• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus Resume Rpk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kasus Resume Rpk"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

 Nama

 Nama : Tn. H: Tn. H Umur

Umur : : 35 35 TahunTahun Alamat

Alamat : : Demak, Demak, JawatengahJawatengah

Tanggal Masuk Rs: 13 November 2017 J

Tanggal Masuk Rs: 13 November 2017 Jam 9.20 WIBam 9.20 WIB

3. FAKTOR

3. FAKTOR PRESIPITASIPRESIPITASI::

Klien datang ke RSJ diantar keluarga (orang tua) dengan keluhan sudah dua hari dirumah Klien datang ke RSJ diantar keluarga (orang tua) dengan keluhan sudah dua hari dirumah klien marah-marah tanpa sebab. Sering keluyuran dan bicara-bicara

klien marah-marah tanpa sebab. Sering keluyuran dan bicara-bicara sendiri.sendiri.

4. FAKTOR PREDISPOSISI 4. FAKTOR PREDISPOSISI

Menurut keluarga (ayah

Menurut keluarga (ayah klien ), klien ), sebelumnya klien pernah sebelumnya klien pernah dirawat di RSJ ini dirawat di RSJ ini pada tahunpada tahun 2004 dengan keluhan sama seperti saat ini yaitu marah-marah, bicara senidri dan sering 2004 dengan keluhan sama seperti saat ini yaitu marah-marah, bicara senidri dan sering keluyuran. Keluarga menambahkan setelah pulang dirawat dirumah klien tidak mau keluyuran. Keluarga menambahkan setelah pulang dirawat dirumah klien tidak mau minum obat.

minum obat.

Saat pengkajian klien tidak mempunyai riwayat trauma, aniaya fisik, aniaya seksual, Saat pengkajian klien tidak mempunyai riwayat trauma, aniaya fisik, aniaya seksual,  penolakan

 penolakan dan dan tindak tindak criminal. criminal. Menurut Menurut keluarga keluarga dirumah dirumah ada ada riwayat riwayat kekerasan kekerasan dalamdalam keluarga yaitu pada tahun 2004 dimana klien mara-marah dan mengancam keluarga.

keluarga yaitu pada tahun 2004 dimana klien mara-marah dan mengancam keluarga.

Menurut keluarga didalam keluarga tidak ada angota keluarga yang mengalami penyakit Menurut keluarga didalam keluarga tidak ada angota keluarga yang mengalami penyakit atau masalah yang sama dengan klien.

atau masalah yang sama dengan klien.

Adapun riwayat masa lalu yang tidak menyenangkan bagi klien adalah ketika putus kerja Adapun riwayat masa lalu yang tidak menyenangkan bagi klien adalah ketika putus kerja  pada tahun 2004.

(2)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(3)

5. DATA FOKUS : 5. DATA FOKUS : Data Subjektif : Data Subjektif :

 Keluarga mengatakan dirumah klien sudah 2 hari marah-marah tanpa sebab, seringKeluarga mengatakan dirumah klien sudah 2 hari marah-marah tanpa sebab, sering keluyuran dan bicara sendiri.

keluyuran dan bicara sendiri. 

 Klien mengatakan ada melihat sosok bayangan putih seperti malaikatKlien mengatakan ada melihat sosok bayangan putih seperti malaikat

Data Objektif: Data Objektif:

 Klien tampak tegangKlien tampak tegang 

 Bicara klien intonasi tinngiBicara klien intonasi tinngi 

 Rahang mengatupRahang mengatup 

 Kadang klien tampak komat-kamitKadang klien tampak komat-kamit 

 Tatapan mata tajamTatapan mata tajam 

 TD: 130/80 mmHg, Nadi 88 x/mnt, RR 20 x/mnt,TD: 130/80 mmHg, Nadi 88 x/mnt, RR 20 x/mnt,

