• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT 2015"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan Daerah merupakan bagian integral dalam proses pembangunan Nasional. Hal ini berarti bahwa keberhasilan pembangunan nasional ditentukan pula oleh kemajuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan pembangunan dimasing-masing daerah. Pembangunan daerah harus dilaksanakan pada prinsip-prinsip otonomi daerah yang nyata, luas dan bertanggung jawab.

Untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah tersebut, pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan UU No. 32 Tahun 2004 sebagai pengganti UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, dan untuk mendukung pelaksanaan UU tersebut pemerintah telah pula menetapkan UU No. 33 tahun 2004 yang merupakan pengganti UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Dengan keluarnya kedua UU tersebut, maka tanggung jawab daerah makin besar dimana aparatur dituntut untuk lebih mampu memecahkan seluruh permasalahan yang ada di daerah, serta kemampuan dan kekuatan didalam menjalankan roda pemerintah dan pembangunan yang pelaksanaanya harus sesuai dengan rencana-rencana/program-program yang ditetapkan serta mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku.

(2)

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN & RB nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Sistem AKIP dilakukan penyempurnaan sehingga dapat meningkatkan fungsinya sebagai salah satu instrumen untuk menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga kinerja dapat dilaksanakan secara efisien, efektif dan responsibilitas terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya, terwujudnya transparansi instansi pemerintah, terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional, dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut malah tidak jarang ditemui adanya penyimpangan-penyimpangan, penyelewengan dan pemborosan baik dari segi daya, maupun meterial lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya aparat pengawas yang bertugas khusus mengawasi jalannya semua kegiatan pemerintahan dan pembangunan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan program yang telah ditetapkan.

Inspektorat Kabupaten Kerinci merupakan aparat pengawasan fungsional sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kerinci Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kerinci, yang selanjutnya telah pula ditetapkannya Peraturan Bupati Kerinci No. 6 Tahun 2011 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Wewenang Inspektorat Kabupaten Kerinci.

Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Inspektorat Kabupaten Kerinci telah ditetapkan secara terpadu. Untuk melaksanakan fungsi pengawasan tersebut, Inspektorat Kabupaten Kerinci menyusun Rencana Strategik sebagai pedoman pelaksanaan program kerja kegiatan lima tahunan (2014-2019), dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) berupa indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Inspektorat Kabupaten Kerinci selaku lembaga pengawasan yang diberi amanat untuk melaksanakan fungsi pengawasan didaerah setiap tahunnya mempunyai kegiatan-kegiatan pokok yaitu :

(3)

3. Pengawasan khusus yang meliputi antara lain : Sertijab bagi kepala SKPD, pengawasan ADD, UPTD dan pengawasan lainnya yang ditugaskan oleh Bupati Kerinci.

4. Melakukan monitoring dan pemantauan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan pemerintah.

5. Melakukan review atas Laporan Keuangan Daerah (LKD) Pemerintah Kab.Kerinci

6. Melakukan monitoring pelaksanaan Inpres no.1 tahun 2012 terhadap percepatan pemberantasan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci.

7. Melakukan pembinaan terhadap pengelolaan administrasi. 8. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (aparatur).

9. Penyusunan DOPT dan PKPT

10. Melakukan Evaluasi LAKIP SKPD Lingkup Pemerintah Kab. Kerinci Berkenan dengan kegiatan tersebut, melalui koordinasi dengan berbagai Dinas/Instasi maka peranan Inspektorat Kabupaten Kerinci cukup strategis.

Dalam pelaksanaan kegiatannya, Inspektorat Kabupaten Kerinci menemui beberapa kendala yang perlu pemecahan lebih lanjut dimana antara lain kemampuan Sumber Daya Manusia dalam berbagai tugas, serta masih adanya kesan sementara bahwa Inspektorat Kabupaten Kerinci masih lamban dalam menjawab tuntutan Masyarakat. Dengan Pelaksanaan kegiatan yang terencana dan terpadu diharapkan berbagai permasalahan dan kelemahan secara bertahap dapat dikurangi menuju kearah yang lebih profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

a. MAKSUD

(4)

1. Sarana/instrumen penting untuk melaksanakan reformasi dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.

2. Mendorong aparatur pemerintah meningkatkan disiplin dalam menerapkan prinsip-prinsip dan fungsi-fungsi manajemen kinerja secara efektif.

