• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

30

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Pendekatan dan Penelitian

Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanasi, yaitu menjelaskan hubungan antara satu variable dengan variable lainnya. Dalam penelitian ini antara tayangan reportase investigasi terhadap perubahan perilaku masyarakat, dimana perubahan perilaku itu mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif dan konatif.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Desa Delik, Kec.Tuntang, Kab.Semarang. Secara metodelogis, peneliti tidak mengetahui jumlah populasi yang melihat tayangan ini secara pasti, karena tayangan ini sifatnya nasional, sehingga peneliti mengambil salah satu contoh kasus di Desa Delik, dan nantinya penelitian ini hanya berlaku di Desa Delik. Secara praktis, masyarakat Desa Delik suka melihat tayangan Reportase Investigasi (dari hasil wawancara dengan beberapa masyarakat desa Delik).

Kenapa Ibu-Ibu PKK desa Delik

Dalam penelitian ini, responden yang dipilih adalah ibu-ibu. Ibu-ibu sering menjadi target dari para oknum penipuan, karena ibu-ibu sering tergiur dengan harga murah dengan tampilan yang menarik. Ibu-ibu yang tinggal di pedesaan merupakan orang yang lebih banyak bekerja dalam sektor domestik dimana banyak waktunya dihabiskan dirumah dari pada bapak-bapak, sehingga peluang untuk menonton tayangan ini lebih besar. Selain itu, ibu-ibu adalah orang yang mengatur kegiatan ekonomi dan membelanjakan uang dalam sebuah rumah tangga.

(2)

31 3.3 Unit Analisa dan Unit Pengamatan

Sebelum pengumpulan data dilakukan, terlebih dahulu perlu ditetapkan unit analisa dan unit pengamatan. Unit analisa adalah tentang siapa dan apa kesimpulan penelitian akan dibuat. Unit pengamatan adalah tentang siapa dan apa data atau informasi dikumpulkan. Hal ini dibutuhkan untuk menetapkan sumber informasi (pengamatan) yang berfungsi mewakili populasinya (analisis).

Dengan demikian yang menjadi unit analisa dalam penelitian ini adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam masyarakat setelah melihat tayangan reportase investigasi. Sedangkan yang menjadi unit pengamatan adalah ibu-ibu PKK Desa Delik, Tuntang yang pernah melihat tayangan reportase investigasi.

3.4 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 3.4.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karaktersitik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011:90). Populasi yang diambil adalah ibu-ibu yang tergabung dalam lembaga PKK desa Delik yang masih aktif. Populasi ibu-ibu PKK desa Delik aktif sebanyak 900 orang. Karena populasinya terlalu besar, maka yang diteliti hanya sebagian dari poluasi tersebut atau yang disebut dengan sampel.

3.4.2 Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011:91). Penentuan jumlah sample untuk mendapatkan responden adalah dengan menggunakan Nomogram Herry King dengan menggunakan tingkat kesalahan 6% sehingga diperoleh hasil 162 orang. Teknik yang digunakan peneliti untuk mengambil sampel adalah teknik purposive. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini, sampel yang

(3)

32 dipilih adalah orang yang pernah melihat tayangan reportase investigasi yaitu 162 orang.

3.5 Sumber Data

Untuk mencapai tujuan penelitian dalam penulisan ini, maka dibutuhkan data yang diperoleh yaitu:

1.5.1 Data Sekunder

Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka maupun jurnal-jurnal yang sudah ada dengan penelitian terkait maupun data yang sudah diolah oleh orang lain, buku maupun literatur yang tersedia dan mendukung penelitian ini.

1.5.2 Data Primer

Diperoleh melalui pembagian kuisioner yang dibagikan kepada responden yaitu ibu-ibu PKK desa Delik.

1.6 Teknik Pengumpulan Data

Untuk menjawab persoalan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya maka tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner. Kuisioner adalah tekhnik pengumpulan data primer dengan cara mengajukan pertanyaan secara tertulis dan menerima jawaban secara tertulis pula. Dengan demikian maka peneliti terlebih dahulu menyusun kuisioner, dengan pertanyaan – pertanyan yang terkait dengan persoalan penelitian yang kemudian diberikan kepada responden.

