• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kel 10 Metode Angka Penyabunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kel 10 Metode Angka Penyabunan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS KIMIA BAHAN MAKANAN ANALISIS KIMIA BAHAN MAKANAN

 (Penentuan Lemak

 (Penentuan Lemak Metode Angka Penyabunan)Metode Angka Penyabunan)

KELOMPOK 10 KELOMPOK 10

D

Deessi i AAssttrriiaannii 3311111122001111

S

Siillvviia a DDwwi i DDaammaaaannttii 331111112200!!""

#

#ii$$$$  %%iittrriiaannii 331111110000""!!

PROR&AM STUDI S1 %ARMASI PROR&AM STUDI S1 %ARMASI

STIKes

STIKes BAKTI TUNBAKTI TUNAS HUSAAS HUSADA TADA TASIKMALA'SIKMALA'AA

201" 201"

(2)

I( Dasar te)ri

Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid ,yaitu senyaa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non!polar,misalnya dietil eter  ("#$%O"#$%), Kloro&orm("$"l'), benena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut

*ahan!bahan dan senyaa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan at terlarut  +etapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiai Misalnya asam lemak dalam larutan KO$ berada dalam keadaan terionisasi dan menadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan kembali dengan menambahkan asam sul&at en-er (10 .) sehingga kembali menadi tidak terionisasi dan kembali mudah diekstraksi dengan  pelarut non!polar

 Lemak dan minyak merupakan senyaaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti /triester dari gliserol  adi lemak dan minyak uga merupakan senyaaan ester  $asil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol  Asam karboksilat ini uga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panang dan tidak ber-abang

2i&at!si&at Lemak dan Minyak

2i&at!si&at &isika Lemak dan Minyak

1 *au amis (&ish &la3or) yang disebabkan oleh terbentuknya trimetil!amin dari le-itin

# *obot enis dari lemak dan minyak biasanya ditentukan pada temperatu kamar

' 4ndeks bias dari lemak dan minyak dipakai pada pengenalan unsur kimia dan untuk penguian kemurnian minyak

5 Minyak6lemak tidak larut dalam air ke-uali minyak arak (-oastor oil0, sedikit larut dalam alkohol dan larut sempurna dalam dietil eter,karbon disul&ida dan pelarut halogen

% +itik didih asam lemak semakin meningkat dengan bertambahnya panang rantai karbon

(3)

7 8asa pada lemak dan minyak selain terdapat se-ara alami ,uga teradi karena asam!asam yang berantai sangat pendek sebaggai hasil penguraian  pada kerusakan minyak atau lemak

9 +itik kekeruhan ditetapkan dengan -ara mendinginkan -ampuran lemak  atau minyak dengan pelarut lemak

: +itik lunak dari lemak6minyak ditetapkan untuk mengidenti&ikasikan minyak6lemak

; 2hot melting point adalah temperratur pada saat teradi tetesan pertama dari minyak 6 lemak

10 slipping point digunakan untuk pengenalan minyak atau lemak alam serta  pengaruh kehadiran komponen!komponennya

2i&at!si&at kimia Minyak dan Lemak 1 Esteri&ikasi

Proses esteri&ikasi bertuuan untuk asam!asam lemak bebas dari trigliserida,menadi bentuk ester 8eaksi esteri&ikasi dapat dilakukanmelalui reaksi kimia yang disebut interi&ikasi atau penukaran ester yang didasarkan pada prinsip transesteri&ikasi <iedel!"ra&t

# $idrolisa

=alam reaksi hidrolisis, lemak dan minyak akan diubah menadi asamasam lemak bebas dan gliserol 8eaksi hidrolisi mengakibatkan kerusakan lemak dan minyak 4ni teradi karena terdapat terdapat seumlah air dalam lemak dan minyak tersebut

' Penyabunan

8eaksi ini dilakukan dengan penambhan seumlah larutan basa kepada trigliserida *ila penyabunan telah lengkap, lapisan air yang mengandung gliserol dipisahkan dan gliserol dipulihkan dengan penyulingan

(4)

Oksidasi dapat berlangsung bila teradi kontak antara seumlah oksigen dengan lemak atau minyak  teradinya reaksi oksidasi ini akan mengakibatkan bau tengik pada lemak atau minyak

2abun adalah sur&aktan yang digunakan bersama ai r  untuk men-u-i dan membersihkan 2abun biasanya berbentuk  padatan ter-etak yang disebut batang karena searah dan bentuk umumnya 2abun dibuat melaui reaksi saponi&ikasi 8eaksi saponi&ikasi merupakan reaksi hidrilis trigliserida dengan alkali (.aO$, KO$) 8eaksi pembuatan 2abun

