MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA DISAMPAIKAN DALAM “BIMBINGAN TEKNIS PENYELESAIAN PERKARA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA SECARA SERENTAK TAHUN 2017 BAGI FORUM PENGACARA KONSTITUSI DAN ASOSIASI ADVOKAT INDONESIA” Cisarua 23 November 2016
PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN (PHP)
PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN (PHP)
GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
PHP
PHP
1. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur,
2. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, atau
3. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota.
Peserta Pemilihan:
1.Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur,
2.Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, atau 3. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang memperoleh suara terbanyak KPU/KIP PROV, KPU/KIP KAB, atau KPU/KIP KOTA 3
PHP
PHP
1. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur,
2. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati atau Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota,
3. Pemantau Pemilihan dalam negeri yang terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU/KIP Provinsi untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,
4. Pemantau Pemilihan dalam negeri yang terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota.
Peserta Pemilihan:
1.Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara terbanyak “setuju”,
2.Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati atau Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang memperoleh suara terbanyak “setuju”. dalam hal diajukan oleh Pemantau. KPU/KIP PROV, KPU/KIP KAB, atau KPU/KIP KOTA 4
Terpilihnya Pemohon sebagai: pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, atau pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Keputusan KPU/KIP Prov/Kab/Kot tentang (Penetapan Perolehan Suara Hasil PemilihanHasil Pemilihan
Oleh KPU
Oleh KPU/KIP/KIP Prov/kab/kot
Prov/kab/kot))
yang mempengaruhi
yang mempengaruhi
3 hari kerja 1 Telah Memenuhi Syarat Kelengkapan 3 hari kerja Pemohon ARPK Pemohon 2 11 11 6 7 10 Kamis, 15 Mei 2014 Pengumuman Pengumuman Keputusan Keputusan tentang hasil tentang hasil rekapitulasi rekapitulasi penghitungan penghitungan suara Pemilihan suara Pemilihan Pemeriksaan Kelengkapan Permohonan Pemeriksaan Kelengkapan Permohonan Pengajuan Permohonan Pemohon
BRPK
22 - 24 Feb 2017 (Bupati/Walikota) (Gubernur) 27 Feb 2017 s.d. 1 Maret 2017 13 Maret 2017 APBLBelum Memenuhi Syarat Kelengkapan
9
5
8 Pemohon Memperbaiki/
Melengkapi Permohonan
6 – 8 Maret 2017 & 7 - 9 Maret 2017 25 - 27 Feb 2017 (Gubernur) (Bupati/Walikota) 22 Feb 2017 s.d. 28 Feb 2017 (Gubernur) 3 Maret 2017 (Bupati/Walikota) 2 Maret 2017 APL APLAPL APL 6 – 7 Maret 2017 6 - 7 Maret 2017 13 Maret 2017 6
MEKANISME PENGAJUAN PERMOHONAN PEMOHON
MEKANISME PENGAJUAN PERMOHONAN PEMOHON
DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN
DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN
GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
Keterangan:Mekanisme ini berlaku pula untuk permohonan online. (waktu 6 hari termasuk untuk menyerahkan
permohonan asli dan perbaikan permohonan)
Pencatatan dalam BP2K (Bupati/Walikota) 22 Feb sd. 28 Feb 2016 (Gubernur) 27 Feb sd. 1 Mar 2016 Penyampaian AP3 (Bupati/Walikota) 22 Feb sd. 28 Feb 2016 (Gubernur) 27 Feb sd. 1 Mar 2016 3 4
Pasangan Calon, Termohon, Pihak Terkait
Pasangan Calon, Termohon, Pihak Terkait
