• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ditulis oleh administrator Rabu, 16 May :53 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 15 Desember :33

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ditulis oleh administrator Rabu, 16 May :53 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 15 Desember :33"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Bandung, terletak dikoordinat 107° BT dan 6° 55' LS. Luas kota Bandung adalah 16.767 Hektare. Kota ini secara goegrafis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, dengan

demikian sebagai ibu kota provinsi, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya. Dan Bandung kota berhawa sejuk dengan suhu rata-rata 25° C yang merupakan kota metropolitan baru. Karena iklimnya yang sejuk dan topografinya yang unik maka Bandung dijadikan kota wisata oleh Pemerintahan Kolonial Belanda. Kota yang semula dirancang hanya untuk 200.000 penduduk itu kini sudah dihuni oleh lebih dari 2 (dua) juta jiwa karena ada arus pendatang dari wilayah seputar Bandung. Secara Topografis Bandung merupakan cekungan yang terbentuk dari Danau purba Bandung. Cekungan Bandung yang luasnya 2.283 Km² itu terdiri dari dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Berkembangnya jumlah penduduk dan tingginya arus urbanisasi ke kota ini menyebakan tingginya kepadatan penduduk yang mencapai 10.899 jiwa per Km² dan selaras dengan itu diikuti pula peningkatan permintaan perumahan dengan sarana penunjang diantaranya air minum dan air limbah.

Sejarah pendirian PDAM Kota Bandung dimulai sejak zaman penjajahan Belanda di

Indonesia. Pembentukan PDAM Kota Bandung sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berdasarkan peraturan Daerah (Perda) Kotamadya Bandung Nomor 7/PD/1974 jo Perda Nomor 22/1981 jo Perda Nomor 08/1987 yang telah diubah untuk terakhir kalinya dengan Perda nomor 15 Tahun 2009, dengan perkembangan organisasi sebagai berikut :

Tahun 1916 - 1928 : Stadsgemente Water Leiding Bandung Tahun 1928 - 1943 : Technische Ambtenaar

(2)

Tahun 1943 - 1945 : Sui Doko

Tahun 1945 - 1954 : Perusahaan Air

Tahun 1953 - 1965 : Dinas Perusahaan Bagian B (DPB) Tahun 1965 - 1974 : Dinas Teknik Penyehatan (DTP)

Tahun 1974 : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung Tahun 1987 : Pengelolaan Air Kotor masuk ke dalam PDAM

Tahun 2009 - Sekarang

:  PDAM Kota Bandung berganti nama menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung

Pada tahun 1978 sampai dengan tahun 1985 untuk meningkatkan debit air, mulai

dilaksanakan fisik Pengembangan Air Minum Tahap I atau BAWS I, dengan membuat Sumur Artesis sepanjang jalan kereta api. Tahun 1985 sampai dengan 1991 membangun Mini Plant Cibeureum dengan air bakunya dari Sungai Cibeureum, Mini Plant Pakar, air bakunya dari Sungai Cikapundung dan membangun Intake Siliwangi serta pembangunan saluran air kotor sepanjang 176,30 km.

Dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, maka masalah-masalah sanitasi lingkungan merupakan masalah yang cukup penting untuk diperhatikan, diantaranya masalah pembuangan air kotor.

Pada tahun 1978 - 1979 Pemerintah Kota Bandung melaksanakan studi "Bandung Urban Development and Sanatary" yang mengusulkan strategi penanganan pengembangan Divisi Air Kotor Kota Bandung.

Pada tahun 1979 - 1994 Pemerintah Kota Bandung melalui " Bandung Urban Development Project (BUDP)" tahap I dan II memperoleh bantuan dana dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan penyertaan modal dari Pemerintah untuk membangun sarana air limbah dan Instalasi Pengolahan Pengolahan Air Limbah.

Sarana air limbah yang dibangun berupa jaringan perpipaan air limbah yang berada di daerah berpenduduk padat yaitu Bandung Barat, Bandung Timur dan Bandung Tengah-Selatan, sedangkan Instalasi Pengolahan Air Kotor dibangun di Desa Bojongsari Kecematan Bojongsoang Kabupaten Bandung.

(3)

- Sejarah pendirian PDAM Kota Bandung dimulai sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Pembentukan PDAM Kota Bandung sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kotamadya Bandung Nomor 7/PD/1974. Dikukuhkan dan disyahkan oleh Gubernur Jawa Barat tanggal 31 Oktober 1974 No.

340/AU/Perund/SK/1974.

- Peraturan Daerah No.22/PD/1981 tentang perubahan untuk pertama kali PERDA tentang pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum Dati II Bandung.

- Diubah untuk terakhir kalinya dengan Perda Nomor 08 Tahun 1987, Pengelolaan Air Kotor masuk ke dalam PDAM Kota Bandung.