Lemak dan minyak terdiri atas trigliserida!trigliserida +rigliserida terdiri dari tiga gugus asam lemak yang terikat pada gugus gliserol Asam lemak terdiri dari rantai karbon panang ("1#!"1:) yang berakhir dengan gugus asam karboksilat pada uungnya Pada umumnya, asam lemak rantai pendek arang digunakan karena menghasilkan sedikit busa

Lemak dan minyak yang digunakan untuk membuat sabun terdiri dari 9 asam lemak yang berbeda Apabila semua ikatan karbon dalam asam lemak terdiri dari ikatan tunggaldisebut asam lemak enuh, sedangkan bila semua atom karbon  berikatan dengan ikatan rangkap disebut asam lemak tak enuh Asam lemak tak   enuh dapat dikon3ersikan menadi asam lemak enuh dengan menambahkan atom

hydrogen pada lokasi ikatan rangkap umlah asam lemak yang tak enuh dalam  pembuatan sabun akan memberikan pengaruh kelembutan pada sabun yang

dibuat

enis alkali yang biasa digunakan dalam proses saponi&ikasi adalah .aO$, KO$, .a#"O', dan .$5O$ enis alkali yang sering digunakan adalah .aO$ namun si&atnya lebih lambat larut dalam air apabila dibandingkan dengan KO$.a merupakan alkali yang murah dan dapat menyabunkan asam lemak, tetapi tidak dapat menyabunkan trigliserida Pen-ampuran alkali yang berbeda dilakukan dengan tuuan untuk mendapatkan sabun dengan keunggulan tertentu

2abun dapat dibuat melalui proses bat-h atau kontinu Pada proses  bat-h, lemak atau minyak dipanaskan dengan alkali (.aO$ atau KO$) berlebih

(5)

dalam sebuah ketel ika penyabunan telah selesai, garam ditambahkan untuk  mengendapkan sabun Lapisan air yang mengandung garam, gliserol dan kelebihan alkali, dikeluarkan Endapan sabun yang ber-ampur dengan garam, alkali dan gliserol kemudian dimurnikan dengan air dan diendapkan dengan garam berkali!kali 2elanutnya, endapan direbus dengan air se-ukupnya untuk  mendapatkan -ampuran halus yang lama!kelamaan membentuk lapisan homogen dan mengapung

II( Prinsi*

Lemak akan terhidrolisis oleh basa menghasilkan gliserol dan sabun Proses pen-ampuran antara minyak dan alkali akan membentuk -airan mengental 2abun yang terbentuk dititrasi se-ara asidimetri

III( Alat $an Ba+an

Alat *ahan

!*uret

!2tati& > klem !Pipet

!Kaki tiga > kasa !2pirtus !?elas kimia ! ?elas ukur  ! Pipet 3olume ! *all pipet ! Erlenmeyer ! .aO$ 0,1 . ! Etanol ;7@ ! $"l 0,1 . ! 4ndikator PP ! Asam okslat ! .atrii -arbonat

! 2ampel minyak &resto

I,( Pr)se$-r

(6)

 b Pembakuan .aO$ 0,1 .

- Analisis 2ampel

,( Hasil Pen.amatan

a( Pem/a-an Hl 0" N

 .o Massa .a#"O'(mg)  $"l (ml)

1 :0 ',1

# :0 ',1

' :0 ',#

(7)

/( Titrasi Blan)  .o  .aO$ (ml)  $"l (ml) 1 10 #0,# # 10 1;,# ' 10 1; 8ata!rata 1;,07 ( Titrasi Sam*el

 .o Massa sampel(g)  $"l (ml)

1 % gram 10

# % gram 10,5

' % gram 10,7

8ata!rata 10,''

$( Penent-an An.a Pena/-nan  . $"l B mg .a"O' *E .a"O'C  B 80 53 x3,1 B 0,5; . Angka penyabunan B

(

V blanko

V sampel

)

 x N HCl x BM NaOH  Bobot sampelawal  B

(

19,06

10,33

)

 x0,49 N x40 5 B '5,##17 ,I( Pem/a+asan

Pada praktikum kali ini dilakukan ui analisis lemak6minyak dimana analisis yang kami lakukan menggunakan metode penyabunan6saponi&ikasi dan sampel yang kami gunakan yaitu minyak -urah

(8)