3.7 Identifikasi Variable dan Indikator Variabel Penelitian 3.7.1 Identifikasi Variabel

Pada dasarnya, variable penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 38). Variable penelitian terdiri dari :

(4)

33 1. Variable bebas. Atau sering disebut dengan variable independen. Variable bebas adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen atau terikat (Sugiyono, 2011: 39). Dalam hal ini variable bebas adalah Tayangan Reportase Investigasi.

2. Variable terikat. Atau disebut juga variable dependen. Variable terikat adalah variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas (Sugiyono, 2011:40). Variable terikat dalam penelitian ini adalah perubahan perilaku masyarakat.

3.7.2 Indikator Variabel Penelitian

Berdasarkan kedua variable diatas, asumsi yang melandasi hubungan kedua variable tersebut adalah dapat diketahui ada pengaruh atau tidak dengan tayangan reportase investigasi terhadap perubahan perilaku.

3.7.2.1 Indikator variable bebas X : tayangan reportase investigasi

1. Penggunaan indikator dalam tayangan reportase investigasi ini diperoleh dari beberapa jurnal yang sudah ada, yaitu dari Universitas Kristen Petra

Surabaya, yang diambil dari penelitian yang dilakukan oleh Sulistiyadewi

19951

“yang disebutkan bahwa dampak televisi berbanding lurus dengan jumlah waktu dan terpaan media yang diterima pemirsa, semakin banyak orang menonton televisi, semakin besar pengaruh yang diperoleh pemirsa lewat televisi. Artinya apabila penggunaan media televisi (menonton) lebih besar, maka pengaruh dari penggunaan media televisi juga akan semakin besar dan kelihatan pada para pemirsanya. Penggunaan media yang dimaksud adalah frekuensi, durasi dan atensi yang diberikan penonton terhadap liputan investigasi yang ada”.

2. Jurnal yang ditulis oleh Meyti Karmira Maha (03090453) 2007, Tayangan

Kriminal Reportase Investigasi terhadap tingkat Kewaspadaan

1.http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=1&submit.x=0&submit.y=0&qual=high&fname=/jiun

(5)

34

masyarakat ( Studi Korelasi antara Tayangan Kriminal reportase Investigasi Di Trans TV terhadap Tingkat kewaspadaan Masyarakat di Perumnas Mandala kelurahan Kenangan Baru Medan, Universitas

Sumatera Utara2, menggunakan indikator variable X dalam skripsinya, yaitu antara lain :

1. Frekuensi Menonton adalah seberapa sering responden menonton tayangan reportase investigasi.

2. Frekuensi tayangan adalah seberapa sering suatau acara di tayangkan.

3. Kemasan acara adalah serangkaian acara yang ada di buat sedemikian rupa sehingga menciptakan suatau tayangan yang baik dan enak dilihat.

4. Isi pesan adalah sesuatu yang termuat dalam tayangan.

5. Nilai berita adalah kualitas dari berita yang ditayangkan. Dalam penelitian ini nilai berita adalah kualitas dari infromasi berita yang diberikan yaitu penting dan menarik.

Jadi, indikator untuk tayangan reportase investigasi yang digunakan oleh peneliti yaitu: 1. Frekuensi Menonton 2. Durasi 3. Atensi 4. Frekuensi tayangan 5. Kemasan acara 6. Isi pesan 7. Nilai berita. 2 http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CDgQ FjAB&url=http%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream%2F123456789%2F29793%2F6% 2FCover.pdf&ei=YRRAUcn7Bc3JrAfJxoCQAw&usg=AFQjCNGHX5UcFao9IBTUmi8dcK5r8B Lh6A&bvm=bv.43287494,d.bmk

(6)

35 3.7.2.2 Indikator variable terikat Y : perubahan perilaku

Indikator perubahan perilaku meliputi :

Dalam Effendy, 2000: 319, efek komunikasi massa terdiri dari tiga yaitu: 1. Efek kognitif yaitu efek yang berkaitan dengan transmisi pengetahuan,

keterampilan, kepercayaan atau informasi.