6. ANALISA DATA : 6. ANALISA DATA : Tanggal/Jam

Tanggal/Jam Data Data Diagnosa Diagnosa KeperawataKeperawatan n ParafParaf 13/11/2017 13/11/2017 Jam 09.30 Jam 09.30 WIB WIB DS : DS : 

 Keluarga mengatakanKeluarga mengatakan dirumah klien sudah 2 dirumah klien sudah 2 hari marah-marah hari marah-marah tanpa sebab, sering tanpa sebab, sering keluyuran dan bicara keluyuran dan bicara sendiri.

sendiri. DO :

DO : 

 Klien tampak tegangKlien tampak tegang 

 Bicara klien intonasiBicara klien intonasi tinngi

tinngi 

 Rahang mengatupRahang mengatup 

 Tatapan mata tajamTatapan mata tajam

Resiko Perilaku Kekerasan Resiko Perilaku Kekerasan

(4)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(5)

malaikat yang

malaikat yang

mengajak bicara mengajak bicara

 Keluarga mengatakanKeluarga mengatakan

dirumah klien ada

dirumah klien ada

 bicara sendiri  bicara sendiri DO :

DO :

 Kadang klien tampakKadang klien tampak

komat-kamit komat-kamit

7. DIAGNOSA

7. DIAGNOSA KEPERAWATANKEPERAWATAN:: Resiko Perilaku Resiko Perilaku KekerasKekerasanan 8. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK PASIEN 8. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK PASIEN

a. Tujuan a. Tujuan

1)

1) Pasien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasanPasien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan 2)

2) Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasanPasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan 3)

3) Pasien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah dilakukannyaPasien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah dilakukannya 4)

4) Pasien dapat menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukannyaPasien dapat menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukannya 5)

5) Pasien dapat menyebutkan cara mencegah/mengontrol perilaku kekerasannyaPasien dapat menyebutkan cara mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya 6)

6) Pasien dapat mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya secara fisik,Pasien dapat mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya secara fisik, spiritual, sosial, dan dengan terapi psikofarmaka.

spiritual, sosial, dan dengan terapi psikofarmaka.

 b.

 b. Rencana TindakanRencana Tindakan

1) Bina hubungan saling percaya 1) Bina hubungan saling percaya

Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan saudara. Tindakan yang merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan saudara. Tindakan yang harus saudara lakukan dalam rangka membina hubungan saling percaya harus saudara lakukan dalam rangka membina hubungan saling percaya adalah:

adalah:

a) Mengucapkan salam terapeutik a) Mengucapkan salam terapeutik  b) Berjabat tangan

 b) Berjabat tangan

c) Menjelaskan tujuan interaksi c) Menjelaskan tujuan interaksi

d) Membuat kontrak topik, waktu dan tempat setiap kali bertemu d) Membuat kontrak topik, waktu dan tempat setiap kali bertemu

 pasien  pasien 2)

2) Diskusikan Diskusikan bersama pbersama pasien penyasien penyebab ebab perilaku perilaku kekerasan kekerasan saat ini saat ini dan dan yangyang lalu

lalu 3)

(6)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(7)

  psikologis   psikologis c)

c) Diskusikan tanda Diskusikan tanda dan gejala dan gejala perilaku kekerasan perilaku kekerasan secara sosialsecara sosial d)

d) Diskusikan tanda Diskusikan tanda dan gejala perilaku dan gejala perilaku kekerasan secara spiritualkekerasan secara spiritual e)

e) Diskusikan tanda Diskusikan tanda dan gejala perilaku dan gejala perilaku kekerasan secara intelektualkekerasan secara intelektual 4)

4) Diskusikan Diskusikan bersama pasien bersama pasien perilaku kperilaku kekerasan yang ekerasan yang biasa dilakukan biasa dilakukan pada saatpada saat marah secara:

marah secara: a) verbal

a) verbal

 b) terhadap orang lain  b) terhadap orang lain c) terhadap diri sendiri c) terhadap diri sendiri d) terhadap lingkungan d) terhadap lingkungan 5)