Prinsip dari metode penyabunan6saponi&ikasi itu sendiri yakni, lemak akan terhidrolisis oleh basa menghasilkan gliserol dan sabun Proses pen-ampuran antara minyak dan alkali akan membentuk -airan mengental 2abun yang terbentuk dititrasi se-ara asidimetri

2ampel minyak ditambahkan .aO$ di dalam alkohol .aO$ dimaksudkan agar teradi reaksi hidrolisis asam lemak serta memberikan suasana  basa agar di dapatkan gliserol dan sabun (-airan pengental) Penggunaan .aO$  uga untuk menentukan kadar asam lemak bebas yang terkandung dalam minyak

Penambahan alkohol pada minyak bertuuan untuk melarutkan minyak  saat proses pemanasan serta melarutkan lemak atau minyak dalam sampel agar dapat bereaksi dengan basa alkali Karena alkohol yang digunakan adalah untuk  melarutkan minyak, sehingga alkohol (etanol) yang digunakan konsentrasinya  berada di kisaran ;%!;7@, karena etanol ;% @ merupakan pelarut lemak yang  baik

Kemudian di panaskan yang dimaksudkan untuk melihat minyak telah tersabunkan 2ebelum dipanaskan dilakukan terlebih dahulu ditambahkan indi-ator phenolptalein sebanyak ' tetes untuk pembuktian baha bahan tersebut  bersi&at asam atau basa Pemanasan dilakukan sampai minyak tersabunkan se-ara sempurna yang ditandai dengan timbulnya sabun berarna putih, apabila arna merah muda nya hilang maka .aO$ yang ditambahkan tidak berlebih ( kurang  banyak)

2etelah terbentuk busa kemudian dititrasi dengan $"l 0,1 . untuk  menghitung bilangan angka penyabunan, reaksi yang teradi yakni reaksi asam  basa +itik akhir titrasi dengan hilangnya arna merah muda olume $"l yang diperlukan untuk titrasi yakni 10,'' mL dan angka penyabunan yang didapatkan dari titrasi asidimetri yang telah dilakukan pada minyak -urah yang didapat yaitu sebesar '5,##17 sedangkan standar angka penyabunan yang ada pada literature yaitu sebesar 1;% D #5%

,II( Kesim*-lan

=ari hasil praktikum yang telah dilakukan tentang angka penyabunan dari sampel minyak -urah didapatkan angka penyabunan sebesar '5,##17 

,III( Da4tar P-staa

2udarmai, 2lamet #009 Analisa Bahan Makanan dan Pertanian ogyakartaF

(9)

=irektorat ?ii =epartemen Kesehatan 84 1;:; =a&tar Komposisi *ahan Makanan Penerbit *harta F akarta

LehningerAL, 1;;% =asar!=asar *iokimia ErlanggaF akarta

Ginarno, < ?, 1;;# Kimia Pangan dan ?ii Penerbit ?ra mediaF akarta

2udarmadi, 2, $aryono, *, 2uhardi, 1;;7 Analisa *ahan Makanan dan Pertanian Penerbit LibertyF ogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Bukan sahaja ebook ini ditujukan kepada ibu-ibu muda,malah kepada sesiapa sahaja yang menjadi ibu bapa tetapi tidak tahu cara mengajar anak membaca dengan kaedah yang betul, juga

Sistem Klasifikasi Fuzzy Berbasis Optimasi Koloni Semut Sistem klasifikasi fuzzy berbasis optimasi koloni semut (FCS-ANTMINER) merupakan suatu metode untuk melakukan

l'atogenis Karsinoma sel Basal didahului dengan kolagen yang sering dijumpai pada kulit yang sedikit pigmennya dan mendapat sinar matahari yang berlebih sehingga

ran jumlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300 mm vertikal... Tahap pertama diatat sebagai dudukan,

Berdasarkan hasil analisis uji F (Uji Simultan) menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel periklanan, promosi pribadi dan promosi penjualan mempunyai pengaruh

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembuatan pewarnaan batik wedel dengan menggunakan “lathak” limbah indigofera serta bagaimana pengaruh jenis material

Sampel tuna segar merupakan ikan tuna jenis Thunnus albacares yang diperoleh dari industri pengolahan tuna dan dikirim dalam bentuk tuna steak segar dengan pengiriman

Dibutuhkan suatu cara dimana masalah seperti permasalahan di atas dapat ditangani dengan baik agar keluarga keturunan yang lainnya menjadi lebih dekat satu sama lainnya, yaitu