3. Meningkatkan kinerja instansi pemerintah/unit kerja berdasarkan rencana kerja yang jelas dan sistematis dengan sasaran kinerja yang terukur secara berkelanjutan.

4. Mengukur dan mengetahui tingkat keberhasilan atau kegagalan dari setiap pimpinan instansi/unit kerja dalam menjalankan misi, tugas/jabatan, sehingga dapat dijadikan faktor utama dalam melakukan program kerja dan penetapan alokasi anggaran setiap tahun.

5. Mendorong perbaikan metode kerja yang dihadapi oleh unit kerja dalam pelaksanaan manajemen pemerintahan.

b. TUJUAN

Sedangkan tujuan dari penyusunan Laporan Kinerja (LKJ) Inspektorat adalah sebagai berikut :

1. Sebagai upaya memperbaiki kinerja yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

2. Sebagai perwujudan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan misi organisasi dalam pencapaian sasaran organisasi yang telah ditetpkan.

C. ASPEK STRATEGI ORGANISASI

(5)

dilaksanakan secara optimal agar penyelenggaran fungsi dan peran pengawasan dapat mewujudkan suatu Pemerintah Daerah yang akuntabel.

Untuk menjalankan tugas yang telah dibebankan kepada Inspektorat Kabupaten Kerinci, Inspektorat Kabupaten Kerinci dijabat oleh 1 (satu) orang Inspektur dibantu oleh 1 (satu) orang Sekretaris, 4 (empat) orang Inspektur Pembantu Wilayah, 3 (Tiga) Kepala Sub.Bagian dan 9 (sembilan) orang Jabatan Fungsional, yaitu :

Inspektur (Eselon II.b)

Sekretaris (Eselon III.a)

Terdiri dari 3 (tiga) Sub bagian :

1. Subbag Administrasi Umum dan Kepegawaian (Eselon IV.a)

2. Subbag Perencanaan

(Eselon IV.a)

3. Subbag Evaluasi dan Pelaporan

(Eselon IV.a)

Inspektur Pembantu Wilayah I (Eselon III.a)

Inspektur Pembantu Wilayah II (Eselon III.a)

Inspektur Pembantu Wilayah I (Eselon III.a)

Inspektur Pembantu Wilayah I (Eselon III.a)

(6)

BAB II

PERENCANAAN STRATEJIK

A. RencanaStratejik

Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, perencanaan Rencana Stratejik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhatikan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2000 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di lingkungan Pemerintah Propinsi Jambi serta Keputusan Kepala LAN Nomor 589/I/IX/6/8/1999 tanggal 23 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Inspektorat Kabupaten Kerinci telah menyusun Perencanaan Stratejik periode Tahun 2014 – 2019 dengan rumusan sebagaimana pada form Rencana Stratejik (RS) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dengan pokok-pokok sebagai berikut :

1. Visi

Visi merupakan gambaran tentang masa depan yang realistik atas cara pandang jauh ke depan kemana instansi pemerintah harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif yang akan diwujudkan dalam kurun waktu tertentu.

Untuk mampu menjadi gambaran yang ingin diwujudkan suatu organisasi, pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi, menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreatifitas dan inovasi organisasi.

(7)

Pemerintahan Daerah yang Bersih, Transparan, dan Akuntabel.”.

2. Misi

Rumusan misi merupakan salah satu faktor penting untuk mengarahkan operasional Inspektorat kabupaten Kerinci sehingga dapat terus eksis, sejalan dengan hal tersebut, maka untuk meningkatkan intensitas kegiatan pengawasan dan pembinaan dalam rangka peningkatan kualitas kerja dan manajemen Aparatur Pemerintah di Daerah, maka untuk mencapai visi yang telah ditetapkan oleh Inspektorat Kabupaten Kerinci dijabarkan ke dalam misi.

Adapun misi Inspektorat Kabupaten Kerinci adalah sebagai berilkut :

1. Meningkatkan kapabilitas aparat pengawasan dalam rangka menciptakan Aparatur Pengawasan yang profesional, kompeten dan berintegritas.

2. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana aparat pengawas

3. Meningkatkan efektifitas hasil pengawasan terhadap kualitas laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah.