5) Diskusikan bersama pasien akibat perilakunyaDiskusikan bersama pasien akibat perilakunya 6)

6) Diskusikan bersama pasien cara mengontrol perilaku kekerasan secara:Diskusikan bersama pasien cara mengontrol perilaku kekerasan secara: a)

a) Fisik: pukul Fisik: pukul kasur dan kasur dan batal, tarik nafas dbatal, tarik nafas dalamalam  b)

 b) ObatObat c)

c) Social/verbal: menyatakan Social/verbal: menyatakan secara asertif rasa secara asertif rasa marahnyamarahnya d)

d) Spiritual: sholat/berdoa sesuai keyakinan pasienSpiritual: sholat/berdoa sesuai keyakinan pasien 7)

7) Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara fisik:Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara fisik: a)

a) Latihan nafas dalam dan pukul kasurLatihan nafas dalam dan pukul kasur –  –  bantal bantal  b)

 b) Susun jadwal latihan dalam dan Susun jadwal latihan dalam dan pukul kasurpukul kasur –  –  bantal bantal 8)

8) Latih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbalLatih pasien mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal a)

a) Latih mengungkapkan rasa marah secara verbal: menolak dengan baik,Latih mengungkapkan rasa marah secara verbal: menolak dengan baik, meminta dengan baik, mengungkapkan perasaan dengan baik

meminta dengan baik, mengungkapkan perasaan dengan baik  b)

 b) Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara verbal.Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara verbal. 9)

9) Latih mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual:Latih mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual: a)

a) Latih mengontrol marah secara spiritual: sholat, Latih mengontrol marah secara spiritual: sholat, berdoaberdoa  b)

 b) Buat jadwal latihan sholat, berdoaBuat jadwal latihan sholat, berdoa 10)

10) Latih mengontrol perilaku kekerasan dengan patuh minum obat:Latih mengontrol perilaku kekerasan dengan patuh minum obat: a)

a) Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benarLatih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benar nama pasien, benar nama obat, benar cara minum obat, benar waktu nama pasien, benar nama obat, benar cara minum obat, benar waktu minum obat, dan benar dosis obat) disertai

minum obat, dan benar dosis obat) disertai penjelasan guna obat dan akibatpenjelasan guna obat dan akibat  berhenti minum obat

 berhenti minum obat  b)

 b) Susun jadwal minum obat secara teraturSusun jadwal minum obat secara teratur 11)

11) Ikut Ikut sertakan pasien sertakan pasien dalam Terapi dalam Terapi Aktivitas Kelompok Aktivitas Kelompok Stimulasi PersepsiStimulasi Persepsi mengontrol Perilaku Kekerasan

(8)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(9)

SP 1 Pasien :

SP 1 Pasien : Membina hubungan saling percaya, identifikasi penyebabMembina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab perasaan marah, tanda dan gejala yang

perasaan marah, tanda dan gejala yang dirasakan, perilakudirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta cara

kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta cara mengontrol secara fisik I

mengontrol secara fisik I

ORIENTASI: ORIENTASI:

“Assalamualaikum

“Assalamualaikum

p

pa

akk, p

, pe

errkke

enalkan na

nalkan nam

ma

a say

saya

a T

Tajudi

ajudin, pa

n, pang

ngggiil sa

l saya

ya T

TJJ ,,

 sa

 sayya

a p

pe

eraw

rawa

at

t yya

ang

ng d

dina

inas

s d

di rua

i ruanga

ngan

n so

soka

ka iin.

n. H

H a

ari i

ri ini s

ni sa

ayya

a d

dina

inas

s p

pa

agi d

gi da

arrii

 p

 pk. 0

k. 07.0

7.00-1

0-14.0

4.00.