Permohonan diakses melalui: www.mahkamahkonstitusi.go.id Penyampaian PEMBERITAHUAN
permohonan yang telah dicatat dalam BRPK Paling lambat 2hari kerja
sejak permohonan dicatat dalam BRPK
PUTUSAN MK
Paling lambat 45 hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK
TERMOHON
Pengiriman Salinan Permohonan melalui KPU
Paling lambat 2hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK
JAWABAN TERMOHON
Paling lambat 2 hari kerja setelah sidang pertama MK
SIDANG I MK 23 Mei 2014
•Pemohon, •Termohon,
•Pihak Terkait, atau
Kuasa Hukum
•Surat •Faksimili
•Surat elektronik (email) •Telepon
•Laman: www.mahkamahkonstitusi.go.id •Pemohon,
•Termohon,
•Pihak Terkait, atau
Kuasa Hukum
•Surat •Faksimili
•Surat elektronik (email) •Telepon •Laman: www.mahkamahkonstitusi.go.id Pemberitahuan Pemberitahuan Hari Sidang Pertama MK Hari Sidang Pertama MK
Paling lambat 2hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK
Paling cepat 3 hari kerja setelah Permohonan Pemohon dicatat dalam BRPK
SIDANG PERTAMA MK 16 Maret 2017 PUTUSAN MK 10 s.d 19 Mei 2017 PIHAK TERKAIT
Paling lambat 2 hari kerja setelah sidang pertama MK
BRPK
13 Maret 2017 Pemberitahuan PermohonanKETERANGAN PIHAK TERKAIT
Pengiriman Salinan Permohonan melalui KPU
Paling lambat 2hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK
MEKANISME PEMBERITAHUAN PERMOHONAN,
MEKANISME PEMBERITAHUAN PERMOHONAN,
PENETAPAN HARI SIDANG PERTAMA MK DAN
PENETAPAN HARI SIDANG PERTAMA MK DAN
SIDANG PENGUCAPAN PUTUSAN MK
SIDANG PENGUCAPAN PUTUSAN MK
7SIDANG
SIDANG
PANEL/
PANEL/PLENOPLENO Pemeriksaan Pemeriksaan Pendahuluan Pendahuluan SIDANG SIDANG PANEL
PANEL/PLENO/PLENO Pemeriksaan Pemeriksaan Persidangan Persidangan SIDANG SIDANG PLENO PLENO Putusan Putusan 16 s.d 22 Maret 2017 30 Maret 2017 s.d. 5 April 2017 20 s.d 24 Maret 2017 10 s.d 19 Mei 2017
TAHAPAN
TAHAPAN
PERSIDANGAN
PERSIDANGAN
PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN
PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN
GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
8 RPH RPH Pembahasan perkara dan pengambilan putusan (dismissal) 27 s.d 29 Maret 2017 SIDANG SIDANG PLENO PLENO RPHRPH Pembahasan perkara dan pengambilan putusan 3 s.d 9 Mei 2017 Putusan DismissalKet: putusan akhir untuk putusan sela setelah tanggal 10 s.d 19 Mei 2017
SIDANG
SIDANG
PANEL
PANEL/PLENO/PLENO Pemeriksaan Pemeriksaan Persidangan Persidangan 6 April 2017 s.d. 2 Mei 2017
1.Permohonan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 4 (empat) rangkap yang ditandatangani oleh Pemohon atau kuasa hukum; 2.Permohonan memuat paling kurang: a. Nama dan alamat pemohon dan/atau kuasa hukum, nomor telepon (rumah, kantor, seluler) nomor faksimili, dan/atau surat elektronik (email), b. Uraian permohonan yang jelas mengenai: 1) Kewenangan Mahkamah, memuat penjelasan mengenai kewenangan Mahkamah dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pemilihan; 2) Kedudukan hukum (legal standing) Pemohon, memuat penjelasan sebagai
pasangan calon atau Pemantau Pemilihan dan mengenai ketentuan pengajuan permohonan.
3) Tenggang waktu pengajuan permohonan, memuat penjelasan mengenai waktu pengajuan permohonan;
4) Pokok permohonan, yang berisi tentang kesalahan hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon dan hasil penghitungan suara yang benar menurut Pemohon.
5) Permintaan (petitum), untuk membatalkan hasil penghitungan suara yang
ditetapkan oleh Termohon dan menetapkan hasil penghitungan suara yang
Lanjutan ...
Lanjutan ...
