BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KAJIAN TEKNOLOGI 2.1 Tinjauan Pustaka
Hasil studi dari beberapa referensi, jurnal, artikel, dan browsing internet, didapatkan bahwa topik tentang bandwidth management ini sudah banyak dikemukakan. Berikut beberapa diantaranya studi-studi yang terkait dengan topik pada tugas akhir ini:
1. Pada [4] menjelaskan tentang bagaimana memperkirakan kebutuhan bandwidth untuk klien. Menurutnya, terdapat beberapa istilah yang sering digunakan oleh ISP dalam mendeskripsikan besaran bandwidth, yaitu istilah CIR, clear channel dan sharing/burstable. CIR adalah istilah yang menyatakan minimum besarnya bandwidth yang dijamin dapat diterima. Jika membeli bandwidth 64 kbps dengan CIR juga 64 kbps maka bandwidth itu dikatakan 64 kbps clear channel. Sebaliknya, jika membeli bandwidth 64 kbps dengan CIR 32 kbps maka bandwidth itu dikatakan burstable atau share (dibagi). Bandwidth sebesar 64 kbps share 2 (dua) artinya bandwidth tersebut dibagi dengan 2 (dua) klien. Jika klien yang satu tidak sedang menggunakan, maka klien lainnya dapat menikmati bandwidth sebesar 64 kbps, namun jika keduanya sedang aktif, maka masing-masing hanya dapat menikmati bandwidth sebesar 32 kbps (CIR = 32 kbps). Hal yang sama berlaku untuk bandwidth dengan keterangan share 4 (CIR = 16 kbps). Perangkat yang digunakan untuk bandwidth management menggunakan PC dengan sistem operasi LINUX. Pada pengerjaannya selain melakukan pengaturan bandwidth, juga dilakukan beberapa pengaturan lain seperti Packet Bandiwdth, Use Slot, Mark Packet, IP Address, Active dan Inactive.
2. Pada [5] merancang suatu jaringan RT/RWnet yang ekonomis dan terjangkau, serta memberi solusi dalam pembagian bandwidth yang adil dan merata. Metoda yang digunakan adalah queue tree sebagai metoda untuk pengaturan bandwidth-nya. Dari pengaturan bandwidth ini diharapkan klien dapat mengakses internet dengan mudah, akses internet menjadi murah, dan pembagian bandwidth adil dan stabil
untuk setiap klien. Metoda queue tree ini digunakan untuk membatasi traffic pada jaringan multi-qlient dan mengatur besar/kecil bandwidth yang akan diterima klien. Implementasinya ditujukan untuk banyak klien dan pemakaian dengan jangkauan coverage hotspot yang sangat luas. Perangkat yang digunakan adalah wireless Access Point TP-Link WA-501 sebagai radio penerima dan menggunakan Access Point TP-Link WA-5210G sebagai pemancar. Access point tersebut ditambahkan dengan Antena Grid 24 dBi untuk memperkuat jangkauan sinyal konektifitas ke ISP. Untuk pengaturan jaringannya menggunakan Mikrotik Routerboard RB750.
3. Pada [3] dalam studi kasusnya yang berjudul “Membangun Manajemen Bandwidth Wireless Menggunakan Squid Delay Pools”. Studi kasus itu berisi tentang penelitian bandwidth management menggunakan Squid Delay Pools di Proxy Server yang tujuannya membatasi kecepatan akses paket. Squid Delay Pools adalah salah satu bentuk pengaturan bandwidth dengan ukuran yang sama tanpa mengganggu bandwidth dari host/user yang lain. Metoda yang dipakai adalah ACL sama seperti simple queue pada Mikrotik umumnya, namun konfigurasi yang dibuat tidak terlalu rumit. Perangkat hardware yang digunakan adalah komputer dengan menggunakan sistem operasi LINUX Ubuntu 10.04 LTS, ADSL Modem dengan layanan internet broadband Telkom Speedy dengan kecepatan up to 1 Mbps. Sedangkan perangkat software yang digunakan adalah putty, MRTG.
