• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN BJJPATI ROKAN HULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN BJJPATI ROKAN HULU"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

«

BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU

PERATURAN BJJPATI ROKAN HULU NOMOR « TAHUN 2017

TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS NONFISIK JAMINAN PERSALINAN TAHUN ANGGARAN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG M A H A ESA

Menimbang : a.

Mengingat

BUPATI ROKAN HULU,

bahwa untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya keterlambatan penanganan bagi ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir, terutama didaerah yang memiliki akses pelayanan kesehatan sulit, untuk itu ditetapkan kebijakan pemerintah dalam Jaminan persalinan berupa penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran di Daerah Kabupaten Rokan Hulu;

bahwa dalam pelaksanaan kegiatan dan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan, dipandang perlu untuk menetapkan Pedoman Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Jaminan Persalinan Daerah Kabupaten Rokan Hulu;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan keputusan Bupati tentang Pedoman Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Jaminan Persalinan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2017;

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 3902) sebagaimana telah

diubah beberapa kali, terakhir dengan

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008,

tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-undang

(2)

2.

Undang-Undang Nomor

17 Tahun

2003

tentang

Keuangan

Negara

(

Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun

2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara

Pemerintah Pusat dan

Daerah

(Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4438);

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456);

5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun

2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 5063);

6. Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas undang undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

7. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang

Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 9. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2016 tentang

Rincian Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun

2017 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2016 Nomor 253);

10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 90 tahun 2015

tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan oleh

Fasilitas Kesehatan Kawasan Terpencil dan sangat Terpencil;

(3)

12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan,

Serta sarana dan Prasarana Penunjang Subbidang

Sarpras Kesehatan Tahun Anggaran 2017;

13. Peraturan Bupati Rokan Hulu Nomor 33 Tahun 2016

tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten

Rokan Hulu;

14. Keputusan Bupati Rokan Hulu Nomor Kpts.030/DPKA/483/2016 tentang Standarisasi Satuan Harga Barang dan Jasa Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2017;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN

PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS NONFISIK JAMINAN PERSALINAN TAHUN ANGGARAN 2017.

BAB I

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 1

Pedoman Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Jaminan Persalinan

Tahun Anggaran 2017 dijadikan sebagai acuan bagi Kepala Puskesmas

se-Kabupaten Rokan Hulu dan Petugas Kesehatan di Puskesmas se-se-Kabupaten

Rokan Hulu dalam Pengelolaan teknis Jaminan Persalinan Tahun 2017; Pasal 2

Pedoman Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Jaminan persalinan Tahun Anggaran 2017 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 bertujuan

untuk:

a. Memberikan Pemahaman yang sama tentang Konsep dasar, arah dan

prinsip pengelolaan teknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik Jaminan persalinan di Puskesmas Se-kabupaten Rokan Hulu;

b.

c . Memastikan Pengelolaan teknis Dana Alokasi Khusus Jaminan persalinan dilakukan secara benar, tepat waktu, tepat pelaksanaan,tepat mutu, tepat sasaran dan tepat manfaat serta tepat penanggungjawaban;

Pasal 3

Pedoman Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Jaminan persalinan

Tahun Anggaran 2017 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 meliputi:

a. Rujukan

b. Sewa dan operasional Rumah Tunggu Kelahiran

(4)

Pasal4

Ketentuan lebih lanjut mengenai Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik

Jaminan persalinan Tahun Anggaran 2017 tercantum dalam Lampiran yang

merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati Rokan Hulu;

BAB II

[ETENTUAN PENUTUP Pasal5

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2017

Agar setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan

Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Rokan Hulu.

Ditetapkan di Pasir Pengaraian,

Pada Tanggal 5 Jumadil Awal 1438 M

% Februari2017M

S U K I M A N

Diundangkan di Pasir Pengaraian

Pada tanggal -6 Jumadil Awal 1438 H v

J Februari2017M

SEKRETARIS D A E R A H

kabufXten ROKAN HULU

A M R I

BERITA DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2017 NOMOR: &

(5)

LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI ROKAN HULU

NOMOR & TAHUN 2017

TANGGAL : 5 JUMADIL AWAL 1438 H

Ji FEBRUARI2017M

KATA PENGANTAR

Kesehatan adalah hak dasar setiap individu dan semua warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk masyarakat miskin. Konstitusi Negara dan Undang-undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) mengamanatkan untuk memberikan jaminan persalinan bagi masyarakat tidak mampu yang pembiayaan

persalinannya dijamin oleh pemerintah.

Pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun

Anggaran 2017 menetapkan kebijakan untuk lebih memfokuskan perhatian terhadap jaminan persalinan dengan menyediakan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), termasuk pembiayaan persalinan bagi ibu hamil tidak mampu yang belum memiliki jaminan kesehatan. Dasar pemikirannya adalah selain memenuhi kewajiban pemerintah, juga berdasarkan kajian

dan pengalaman bahwa akan terjadi percepatan perbaikan indikator

Kesehatan Ibu dan Anak apabila lebih memperhatikan dan fokus terhadap

pelayanan persalinan pada masyarakat tidak mampu.

Dengan penyediaan RTK diharapkan dapat mendekatkan akses

pelayanan kesehatan dan mencegah terjadinya keterlambatan penanganan

pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir, meningkatkan jumlah

persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan yang berkompeten, menurunkan

kasus komplikasi kebidanan serta menurunkan angka kematian ibu dan

(6)

Program Jaminan Persalinan Rumah Tunggu Kelahiran ini memasuki

tahun

kedua,

dan

diharapkan

memberikan

banyak

manfaat

bagi

peningkatan akses pelayanan kesehatan.

Pedoman Pelaksanaan Jaminan persalinan mengatur tentang

aspek-aspek penyelenggaraan yang merupakan panduan dan pegangan bagi

semua pihak terkait. Untuk penyempumaan pedoman ini diharapkan kritik

dan saran semua pihak guna perbaikannya.

Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya

kepada kita semua. Amin.

Pa/sir Pengaraian, Februari 2017

fcOKANHULuX

(7)

A. LATAR B E L A K A N G

Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan visi misi Presiden Joko Widodo dan implementasi Nawa Cita yang kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diselenggarakan upaya kesehatan perorangan dan

upaya kesehatan masyarakat, dengan pendekatan promotif dan

preventif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.

Saat ini kurang lebih 20% ibu bersalin belum terlayani di

fasilitas pelayanan kesehatan sehingga persalinan dirasakan menjadi

tidak aman dan memiliki resiko kematian pada ibu dan bayi. Hal tersebut disebabkan oleh kendala akses menuju fasilitas pelayanan

kesehatan (kondisi geografi yang sulit) maupun kondisi ekonomi sosial dan pendidikan masyarakat, termasuk tidak memiliki jaminan

kesehatan Nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dana Jampersal Tahun 2017 ini digunakan untuk

mendekatkan akses dan mencegah terjadinya keterlambatan

penanganan pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir

terutama di daerah yang memiliki akses sulit ke fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

B A B I

(8)

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin

dan nifas serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan

yang kompeten;

2. Tujuan khusus

a. Meningkatkan

jumlah

persalinan

di

fasilitas

pelayanan

kesehatan yang kompeten;

b. Menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil, bersalin dan

nifas serta bayi baru lahir;

3. Sasaran

a. Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu b. Rumah Sakit

c. Puskesmas

4. Kebijakan Operasional

a. Dana Jampersal merupakan dana Alokasi Khusus Non Fisik

yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan

Hulu yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka mendekatkan akses pelayanan KIA;

b. Dana Jampersal diarahkan untuk memobilisasi persalinan di fasilitas kesehatan untuk mencegah secara dini terjadinya komplikasi baik dalam persalinan maupun masa nifas;

c. Penyediaan RTK mempertimbangkan sumber daya kesehatan di daerah dan kebutuhan di lapangan;

(9)

d. Dana

Jampersal

dapat

digunakan

untuk

membiayai

persalinan/perawatan kehamilan

resiko

tinggi di

fasilitas

pelayanan kesehatan dan bagi ibu hamil/ bersalin miskin dan

tidak mampu yang belum mempunyai jaminan pembiayaan oleh

JKN/KIS, atau jaminan lainnya.