4. Meningkatkan Sinergitas dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pengawasan, baik sesama APIP maupun Aparat Pengawasan Eksternal. 5. Melaksanakan pengedalian internal pemerintah sesuai dengan Sistem

Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

3. Tujuan

Dalam melaksanakan tugas pengawasan, Inspektorat kabupaten Kerinci menetapkan tujuan yang menjadi arah perjalanan organisasinya untuk masa yang akan datang disamping itu tujuan juga merupakan penjabaran atau inplementasi dari pernyataan misi. Tujuan yang ditetapkan adalah:

1. Meningkatkan Kapasitas SDM dan Kelambagaan Inspektorat Kabupaten Kerinci.

2. Meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Pemerintah Kabupaten Kerinci.

(8)

4.Sasaran

Sasaran opersional Inspektorat kabupaten Kerinci berisi pernyataan tentang hal-hal yang diharapkan dalam peranannya terhadap pencapaian visi dan misi organisasi yang menjadi sasaran Inspektorat kabupaten Kerinci adalah:

1. Tersedianya SDM Aparatur Pengawasan yang Profesional, Kompeten dan Berintegritas.

2. Meningkatnya Laporan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kerinci sesuai Standar Akuntansi Pemerintah.

3. Meningkatnya Laporan Keuangan SKPD yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintah.

4. Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Berdasarkan Hasil Audit dan Evaluasi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah.

5. Menurunnya Kasus dan Penyimpangan Yang Terjadi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan.

6. Meningkatnya Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. 7. Meningkatnya Koordinasi dan Sinergitas Pelaksanaan Pengawasan. 8. Meningkatnya Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

5. Kebijakan

Kebijakan berisikan ketentuan-ketentuan yang menjadi pedoman, pegangan atau petunjuk bagi setiap usah dan kegiatan Inspektorat Kabupaten Kerinci dalam upaya mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi yang akan ditetapkan. Dasar hukum Kebijakan adalah :

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor. 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah.

(9)

4. PeraturanPemerintah No.79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

5. Keppres RI No. 74 Tahun 2001, tentang Tata cara Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

6. Keputusan Mendagri dan Otonomi Daerah No. 17 Tahun 2001, tentang Pelimpahan Pengawasan Fungsional Penyelenggaraan Pemerintah Daerah KepadaGubernur.

7. Instuksi Presiden No.5 Tahun 2004 tanggal 19 Desember 2004 tentang percepatan pemberantasan Korupsi.

8. Surat Keputusan Mendagri No. 6 Tahun 2003, tentang Pedoman Pengawasan Fungsional Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

9. Surat Men.PAN nomor: B/02/M.PAN/2/2005 tanggal 8 Pebruari 2005 yang menginstruksikan pimpinan instansi untuk melaksanakan intensifikasi penanganan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Aparat Pengawas Internal Pemerintah

10. Peraturan Daerah Kabupaten Kerinci Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah kabupaten Kerinci;

Yang menjadi kebijakan pembinaan dan pengawasan pada Inspektorat Kabupaten Kerinci tahun 2015 adalah Permendagri Nomor 78 Tahun 2014 yang meliputi :

A. Kegiatan Pembinaan dan pengawasan Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja lingkup Pemerintah Kabupaten/Kota meliputi :

1. Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja; 2. Penyelenggaraan pemerintahan desa;

3. Reviu Laporan Keuangan pemerintah daerah;

4. Reviu Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah; 5. Evaluasi Laporan Akuntabiitas Kinerja Instansi Pemerintah Satuan

Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja;

6. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja;

7. Pengaduan masyarakat dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu; 8. Pembinaan dan pengawasan terpadu dengan Inspektorat

Kementerian/Provinsi/Lembaga Pemerintah Non Kementerian atau BPKP;

9. Pengarusutamaan gender;

(10)

B. Kegiatan Pembinaan dan pengawasan dalam rangka percepatan menuju good governance, clean government, dan pelayanan publik pada pemerintahan kabupaten/kota :

1. Mengawal reformasi birokrasi melalui kegiatan :

a. Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB); www.peraturan.go.id 2014, No.1745 14

b. Evaluasi periodik pelaksanaan reformasi birokrasi (setiap triwulan); c. Pembangunan zona integritas;

d. Penguatan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

2. Pemantauan pelaksanaan Perpres 55 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 serta peraturan perundang-undangan tindak lanjutnya;

