SIFILIS
SIFILIS
DEFINISIDEFINISI
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema palidum; bersifat kronik dan Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema palidum; bersifat kronik dan sistemik. pada perjalanannya, sifilis dapat menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai sistemik. pada perjalanannya, sifilis dapat menyerang hampir semua alat tubuh, dapat menyerupai bany
banyak penyakit dan ak penyakit dan dapadapat t dituditularkalarkan n dari ibu dari ibu ke ke janijanin. n. SifilSifilis sering disebut sebagai ‘Lues Rajais sering disebut sebagai ‘Lues Raja Singa’.
Singa’.
ETIOLOGI ETIOLOGI
Treponema pallidum
Treponema pallidum(=(=Spirochaeta pallidaSpirochaeta pallida))
•
• Oleh Schaudinn & Hoffman (1905) dengan mikroskop lapangan gelapOleh Schaudinn & Hoffman (1905) dengan mikroskop lapangan gelap •
• Bentuk Spiral: Panjang: 6 -15 μ, Lebar: 0,25 μ, lilitan: 9 - 24Bentuk Spiral: Panjang: 6 -15 μ, Lebar: 0,25 μ, lilitan: 9 - 24 •
• Gerak maju & mundur Gerak maju & mundur •
• Berotasi undulasi sisi ke sisiBerotasi undulasi sisi ke sisi •
• Mati pada kekeringan, panas, antiseptik ringan, hidup beberapa lama di Mati pada kekeringan, panas, antiseptik ringan, hidup beberapa lama di luar tubuhluar tubuh
Sifilis dapat ditularkan melalui kontak seksual maupun transplasenta dari ibu ke janinnya karena Sifilis dapat ditularkan melalui kontak seksual maupun transplasenta dari ibu ke janinnya karena Treponema pallidum dapat menembus sawar plasenta. Sifilis tidak ditularkan melalui dudukan toilet, Treponema pallidum dapat menembus sawar plasenta. Sifilis tidak ditularkan melalui dudukan toilet, kolam renang, air mandi m
kolam renang, air mandi maupun pakaian.aupun pakaian.
KLASIFIKASI/GRADE KLASIFIKASI/GRADE Menurut WHO secara
Menurut WHO secara epidemiologik dibagi menjadi:epidemiologik dibagi menjadi: a.
a. StaStadiudium dinm dini meni menulaular (1 tar (1 tahun hun sejsejak inak infekfeksi)si) 1)
1) SiSififililis ss statadidium um II 2)
2) SiSififililis sts stadadiuiumImIII 3)
3) SiSififililis sts stadadiuium rekm rekururenen 4)
4) SifSifiliilis ss stadtadium ium latlaten en dindinii b.
b. StadiStadium lanum lanjut tjut tidak meidak menulanular (setr (setelah 1 elah 1 tahun tahun sejak isejak infeksnfeksi)i) 1)
1) SifSifiliilis ss stadtadium ium latlaten en lanlanjutjut 2)
PATOGENESIS PATOGENESIS Stadium Dini Stadium Dini
Treponema masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi/selaput lendir. Berkembangbiak, membentuk Treponema masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi/selaput lendir. Berkembangbiak, membentuk infiltrat yang terdiri dari sel limfosit dan sel plasma. Pada daerah perivaskular terutama pembuluh infiltrat yang terdiri dari sel limfosit dan sel plasma. Pada daerah perivaskular terutama pembuluh darah kecil, akan dikelilingi oleh treponema pallidum. Bila timbul endarteritis akan mengakibatkan darah kecil, akan dikelilingi oleh treponema pallidum. Bila timbul endarteritis akan mengakibatkan perubahan hipertrofik dari endotelium yang akan mengakibatkan timbulnya obliterasi kuman. Akibat perubahan hipertrofik dari endotelium yang akan mengakibatkan timbulnya obliterasi kuman. Akibat dari kehilangan perdarahan akan timbul erosi yang pada pemeriksaan klinis tampak sebagai sifilis dari kehilangan perdarahan akan timbul erosi yang pada pemeriksaan klinis tampak sebagai sifilis stadium I.
stadium I.