3. Permohonan Pemohon disertai dengan Keputusan Termohon tentang hasil rekapitulasi penghitungan suara dan dilengkapi paling kurang 2 (dua) alat/dokumen bukti. 4. Alat bukti surat/tulisan sebanyak 4 rangkap: a. 1 (satu) rangkap dibubuhi meterai sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundangundangan; b. 3 (tiga) rangkap lainnya merupakan penggandaan dari alat bukti 5. Permohonan Pemohon dan daftar alat bukti dituangkan dalam bentuk dokumen digital (softcopy) dengan aplikasi word (.doc) yang disimpan dalam 2 (dua) unit
penyimpan data
TENGGANG WAKTU PENGAJUAN PERMOHONAN Permohonan Pemohon diajukan kepada Mahkamah paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak Termohon mengumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilihan KETENTUAN TENTANG PENGAJUAN PERMOHONAN Permohonan pembatalan Keputusan Termohon tentang Penetapan Perolehan Suara Hasil Pemilihan, diajukan dengan ketentuan: Gubernur dan Wakil Gubernur a. provinsi dengan jumlah penduduk sampai dengan 2.000.000 (dua juta) jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2% (dua persen) dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Provinsi; b. ... dst. Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota c. kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sampai dengan 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2% (dua persen) dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten/Kota; d. ... dst. 11
Pasal 158 ayat (1) UU 10/2016 juncto Pasal 7 ayat (1) PMK 1/2016
No.
Jumlah Penduduk
Perolehan Suara
Perbedaan
1.
s.d. 2.000.000 jiwa
2%
2.
2.000.000 s.d. 6.000.000 jiwa
1,5%
3.
6.000.000 s.d. 12.000.000 jiwa
1%
4.
> 12.000.000 jiwa
0,5%
Keterangan: Perbedaan antara perolehan suara Pemohon dengan perolehan suara pasangan calon peraih suara terbanyak yang dihitung dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh Termohon.KETENTUAN PENGAJUAN PERMOHONAN
(PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI)
12Contoh:
Provinsi Z berpenduduk 2.000.000 jiwa, sehingga masuk kategori 2%. Paslon 1 = 637.200 suara Paslon 2 = 601.500 suara Paslon 3 = 598.600 suara Total suara sah = 1.837.300 suara Cara penghitungan: 2% x 1.837.300 = 36.746 suara Selisih perolehan suara Paslon 1 dan Paslon 2: 637.200 – 601.500 = 35.700 suara. Selisih perolehan suara Paslon 1 dan Paslon 3: 637.200 598.600 = 38.600 suara. Kesimpulan: Paslon 2 dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan suara antara Paslon 2 (Pemohon) dan Paslon 1 (peraih suara terbanyak) sebesar 35.700 suara atau kurang dari 36.746 suara. Paslon 3 tidak dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan suara antara Paslon 3 (Pemohon) dan Paslon 1 (peraih suara terbanyak) sebesar 38.600 suara atau lebih dari 36.746 suara.PENGHITUNGAN PERSENTASE SELISIH PEROLEHAN SUARA
(PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI)
13No.
Jumlah Penduduk
Perolehan Suara
Perbedaan
1.
s.d. 250.000 jiwa
2%
2.
250.000 s.d. 500.000 jiwa
1,5%
3.
500.000 s.d. 1.000.000 jiwa
1%
4.
> 1.000.000 jiwa
0,5%
: : Pasal 158 ayat (2) UU 10/2016 juncto Pasal 7 ayat (2) PMK 1/2016 Keterangan: Perbedaan antara perolehan suara Pemohon dengan perolehan suara pasangan calon peraih suara terbanyak yang dihitung dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh Termohon.KETENTUAN PENGAJUAN PERMOHONAN
(PEMILIHAN BUPATI/WALIKOTA – KABUPATEN/KOTA)
14Contoh:
Kabupaten V berpenduduk 180.724 jiwa, sehingga masuk kategori 2%. Paslon 1 = 29.040 suara Paslon 2 = 29.290 suara Paslon 3 = 24.295 suara Total suara sah = 82.625 suara Cara Penghitungan: 2% x 82.625 = 1.652,5 = 1.653 suara Selisih perolehan suara Paslon 2 dan Paslon 1: 29.290 – 29.040 = 250 suara. Selisih perolehan suara Paslon 2 dan Paslon 3: 29.290 – 24.295 = 4.995 suara. Kesimpulan Paslon 1 dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan suara antara Paslon 2 (peraih suara terbanyak) dan Paslon 1 (Pemohon) sebesar 250 suara atau kurang dari 1.653 suara. Paslon 3 tidak dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan suara antara Paslon 2 (peraih suara terbanyak) dan Paslon 3 (Pemohon) sebesar 4.995 suara atau lebih dari 1.653 suara.PENGHITUNGAN PERSENTASE SELISIH PEROLEHAN SUARA
(PEMILIHAN BUPATI/WALIKOTA – KABUPATEN/KOTA)
15
PENYAMPAIAN SALINAN PERMOHONAN:
1. TERMOHON
Salinan Permohonan Pemohon disampaikan kepada Termohon melalui
KPU dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak
Permohonan dicatat dalam BRPK.
