• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kel.4_Askep Kolesistitis Dan Kolelitiasis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kel.4_Askep Kolesistitis Dan Kolelitiasis"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN

ASUHAN KEPERAWKEPERAWAATTAN KOLESISTITAN KOLESISTITIS DAN IS DAN KOLELITIASIKOLELITIASISS

Oleh : Oleh : Kelompok 4 Kelompok 4

IInnddaah h DDwwi i HHaarryyaaii NII! N ! ""##$$##""%%""%%""%%%%&& K

K''rrnniia a ((''lliiaarrhhii NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%""$$ )

)hhaaiirr''n n NNii**aakk NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%""44 )

)hhrrii**ddiiaannnniia a ++iirriia a RR,, NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%""- -L

L''ii..aa**iih h RRaahhmmaawwaaii NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%$$44 A

A''lliia a //eelllla a !!aarriinnddaa NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%##%% A

A..aan n DDwwi i AAnnwwaarr NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%4444 0

0eenni i DDwwi i AArriiyyaaii NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%44&& N

N''11''ll''l l KKhhoollii..aa''l l ++,, NII! N ! ""##$$##""%%""%%""%%4422 S

Siinnyya a AAyy' ' PP''**ppiiaa**aarrii NII! N ! ""##$$##""%%""%%""%%4433 D

Deei i !!aahhaarraanni i HHaapp**aarrii NNII! ! ""##$$##""%%""%%""%%&&-

-PRO5RA! STUDI IL!U KEPERAWATAN PRO5RA! STUDI IL!U KEPERAWATAN

UNI6ERSITAS (E!/ER  UNI6ERSITAS (E!/ER 

$%"& $%"&

(2)

Kasus 1: Kasus 1: Seo

Seoranrang pasig pasien peren perempempuan usuan usia ia 45 tah45 tahun un dibdibawawa ke UGDa ke UGD karena mengalami nyeri hebat pada perut sebelah kanan atas. karena mengalami nyeri hebat pada perut sebelah kanan atas. Ny

Nyereri i kkadadanang g ddirirasasakakan an ppadada a ddaeaerrah ah bbararu. u. aasisien en !u!ugaga merasakan demam se!ak 1 hari yang lalu. "erdasarkan berbagai merasakan demam se!ak 1 hari yang lalu. "erdasarkan berbagai pemeriksaan yang dilakukan pasien

pemeriksaan yang dilakukan pasien didiagnosa kolesistitis.didiagnosa kolesistitis. ertanyaan:

ertanyaan: 1

1.. ##eellaasskkaan n tteennttaanng g kkoolilissiissttiittiis s $ $ kkoolleessiissttiittiis s yyaanng g ddiiaallaammii pasien termasuk !enis kolesist

pasien termasuk !enis kolesistitis apa% itis apa% && Kurnia Juliarthi NIM Kurnia Juliarthi NIM 132310101012

132310101012 ' '  Jawaban :

 Jawaban : K

Kololesesisistitititis s adadalalah ah peperaradadangngan an papada da kkanandudung ng emempepedudu.. (ada

(adang ng kankandung dung empeempedu du merumerupakpakan an reareaksi ksi in)amin)amasi asi akuakutt dinding kandung empedu yang disertai keluhan nyeri perut dinding kandung empedu yang disertai keluhan nyeri perut ka

kananan n atatas as dadan n babadadan n papananas. s. *e*enunururut t kakasusus s didiatatas as bibisasa digolo

digolongkngkan an pada kolesispada kolesistitis tanpa titis tanpa batu batu akuakut+ t+ karkarena ena Ge!alaGe!ala klinis dari penyakit ini adalah rasa

klinis dari penyakit ini adalah rasa nyerinyeri pada daerah kanan pada daerah kanan atas suatu

atas suatu epigastriumepigastrium..

http:,,www.ker!anya.net,-a,4541/kolesistitis.html http:,,www.ker!anya.net,-a,4541/kolesistitis.html http:,,id.wikipedia.org,wiki,Kolesistitis

http:,,id.wikipedia.org,wiki,Kolesistitis 0

0ahaahab b S. S. 1221223.3. IlmIlmu u KKeseesehathatan an AnAnak ak NelNelsonson. . #ak#akarta arta :: G.

G.

6

6.. ppa eta etioiolologgi,i,-a-aktktor ror resesikiko ko konondidisi dsi di ati atasas% &% & Chairun Nisak Chairun Nisak  NIM 132310101014

NIM 132310101014 ' '

tiologi penyakit antara lain : tiologi penyakit antara lain : 1.

1. "a"atu tu emempepedudu 6.

6. eembedmbedahan &ahan &ter!ater!adi perdi perubahubahan -unan -ungsi'gsi' 7.

7. SepsSepsis &in-is &in-eksi yaneksi yang menyebg menyebar kar ke selurue seluruh tubuhh tubuh'' 4.

4. 88ukuka a babakkarar 5.

5. eemasamasangan ngan in-us in-us dalam dalam waktu waktu lamalama 3.

3. 99raurauma ma abdabdomeomenn

"eberapa -aktor resiko yang lain

"eberapa -aktor resiko yang lain sebagai berikut:sebagai berikut: a.