3. Pemantauan dan Evaluasi Inpres 6 Tahun 2013 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut;

4. Pengawasan atas Pengelolaan Anggaran Pendidikan; 5. Pengawasan atas Izin Usaha Jasa Pertambangan; 6. Penguatan Sistem Pengendalian Internal;

7. Pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan; 8. Pemantauan perkembangan indikator kinerja;

9. Evaluasi perkembangan kinerja periodik (setiap triwulan).

C. Kegiatan penunjang pembinaan dan pengawasan 1. Penyusunan petunjuk teknis di bidang pengawasan; 2. Koordinasi pembinaan dan pengawasan;

3. Tugas lain sesuai kebijakan Bupati/Walikota antara lain mengenai hal – hal yang dianggap strategis di lingkup daerah.

6. Program Kerja

Program kerja Inspektorat kabupaten Kerinci untuk Tahun Anggaran 2015 adalah sebanyak 6 (enam) program, yaitu:

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Peningkatan Disiplin Aparatur

4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

5. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

(11)

7. Kegiatan

Untuk mencapai visi dan misi, Inspektorat Kabupaten Kerinci pada tahun 2015 melaksanakan program-program, melalui kegiatan sebagai berikut :

N

Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan

Pelatihan kantor Sendiri (PKS) Evaluasi LAKIP

Penyusunan Program dan pelaporan

Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala (Reguler)

Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan

Pelaksanaan Penanganan Kasus

Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah I

Pelaksanaan Penanganan Kasus

Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah II

Pelaksanaan Penanganan Kasus

Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah III

Pelaksanaan Penanganan Kasus

Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah IV

(12)

16.

17.

18.

Pelaksanaan Pengawasan Khusus Inspektur Pembantu Wilayah IV

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Inpres No.5 Tahun 2004

Review LKD Pemerintah Kabupaten Kerinci

10 Obrik

2 Kali

1 Paket

B. Rencana Kinerja

Perencanaan kinerja adalah proses penetapan kegiatan tahunan dan indicator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Stratejik yang menghasilkan kinerja tahunan. Kinerja tahunan memberikan tindakan nyata yang dilakukan dalam waktu tertentu yang penyusunannya berdasarkan pada program dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan dan diuraikan dalam bentuk Kegiatan-kegiatan, meliputi sebagai berikut :

1. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur a. Bimbingan teknis, sebanyak 15 orang

b. Pelatihan Kantor Sendiri ( PKS ), 40 orang/1 paket

2. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan,

a. Evaluasi LAKIP sebanyak 47 dokumen SKPD

b. Penyusunan Program dan Pelaporan, sebanyak 9 Dokumen

c. Penetapan Penilaian Angka Kredit Tenaga Fungsional sebanyak 2 kali

3. Peningkatan Sistem Pengawasan dan Pengendalian

Pelaksanaan Kebijakan KDH

a. Melaksanakan Pengawasan Internal Secara Berkala / Pemeriksaan Reguler terhadap Dinas/Instansi dalam kabupaten Kerinci sebanyak 8 kali kegiatan terhadap 133 (sembilan puluh tiga) objek pemeriksaan (Obrik). b. Pemeriksaan kasus dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur

Pembantu (IRBAN).

c. Pengawasan khusus Inspektur Pembantu, terdiri dari:

o Pengawasan / Pemeriksaan Khusus pada SMPN

(13)

o Pemeriksaan atas dana hibah Kabupaten Kerinci

o Sidak pasca lebaran

d. Monitoring tindak lanjut terhadap temuan hasil pemeriksaan, 9 kali Melakukan Monitoring Tindak Lanjut Terhadap Hasil Pemeriksaan:

o BPK – RI Perwakilan Provinsi Jambi

o BPKP Perwakilan Provinsi Jambi

o Inspektorat Jendral Departemen

o Inspektorat Provinsi Jambi

o Inspektorat Kabupaten Kerinci

e. Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan, 4 kali

f. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2004, 2 kali

g. Review LKD Pemerintah Kabupaten Kerinci, 1 paket

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

(14)

1. Pengukuran Kinerja

Pengukuran Kinerja adalah proses sistematika dan kesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewj\ujudkan Visi, Misi dan Startegi Instansi pemerintah. Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indicator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran.

Untuk melakukan pengukuran kinerja digunakan indicator kinerja sebagai berikut :

1. Indikator kinerja pada tingkat sasaran yang merupakan tolok ukur keberhasilan suatu sasaran tersebut agar dapat dicapai.

2. Indikator kinerja pada tingkat kegiatan yang terdiri atas : a. Indikator Input (masukan) yaitu segala sesuatu yang

dibtuhkan untuk pelaksanaan kegiatan agar dapat menghasilkan output (keluaran). Input yang digunakan diantaranya dana dengan satuan rupiah, dan personel yang diukur dengan satuan orang.

b. Indikator Output (keluaran) yaitu sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan baik berupa fisik maupun non fisik. Indikator output yang digunakan mulai dari kegiatan, jumlah laporan, jumlah personel, buku pedoman yang dibuat maupun jumlah barang / jasa yang dihasilkan.

c. Indikator Outcame (hasil) yaitu sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran (output) pada waktu tertentu secara langsung.

(15)

Berdasarkan capaian kinerja pada formulir Pungukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan pengukuran Pencapaian sasaran (PPS) maka dapat dievaluasi kinerja setiap sasaran dan kegiatan sebagai berikut :

NO URAIAN TARGET REALISASI %

1.

Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan Pelatihan kantor Sendiri (PKS) Evaluasi LAKIP

Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah I

Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah II

Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah III

Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah IV

Pelaksanaan Pengawasan Khusus Inspektur Pembantu Wilayah I Pelaksanaan Pengawasan Khusus Inspektur Pembantu Wilayah II

Pelaksanaan Pengawasan Khusus Inspektur Pembantu Wilayah III

(16)

16.

17.

18.

Pelaksanaan Pengawasan Khusus Inspektur Pembantu Wilayah IV Monitoring dan Evaluasi

Untuk Tahun Anggaran 2015 Anggaran Inspektorat Kabupaten Kerinci berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) setelah perubahan dengan perincian sebagai berikut :

Belanja Tidak Langsung

Rp.1.988.597.975,-Belanja Langsung

Rp.2.214.032.150,-Jumlah Total Dana Belanja TA.2015

Rp.4.202.630.125,-N o

Program Anggaran Realisasi %

1. A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3. C. Program Peningkatan Disiplin Aparatur 16.650.000 16.650.000 100 4. D. Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur

207.898.860 207.735.360 99.9 2 5. E. Program Peningkatan Pengembangan

Sistem Pelaporan Capaian Kinerja SKPD

105.799.875 104.967.875 99.2 1 6. F. Program Peningkatan Sistem

Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

Dari seluruh program sampai 31 Desember 2015 dari anggaran tahun 2015 sebesar Rp.2.214.032.150,- telah terealisasi sebesar Rp.2.202.685.258 dengan prosentase mencapai 99.49%

C. Permasalahan dan Alternatif Pemecahan Masalah

a. Permasalahan

 Terbatasnya anggaran untuk menunjang kelancaran tugas bidang pengawasan

(17)

rangka peningkatan sumber daya manusia aparatur pengawas dalam bentuk pendidikan dan pelatihan baik itu pelatihan fungsional (JF2UPD dan JFA) maupun pelatihan-pelatihan lain yang berkaitan dengan pengawasan.

 Penyampaian Tindak Lanjut hasil pengawasan yang telah diterbitkan belum

tepat waktu ditindak lanjuti oleh SKPD.

 Terbatasnya prasarana dan sarana pendukung operasional pengawasan.  Terbatasnya sumber daya manusia aparatur pengawas/Auditor yang

berkualitas.

 Sinergi pengawasan yang masih perlu ditingkatkan.

b. Alternatif Pemecahan Masalah

 Mengusulkan anggaran yang memadai dan Adanya penambahan jumlah

aparat pengawas yang kompeten.

 Agar Kepala Unit Kerja lebih pro aktif dalam melakukan Tindak Lanjut Hasil

Pemeriksaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Pengawasan pasal 34 “Wajib Melakukan Tindak lanjut hasil pengawasan”.

 Penyediaan sarana kerja yang memadai.

 Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia aparat pengawas melalui

Diklat Sertifikasi Jabatan Fungsional JFA maupun JFP2UPD dan diklat lainnya yang berhubungan dengan tugas pengawasan.

 Melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi pengawasan secara

kontiniu.

Melalui upaya tersebut diharapkan kinerja Inspektorat Kabupaten Kerinci untuk tahun mendatang lebih meningkat sehingga tujuan dan sasaran dapat tercapai.

BAB IV

PENUTUP

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Inspektorat Kabupaten Kerinci telah berusaha secara optimal dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia, Sarana dan prasarana yang ada untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

(18)

1. Berkurangnya Penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatnya disiplin aparatur pemerintah dengan capaian kinerja sebesar 99,70%

2. Meningkatnya kualitas hasil pemeriksaan dengan capaian kinerja sebesar 99,95%

3. Tersedianya sarana dan prasarana pendukung yang memadai dengan capaian kinerja sebesar 96,74%

4. Meningkatnya Sinergi Pengawasan antar Aparat Pengawas dan Aparat Pengawas dengan obrik dengan capaian kinerja sebesar 96,74% 5. Meningkatnya disiplin aparatur pemerintah dengan capaian

kinerja sebesar 100%

Dalam upaya mewujudkan sasaran dan kegiatan yang belum dicapai, maka untuk masa yang akan datang akan ditempuh langkah yang lebih kongkrik yaitu :

1. Pengukuran jumlah personil dan pengaturan alokasi waktu yang harus disediakan dalam setiap kegiatan.

2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Inspektorat akan dikoordinasikan dengan Lembaga Terkait agar diadakan kegiatan pelatihan Jabatan Fungsional Auditor (JFA) bagi para pegawai Inspektorat. 3. Pelaksanaan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan harus

dilaksanakan secara terus menerus kepada OPD yang belum menindaklanjuti hasil temuan Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah sehingga tidak terjadi adanya sisa temuan yang belum ditindaklanjuti.

4. Meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat supaya

(19)

PENGUKURAN KINERJA

Lampiran

DINAS : INSPEKTORAT KABUPATEN KERINCI

TAHUN ANGGARAN : 2015

Sasaran

Strategis IndikatorKinerja Target Realisasi % Program Pagu Anggaran Realisasi %

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala (Reguler)

4 KASUS 4 KASUS 100 Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduandilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah I

42.433.1

50 42.313.150 99,72

4 KASUS 4 KASUS 100

Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah II

48.638.1

50 48.613.150 99,95

4 KASUS 4 KASUS 100

Pelaksanaan Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah Inspektur Pembantu Wilayah III

47.378.1

50 47.198.150 99,62

(20)

10 Obrik 10 Obrik 100 Pelaksanaan Pengawasan Khusus InspekturPembantu Wilayah IV 70.998.150 70.888.150 99,85

Meningkatnya sinergi pengawasan

antar aparat pengawas dan aparat pengawas

dengan obrik

Persentase meningkatnya

sinergi pengawasan

47 dokumen

47

dokumen 100 Evaluasi LAKIP

47.899.8 75

47.237.8

75 98,62 9

dokumen dokumen9 100 Penyusunan Program dan Pelaporan 29.200.000 29.200.000 100,00

1 Paket 1 Paket 100 Pelatihan Kantor Sendiri 31.467.500 31.467.500 100,00

(21)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah, SWT atas limpahan Rahmat dan karunianya, kami telah dapat menyelesaikan Laporan Kinerja (LKJ) Inspektorat Kabupaten Kerinci yang merupakan pelaksanaan lebih lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor : 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Instruksi Bupati Kerinci Nomor : 1 Tahun 2001 tentang Evaluasi Kinerja Instansi dan Aparatur Pemerintah / BUMD Kabupaten Kerinci.

Laporan Kinerja (LKJ) Instansi Pemerintah pada hakikatnya merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai.

Laporan Kinerja (LKJ) Instansi Pemerintah (LAKIP) diharapkan selain sebagai masukan bagi pengelolaan dan penataan kinerja Inspektorat Kabupaten Kerinci juga dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan dan pelaksanaan perubahan-perubahan kearah perbaikan dalam rangka pencapaian kehematan, efisiensi, dan efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Tersusunnya Laporan Kinerja (LKJ) Instansi Pemerintah ini merupakan hasil kerjasama semua pihak yang turut serta memberikan bimbingan dan masukan sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Kami menyadari dalam Penyusunan Laporan Kinerja (LKJ) masih terdapat kekurangan dan kelemahan untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak kami harapkan demi perbaikan dimasa mendatang.

