• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA DISAMPAIKAN DALAM “BIMBINGAN TEKNIS PENYELESAIAN PERKARA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN   GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA SECARA SERENTAK TAHUN 2017  BAGI FORUM PENGACARA KONSTITUSI DAN ASOSIASI ADVOKAT INDONESIA” Cisarua­ 23 November 2016

(2)

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN (PHP)   

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN (PHP)   

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

(3)

PHP

PHP

1. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil  Gubernur,

2. Pasangan  Calon  Bupati  dan  Wakil  Bupati, atau

3. Pasangan Calon Walikota dan Wakil   Walikota.

 Peserta Pemilihan:

1.Pasangan  Calon Gubernur  dan  Wakil  Gubernur,

2.Pasangan  Calon  Bupati  dan  Wakil  Bupati, atau 3. Pasangan Calon Walikota dan Wakil   Walikota yang memperoleh suara terbanyak KPU/KIP PROV,  KPU/KIP KAB, atau  KPU/KIP KOTA 3

(4)

PHP

PHP

1. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil  Gubernur,

2. Pasangan  Calon  Bupati  dan  Wakil  Bupati  atau  Pasangan  Calon  Walikota dan Wakil  Walikota,

3.  Pemantau  Pemilihan  dalam  negeri  yang  terdaftar  dan  memperoleh  akreditasi  dari  KPU/KIP  Provinsi  untuk    pemilihan  Gubernur  dan  Wakil Gubernur,

4.  Pemantau  Pemilihan  dalam  negeri  yang  terdaftar  dan  memperoleh  akreditasi  dari  KPU/KIP  Kabupaten/Kota  untuk    pemilihan  Bupati  dan  Wakil  Bupati  atau  Pasangan Calon Walikota dan Wakil   Walikota.

 Peserta Pemilihan:

1.Pasangan  Calon  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur  yang  memperoleh  suara  terbanyak “setuju”,

2.Pasangan  Calon  Bupati  dan  Wakil  Bupati  atau  Pasangan  Calon  Walikota  dan  Wakil    Walikota  yang  memperoleh  suara  terbanyak “setuju”. dalam hal diajukan oleh Pemantau. KPU/KIP PROV,  KPU/KIP KAB, atau  KPU/KIP KOTA 4

(5)

Terpilihnya Pemohon sebagai: pasangan calon Gubernur dan  Wakil Gubernur, pasangan calon Bupati dan  Wakil Bupati, ataupasangan calon Walikota dan  Wakil Walikota Keputusan KPU/KIP  Prov/Kab/Kot  tentang   (Penetapan Perolehan  Suara Hasil PemilihanHasil Pemilihan

Oleh KPU

Oleh KPU/KIP/KIP Prov/kab/kot

Prov/kab/kot))

yang mempengaruhi

yang mempengaruhi

(6)

3 hari kerja 1 Telah Memenuhi Syarat Kelengkapan 3 hari kerja Pemohon ARPK Pemohon 2 11 11 6 7 10 Kamis, 15 Mei 2014 Pengumuman Pengumuman Keputusan Keputusan tentang hasil tentang hasil rekapitulasi rekapitulasi penghitungan penghitungan suara Pemilihan suara Pemilihan Pemeriksaan Kelengkapan Permohonan Pemeriksaan Kelengkapan Permohonan Pengajuan Permohonan Pemohon

BRPK

22 - 24 Feb 2017 (Bupati/Walikota) (Gubernur) 27 Feb 2017 s.d. 1 Maret 2017 13 Maret 2017 APBL

Belum Memenuhi Syarat Kelengkapan

9

5

8 Pemohon Memperbaiki/

Melengkapi Permohonan

6 – 8 Maret 2017 & 7 - 9 Maret 2017 25 - 27 Feb 2017 (Gubernur) (Bupati/Walikota) 22 Feb 2017 s.d. 28 Feb 2017 (Gubernur) 3 Maret 2017 (Bupati/Walikota) 2 Maret 2017 APL APLAPL APL 6 – 7 Maret 2017 6 - 7 Maret 2017 13 Maret 2017 6

MEKANISME PENGAJUAN PERMOHONAN PEMOHON

MEKANISME PENGAJUAN PERMOHONAN PEMOHON

DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN

DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN

 

 

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

Keterangan:

Mekanisme ini berlaku pula untuk permohonan online. (waktu 6 hari termasuk untuk menyerahkan

permohonan asli dan perbaikan permohonan)

Pencatatan dalam  BP2K (Bupati/Walikota) 22 Feb sd. 28 Feb 2016 (Gubernur) 27 Feb sd. 1 Mar 2016 Penyampaian AP3   (Bupati/Walikota) 22 Feb sd. 28 Feb 2016 (Gubernur) 27 Feb sd. 1 Mar 2016 3 4

(7)

Pasangan Calon, Termohon, Pihak Terkait

Pasangan Calon, Termohon, Pihak Terkait

Permohonan diakses melalui: www.mahkamahkonstitusi.go.id Penyampaian PEMBERITAHUAN

permohonan yang telah dicatat dalam BRPK Paling lambat 2hari kerja

sejak permohonan dicatat dalam BRPK

PUTUSAN MK

Paling lambat 45 hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK

TERMOHON

Pengiriman Salinan Permohonan melalui KPU

Paling lambat 2hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK

JAWABAN TERMOHON

Paling lambat 2 hari kerja setelah sidang pertama MK

SIDANG I MK 23 Mei 2014

•Pemohon, •Termohon,

•Pihak Terkait, atau

Kuasa Hukum

•Surat •Faksimili

•Surat elektronik (email) •Telepon

•Laman: www.mahkamahkonstitusi.go.id •Pemohon,

•Termohon,

•Pihak Terkait, atau

Kuasa Hukum

•Surat •Faksimili

•Surat elektronik (email) •Telepon •Laman: www.mahkamahkonstitusi.go.id Pemberitahuan Pemberitahuan Hari Sidang Pertama MK Hari Sidang Pertama MK

Paling lambat 2hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK

Paling cepat 3 hari kerja setelah Permohonan Pemohon dicatat dalam BRPK

SIDANG  PERTAMA MK 16 Maret  2017 PUTUSAN MK 10  s.d  19          Mei  2017 PIHAK TERKAIT 

Paling lambat 2 hari kerja setelah sidang pertama MK

BRPK

13 Maret  2017 Pemberitahuan  Permohonan

KETERANGAN PIHAK TERKAIT

Pengiriman Salinan Permohonan melalui KPU

Paling lambat 2hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK

MEKANISME PEMBERITAHUAN PERMOHONAN,

MEKANISME PEMBERITAHUAN PERMOHONAN,

PENETAPAN HARI SIDANG PERTAMA MK DAN

PENETAPAN HARI SIDANG PERTAMA MK DAN

SIDANG PENGUCAPAN PUTUSAN MK

SIDANG PENGUCAPAN PUTUSAN MK

7

(8)

SIDANG 

SIDANG 

PANEL/

PANEL/PLENOPLENO Pemeriksaan  Pemeriksaan  Pendahuluan Pendahuluan SIDANG  SIDANG  PANEL

PANEL/PLENO/PLENO Pemeriksaan  Pemeriksaan  Persidangan Persidangan SIDANG  SIDANG  PLENO PLENO Putusan Putusan 16 s.d 22  Maret 2017  30 Maret 2017 s.d. 5 April 2017 20 s.d 24 Maret 2017 10 s.d 19  Mei  2017 

TAHAPAN

TAHAPAN

 

 

PERSIDANGAN

PERSIDANGAN

 

 

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN 

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN 

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

8 RPH RPH Pembahasan perkara dan pengambilan putusan (dismissal) 27 s.d 29  Maret 2017  SIDANG  SIDANG  PLENO PLENO RPHRPH Pembahasan perkara dan pengambilan putusan 3 s.d 9  Mei 2017  Putusan Dismissal

Ket: putusan akhir untuk putusan sela setelah tanggal 10 s.d 19 Mei 2017

SIDANG 

SIDANG 

PANEL

PANEL/PLENO/PLENO Pemeriksaan  Pemeriksaan  Persidangan Persidangan 6 April 2017 s.d. 2 Mei 2017

(9)

1.Permohonan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 4 (empat)  rangkap yang ditandatangani oleh Pemohon atau kuasa hukum; 2.Permohonan memuat paling kurang: a. Nama dan alamat pemohon dan/atau kuasa hukum, nomor telepon (rumah,       kantor, seluler) nomor faksimili, dan/atau surat elektronik (email),  b. Uraian permohonan yang jelas mengenai: 1)  Kewenangan Mahkamah, memuat penjelasan mengenai kewenangan  Mahkamah dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara perselisihan  penetapan perolehan suara hasil Pemilihan; 2) Kedudukan hukum (legal standing) Pemohon, memuat penjelasan sebagai 

pasangan  calon  atau  Pemantau  Pemilihan  dan  mengenai  ketentuan  pengajuan permohonan.