 Pengetahuan

 Ketrampilan

 Kepercayaan

2. Efek afektif yaitu efek ini mengarah pada perasaan setelah mengkonsumsi media. Dalam kaitannya dengan penelitian ini yaitu setelah melihat tayangan reportase investigasi. Efek ini berhubungan dengan emosi, sikap atau nilai.

 Perasaan

 Emosi

 Sikap

3. Efek konatif (behavioural), yiatu bersangkutan dengan niat, tekad, upaya usaha yang merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati. Efek ini baru muncul setelah efek kognitif dan afektif terjadi dalam diri khalayak.

 Niat

 Tekad

 Upaya atau Usaha

3.7.2.3 Variable kontrol (karaktersitik responden)

Variable kontrol merupakan variabel yang dikendalikan atau konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variable kontrol dalam penelitian ini adalah karakteristik responden. Variabel kontrol terdiri dari :

1. Umur responden 2. Pendidikan responden 3. Pekerjaan responden 4. Penghasilan responden

(7)

36 5. Jumlah tanggungan dalam keluarga

6. Status dalam keluarga ( istri / kepala keluarga )

3.8 Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan skala likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi sesorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 93). Untuk jawaban setiap pertanyaan skala Likert mempunyai gradasi dari positif sampai negatif. Jadi, untuk mengukur setiap konsep yang dipilih dapat digunakan salah satunya dengan cara memberikan nilai atau score pada tiap kategori jawaban. Cara mengukurnya dengan menghadapkan responden pada daftar pertanyaan yang harus dijawab dengan sikap pertanyaan kesetujuan dan ketidak kesetujuan.

Penilaian skala Likert Nilai

Sangat setuju 5

Setuju 4

Netral 3

Tidak setuju 2

Sangat tidak setuju 1

Dalam kategorisasi diatas, jawaban atau pilihan netral pada kuisioner dihilangkan dengan alasan adanya pilihan netral akan membuat respondent cenderung memilih jawaban tersebut untuk cari aman, terutama bagi mereka yang ragu-ragu akan jawabannya. Selain itu jawaban netral atau ragu-ragu sering kali mengandung jawaban yang ambivalen atau mendua, artinya positif iya, negatif juga iya, sehingga tidak digunakan dalam penelitian ini. “Penghilangan nilai netral ini juga dimaksudkan agar skala pengukuran lebih simetrikal yaitu jenjang ke arah yang positif sama banyaknya dengan jenjang ke arah yang negatif” (Azwar, 2007 : 33).

(8)

37 3.9 Hubungan antara variable penelitian, indikator penelitian dan skala

pengukuran N o Variable Penelitian Indikator Penelitian

Favorable Unfavorable Skala

pengukuran 1. Karakteristik responden 1. Usia 2. Pendidikan 3. Pekerjaan 4. Penghaslan 5. Jumlah tanggungan 6. Status dalam keluarga Rasional Ordinal Nominal Rasional Ordinal Ordinal Variabel X 1. Frekuensi menonton Seberapa sering responden melihat tayangan reportase investigasi Ordinal 2. Frekuensi penayangan -durasi penayangan (lamanya tayangan ini) -jam tayang -hari tayang -banyaknya tayang.

1. Jam tayang acara ini pada pukul 16.45 s/d 17.15 sudah sesuai

2. frekuensi

penayangan acara ini dalam seminggu dua kali sudah sesuai

3. penayangan pada hari sabtu dan minggu sudah sesuai?

4. durasi acara ini sekitar 30 menit sudah sesuai Ordinal 3. Durasi lamanya responden menonton tayangan ini

1. jika ada tayangan ini saya melihat dari awal sampai selesai. 2. Saya selalu meluangkan waktu untuk menonton tayangan ini

1. Saya hanya melihat sekilas tayangan ini. 2. Saya tidak sempat

melihat tayangan ini karena kesibukan.

