Laporan Keuangan Konsolidasi
30 Juni 2003 (Tidak Diaudit)
Dengan Angka Perbandingan 30 Juni 2002 (Tidak Diaudit)
(Mata Uang Indonesia)
PT ETERINDO WAHANATAMA T bk
DAN ANAK PERUSAHAAN
Daftar Isi
Hal
Neraca Konsolidasi ……… 1 - 3
Laporan Laba Rugi Konsolidasi ……… 4 Laporan Perubahan Defisiensi Modal Konsolidasi ……… 5 Laporan Arus Kas Konsolidasi …….……….... 6 - 7 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi …….……… 8 - 68
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 30 Juni 2003 30 Juni 2002
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas 2c, 3 3.381.802.310 41.933.346.074
Piutang
Usaha 2d, 4, 13, 14, 17
Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 4.165.837.003
pada 30 Juni 2002 229.213.8 71.396 315.019.801.555 Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2e, 5 52.236.848.173 6.449.603.713
Lain-lain
Pihak ketiga 26 58.611.505.960 4.732.799.764
Pihak yang mempunyai hubungan
Istimewa 580.955.177 42.230.979
Persediaan 2f, 6, 9, 13, 14, 17 65.478.625.412 186.073.382.773
Uang muka kepada pemasok 8.392.399.237 18.834.939.732
Pajak dibayar di muka 7 20.023.128.303 45.961.085.216
Biaya dibayar di muka 2g 225.563.780 1.874.289.844
JUMLAH AKTIVA LANCAR 438.144.699.748 620.921.479.650
AKTIVA TIDAK LANCAR
Piutang pemegang saham dan
hubungan istimewa 2e, 5, 26 1.388.119.379 8.462.695.193 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2p, 15 72.103.534.510 43.652.006.513 Penyertaan saham 2b, 2e, 5, 8 213.315.454.023 1.042.500.000 Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 186.850.232.296 pada 30 Juni 2003 dan Rp 260.167.643.314
pada 30 Juni 2002 2e, 2h, 2i,
2j, 5, 9, 13
14, 18, 26 1.204.795.835.590 2.246.964.468.809 Selisih lebih biaya perolehan atas nilai
wajar perolehan aktiva bersih - bersih 2m, 12 972.194.647 1.058.611.948
Aktiva lain-lain
Aktiva yang tidak digunakan dalam
operasi 2h, 10 - 131.545.318.065
Beban ditangguhkan - bersih 2e, 2k, 26 14.406.209.219 42.890.305.766 Rugi ditangguhkan atas transaksi
penjualan dan penyewaan kembali - bersih 2i 9.752.825.177 10.430.437.637
Uang jaminan 15.949.932.214 1.879.053.651
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 1.532.684.104.739 2.487.925.397.582
JUMLAH AKTIVA 1.970.828.804.507 3.108.846.877.232
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 30 Juni 2003 30 Juni 2002
KEWAJIBAN DAN MODAL KEWAJIBAN
KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman jangka pendek 13, 14 45.567.500.000 685.007.790.439 Hutang usance letters of credit 13, 14, 17 - 414.915.391.583
Hutang
Usaha 14
Pihak ketiga 26 255.058.482.690 160.209.607.834
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2e, 5 - 53.736.637.000
Lain-lain
Pihak ketiga 26 15.810.633.270 43.714.652.519
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2e, 5, 26 40.770.129.159 3.112.026.928
Hutang pajak 2p, 15 29.419.938.059 19.030.501.264
Biaya masih harus dibayar 16, 26 37.013.642.031 497.288.868.935
Uang muka pelanggan 3.745.880.517 873.562.762
Bagian hutang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun 17
Pinjaman - 868.902.574.500
Sewa guna usaha 2i 32.185.283.162 122.228.974.726
Kontraktor dan pemasok 26g 15.700.641.294 -
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 475.272.130.182 2.869.020.588.490
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Biaya pesangon, penghargaan dan ganti kerugian
karyawan yang masih harus dibayar 27 5.393.840.222 10.108.305.167 Hutang pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2e, 5, 26 1.925.072.250 176.195.037.564 Hutang jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 17
Pinjaman 1.172.468.480.708 -
Sewa guna usaha 2i 83.576.881.410 39.509.962
Kontraktor dan pemasok 26g 7.390.907.842 23.810.995.385
JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 1.270.755.182.432 210.153.848.078
JUMLAH KEWAJIBAN 1.746.027.312.614 3.079.174.436.568
HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b, 18 1.346.374.706 42.853.649.634
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 30 Juni 2003 30 Juni 2002
MODAL
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar - 1.500.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 968.297.000 saham 19 484.148.500.000 484.148.500.000 Tambahan modal disetor - bersih 2l, 20 648.065.602.537 172.250.193.050 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali 2b, 21 9.964.436.449 26.824.229.125
Defisit (918.723.421.799 ) (696.404.131.145)
MODAL - BERSIH 223.455.117.187 (13.181.208.970 )
JUMLAH KEWAJIBAN DAN MODAL 1.977.099.608.810 3.108.846.877.232
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 30 Juni 2003 30 Juni 2002
PENDAPATAN BERSIH 2e, 2n, 5, 22 338.916.254.836 680.966.865.519
BEBAN POKOKPENJUALAN 2e, 2n, 5, 24, 27, 27 312.966.029.717 587.513.116.419
LABA KOTOR 25.950.225.119 93.453.749.100
BEBAN USAHA 2n, 25, 27, 27
Penjualan 13.725.596.828 32.333.402.575
Umum dan administrasi 2e, 5 9.644.454.143 31.180.825.958
Jumlah Beban Usaha 23.370.050.971 63.514.228.533
LABA (RUGI) USAHA 2.580.174.148 29.939.520.567
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2j, 2o, 9 107.047.126.830 431.419.934.849
Penghasilan bunga 48.224.225 1.241.210.088
Pendapatan ekuitas anak perusahaan 15.522.951.578 -
Beban bunga 2j, 9 ( 14.825.267.843 ) ( 52.253.425.734)
Lain-lain - bersih 2e, 5, 12, 26 117.035.676 1.138.929.222
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih 107.910.070.466 381.546.648.425
LABA SEBELUM PENGHASILAN (BEBAN)
PAJAK 110.490.244.614 411.486.168.992
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK
Pajak tangguhan 2p, 15 - ( 75.381.380.365)
LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN
YANG DIKONSOLIDASI 110.490.244.614 336.104.788.627
HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH
ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b (1.346.374.706 ) ( 31.127.124.655)
LABA BERSIH 109.143.869.908 304.977.663.972
LABA (RUGI) PER SAHAM 2s
Laba (rugi) usaha per saham 3 31
Laba (rugi) bersih per saham 114 315
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
5
Selisih Nilai Transaksi Tambahan Restrukturisasi
Modal Disetor Entitas Defisiensi Modal Catatan Modal Saham - Bersih Sepengendali Defisit - Bersih
Saldo 1 Januari 2002 484.148.500.000 172.250.193.050 26.824.229.125 (1.001.381.795.117 ) (318.158.872.942 )
Selisih transaksi perubahan
ekuitas Anak perusahaan 20 - 5.000.000.000 - - 5.000.000.000
Laba (rugi) bersih - - - (26.485.496.590 ) (26.485.496.590 )
Saldo 31 Desember 2002 484.148.500.000 177.250.193.050 26.824.229.125 (1.027.867.291.707 ) (339.644.369.532 )
Selisih transaksi perubahan
ekuitas Anak perusahaan 20 - 470.815.409.487 ( 16.859.792.676 ) - 453.955.616.811
Laba (rugi) bersih - - - 109.143.869.908 109.143.869.908
Saldo 30 Juni 2003 484.148.500.000 648.065.602.537 9.964.436.449 (918.723.421.799 ) 223.455.117.187
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 30 Juni 2003 30 Juni 2002
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 163.492.939.245 385.704.453.975 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (119.516.702.488 ) (299.308.359.920 ) Pembayaran kas untuk beban pabrikasi dan