2.2 Kajian Teknologi 2.2.1 Jaringan Komputer
Jaringan komputer memiliki beberapa definisi yang berbeda dari setiap sumber, tetapi memiliki makna yang hampir sama. Berikut adalah beberapa diantara definisi jaringan komputer dari beberapa sumber:
1. Pada [6] menuliskan bahwa jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi, dan dapat
mengakses informasi. Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan. Pihak yang meminta/menerima layanan disebut client, sedangkan yang memberikan/mengirim layanan disebut server. Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah nic card, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak yang akan membentuk sebuah jaringan komputer sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti hub, bridge, switch, router, gateway sebagai peralatan interkoneksinya. 2. Pada [7] mendefinisikan pengertian jaringan komputer yang telah
dialih bahasakan, bahwa pengertian jaringan komputer secara eksplisit adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang terhubung. Ketika komputer ini tergabung dalam jaringan, maka orang dapat berbagi file dan peripheral seperti modem, printer, tape drive cadangan, atau CD-ROM drive. Secara luas jaringan komputer bisa terhubung ke beberapa lokasi yang terhubung dengan menggunakan layanan yang tersedia dari perusahaan penyedia layanan internet, sehingga jaringan komputer dapat mengirim e-mail, berbagi link ke internet global, atau melakukan konferensi video secara real time dengan pengguna jarak jauh lainnya.
3. Pada [1] menerangkan bahwa jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data yang bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel-kabel memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling berbagi dokumen dan data, mencetak dokumen menggunakan printer yang sama dan juga dapat saling menggunakan perangkat lunak ataupun perangkat keras yang terhubung dalam jaringan. Setiap komputer, printer atau peralatan lain yang terhubung dalam jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, ribuan, atau bahkan jutaan node.
Dari beberapa sumber tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa jaringan komputer adalah sebuah sistem untuk mengalirkan informasi dari pengirim (server) ke penerima (client) dengan menggunakan gabungan dari perangkat keras (komputer printer, kabel, dll) dan perangkat lunak (sistem operasi) yang diatur sedemikian rupa sehingga informasi dapat diterima dengan baik di sisi penerima.
Desain yang sering digunakan pada jaringan komputer terdiri dari 3 (tiga) macam, yaitu:
1. LAN
LAN adalah jaringan komputer yang cakupan wilayahnya sempit. Misalnya jaringan komputer di sekolah, kampus, ataupun di dalam ruangan perkantoran. Biasanya jaringan ini terdiri dari beberapa perangkat komputer yang dihubungkan dengan menggunakan switch/hub. Saat ini kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-Fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Karakteristik yang dimiliki oleh jaringan LAN adalah sebagai berikut [10]:
a. Mempunyai kecepatan data yang lebih tinggi; b. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit;
c. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi.
2. MAN
Cakupan wilayah jaringan MAN lebih besar dibandingkan dengan jaringan LAN. Biasanya digunakan untuk sistem jaringan pada suatu kota bahkan negara. Jaringan MAN ini merupakan gabungan dari beberapa jaringan LAN di suatu tempat. Contohnya jaringan komputer pada bank (sistem perbankan). Setiap bank pasti mempunyai kantor cabang di tempat-tempat yang berbeda, di setiap kantor cabang itu memiliki jaringan LAN sendiri. Gabungan dari beberapa jaringan LAN dari beberapa kantor yang saling berhubungan membentuk suatu jaringan yang disebut jaringan MAN. MAN biasanya mampu menunjang data teks dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan
jaringan televisi kabel atau gelombang radio. Jangkauan dari MAN ini antara 10 hingga 50 KM. Ada beberapa kerugian dari jaringan MAN, yaitu:
a. Biaya operasional mahal;
b. Instalasi infrastrukturnya tidak mudah;
c. Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting). 3. WAN
Cakupan wilayah jaringan WAN sangat luas melintasi antar benua dan antar negara. Jaringan WAN ini sudah menggunakan jaringan internet, sehingga biasanya dibutuhkan pihak lain untuk penyedia layanan internetnya atau yang biasa disebut dengan ISP. Beberapa aplikasi penggunaan WAN ini diantaranya adalah:
a. Penggunaan kartu kredit di seluruh dunia;
b. Pengambilan uang dengan jaringan internasional (ATM Internasional);
c. Komunikasi antar kantor menggunakan email, chatting, dan video.
2.2.2 IP Address
IP address atau umum disebut dengan IP adalah deretan angka-angka biner yang menunjukan identitas dari sebuah perangkat baik komputer, router, ataupun perangkat lainnya pada sebuah jaringan komputer. Alamat IP harus unik, dan hanya digunakan oleh 1 (satu) perangkat saja pada jaringan setempat. Alamat IP secara global dialokasikan oleh RIR (Regional Internet Register) ke ISP. ISP kemudian memberikan blok-blok IP yang lebih kecil kepada pelanggan mereka sesuai dengan keperluan. Setiap pemakai internet mendapatkan alamat IP dari ISP, alamat IP ini dikenal sebagai alamat IP Publik.