e. Penerima bantuan hanya berlaku di rawatan kelas 3 (Tiga)

sesuai dengan pelayanan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI)

dan tidak diperbolehkan naik kelas;

f. Dana Jampersal tidak boleh digunakan untuk membiayai yang

telah dibiayai

melalui dana APBN, APBD, BPJS, maupun

sumber dana lainnya;

g. Dinas Kesehatan menghitung kebutuhan pemanfaatan dana

Jampersal untuk masing masing kegiatan yang dibiayai dari

dana Jampersal untuk Puskesmas sesuai dengan prioritas; h. Dana Jampersal dapat dimanfaatkan secara fleksibel dalam

lingkup jaminan persalinan sesuai kebutuhan Puskesmas dan

dapat diatur dalam juknis dan alokasi dana Jampersal

merupakan pagu dana maksimal;

i. Pembayaran kegiatan Jampersal menggunakan sistem klaim

dari fasilitas pelayanan kesehatan atau penanggung jawab

kegiatan Jampersal kepada bendahara yang di tetapkan oleh Dinas Kesehatan;

j. Ketentuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan dana Jampersal diatur lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku;

(10)

BAB II

RUANG LINGKUP KEGIATAN, PENGALOKASIAN DAN PENGGUNAAN

DANA JAMPERSAL

A. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Ruang lingkup kegiatan Jampersal meliputi:

a. Rujukan persalinan dari rumah ke fasilitas pelayanan kesehatan

yang kompeten;

b. Sewa dan operasional rumah tunggu kelahiran (RTK);

c. Pertolongan persalinan, KB paska persalinan dan perawatan bayi

baru lahir;

B. PENGALOKASIAN DANA JAMPERSAL

Dana Jampersal dialokasiksn untuk Dinas Kesehatan dihitung berdasarkan formula dengan memperhatikan jumlah ibu hamil/ ibu bersalin yang mempunyai hambatan akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan untuk pertolongan persalinan, tidak mempunyai biaya untuk membayar jasa persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan kebutuhan sewa rumah tunggu kelahiran, dan biaya operasionalnya sebagai tempat transit sementara mendekati hari kelahiran. Alokasi

dana Jampersal per- kabupaten merupakan pagu dana maksimal

sehingga dalam pemanfaatannya harus diperhitungkan secara cermat

dengan memilih kegiatan berdasarkan skala prioritas.

(11)

C. PENGGUNAAN D A N A JAMPERSAL

Dana

Jampersal

di

Kabupaten

dipergunakan

untuk

kegiatan

meliputi;

a. Rujukan (pergi dan pulang) ibu hamil/bersalin ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai kompetensi pertolongan persalinan, pergi dan pulang meliputi;

1. Rujukan ibu hamil/bersalin normal dari rumah ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan primer baik melalui rumah tunggu

kelahiran dan atau langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan

primer;

2. Rujukan ibu hamil/ bersalin resiko tinggi:

a. Rujukan dari rumah ibu hamil ke fasilitas pelayanan

kesehatan rujukan sekunder/ tersier baik melalui rumah tunggu kelahiran dan atau langsung ke fasilitas pelayanan

kesehatan rujukan sekunder/ tersier;

b. Rujukan untuk pelayanan perawatan kehamilan ke fasilitas

pelayanan rujukan sekunder/ tertier atas indikasi medis;

b. Sewa dan operasional Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) termasuk makan dan minum bagi pasien, keluarga pendamping dan petugas

kesehatan/ kader;

c.

Pertolongan persalinan, perawatan kehamilan resiko tinggi atas

indikasi bila diperlukan di

fasilitas

pelayanan kesehatan yang

kompeten dengan fasilitas sama dengan peserta JKN/KIS Penerima

(12)

persalinan/ perawatan kehamilan, pelayanan KB pasca salin dengan kontrasepsi disediakan BKKBN, termasuk perawatan bayi baru lahir, dan Skrining Hipotiroid Kongenital Bayi Baru Lahir (BBL).