Sebelum nampak gejala sifilis stadium I, kuman telah mencapai kelenjar limfe regional melalui Sebelum nampak gejala sifilis stadium I, kuman telah mencapai kelenjar limfe regional melalui pe
penyenyebarbaran an secsecara ara limlimfogfogen en dan dan secsecara ara hemhematoatogen gen ke ke semsemua ua jarjaringingan an di di badbadan an dan dan membmembiakiak.. Multiplikasi ini diikuti reaksi jaringan sebagai sifilis stadium II, yang terjadi 6-8 minggu sesudah Multiplikasi ini diikuti reaksi jaringan sebagai sifilis stadium II, yang terjadi 6-8 minggu sesudah sifilis stadium I. Sifilis stadium I
sifilis stadium I. Sifilis stadium I dan II perlahan akan mengalami regresi dan dan II perlahan akan mengalami regresi dan menghilang.menghilang.
Pada stadium laten tidak nampak adanya gejala, namun infeksi masih aktif karena pada ibu yang Pada stadium laten tidak nampak adanya gejala, namun infeksi masih aktif karena pada ibu yang menderita sifilis pada stadium ini dapat melahirkan bayi dengan sifilis kongenital.
menderita sifilis pada stadium ini dapat melahirkan bayi dengan sifilis kongenital. Bil
Bila a proproses ses imuimunitnitas as gaggagal al padpada a temtempat pat bekbekas as sifsifiliilis s stastadidium um I I TreTreponponema ema palpallidlidum um akaakann membiak kembali dan menimbulkan lesi rekuren, reaksi tersebut menular dan dapat timbul membiak kembali dan menimbulkan lesi rekuren, reaksi tersebut menular dan dapat timbul berulang-ulang.
ulang.
Stadium Lanjut Stadium Lanjut
Sta
Stadiudium m latlaten en padpada a sifsifiliilis s dapdapat at berberlanlangsugsung ng selselama ama berbertahtahunun-ta-tahunhun, , hal hal ini ini dikdikarenarenakaakann Tre
Treponponema ema berberada ada daldalam am keakeadaadaan n dodormanrman. . ApaApabibila la terterjadjadi i perperubaubahan han keskeseimeimbanbangan gan antantaraara Treponema dan jaringan maka dapat muncul sifilis stadium II berbentuk guma yang hal tersebut Treponema dan jaringan maka dapat muncul sifilis stadium II berbentuk guma yang hal tersebut belum pasti diketahui sebabnya, namun trauma merupakan salah satu faktor predisposisi. Pada guma belum pasti diketahui sebabnya, namun trauma merupakan salah satu faktor predisposisi. Pada guma
umu
umumnymnya a tidtidak ak ditditemuemukan kan TreTreponponema ema palpallidlidum, um, reareaksiksinya nya hebhebat at dan dan berbersifsifat at desdestrutruktiktif f sersertata berlangsung
berlangsung bertahun-tahunbertahun-tahun..
Treponema dapat mencapai sistem kardiovaskuler dan sistem saraf dalam waktu dini, namun Treponema dapat mencapai sistem kardiovaskuler dan sistem saraf dalam waktu dini, namun kerus
kerusakan akan yang yang terjadterjadi i secara secara perlaperlahan-lhan-lahan ahan sehinsehingga gga memermemerlukan lukan waktu waktu bertbertahun-ahun-tahun tahun untuuntuk k dapat menimbulkan gejala klinis.