beban usaha (26.234.412.430 ) (82.079.123.565 )
Kas yang dihasilkan dari operasi 17.741.824.327 4.316.970.490 Pembayaran untuk:
Beban bunga (15.713.781.528 ) (7.108.273.525)
Pajak (7.156.052.784 ) (19.393.491.595 )
Penerimaan dari:
Penghasilan bunga 8.234.868 1.104.575.161
Tagihan restitusi pajak - -
Lain-lain 1.070.974.211 1.398.799.831
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi (4.048.800.906 ) (19.681.419.638 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aktiva tetap - -
Perolehan aktiva tetap dan pembayaran kas
kepada kontraktor (138.612.727 ) (42.701.356.558)
Penambahan beban ditangguhkan - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (138.612.727 ) (42.701.356.558)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Hasil pinjaman jangka panjang 3.043.146.393 -
Hasil dari penerbitan saham - -
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - (22.338.000.000 ) Pembayaran hutang sewa guna usaha (16.690.014 ) (241.313.854)
Pencairan deposito berjangka yang dijaminkan - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaa n 3.026.456.379 (22.579.313.854 )
Pengaruh kurs valuta asing kas dan setara kas (1.257.274.561 ) (228.923.560)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (2.418.231.815 ) (85.191.013.610 )
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 5.800.034.125 127.124.359.684
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 3 3.381.802.310 41.933.346.074
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 30 Juni 2003 30 Juni 2002
AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS
Kapitalisasi beban bunga ke aktiva tetap - 13.362.441.770 Kapitalisasi laba (rugi) selisih kurs ke aktiva tetap - 1.862.050.058 Reklasifikasi mesin dan peralatan yang tidak
digunakan dalam operasi ke aktiva tetap - -
Perolehan aktiva sewa guna usaha melalui
1. U M U M
a. Pendirian Perusahaan
PT Eterindo Wahanatama Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 6 Maret 1992 dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (tel ah diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970) berdasarkan akta notaris Annie Sri Rahmani Hendrotomo, S.H. No. 3 , notaris pengganti Raden Santoso, S.H. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No. C2-4561.HT.01.01.Th.93 tanggal 11 Juni 1993 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 62, Tambahan No. 6835 tanggal 2 Agustus 1996. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Rachmat Santoso, S.H. No. 142 tanggal 17 Desem ber 1999 mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan. Laporan perubahan terakhir ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman) dengan No. C -1142 HT.01.04-TH.2001 tanggal 5 Februari 2001.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam kegiatan perdagangan, pembangunan dan perindustrian. Perusahaan saat ini bertindak sebagai induk perusahaan. Perusahaan dan Anak perusahaan didirikan dan melakukan operasinya di Indonesia.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan kantor pusatnya berlokasi di Menara BTN, Lantai 15, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan menyelesaikan penawaran umum perdana atas 170.000.000 saham-saham barunya dengan nilai nominal Rp 500 per saham melalui bursa efek di Indonesia dengan harga penawaran Rp 1.300 per saham yang dinyatakan efektif pada tanggal 16 April 1997. Perusahaan menerbitkan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu sebesar 280.000.000 saham yang juga dicatatkan pada bursa efek di Indonesia yang dinyatakan efektif pada tanggal 28 Juni 1999. Pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002, seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
c. Susunan Perusahaan dan Anak Perusahaan
Perusahaan didirikan sebagai induk perusahaan (holding company) untuk industri petrokimia dan kimia khusus dari anggota Keluarga Sridjaja tertentu (“Pemegang Saham Kendali”). Dengan pengecualian PT Petrowidada, Anak perusahaan dialihkan oleh Pemegang Saham Kendali kepada Perusahaan melalui serangkaian akuisisi pada tahun 1996. Pada tanggal 30 Juni 2003, susunan Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut:
Tanggal Kendali Jumlah Aktiva
Mulai Persentase Diperoleh Perusahaan (dalam Jutaan)
Beroperasi Pemilikan dari Pemegang
Anak perusahaan Kegiatan Pokok Kedudukan Komersial (%)(4) Saham Kendali 30 Jun 2003
Pemilikan langsung:
PT Anugerahinti Produsen Specialty Plastizicers Gresik 2001 48,21 - 429.075
Gemanusa (“AG”) (1) (“SP”)
PT Eternal Buana
Chemical Produsen Plasticizers dan Tangerang 1982 35,362 - 1.069.163
Industries (“EBCI”) Synthetic Resins
dan pemilikan 51% Anak perusahaannya, PT Eterindo Nusa
Graha (“ENG”) (2)
PT Petrowidada
(“PWD”) (3) Produsen Phthalic Anhydride (“PA”) Gresik 1989 75,72 19 September 1994 1.752.820
1. U M U M (lanjutan)
c. Susunan Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)
Tanggal Kendali Jumlah Aktiva
Mulai Persentase Diperoleh Perusahaan (dalam Jutaan)
Beroperasi Pemilikan dari Pemegang
Anak perusahaan Kegiatan Pokok Kedudukan Komersial (%)(4) Saham Kendali 30 Jun 2003
Pemilikan tidak langsung:
PT Eterindo Nusa Graha Produsen Plasticizers dan Gresik 1997 10,25 22 Agustus 1996 515.172
(melalui EBCI) (2) Synthetic Resins
Pada tanggal 30 Juni 2002, susunan Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut:
Tanggal Kendali Jumlah Aktiva
Mulai Persentase Diperoleh Perusahaan (dalam Jutaan)
Beroperasi Pemilikan dari Pemegang
Anak perusahaan Kegiatan Pokok Kedudukan Komersial (%)(4) Saham Kendali 30 Jun 2002
Pemilikan langsung:
PT Anugerahinti Produsen Specialty Plastizicers Gresik 2001 99,15 16 Desember 1996 646.216
Gemanusa (“AG”) (1) (“SP”)
PT Eternal Buana
Chemical Produsen Plasticizers dan Tangerang 1982 97,49 29 Januari 1996 1.045.439
Industries (“EBCI”) Synthetic Resins
dan pemilikan 51% Anak perusahaannya, PT Eterindo Nusa
Graha (“ENG”) (2)
PT Petrowidada
(“PWD”) (3) Produsen Phthalic Anhydride (“PA”) Gresik 1989 75,72 19 September 1994 1.543.840
dan Maleic Anhydride (“MA”) Pemilikan tidak langsung:
PT Eterindo Nusa Graha Produsen Plasticizers dan Gresik 1997 49,72 22 Agustus 1996 662.890
(melalui EBCI) (2) Synthetic Resins
Catatan: (1) AG didirikan pada bulan Agustus 1994. Pada tanggal 16 Desember 1996, Perusahaan memperole h 98% pemilikan saham di AG. Pada bulan September 1999, Perusahaan meningkatkan pemilikan sahamnya di AG menjadi 99,15% sehubungan dengan penerbitan 140.000 saham baru kepada Perusahaan. AG memulai operasi komersialnya pada bulan Januari 2001.
Berd asarkan Resolusi Para Pemegang Saham yang dibuat dibawah tangan dan telah diaktakan dengan akta Notaris Veronica Nataadmaja S.H. No 3 tanggal 5 Juni 2003 dan telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Indonesia No. C-13806 HT.01.04.TH.2003 tangga l 17 Juni 2003 bahwa disetujui masuknya pemegang saham baru yang berasal dari konversi hutang menjadi modal yaitu, Norsk Royal Specialties Inc. Ltd., sehingga merubah struktur kepemilikan saham Perusahaan menjadi 48,21%.