RIR dibagi ke dalam 5 (lima) regional berdasarkan letak geografisnya, yaitu [8]:
a. African Network Information Centre (AfriNIC); b. Asia Pacific Network Information Centre (APNIC); c. American Registry for Internet Numbers (ARIN);
d. Regional Latin-American and Caribbean IP Address Registry (LACNIC);
e. Reseaux IP Europeens (RIPE NCC).
Dalam pengelolaannya, IP address dibagi menjadi 5 (lima) kelas, berikut adalah pembagian ke-5 (lima) kelas dari IP tersebut [9]:
a. Kelas A
Terdiri dari 8-bit yang digunakan untuk network ID dan 24-bit yang digunakan untuk host ID. Bit MSB berada di paling kiri dengan nilai selalu 0. Sehingga untuk alamat minimumnya semua bit diisikan dengan 0.
00000000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
0.0.0.0 (desimal)
Sedangkan untuk alamat maksimumnya, semua bit diisikan dengan 1, kecuali bit pertama paling kiri.
01111111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
127.255.255.255 (desimal)
Karena dalam kelas A, bit yang dialokasikan untuk alamat host sebanyak 24-bit (224), sehingga alamat ini dipakai untuk jaringan besar (big network). Alamat 0.0.0.0 tidak boleh digunakan untuk IP komputer/host, karena IP tersebut secara otomatis akan digunakan oleh sistem sebagai alamat jaringan (network ID), dan tidak diperkenankan memberi IP 255.255.255.255 untuk komputer/host, karena IP tersebut akan digunakan otomatis menjadi alamat broadcast. Alamat 127.0.0.1 adalah alamat khusus yang digunakan untuk local host (loopback), sehingga tidak boleh digunakan untuk host ID.
b. Kelas B
Terdiri dari 16-bit yang digunakan untuk network ID dan 16 bit digunakan untuk host ID. Bit MSB berada di paling kiri dengan nilai selalu 10. Untuk mendapatkan alamat minimumnya semua bit diisikan dengan 0. 10000000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner) 128.0.0.0 (desimal)
Dan untuk alamat maksimumnya, semua bit diisikan dengan 1 kecuali 2 bit pertama 10.
10111111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
191.255.255.255 (desimal)
Karena dalam kelas B ini bit yang dialokasikan untuk host sebanyak 16-bit (216), sehingga alamat ini biasa digunakan untuk jaringan sedang.
c. Kelas C
Bit yang dialokasikan untuk network ID sebanyak 24-bit, dan bit yang dialokasikan untuk host ID sebanyak 8-bit. Bit MSB berada paling kiri dengan nilai selalu 110. Untuk mendapatkan nilai minimumnya, dengan cara mengisikan semua bit dengan biner 0.
11000000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
192.0.0.0 (desimal)
Untuk mendapatkan alamat maksimumnya, isikan semua bit dengan biner 1 kecuali bit 3 paling kiri.
11011111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
223.255.255.255 (desimal)
Karena dalam kelas C bit yang dialokasikan untuk alamat host sebanyak 8-bit (28), maka alamat ini biasa dipakai untuk jaringan kecil. d. Kelas D
Pada jaringan kelas D, semua bit digunakan untuk keperluan multicasting. MSB berada pada bit yang paling kiri dan selalu bernilai 1110. Untuk mendapatkan nilai minimumnya dengan cara memasukan biner 0 ke semua bit.
11100000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
224.0.0.0 (desimal)
Sedangkan untuk mendapatkan nilai maksimumnya adalah dengan mengisikan biner 1 pada semua sisa bit.
11101111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
239.255.255.255 (desimal)
e. Kelas E
Nilai minimum untuk kelas E adalah
11110000.00000000.00000000.00000000 (nilai biner)
240.0.0.0 (desimal)
Sedangkan untuk nilai maksimumnya adalah
11110111.11111111.11111111.11111111 (nilai biner)
247.255.255.255 (desimal)
Alamat ini digunakan untuk keperluan masa yang akan datang.
Untuk pengalamatan IP di jaringan lokal, biasanya tidak membutuhkan jatah dari alamat IP publik yang diberikan oleh ISP. Jaringan lokal biasanya menggunakan IP private untuk pengalamatan perangkatnya. Saat ini ada 3 (tiga) blok alamat IP private yang dialokasikan olah IANA, yaitu:
a. Kelas A : 10.0.0.1 – 10.255.255.254; b. Kelas B : 172.16.0.1 – 172.31.255.254; c. Kelas C : 192.168.0.1 – 192.168.255.254.