0. Sa

Sayya

a yya

ang

ng a

aka

kan

n m

me

eraw

rawa

at

t b

ba

ap

pa

ak

k se

sela

lam

ma

a b

ba

ap

pa

ak d

k di rum

i ruma

ah

h

sakit ini. Nama

sakit ini. Nama bapak siapa, senangnya dipanggbapak siapa, senangnya dipanggil apa?”il apa?” “Bagaimana perasaan bapak saat

“Bagaimana perasaan bapak saat

iini

ni??, M

, M asih

asih a

ad

da p

a pe

errasa

asaa

an k

n ke

esal a

sal ata

tau

u

marah?” 

marah?” 

“Baiklah kita akan

“Baiklah kita akan berbincang berbincang 

-bi

-bincang sekar

ncang sekara

ang

ng te

tenta

ntang

ng p

pe

errasa

asaa

an m

n ma

arra

ah

h

bapak”

bapak”

“Berapa lama bapak mau kita berbincang 

“Berapa lama bapak mau kita berbincang 

--bincang?” Bagaimana kalau 10

bincang?” Bagaimana kalau 10

menit?

menit?

“Dimana enaknya kita duduk

“Dimana enaknya kita duduk untuk berbincang untuk berbincang 

-bincang,

-bincang, p

pa

ak?

k? B

Ba

agga

aiim

ma

ana

na

kalau di ruang tamu?” 

kalau di ruang tamu?” 

KERJA: KERJA:

“Apa yang menyebabkan bapak marah?, Apakah sebelumnya bapak pernah “Apa yang menyebabkan bapak marah?, Apakah sebelumnya bapak pernah

m

ma

arra

ah?

h? T

Te

errus,

us, p

pe

enye

nyeba

babny

bnya a

a apa

pa?

? SSa

am

makah d

akah de

eng

ngan ya

an yang

ng se

sekkarang

arang??. O

. O....iiya

ya,,

 jadi ada 2 peny

 jadi ada 2 penyebab marah bebab marah bapak” apak” 

“Pada saat penyebab marah itu ada, seperti bapa

“Pada saat penyebab marah itu ada, seperti bapa

k pula

k pulang k

ng ke

e rruma

umah

h da

dan

n

istri belum menyediakan makanan(misalnya ini penyebab marah pasien),

istri belum menyediakan makanan(misalnya ini penyebab marah pasien),

apa yang bapak rasakan?”

apa yang bapak rasakan?” (tunggu respons pasien)(tunggu respons pasien)

“Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar 

“Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar 

-debar,

-debar,

mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan

mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan

mengepal?” mengepal?”  “Setelah itu apa yang bapak lakukan? O..iya, jadi

“Setelah itu apa yang bapak lakukan? O..iya, jadi bapak memukul istribapak memukul istri

ba

bapa

pak

k da

dan me

n mem

me

ecahk

cahkan p

an piirriing

ng, , ap

apakah de

akah deng

ngan ca

an carra i

a ini

ni m

makanan

akanan

te

terrhi

hid

da

ang

ng?

? II ya

ya, , te

tentu t

ntu tiid

da

ak 

..

 A

 Ap

pa

a kke

errug

ugiia

an ca

n carra

a ya

yang

ng b

ba

ap

pa

ak

k la

lakkuk

uka

an?

n? B

Be

etul,

tul,

iistri

stri jja

ad

di i sa

saki

ki t d

t da

an ta

n takut, pi

kut, pirriing

ng-pir

-pir iing

ng p

pe

eca

cah. M

h. M e

enur

nurut b

ut ba

ap

pa

ak

k a

ad

da

akah ca

kah carra

a

lai

lain ya

n yang

ng leb

lebiih ba

h baiikk?