(2) EBCI didirikan pada bulan April 1979. Pada tanggal 29 Januari 1996, Perusahaan memperoleh 90% pemilikan saham di EBCI. Pada bulan Juni 1997, Perusahaan meningkatkan pemilikan sahamnya di EBCI menjadi 97,49% sehubungan dengan penerbitan 1.310.000 saham baru kepada Perusahaan. Pada bulan April 2002, pemilikan Perusahaan di EBCI berkurang menjadi 94,78% sehubungan dengan penerbitan 50.000 saham baru kepada Well Focus Development Limited, Singapura. Pada tanggal 21 Desember 1996, EBCI memperoleh 88% pemilikan saham di ENG dari Perusahaan. ENG didirikan pada bulan Mei 1993. Pada bulan Januari 1997, pemilikan saham EBCI di ENG berkurang menjadi 51% sehubungan dengan penerbitan 18.900 saham baru kepada PT Intimutiara Gasindo (“IMG”) (Perusahaan memiliki 5% pemilikan saham di IMG).
1. U M U M (lanjutan)
c. Susunan Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)
Berdasarkan Resolusi Para Pemegang Saham yang dibuat dibawah tangan dan telah diaktakan dengan akta Notaris Veronica Nataadmaja S.H. No. 4 tanggal 13 Mei 2003 dan telah disetujui oleh Men teri Kehakiman dan Hak Asasi Indonesia No. C-11205 HT.01.04.TH.2003 tanggal 21 Mei 2003 bahwa disetujui masuknya pemegang saham baru yang berasal dari konversi hutang menjadi modal, yaitu Wellington Capital Investment Corporation, Great Pacific Offshore Li mited, Osville Finance Limited, Absolute Grand Industries Limited sehingga merubah struktur kepemilikan saham Perusahaan menjadi 35,36%.
(3) PWD didirikan pada bulan Juli 1985 sebagai hasil kerjasama (joint venture) antara PT Petrokimia Gresik (“PKG”), Daewoo Corporation, Korea Selatan dan PT Wisma Pintu Sembilan. Pada tanggal 19 September 1994, Perusahaan memperoleh 63% pemilikan saham di PWD. Pada bulan Februari 1995 dan Februari 1997, Perusahaan meningkatkan pemilikan sahamnya di PWD masing-masing menjadi 68% dan 75,72%.
(4) Hak minoritas di AG, EBCI dan ENG dipegang oleh pemegang saham afiliasi.
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002, susunan anggota dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan akta notaris Rachmat Santoso, S.H. No. 257 tanggal 28 Juni 2001, adalah sebagai berikut:
Komisaris Direksi
Presiden Komisaris : Sudiharto Sridjaja Presiden Direktur : Hadiran Sridjaja Komisaris : Jasin Sridjaja Direktur : Hadisan Sridjaja Komisaris (Independen) : Soedjono Samsi
Dirdjosisworo Immanuel Sutarto
Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai 335 dan 1.447 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi terlampir disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang tercakup dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) mengenai pedoman penyajian laporan keuangan bagi perusahaan manufaktur.
Laporan keuangan konsolidasi disusun atas dasar akrual (accrual basis), kecuali laporan arus kas, dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi (lanjutan)
Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method).
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Perusahaan dan Anak perusahaan (lihat Catatan 1). Seluruh akun dan transaksi signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
Penyertaan saham lainnya kurang dari 20% disajikan sebesar biaya perolehan (cost method), kecuali bila ada penurunan nilai permanen.
Perolehan AG, EBCI dan ENG (lihat Catatan 1) dianggap sebagai transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali dan, dengan demikian, dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Dengan metode ini, penyajian laporan keuangan untuk tahun -tahun sebelum perolehan disajikan ke mbali dengan dasar penggabungan untuk mencakup akun-akun dan operasi EBCI dan ENG seolah -olah entitas tersebut telah dimiliki sejak awal berdirinya. Hasil selisih lebih harga pembelian atas aktiva bersih anak perusahaan yang diperoleh dalam entitas sepengendali dicatat sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dan disajikan dalam bagian Defisiensi Modal pada neraca konsolidasi.
Perolehan PWD pada tanggal 19 September 1994 (lihat Catatan 1) dicatat dengan metode pembelian (purchase method) dan, dengan demikian, dikonsolidasi sejak tanggal perolehan. Hak minoritas atas rugi bersih dan ekuitas anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas rugi bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut kecuali untuk EBCI dan Anak perusahaan dan PWD di mana selisih lebih bagian atas rugi bersih pemegang saham minoritas atas biaya penyertaan sahamnya telah diserap sementara oleh Perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas.
c. Setara Kas
Deposito berjangka dan inves tasi jangka pendek lainnya dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Perusahaan dan Anak perusahaan membentuk penyisihan piutang ragu -ragu berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.
e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lanjut an)
Semua transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.
f. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata -rata tertimbang ( weighted-average method). Penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan ditentukan untuk menurunkan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.
g. Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat mas ing-masing biaya.
h. Aktiva tetap
Aktiva tetap, kecuali hak atas tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method), kecuali untuk mesin, tangki dan peralatan pabrik tertentu, berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Pematangan tanah 20
Bangunan dan prasarana 20
Mesin dan peralatan pabrik 4
Peralatan kantor, perabot dan perlengkapan 5
Alat pengangkutan 5
Anak perusahaan menerapkan metode penyusutan berdasarkan unit hasil produksi untuk mesin, tangki dan peralatan pabrik. Dengan metode tersebut, penyusutan dihitung berdasarkan taksiran unit hasil produksi mesin, tangki dan peralatan pabrik yang berkisar antara 1.000.000 metrik ton (MT) sampai 2.800.000 MT.
Aktiva dalam penyelesaian merupakan akumulasi pengeluaran modal yang terjadi untuk aktiva tetap dalam pembangunan dan termasuk beban bunga dan selisih kurs atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aktiva tetap yang bersangkutan pada saat pembangunan selesai dan aktiva tersebut siap digunakan.
Aktiva tetap yang tidak atau belum digunakan dalam operasi disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Lain-lain” pada neraca kons olidasi.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h. Aktiva Tetap (lanjutan)
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Sesuai dengan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah” yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 1999, biaya perolehan tanah setelah tahun 1999 meliputi biaya -biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan, pematangan dan persiapan tanah sampai siap untuk digunakan termasuk biaya komisi. Biaya perolehan hak atas tanah sebelum tahun 1999 termasuk biaya notaris dan legal, pajak serta biaya perpanjangan izin hak atas tanah. Setelah tahun 1999, biaya-biaya tersebut dilaporkan sebagai kategori terpisah di dalam “Beban Ditangguhkan - Hak atas Tanah”, daripada klasifikasi sebelumnya sebagai aktiva tetap pada neraca konsolidasi dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah.
Pada tanggal 19 Juni 1998, Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan PSAK No. 48, “Penurunan Nilai Aktiva” yang berlaku untuk pe nurunan nilai aktiva yang terjadi pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000. PSAK No. 48 mensyaratkan penilaian kembali nilai aktiva untuk setiap penurunan nilai dan menurunkannya menjadi nilai wajar apabila terdapat peristiwa atau perubahan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tersebut tidak dapat dipulihkan kembali.
Penurunan nilai aktiva tetap diakui sebagai beban pada usaha tahun berjalan pada saat terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penuru nan nilai aktiva.
i. Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi (capital lease) apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan PSAK No. 30, “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva sewa guna usaha yang dikapitalisasi disajikan dalam neraca konsolidasi sebagai bagian dari aktiva tetap sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha pada awal masa sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan yang diterapk an untuk aktiva tetap dengan pemilikan langsung.
PWD menerapkan metode penyusutan berdasarkan unit hasil produksi untuk mesin, tangki dan peralatan pabrik sewa guna usaha dengan hak opsi.