3)  Tenggang waktu pengajuan permohonan, memuat penjelasan mengenai  waktu pengajuan permohonan;

4) Pokok permohonan, yang berisi tentang kesalahan hasil penghitungan suara  yang  ditetapkan  oleh  Termohon  dan  hasil  penghitungan  suara  yang  benar  menurut  Pemohon.

5) Permintaan (petitum), untuk membatalkan hasil penghitungan suara yang 

ditetapkan  oleh  Termohon  dan  menetapkan  hasil  penghitungan  suara  yang 

(10)

Lanjutan ...

Lanjutan ...

3. Permohonan  Pemohon  disertai  dengan  Keputusan  Termohon  tentang  hasil  rekapitulasi  penghitungan  suara  dan  dilengkapi  paling  kurang  2  (dua)  alat/dokumen bukti. 4. Alat bukti surat/tulisan sebanyak 4 rangkap: a. 1 (satu) rangkap dibubuhi meterai sebagaimana ditentukan dalam peraturan  perundang­undangan; b. 3 (tiga) rangkap lainnya merupakan penggandaan dari alat bukti 5. Permohonan Pemohon dan daftar alat bukti dituangkan dalam bentuk dokumen  digital  (softcopy)  dengan  aplikasi  word  (.doc)  yang  disimpan  dalam  2  (dua)  unit 

penyimpan data

(11)

TENGGANG WAKTU PENGAJUAN PERMOHONAN Permohonan Pemohon diajukan kepada Mahkamah paling lambat 3 (tiga) hari kerja  sejak Termohon mengumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilihan KETENTUAN TENTANG PENGAJUAN PERMOHONAN Permohonan pembatalan Keputusan Termohon tentang  Penetapan Perolehan  Suara Hasil Pemilihan, diajukan dengan ketentuan:     Gubernur dan Wakil Gubernur  a. provinsi dengan jumlah penduduk sampai dengan 2.000.000 (dua juta) jiwa,  pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan  paling banyak sebesar 2% (dua persen) dari total suara sah hasil penghitungan  suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Provinsi;  b. ... dst. Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota c. kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sampai dengan 250.000 (dua ratus  lima puluh ribu) jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika  terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2% (dua persen) dari total suara sah  hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU  Kabupaten/Kota; d. ... dst. 11

(12)

Pasal 158 ayat (1) UU 10/2016  juncto Pasal 7 ayat (1) PMK 1/2016

No.

Jumlah Penduduk

Perolehan Suara

Perbedaan   

1.

s.d. 2.000.000  jiwa

2%

2.

2.000.000 s.d. 6.000.000  jiwa

1,5%

3.

6.000.000 s.d. 12.000.000  jiwa 

1%

4.

> 12.000.000  jiwa 

0,5%

Keterangan: Perbedaan antara perolehan suara Pemohon dengan perolehan suara  pasangan calon peraih suara terbanyak yang dihitung dari total suara sah  hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh Termohon.

KETENTUAN PENGAJUAN PERMOHONAN

(PEMILIHAN GUBERNUR ­ PROVINSI)

12

(13)

Contoh:

Provinsi Z berpenduduk 2.000.000 jiwa, sehingga masuk kategori 2%. Paslon 1        =     637.200  suara Paslon 2        =     601.500  suara  Paslon 3        =     598.600  suara Total suara sah =  1.837.300  suara Cara penghitungan: 2% x 1.837.300 = 36.746 suara Selisih perolehan suara Paslon 1 dan Paslon 2: 637.200 – 601.500 = 35.700  suara.  Selisih perolehan suara Paslon 1 dan Paslon 3: 637.200 ­ 598.600 = 38.600  suara. Kesimpulan:Paslon 2 dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan suara  antara Paslon 2 (Pemohon) dan Paslon 1 (peraih suara terbanyak) sebesar  35.700 suara atau kurang dari 36.746 suara. Paslon 3 tidak dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan  suara antara Paslon 3 (Pemohon) dan Paslon 1 (peraih suara terbanyak) sebesar  38.600 suara atau lebih dari 36.746 suara.