Alamat-alamat di atas tidak digunakan untuk koneksi ke internet, biasanya hanya digunakan untuk jaringan lokal perkantoran ataupun sekolah-sekolah. Walaupun ada beberapa ISP yang menggunakan IP private daripada IP publik untuk pelanggan mereka, ini mempunyai kerugian yang serius. Karena IP private tidak bisa langsung dikoneksikan ke internet. Untuk menyambungkan IP private agar bisa koneksi dengan internet, harus menggunakan NAT dan biasanya dilakukan di gateway antara jaringan private dengan internet.
2.2.3 Routing
Routing adalah proses di mana router meneruskan paket data dari atau menuju alamat yang ditentukan. Router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Dari routing ini, dapat diketahui ke mana paket data akan dikirimkan. Biasanya routing ditentukan berdasarkan jalur yang paling
baik dan terpendek. Terbaik maksudnya adalah mempunyai bandwidth yang memadai untuk dilalui paket data, dan terpendek artinya jalur tercepat dari aspek latensi. Router merekomendasikan jalur yang digunakan untuk melewatkan paket berdasarkan informasi yang terdapat pada tabel routing. Pada router Mikrotik, tabel routing berisi tentang:
a. Dst. Address, yaitu alamat network tujuan; b. Src. Address, yaitu alamat network asal;
c. Gateway, yaitu protokol terdekat yang digunakan untuk keluar masuk paket data;
d. Distance, yaitu sebuah nilai yang menunjukan jarak untuk mencapai network tujuan. Metrik tersebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).
Terdapat 2 (dua) macam routing, yaitu: 1. Static Routing
Static Routing adalah konfigurasi routing yang dilakukan secara manual, baik penambahan routing maupun pengurangan routing harus dilakukan secara manual oleh admin jaringan tersebut. Routing ini tidak relevan jika digunakan pada jaringan berskala besar yang melibatkan banyak router, karena akan sangat menyulitkan ketika update routing jika topologi jaringan berubah. Untuk konfigurasi static routing pada Mikrotik, menggunakan perintah [admin@MikroTik] ip
route add gateway = (isikan dengan ip gateway) dst-address= 0.0.0.0/0. 0.0.0.0/0 dimaksudkan agar semua IP yang ada pada tabel
routing diteruskan menuju gateway yang ditentukan. Lalu selanjutnya menentukan IP mana saja yang akan diteruskan dengan menggunakan perintah pada sub-menu IP Route Rules. Perintah yang digunakan adalah [admin@MikroTik] ip route rule add src-address=(isikan
dengan network/IP dimana paket data berasal) dst-address=(isikan dengan network/IP dimana paket data dituju) action=(isikan dengan pilihan apakah paket data akan diteruskan, accept, atau tidak boleh dilewatkan, drop) table=main.
2. Dynamic Routing
Dynamic Routing adalah routing yang digunakan untuk menemukan network yang akan dilalui dan melakukan update routing table pada router dengan sendirinya. Dengan menggunakan routing ini, paket data akan mencari sendiri jalur yang akan dilewati untuk sampai di alamat tujuan, lalu alamat-alamat IP yang dilewati akan dimasukan secara otomatis pada tabel routing. Macam-macam dynamic routing yaitu:
a. RIP
Routing ini menentukan jalur berdasarkan jumlah hop paling kecil dan router yang paling baik, dan kemampuannya terbatas hanya sampai 15 (lima belas) hop, nilai hop ke-16 (enam belas) tidak terjangkau (unreachable). Oleh karena itu, RIP hanya dapat bekerja di jaringan yang kecil. Broadcast akan di-update setiap 30 (tiga puluh) detik untuk setiap router. RIP ini terdiri dari 2 (dua) macam versi. RIP v1 menggunakan classfull routing, artinya semua alat harus berada menggunakan subnet mask yang sama. Ini karena RIP v1 tidak mengirimkan subnet mask di dalamnya. Sedangkan RIP v2 menggunakan classless routing, dapat mengirimkan subnet mask bersamaan dengan pengiriman paket data.
b. OSPF
Penentuan jalur dari routing ini berdasarkan pada kecepatan jaringan. OSPF cocok untuk jaringan yang besar, karena routing ini dapat menterjemahkan routing paket data dari protokol yang berbeda-beda. Misalnya, pada suatu jaringan besar terdapat beberapa router yang berbeda merek, dengan routing ini semuanya dapat terbaca dan terintegrasi dengan baik. Biasanya routing inilah yang digunakan oleh vendor-vendor jaringan. Cara kerja OSPF adalah dengan mengurutkan jalur-jalur terpendek, lalu kemudian tabel routing akan diisikan dengan jalur-jalur terbaik dari urutan jalur terpendek yang sudah dibuat.
c. IGRP
IGRP adalah routing protocol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap 90 (sembilan puluh) detik. Router yang menggunakan distance vector harus mengirimkan semua atau sebagian tabel routing dalam pesan routing update ke semua tetangganya. Isi dari informasi routing adalah identifikasi tujuan baru dan mempelajari apabila terjadi kegagalan. Routing ini mengukur jarak secara matematis. Pengukuran ini dikenal dengan nama distance vector. Konfigurasinya menggunakan beberapa variable, misalnya bandwidth, delay, load, dan realibility.
d. EIGRP
Routing ini hanya digunakan oleh router Cisco maka sering disebut sebagai proprietary protocol pada Cisco. EIGRP ini hanya dapat digunakan oleh sesama router Cisco saja. Protokol yang digunakan ada 2 (dua) yaitu distance vector dan link state. EIGRP dan IGRP dapat dikombinasikan satu sama lain, karena EIGRP merupakan penyempurnaan dari IGRP.
e. BGP
Routing ini merupakan salah satu jenis routing protokol yang ada di dunia komunikasi data. Cara kerja routing ini adalah dengan mengumpulkan rute, pertukaran rute, dan menentukan jalur terbaik ke alamat tujuan. Perbedaan BGP dengan routing lainnya adalah routing ini termasuk ke dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protocol, yang bekerja dengan cerdas untuk merawat path-path ke jaringan lainnya.
2.2.4 Pengertian Bandwidth
Ada beberapa macam versi pengertian bandwidth. Bandwidth menurut ilmu komputer adalah bandwidth digital, yaitu banyaknya ukuran suatu data atau informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam sebuah jaringan di waktu tertentu [4]. Dihitung dalam satuan bit per sekon.
Bandwidth menurut telekomunikasi adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam hal ini, bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi
tinggi dan sinyal frekuensi rendah. Inilah yang banyak disebut sebagai bandwidth analog, frekuensi sinyalnya diukur dalam satuan Hertz. Jalur lebar digital pula merujuk kepada jumlah atau volume data yang dilewatkan melalui satu saluran komunikasi yang diukur dalam unit bit per second (bps) tanpa melibatkan gangguan. Lebar jalur yang digunakan untuk transmisi merupakan bandwidth analog, sedangkan bandwidth digital adalah jalur yang khusus disediakan untuk melewatkan data pada suatu jaringan.
Berikut adalah formula Shannon (1948) untung menghitung bandwidth digital:
Data Rate = Lebar Pita Frekuensi x 2Log(1+S/N) ... (1)
Keterangan:
Data rate : banyaknya informasi yang dapat dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi dalam satu satuan waktu (bit per second, bps).
Lebar pita frekuensi : spektrum sinyal yang dapat melewati suatu saluran komunikasi yang dibatasi oleh frekuensi cut off. Frekuensi cut off adalah frekuensi output yang amplitudonya turun -3 dB dari frekuensi input.
S/N (Signal to Noise) : menunjukan kualitas transmisi. Perbandingan antara daya sinyal yang dipancarkan dengan daya derau atau “kebisingan” (noise) yang mengganggu penyaluran atau transmisi sinyal.
Adapula pengertian bandwidth dalam dunia web hosting, sering dikenal dengan bandwidth capacity yaitu nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, suara, dan lainnya) yang terjadi antara server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu. Contohnya 5 GB/bulan, yang artinya besaran maksimal transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien adalah 5 GB, jika bandwidth habis maka website tidak dapat dibuka sampai dengan bulan baru. Semakin banyak fitur di dalam website seperti gambar, video, suara, dan lainnya, maka semakin banyak bandwidth yang akan terpakai.
Sekarang sudah menjadi umum jika kata bandwith lebih banyak dipakai untuk mengukur aliran data digital. Satuan ini menggambarkan berapa banyak bit
(angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lainnya dalam setiap detiknya melalui suatu media. Bandwidth ini adalah lebar jalur transmisi, berbeda dengan istilah jalur (band), seperti pada telepon tanpa kabel, misalnya telepon tanpa kabel beroperasi pada band frekuensi 800 MHz.