Laba atau rugi yang terjadi akibat transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale-and-leaseback) ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat ekonomis aktiva sewa guna usaha yang bersangkutan dengan metode unit hasil produksi.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j. Kapitalisasi Biaya Pinjaman dan Selisih Kurs
Sesuai dengan PSAK No. 26 revisi, “Biaya Pinjaman”, beban bunga dan selisih kurs atas pinjaman dan biaya-biaya lain yang terjadi untuk membiayai pembangu nan atau instalasi aktiva tetap, dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva. Kapitalisasi biaya pinjaman berakhir pada saat pembangunan atau instalasi selesai dan aktiva tetap tersebut siap digunakan.
k. Beban Ditangguhkan
Beban ditangguhkan diamortisasi selama sisa masa manfaat ekonomis aktiva yang bersangkutan.
l. Biaya Emisi Saham dan Obligasi
Berdasarkan Surat Keputusan BAPEPAM No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Perubahan Peraturan No. VIII.G.7, biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran saham Perusahaan (termasuk Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) kepada masyarakat dan penerbitan obligasi wajib konversi yang kemudian dikonversi menjadi saham biasa, disajikan sebagai pengurang “Tambahan Modal Disetor” dalam bagian Defisiensi Modal pada neraca konsolidasi.
m. Selisih Lebih Biaya Perolehan atas Nilai Wajar Perolehan Aktiva Bersih
Selisih lebih yang tidak teridentifikasi dari harga pembelian atas nilai wajar aktiva bersih PWD dicatat sebagai “Selis ih Lebih Biaya Perolehan atas Nilai Wajar Perolehan Aktiva Bersih” dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama dua puluh (20) tahun sesuai dengan masa manfaat ekonomisnya, maksimum dua puluh (20) tahun, dengan mempertimbangkan estimasi umur bisnis yang bersangkutan dimana PWD akan tetap melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan pengiriman sesuai dengan syarat penjualan. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk selisih kurs atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan aktiva tetap yang dikapitalisasi ke biaya perolehan aktiva yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002, kurs yang digunakan masing-masing sebesar Rp 8.285 dan Rp 8.730 untuk AS$ 1, yang merupakan kurs rata-rata antara kurs beli dan kurs jual uang kertas dan/atau kurs transaksi yang terakh ir diumumkan oleh Bank Indonesia masing-masing pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) p. Penghasilan (Beban) Pajak
Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan PSAK No. 46, “Akuntansi Pajak Penghasilan” yang mensyaratkan pencatatan dampak pajak dari pemulihan aktiva dan penyelesaian kewajiban sebesar nilai tercatatnya, serta pengakuan dan pengukuran aktiva dan kewajiban pajak tangguhan bagi konsekuensi pajak pada masa mendatang untuk kejadian yang diakui dalam laporan keuangan, termasuk rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Penyisihan atas aktiva pajak tangguhan yang tidak terpulihkan dibentuk untuk mengurangi nilai tercatat aktiva pajak tangguhan menjadi nilai realisasi bersih. Untuk setiap perusahaan yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan waktu dan akumulasi rugi fiskal, yang masing-masing dapat berupa aktiva atau kewajiban, disajikan dalam jumlah bersih.
q. Restrukturisasi Pinjaman
Anak perusahaan mencatat restrukturisasi pinjaman sesuai dengan PSAK No. 54, “Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah” yang mengharuskan Anak perusahaan untuk mencatat restrukturisasi hutang piutang bermasalah sebagai berikut:
1. Untuk transaksi yang hanya meliputi modifikasi persyaratan hutang (yaitu tanpa adanya pengalihan aset atau pemberian saham), Anak perusahaan menghitung jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam perjanjian restrukturisasi, termasuk bunga, selama periode pinjaman. Jika jumlah pembayaran kas masa depan melebihi nilai tercatat hutang (termasuk bunga masih harus dibayar), tidak ada keuntungan atas restrukturisasi yang diakui. Jika jumlah pembayaran kas masa depan lebih kecil daripada nilai tercatat hutang, selisihnya diakui sebagai keuntungan atas restrukturisasi pinjaman.
2. Untuk transaksi yang meliputi penyelesaian sebagian dengan pemberian saham debitur kepada kreditur dan modifikasi persyaratan, Anak perusahaan mula-mula mengurangi nilai tercatat hutang dengan jumlah nilai wajar pemberian saham tersebut dan selanjutnya
q. Restrukturisasi Pinjaman (lanjutan)
menghitung jumlah pembayaran kas masa depan. Tidak ada keuntungan atas restrukturisasi yang diakui kecuali nilai tercatat hutang melebihi jumlah pembayaran kas masa depan, tanpa memperhitungkan nilai tunainya, ses uai dengan perjanjian restrukturisasi.
r. Informasi Segmen
Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen”, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.
s. Laba (Rugi) Bersih Per Saham
Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba Per Saham” (“LPS”), laba (rugi) usaha per saham dan rugi bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) usaha dan rugi bersih pada tahun yang bersangkutan dengan jumlah rata -rata tertimbang saham yang beredar selama tahun tersebut. Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 dan 2001 sebesar 968.297.000 saham.
3. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
30 Juni 2003 30 Juni 2002 Kas Dolar AS 242.862.265 1.802.898.394 Rupiah 180.224.042 786.492.605 Dolar Sin 21.224.646 26.504.784 Sub-jumlah 444.310.953 2.615.895.783
Bank - Pihak ketiga
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening Dolar AS 81.326.406 6.579.229.796
Rekening Rupiah 166.275.418 5.346.744.146
Rabobank Asia Limited
Rekening Dolar AS - 401.683.800
BNP Paribas Inc. in France with Limited Liability
Rekening Dolar AS 523.575.132 1.893.082.341
PT Bank Lippo Tbk
Rekening Dolar AS - 2.207.123.314
Rekening Rupiah 51.980.834 2.557.688.935
PT Bank Permata Tbk - eks PT Prima Express Bank
Rekening Dolar AS 222.298.895 121.433.776
Rekening Rupiah 387.260.690 1.588.980.846
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Dolar AS 21.582.425 61.235.712
Rekening Rupiah 548.659.953 2.157.597.562
PT Bank Permata Tbk - eks PT Bank Universal Tbk
Rekening Dolar AS - 8.488.441
ING Barings (South East Asia) Limited
Rekening Dolar AS 176.776.962 98.817.402
PT Bank Global Internasional Tbk
Rekening Rupiah 17.936.147 77.237.567
PT Bank NISP
Rekening Rupiah 15.509.817 355.740.317
The Hon gkong and Shanghai Banking
Corporation Limited
Rekening Dolar AS - 48.785.073
Rekening Rupiah - 44.015.092
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
Rekening Dolar AS - 20.900.057
Rekening Rupiah - 1.272.826
PT Bank DBS Indonesia
Rekening Dolar AS - 90.206.915
Rekening Rupiah - 1.732.300.484
PT Bank Mizuho Indonesia
Rekening Dolar AS - 8.911.148 Rekening Rupiah - 1.538.178 Bank Commonwealth Rekening Rupiah - 13.818.105.955 Citibank, N.A. Rekening Dolar AS - 1.727.667 Rekening Rupiah - 990.875
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
30 Juni 2003 30 Juni 2002
Merryl Lynch
Rekening Dolar AS - 295.860
PT Bank Mandiri (Persero)
Rekening Dolar AS 346.508.526 -
Rekening Rupiah 82.766.911 -
Sub-jumlah 2.642.458.116 39.224.134.085
Deposito Berjangka - Pihak ketiga
BNP Paribas Inc. in France with Limited Liability
Dolar AS 295.033.241 -
PT Bank Global Internasional Tbk
Rupiah - 93.316.206 Sub-jumlah 295.033.241 93.316.206 Jumlah 3.381.802.310 41.933.346.074 4. PIUTANG US AHA
Piutang usaha terdiri dari:
30 Juni 2003 30 Juni 2002 Pihak ketiga Lokal 14.396.687.131 160.637.212.119 Ekspor 214.817.184.265 158.548.426.439 Jumlah 229.213.871.396 319.185.638.558
Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu - (4.165.837.003)
Bersih 229.213.871.396 315.019.801.555
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat Catatan 5)
PT Eternal Buana Chemical Industries 24.493.109.089 -
PT Eterindo Nusa Graha 23.234.531.099 -
PT Anugerahinti Gemanusa 4.509.207.985 -
PT Intimutiara Kimindo - 6.449.603.713
Jumlah 52.236.848.173 6.449.603.713
Berdasarkan hasil penelaahan keadaa n akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu -ragu adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
4. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Ringkasan piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2003 30 Juni 2002 Pihak ketiga Dolar AS 227.801.134.242 262.413.822.918 Rupiah 1.412.737.154 56.771.815.640 Sub-jumlah 229.213.871.3 96 319.185.638.558
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Dolar AS 48.805.709.413 4.891.923.419 Rupiah 3.431.138.760 1.557.680.294 Sub-jumlah 52.236.848.173 6.449.603.713 Jumlah 281.450.719.569 325.635.242.271
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman jangka pendek, hutang usance letters of credit dan pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 13, 14 dan 18).
5. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Pihak- pihak yang mempunyai hubungan
istimewa Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
• PT Petrokimia Gresik (“PKG”) Pemegang saham Anak
perusahaan
Penjualan, sewa tanah dan pemakaian rute jaringan pipa PWD dan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan bongkar/muat dan penyaluran bahan baku dan produk cair PWD (lihat Catatan 27c), bantuan personalia serta penggunaan utilitas dan fasilitas lainnya.
• PT Justus Kimia Raya Pemegang saham Anak
perusahaan
Pembelian bahan baku.
• PT Inti Mutiara Kimindo Mempunyai anggota manajemen
kunci yang sama
Penjualan, pembelian, penggunaan fasilitas EBCI dan uang muka antar perusahaan.
• PT Petro Oxo Nusantara Mempunyai anggota manajemen
kunci yang sama
Pembelian dan uang muka antar perusahaan.
• PT Mitsui Eterindo Chemicals
(“MEC”)
Mempunyai anggota manajemen kunci yang sama
Memberikan bantuan dalam bidang operasi dan personalia (lihat Catatan 27a), piutang yang timbul dari penjualan sebagian sistem “sea water intake” (lihat Catatan 27r) dan penggunaan fasilitas AG.
• PT Pro -Intercontinental
Terminals Indonesia (“Prointal”)
Mempunyai anggota manajemen kunci yang sama
Menyewa fasilitas “sea water intake” dan “normal butane piping” (lihat Catatan 27b).
PT Rishindo Multipratama (“Rishindo”)
Mempunyai anggota manajemen kunci yang sama
5. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Pihak- pihak yang mempunyai hubungan
istimewa Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
• PT Nusa Buana Kimindo Mempunyai anggota manajemen
kunci yang sama
Uang muka antar perusahaan.
• PT Intimutiara Gasindo
(“IMG”)
Perusahaan asosiasi Penyertaan saham, menerima dan memberikan
pinjaman yang tidak dikenakan bunga.
• PT Eternal Buana Chemical
Industries (“EBCI”)
Perusahaan asosiasi Penyertaan saham, penjualan dan pembelian
bahan baku dan barang jadi.
• PT Eterindo Nusa Graha
(“ENG”)
Perusahaan asosiasi Penyertaan saham, penjualan dan pembelian
bahan baku dan barang jadi.
• PT Anugerahinti Gemanusa
(“AG”)
Perusahaan asosiasi Penyertaan saham, penjualan dan pembelian
bahan baku dan barang jadi.
• Karyawan Karyawan Pinjaman karyawan.
• Jasin Sridjaja Pemegang saham Perusahaan Piutang yang tidak dikenakan bunga.
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan piha k-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase dari Jumlah Aktiva/
Kewajiban/Pendapatan atau
Jumlah Beban yang Bersangkutan (%)
30 Juni 2003 30 Juni 2002 30 Juni 2003 30 Juni 2002
Piutang Usaha
PT Eternal Buana Chemical Industries 24.493.109.089 - 1,27 -
PT Eterindo Nusa Graha 23.234.531.099 - 1,20 -
PT Anugerahinti Gemanusa 4.509.207.985 - 0,23 -
PT Inti Mutiara Kimindo - 6.449.603.713 - 0,21
Jumlah 52.236.848.173 6.449.603.713 2,70 0,21
Piutang Lain-lain
PT Eternal Buana Chemical Industries 338.695.87 7 - 0,02 -
PT Eterindo Nusa Graha 222.665.275 - 0,01 -
PT Mitsui Eterindo Chemicals 19.594.025 42.230.979 0,00 0,00
Jumlah 580.955.177 42.230.979 0,03 0,00
Piutang Pemegang Saham dan Hubungan Istimewa
PT Eterindo Nusa Graha 1.327.142.215 - 0,07 -
PT Nusa Buana Kimindo - 3.788.692.152 - 0,12
Karyawan 60.977.164 2.449.893.474 0,00 0,08
PT Intimutiara Gasindo - 1.439.623.037 - 0,05
PT Mitsui Eterindo Chemicals - 784.486.530 - 0,03
Jumlah 1.388.119.379 8.462.695.193 0,07 0,28 Penyertaan Saham PT Intimutiara Gasindo 250.000.000 250.000.000 0,01 0,01 PT Anugerahinti Gemanusa 148.131.842.543 - 7,49 -
PT Eternal Buana Chemical Industries 64.141.111.480 - 3,56 -
Jumlah 212.522.954.023 250.000.000 11,06 0,01
5. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Persentase dari Jumlah Aktiva/
Kewajiban/Pendapatan atau
Jumlah Beban yang Bersangkutan (%)
30 Juni 2003 30 Juni 2002 30 Juni 2003 30 Juni 2002
Hutang Usaha
PT Petro Oxo Nusantara - 52.048.764.345 - 1,66
PT Inti Mutiara Kimindo - 1.442.468.640 - 0,05
Lain-lain - 245.404.015 - 0,01
Jumlah - 53.736.637.000 - 1,72
Hutang Lain- lain
PT Pro- Intercontinental Terminals
Indonesia - 1.350.271.594 - 0,04
PT Inti Mutiara Kimindo - 1.342.797.972 - 0,04
PT Eterindo Nusa Graha 40.770.129.159 - 2,34 -
Lain-lain - 418.957.362 - 0,01
Jumlah 40. 770.129.159 3.112.026.928 2,34 0,09
Hutang Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Intimutiara Gasindo - 174.600.000.000 - 5.56 PT Petrokimia Gresik 1.925.072.250 1.595.037.564 0,11 0,05 Jumlah 1.925.072.250 176.195.037.564 0,11 5,61 Penjualan
PT Inti Mutiara Kimindo - 4.640.033.692 - 0,69
Jumlah - 4.640.033.692 - 0,69
Pembelian
PT Petro Oxo Nusantara - 109.274.106.294 - 21,68
PT Inti Mutiara Kimindo - 4.236.866.849 - 0,84
PT Justus Kimia Raya - 7.618.791.904 - 1,51
Jumlah - 121.129.765.047 - 24,03 Pendapatan manajemen 3.243.729.764 3.606.141.200 100,00 100,00 Pendapatan sewa - 32.542.973 - 100,00
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang dilaksanakan pada tingkat harga dan persyaratan yang sebanding untuk transaksi sejenis dengan pihak ketiga.