Pembiayaan untuk pelayanan Antenatal (ANC) dan pelayanan nifas

(PNC) tidak termasuk dalam paket Jampersal, kecuali ibu hamil

resiko tinggi yang atas indikasi medis perlu pelayanan/ perawatan di

fasilitas rujukan sekunder/ tersier. Penerima bantuan Jampersal

tidak diperbolehkan naik kelas dengan biaya sendiri dan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Penerima Bantuan

Iuran (PBI). Besaran biaya pertolongan persalinan dan perawatan

sesuai dengan yang berlaku pada penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional oleh Badan Pengelenggara Jaminan Sosial;

d.

Dukungan Manajemen/ Pengelolaan Jampersal Dinas Kesehatan

Dana Jampersal dapat digunakan oleh Pengelola Jampersal Tingkat

Kabupaten

untuk

kegiatan

pengelolaan

keuangan,

sosialisasi,

verifikasi klaim, survey dan kontrak RTK, pembinaan, pendampingan

petugas kesehatan, dan dukungan administrasi.

Setiap Kabupaten dapat menggunakan dana Jampersal untuk sewa

RTK minimal 1 (satu) rumah di dekat rumah sakit yang ditetapkan

sebagai rujukan resiko tinggi, untuk mendekatkan akses ibu hamil

resiko tinggi dengan rumah sakit sebelum dan sesudah hari

kelahiran;

e.

Dana Jampersal tidak boleh dimanfaatkan untuk belanja tidak

langsung,

belanja

modal,

pembelian

obat

dan

vaksin,

serta

(13)

BAB HI

PEMANFAATAN DANA JAMPERSAL

Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Nonfisik Jampersal dapat

dimanfaatkan untuk:

a. Transportasi lokal atau peijalanan dinas petugas kesehatan termasuk

kader.

> Golongan III : Rp.

100.000,-> Golongan II/I : Rp.

80.000,-> PTT/ Kader : Rp.

80.000,-> Dari Puskesmas ke Kabupaten sesuai zona wilayah

Zona I gol III : Rp gol II/PTT : Rp

100.000,-• Zona II gol III : Rp 150.000,- gol II/PTT : Rp 140.000,-• Zona III gol III: Rp 180.000,- gol II/PTT : Rp

150.000,-• Zona IV gol III: Rp 230.000,- gol II/PTT : Rp

200.000,-(Standar Harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016)

b. Sewa mobilitas/ sarana transportasi rujukan

> Transpor lokal dari Desa Ke Kecamatan

Desa biasa : Rp

100.000,-• Desa terpencil : Rp

100.000,-• Desa sangat terpencil : Rp 400.000

(sesuai Standar Harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016) > Transpor dari kecamatan ke Kabupaten Sesuai standar sewa

trasportasi setempat

(14)

c. Sewa rumah untuk Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)

>

Sesuai standar sewa rumah setempat

d. Makan dan Minum

> Sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016 yaitu: Rp. 30.000,- x 3 kali/ orang/ hari

e. Langganan listrik dan air

> Sesuai tagihan resmi PLN dan PAM

f. Jasa pemeriksaan, perawatan dan pertolongan persalinan

> Pemeriksaan Antenatal (ANC) dengan USG di RSUD Rokan Hulu.

Sesuai standar tarif JKN (PMK No. 52 Tahun 2016)

> Perawatan Antenatal (ANC) resiko tinggi seperti :

• Hiperemisis berat, Abortus, Mola Hidatidosa, Kehamilan Ektopik Terganggu, Plasenta Previa, Solusio Plasenta. Untuk biaya tindakan Sesuai standar tarif JKN (PMK No. 52 Tahun 2016) bila tambahan biaya tindakan tidak ada dalam standar tarif JKN (PMK No 52 tahun 2016) akan dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk perawatan berlaku di Kelas 3 (Tiga) RSUD Rokan Hulu;

> Pertolongan persalinan resiko tinggi seperti :

• Pendarahan Pascasalin ( Atonia Uteri, Robekan jalan lahir, Retensio plasenta, Sisa plasenta, Inversio Uteri, Ruptur Uteri dan gangguan pembekuan darah), Pre Eklamsi dan Eklamsi, Persalinan Preterm, Ketuban pecan dini, Korioamnionitis, Kehamilan lewat waktu, Kehamilan bekas SC, Kehamilan

(15)

