• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PRESID EN REPUBLIK IND O NESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 1948

TENTANG

PEMBERIAN KEKUASAAN PENUH KEPADA PRESIDEN DALAM KEADAAN BAHAYA.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa untuk menjamin keselamatan Negara dalam menghadapi keadaan bahaya yang memuncak pada dewasa ini, perlu diberikan kekuasaan penuh (pleinpouvoir) kepada Presiden;

Mengingat : pasal 12 Undang-undang Dasar dan Undang-undang Keadaan Bahaya tertanggal 6 Juni 1946 No. 6;

Mengingat pula : pasal 5 ayat 1 Undang-undang Dasar, pasal IV Aturan Peralihan Undang-undang Dasar, serta Maklumat Wakil Presiden tanggal 16 Oktober 1945 No. X;

Dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan peraturan sebagai berikut:

UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBeRIAN KEKUASAAN PENUH KEPADA PRESIDEN DALAM KEADAAN BAHAYA

Satu-satunya pasal.

Selama tiga bulan terhitung mulai tanggal 15 September 1948, kepada Presiden diberikan kekuasaan penuh (pleinpouvoir) untuk menjalankan tindakan-tindakan dan mengadakan peraturan-peraturan dengan menyimpang dari Undang-undang dan peratruan-peraturan yang ada, guna menjamin keselamatan Negara dalam menghadapi keadaan bahaya yang memuncak.

Ditetapkan di Yogyakarta

pada tanggal 20 September 1948.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SOEKARNO.

Menteri Pertahanan A.I.

MOHAMMAD HATTA.

(2)

PRESID EN REPUBLIK IND O NESIA

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun begitu, sistem pemisahan kekuasaan yang berdasarkan UUD 1945 tidak menghendaki jatuhnya Presiden dan/ atau Wakil Presiden akibat penggunaan hak menyatakan

Disebutkan bahwa DPR memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan atau memilih calon seorang hakim agung, dari proses pencalonan hingga psoses pemilihan dan penetapan

Pasal 5 ayat (1) UUD 1945 menyebutkan ”Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat”, maka pasal tersebut kemudian diubah

Ketua atau Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,. kemudian meletakkan jabatannya lagi, maka mulai

(4) Perusahaan Pers yang telah ada pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini dalam waktu 3 (tiga) bulan sesudah dikeluarkannya Peraturan Pelaksanaan tersebut dalam ayat (3)

Perat uran Pemerint ah Penggant i Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992 t ent ang Penangguhan Mulai Berlakunya Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 t ent ang Lalu Lint as dan Angkut an

Jika dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari Presiden tidak menandatangani rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden,

3.Makanan yang disajikan adalah makanan penuh sehari 3-4 kali makan sehari dengan atau tanpa makanan selingan. 4.Standar makanan memuat standar makanan orang sakit sesuai