PENGHITUNGAN PERSENTASE SELISIH PEROLEHAN SUARA

(PEMILIHAN GUBERNUR ­ PROVINSI)

13

(14)

No.

Jumlah Penduduk

Perolehan Suara

Perbedaan 

1.

s.d. 250.000  jiwa

2%

2.

250.000 s.d. 500.000  jiwa

1,5%

3.

500.000 s.d. 1.000.000  jiwa

1%

4.

> 1.000.000  jiwa

0,5%

: : Pasal 158 ayat (2) UU 10/2016 juncto Pasal 7 ayat (2) PMK 1/2016 Keterangan: Perbedaan antara perolehan suara Pemohon dengan perolehan suara  pasangan calon peraih suara terbanyak yang dihitung dari total suara sah  hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh Termohon.

KETENTUAN PENGAJUAN PERMOHONAN

(PEMILIHAN  BUPATI/WALIKOTA – KABUPATEN/KOTA)

14

(15)

Contoh:

Kabupaten V berpenduduk 180.724 jiwa, sehingga masuk kategori 2%. Paslon 1      =   29.040  suara Paslon 2        =   29.290  suara Paslon 3        =   24.295  suara Total suara sah =   82.625  suara   Cara Penghitungan: 2% x  82.625 = 1.652,5 = 1.653 suara  Selisih perolehan suara Paslon 2 dan Paslon 1: 29.290 – 29.040 = 250 suara.Selisih perolehan suara Paslon 2 dan Paslon 3: 29.290 – 24.295 = 4.995  suara. KesimpulanPaslon 1 dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih perolehan  suara antara Paslon 2 (peraih suara terbanyak) dan Paslon 1 (Pemohon)  sebesar 250 suara atau kurang dari 1.653 suara.  Paslon 3 tidak dapat mengajukan permohonan ke MK karena selisih  perolehan suara antara Paslon 2 (peraih suara terbanyak) dan Paslon 3  (Pemohon) sebesar 4.995 suara atau lebih dari 1.653 suara.

PENGHITUNGAN PERSENTASE SELISIH PEROLEHAN SUARA

(PEMILIHAN BUPATI/WALIKOTA – KABUPATEN/KOTA)

15

(16)

PENYAMPAIAN SALINAN PERMOHONAN:

1. TERMOHON

Salinan Permohonan Pemohon disampaikan kepada Termohon melalui 

KPU dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak 

Permohonan dicatat dalam BRPK.

2.  PIHAK TERKAIT

Salinan Permohonan Pemohon disampaikan kepada Pihak Terkait melalui 

KPU dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak 

Permohonan dicatat dalam BRPK.

PEMBERITAHUAN PERIHAL HARI SIDANG PERTAMA:

     Pemberitahuan hari sidang pertama disampaikan kepada Pemohon, 

Termohon, dan Pihak Terkait dalam jangka waktu paling lambat 2 

(dua) hari kerja sejak Permohonan dicatat dalam BRPK

PENYAMPAIAN SALINAN PERMOHONAN DAN 

PEMBERITAHUAN HARI SIDANG PERTAMA

 [vide Pasal 15 PMK 1/2016]

16

(17)

JAWABAN TERMOHON

JAWABAN TERMOHON

DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

 [vide Pasal 17, Pasal 18, dan Pasal 19 PMK 1/2016]

1. Jawaban diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 4 (empat) rangkap,  ditandatangani oleh Termohon atau Kuasa Hukum.

2. Jawaban paling kurang memuat:

a. Nama  dan  alamat  Termohon  dan/atau  kuasa  hukum,  nomor  telepon  (kantor,  rumah, seluler), nomor faksimili, dan/atau surat elektronik (e­mail) 

 b. Uraian yang jelas tentang:

1. Tanggapan  terhadap  Kewenangan  Mahkamah,  kedudukan  hukum  Pemohon,  tenggang  waktu  pengajuan  permohonan,  serta  Keputusan  Termohon  tentang  penetapan  perolehan  suara  hasil  Pemilihan  yang  diumumkan  oleh  Termohon  telah benar.