Ordinal

(9)

38 dalam melihat tayangan reportase investigasi memperhatikan setiap segmennya dalam tayangan ini. 2. Saya mencermati

bagaimana oknum melakukan tindak kejahatan.

memperhatikan tayangan ini jika ingin saja.

2. Saya melihat tayangan ini sambil mengobrol 5. Kemasan acara Penyajian dan kelengkapan tayangan 1. Penyajian berita dalam tayangan ini menarik. 2. Penyampaian berita dalam tayangan ini lengkap. 1. Penyajian berita dalam tayangan ini membosankan. 2. Informasi yang

disampaikan tidak lengkap.

Ordinal

6. Isi pesan Pesan dan informasi dalam tayangan ini 1. Pesan yang disampaikan mudah dipahami. 2. Informasi yang diberikan mudah dimengerti

1. Setelah acara ini selesai, saya bertanya kepada orang lain maksud tayangan ini

2. Informasi yang disampaikan tidak jelas.

Ordinal

7. Nilai berita Penting dan menarik 1. Tayangan ini penting karena memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari 2. Tayangan ini penting karena memiliki dampak yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari 3. Tayangan ini menarik karena topik yang diangkat sedang hangat diperbincangkan dalam masyarakat 4. Tayangan ini menarik karena menyangkut produk-produk yang kita gunakan dalam sehari-hari 1. Saya tidak terpengaruh setelah melihat tayangan ini Ordinal Variable Y 1. Efek kognitif

Pengetahuan 1. Setelah melihat tayangan ini saya memperoleh

1. Tayangan ini menyampaikan sesuatu yang sudah

(10)

39 pengetahuan baru.

2. Saya menjadi tahu cara membedakan produk yang aman dan yang tidak aman diketahui masyarakat. 2. Tayangan ini memberikan pengaruh negatif bagi saya untuk meniru kecurangan yang ada.

Keterampilan 1. Saya rajin mengikuti acara ini setiap minggunya. 2. Saya senang dengan

pemilihan topik dalam acara ini.

1. Saya hanya melihat tayangan ini jika sempat.

2. Saya bosan dengan acara ini.

Ordinal

Kepercayaan 1. Saya tetap akan menggunakan produk sama dengan yang dikupas dalam tayangan ini 2. Saya percaya dengan narasumber yang ada

1. Saya yakin tidak semua pedagang melakukan

kecurangan

2. Saya percaya tayangan ini dibuat-buat.

Ordinal

2. Efek Afektif Perasaan 1. Saya tetap suka dengan produk yang dikupas dalam tayangan ini

2. Saya menjadi lebih waspada untuk membeli suatu produk.

1. Setelah melihat tayangan ini saya menjadi jijik untuk mnggunakan produk yang sama. 2. Saya menjadi takut

dan cemas untuk membeli produk yang sama dalam acara ini.

Ordinal

Emosi 1. Saya senang melihat tayangan ini karena ada tips yang diberikan. 2. Saya antusias dan

selalu menantikan tayangan ini, karena meberikan

pengetahuan baru.

1. Saya suka marah-marah ketika ada adegan oknum melakukan

kecurangan.

2. Saya menjadi mual setelah melihat oknum melakukan kecurangan

Ordinal

Sikap 1. Jika saya membeli suatu produk, saya akan mengikuti tips yang disampaikan dalam tayangan ini 2. Saya menjadi lebih

selektif dalam membeli produk

1. Jika ada orang lain yang membeli produk sama dengan yang dikupas dalam tayangan ini, saya diam saja.

2. Saya menjadi takut

(11)

40 membeli produk seperti yang dikupas.

3. Efek Konatif Niat 1. Ada niat untuk tetap menggunakan produk yang sama dengan yang dikupas pada acara ini

2. Aa niat untuk mengikuti tips yang disampaikan

1. Ada niat untuk beralih ke produk lain.

2. Ada niat untuk tidak mengikuti tips yang disampaikan

Ordinal

Tekad 1. Saya mempunyai kemauan untuk tetap setia dengan produk yang dikupas.