FAKTOR RISIKO FAKTOR RISIKO
•
• Menyerang bermacam usia, bila diurutkan antara 20-39 Menyerang bermacam usia, bila diurutkan antara 20-39 tahun, 15-19 tahun, 40-49 tahun.tahun, 15-19 tahun, 40-49 tahun. •
• Pria lebih banyak di bandingkan dengan wanita dengan perbandingan 6:1.Pria lebih banyak di bandingkan dengan wanita dengan perbandingan 6:1. •
• Sifilis mengenai semua bangasa/rasSifilis mengenai semua bangasa/ras •
• Faktor pengetahuan, karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya penyakit, mendorong orangFaktor pengetahuan, karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya penyakit, mendorong orang untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah.
untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah. •
• Ekonomi yang kurang juga Ekonomi yang kurang juga cenderung berpengaruhcenderung berpengaruh •
• Sifilis dapat ditularkan dari ibu ke janin.Sifilis dapat ditularkan dari ibu ke janin.
ANAMNESA, GEJALA KLINIS, dan PEMERIKSAAN FISIK ANAMNESA, GEJALA KLINIS, dan PEMERIKSAAN FISIK Sifilis Stadium I
Sifilis Stadium I
Masa tunas 2-4 minggu. Treponema masuk ke dalam selaput lendir/ kulit yang mengalami lesi Masa tunas 2-4 minggu. Treponema masuk ke dalam selaput lendir/ kulit yang mengalami lesi secara langsung, lalu berkembang biak, dan menyebar
secara langsung, lalu berkembang biak, dan menyebar secara limfogen dan hematogen.secara limfogen dan hematogen. Timbul suatu ulkus yang disebut ulkus durum yang mempunyai sifat khusus :
Timbul suatu ulkus yang disebut ulkus durum yang mempunyai sifat khusus : 1
1.. TTiiddaak k nnyyeerrii 2.
2. SeSekikitatar ulr ulkukus tes teraraba kba keraerass 3.
3. DasDasar uar ulkulkus bes bersirsih dah dan bn berwerwarnarna mera merahah 4
4.. SSoolliitteer r
Lokasi ulkus pada pria biasannya terdapat pada preputium, sulkus koronarius, batang penis & Lokasi ulkus pada pria biasannya terdapat pada preputium, sulkus koronarius, batang penis & skrotum. Pada wanita di labium mayora dan minora, klitoris, serviks. Ulkus juga dapat terdapat pada skrotum. Pada wanita di labium mayora dan minora, klitoris, serviks. Ulkus juga dapat terdapat pada ekstra genital misalnya pada anus, rektum, bibir,mulut, lidah, tonsil, jari, dan payudara. Sifilis stad. I ekstra genital misalnya pada anus, rektum, bibir,mulut, lidah, tonsil, jari, dan payudara. Sifilis stad. I setelah 1 minggu umumnya ditemukan pembesaran kelenjar getah bening ingunalis medialis yang setelah 1 minggu umumnya ditemukan pembesaran kelenjar getah bening ingunalis medialis yang soliter, indolen, tidak lunak, besarnya
soliter, indolen, tidak lunak, besarnya lentikular, tidak supuratif dan tidak lentikular, tidak supuratif dan tidak terdapat periadenitis.terdapat periadenitis. Sifilis Stadium II
Sifilis Stadium II
Sifilis stad. II timbul 6-8
Sifilis stad. II timbul 6-8 minggu sejak sifilis stad. I (2/3 kasus masih minggu sejak sifilis stad. I (2/3 kasus masih disertai sifilis stad. I)disertai sifilis stad. I)
Sifilis stadium II dapat disertai gejala konstitusi, berupa anoreksia, penurunan berat badan, malaise, Sifilis stadium II dapat disertai gejala konstitusi, berupa anoreksia, penurunan berat badan, malaise, nyeri kepala, demam yang
nyeri kepala, demam yang tidak tinggi, atralgia.tidak tinggi, atralgia.