- Per tanggal 07 November 2009 PDAM Kota Bandung berganti nama menjadi Perusahaa n Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung

yang telah disahkan oleh Walikota Bandung melalui Peraturan Daerah Kota Bandung No. 15 Tahun 2009 tentang Perusahaan Daerah Air Minum

Bandung is situated at the coordinates 107o E and 6o 55’ S. With an total area of 16,767 HA,

the city is geographically located in the middle of West Java Province. Therefore, as the capital of the Province and as a new metropolitan, Bandung has a strategic place area in relation to the surrounding areas. Bandung has a mild climate with an average temperature of 25 o

C. It was the unique topography and cool climate that made the Dutch colonial administration made Bandung a tourist destination. Originally designed to be inhabited by only 200,000 people, Bandung now has a population of over 2 million. The population may even reach 2.5 million during the day as people commute from the surrounding towns. Topographically, Bandung is a basin that formed from the ancient lake of Bandung. Covering an area of 2,283 square kilometers, Bandung Basin consists of two administrative regions, namely Bandung Municipality and Bandung Regency. The growing population and high urbanization have increased the city’s density into 10,899 inhabitants per square kilometer, which has also consequently increased demands for housing and its infrastructure, including clean water supply and waste water treatment.

The history of PDAM Kota Bandung began during the Dutch colonial administration in Indonesia. Its gained a status as a Regional Enterprise after the enactment of Municipal

Regulation Number 7/PD/1974, which has been amended by Municipal Regulation Number 15 Year 2009. PDAM Kota Bandung has undergone the following organizational development:

(4)

1928-1943 : Technische Ambtenaar

1943-1945 : Sui Doko

1945-1954 : Water Enterprise (Perusahaan Air)

1953-1965 : Corporate Service Section B

1965-1974 : Sanitary Technical Agency (DTP)

1974 : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung

1987 : Wastewater Treatment was integrated into PDAM

2009 : PDAM Kota Bandung was renamed Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung

From 1978 to 1985, to increase water discharge, PDAM started to build Water Supply Phase I or BAWS I, by drilling artesian wells along the existing rail track. From 1985 to 1991, Mini Plant Cibeureum and Mini Plant Pakar were constructed, taking raw meter respectively from Cibeureum River and Cikapundung We built Intake Siliwangi and sewers along 176.30 KM.

With the relatively high population growth, environmental sanitation problems, particularly sewage problem, are issues that urgently need consideration.

(5)

Urban Development and Sanitary”, which proposed strategies for the development of Wastewater Division in Bandung.

During 1979-1994 Bandung Municipal Government through the “Bandung Urban

Development Project (BUDP)” Phase I and II obtained financial assistance from the Asian Development Bank (ADB) and equity investment from the Government to build wastewater facilities and Wastewater Treatment Plants.

The wastewater facility, i.e. wastewater pipeline network, was located in densely populated West Bandung, East Bandung, and Middle-South Bandung, while the Waste Water Treatment Plant was built in Bojongsari Village, Bojongsoang Sub-district, Bandung Regency.

-

The history of the establishment of PDAM Kota Bandung began in the Dutch colonial era in Indonesia. The establishment of PDAM Kota Bandung as Municipal Enterprises (BUMD) was based on Bandung Municipal Regulation Number 7/PD/1974, stipulated and approved by the Governor of West Java on October 31, 1974, No.340/AU/Perund/SK/1974.

-

Regional Regulation No.22/PD/1981 on first amendment of establishment of PDAM Dati II Bandung.

-

Regulation No.08 Year 1987, final amendment that put Wastewater Treatment under the responsibility of PDAM Kota Bandung.

-

As per November 7 2009, endorsed by Bandung Mayor through Municipal Regulation No.15 Year 2009 on Municipal Water Supply Enterprise, PDAM Bandung was renamed PDAM

(6)

Tirtawening Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini diharapkan bagi pihak atau intansi lain terkait dalam hal ini Minimarket Rita Jaya Tegal, agar penelitian yang dilakukan ini dapat memberikan manfaat berupa

Sehingga kita bisa menterapi orang lain secara tepat dan efektif dengan metoda atau.. gaya

Penelitian ini membahas perusahaan pengelolaan sumber air di Kota Bandung untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun pengelolaan air limbah masyarakat Kota

Kelemahan dari buku ini adalah buku ini tidak memuat tentang data dan fakta yang diambil dari eksperimen-eksperimen ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan sehingga membuat para

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dijelaskan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan profil lulusan Alih Jenis Manajemen

1) Laporan Realisasi Anggaran (LRA); menyajikan ikhtisa sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penempatan cantilever absorber DDVA-dependent pada ujung system dengan rasio inersia massa absorber 1/10 mampu mereduksi

Perintah untuk pemberian ukuran pada garis yang berbentuk lingkaran dan akan Perintah untuk pemberian ukuran pada garis yang berbentuk lingkaran dan akan tampak symbol diameter..