.
. Teknik Teknik Analisis SAnalisis SWOTWOT Analisis
Analisis SWOT SWOT adalah adalah suatu suatu metoda metoda analisis analisis yang yang digunakan digunakan untuk untuk menentukanmenentukan dan mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengvalidasi perencanaan yang telah dan mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengvalidasi perencanaan yang telah disusun, sesuai dengan tujuan yang
disusun, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.ingin dicapai. A.
A. Analisis Analisis SWOTSWOT
Analisis ini merupakan suatu metoda untuk menggali aspek-aspek kondisi yang Analisis ini merupakan suatu metoda untuk menggali aspek-aspek kondisi yang terdapat di suatu wilayah yang direncanakan maupun untuk menguraikan terdapat di suatu wilayah yang direncanakan maupun untuk menguraikan berbagai potensi dan tantangan yang akan dihadapi dalam pengembangan berbagai potensi dan tantangan yang akan dihadapi dalam pengembangan wilayah tersebut. Kata SWOT itu sendiri merupakan kependekan dari wilayah tersebut. Kata SWOT itu sendiri merupakan kependekan dari variabel-variabel penilaian, yaitu:
variabel penilaian, yaitu:
S, merupakan kependekan dari STRENGTHS, yang berarti potensi dan S, merupakan kependekan dari STRENGTHS, yang berarti potensi dan
kekuatan
kekuatan pembangupembangunan.nan.
W, merupakan kependekan dari WEAKNESSES, yang berarti masalah dan W, merupakan kependekan dari WEAKNESSES, yang berarti masalah dan
tantangan pembangunan yang dihadapi. tantangan pembangunan yang dihadapi.
O, merupakan kependekan dari OPPORTUNITIES, yang berarti peluang O, merupakan kependekan dari OPPORTUNITIES, yang berarti peluang
pembangunan yang dapat. pembangunan yang dapat.
T, merupakan kependekan dari TREATS, yang merupakan faktor eksternal T, merupakan kependekan dari TREATS, yang merupakan faktor eksternal
yang berpengaruh dalam pembangunan. yang berpengaruh dalam pembangunan. Analisis
Analisis SWOT SWOT bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematissistematis untuk merumuskan suatu strategi pembangunan daerah. Sebagai sebuah konsep untuk merumuskan suatu strategi pembangunan daerah. Sebagai sebuah konsep dalam manajemen strategik, teknik ini menekankan mengenai perlunya penilaian dalam manajemen strategik, teknik ini menekankan mengenai perlunya penilaian lingkungan eksternal dan internal, serta kecenderungan lingkungan eksternal dan internal, serta kecenderungan perkembangan/perubahan di masa depan sebelum menetapkan sebuah strategi. perkembangan/perubahan di masa depan sebelum menetapkan sebuah strategi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan ((Strengths Strengths ) dan peluang () dan peluang (Opportunities Opportunities ), namun secara bersamaan dapat), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (
meminimalkan kelemahan (Weaknesses Weaknesses ) dan ancaman () dan ancaman (Threats Threats ).).
•
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Sebagai salah satu alat untuk formulasi strategi, tentunya analisis
Sebagai salah satu alat untuk formulasi strategi, tentunya analisis SWOT SWOT tidak dapat dipisahkan dari proses perencanaan strategik secara tidak dapat dipisahkan dari proses perencanaan strategik secara keseluruhan. Secara umum penyusunan rencana strategik melalui tiga keseluruhan. Secara umum penyusunan rencana strategik melalui tiga tahapan, yaitu:
tahapan, yaitu: 1.