Lesi pada stadium II menular, gejala untuk membedakan antara stadium II dan penyakit kulit lain Lesi pada stadium II menular, gejala untuk membedakan antara stadium II dan penyakit kulit lain adalah lesi kulit pada sifilis stadium
adalah lesi kulit pada sifilis stadium II umumnya tidak gatal, disertai II umumnya tidak gatal, disertai limafenitis generalisata dan padalimafenitis generalisata dan pada lesi dini disertai kelainan kulit pada tangan dan kaki.
lesi dini disertai kelainan kulit pada tangan dan kaki. 11 Bentuk lesi pada sifilis stadium II.
Bentuk lesi pada sifilis stadium II. 1.
1. LLesesi pi padada ka kululiitt aa.. RRoosseeoolla a :: b
cc.. PPuussttuull 2.
2. Lesi Lesi pada pada mukosamukosa a.
a. Angina Angina sifilitika sifilitika eritematosaeritematosa Dina
Dinamakan enantem, terutama pada makan enantem, terutama pada mulut dan mulut dan tengtenggorokgorok. . BerupBerupa a makumakula la eriteeritematosmatosa,a, berkonfluense membentuk makula yang difus, berbatas tegas. Keluhan dapat berupa nyeri berkonfluense membentuk makula yang difus, berbatas tegas. Keluhan dapat berupa nyeri pada tenggorok, terutama pada saat menelan. Bila menyerang faring dapat mengakibatkan pada tenggorok, terutama pada saat menelan. Bila menyerang faring dapat mengakibatkan
suara parau. suara parau. b.
b. Plaque Plaque muqueusesmuqueuses
Berupa papul eritematosa, permukaan
Berupa papul eritematosa, permukaan datar,miliar-lentikuladatar,miliar-lentikular.r. 3.
3. Lesi Lesi pada pada rambutrambut
Dapat mengakibatkan kerontokan rambut, difus dan tidak khas dinamakan alopesia difusa. Dapat mengakibatkan kerontokan rambut, difus dan tidak khas dinamakan alopesia difusa. 4.
4. Lesi Lesi pada pada kukukuku a.
a. Onikia Onikia sifilitikasifilitika
Warna kuku berubah menjadi putih kabur, kuku menjadi rapuh, distal lempeng kuku menjadi Warna kuku berubah menjadi putih kabur, kuku menjadi rapuh, distal lempeng kuku menjadi hiperkeratotik sehingga kuku terangkat.
hiperkeratotik sehingga kuku terangkat. b.
b. Paronikia Paronikia sifilitikasifilitika
Timbul radang kronik, kuku menjadi rusak, kadang terlepas. Timbul radang kronik, kuku menjadi rusak, kadang terlepas. 5.
5. Lesi padLesi pada alat a alat lainlain
Pada kelenjar getah bening, mata, hepar, tulang, Pembengkakan tidak nyeri, pergerakan terganggu Pada kelenjar getah bening, mata, hepar, tulang, Pembengkakan tidak nyeri, pergerakan terganggu dan saraf
dan saraf Sifilis Laten Dini Sifilis Laten Dini
Pada fase ini tidak
Pada fase ini tidak ada gejala klinis tetapi pemeriksaan serologisnya positif.ada gejala klinis tetapi pemeriksaan serologisnya positif. Sifilis Stadium Rekuren
Sifilis Stadium Rekuren
Terjadi pada sifilis yang tidak diobati atau yang mendapat pengobatan tidak cukup. Umumnya Terjadi pada sifilis yang tidak diobati atau yang mendapat pengobatan tidak cukup. Umumnya terjadi pada sifilis stadium II.
terjadi pada sifilis stadium II. Sifilis Stadium Laten Lanjut Sifilis Stadium Laten Lanjut
Biasanya tidak menular, diagnosis dengan tes serologik, masa laten dari beberapa tahun hingga Biasanya tidak menular, diagnosis dengan tes serologik, masa laten dari beberapa tahun hingga bertahun-tahun.