2. permintaan  kepada  Mahkamah  untuk  menyatakan  Keputusan  Termohon  tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilihan benar.

3. Dilengkapi alat/dokumen bukti.

4. Bukti surat atau tulisan disampaikan sebanyak 4 rangkap.

5. Disertai  salinan  Jawaban  Termohon  dalam  bentuk  dokumen  digital  (softcopy)  yang 

disimpan dalam 2 unit penyimpan data.

6. Jawaban Termohon diajukan kepada Mahkamah dalam jangka waktu paling lambat 2  (dua)  hari  kerja  setelah  Sidang  Panel  atau  Sidang  Pleno  untuk  Pemeriksaan 

(18)

KETERANGAN PIHAK TERKAIT

KETERANGAN PIHAK TERKAIT

DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 21, Pasal 22, dan Pasal 23 PMK 1/2016]

1. Keterangan disampaikan secara tertulis dalam bahasa Indonesia sebanyak  4 (empat)  rangkap, ditandatangani oleh Pihak Terkait atau Kuasa Hukum.

2. Keterangan paling kurang memuat:

a. Nama  dan  alamat  Termohon  dan/atau  kuasa  hukum,  nomor  telepon  (kantor,  rumah, seluler), nomor faksimili, dan/atau surat elektronik (email) 

b. Kedudukan hukum Pihak Terkait. c. Uraian yang jelas tentang:

1. Tanggapan  terhadap  Kewenangan  Mahkamah,  kedudukan  hukum  Pemohon,  tenggang waktu pengajuan permohonan, serta pokok permohonan Pemohon. 2. permintaan  kepada  Mahkamah  untuk  menyatakan  Keputusan  Termohon 

tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilihan benar. 3. Dilengkapi alat/dokumen bukti.

4. Bukti surat atau tulisan disampaikan sebanyak 4 rangkap.

5. Disertai salinan  Keterangan Pihak  Terkait  dalam bentuk dokumen digital (softcopy) 

yang disimpan dalam 2 unit penyimpan data.

6. Keterangan  Pihak  Terkait  diajukan  kepada  Mahkamah  dalam  jangka  waktu  paling  lambat 2 (dua) hari kerja setelah Sidang Panel atau Sidang Pleno untuk Pemeriksaan  Pendahuluan.

(19)

PEMERIKSAAN PERKARA

PEMERIKSAAN PERKARA

[vide Pasal 26 PMK 1/2016]

1. Pemeriksaan Pendahuluan untuk memeriksa 

kelengkapan dan kejelasan materi Permohonan.

2. Pemeriksaan Persidangan untuk memeriksa 

Permohonan Pemohon, Jawaban Termohon, Keterangan 

Pihak Terkait, serta alat/dokumen bukti. 

19

(20)

Lanjutan ...

Lanjutan ...

 [vide Pasal 30 PMK 1/2016]

 

Pemeriksaan Persidangan, meliputi:

a.memeriksa Permohonan Pemohon;

b.pemeriksaan alat/dokumen bukti;

c.memeriksa Jawaban Termohon dan Keterangan Pihak 

Terkait;

d.mendengarkan keterangan saksi;

e.mendengarkan keterangan ahli; 

f.pemeriksaan rangkaian data, keterangan, perbuatan, 

keadaan, dan/atau peristiwa yang sesuai dengan 

alat/dokumen bukti lain yang dapat dijadikan petunjuk;

g.pemeriksaan alat/dokumen bukti lain yang berupa 

informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau 

disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang 

serupa dengan alat/dokumen bukti itu.

20

(21)

ALAT BUKTI DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN 

ALAT BUKTI DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN 

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 32 PMK 1/2016]

Alat bukti dalam perkara perselisihan hasil Pemilihan:

a.surat atau tulisan;

b.keterangan para pihak;

c.keterangan saksi;

d.keterangan ahli;

e.alat/dokumen bukti lain; dan/atau

f.petunjuk. 

