• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1976

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1976"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI SJDI HUKUM MENTERI DALAM NEGERI

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 2 TAHUN 1976

TENTANG

PENGGUNAAN ACARA PEMBEBASAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN PEMERINTAH BAGI PEMBEBASAN TANAH OLEH PIHAK SWASTA

MENTERI DALAM NEGERI,

Menimbang : a. bahwa pelaksanaan pembangunan sebagaimana telah digariskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. IV/MPR/1973) tidak semata-mata menjadi beban Pemerintah, melainkan diharapkan pula adanya peranan aktief dari pihak swasta/rakyat;

b. bahwa untuk merangsang pihak swasta dalam pelaksanaan pembangunan di pandang perlu adanya bantuan fasilitas dari Pemerintah yang berbentuk jasa-jasa dalam pembebasan tanah rakyat dalam rangka penyediaan tanah, untuk pembangunan proyek-proyek yang bersifat menunjang kepentingan umum atau termasuk dalam bidang pembangunan sarana umum dan fasilitas-fasilitas social;

c. bahwa dalam pelaksanaan kebijaksanaan penyediaan dan pemberian tanah untuk keperluan pembangunan dengan jalan pembebasab tanah rakyat, selain memperhatikan segi-segi ekonomi dan juridis, hendaknya diperhatikan juga aspek-aspek social politis dan psychologis serta hankamnas, demi untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Mengingat : 1. Undang-undang No. 5 Tahun 1960 (Lembaran Negara 1960 No.104); 2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 tahun 1973;

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1973; 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1974; 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15 tahun 1975.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

PERTAMA : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENGGUNAAN

ACARA PEMBEBASAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN PEMERINTAH BAGI PEMBEBASAN TANAH OLEH PIHAK SWASTA.

Pasal 1.

Pembebasan tanah oleh pihak swasta untuk kepentingan pembangunan proyek-proyek yang bersifat menunjang kepentingan umum dan fasilitas sosial dapat dilaksanakan menurut acara pembebasan tanah untuk kepentingan Pemerintah sebagaimana diatur dalam Bab I, II dan IV Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15/1975.

Pasal 2.

(2)

2

-PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI SJDI HUKUM

Pasal 3.

(1). Gubernur Kepala Daerah Tingkat I memberikan ijin termasuk dalam pasal 1 Peraturan ini, atas permohonan dari pihak swasta yang berkepentingan, dengan memperhatikan manfaat dan kegunaan proyek dimaksud bagi kepentingan umum/rakyat banyak sesuai dengan rencana proyek yang harus mereka ajukan.

(2). Gubernur Kepala Daerah Tingkat I wajib secepatnya menyampaikan laporan kepada Menteri Dalam Negeri, setiap kali dilaksanakan pembebasan tanah rakyat menurut tata cara sebagaimana diatur dalam peraturan ini.

Pasal 4.

Dalam surat ijin pembebasan tanah oleh pihak swasta menurut acara yang berlaku bagi pembebasan tanah untuk kepentingan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 di atas, harus dicantumkan alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang dipergunakan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I untuk pemberian ijin tersebut.

Pasal 5.

(1). Gubernur Kepala Daerah Tingkat I berkewajiban untuk mengadakan pengawasan agar pelaksanaan pembebasan tanah menurut tatacara yang diatur dalam Peraturan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(2). Dalam pelaksanaanya sehari-hari pengawasan termaksud dalam ayat (1) pasal ini dilakukan oleh Kepala Direktorat Agraria Propinsi yang bersangkutan.

K E D U A : Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang dapat mengetahui, maka peraturan ini akan dimuat Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 5 April 1978

MENTERI DALAM NEGERI ttd.

AMIRMACHMUD.

---CATATAN :

Referensi

Dokumen terkait

Surat Permohonan Ijin Perjalanan Dinas Luar Negeri, yang selanjutnya disebut Surat Permohonan adalah surat permohonan perjalanan dinas bagi Pejabat/ Pegawai Negeri

Seperti halnya dengan pelimpahan wewenang tentang pemberian hak atas tanah yang hinbgga kini berlaku, maka dalam Peraturan ini pelimpahan wewenang pemberian hak atas tanah yang

Setelah kewajiban tersebut pada ayat 2 pasal ini dipenuhi maka hak guna-bangunan atau hak guna-usaha itu dibukukan di dalam daftar buku tanah dan kepada yang

(1) Di samping kebijaksanaan pembayaran ganti rugi yang ditempuh selama ini berdasarkan ketentuan peraturan-perundangan yang berlaku, maka oleh Menteri Dalam Negeri dapat diberikan

Mengenai tanah-tanah yang terletak di daerah persiapan yang telah ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri menurut ketentuan pasal 9, para Pejabat Pembuat Akta Tanah

Penerbitan sertipikat-sertipikat dari suatu hak atas tanah yang disertai dengan pemilikan bagian-bagian bangunan yang terdiri di atas tanah tersebut, sebagai yang dimaksud dalam

(1) Perusahaan-perusahaan yang akan mengadakan penanaman modal dan telah memperoleh izin lokasi dan pembebasan hak/pembelian tanah segera mengajukan permohonan

(1) Gubernur menyampaikan kelengkapan dokumen persyaratan yang telah disampaikan BSA peserta seleksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf c disertai Surat