2. Saya bertekad akan mengikuti tips yang disampaikan agar aman 1. Saya mempunyai kemauan untuk beralih ke produk lain. 2. Saya ingin melakukan kecurangan agar memperoleh keuntungan yang banyak Ordinal

Usaha 1. Saya memutuskan untuk tetap membeli produk yang sama dengan

yang ada

ditayangan ini 2. Saya mengikuti tips

sebelum membeli produk yang sama dalam tayangan ini

1. Saya memutuskan untuk membeli produk lain 2. Saya langsung membeli produk tanpa mengikuti tips yang disampaikan dalam tayangan ini Ordinal

(12)

41 3.10 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini terdapat dua variable yaitu variable X atau independent adalah tayangan reportase investigasi dan variable Y atau dependent adalah perubahan perilaku. Analisis data adalah kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variable dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variable dari seluruh responden, menyajikan data tiap variable yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2011:169). Teknik analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif, analisis regresi, uji validitas dan uji realibilitas.

3.10.1 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul melalui table, grafik, diagram lingkaran, perhitungan mean, modus, median, perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi. Statistik deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mendiskripsikan karakteristik responden dan karakteristik variable.

3.10.2 Analisis regresi.

Analisis regresi merupakan uji statistik parametrik, yang termasuk dalam menguji prediksi, atau estimasi, atau memperkirakan suatu kejadian (variabel) yang telah ditentukan. Analisi regresi ini digunakan untuk menguji hipotesis.

(13)

42 Rumus regresi sederhana:

Y = a + bX Dimana :

Y : variabel dependen yang diprediksi

X : variabel independen yang mempunyai nilai tertentu a : nilai konstana atau bila harga bila X = 0

b : koefisien regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Dimana bila b (=) maka terjadi kenaikan, dan bila b (-) maka terjadi penurunan

nilai a dihitung dengan rumus : a = ∑ y (∑x2) - ∑x ∑xy

n ∑x2

- (∑x)2 nilai b dihitung dengan rumus :

b = n ∑xy - ∑x ∑xy n ∑x2 - (∑x)2

Rumus regresi berganda

Y = a + b1 X1 + b2 X2+ b3 X3 +…. + bk Xk Dimana:

Y, X1 X2 X3 = variabel variabel

(14)

43 3.10.3 Uji Validitas

Validitas digunakan untuk menguji suatu instrument agar dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas ini menggunakan rumus Person yaitu :

rxy = n (∑xy) – (∑xy) (∑y)

√ {n (∑x2) – (∑x2)} {n (∑y2) - ( ∑y2)} rxy : koefisien korelasi antara x dan y

x : nilai variable bebas atau antara ( preditor y ) y : nilai variable terikat

∑xy : jumlah product dari x dan y

Untuk kriteria pemilihan item dinyatakan valid atau tidak valid, dinyatakan berdasarkan korelasi item total dengan menggunakan batasan rhasil > rtabel.

 Valid jika r hasil positif dan > rtabel ( rxy > 0,3 )

 Tidak valid jika r hasil < r table ( rxy < 0,3 )

r table diperoleh dari df = N-2 = 28 ( 0,374 dengan taraf

(15)

44 Setelah dilakukan uji validitas dengan menggunakan teknik person correlation dengan program SPSS 16, hasilnya sebagai berikut :

Tabel 3.1

Tabel Uji Validitas Tayangan Reportase Investigasi dan Perubahan Perilaku

Validitas Item Valid Tidak Valid

Frekuensi Penayangan 1 2 3 4 1 2 3 4 - Durasi 1 2 3 4 1 2 3 4 Atensi 1 2 3 4 1 2 3 4 Kemasan acara 1 2 3 4 1 2 4 3 Isi pesan 1 2 3 4 1 2 3 4 Nilai berita 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Jumlah 25 19 6 Kognitif Pengetahuan 1 2 3 4 2 3 4 1 Keterampilan 1 2 3 4 1 2 4 3 Kepercayaan 1 2 3 4 1 2 3 4 - Afektif Perasaan 1 2 3 4 2 3 4 1 Emosi 1 2 3 4 1 2 4 3 Sikap 1 2 3 4 2 3 4 1 Konatif Niat 1 2 3 4 2 3 4 1 Tekad 1 2 3 4 2 3 4 1 Usaha 1 2 3 4 2 3 4 1 Jumlah 36 28 8 Total 61 47 14