1. Tahap pengumpulan dataTahap pengumpulan data 2.
2. Tahap analisisTahap analisis 3.
3. Tahap pengambilan keputusanTahap pengambilan keputusan
o
o Tahapan Pengumpulan DataTahapan Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data, data yang diperoleh dapat dibedakan Pada tahap pengumpulan data, data yang diperoleh dapat dibedakan menjadi dua yaitu data eksternal dan data internal. Data eksternal menjadi dua yaitu data eksternal dan data internal. Data eksternal diperoleh dari lingkungan di luar organisasi, yaitu berupa peluang diperoleh dari lingkungan di luar organisasi, yaitu berupa peluang ((Opportunities Opportunities ) dan ancaman () dan ancaman (Threats Threats ) terhadap eksistensi organisasi.) terhadap eksistensi organisasi. Sedangkan data internal diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri, yang Sedangkan data internal diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri, yang terangkum dalam profil kekuatan (
terangkum dalam profil kekuatan (Strengths Strengths ) dan kelemahan) dan kelemahan ((Weaknesses Weaknesses ) organisasi. Model yang dipakai pada tahap ini terdiri atas) organisasi. Model yang dipakai pada tahap ini terdiri atas Matriks Faktor Strategis Eksternal dan
Matriks Faktor Strategis Eksternal dan Matriks Faktor Strategis Internal.Matriks Faktor Strategis Internal. Secara teknis, penyusunan Matriks Faktor Strategis Eksternal Secara teknis, penyusunan Matriks Faktor Strategis Eksternal (EFAS=
(EFAS=External Factors Analysis Summary External Factors Analysis Summary ) pada studi ini mengikuti) pada studi ini mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
langkah-langkah sebagai berikut: •
• Buat sebuah tabel yang terdiri atas lima kolom.Buat sebuah tabel yang terdiri atas lima kolom. •
• Susun sebuah daftar yang memuat peluang dan ancaman dalamSusun sebuah daftar yang memuat peluang dan ancaman dalam kolom 1.
kolom 1. •
• Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (sangat tidak penting). Semua (sangat penting) sampai dengan 0,0 (sangat tidak penting). Semua bobot tersebut jumlah/skor totalnya harus 1,00 (100%). Nilai-nilai bobot tersebut jumlah/skor totalnya harus 1,00 (100%). Nilai-nilai tersebut secara implisit menunjukkan angka persentase tingkat tersebut secara implisit menunjukkan angka persentase tingkat kepentingan faktor tersebut relatif terhadap faktor-faktor yang lain. kepentingan faktor tersebut relatif terhadap faktor-faktor yang lain. Angka yang lebih besar berarti relatif lebih penting dibanding dengan Angka yang lebih besar berarti relatif lebih penting dibanding dengan faktor yang lain. Sebagai contoh faktor X diberi bobot 0,10 (10%), faktor yang lain. Sebagai contoh faktor X diberi bobot 0,10 (10%),
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
dibandingkan faktor Y dalam kaitannya dengan kehidupan organisasi dibandingkan faktor Y dalam kaitannya dengan kehidupan organisasi atau terhadap permasalahan yang sedang dikaji.
atau terhadap permasalahan yang sedang dikaji. •
• Beri rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor denganBeri rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (sangat tinggi) sampai dengan 1 memberikan skala mulai dari 4 (sangat tinggi) sampai dengan 1 (sangat rendah) berdasar pada pengaruh faktor tersebut terhadap (sangat rendah) berdasar pada pengaruh faktor tersebut terhadap pengembangan kawasan industri di kabupaten tersebut. Pemberian pengembangan kawasan industri di kabupaten tersebut. Pemberian rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang besar di beri rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang besar di beri rating + 4, sedangkan jika peluangnya kecil diberi rating + 1). rating + 4, sedangkan jika peluangnya kecil diberi rating + 1). Pemberian rating ancaman adalah kebalikannya, yaitu jika Pemberian rating ancaman adalah kebalikannya, yaitu jika ancamannya sangat besar diberi rating 1 dan jika ancamannya kecil ancamannya sangat besar diberi rating 1 dan jika ancamannya kecil ratingnya 4.
ratingnya 4. •
• Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya berupa skor memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 sampai dengan 1,0.
mulai dari 4,0 sampai dengan 1,0. •
• Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar, catatan, atauGunakan kolom 5 untuk memberikan komentar, catatan, atau justifikasi atas skor yang diberikan.
justifikasi atas skor yang diberikan. •
• Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh totalJumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan.
skor pembobotan.