? M

Maukah b

aukah ba

ap

pak be

ak belajar

lajar ca

carra

a m

me

eng

ngung

ungkkap

apkka

an

n

kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian?” 

kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian?”  ”Ada beberapa cara untuk mengontrol

”Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahkemarahan, pak. Salah an, pak. Salah satunyasatunya

d

(10)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(11)

ba

bapa

pak be

k berrd

diirrii, l

, la

alu ta

lu tarriik n

k na

apa

pas d

s da

arri i hi

hid

dung

ung, ta

, tahan se

han sebe

benta

ntarr, l

, la

alu

lu

kke

eluar

luarkkan/

an/tiu

tiup

pu pe

u perrlaha

lahan

n – 

 – 

lahan melalui mulut seperti mengeluarkan

lahan melalui mulut seperti mengeluarkan

kke

em

ma

arra

aha

han.

n. A

Ayo

yo co

cob

ba la

a laggii, , ta

tarriik

k d

da

arri i hi

hid

dung

ung, , b

ba

aggus..

us.., , ta

taha

han,

n, d

da

an ti

n tiup

up

m

me

elalui mulut

lalui mulut. N

. N a

ah, l

h, la

aku

kukan 5 kali

kan 5 kali. B

. B a

agus sekali,

gus sekali, b

ba

ap

pa

ak

k sud

suda

ah bisa

h bisa

melakukannya. Bagaimana

melakukannya. Bagaimana perasaannyperasaannya?” a?”  “Nah, sebaiknya latihan ini b

“Nah, sebaiknya latihan ini ba

ap

pa

ak

k lakuk

lakuka

an sec

n seca

arra ru

a rutin,

tin, se

sehi

hing

ngga bila

ga bila

 se

 sew

wa

aktu

ktu-w

-wa

aktu

ktu ras

rasa

a m

ma

arah

rah itu

itu m

munc

uncul

ul b

ba

ap

pa

ak s

k sud

uda

ah

h tte

erbia

rbiasa

sa

melakukannya” 

melakukannya”  TERMINASI TERMINASI

“Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang 

“Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang 

-bi

-bincang te

ncang tenta

ntang

ng

kemarahan bapak?” 

kemarahan bapak?”  ”Iya jadi ada 2

”Iya jadi ada 2 penyebab bapak marah ...penyebab bapak marah ... (sebutkan)(sebutkan)

 da

 dan yang

n yang ba

bapa

pakk

rra

asa

sakan ....

kan ...

...

(sebutkan)(sebutkan)

 da

 dan ya

n yang

ng b

ba

ap

pa

ak

k la

lakkuk

uka

an .

n ...

(sebutkan)(sebutkan)

 ser

 serta

ta

a

aki

kib

ba

atny

tnya ....

a ...

...

(sebutkan)(sebutkan)

”Coba selama saya tidak ada, ingat 

”Coba selama saya tidak ada, ingat 

-i-i ng

ngat

at lagi

lagi pe

penyeb

nyebab

ab m

mar

arah b

ah bap

apak ya

ak yang

ng

lalu,

lalu, ap

apa ya

a yang

ng ba

bapa

pak

k lak

lakuk

ukan k

an kalau m

alau mar

arah ya

ah yang

ng be

belu

lum ki

m kita

ta ba

bahas da

has dan

n

 jan

 janga

gan

n lup

lupa

a la

lattiha

ihan

n na

nap

pa

as

s d

da

ala

lam

mny

nya

a yya

a p

pa

ak.

k.

‘Sekarang kita buat jadual‘Sekarang kita buat jadual

lati

latihannya ya

hannya ya pa

pakk, , be

berrap

apa kali

a kali seha

seharri i ba

bapa

pak

k m

mau lat

au latiihan napa

han napas da

s dalam

lam??, , jja

am

m

berapa saja pak?” 

berapa saja pak?” 