Pinjaman, uang muka dan beban antar perusahaan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak dibebani bunga, tanpa jaminan dan tidak ditentukan jatuh temponya, kecuali pinjaman dari IMG sebesar AS$ 20.000.000 yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2004. Pada tanggal 6 Januari 2003, pinjaman dari IMG telah dikonversikan menjadi saham di PT Eterindo Nusa Graha, anak perusahaan (lihat Catatan 30a).
6. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
30 Juni 2003 30 Juni 2002
Barang jadi 28.541.964.428 68.590.564.167
Barang dalam proses 6.867.561.919 14.802.990.007
Bahan baku 8.291.663.636 62.676.379.257
Bahan kimia dan pembantu 8.500.288.591 10.879.899.067
Barang dalam perjalanan 13.251.343.194 28.864.189.663
Barang dagangan 25.803.644 259.360.612
Jumlah 65.478.625.412 186.073.382.773
Persediaan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman jangka pendek, hutang usance letters of credit dan pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 13, 14 dan 18).
Persediaan bersama dengan aktiva tetap tertentu diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko kerugian lainnya (lihat Catatan 9) yang menurut pendapat manajemen jumlahnya memadai untuk menutup risiko tersebut.
Berdasarkan hasil penelaahan kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa tidak ada penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan yang perlu dibentuk.
7. PAJAK DIBAYAR DI MUKA
Pajak dibayar di muka terdiri dari:
30 Juni 2003 30 Juni 2002 Pajak penghasilan Pasal 21 194.789.744 7.452.079 Pasal 22 2.526.529.705 941.226.450 Pasal 23 729.110.479 398.957.966 Pasal 25 - -
Pajak pertambahan nilai 16.522.067.611 41.024.908.182
Taksiran tagihan restitusi pajak
Pajak penghasilan
Pasal 21 26.353.609 26.353.609
Pasal 22 - 3.537.909.775
Pasal 23 24.277.155 24.277.155
Pajak pertambahan nilai - -
7. PAJAK DIBAYAR DI MUKA (lanjutan)
Rincian ketetapan pajak atas pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai (“PPN”) adalah sebagai berikut:
a. PWD
Berdasarkan SKPLB tanggal 31 Januari 2002, Direktur Jenderal Pajak mengoreksi rugi fiskal PWD tahun pajak 2000 menjadi sebesar Rp 73.261.193.480 dan menyetujui tagihan restitusi pajak penghasilan pasal 22 tahun pajak 2000 sebesar Rp 1.366.268.872 ya ng telah dikembalikan pada bulan Maret 2002.
Berdasarkan SKPKB Tambahan tanggal 20 Februari 2002, Direktur Jenderal Pajak menyetujui tagihan restitusi PPN tahun pajak 2000 sebesar Rp 19.969.900.767. PWD telah membayar kekurangan pembayaran PPN bulan Desember 2000 beserta dendanya dengan jumlah sebesar Rp 199.683.278 pada bulan Maret 2002, setelah dikompensasi dengan tagihan restitusi PPN dari periode pajak Januari 2000 sampai dengan November 2000 yang telah disetujui pada SKPLB sebelumnya dengan jumlah sebesar Rp 20.053.021.938.
Berdasarkan SKPKB tanggal 20 Februari 2002, PWD ditetapkan kurang bayar pajak penghasilan pasal 4(2) final, 21 dan 23 tahun pajak 2000 beserta dendanya dengan jumlah sebesar Rp 28.490.205 yang telah dibayar pada bulan Maret 2002.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) tanggal 20 Februari 2002, Direktur Jenderal Pajak menyetujui tidak ada kekurangan pembayaran pajak penghasilan pasal 26 tahun pajak 2000. b. ENG
Berdasarkan SKPLB tanggal 4 Maret 2002, Direktur Jenderal Paj ak mengoreksi rugi fiskal ENG tahun pajak 2000 menjadi sebesar Rp 144.123.200.916 dan menyetujui tagihan restitusi pajak penghasilan pasal 22 tahun pajak 2000 sebesar Rp 301.171.853. Berdasarkan SKPKB tanggal 4 Maret 2002, ENG juga ditetapkan kurang bayar pajak penghasilan pasal 4(2) final, 21, 23 dan PPN tahun pajak 2000 beserta dendanya dengan jumlah sebesar Rp 267.567.252, dimana telah disetujui untuk dikompensasi dengan tagihan restitusi pajak penghasilan pasal 22 yang telah disetujui tersebut pada bulan Maret 2002. ENG telah menerima sisa tagihan restitusi pajak penghasilan pasal 22 yang telah disetujui tersebut pada bulan Agustus 2002.
Berdasarkan SKP tanggal 4 Maret 2002, Direktur Jenderal Pajak menyetujui tidak ada kekurangan pembayaran pajak penghasilan pasal 26 tahun pajak 2000.
Berdasarkan SKPLB tanggal 30 Desember 2002, Direktur Jenderal Pajak mengoreksi rugi fiskal ENG sebesar Rp 27.237.589.147 menjadi laba fiskal sebesar Rp 1.021.343.095 dan menyetujui tagihan restitusi pajak penghasilan pasal 22 tahun pajak 2001 sebesar Rp 248.487.805. Berdasarkan SKPKB tanggal 30 Desember 2002, ENG juga ditetapkan kurang bayar pajak penghasilan pasal 4(2) final, 21, 23, PPN dan BPHTB tahun pajak 2001 beserta dendanya dengan jumlah sebesar Rp 719.793.076 yang telah dibayar pada bulan Januari 2003 setelah dikurangi dengan restitusi pajak penghasilan pasal 22 yang disetujui tersebut.
7. PAJAK DIBAYAR DI MUKA (lanjutan)
c. EBCI
Berdasarkan SKPLB tanggal 15 April 2002, Direktur Jenderal Pajak mengoreksi rugi fiskal EBCI tahun pajak 2000 sebesar Rp 171.400.739.483 menjadi laba fiskal sebesar Rp 4.611.531.851 dan menyetujui tagihan restitusi pajak penghasilan pasal 22 tahun pajak 2000 sebesar Rp 57.775.631. Berdasarkan SKPKB tanggal 15 April 2002, EBCI juga ditetapkan kurang bayar pajak penghasilan pasal 21, 23, 26 dan PPN tahun pajak 2000 beserta dendanya dengan jumlah sebesar Rp 1.023.884.442, yang telah dibayar pada bulan Mei 2002 setelah dikurangi dengan restitusi pajak penghasilan pasal 22 yang disetujui tersebut. Pada tanggal 11 Juli 2002, EBCI mengajukan surat keberatan kepada kantor pajak sebesar Rp 94.669.257.335, sehingga jika surat keberatan ini diterima oleh kantor pajak, rugi fiskal EBCI akan menjadi Rp 90.057.725.484
Berdasarkan SKP tanggal 15 April 2002, Direktur Jenderal Pajak menyetujui tidak ada kekurangan pembayaran pajak penghasilan pasal 4(2) final tahun pajak 2000.
8. PENYERTAAN SAHAM
Akun ini merupakan penyertaan saham Perusahaan pada:
a. IMG dengan persentase pemilikan sebesar 5% den gan biaya perolehan sebesar Rp 250.000.000 pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002.
b. ChemCross.Com, Inc. (“ChemCross”) dengan persentase pemilikan sebesar 0,64% dengan biaya perolehan sebesar Rp 792.500.000 pada tanggal 30 Juni 2003 dan 2002. ChemCross adalah sebuah perusahaan di bawah hukum negara bagian Delaware, Amerika Serikat.
c. PT Anugerahinti Gemanusa dengan persentase kepemilikan sebesar 48,21% dengan nilai tercatat sebesar Rp 148.131.842.543 pada tanggal 30 Juni 2003. Karena jumlah kepemilikan saham kurang dari 50% maka Perusahaan tidak melakukan konsolidasi. Perusahaan mencatat investasi dengan menggunakan metode ekuitas dalam perhitungan investasinya dengan mengalikan kepemilikan saham (48,21%) dari nilai aktiva bersih anak perusahaan setelah konversi.
d. PT Eternal Buana Chemical Industries dengan dengan persentase kepemilikan sebesar 35,36% dengan nilai tercatat sebesar Rp 64.141.111.480 pada tanggal 30 Juni 2003. Karena jumlah kepemilikan saham kurang dari 50% maka Perusahaan tidak melakukan ko nsolidasi. Perusahaan mencatat investasi dengan menggunakan metode ekuitas dalam perhitungan investasinya dengan mengalikan kepemilikan saham (35,36%) dari nilai aktiva bersih anak perusahaan setelah konversi.
9. AKTIVA TETAP
Aktiva tetap terdiri dari:
30 Juni 2003 30 Juni 2002
Nilai Tercatat Pemilikan Langsung
Hak atas tanah Rp 596.472.500 Rp 31.290.626.868
Pematangan tanah 2.566.710.775 3.837.104.275
Bangunan dan prasarana 8.371.205.373 94.498.983.746 Mesin, tangki dan peralatan pabrik 1.199.759.502.044 2.101.299.400.476
Peralatan kantor 3.882.884.753 25.760.951.165
Alat pengangkutan 4.663.145.930 15.815.996.868
Jumlah 1.219.839.921.375 2.272.503.063.398
Sewa Guna Usaha
Mesin, tangki dan peralatan pabrik 170.427.522.296 157.572.858.745
Alat pengangkutan - 1.592.135.578
Jumlah 170.427.522.296 159.164.994.323
Aktiva dalam Penyelesaian 1.378.624.215 75.464.054.402
Jumlah Nilai Tercatat 1.391.646.067.886 2.507.132.112.123
Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung
Pematangan tanah 446.623.221 698.846.099
Bangunan dan prasarana 4.135.305.159 22.978.404.185 Mesin, tangki dan peralatan pabrik 120.222.107.780 159.245.726.596
Peralatan kantor 2.970.818.455 17.824.176.755
Alat pengangkutan 3.809.853.436 13.893.545.621
Jumlah 131.587.708.051 214.640.699.256
Sewa Guna Usaha
Mesin, tangki dan peralatan pabrik 55.262.524.245 45.089.799.009
Alat pengangkutan - 437.145.049
Jumlah 55.26 2.524.245 45.526.944.058
Jumlah Akumulasi Penyusutan 186.850.232.296 260.167.643.314
Nilai Buku Rp 1.204.795.835.590 Rp 2.246.964.468.809
9. AKTIVA TETAP (lanjutan)
Pada 30 Juni 2003 dan 2 002, penyusutan dibebankan pada akun-akun berikut:
30 Juni 2003 30 Juni 2002
Beban pokok penjualan 32.167.764.469 39.472.721.715
Beban penjualan 66.225 121.444.309
Beban umum dan administrasi 393.112.348 2.281.368.201
Jumlah 32.560.943.042 41.875.534.225
Aktiva tetap dan persediaan diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko kerugian lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 262.932.080. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva tetap dan persediaan yang dipertanggungkan terhadap risiko kebakaran dan risiko kerugian lainnya.
Anak perusahaan telah memperoleh sertifikat Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Milik (“HM”) atas tanah yang dimiliki sebagai berikut:
Nomor HGB dan HM Tanggal berakhir
PWD
HGB No. 4/Gresik, Jawa Timur 12 Maret 2005
HGB No. 9/Gresik, Jawa Timur 13 Maret 2005
HGB No. 16/Gresik, Jawa Timur 12 Januari 2007 HGB No. 1832/Surabaya, Jawa Timur 25 Juli 2021 AG
HGB No. 53/Serang, Jawa Barat 24 September 2027
HGB No. 54/Serang, Jawa Barat 24 September 2027 EBCI
HGB No. 4/Tangerang, Jawa Barat 2 September 2015
HM No. 87/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 89/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 99/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 103/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 107/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 126 -128/Tangerang, Jawa Barat - HM No. 192 -198/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 220/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 222/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 224/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 311/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 382 -410/Tangerang, Jawa Barat -
HM No. 461/Tangerang, Jawa Barat -
9. AKTIVA TETAP (lanjutan)
Nomor HGB dan HM Tanggal berakhi r
ENG
HGB No. 2/Gresik, Jawa Timur 24 September 2024
HGB No. 3/Gresik, Jawa Timur 24 September 2024
HGB No. 4/Gresik, Jawa Timur 24 September 2024
HGB No. 73/Gresik, Jawa Timur 13 Maret 2005
HGB N o. 74/Gresik, Jawa Timur 12 Januari 2007
HGB No. 78/Gresik, Jawa Timur 13 Maret 2005
HGB No. 80/Gresik, Jawa Timur 12 Januari 2007
HGB No. 82/Gresik, Jawa Timur 13 April 2024
HGB No. 131/Gresik, Jawa Timur 13 Maret 2005
HGB No. 132/Gresik, Jawa Timur 12 Januari 2007
Manajemen berkeyakinan bahwa sertifikat HGB di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir. HM No. 87, 89, 99, 103, 107, 126 - 128, 192 - 198, 220, 222, 224, 311, 382 - 410, 461, 462 seluas 137.105,88 m2 di Tangerang masih atas nama Jasin Sridjaja dan Sudiharto Sridjaja dan sedang dalam proses balik nama ke dalam nama Anak perusahaan.
Aktiva tetap tertentu digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman jangka pendek, hutang usance letters of credit dan pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 13, 14 dan 18).
Mulai bulan Juni 2001, EBCI menghentikan produksi Plasticizers dan sedang dalam proses konversi dan modifikasi mesin dan peralatan pabrik yang akan digunakan untuk memproduksi bahan Kimia Khusus (Solution Acrylic, Phenolic Resin dan Amino Resin) (lihat Catatan 27l).
Pada tanggal 31 Mei 2002, proyek sistem informasi EBCI telah diakhiri dengan persetujuan bersama dengan pihak kontraktor (lihat Catatan 26k).
Manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tetap tidak dapat dipulihkan.
10. AKTIVA YANG TIDAK DIGUNAKAN DALAM OPERASI
Aktiva yang tidak digunakan dalam operasi terdiri dari:
30 Juni 2003 30 Juni 2002
Pembangunan Pabrik PVA/AA milik AG - 131.187.320.765
Lain-lain - 357.997.300
Jumlah - 131.545.318.065
Pembangunan pabrik Polyv inyl Alcohol/Acetic Acid ( “PVA/AA”) AG
Pada tanggal 16 Desember 1996, AG mengadakan kontrak dengan pemasok asing untuk penyediaan dan pengadaan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk pembangunan Pabrik PVA dan AA di Merak, Jawa Barat dan dengan kontraktor lokal untuk melaksanakan pemancangan, pemasangan, pembangunan, uji coba dan jasa start -up Pabrik PVA dan AA di Merak, Jawa Barat, dengan biaya kontrak masing -masing sebesar AS$ 75.200.000 dan AS$ 24.800.000. Pada tanggal 6 Agustus 1998, kontrak dengan pemasok asing dan kontraktor lokal diakhiri dengan persetujuan bersama. Pada tanggal berakhirnya kontrak, jumlah yang telah dibayar sebesar AS$ 36.500.000. Dalam perjanjian penghentian tersebut, AG dan pemasok asing setuju bahwa jumlah pekerjaan yang dilakukan berdasarkan kontrak adalah sebesar AS$ 38.080.000. Jumlah sebesar AS$ 1.580.000 telah dibayar pada tahun 2000 dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Lain-lain - Aktiva yang Tidak Digunakan dalam Operasi” pada neraca konsolidasi.