Setelah faktor-faktor strategis eksternal diidentifikasi (Matriks EFAS Setelah faktor-faktor strategis eksternal diidentifikasi (Matriks EFAS disusun), selanjutnya disusun Matriks Faktor Strategis Internal disusun), selanjutnya disusun Matriks Faktor Strategis Internal ((IFAS=Internal Factors Analysis Summary IFAS=Internal Factors Analysis Summary ). Langkah-langkahnya analog). Langkah-langkahnya analog dengan penyusunan Matriks EFAS, yaitu:
dengan penyusunan Matriks EFAS, yaitu: •
• Buat sebuah tabel yang terdiri atas lima kolom.Buat sebuah tabel yang terdiri atas lima kolom. •
• Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahanTentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan kabupaten yang ber
kabupaten yang bersangkutan dalam rangsangkutan dalam rangka pengembanka pengembangan gan kawasankawasan industri dalam kolom 1.
industri dalam kolom 1. •
• Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (100%) yang menunjukkan sangat penting sampai dengan 0,0 (0%) (100%) yang menunjukkan sangat penting sampai dengan 0,0 (0%)
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
analisis lingkungan eksternal), perencana strategi akan analisis lingkungan eksternal), perencana strategi akan memperhitungkan banyak faktor, sehingga masing-masing faktor memperhitungkan banyak faktor, sehingga masing-masing faktor tersebut diberi bobot yang besarnya diantara kutub 0 dan 1 (dimana tersebut diberi bobot yang besarnya diantara kutub 0 dan 1 (dimana hal itu menunjukkan tingkat kepentingan relatif masing-masing hal itu menunjukkan tingkat kepentingan relatif masing-masing faktor).
faktor). •
• Beri rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor denganBeri rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (sangat tinggi) sampai dengan 1 memberikan skala mulai dari 4 (sangat tinggi) sampai dengan 1 (sangat rendah) berdasar pada pengaruh faktor tersebut terhadap (sangat rendah) berdasar pada pengaruh faktor tersebut terhadap pengembangan industri. Pemberian rating untuk faktor yang tergolong pengembangan industri. Pemberian rating untuk faktor yang tergolong kategori kekuatan bersifat positif (kekuatan yang besar di beri rating + kategori kekuatan bersifat positif (kekuatan yang besar di beri rating + 4, sedangkan jika kekuatannya kecil diberi rating + 1). Pemberian 4, sedangkan jika kekuatannya kecil diberi rating + 1). Pemberian rating kelemahan adalah kebalikannya, yaitu jika kelemahannya rating kelemahan adalah kebalikannya, yaitu jika kelemahannya sangat besar diberi rating 1 dan jika
sangat besar diberi rating 1 dan jika kelemahannkelemahannya kecil ratingnya 4.ya kecil ratingnya 4. •
• Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya berupa skor memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 sampai dengan 1,0.
mulai dari 4,0 sampai dengan 1,0. •
• Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar, catatan, atauGunakan kolom 5 untuk memberikan komentar, catatan, atau justifikasi atas skor yang diberikan.
justifikasi atas skor yang diberikan. •
• Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh totalJumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan.
skor pembobotan.