>

Ganda, Partus Lama, Malposisi dan Malpresentasi, CPD,

Distosia Bahu, Prolaps Tali Pusat. > Penyakit penyerta seperti:

Anemi berat, HIV/AIDS, TBC, DBD, Hepatitis B,

Malaria,

Demam Tifoid, Varicella dan Herves Zoster, IMS, Asma Akut, Pneumonia, Gangguan Jantung, Apendisitis Akut, Diabetes

Melitus Gestasional, Penyakit Tiroid, Malnutrisi, Kista Ovarium, Mioma Uteri, Epilepsi,

Untuk biaya tindakan sesuai standar tarif JKN (PMK No. 52

Tahun 2016) bila tambahan biaya tindakan tidak terdapat

dalam standar tarif JKN (PMK No 52 tahun 2016) akan dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk perawatan di kelas 3 (tiga) RSUD Rokan Hulu;

Bila persalinan normal di Faskes ditolong oleh; - Bidan Rp.

700.000,-- Dokter Rp.

800.000,-Dokter di Puskesmas PONED dengan tindakan emergensi Rp.

950.000,-(Sesuai standar tarif JKN PMK No. 52 Tahun 2016) Perawatan Nifas (PNC) resiko tinggi seperti :

Metritis, Abses Pelvis, Infeksi luka perineum dan luka Abdominal, Tetanus, Mastitis,

untuk biaya tindakan sesuai standar tarif JKN (PMK No. 52

Tahun 2016) bila tambahan biaya tindakan tidak terdapat dalam standar tarif JKN (PMK No 52 tahun 2016) akan dibayarkan

(16)

sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk perawatan di kelas 3 (tiga)

RSUD Rokan Hulu;

> Perawatan Bayi Baru Lahir resiko tinggi (0-28 hr)seperti:

BBLR, Asfiksia, Tetanus, Ikterus Abnormal, kelainan Kongenital, Trauma Lahir.

untuk biaya tindakan sesuai standar tarif JKN (PMK No. 52

Tahun 2016) bila tambahan biaya tindakan tidak terdapat dalam standar tarif JKN (PMK No 52 tahun 2016) akan dibayarkan

sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk perawatan di kelas 3 (tiga) RSUD Rokan Hulu;

> Bila diperlukan Rujukan tersier ke Rumah Sakit Umum tive A : Rujukan untuk kasus resiko tinggi dengan indikasi medis seperti ketentuan yang sudah ditentukan pada keterangan diatas, rujukan ditujukan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Transportasi peijalanan Dinas luar Daerah dalam Propinsi Rp. 300.000,- (sesuai Standar Harga di Kabupaten Rokan

Hulu Tahun 2016)

Untuk biaya tindakan sesuai standar tarif JKN (PMK No. 52 Tahun 2016) bila tambahan biaya tindakan tidak terdapat dalam standar tarif JKN (PMK No 52 tahun 2016) akan

dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk perawatan

di kelas 3 (tiga) RSUD Arifin Achmad;

(17)

> KB paska salin:

- IUD/ Implant Rp. 100.000,- ( Seratus Ribu Rupiah) - Suntikan Rp. 15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah) g. Honor PNS dan Non PNS :

> Pengelola dan Tim teknis Jampersal di Dinas Kesehatan: sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

> Ketua Pengelola Jampersal Puskesmas (Kepala Puskesmas) Rp. 200.000,-/bulan

> Pengelola Jampersal Puskemas (Bidan Koordinator) Rp. 200.000,-/bulan

h. Penyelenggaraan rapat dan pertemuan sosialisasi

> Sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016 i. Penyediaan barang habis pakai

> Sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

j. Penyediaan bahan dan material

> Sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

k. Belanja Pencetakan dan penggandaan

> Sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

1. Belanja jasa pengiriman specimen

> Sesuai standar harga di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

m. Dukungan manajemen.