Pada tanggal 25 September 1998, AG mengadakan kontrak dengan pemasok asing lainnya, untuk penyediaan dan pengadaan mesin, peralatan dan bahan-bahan untuk Pabrik PVA/AA dan dengan kontraktor lokal lainnya untuk jasa konsultasi dan manajemen proyek, pembangunan, pemancangan dan pekerjaan pemasangan untuk Pabrik PVA/AA, tangki dan utilitas, pengawasan untuk pembangunan, pemancangan, uji coba dan jasa start-up Pabrik dengan jumlah biaya kontrak masing-masing sebesar AS$ 78.700.000 dan AS$ 24.800.000, sesuai dengan j adwal pembayaran kontrak. Kontrak dengan pemasok asing ini akan menggantikan kontrak dengan pemasok asing sebelumnya seperti yang telah dijelaskan pada paragraf pertama di atas. Dari jumlah biaya kontrak sebesar AS$ 78.700.000, AG telah membayar sebesar AS$ 36.500.000 kepada pemasok asing sebelumnya. Dengan demikian, AG hanya membayar sisa saldo kontrak sebesar AS$ 42.200.000. Tidak ada pekerjaan yang dilaksanakan atas kontrak tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2001, jumlah yang telah dibayar atas kontrak tersebut, setelah dikurangi dengan pengalihan sebagian mesin dan peralatan sebesar AS$ 10.965.000 ke Proyek Specialty Plasticizers (“SP”) AG, sebesar AS$ 25,535,000 yang disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Lain -lain - Aktiva yang Tidak Digunakan dalam Operasi” pada neraca konsolidasi.
Pada tanggal 28 November 2002, AG mengadakan Perjanjian Penghentian dan Penyelesaian dengan kontraktor lokal untuk kontrak jasa konsultasi dan manajemen proyek, pembangunan, pemancangan dan pemasangan. Dalam perjanjian ini, AG dan kontraktor lokal sepakat dengan persetujuan bersama untuk menghentikan proyek dan menyelesaikan hak dan kewajiban di dalam kontrak karena proyek telah tertunda lebih dari empat tahun dan uang muka kontrak belum dibayarkan oleh AG kepada kontraktor lokal.
10. AKTIVA YANG TIDAK DIGUNAKAN DALAM OPERASI (Lanjutan)
Pada tanggal 28 November 2002, AG mengadakan Perjanjian Penghentian dan Penyelesaian dengan pemasok asing untuk kontrak penyediaan dan pengadaan. AG dan pemasok asing, dengan persetujuan bersama sepakat untuk menghentikan proyek dan menyelesaikan hak dan kewajiban di dalam kontrak karena proyek telah tertunda lebih dari empat tahun dan letter of credit untuk pembayaran kontrak tidak dapat dikeluarkan oleh bank pemberi dana AG dan pemasok asing tidak dapat melanjutkan dan melaksanakan pembangunan proyek. Jumlah pembayaran atas kontrak ini sebesar AS$ 36.500.000 dimana AS$ 10.965.000 (merupakan biaya perolehan mesin dan peralatan tertentu) dialihkan ke Proyek SP AG pada tahun 2000. Sisa sebesar AS$ 25.535.000 (setara dengan Rp 131.187.320.765), yang merupakan uang muka untuk pembelian peralatan dan rancang bangun dihapus dan dicatat sebagai bagian “Pendapatan (Beban) Lain-lain” dalam laporan laba rugi konsolidasi.
Lebih lanjut, setelah pekerjaan modifikasi dan analisa proses produksi, AG memutuskan bahwa mesin dan peralatan yang dahulu dialihkan dari Proyek PVA/AA kepada Proyek SP tidak dapat digunakan di dalam Proyek SP karena mesin dan peralatan tersebut tidak dapat memaksimalisasi produksi. Dengan demikian, jumlah biaya perolehan sebesar AS$ 13.152.629,80 (setara dengan Rp 78.734.724.466) dan biaya pinjaman yang telah dikapitalisasi sebelumnya sebesar Rp 19.458.091.790, dihapus dan dicatat sebagai bagian “Pendapatan (Beban) Lain-lain” dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun 2002.
Penghapusan aktiva tersebut di atas telah mendapat persetujuan pemegang saham AG berdasarkan keputusan rapat pemegang saham tanggal 16 Desember 2002.
11. SELISIH LEBIH BIAYA PEROLEHAN ATAS NILAI WAJAR PEROLEHAN AKTIVA BERSIH
Akun “Selisih Lebih Biaya Perolehan atas Nilai Wajar Perolehan Aktiva Bersih” berasal dari perolehan 63% pemilikan saham di PWD pada tanggal 19 September 1994. Beban amortisasi sebesar Rp 21.604.326 pada 30 Juni 2003 dan 2002 dica tat sebagai bagian dari akun “Penghasilan (Beban) Lain-lain” pada laporan laba rugi konsolidasi.
Perubahan selisih lebih biaya perolehan atas nilai wajar perolehan aktiva bersih adalah sebagai berikut: 30 Juni 2003 30 Juni 2002 Jumlah bruto 1.728.346.039 1.728.346.039 Akumulasi amortisasi
Saldo awal tahun 712.942.741 626.525.440
Amortisasi selama tahun berjalan 43.208.651 43.208.651
Saldo akhir tahun 756.151.392 669.734.091
Nilai Buku 972.194.647 1.058.611.948
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian -kejadian atau perubahan -perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat selisih lebih biaya perolehan atas nilai wajar perolehan aktiva bersih tidak dapat dipulihkan.
12. PINJAMAN JANGKA PENDEK
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
30 Juni 2003 30 Juni 2002
Kreditur Club-deal
Buxton Developments Limited (AS$ 1.650.000 pada tanggal 30 Juni 2003 dan AS$ 4.575.000
pada tanggal 30 Juni 2002) 13.670.250.000 39.939.750.000 Cross Asset Group Limited (AS$ 1.650.000 pada
tanggal 30 Juni 2003 dan AS$ 4.575.000
pada tanggal 30 Juni 2002) 13.670.250.000 39.939.750.000 Asset World Resources Limited (AS$ 1.100.000 pada
tanggal 30 Juni 2003 dan AS$ 3.050.000
pada tanggal 30 Juni 2002) 9.113.500.000 26.626.500.000 Medilink Resources Limited (AS$ 550.000 pada
tanggal 30 Juni 2003 dan AS$ 1.525.000
pada 30 Juni 2002) 4.556.750.000 13.313.250.000
Costpro Investments Limited (AS$ 550.000 pada tanggal 30 Juni 2003 dan AS$ 1.525.000
pada tanggal 30 Juni 2002) 4.556.750.000 13.313.250.000 Badan Penyehatan Perbankan Nasional - eks pinjaman
dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (AS$ 35.406.562 dan Rp 20.000.000.000 pada
30 Juni 2002) - 329.099.282.525
Standard Chartered Bank
Cerukan (AS$ 3.608.024pada 30 Juni 2002) - 31.498.046.814 PT Bank DBS Indonesia
Pinjaman revolving (AS$ 5.000.000 pada 30 Juni 2002) - 43.650.000.000 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
Pinjaman revolving (AS$ 611.800 pada 30 Juni 2002) - 5.341.014.000 Cerukan (AS$ 113.321 pada 30 Juni 2002) - 989.294.425 Absolute Grand Industries Ltd. (ex. PT Bank Mizuho Ind.)
Pinjaman revolving (AS$ 700.000 pada 30 Juni 2002) - 6.111.000.000
Jumlah 45.567.500.000 685.007.790.439
a. PT Bank Mandiri (Persero) (“BM” )