o
o Tahapan AnalisisTahapan Analisis
Setelah mengumpulkan semua informasi strategis, tahap selanjutnya Setelah mengumpulkan semua informasi strategis, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model kuantitatif perumusan strategi. Pada studi ini, model yang dipergunakan kuantitatif perumusan strategi. Pada studi ini, model yang dipergunakan adalah:
adalah: •
• Matriks TOWS atau Matriks SWOTMatriks TOWS atau Matriks SWOT •
• Matriks Internal EksternalMatriks Internal Eksternal Matriks SWOT Matriks SWOT
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
dimana tiap-tiap kuadran memuat masing-masing strategi. dimana tiap-tiap kuadran memuat masing-masing strategi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut:
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut:
IFAS IFAS EFAS EFAS STRENGHTS STRENGHTS (S)/(S)/ KEKUATAN KEKUATAN (SKOR IFAS: > 2) (SKOR IFAS: > 2) WEAKNESSES WEAKNESSES (W)/(W)/ KELEMAHAN KELEMAHAN (SKOR IFAS: <= 2) (SKOR IFAS: <= 2) OPPORTUNITIES OPPORTUNITIES (O)/(O)/ PELUANG (SKOR EFAS: > 2) PELUANG (SKOR EFAS: > 2)
STRATEGI S-O STRATEGI S-O (STRATEGI PEKU) (STRATEGI PEKU) STRATEGI W-O STRATEGI W-O (STRATEGI PEKA) (STRATEGI PEKA) TREATHS TREATHS (T)/(T)/ ANCAMAN ANCAMAN (SKOR EFAS: <= 2) (SKOR EFAS: <= 2) STRATEGI S-T STRATEGI S-T (STRATEGI AKU) (STRATEGI AKU) STRATEGI W-T STRATEGI W-T (STRATEGI AKA) (STRATEGI AKA)
Matriks SWOT merupakan pendekatan yang paling sederhana Matriks SWOT merupakan pendekatan yang paling sederhana dan cenderung bersifat subyektif-kualitatif. Matriks ini dan cenderung bersifat subyektif-kualitatif. Matriks ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Keseluruhan faktor kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Keseluruhan faktor internal dan eksternal yang telah diidentifikasi dalam matriks internal dan eksternal yang telah diidentifikasi dalam matriks EFAS dan IFAS dikelompokkan dalam matriks SWOT yang EFAS dan IFAS dikelompokkan dalam matriks SWOT yang kemudian secara kualitatif dikombinasikan untuk menghasilkan kemudian secara kualitatif dikombinasikan untuk menghasilkan klasifikasi strategi yang meliputi empat set kemungkinan klasifikasi strategi yang meliputi empat set kemungkinan alternatif strategi, yaitu:
alternatif strategi, yaitu: 1.
1. Strategi S-O (Strategi S-O (Strengths – Opportunities Strengths – Opportunities ))
Kategori ini mengandung berbagai alternatif strategi yang Kategori ini mengandung berbagai alternatif strategi yang bersifat memanfaatkan peluang dengan mendayagunakan bersifat memanfaatkan peluang dengan mendayagunakan kekuatan/keleb
kekuatan/kelebihan ihan yang dimiliki.yang dimiliki.
Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Kategori yang bersifat memanfaatkan peluang eksternal Kategori yang bersifat memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan.
untuk mengatasi kelemahan.
Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2.
skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2. 3.
3. Strategi S-T (Strategi S-T (Strengths Strengths –– Threats Threats ))
Kategori alternatif strategi yang memanfaatkan atau Kategori alternatif strategi yang memanfaatkan atau mendayagunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. mendayagunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama dengan 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2.
dengan 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2. 4.
4. Strategi W-T (Strategi W-T (Weaknesses Weaknesses –– Threats Threats ))
Kategori alternatif strategi sebagai solusi dari penilaian atas Kategori alternatif strategi sebagai solusi dari penilaian atas kelemahan dan ancaman yang dihadapi, atau usaha kelemahan dan ancaman yang dihadapi, atau usaha menghindari ancaman untuk mengatasi kelemahan.
menghindari ancaman untuk mengatasi kelemahan.
Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama dengan 2 dan skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2. dengan 2 dan skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2. •
• Matriks Internal Eksternal (Matriks I-E)Matriks Internal Eksternal (Matriks I-E)
Pada Matriks Internal Eksternal, parameter yang digunakan Pada Matriks Internal Eksternal, parameter yang digunakan meliputi parameter kekuatan internal dan pengaruh eksternal meliputi parameter kekuatan internal dan pengaruh eksternal yang dihadapi. Total skor faktor strategik internal (IFAS) yang dihadapi. Total skor faktor strategik internal (IFAS) dikelompo
dikelompokkan ke dalam tigkkan ke dalam tiga kelas, yaitu kuat a kelas, yaitu kuat (nilai skor 3,0 –(nilai skor 3,0 – 4,0), rata-rata/menengah (skor 2,0 – 3,0), dan lemah (skor 1,0 4,0), rata-rata/menengah (skor 2,0 – 3,0), dan lemah (skor 1,0 – 2,0). Demikian pula untuk total skor faktor strategik eksternal – 2,0). Demikian pula untuk total skor faktor strategik eksternal (EFAS) juga dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu tinggi (nilai (EFAS) juga dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu tinggi (nilai skor 3,0 – 4,0), menengah (skor 2,0 – 3,0), dan rendah (skor skor 3,0 – 4,0), menengah (skor 2,0 – 3,0), dan rendah (skor 1,0 – 2,0).
1,0 – 2,0). Dengan demikian dari hasil kombinasi akan diperolehDengan demikian dari hasil kombinasi akan diperoleh sembilan sel sebagai alternatif strategi sebagaimana dapat sembilan sel sebagai alternatif strategi sebagaimana dapat dilihat pada diagram berikut:
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime. 4,0 4,0 3,0 3,0 2,0 2,0 1,01,0 TINGGI TINGGI 3,0 3,0 I I II II IIIIII TOTAL SKOR TOTAL SKOR FAKTOR FAKTOR STRATEGI MENENGAH STRATEGI MENENGAH EKSTERNAL 2,0 EKSTERNAL 2,0 IV V VI IV V VI RENDAH RENDAH 1,0 1,0 VII VIII IX VII VIII IX
Pada prinsipnya kesembilan sel diatas dapat dikelompokkan Pada prinsipnya kesembilan sel diatas dapat dikelompokkan menjadi tiga strategi utama, yaitu:
menjadi tiga strategi utama, yaitu: a.
a. Strategi pertumbuhanStrategi pertumbuhan
Strategi ini dilakukan bila skor EFAS dan IFAS bertemu pada Strategi ini dilakukan bila skor EFAS dan IFAS bertemu pada kuadran I, II, V, VII, atau VIII.
kuadran I, II, V, VII, atau VIII. b.
b. Strategi stabilitasStrategi stabilitas
Strategi ini dilakukan bila skor EFAS dan IFAS bertemu pada Strategi ini dilakukan bila skor EFAS dan IFAS bertemu pada kuadran IV atau V.
kuadran IV atau V. c.
c. Strategi penciutanStrategi penciutan
Strategi ini dilakukan bila skor EFAS dan IFAS bertemu pada Strategi ini dilakukan bila skor EFAS dan IFAS bertemu pada
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime. Faktor Eksternal Faktor Eksternal Faktor Internal Faktor Internal OPPORTUNITIES THREATHS OPPORTUNITIES THREATHS STRENGHTS
STRENGHTS COMPARATIVE COMPARATIVE ADVANTAGE ADVANTAGE MOBILIZATIONMOBILIZATION
WEAKNESSES INVESTMENT WEAKNESSES INVESTMENT DIVESTMENT DIVESTMENT DAMAGE CONTROL DAMAGE CONTROL
Kotak-kotak lainnya merupakan kotak-kotak isu strategis yang perlu Kotak-kotak lainnya merupakan kotak-kotak isu strategis yang perlu dikembangkan, yang timbul sebagai hasil dari kontak antar faktor-faktor dikembangkan, yang timbul sebagai hasil dari kontak antar faktor-faktor eksternal dan internal. Keempat isu strategis tersebut diberi nama sebagai eksternal dan internal. Keempat isu strategis tersebut diberi nama sebagai berikut:
berikut:
Comparative Advantage Comparative Advantage Apabila di dalam proses