(16)

45 3.10.4 Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Butir pertanyaan dikatakan reliabel atau andal apabila jawban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara menghitung koefisien Alpha

Cronbach (α) terhadap semua item dalam instrument yang valid. Kriteria alat

ukur (instrumen) dinyatakan reliabel jika alpha cronbach > rtabel dan jika

alpha cronbach < rtabel maka dinyatakan tidak reliable.

α = 2 1 – S1 - S2 Sx2

α : koefesien reliabilitas alpha

S1 danS2 : varian skor belahansatu dan varian skor belahan dua Sx2 : varian skor skala

Untuk pengambilan keputusan tentang reliable adalah sebagai berikut :

 r hasil postif dan r hasil > r table, dikatakan reliable

 r hasil tidak positif, r hasil < r table, dikatakan tidak reliable

r table diperoleh dari df = N-2 = 28 ( 0,374 dengan taraf signifikansi

(17)

46 Tabel 3.2

Tabel Uji Reabilitas Tayangan Reportase Investigasi dan Perubahan Perilaku

Variabel Indikator Cronbach Alpha

Tayangan reportase Investigasi 1. Frekuensi Penayangan 2. Durasi 3. Atensi 4. Kemasan acara 5. Isi pesan 6. Nilai berita 1. 0,556 2. 0,879 3. 0,728 4. 0,513 5. 0,709 6. 0,821 Kognitif 1. Pengatahuan 2. Keterampilan 3. Kepercayaan Afektif 1. Perasaan 2. Emosi 3. Sikap 0,763 Konatif 1. Niat 2. Tekad 3. Usaha

Sumber: Analisis Data Primer, Tahun 2013

Melalui tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semua variabel memiliki nilai Cronbach Alpha diatas r tabel ( 0,374 ) sehingga dapat dikatakan reliable.

Gambar

Tabel Uji Reabilitas Tayangan Reportase Investigasi dan   Perubahan Perilaku

Referensi

Dokumen terkait

Investigasi Trans TV terhadap Tingkat Kecemasan Masyarakat Sleman di Yogyakarta (Studi Eksplanatif Pengaruh Terpaan Tayangan Reportase Investigasi Trans TV Episode “Abon Ayam

Hal ini bertujuan untuk melihat struktur mikro serbuk fly ash yang tercampur dengan komposit aluminium pada saat proses stir casting.. Pengolahan Data, Analisa

Proses analisa secara eksternal akan menggambarkan posisi merk atas perusahaan tersebut di pasaran, perilaku konsumen dan proses komunikasi yang efektif dan media yang digunakan

Populasi adalah keseluruhan elemen,atau unit analisis yang memiliki ciri atau karakteristik tertentu yang dijadikan sebagai objek penelitian atau menjadi perhatian

Untuk melihat apakah penerapan kebijakan office channeling tersebut telah meyebabkan adanya perubahan struktural terhadap peningkatan DPK pada periode penelitian, maka data

Penelitian ini dianalisis melalui metode semiotika Ferdinand de Saussure dimana tanda yang ada pada tayangan Haji Backpaker ini dengan melihat unsur verbal berupa kata

Dalam hal ini penulis membagi angket kepada remaja awal guna memperoleh data tentang korelasi antara perkembangan emosi dengan perilaku menyimpang. Tehnik

Studi kepustakaan mengenai perubahan konsepsi, strategi konflik kognitif, dan miskonsepsi siswa, dan analisa materi pedagogis pada pembelajaran ikatan ionik secara