(18)

BAB IV

PENGORGANISASIAN

A. Pengelola Jampersal Dinas Kesehatan

Pengelola Jampersal Dinas Kesehatan berdasarkan Surat Keputusan

Kepala Dinas Kesehatan dengan tugas meliputi:

a. Merekap POA yang dibuat pengelola Jampersal Puskesmas; b. Membuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) Jampersal;

c. Menandatangani semua laporan Keuangan dan bukti pertangung

jawaban pelaksanaan Jampersal;

d. Bertanggung jawab atas semua kegiatan dan pengeluaran dana Jampersal sesuai klaim;

e. Melaporkan pertanggung jawaban keuangan kepada Bendahara pengeluaran Dinas Kesehatan kabupaten, berupa laporan realisasi keuangan;

f. Mengembalikan sisa uang yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kepada bendahara pengeluaran pada akhir tahun

anggaran;

g. Memungut dan menyetor pajak sesuai peruntukannya;

h. Menyimpanan dengan baik dan aman seluruh bukti pertanggung jawaban keuangan;

(19)

B. Pengelola Jampersal Puskesmas

Pengelola Jampersal di Puskesmas berdasarkan Surat Keputusan

Kepala Dinas Kesehatan dengan tugas meliputi :

a. Membuat POA kegiatan Jampersal sesuai sasaran ; b. Mengajukan klaim dana Jampersal sesuai kegiatan;

c. Menerima pembayaran belanja dana Jampersal yang dikelola dan

menyiapkan bukti bukti pertanggung jawaban berupa kwitansi

dan bukti pendukung lainnya;

d. Menyampaikan Suatu Pertanggung-jawaban Keuangan (SPJ)

(20)

B A B V

KELENGKAPAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN

A. KELENGKAPAN

1. Kepala Dinas Kesehatan menerbitkan surat keputusan pengelola

Keuangan dan Tim Tehnis Jampersal di Dinas Kesehatan, pengelola

Jampersal di Puskesmas dan RSUD;

2. Pengelola Jampersal Puskesmas membuat POA dan menentukan

jumlah sasaran RTK dan sasaran Jampersal sebagai bukti

pendukung

untuk

dibentuknya

Rumah

Tunggu

Kelahiran

di

Puskesmas;

3. Pengelola Jampersal di Dinas Kesehatan melakukan survey awal

untuk menentukan lokasi Rumah Tunggu Kelahiran sesuai kriteria fasyankes atau Puskesmas yang mampu melayani kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal;

4. Pengelola Jampersal di Puskesmas ditugaskan mencari dan menentukan rumah yang sesuai kriteria untuk digunakan sebagai

Rumah Tunggu Kelahiran;

5. Pengelola Jampersal di Dinas Kesehatan menyiapkan kontrak dan kelengkapan bukti lainnya serta membayarkan sewa Rumah Tunggu Kelahiran kepada pemilik rumah;

(21)

6. Pengelola Jampersal Puskesmas mengajukan klaim konsumsi sesuai

dengan jumlah Ibu hamil dan pendamping yang menginap di Rumah

Tunggu Kelahiran;

7. Pengelola Jampersal Puskesmas mengajukan klaim transportasi pergi

dan pulang ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sesuai

kebutuhan;

8. Pengelola

Jampersal

Puskesmas

mengajukan

klaim

persalinan

normal dan KB paska salin sesuai jumlah ibu bersalin;

9. Pengelola Jampersal Puskesmas mengajukan klaim listrik dan air

setiap bulan sesuai pemakaian;

10. Puskesmas mengajukan klaim peijalanan dinas bagi bidan sebagai pendamping dalam rujukan sesuai standar harga Kabupaten Rokan

Hulu tahun 2016;

11. RSUD mengajukan klaim atas tindakan dan rawatan ibu dengan

resiko tinggi yang dirujuk Puskesmas;

12. Dinas kesehatan menyalurkan dana kepada Puskesmas dan RSUD sesuai klaim yang diajukan;

13. Penanggung jawab Jampersal RTK di Dinas Kesehatan bertanggung jawab melakukan pembukuan keuangan dan menghimpun Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) atas kegiatan yang dilakukan sesuai kegiatan yang tercantum di DPA dan sesuai pengajuan klaim Puskesmas;

(22)

-17-B. PERTANGGUNGJAWABAN

1. Pertanggungjawaban perjalanan dinas bagi bidan/Kader pendamping

dalam rujukan dilengkapi bukti kwitansi, Surat Perintah Perjalanan

Dinas (SPPD), LPD dan Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan

dari Puskesmas untuk bidan dan dari Kepala Desa untuk Kader;