Bandwith digital dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:
a. Up Stream adalah bandwith yang digunakan untuk mengirim data (misal mengirim file melalui FTP ke salah satu alamat jaringan); b. Down Stream adalah bandwidth yang digunakan untuk menerima data
(misal menerima file atau data dari satu alamat jaringan). Besarnya tiap komponen bandwidth tersebut dapat tidak sama atau sama satu sama lain.
Adapula konsep throughput adalah bit rate aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang men-download suatu file. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bandwidth adalah jumlah bit yang dapat dikirimkan dalam satu detik pada bit rate tertentu, sedangkan throughput walaupun memiliki satuan dan rumus yang sama dengan bandwidth, tetapi throughput lebih kepada menggambarkan bandwidth yang sebenarnya pada suatu waktu tertentu dan pada kondisi dan jaringan internet tertentu yang digunakan untuk men-download suatu file dengan ukuran tertentu.
Perhitungan throughput melibatkan beberapa faktor seperti error yang terjadi pada saat pengiriman, jumlah paket yang dikirimkan, besar data yang dikirim pada setiap paket, dan masih banyak faktor lainnya yang mempengaruhi perhitungan throughtput secara spesifik. Tetapi, sederhananya throughput dapat dianalogikan seperti contoh berikut, file yang akan di-download dengan ukuran 64 kb selesai dalam waktu 1 (satu) detik, tetapi setelah diukur memerlukan waktu 4 detik. Maka throughput adalah 64 kb/4 detik = 16 kbps.
2.2.5 Bandwidth Management
Bandwidth management adalah serangkaian mekanisme kontrol yang menilai data alokasi, penundaan variabilitas, tepat waktu pengiriman, dan kehandalan pengiriman dalam mengelola jalur internet agar kecepatannya menjadi efektif dan efisien. Dengan bandwidth management, kita dapat mengatur bandwidth sesuai dengan kebutuhan [6].
Router Mikrotik RB750 mempunyai default setting yang bisa langsung digunakan untuk bandwidth management. Implementasi QoS di Mikrotik banyak bergantung pada sistem HTB. HTB memungkinkan untuk membuat queue menjadi lebih terstruktur, dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan bertingkat [10].
Ada 2 (dua) cara bandwidth management yang ada pada Mikrotik, yaitu dengan simple queue dan queue tree.
a. Simple Queue
Cara ini membatasi bandwidth untuk satu IP. Sehingga, apapun keadaannya, setiap klien akan selalu mendapatkan bandwidth yang sudah ditetapkan. Biasanya cara ini digunakan oleh para pemilik warnet games online, karena selalu membutuhkan koneksi yang stabil. b. Queue Tree
Cara ini membatasi bandwidth untuk lebih dari satu IP. Contohnya, 4 klien mengakses pada satu waktu, maka bandwidth akan dibagi rata kepada setiap klien, dan apabila hanya 1 (satu) klien yang melakukan akses, maka klien tersebut akan secara otomatis mendapatkan bandwidth penuh. Cara paling mudah untuk melakukan queue dengan queue tree adalah dengan menentukan parameter-parameter:
(i) Parent (yang harus diisi dengan outgoing interface);
(ii) Packet-mark (harus dibuat terlebih dahulu di ip-firewall-mangle); (iii) Max-limit (batas kecepatan maksimum) atau dikenal juga dengan
MIR.
Ada yang perlu diperhatikan mengenai HTB adalah:
a. HTB hanya dapat berjalan apabila rule queue client berada dibawah setidaknya 1 (satu) level parent, setiap queue klien memiliki parameter limit-at dan max-limit, dan parent queue harus memiliki besaran max-limit;
b. Jumlah seluruh limit-at klien tidak boleh melebihi max-limit parent;
Limit-at =
... (2)
c. Max-limit klien harus lebih kecil atau sama dengan max-limit parent;Max-limit =
...
(3) d. Untuk parent dengan level tertinggi, hanya membutuhkan max-limit(tidak membutuhkan parameter limit-at);
e. Untuk semua parent, maupun sub parent, parameter priority tidak diperhitungkan. Priority hanya diperhitungkan pada child queue; f. Perhitungan priority baru akan dilakukan setelah semua limit-at (baik
pada child queue maupun sub parent) telah terpenuhi.
2.2.6 User Management
User management pada sebuah jaringan didefinisikan sebagai sebuah sistem manajemen yang berfungsi untuk mengidentifikasi pengguna jaringan, sehingga dapat menyediakan level akses untuk setiap klien, layanan yang personal, dan identifikasi penggunaan jaringan oleh klien.
Elemen-elemen yang biasanya ada pada sebuah sistem user management adalah [11]:
a. Klien
Adalah orang yang dapat mengakses layanan-layanan yang disediakan oleh jaringan, data-data klien tercatat dengan baik dan detail dan disimpan dalam sistem user management;
b. Role
Adalah peranan seorang klien dalam sistem. Peranan ini akan membatasi tanggung jawab dan hak pengguna dalam penggunaan sistem;
c. Object
Adalah sebuah entitas yang menyimpan dan menerima informasi; d. Operasi
Adalah sebuah proses fungsi yang dieksekusi dalam sistem yang dipicu oleh permintaan dari pengguna;
e. Hak Akses
Adalah hak untuk melakukan operasi pada sebuah objek pada sistem oleh seorang klien;
f. Session
Adalah mapping dari klien ke banyak role;
g. Group
Adalah agregasi dari klien dan group.
Sistem autentikasi bisa digunakan dalam jaringan WLAN, di mana untuk setiap klien yang akan melakukan koneksi ke internet, akan terlebih dahulu masuk ke dalam login page sistem autentikasi tersebut. WLAN adalah sistem transimi data yang didesain untuk menyediakan akses jaringan yang tidak terbatas tempat atau lokasi antar perangkat komputer dengan menggunakan gelombang radio.
Metoda yang digunakan dalam sistem autentikasi ini adalah metoda RADIUS. RADIUS umumnya digunakan oleh ISP atau penyedia layanan internet untuk melakukan AAA [12]. Authentication adalah pembuktian keaslian, Authorization adalah otoritas atau pemberian hak, dan Accounting adalah akuntansi atau perhitungan.
Contoh penggunaan authentication ini adalah misalnya digunakan untuk akun internet dial-up pada saat melakukan browsing. Selain itu, membuka email dan mengirim email, juga termasuk kedalam aplikasi penggunaan AAA ini. Bahkan saat sekarang ini dapat digunakan untuk VPN. Semua protokol tersebut dilakukan oleh manusia, yang terjadi sebenarnya adalah komputer harus mempunyai satu set protokol dan proses untuk memverifikasi authentication yang telah dibuat.
Server RADIUS menyediakan mekanisme keamanan dengan menangani autentikasi dan otorisasi koneksi yang dilakukan klien. Pada saat klien terhubung ke jaringan, maka server RADIUS akan meminta identitas klien (username dan password) untuk kemudian dicocokan dengan data yang ada dalam database server RADIUS lalu ditentukan apakah klien diijinkan untuk menggunakan layanan dalam jaringan komputer. Jika proses autentikasi dan otorisasi berhasil maka proses pelaporan dilakukan, yakni dengan mencatat semua aktifitas koneksi klien, menghitung durasi waktu dan jumlah transfer data yang dilakukan oleh klien. Proses pelaporan yang dilakukan server RADIUS bisa dalam bentuk waktu (detik, menit, jam, dll) maupun dalam bentuk besar transfer data (Byte, KByte, MByte, dll) [13].
2.2.7 Billing
Jumlah tagihan hotspot atau billing hotspot adalah sebuah sistem billing untuk mengatur dan menghitung tarif pemakaian koneksi internet pada jaringan
komputer wi-fi atau wireless. Didasarkan pada standard 802.11x dengan berbagai metoda EAP Security, billing hotspot memiliki kompatibilitas dengan berbagai jenis hardware WLAN dan teknologi akses internet. Hal ini memungkinkan dibuat dan dimodifikasi agar layanannya cepat dengan biaya operasional yang murah. Billing hotspot juga menerapkan sistem AAA yang disediakan oleh Server RADIUS.
Proses perhitungan billing dapat dilakukan dengan 2 (dua) metoda, yaitu: a. Time Based Billing
Perhitungan billing dilakukan dengan menghitung jumlah dari durasi waktu pemakaian jaringan. Yang dimaksudkan durasi waktu yaitu berapa lama klien akan mengakses internet, yaitu dimulai dari klien melakukan authentication pada server, dan berakhir ketika klien melakukan logout. Waktu mulai akan dicatat oleh Server RADIUS ill field time start, sedangkan waktu berhenti akan dicatat pada field time close dalam database.
b. Volume Based Billing
Perhitungan billing dilakukan dengan menghitung akumulasi pemakaian bandwidth oleh klien. Besarnya pemakaian berdasarkan bandwidth ini dicatat ketika klien melakukan permintaan pemakaian layanan internet. Bandwidth yang dimaksud di sini mencakup pemakaian layanan yang dihitung dari besarnya bandwidth yang dikirim dan diterima oleh klien.