Apabila di dalam proses kajian telah dapat kajian telah dapat dilihat peluang-pdilihat peluang-peluang yang tersediaeluang yang tersedia ternyata juga memiliki posisi internal yang kuat, maka sektor tersebut dianggap ternyata juga memiliki posisi internal yang kuat, maka sektor tersebut dianggap memiliki keunggulan komparatif. Dua elemen potensial eksternal dan internal memiliki keunggulan komparatif. Dua elemen potensial eksternal dan internal yang baik ini tidak
yang baik ini tidak boleh dilepaskan begitu saja, tetapi akan menjadi issue utamaboleh dilepaskan begitu saja, tetapi akan menjadi issue utama pengembangan. Meskipun demikian, didalam proses pengkajiannya, tidak boleh pengembangan. Meskipun demikian, didalam proses pengkajiannya, tidak boleh dilupakan adanya berbagai kendala dan ancaman perubahan kondisi lingkungan dilupakan adanya berbagai kendala dan ancaman perubahan kondisi lingkungan yang terdapat di sekitarnya, sebagai usaha untuk mempertahankan keunggulan yang terdapat di sekitarnya, sebagai usaha untuk mempertahankan keunggulan komparatif tersebut.
komparatif tersebut. Mobilization Mobilization
Kotak ini merupakan kotak kajian yang mempertemukan interaksi antara Kotak ini merupakan kotak kajian yang mempertemukan interaksi antara ancaman/tantangan dari luar yang diidentifikasikan, dengan potensi internal. ancaman/tantangan dari luar yang diidentifikasikan, dengan potensi internal.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
menerima peluang tersebut, khususnya dikaitkan dengan keterbatasan potensi menerima peluang tersebut, khususnya dikaitkan dengan keterbatasan potensi sumberdaya pembangunan.
sumberdaya pembangunan. Damage Control
Damage Control
Kotak ini merupakan tempat untuk menggali berbagai kelemahan yang akan Kotak ini merupakan tempat untuk menggali berbagai kelemahan yang akan dihadapi di dalam upaya pembangunan daerah. Hal ini dapat dilihat dari dihadapi di dalam upaya pembangunan daerah. Hal ini dapat dilihat dari pertemuan antara ancaman dan tantangan dari luar dengan kelemahan yang pertemuan antara ancaman dan tantangan dari luar dengan kelemahan yang terdapat di dalam pembangunan daerah. Strategi yang harus ditempuh adalah terdapat di dalam pembangunan daerah. Strategi yang harus ditempuh adalah mengambil keputusan untuk mengendalikan kerugian yang akan dialami, dengan mengambil keputusan untuk mengendalikan kerugian yang akan dialami, dengan sedikit demi sedkit membenahi sumber daya internal yang ada.
sedikit demi sedkit membenahi sumber daya internal yang ada. B. Analisis
B. Analisis TOWS TOWS
Pada dasarnya analisis TOWS merupakan pengembangan dari model analisis Pada dasarnya analisis TOWS merupakan pengembangan dari model analisis SWOT diatas. Model TOWS yang dikembangkan oleh David pada tahun 1989 ini SWOT diatas. Model TOWS yang dikembangkan oleh David pada tahun 1989 ini dikenal cukup komprehensif dan secara terperinci dapat melengkapi dan dikenal cukup komprehensif dan secara terperinci dapat melengkapi dan merupakan kelanjutan dari metoda analisis SWOT yang
merupakan kelanjutan dari metoda analisis SWOT yang biasa dikenal.biasa dikenal. Pada prinsipnya komponen-komp
Pada prinsipnya komponen-komponen yang akan dikaji onen yang akan dikaji di dalam analisis ini di dalam analisis ini miripmirip dengan komponen-komponen pada analisis SWOT, tetapi pada model TOWS, dengan komponen-komponen pada analisis SWOT, tetapi pada model TOWS, David lebih mengetengahkan komponen-komponen eskternal ancaman dan David lebih mengetengahkan komponen-komponen eskternal ancaman dan peluang (
peluang (Treats Treats dandan Opportunities Opportunities ) sebagai basis untuk melihat sejauh mana) sebagai basis untuk melihat sejauh mana kapabilitas potensi internal yang sesuai
kapabilitas potensi internal yang sesuai dan cocok dengan fadan cocok dengan faktor-faktor eksternalktor-faktor eksternal tersebut.
tersebut.
Adapun matriks yang dipergunakan untuk penganalisaan ini adalah seperti yang Adapun matriks yang dipergunakan untuk penganalisaan ini adalah seperti yang
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime. Tabel III.3 Tabel III.3 Matriks TOWS Matriks TOWS Faktor Internal Faktor Internal Faktor Eksternal Faktor Eksternal STRENGTS WEAKNESSES STRENGTS WEAKNESSES OPPORTUNITIES OPPORTUNITIES STRATEGI SO STRATEGI SO
Pakailah kekuatan untuk Pakailah kekuatan untuk memanfaakan peluang: memanfaakan peluang: 1. 1. 2. 2. 3. 3. STRATEGI WO STRATEGI WO
Tanggulangi kelemahan dengan Tanggulangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang: memanfaatkan peluang: 1. 1. 2. 2. 3. 3. THREATS THREATS STRATEGI ST STRATEGI ST
Pakai potensi untuk Pakai potensi untuk memanfaatkan ancaman: memanfaatkan ancaman: 1. 1. 2. 2. 3. 3. STRATEGI WT STRATEGI WT
Perkecil kelemahan dan hindari Perkecil kelemahan dan hindari ancaman: ancaman: 1. 1. 2. 2. 3. 3.
Berdasarkan matriks tersebut di atas, maka dapat ditetapkan beberapa rencana Berdasarkan matriks tersebut di atas, maka dapat ditetapkan beberapa rencana strategis yang dapat dilakukan, yaitu:
strategis yang dapat dilakukan, yaitu: Strategi SO
Strategi SO
Strategi SO dipakai untuk menarik keuntungan dari peluang yang tersedia dalam Strategi SO dipakai untuk menarik keuntungan dari peluang yang tersedia dalam lingkungan eksternal. Dengan kata lain, penyelenggara dan pengelola lingkungan eksternal. Dengan kata lain, penyelenggara dan pengelola pembangunan daerah harus mampu meraih semua peluang berdasarkan pembangunan daerah harus mampu meraih semua peluang berdasarkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki. Setiap peluang harus ditangkap berdasarkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki. Setiap peluang harus ditangkap berdasarkan pertimbangan kekuatan yang dmiliki, bukan sekedar karena adanya peluang pertimbangan kekuatan yang dmiliki, bukan sekedar karena adanya peluang tersebut.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world's largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
tersebut tidak bisa diatasi dengan kekuatan internal maupun kekuatan eksternal tersebut tidak bisa diatasi dengan kekuatan internal maupun kekuatan eksternal yang ada, maka perlu dicari jalan keluarnya, agar ancaman tersebut tidak akan yang ada, maka perlu dicari jalan keluarnya, agar ancaman tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang terlalu besar.
memberikan dampak negatif yang terlalu besar.
Strategi WT
Strategi WT
Strategi WT adalah taktik mempertahankan kondisi yang diusahakan dengan Strategi WT adalah taktik mempertahankan kondisi yang diusahakan dengan memperkecil kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. Dengan memperkecil kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. Dengan kata lain, jika sekiranya ancaman yang akan datang lebih kuat dari upaya kata lain, jika sekiranya ancaman yang akan datang lebih kuat dari upaya pengembangan, maka hal yang perlu dilakukan, adalah dengan menghentikan pengembangan, maka hal yang perlu dilakukan, adalah dengan menghentikan sementara usaha ekspansi pengembangan, dengan menunggu ancaman sementara usaha ekspansi pengembangan, dengan menunggu ancaman eksternal yang datang menjadi hilang atau reda.