”Baik, bagaimana kalau 2 jam lagi

”Baik, bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan cara yangsaya datang dan kita latihan cara yang

lain untuk mencegah/mengontrol marah. Tempatnya disini saja ya pak,

lain untuk mencegah/mengontrol marah. Tempatnya disini saja ya pak,

a

(12)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(13)

Start Free Trial Cancel Anytime. 9. Catatan Perawatan : 9. Catatan Perawatan : Tgl/ Tgl/ Jam Jam Diagnosa/TUK/SP

Diagnosa/TUK/SP ImplementasImplementasi i EvaluasiEvaluasi

13/11 13/11 /2017 /2017 Jam Jam 09.30 09.30 WIB WIB

Resiko Perilaku Kekerasan Resiko Perilaku Kekerasan TUK / SP 1

TUK / SP 1

1. Klien dapat membina 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya. hubungan saling percaya.

2. Klien dapat 2. Klien dapat mengidentifikasi penyebab mengidentifikasi penyebab  perilaku kekerasan.  perilaku kekerasan. SP 1 SP 1

1. Bina hubungan saling 1. Bina hubungan saling

 percaya : salam te

 percaya : salam terapeutik,rapeutik, empati, sebut nama empati, sebut nama  perawat

 perawat dan dan jelaskanjelaskan tujuan interaksi.

tujuan interaksi.

2. Panggil klien dengan nama 2. Panggil klien dengan nama

 panggilan yang disuk  panggilan yang disukai.ai. 3. Bicara dengan sikap 3. Bicara dengan sikap tenang, rileks dan tidak tenang, rileks dan tidak menantang. menantang. 1. Beri kesempatan 1. Beri kesempatan mengungkapkan perasaan. mengungkapkan perasaan. 2. Bantu klien 2. Bantu klien mengungkapkan perasaan mengungkapkan perasaan  jengkel / kesal.  jengkel / kesal.

3. Dengarkan ungkapan rasa 3. Dengarkan ungkapan rasa marah dan perasaan marah dan perasaan  bermusuhan

 bermusuhan klien klien dengandengan sikap tenang.

sikap tenang.

S : S :

 Klien Klien mengatakanmengatakan “Nama saya H, biasa “Nama saya H, biasa di panggil H”

di panggil H” 

 Klien mengatakan “Klien mengatakan “ saya tidak suka saya tidak suka orang mengganggu orang mengganggu saya dan saya dan tidakpercaya dengan tidakpercaya dengan saya “ saya “ O : O : 

 Klien Klien maumau menjawab salam menjawab salam 

 Klein mau berjabatKlein mau berjabat tangan sambil tangan sambil menyebutkan nama menyebutkan nama dan nama panggilan dan nama panggilan 

 Klien Klien mampumampu menyampaikan menyampaikan  penyebab kesalnya  penyebab kesalnya 

 Kontak mata adaKontak mata ada 

 Pandangan Pandangan agakagak tajam

tajam

A : Klien sudah mampu A : Klien sudah mampu membina hubungan saling membina hubungan saling  percaya dengan

 percaya dengan perawat perawat dandan mampu mengidentifikasi mampu mengidentifikasi  penyebab marahnya  penyebab marahnya P P :: Untuk perawat : Untuk perawat :

Referensi

Dokumen terkait

Pembahasan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang hubungan status fungsional dengan tingkat depresi pasien stroke diharapkan dapat mengetahui penyebab dan tanda gejala

Pemberian antibiotik di indikasikan pada : Pasien dengan gejala dan tanda diare infeksi seperti demam, feses berdarah,, leukosit pada feses, mengurangi ekskresi dan

emua emua pasien PJK memiliki pengalaman dan tanda+tanda se&ara isik dan gejala PJK dari aktu ke aktu yaitu mengalami perasaan nyeri di dada, kegelisahan

Intervensi yang dilakukan penulis adalah bina hubungan saling percaya, mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan, mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan,

Data obyektif klien tampak mau berjabat tangan dan membina hubungan saling percaya pada perawat, klien tampak mau menyebutkan penyebab perilaku kekerasannya

Membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali penyebab isolasi social, membantu klien mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian tidak berhubungan

Multiple sistem atrophy adalah penyakit degeneratif yang memiliki gejala parkinsonisme, dengan atau tanda cerebellar dan gangguan autonomy

72 Sesuai dengan diagnosa tersebut dilakukan rencana tindakan pada pasien I dan pasien II adalah: membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan yang