  21

(22)

ALAT BUKTI SURAT ATAU TULISAN DALAM PERSELISIHAN 

ALAT BUKTI SURAT ATAU TULISAN DALAM PERSELISIHAN 

HASIL PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

HASIL PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 33 PMK 1/2016]

Alat/dokumen bukti surat atau tulisan, antara lain, berupa:

a.keputusan Termohon tentang  hasil rekapitulasi 

penghitungan suara;

b.keputusan Termohon tentang penetapan pasangan calon 

peserta Pemilihan beserta lampirannya;

c.keputusan Termohon tentang penetapan nomor urut 

pasangan calon peserta Pemilihan beserta lampirannya;

d.berita acara dan salinan pengumuman hasil pemungutan 

dan penghitungan suara dari TPS;

e.berita acara penyampaian hasil penghitungan perolehan 

suara dari KPPS kepada PPS; 

f.berita acara penyampaian hasil penghitungan suara dari 

PPS kepada PPK;

22

(23)

Lanjutan ...

Lanjutan ...

g. berita acara dan salinan rekapitulasi hasil penghitungan 

suara tingkat kecamatan dari PPK;

h. berita acara penyampaian rekapitulasi hasil penghitungan 

suara tingkat kecamatan kepada KPU/KIP kabupaten/kota;

i. berita acara hasil penghitungan suara tingkat 

kabupaten/kota dari KPU/KIP kabupaten/kota;

j. berita acara penyampaian rekapitulasi hasil penghitungan 

suara dari KPU/KIP kabupaten/kota kepada KPU/KIP 

provinsi;

k. berita acara hasil penghitungan suara dari KPU/KIP provinsi; 

dan/atau

 

l. salinan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan 

hukum tetap. 

23

(24)

ALAT BUKTI SURAT ATAU TULISAN DALAM PERSELISIHAN HASIL 

ALAT BUKTI SURAT ATAU TULISAN DALAM PERSELISIHAN HASIL 

PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

 DENGAN 

 DENGAN 

SATU PASANGAN CALON

SATU PASANGAN CALON

[vide Pasal 34 PMK 2/2016]

Alat/dokumen bukti surat atau tulisan, antara lain, berupa:

a.keputusan Termohon tentang  hasil rekapitulasi 

penghitungan suara;

b.keputusan Termohon tentang penetapan pasangan calon 

peserta Pemilihan beserta lampirannya;

c.keputusan Termohon tentang daftar pemilih tetap 

Pemilihan;

d.berita acara dan salinan pengumuman hasil pemungutan 

dan penghitungan suara dari TPS;

e.berita acara penyampaian hasil penghitungan perolehan 

suara dari KPPS kepada PPS; 

f.berita acara penyampaian hasil penghitungan suara dari 

PPS kepada PPK;

24

(25)

Lanjutan ...

Lanjutan ...

g. berita acara dan salinan rekapitulasi hasil penghitungan 

suara tingkat kecamatan dari PPK;

h. berita acara penyampaian rekapitulasi hasil penghitungan 

suara tingkat kecamatan kepada KPU/KIP kabupaten/kota;

i. berita acara hasil penghitungan suara tingkat 

kabupaten/kota dari KPU/KIP kabupaten/kota;

j. berita acara penyampaian rekapitulasi hasil penghitungan 

suara dari KPU/KIP kabupaten/kota kepada KPU/KIP 

provinsi;

k. berita acara hasil penghitungan suara dari KPU/KIP provinsi; 

dan/atau

 

l. salinan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan 

hukum tetap. 

m. Surat terdaftar dan/atau sertifikasi akreditasi dari KPU/KIP 

provinsi atau KPU/KIP kabupaten/kota bagi pemantau 

pemilihan

25

(26)

ALAT BUKTI KETERANGAN PARA PIHAK DALAM       

ALAT BUKTI KETERANGAN PARA PIHAK DALAM       

PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 34 PMK 1/2016]

Alat bukti berupa Keterangan Para Pihak, terdiri atas:

a.Keterangan Pemohon;

b.Keterangan Termohon; 

c.Keterangan Pihak Terkait; 

disampaikan dalam persidangan.

26

(27)

ALAT BUKTI KETERANGAN SAKSI dan AHLI 

ALAT BUKTI KETERANGAN SAKSI dan AHLI 

DALAM   PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

DALAM   PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 35 dan Pasal 36 PMK 1/2016]

Alat/dokumen bukti berupa  

Keterangan Saksi:

a.keterangan dari saksi yang ditugaskan secara resmi oleh Pemohon 

dan Pihak Terkait; dan

b.keterangan dari saksi yang berasal dari pemantau pemilihan yang 

bersertifikat.

