak lulusPMK 201/PMK.07/2016
OPD yg membidangi KepegawaianTATA CARA PELAKSANAAN PENYESUAIAN (INPASSING)……(4)
Penetapan dan Pengisian Formasi Jafung AKPD
• Instansi Pusat dan Daerah menetapkan formasi sesuai dengan kebutuhan yang dihitung sesuai dengan PMK mengenai Petunjuk Teknis Jafung AKPD dan menyampaikan ketetapan formasi dimaksud kepada Menteri Keuangan.
Tahapan dalam pelaksanaan penyesuaian (inpassing)
• Penetapan dan Pengisian Formasi • Pengusulan Penyesuaian (Inpassing) • Verifikasi Administrasi
• Uji Kompetensi Penyesuaian (Inpassing)
• Penyampaian hasil seleksi penyesuaian (inpassing)
• Pengangkatan Jafung AKPD melalui penyesuaian (inpassing)
Uji Kompetensi Penyesuaian (Inpassing)
• Uji kompetensi akan dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Tim Uji Kompetensi berasal dari unsur teknis yang membidangi analisis keuangan pusat dan daerah, unsur kepegawaian dan pejabat fungsional AKPD
Ketentuan angka kredit penyesuaian (inpassing)
• PNS yang direkomendasikan untuk menjadi Jafung AKPD melalui penyesuaian (inpassing) akan diberikan angka kredit sesuai dengan masa kerja dalam pangkat terakhir yang dimilikinya
Pengangkatan Jafung AKPD Melalui Penyesuaian
TATA CARA PELAKSANAAN PENYESUAIAN (INPASSING)……(3)
C. Penyampaian Rekomendasi dan Pengangkatan Jafung AKPD
1. Unit yang membidangi kepegawaian menyampaikan rekomendasi pengangkatan Jafung AKPD berdasarkan hasil seleksi penyesuaian (inpassing) kepada PPK.
2. PPK menetapkan pengangkatan penyesuaian (inpassing) dalam Jafung AKPD B. Ketentuan Angka Kredit Penyesuaian (Inpassing)
PNS yang direkomendasikan untuk menjadi Jafung AKPD melalui penyesuaian (inpassing) diberikan angka kredit sesuai dengan masa kerja dalam pangkat terakhir yang dimilikinya
No. Jenjang Gol. Angka Kredit dan Masa Kepangkatan
< 1 Tahun 1 - < 2 Tahun 2 - < 3 Tahun 3 Tahun / Lebih
1
Ahli Pertama III-a 0 12,5 25 37,5
2 III-b 0 12,5 25 37,5
3
Ahli Muda III-c 0 25 50 75
4 III-d 0 25 50 75 5 Ahli Madya IV-a 0 37,5 75 112,5 6 IV-b 0 37,5 75 112,5 7 IV-c 0 37,5 75 112,5 8
Ahli Utama IV-d 0 50 100 150
BATAS USIA PENSIUN
PP Nomor 11 Tahun 2017
Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
1. PNS yang telah mencapai Batas Usia Pensiun diberhentikan dengan
hormat sebagai PNS
2. Batas Usia Pensiun sebagaimana dimaksud angka satu di atas yaitu :
✓
58 tahun bagi pejabat administrasi, pejabat fungsional Ahli
Muda, pejabat fungsional Ahli Pertama dan pejabat fungsional
Keterampilan;
✓
60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional
Ahli Madya;
✓
65 tahun bagi PNS yang memangku jabatan fungsional Ahli
Utama;
DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI
Diklat Kompetensi Inti (Core Competency)
No.
Jenis Diklat
Level
1
Diklat Manajemen Keuangan Daerah
Dasar & Lanjutan
2
Diklat Manajemen Keuangan Publik
Dasar & Lanjutan
3
Diklat Penguasaan Metode dan Teknik
Analisis
Dasar & Lanjutan
DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI
Diklat Kompetensi Penunjang (Additional Competency)
No.