bertahun-tahun. Sifilis Stadium III Sifilis Stadium III
Berupa guma.dimulai dengan timbulnya granuloma di dalam jaringan (otot, tulang dsb) yang Berupa guma.dimulai dengan timbulnya granuloma di dalam jaringan (otot, tulang dsb) yang kemudian memecah ke permukaan membentuk ulkus yang dalam dengan dasar tertutup pus. Tepi kemudian memecah ke permukaan membentuk ulkus yang dalam dengan dasar tertutup pus. Tepi ul
ulkukus s memeniningnggi gi dadan n kekeraras s didindndiningngnya ya cucuraram.pm.proroseses s guguma ma jujuga ga teterjrjadadi i papada da lalariringng, , paparuru,, gastrointestinal, hepar dan testis.
Pada
Pada kardikardiovasovaskulekuler, r, sifilsifilis is stadstadium ium II II menyebmenyebabkan miokarditabkan miokarditis, is, ganggangguan katup guan katup jantujantung ng dandan aneurisma aorta.
aneurisma aorta.
Neurosifilis Neurosifilis
Infeksi terjadi pada stadium dini, sebagain besar kasus tidak memberikan gejala, 20-37% kasus Infeksi terjadi pada stadium dini, sebagain besar kasus tidak memberikan gejala, 20-37% kasus terdapat kelainan pada LCS.
terdapat kelainan pada LCS. Neurosifilis dibagi 4 macam: Neurosifilis dibagi 4 macam:
1.
1. NeNeururososififililis asiis asimpmptotomamatitik k Didasarkan pada kelainan LCS Didasarkan pada kelainan LCS 2.
2. SifilSifilis meningovis meningovaskuaskular, misalnylar, misalnya meningita meningitis, meningois, meningomielimielitis, endarttis, endarteriteritis sifilitiis sifilitika.ka. Nyeri
Nyeri kepala, kepala, konvulsi konvulsi fokal, fokal, papil papil nervus nervus optikus optikus sembab, sembab, gangguan gangguan mental, mental, atrofi atrofi nervusnervus optikus,
optikus, meningitis meningitis basalis, basalis, gangguan gangguan hipotalamus, hipotalamus, gangguan gangguan piramidal, piramidal, gangguan gangguan miksimiksi dan defekasi, stupor, koma
dan defekasi, stupor, koma 3.
3. SiSififililis ps pararenenkikim :m :
a. Tabes dorsalis : ataksia,
a. Tabes dorsalis : ataksia, arefleksia, gangguan visus, nyeri pada kulit, retensi danarefleksia, gangguan visus, nyeri pada kulit, retensi dan inkontinensia urin.
inkontinensia urin.
b. Demensia paralitika : demensia yang berangsur-angsur dan progresif. b. Demensia paralitika : demensia yang berangsur-angsur dan progresif. 4
4.. GGuummaa
Umumnya pada meningens, akibat perluasan dari tulang tengkorak. Dapat soliter atau multiple. Umumnya pada meningens, akibat perluasan dari tulang tengkorak. Dapat soliter atau multiple. Keluhan berupa nyeri kepala, mual, muntah, gangguan visus. Gejala berupa odema papil karena Keluhan berupa nyeri kepala, mual, muntah, gangguan visus. Gejala berupa odema papil karena peningkatan tekanan intrakranial, paralisis nervus kranial, hemiplegi.
peningkatan tekanan intrakranial, paralisis nervus kranial, hemiplegi.
Sifilis Kongenital Sifilis Kongenital
Tr
Trepepononemema a papallllididum um dadapapat t memenenembmbus us plplasasenenta ta dadari ri ibibu,u,memengngininfefeksksi i jajaninin n sesehihingnggaga mengakibatkan sifilis kongenital.
mengakibatkan sifilis kongenital. Gambaran klinis dapat dibagi
Gambaran klinis dapat dibagi menjadi:menjadi: 1.
1. SiSififililis kos kongngenenitital dal dininii
Bula bergerombol simetris pada telapak tangan dan kaki disebut pemfigus sifilitikaBula bergerombol simetris pada telapak tangan dan kaki disebut pemfigus sifilitika
Papulo-squamosaPapulo-squamosa
RagadesRagades
Wajah bayi seperti orang tua akibat turunnya berat badanWajah bayi seperti orang tua akibat turunnya berat badan
Plaque muqueusesPlaque muqueuses
Syphilitic snufflesSyphilitic snuffles
Pembesaran kelenjar getah bening generalisataPembesaran kelenjar getah bening generalisata
Fibrosis hepar dan lienFibrosis hepar dan lien
Kelainanpada ginjal dan paruKelainanpada ginjal dan paru
OsteOsteokonokondritidritis s pada tulang pada tulang panjpanjang ang danpdanpseudo paralisiseudo paralisis s parot (ujung parot (ujung tulantulang g terasterasa a nyernyeri,i,
bengkak sehingga sulit digerakkan). Dapat pula terjadi komplikasi berupa fraktur patologik, bengkak sehingga sulit digerakkan). Dapat pula terjadi komplikasi berupa fraktur patologik,
artritis supurativa dan terlepasnya epifisi artritis supurativa dan terlepasnya epifisi
Anemia berat sehingga rentan terhadap infeksiAnemia berat sehingga rentan terhadap infeksi
Pada otak menyebabkan perkembangan terhentiPada otak menyebabkan perkembangan terhenti
2.
2. SiSififililis kons kongegeninitatal lal lanjnjutut
Usia 7-15 tahunUsia 7-15 tahun
Guma dapat menyerang kulit,tulang, selaput lendir dan alat dalam.Guma dapat menyerang kulit,tulang, selaput lendir dan alat dalam.
Perforasi septum nasi dan palatumPerforasi septum nasi dan palatum
Sabre tibia : periostitis sifilitika pada tibiaSabre tibia : periostitis sifilitika pada tibia
Parrot nodus :osteoartrititis setempat pada tengkorak berupa Parrot nodus :osteoartrititis setempat pada tengkorak berupa tumor bulattumor bulat
Keratitis interstisialKeratitis interstisial
Clutton’s joints : pembengkakan pada kedua sendi yang nyeri disertai efusiClutton’s joints : pembengkakan pada kedua sendi yang nyeri disertai efusi
PEMERIKSAAN PENUNJANG PEMERIKSAAN PENUNJANG
•
• Tes serologik untuk sifilis seperti VDRL, WR, TPHATes serologik untuk sifilis seperti VDRL, WR, TPHA •
• Pemeriksaan dengan mikroskop lapang gelap mencariPemeriksaan dengan mikroskop lapang gelap mencari Treponema pallidumTreponema pallidum •
• Pemeriksaan cairan serebrospinal, mencari Pemeriksaan cairan serebrospinal, mencari neurosifilisneurosifilis •
• Pemeriksaan dengan sinar tembus, Pemeriksaan dengan sinar tembus, mencari sifilis kardiovaskular mencari sifilis kardiovaskular
DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS BANDING
Sifilis stadium I dengan : Sifilis stadium I dengan :
1
1.. HHeerrppees ss siimmpplleekkss Ber
Bersifsifat at resresidiidif, f, disdisertertai ai rasrasa a gatgatal, al, leslesi i berberupa upa vesvesikeikel l diadiatas tas kukulit lit erieritemtematoatosa sa yanyangg berkelompok. Bila pecah nampak erosi, sering berkonfluensi, polisiklik, indurasi (-).
berkelompok. Bila pecah nampak erosi, sering berkonfluensi, polisiklik, indurasi (-). 2
2.. UUllkkuus s ppiiooggeenniik k
Karena trauma, ulkus kotor,mengandung pus, nyeri, indurasi (-) Karena trauma, ulkus kotor,mengandung pus, nyeri, indurasi (-) 3
Papul, vesikel di genitalia eksterna, gatal pada malam
Papul, vesikel di genitalia eksterna, gatal pada malam hari, menyerang orang berkelompok.hari, menyerang orang berkelompok. 4
4.. BBaallaanniittiiss
Erosi superfisialis pada glans penis disertai eritema, indurasi (-) Erosi superfisialis pada glans penis disertai eritema, indurasi (-) 5.
5. LiLimfmfogograranunuloloma ma vevenenerereumum
Papul, vesikel,pustul, ulkus yang cepat hilang, limfadenitis regional dengan tanda
Papul, vesikel,pustul, ulkus yang cepat hilang, limfadenitis regional dengan tanda radang akut,radang akut, periadenitis, gejala konstitusi demam, malese dan atralgia.
periadenitis, gejala konstitusi demam, malese dan atralgia. 6
6.. KaKarsrsiinonoma ma ssel el ssququamamoossaa Pada usia
Pada usia lanjulanjut t yang tidak yang tidak disidisirkumsrkumsisi, lesi isi, lesi kulikulit t berupberupa a benjobenjolan, lan, induindurasi(+rasi(+), ), mudahmudah berdarah. Untuk diagnosis
berdarah. Untuk diagnosis dilakukan biopsi.dilakukan biopsi. 7
7.. PPeennyyaakkiit bt beecchheett
Ulkus superfisialis, multipl, biasanya pada skrotum atau Ulkus superfisialis, multipl, biasanya pada skrotum atau labia.labia. 8
8.. UUllkkuus s mmoollee Lan
Langkagka, , ululkus kus leblebih ih dardari i satsatu u disdisertertai ai tantanda da radradang ang akuakut, t, pus pus (+)(+), , dindindinding g bebergargaungung,, hemophilus ducrey (+), limfadenitis regional dengan tanda radang akut.
hemophilus ducrey (+), limfadenitis regional dengan tanda radang akut.
Sifilis stadium II Sifilis stadium II
1
1.. EErruuppssi i alaleerrggi i oobbaatt
Dari anamnesis dan keluhan umumnya disertai gatal. Dari anamnesis dan keluhan umumnya disertai gatal. 2
2.. MMoorrbbiillii
Terdapat gejala konstitusi, KGB tidak membesar. Terdapat gejala konstitusi, KGB tidak membesar. 3
3.. PPiittiirriiaassiis s rroosseeaa
Bercak eritematosa dengan skuama halus, bentuk lonjong, lentikuler, tersusun sejajar dengan Bercak eritematosa dengan skuama halus, bentuk lonjong, lentikuler, tersusun sejajar dengan lipatan kulit, limfadenitis (-).
lipatan kulit, limfadenitis (-). 4
4.. PPssoorriiaassiiss
Persamaan terdapat eritema dan skuama, namun limfadenitis (-), terdapat skuama berlapis dan Persamaan terdapat eritema dan skuama, namun limfadenitis (-), terdapat skuama berlapis dan fenomena auspitz dan tetesan lilin.
fenomena auspitz dan tetesan lilin. 5
5.. DeDermrmatatiititis s sesebbororooik ik
Persamaan terdapat eritem dan skuama, perbedaan tempat predileksi pada tempat seboroik, Persamaan terdapat eritem dan skuama, perbedaan tempat predileksi pada tempat seboroik, limfadenitis (-)
limfadenitis (-) 6
6.. KoKondndililooma ma akakuumiminnaatutumm
Papul bentuk runcing sedang pada komdiloma lata papul datar. Papul bentuk runcing sedang pada komdiloma lata papul datar. 7
7.. AAllooppeessiia aa arreeaattaa
Pada alopesia areata lebih besar, pada
Sifilis stadium III Sifilis stadium III 1
1.. SSppoorroottrriikkoossiis ds daan an akkttiinnoommiikkoossiiss 2
2.. TTuubbeerrkkuulloossiis ks kuuttiis gs guummoossaa
TERAPI TERAPI
•
• Penisilin G merupakan obat yang sangat efektif.Penisilin G merupakan obat yang sangat efektif. •
• RespoRespon n masinmasing-masg-masing ing jenijenis s sifisifilis lis terhaterhadap dap penispenisilin G ilin G tidatidak k sama. Tindak sama. Tindak lanjlanjut ut terhterhadapadap perkembangan penyakit perlu dilakukan selama maupun setelah pengobatan dengan pemeriksaan perkembangan penyakit perlu dilakukan selama maupun setelah pengobatan dengan pemeriksaan
serologik darah. serologik darah. S
Siiffiilliiss PPeennggoobbaattaann PeemP maannttuuaaaan n sseerroollooggiicc S
Siiffiilliis s pprriimmeerr 11. . ppeenniissiilliin n G G bbeennzzaattiin n ddoossiis s 44,,8 8 jjuutta a uunniitt sec
secara ara IM IM 2,4 2,4 jujuta) ta) dan diberdan diberikaikann satu kali seminggu unit.
satu kali seminggu unit.
2. penisilin G prokain dalam akua dosis 2. penisilin G prokain dalam akua dosis total 6 juta, diberi 0,6 juta unit/hari total 6 juta, diberi 0,6 juta unit/hari selama 10 hari
selama 10 hari 3
3. . PPAAM M ((ppeenniissiilliin n pprrookkaaiin n ++22%% alu
aluminminium ium monmonostostrerrerat) at) dosdosis is 4,84,8 juta unit, diberikan 1,2 juta unit/kali juta unit, diberikan 1,2 juta unit/kali
2 kali seminggu. 2 kali seminggu.
Pa
Pada da bubulalan n I, I, IIIII,I, V
VII, , ddaan n XXIII I ddaann se
setitiap ap enenam am bubulalann pada tahun ke dua pada tahun ke dua
S
Siiffiilliis s sseekkuunnddeerr SSaamma a sseeppeerrtti i ssiiffiilliis s pprriimmeer r S
Siiffiilliis s llaatteenntt PPeenniissiilliin n G G bbeennzzaattiinn, d, doossiis s ttoottaal l 77,,2 2 jjuuttaa unit
unit Pen
Penisiisilin lin G G proprokaikain n daldalam am akuakua, a, dosdosisis total 12 juta unit (0,6 juta
total 12 juta unit (0,6 juta unit/hari)unit/hari) PAM dosis t
PAM dosis t S
Siiffiilliis s ssttaaddiiuum m IIIIII PPeenniissiilliin G bn G beennzzaattiin dn doossiis ts toottaal 9l 9,,6 j6 juuttaa unit
unit Pen
Penisiisilin lin G G proprokaikain n daldalam am akuakua, a, dosdosisis total 18 juta unit (0,6 juta
total 18 juta unit (0,6 juta unit/hari)unit/hari)
PAM dosis total 9,6 juta unit (1,2 juta PAM dosis total 9,6 juta unit (1,2 juta unit/kali, 2 kali seminggu)
unit/kali, 2 kali seminggu)
•
• Pada Pada pasiepasien n yang yang alergalergi i penipenisilin dapat silin dapat dibediberikan tetrasikrikan tetrasiklin, lin, eriteritromisromisin, in, doksdoksisiklisiklin. in. LamaLama pengobatan 15 hari untuk sifilis stadium I dan II,
•
• Dapat juga digunakan sefaleksin 15 hari, seftriakson 2 gram dosis tunggal setiap hari selama 15Dapat juga digunakan sefaleksin 15 hari, seftriakson 2 gram dosis tunggal setiap hari selama 15 hari, azitromisin dosis tunggal selama 10 hari untuk sifilis stadium I
hari, azitromisin dosis tunggal selama 10 hari untuk sifilis stadium I dan II.dan II.1.1.
PROGNOSIS PROGNOSIS
Jika pengobatan sempurna, Prognosis baik Jika pengobatan sempurna, Prognosis baik