Alat/dokumen bukti berupa 

Keterangan Ahli:

Keterangan ahli disampaikan oleh ahli sesuai dengan bidang 

keahliannya yang dihadirkan oleh para pihak dalam persidangan.

27

(28)

ALAT BUKTI LAIN DAN PETUNJUK      

ALAT BUKTI LAIN DAN PETUNJUK      

      DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

      DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 37 dan Pasal 38 PMK 1/2016]

Alat bukti lain:

informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau 

disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang 

serupa dengan itu.

Alat bukti petunjuk:

merupakan hasil pengamatan Hakim terhadap 2 (dua) atau 

lebih alat/dokumen bukti yang memiliki persesuaian satu 

sama lain atas objek perkara perselisihan hasil Pemilihan.

28

(29)

KETERANGAN PIHAK LAIN

KETERANGAN PIHAK LAIN

DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

DALAM PHP GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

[vide Pasal 40 PMK 1/2016]

Keterangan Pihak Lain:

a.Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan/atau 

jajarannya secara berjenjang, 

b.Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), 

dan/atau

c.pihak­pihak yang dipandang perlu, 

baik atas inisiatif Mahkamah maupun atas permintaan para 

pihak untuk didengar keterangannya sebagai 

pemberi 

keterangan terkait dengan Permohonan yang sedang diperiksa.

29

(30)

PUTUSAN

[vide Pasal 42 PMK 1/2016]

30

PUTUSAN SELA:

Dalam hal dipandang perlu, Mahkamah dapat menjatuhkan 

putusan sela.

Putusan sela dijatuhkan oleh Mahkamah untuk melakukan atau 

tidak melakukan sesuatu yang berkaitan dengan objek yang 

dipersengketakan yang hasilnya akan dipertimbangkan dalam 

putusan akhir. 

Dalam hal Mahkamah menjatuhkan putusan sela, Mahkamah 

dapat menyelenggarakan persidangan untuk mendengarkan 

laporan pelaksanaan hasil putusan sela.

(31)

Lanjutan ... 

[vide Pasal 44 dan Pasal 45 PMK 1/2016]

31 Amar Putusan:Permohonan tidak dapat diterima apabila Pemohon dan/atau Permohonan  tidak memenuhi syarat (formil).  Permohonan ditolak apabila Permohonan terbukti tidak beralasan menurut  hukum; atau Permohonan dikabulkan apabila Permohonan terbukti beralasan menurut  hukum dan selanjutnya Mahkamah menyatakan membatalkan hasil  penghitungan suara oleh Termohon, serta menetapkan penghitungan suara  yang benar.  Pengucapan Putusan dilaksanakan dalam tenggang waktu paling lama 45  (empat puluh lima) hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPKPutusan Mahkamah bersifat final dan mengikat sejak selesai diucapkan  dalam sidang pleno

(32)

SEKIAN

SEKIAN

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Menetapkan Perolehan Suara Hasil Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cisarua Jaya Tahun 2017 dalam Keputusan KPU Kabupaten CIsarua Jaya

Bahwa PIHAK TERKAIT II adalah Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang memenuhi syarat pada Pemilukada Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2013 sesuai Surat Keputusan Komisi

Bahwa Keputusan KPU Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor 36/kpts/KPU- Kab/030.434110/2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Bupati dan

Seusai penetapan pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan calon bupati yang meraih suara yang kalah di Kabupaten

Pokok-pokok permohonan pembatalan keputusan KPU Asmat Nomor 41/KPTS/KPU-Kab-031434260/2015 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Hasil Pemilihan Bupati

Bahwa dengan demikian, meskipun Pemohon adalah Pasangan Calon No Urut 2 dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Keerom Tahun 2015, namun permohonan Pemohon

10 ayat (1) juncto Keputusan KIP Aceh Nomor 12 Tahun 2011 Pasal 12 ayat (1) huruf n bahwa pemenuhan persyaratan calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan

Bahwa tagihan ganti rugi yang harusnya diselesaikan Pasangan Nomor Urut 1 selambat-lambatnya sebelum penetapan calon bupati, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang