ANALISIS SITUASI
DAN
MASALAH KESEHATAN
Drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes
SIKLUS PEMECAHAN MASALAH (Problem Solving Cycle)
ANALISIS SITUASI
• kegiatan mengumpulkan informasi sebanyak
banyaknya tentang kondisi kesehatan masyarakat
• digunakan untuk menetapkan permasalahan • pemecahan masalah memerlukan dukungan
informasi yang tepat
• digunakan indikator-indikator yang
merupakan kesepakatan mengenai
Tujuan Analisis Situasi
• Memahami masalah kesehatan
secara jelas dan spesifik
• Mempermudah penentuan prioritas
• Mempermudah penentuan alternatif
Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan
(HL Blum, 1981 )
1. Lingkungan :
a. Lingkungan biologi : manusia, hewan, tumbuhan
b. Lingkungan fisik : sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya.
c. Lingkungan sosial : hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi
2. Perilaku
d. Perilaku individu e. Perilaku keluarga f. Perilaku masyarakat
g. Dipengaruhi oleh adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan, sosial dan ekonomi
3. Pelayanan kesehatan
h. Ketersediaan : nakes, informasi, motivasi masyarakat i. Keterjangkauan : geografi, trasnportasi, biaya
ASPEK ANALISIS SITUASI
1. Analisis status kesehatan 2. Analisis perilaku kesehatan 3. Analisis lingkungan
4. Analisis faktor kependudukan 5. Analisis pelayanan/upaya
1. Analisis status kesehatan
• Analisa status kesehatan akan menjelaskan masalah kesehatan apa yang dihadapi
• Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan epidemologis (penyebaran masalah menurut
ORANG, TEMPAT dan WAKTU)
• Ukuran yang digunakan adalah angka kematian (mortalitas), angka kesakitan (morbiditas), risiko (OR, RR)
• Sumber data : laporan rutin fasyankes, laporan
Indikator Kesehatan
A. Morbiditas
1. Incidence rate
jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu (umumnya 1 tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan
2. Angka prevalens
Gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu di sekelompok masyarakat tertentu.
Pada perhitungan angka Prevalensi, digunakan jumlah seluruh penduduk tanpa memperhitungkan orang/penduduk yang Kebal atau Penduduk dengan Resiko (Population at Risk)
- Period Prevalen Rate - Point Prevalen Rate
B. Mortalitas
a. Crude Death Rate
b. Specific Death Rate : CFR, AKI, AKB
C. Risiko : Besarnya peluang faktor risiko penyakit c. Odds Rasio
2. Analisis Perilaku
Kesehatan
• Analisis ini memberikan gambaran tentang
pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat sehubungan dengan kesehatan maupun upaya kesehatan
• Dilakukan melalui survei perilaku
• Dapat menggunakan teori pengetahuan, sikap,
praktek, atau health belief model atau teori lainnya
• Contoh : survei kesehatan reproduksi remaja, STBP
3. Analisis Lingkungan
• Biologi : vektor (longitudinal/spot
survei : jenis, kepadatan dan
bionomik, ABJ); bakteri : pemeriksaan kualitas air secara mikrobiologi
• Fisik : kualitas udara : kadar CO2,
kadar Pb, kebisingan; air (kimia)
• Sosial : budaya : wayang, rokok,
4. Analisis kependudukan
• Jumlah penduduk : sex ratio • Pertumbuhan penduduk
• Struktur umur : piramida penduduk • Mobilitas penduduk
• Pekerjaan : dependency ratio
• Sebagai denominator ukuran masalah kesehatan • Sebagai prediksi beban upaya/program kesehatan • Sebagai prediksi masalah kesehatan yang
dihadapi
5. Analisis pelayanan kesehatan
• Pelayanan atau upaya kesehatan
meliputi upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif
• Analisis ini menghasilkan data atau
informasi tentang input, proses, out put dan dampak dari pelayanan
Analisis input
• 5 M : Man, Material (fasilitas dan
sarana), Method (kebijakan, SOP), Money, Machine (tehnologi)
• Langkah dalam analisis input adalah
Analisis proses
• P1 : Perencanaan
• P2 : Pelaksanaan dan Penggerakan
• P3 : Pemantauan, Pengawasan dan
Analisis ouput
• Dilakukan analisis tentang hasil yang
dicapai dengan upaya kesehatan tersebut.
• Biasanya dalam bentuk angka
Analisis peran serta
masyarakat
• Peran serta masyarakat sering kali menjadi faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan.
• Kesulitannya adalah bahwa belum adanya ukuran standar peran serta masyarakat dalam program kesehatan, sehingga indikatornya tidak dapat dibandingkan dengan pengukuran pada daerah atau waktu yang lain.
• Contoh :
– tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti posyandu
Analisis kebijakan pembangunan
kesehatan
• Tujuan pembangunan kesehatan meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
• Pembangunan kesehatan tersebut merupakan
upaya seluruh potensi bangsa : masyarakat, swasta maupun pemerintah.
• Perlu juga dilakukan analisis terhadap kebijakan
Contoh : Analisis Segitiga Kebijakan
ACTOR:
• Individu • Group • Organisas
i
KONTEKS
PROSES ISI/ KONTEN
Metode analisis secara
umum :
1. Analisis perbandingan
• Dibandingkan dengan teori, target, antar
kelompok (tempat, orang), 2. Analisis kecenderungan
• Analisis berdasar waktu
• Membentuk pola tertentu atau tidak
3. Analisis faktor risiko
• Melihat probabilitas suatu faktor risiko untuk
menjadi penyakit/masalah kesehatan
6 tahun
6 tahun
6
tahun ??? FLUKTUASI KASUS DBD
MASALAH KESEHATAN
• Apa Masalah?
• Masalah dapat dirumuskan sebagai sesuatu
yang menjadi perhatian dengan alasan tertentu.
• Biasanya kondisi yang menjadi perhatian itu
berupa kenyataan yang tidak diharapkan, yang dianggap membawa kerugian atau gangguan pada seseorang atau sekelompok orang.
• Berhubungan bentuk dan besar kerugiannya,
Jenis Masalah
1. Masalah Konseptual.
• Alat untuk membahas hal-hal yang bersifat umum, tetapi selalu membutuhkan operasionalisasi.
• Masalah konseptual tidak bisa menjadi sasaran tembak dalam pemecahan masalah.
• Contoh : keterlambatan rujukan atau kekurangan tenaga kesehatan.
– Kedua contoh itu bersifat abstrak, tidak dalam bentuk sesuatu yang terukur tetapi menjadi gagasan dalam pemikiran.
– Kita mudah memecahkan masalah dengan menjawab: percepat rujukan atau cukupi tenaga kesehatan.
– Kita tidak bisa segera mengetahui apa yang harus dilakukan.
– Masih banyak alternatif dalam mempercepat rujukan dan mencukupi tenaga kesehatan bisa dengan berbagai cara.
2. Masalah Operasional.
• Berkaitan dengan sesuatu yang bisa diamati dan konkrit.
• Sesuatu yang dapat diukur dengan cara atau alat.
• Biasa berkaitan dengan data yang memungkinkan kita menyimpulkan sesuatu.
• Bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif
• Contoh :
– daftar kunjungan pasien di puskesmas me-mungkinkan kita mengukur jumlah kunjungan per hari atau per unit kerja. Buku catatan pasien puskesmas lebih jauh memungkinkan kita
melakukan observasi ciri-ciri status sosial dan ekonomi pasien yang berkunjung di puskesmas.
Penentuan prioritas masalah
• Penentuan prioritas masalah dilakukan secara
kualitatif dan kuantitatif
• Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah
suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai yang kurang penting
• Hal yang diperhatikan :
1. Kumpulan masalah yang perlu diprioritaskan 2. Siapa yang melakukan prioritas masalah
Penentuan Prioritas Masalah
• Dalam menetapkan prioritas
masalah ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni:
1. Besarnya masalah yang terjadi 2. Pertimbangan politik
3. Persepsi masyarakat
Penentuan Prioritas Masalah
• Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Secara sederhana dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu
– Scoring Technique (Metode Penskoran) :
• metode hanlon • metode USG • Metode MCUA • Metode CARL
– Non Scoring Technique. :
Scoring Technique
• Pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan
score (nilai) untuk parameter tertentu yang telah ditetapkan.
• Parameter yg dimaksud adalah :
– Besarnya masalah
– Berat ringannya akibat yang ditimbulkan – Kenaikan prevalensi masalah
– Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah
tersebut
– Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah
tersebut terselesaikan.
– Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah
– Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk
1. Metode Hanlon
• Lebih tepat jika daftar outcome dari tujuan yang ingin dicapai tersedia dari daftar
prioritas yang ada dengan data yang memadai dan system penilaian.
• Lebih tepat digunakan untuk menentukan prioritas masalah kesehatan dengan
memperhatikan teknik responsive dimana tujuan yang dicapai dari program jelas
aspek penting metode
hanlon
• Besarnya masalah
• Keseriusan Masalah
Langkah-langkah metode
hanlon
• Menentukan rangking urutan dengan
criteria spesifik
• Memasukan nilai rangking dengan
metode PEARL
• Menghitung prioritas dengan scoring
• Mengrangking/mengurutkan masalah
Memasukan nilai rangking dengan
metode PEARL
• Propriety. Apakah program intervensi tepat
mengatasi masalah yang ada.
• Ekonomis. Apakah yang ditimbulkan dampak
ekonomi dari masalah kesehatan. Apakah
masalah ekonomi berdampak jika masalah tidak ditangani.
• Acceptability. Akankan masyarakat dapat
menerima program yang diberikan..? atau apakah masyarakat menginginkan/membutuhkan..?
• Resources. Apakah sumber daya tersedia atau
potensial tersedia untuk pelaksanaan program
• Legality. Apakah aktivitas program dapat
Menghitung prioritas dengan
scoring
• D = [A+(2xB)]x C
• Dimana:
– D = prioritas skor
– A = besaran rangking masalah kesehatan
– B = Keseriusan masalah kesehatan
2. Metode USG
• Urgensi tingkat kegawatan, apabila
masalah tidak ditanggulangi akan semakin gawat
• Seriousness tingkat keseriusan,
apabila masalah tidak diselesaikan
dapat berakibat serius pada masalah lainnya
Langkah-Langkah USG
• Tentukan range untuk setiap kriteria
(1-8)
• Setiap orang dalam tim memberi
nilai pada setiap masalah
• Buat rata2 nilai setiap masalah
untuk setiap kriteria
• Tulis nilai pada kolom tersedia
• Nilai akkhir pada setiap masalah
No Masalah Nilai Kriteria Nilai Akhir
U S G
1. Tidak Cuci Tangan 8 6 6 288
2. BAB Sembarangan 6 8 8 384
3. Merokok 8 6 7 336
Masalah Prioritas adalah BAB Sembarangan jika diatasi akan
akan punya daya ungkit terhadap perubahan perilaku masyarakat
3. Metode MCUA
Metode MCUA digunakan apabila pelaksana belum terlalu siap dalam penyediaan sumber daya, serta pelaksana
program atau kegiatan menginginkan masalah yang diselesaikan adalah masalah yang ada di masyarakat.
Definisi:
a. MCUA adalah suatu teknik atau metode yang digunakan untuk membantu tim dalam mengambil keputusan atas beberapa
alternatif
b. Alternatif dapat berupa masalah pada langkah penentuan prioritas masalah atau pemecahan masalah pada langkah penetapan prioritas pemecahan masalah
c. Kriteria adalah batasan yang digunakan untuk menyaring alternatif masalah sesuai kebutuhan
4. Metode CARL
Merupakan suatu cara untuk menentukan prioritas masalah jika data yang tersedia adalah data kualitatif. Dilakukan dengan menentukan skor atas kriteria tertentu, yaitu Capability,
Non Scoring Technique
• menetapkan prioritas masalah bila
tidak tersedia data
• Menggunakan kesepakatan
• Cara yang lazim digunakan adalah :
– Delphin Technique : kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya
– Delbech Technique : kesepakatan
• Diagram tulang ikan
• Diagram pohon