2. Pertanggungjawaban sewa Tranportasi pergi dan pulang dilengkapi

dengan bukti Kwitansi yang punya mobil dan kwitansi dari Dinas;

3. Pertanggungjawaban Sewa RTK termasuk operasional RTK dilengkapi

Kontrak antara lain untuk klaim listrik, Air, makan petugas dan

honor petugas RTK;

4. Pertanggungjawaban

Makan

pasien

dan

pendamping

di

RTK

dilengkapi KTP pasien, Amprahan makan, kwitansi rumah makan

dan kwitansi Dinas;

5. Pertanggungjawaban Persalinan Normal di Fasyankes dilengkapi

KTP/KK/Surat berdomisili, SKTM dari desa diketahui camat, Foto copy buku KIA, Partograf, surat keterangan Kelahiran dan kwitansi Dinas;

6. Pertanggungjawaban Rujukan untuk ibu hamil resiko tinggi miskin

yang tidak punya jaminan kesehatan dilengkapi KTP/KK/Surat berdomisili, SKTM di ketahui camat, Surat keterangan dari Dinas Sosial, Surat rujukan dari Dokter Puskesmas, bukti klaim rawatan dan tindakan dari RSUD dan kwitansi Dinas;

7. Pertanggungjawaban KB Pascasalin dilengkapi, KTP/KK/Surat berdomisili, SKTM di ketahui camat, kartu KB, Info consent dan kwitansi dinas;

(23)

8. Pertanggungjawaban Honor Petugas RTK dilengkapi SK Petugas,

daftar penerimaan honor dan kwitansi Dinas;

9. Penanggung jawab Jampersal di Dinas Kesehatan

berkewajiban

melaporkan setiap Pemanfaatan dana baik per bulan maupun per

triwulan;

10. Pemanfaatan dana oleh Puskesmas menjadi tanggung jawab penuh

(24)

BAB VI PENUTUP

Pedoman Pelaksanaan ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan

DAK Nonfisik Jampersal Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Tahun Anggaran

2017 dan dimungkinkan untuk dapat digunakan sebagai acuan Dana

Alokasi Khusus Nonfisik Jampersal Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) ditahun

selanjutnya

yang

diarahkan

untuk

meningkatkan

akses

pelayanan

kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir serta meningkatkan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Rokan Hulu demi terwujudnya derajat kesehatan yang optimal.

Pedoman Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Jampersal Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) tahun 2017 ini merupakan permintaan

berupa klaim dari Puskesmas.

Selanjutnya dalam pelaksanaan kedepannya agar kegiatan sosialisasi

tetap diperlukan untuk menyebarluaskan informasi tentang Jampersal

Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), agar fasilitas dan pelayanan Jampersal Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dilakukan pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, yaitu Perusahaan “XYZ”. Perusahaan “XYZ” mempunyai visi, yaitu menjadi perusahaan pengelola

a. Saham berlabel syariah memberikan rasa aman yang lebih dalam berinvestasi, baik di kondisi pertumbuhan ekonomi yang kuat atau lemah, dibuktikan dengan kinerja

Eeee tapi yang jelas dengan potensi yang kita miliki terus kemudian dengan kekurangan yang juga dimiliki sama kota-kota lain contoh misalkan jakarta udah padet kan ya mereka

Diawali dengan pemberian nasihat atau bimbingan Pra Nikah (Kursus Calon Pengantin/ Suscatin) bagi yang akan melangsungkan perkawinan dan telah mendaftar di KUA. Bagi

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disiimpulkan bahwa guru adalah faktor penentu yang paling utama dalam bidang pendidikan karena merupakan penentu

Untuk menganalisis dampak dari faktor-faktor tersebut terhadap Kesuksesan Usaha digunakan Analisis Regresi Logistik yang bertujuan untuk menguji ketiga variabel

Dengan kata lain, pendidikan orang dewasa dapat efektif menghasilkan perubahan perilaku apabila isi dan cara atau metode belajar mengajarnya

Nurshanti (2009) meneliti tentang pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi caisim dengan perlakuan kontrol, 4 kg/petak pupuk kandang