Jenis Diklat
Level
1
Diklat Pengetahuan Kebendaharaan
Negara
Dasar & Lanjutan
2
Diklat Analisa dan Proyeksi Perekonomian
Daerah
Dasar & Lanjutan
3
Diklat Pengetahuan Hukum Adm. Keuangan
Negara
Dasar & Lanjutan
4
Diklat Manajemen Sistem Anggaran
Dasar & Lanjutan
5
Diklat Manajemen BMN
Dasar & Lanjutan
6
Diklat Pengetahuan Hukum
Dasar & Lanjutan
7
Diklat Teknik Penyusunan Prosedur
Non-Leveling
Kebutuhan Jafung AKPD : jumlah dan susunan Jafung AKPD dalam
jenjang tertentu yang diperlukan oleh suatu Instansi Pemerintah untuk
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam jangka waktu tertentu
Beban Kerja
Jam Kerja Efektif
Kebutuhan
=
Beban Kerja : waktu yg diperlukan untuk penyelesaian
kegiatan
Jam Kerja Efektif : jam kerja yang secara objektif
digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dari kegiatan
pokok dan tambahan
FORMASI JAFUNG AKPD
Mengacu pada Lampiran V
PMK 96/2015
PERHITUNGAN FORMASI JAFUNG AKPD
1. Penyusunan Rencana Kegiatan
SKPD untuk Jafung AKPD
- Renja SKPD
- Pembuatan rencana kerja jika terdapat Jafung AKPD
2. Penghitungan beban kerja
- PMK 96/2015- Dihitung sesuai kondisi daerah
No. Butir Kegiatan Beban Kerja
1 2 3
Tahun 2017 Tugas Pokok
1 Melakukan identifikasi dan inventarisasi data terkait Pendapatan Asli Daerah 1.051,51 2 Mengolah dan menganalisisi data/informasi terkait Pendapatan Asli Daerah 1.230,03 3 Memberikan rekomendasi terkait Pendapatan Asli Daerah 8.035,59 4 Melakukan telaah pengelolaan barang milik megara/daerah 205,00 5 Melakukan telaah standar analisa belanja 300,00 6 Melakukan telaah standar satuan harga 429,00 7 Melakukan telaah tambahan penghasian (tunjangan daerah) 429,00
Tugas Tambahan
1 Membuat modul bahan ajar diklat analisis keuangan pusat dan daerah 278,25 2 Membuat karya tulis ilmiah di bidang analisis keuangan pusat dan daerah 278,25
• Sarjana (S-l)/Diploma IV; • minimal Penata Muda/IIIa;
• Pengalaman di bidang analisis keuangan pusat dan daerah min 2 tahun;
• mengikuti dan lulus uji kompetensi;
• nilai kinerja min bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;
• usia maksimal 55 tahun
untuk AKPD Ahli Pertama dan Ahli Muda; dan
• usia maksimal 57 tahun
untuk AKPD Ahli Madya dan Ahli Utama.
[s.d. Desember 2018 | Permenpan 26 Tahun 2016]
• Sarjana (S-l)/Diploma IV; • minimal Penata Muda/IIIa;
• telah mengikuti dan lulus
pelatihan fungsional; dan • nilai kinerja paling kurang
bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir
• tersedia lowongan formasi untuk jabatan AKPD;
• Sarjana (S-l)/Diploma IV; • minimal Penata Muda/IIIa;
• telah mengikuti dan lulus
pelatihan fungsional;
• mengikuti dan lulus uji kompetensi;
• pengalaman di bidang analisis keuangan pusat dan daerah min 2 tahun;
• nilai prestasi kerja min bernilai baik dalam 2 tahun terakhir; dan
• usia paling tinggi 50 tahun
Penyesuaian
(Inpassing)
Pengangkatan
Pertama
Perpindahan Dari
Jabatan Lain
PELAKSANAAN TUGAS
Tugas
Pokok &
Tambahan
Penyusunan
SKP
Konversi
Kinerja Ke
Angka Kredit