2. PIHAK TERKAIT
Salinan Permohonan Pemohon disampaikan kepada Pihak Terkait melalui
KPU dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak
Permohonan dicatat dalam BRPK.
PEMBERITAHUAN PERIHAL HARI SIDANG PERTAMA:
Pemberitahuan hari sidang pertama disampaikan kepada Pemohon,
Termohon, dan Pihak Terkait dalam jangka waktu paling lambat 2
(dua) hari kerja sejak Permohonan dicatat dalam BRPK
PENYAMPAIAN SALINAN PERMOHONAN DAN
PEMBERITAHUAN HARI SIDANG PERTAMA
[vide Pasal 15 PMK 1/2016]
16JAWABAN TERMOHON
JAWABAN TERMOHON
DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
[vide Pasal 17, Pasal 18, dan Pasal 19 PMK 1/2016]
1. Jawaban diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 4 (empat) rangkap, ditandatangani oleh Termohon atau Kuasa Hukum.
2. Jawaban paling kurang memuat:
a. Nama dan alamat Termohon dan/atau kuasa hukum, nomor telepon (kantor, rumah, seluler), nomor faksimili, dan/atau surat elektronik (email)
b. Uraian yang jelas tentang:
1. Tanggapan terhadap Kewenangan Mahkamah, kedudukan hukum Pemohon, tenggang waktu pengajuan permohonan, serta Keputusan Termohon tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilihan yang diumumkan oleh Termohon telah benar.
2. permintaan kepada Mahkamah untuk menyatakan Keputusan Termohon tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilihan benar.
3. Dilengkapi alat/dokumen bukti.
4. Bukti surat atau tulisan disampaikan sebanyak 4 rangkap.
5. Disertai salinan Jawaban Termohon dalam bentuk dokumen digital (softcopy) yang
disimpan dalam 2 unit penyimpan data.
6. Jawaban Termohon diajukan kepada Mahkamah dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Sidang Panel atau Sidang Pleno untuk Pemeriksaan
KETERANGAN PIHAK TERKAIT
KETERANGAN PIHAK TERKAIT
DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
[vide Pasal 21, Pasal 22, dan Pasal 23 PMK 1/2016]
1. Keterangan disampaikan secara tertulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 4 (empat) rangkap, ditandatangani oleh Pihak Terkait atau Kuasa Hukum.
2. Keterangan paling kurang memuat:
a. Nama dan alamat Termohon dan/atau kuasa hukum, nomor telepon (kantor, rumah, seluler), nomor faksimili, dan/atau surat elektronik (email)
b. Kedudukan hukum Pihak Terkait. c. Uraian yang jelas tentang:
1. Tanggapan terhadap Kewenangan Mahkamah, kedudukan hukum Pemohon, tenggang waktu pengajuan permohonan, serta pokok permohonan Pemohon. 2. permintaan kepada Mahkamah untuk menyatakan Keputusan Termohon
tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilihan benar. 3. Dilengkapi alat/dokumen bukti.
4. Bukti surat atau tulisan disampaikan sebanyak 4 rangkap.
5. Disertai salinan Keterangan Pihak Terkait dalam bentuk dokumen digital (softcopy)
yang disimpan dalam 2 unit penyimpan data.
6. Keterangan Pihak Terkait diajukan kepada Mahkamah dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Sidang Panel atau Sidang Pleno untuk Pemeriksaan Pendahuluan.