2.2.8 Router
Router adalah sebuah perangkat keras jaringan yang memungkinkan komputer terhubung antara satu dengan yang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan paket data atau informasi dari suatu sistem ke sistem tertentu.
1. Router Linksys
Salah satu router Linksys yang umum dipakai di pasaran dan dapat menunjang bandwidth management adalah router Linksys WRT54GL. Linksys WRT54GL merupakan Wireless Broadband Router yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) fungsi dasar yaitu sebagai Access Point (54Mbps G/802.11g dan 11Mbps Wireless-
B/802.11b), sebagai Switch yang terdiri dari 4 (empat) port full duplex 10/100 Ethernet dan sebagai Router yang berfungsi untuk mengatur dan membagi koneksi internet. Access Point ini memiliki dua konektor antena RP-TNC eksternal yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja access point, 1 (satu) port untuk koneksi kabel ke internet (WAN), 4 (empat) port ethernet switch dan sebuah tombol reset. Untuk mengkonfigurasinya bisa menggunakan web browser seperti Mozilla Firefox dengan alamat default 192.168.1.1 dengan user admin dan password kosong. Range harga router ini berkisar antara enam ratus ribu rupiah sampai tujuh ratus ribu rupiah [14]. Gambar 1.a menunjukan router Linksys WRT54GL tampak depan, sedangkan Gambar 1.b adalah tampak belakang.
a. b.
Gambar 1.Router Linksys WRT54GL a. Tampak depan
b. Tampak belakang
2. PC Router
PC router adalah sebuah perangkat komputer yang dialih fungsikan menjadi sebuah router. Umumnya, perangkat komputer yang dijadikan router berbasiskan LINUX, karena komputer LINUX dapat digunakan sebagai gateway/router sehingga memungkinkan untuk mengatur traffic data atau mengalokasikan bandwidth dari traffic data yang melewati komputer LINUX tersebut untuk memberikan jaminan
kualitas akses layanan internet bagi komputer-komputer dalam jaringan lokal [15]. Salah satu contoh adalah kernel 2.6.18-8.e15 dengan distribusinya menggunakan CentOS 5. Mengubah PC menjadi router bukanlah hal yang mudah, ditambah dengan operating system LINUX yang masih jarang digunakan sehingga mempersulit untuk pengkonfigurasian bagi orang awam.
3. Router Mikrotik
Mikrotik adalah router canggih berbasis sistem LINUX yang di dalamnya sudah mempunyai sistem operasi sendiri yang disebut dengan Mikrotik RouterOSTM [16]. Mikrotik RouterOSTM merupakan sistem operasi berbasis LINUX yang diperuntukan sebagai network router, menjadikan router network yang handal yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan tool, baik untuk jaringan kabel maupun wireless. Alat ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan jaringan komputer, mulai dari static routing, dynamic routing, hostspot, firewall, VPN, DHCP, DNS Cache, web proxy, dan beberapa fungsi lainnya. Salah satu router Mikrotik yang mendukung untuk bandwidth management adalah RouterBoard 750 (RB750). Gambar 2 memperlihatkan router Mikrotik RB750. Router ini sangat mungil, memiliki 5 (lima) buah port ethernet 10/100, dengan prosesor baru Atheros 400MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 (empat) dan adaptor 12 V. Untuk melakukan konfigurasi Mikrotik, paling mudah adalah dengan menggunakan WinBox, di mana tampilannya adalah GUI. Program ini berjalan di atas Windows. User interface penggunanya sangat mudah. Untuk Mikrotik yang belum memiliki IP address sekalipun, WinBox bisa dikoneksikan dengan cara scan MAC Address secara otomatis ketika router ini tersambung ke PC menggunakan kabel ethernet. Konfigurasi dasar dari RB750 ini adalah sebagai switch chip. Sehingga router ini memiliki kemampuan menggabungkan beberapa port menjadi 1 (satu) switch. Selain itu konfigurasi dasar dari router ini adalah DHCP client dan masquerade sudah terpasang di ethernet 1 (satu) yang sudah otomatis menjadi gateway menuju ISP, lalu ethernet 2 (dua) terkonfigurasi sebagai
master switch dan DHCP client sudah terkonfigurasi di ethernet tersebut, rentang DHCP client adalah 192.168.88.10 – 192.168.88.254.
Gambar 2. RouterBoard Mikrotik RB750
Selain dari itu, routerboard ini memiliki harga yang cukup terjangkau yaitu tiga ratus ribu rupiah untuk 1 (satu) perangkat dan sudah termasuk lisensi resmi.