Sungaipenuh, Januari 2016 INSPEKTUR KABUPATEN KERINCI

ZAINAL EFENDI, SP.,M.Si Pembina Tingkat I

(22)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Inspektorat Kabupaten Kerinci mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan Administrasi umum Pemerintah Daerah yang meliputi Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, serta kasus-kasus pengaduan masyarakat dan tugas-tugas lain dari Bupati Kerinci.

Sesuai dengan Visi dan Misi Inspektorat Kabupaten Kerinci maka melalui pengawasan yang professional diharapkan sasaran yang telah ditetepkan dapat tercapai yaitu :

a. Berkurangnya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. b. Meningkatnya disiplin aparatur pemerintah

c. Meningkatnya kualitas hasil pemeriksaan

d. Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas yang memadai

e. Meningkatnya sinergi pengawasan antar Aparat Pengawas dan aparat Pengawas dengan Objek Pemeriksaan (Obrik).

Berdasarkan hasil pengukuran Kinerja, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan, terdapat kegiatan yang capaian kinerjanya telah mencapai 100 %, namun masih ada kegiatan yang capaian kinerjanya belum mencapai target yang telah ditetapkan, disebabkan adanya kendala yang dihadapi antara lain, masih terbatasnya jumlah Aparat Pengawas, dana dan prasarana pendukung, pengetahuan dan ketrampilan aparat pengawas serta sinergi Pengawasan yang masih perlu ditingkatkan.

Untuk menghadapi kendala-kendala tersebut maka telah dilakukan upaya sebagai berikut, adanya penambahan jumlah aparat pengawas yang kompeten, mengusulkan anggaran yang memadai, peningkatan SDM aparat pengawas mengikuti Diklat sertifikasi JFA dan JFP2UPD serta melakukan koordinasi pengawasan secara kontinyu.

Melalui upaya tersebut diharapkan kinerja Inspektorat Kabupaten Kerinci untuk tahun mendatang lebih meningkat sehingga tujuan dan sasaran dapat tercapai secara optimal.

INSPEKTUR KAB.KERINCI

ZAINAL EFENDI, SP.,M.Si Pembina Tingkat I

(23)

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar

Ikhtisar Eksekutif Daftar isi

………. ……….

i ii iii

BAB I PENDAHULUAN

A. B. C.

Latar Belakang Maksud dan Tujuan

Aspek Strategi Organisasi

……… ……… ………

1 3 4

BAB II PERENCANAAN STRATEGIS

A. B.

Rencana Strategis Rencana Kinerja

……… ………

6 12

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran dan Evaluasi

Kinerja

……… 14

B. Akuntabilitas Keuangan ……… 16

C. Permasalahan dan Alternatif Pemecahan Masalah

……… 17

BAB IV PENUTUP ……… 18

Lampiran

Referensi

Dokumen terkait

PK Inspektorat Jenderal Tahun 2012 hasil revisi mengacu pada sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra Inspektorat Jenderal Tahun 2010-2014 dikaitkan dengan Program

Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Tahun 2010-2014 merupakan perencanaan jangka menengah Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang berisi tentang

Sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada Inspektorat IV Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek atas penggunaan anggaran

Harapan kita semua tentunya penyusunan LKjIP Inspektorat Daerah Tahun 2015 ini, benar-benar didasarkan pada pengukuran kinerja yang realistis dan obyektif sehingga hasilnya

Jika dibandingkan dengan tahun 2014 terlihat adanya penurunan target dikarenakan pada tahun 2015 banyak kegiatan tambahan yang harus dilaksanakan oleh

Sebagai Unit Organisasi yang menyelenggarakan pengawasan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR

Pelaporan Kinerja ini didasarkan pada Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Tangerang Tahun 2019, hasil reviu dan Indikator Kinerja Utama Inspektorat

Pelaporan Kinerja ini didasarkan pada Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Tangerang Tahun 2020, hasil reviu dan Indikator Kinerja Utama Inspektorat