Penilaian
SKP
Pelaksanaan Tugas Jafung AKPD
berbasis Kinerja
Penilaian kinerja didasarkan
pada pencapaian SKP
Output SKP Jafung AKPD berupa
Laporan Analisis Keuangan Pusat
dan Daerah
Paling sedikit 3 Tugas Pokok dan maksimal 20%
Tugas Tambahan
PELAKSANAAN TUGAS JAFUNG AKPD
IKU & Renja Unit Teknis
Uraian Tugas Jafung
Jafung AKPD
Pimpinan
Unit Teknis
57 Tugas Pokok dan 7
Tugas Tambahan
Mengacu pada Lampiran II
PMK 96/2015
KETENTUAN UMUM
• Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah
rencana kerja dan target
yang akan dicapai oleh seorang PNS
• SKP merupakan
kontrak kinerja
• SKP disusun
berdasarkan penetapan kinerja unit kerja
dan
merupakan
penjabaran Rencana Kerja Instansi
yang
berorientasi pada hasil akhir secara nyata dan terukur
• SKP disetujui dan
ditetapkan oleh pimpinan tinggi pratama
di unit yang bersangkutan setiap tahun pada awal Januari
KETENTUAN PENYUSUNAN
DAN PENETAPAN SKP
KETENTUAN TEKNIS
• AKPD menyusun
SKP sesuai dengan jenjang jabatan
• SKP untuk masing-masing jenjang jabatan diambil dari kegiatan
sebagai turunan dari penetapan kinerja unit dengan mendasarkan
kepada
tingkat kesulitan dan syarat kompetensi
untuk
masing-masing jenjang jabatan
• Penentuan jumlah kegiatan
disesuaikan dengan kebutuhan dan
beban kerja efektif satu tahun
• Selain melaksanakan tugas pokok, AKPD dapat melaksanakan
tugas
tambahan
yang ditetapkan dalam SKP dan diberikan bobot dengan
ketentuan:
• maksimal 20% dari hasil capaian tugas tambahan apabila tugas pokok
sejumlah 3 (tiga) kegiatan
• maksimal 10% dari hasil capaian tugas tambahan apabila tugas pokok lebih
dari 3 (tiga) kegiatan
KETENTUAN PENYUSUNAN SKP … (2)
Mengacu pada Lampiran I
PMK 96/2015
Identifikasi Penyusunan SKP : TA Baru TA Berjalan Output : potensi permasalahan (SKP) di unit kerja Nov Penyusunan Konsep SKP Penetapan SKP Pembahasan Konsep SKP Telah mempertimbangkan ketersediaan data dan metode analisis yg akan digunakan Simultan dgn Pembahasan IKU Eselon II Pembahasan bersama dengan struktural Telah menampung arahan ATASAN Jafung Jan Mg I Jan 15 Jan Mg II
Pasal 5 Perdirjen PK No.8/2016
PENYUSUNAN DAN PENETAPAN SKP DI DJPK
Dalam hal AKPD yang diangkat
setelah bulan Januari, maka yang bersangkutan tetap menyusun SKP pada awal bulan sesuai dengan surat perintah melaksanakan tugas atau surat perintah menduduki jabatan
PENILAIAN SKP
Dihitung berdasarkan capaian SKP yang telah ditetapkan, diukur
berdasarkan aspek kuantitas, kualitas, dan waktu
Nilai Kategori ≥ 91 Sangat Baik 76-90 Baik 61-75 Cukup 51-60 Kurang ≤ 50 Buruk
Nilai SKP =
Perka BKN No 1 Tahun 2013KONVERSI PENILAIAN KINERJA
MENJADI ANGKA KREDIT
KONVERSI NlLAI KINERJA MENJADI ANGKA KREDIT
Konversi Kinerja
Pejabat Penilai
Tim Penilai
Penilaian Kinerja
Kategori Nilai Besaran Konversi Sangat Baik ≥ 91 150% Baik 76-90 125% Cukup 61-75 100% Kurang 51-60 75% Buruk ≤ 50 50%
Jenjang Angka Kredit Minimal Per Tahun
Pertama 12,5
Muda 25
Madya 37,5
Utama 50
x
Angka Kredit
Minimal per
Tahun
Angka
Kredit
=
Mengacu pada Butir IV Lampiran
PRESTASI
Penilaian Kinerja (Prestasi Pegawai)
▪ Orientasi pelayanan
▪ Integritas
▪ Komitmen
▪ Disiplin
▪ Kerjasama
▪ Kepemimpinan
Penilaian perilaku dilakukan sesuai dengan sistem penilaian
perilaku pada unit kerja atau melalui pengamatan oleh
Pejabat Penilai terhadap AKPD yang dinilai, dengan
mempertimbangkan masukan dari Pejabat Penilai lain yang
setingkat di lingkungan unit kerja masing-masing
Penghitungan
Kinerja AKPD
FORMAT PENILAIAN PRESTASI KERJA JABATAN FUNGSIONAL AKPD
KEMENTERIAN/LEMBAGA/ JANGKA WAKTU PENILAIAN
DAERAH PROV/KAB/KOTA BULAN ... s.d. ... 20.... 1. YANG DINILAI
a. Nama b. N I P
c. Pangkat, golongan ruang d. Jabatan / Pekerjaan e. Unit organisasi
2. PEJABAT PENILAI a. Nama
b. N I P
c. Pangkat, golongan ruang d. Jabatan / Pekerjaan e. Unit organisasi
3. ATASAN PEJABAT PENILAI a. Nama
b. N I P
c. Pangkat, golongan ruang d. Jabatan / Pekerjaan e. Unit organisasi
4. UNSUR YANG DINILAI JUMLAH
a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP)/
Nilai Prestasi Akademik*) ... x 60% b. Perilaku
Kerja 1. Orientasi Pelayanan 2. Integritas 3. Komitmen 4. Disiplin 5. Kerjasama 6. Kepemimpinan Jumlah**) Nilai rata-rata ***)
Nilai Perilaku Kerja ****) ... x 40%
Nilai Prestasi Kerja ( ... )
Konversi
Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
89,68 x 60%
53,76
Perilaku Kerja
1. Orientasi Pelayanan
90
2. Integritas
90
3. Komitmen
87
4. Disiplin
86
5. Kerjasama
86
6. Kepemimpinan
85
Jumlah**)
524
Nilai rata-rata ***)
87,3
Nilai Perilaku Kerja
87,33 x 40%
34,92
Nilai Prestasi Kerja
88,68
CONTOH PERHITUNGAN KONVERSI NILAI KINERJA MENJADI
ANGKA KREDIT (1)
Konversi
Angka Kredit
KONVERSI ANGKA KREDIT
Hasil Penilaian Kinerja
Angka kredit minimal yang
harus dicapai setiap tahun
Angka kredit yang
didapat
ANGKA
SEBUTAN PROSENTASE
(kolom 3 x kolom 4)
1 2 3 4 5
88,68
Baik
125%
37,5
46,8
Dilakukan oleh Tim Penilai dengan standart konversi :
Kategori Nilai Besaran Konversi
Sangat Baik ≥ 91 150%
Baik 76-90 125%
Cukup 61-75 100%
Kurang 51-60 75%
Buruk ≤ 50 50%
CONTOH PERHITUNGAN KONVERSI NILAI KINERJA MENJADI ANGKA
KREDIT (2)
KONVERSI ANGKA KREDIT
Hasil Penilaian Kinerja Angka kredit minimal yang harus dicapai setiap tahun
Angka kredit yang didapat
Tahun ANGKA SEBUTAN PROSENTASE (kolom 4 x kolom 5)
1 2 3 4 5 6
1 88,68 Baik 125% 37,5 46.8
2 88,68 Baik 125% 37,5 46.8
3 88,68 Baik 125% 37,5 46.8
Jumlah Angka Kredit yang diperoleh 140.6
Dapat/belum dapat *) dipertimbangkan untuk kenaikan jabatan/pangkat ... Terhitung mulai tanggal ...
TUGAS POKOK
JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT KUMULATIF
AHLI PERTAMA AHLI MUDA AHLI MADYA AHLI UTAMA Ill/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e Melakukan kegiatan analisis dibidang keuangan pusat
dan daerah
50 50 100 100 150 150 150 200 200 JUMLAH 50 50 100 100 150 150 150 200 200 JUMLAH MINIMAL PER TAHUN 12,5 12,5 25 25 37,5 37,5 37,5 50 50
Angka Kredit Kumulatif
Jika telah melampaui 80% DAPAT mengajukan kenaikan pangkat/jenjang