(3)

b. Usia lebih dari 4 tahun ;. Kegemukan d. <aktor keturunan e. kti=itas >sik -. Kehamilan g. ?iperlipidemia

h. Diet tinggi lemak dan rendah serat

i. engosongan lambung yang meman!ang  !. Nutrisi intra=ena !angka pan!ang

k. Dismotilitas kandung empedu

l. @bat/obatan antihiperlipedmia &;lo>brate'

m. enyakit lain seperti+ >brosis sistis+ diabetes mellitus+ sirosis hepar+ pankreastitis dan kanker kandung empedu serta penyakit ileus &kekurangan garam empedu'

http:,,medi;astore.;om,penyakit,3A,KolesistitisBkut.html

3. Bagaimana tanda & gejala khas penyakit tersebut? ( Indah Dwi Haryai NI! "#$#"%"%"%%& )

Jawab :

Gejalanya bersiat akut dan kr!nis" Gangguan epigastrium : rasa penuh" distensiabd!men" nyeri samar pada perut kanan atas" terutama setelah klien k!nsumsi makanan berlemak # yang dig!reng.

$anda dan gejalanya adalah sebagai berikut :

%. yeri dan k!lik bilier" jika duktus sistikus tersumbat !leh batu empedu" kandungempedu akan mengalami distensi dan akhirnya ineksi.

'. $anda urphy (nyeri tekan pada kuadran kanan atas yang semakin terasa ketika pasien menarik naas)

3. asien akan menderita panas (demam dengan derajat yang rendah)"

*. $eraba massa padat pada abd!men" pasien dapat mengalami k!lik   bilier disertainyeri hebat bersiat k!lik yang terjadi se+ara kambuhan

(4)

(epis!dik) di daerah epigastrium" nyeri tersebut menjalar ke punggung dan  bahu sebelah kanan"

,. -asa nyeri disertai mual dan muntah" dan akan bertambah hebat dalam waktu beberapa jam sesudah makan dalam p!rsi besar.

. /ndigesti atau nyeri dada yang timbul sesudah makan makanan yang berlemak  atau yang dig!reng atau sesudah berpuasa dalam waktu tang lama

0. asien akan gelisah dan membalik1balikkan badan" merasa tidak nyaman" nyerinya bukan k!lik tetapi persisten. 2e!rang k!lik bilier sema+am ini disebabkan !lehk!ntraksi kandung empedu yang tidak dapat mengalirkan empedu keluar akibattersumbatnya saluran !leh batu.

. /kterus. Biasanya terjadi !bstruksi duktus k!led!kus. Obstruksi pengaliran getahempedu kedu!denum akan menimbulkan gejala yang khas : getah empedu tidakdibawa kedu!denum tetapi diserap !leh darah sehingga kulit dan muk!sa membran berwarna kuning" disertai gatal pada kulit.

4. erubahan warna urine tampak gelap dan eses warna abu1abu serta pekat karenaekskresi pigmen empedu !leh ginjal.

%5. $erjadi deisiensi 6itamin 789. 8eisiensi 6itamin  dapat mengganggu pembekuan darah yang n!rmal. Jika batu empedu terus menyumbat saluran tersebutakan mengakibatkan abses" nekr!sis dan per!ras i disertai perit!nitis generalisata.

-eerensi :

2aputra" ;ynd!n. '5%*. Buku Saku Keperawatan Pasien dengan Gangguan Fugsi Gastrointestinal . $angerang 2elatan: Binarupa 7kara

http:##www.a+ademia.edu#43*%'3'#7suhan<keperawatan<k!lesistitis (di akses  pada tanggal '5 7pril '5%,)

*. Jelaskan bagaimana mekanisme terjadinya penyakit tersebut= (  L'.ia*ih Rahmawai NI! "#$#"%"%"%$4 )

Jawab : Batu pigmen kemungkinan akan terbentuk bila pigmen yang tak  terk!ntinyugasi dalam emepdi mengadakan presipitasi (pengendapan) sehingga terjadi batu. Batu ini bertanggung jawab atas sepertiga dari pasien1

(5)

 pasien batu empedu di 7merika 2erikat. -esik! terbentuknya batu sema+am ini semakin besar pada pasien sir!sis" hem!lisis dan ineksi per+abangan  bilier. Batu ini tidak dapat dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan jalan

!perasi.

Batu k!lester!l bertanggung jawab atas sebagian besar kasus yaitu emedu lainnya di 7merika 2erikat. !lester!l yang merupakan unsure n!rmal  pembentuk empedu bersiat tidak larut dalam air. elarutannya bergantung  pada asam1asam empedu dan lesitin (!s!lipid) dalam empedu. ada pasien yang +enderung menderita batu empedu akan terjadi penurunan sint!sis asam empedu dan peningkatan sintesis k!lester!l dalam hati : keadaan ini mengakibatkan supersaturasi getah empedu !leh k!lester!l yang kemudian keluar dari getah empedu" mengendap dan membentuk batu. Getah empedu yang jenuh !leh k!lester!l merupakan predisp!sisi untuk timbulnya batu empedu dan berperan sebagai irisan yang meyebabkan peradangan dalam kandung empedu.

8atar ustaka

 !er" 2jai!ellah. %44. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: >/

2melt@er" 2u@anne +" dkk. '55%. Keperawatan Medical Bedah.  Jakarta: 9GA

,. emeriksaan apa saja yang diperlukan & bagaimana hasilnya? ( N'1'l'l Kholi.a'l +, NI! "#$#"%"%"%42 )

Jawab : emeriksaan 8iagn!stik 

%. -!ntgen abd!men p!l!s (ultras!n!grai dan sinar ) menunjukkan %51 %,C batu empedu.

'. !lesist!gram !ral 4,C dapat diper+aya bila ungsi hepar dan intestinal n!rmal" tetapi tidak dapat diper+aya selama serangan akut.

3. Conputed omography Scan (A$12+an) membantu membedakan sakit kuning !bstrukti dengan n!n1!bstrukti.

(6)

,. !langi!grai intra6ena" transhepatik dan end!sk!pik retr!grade juga dilakukan.

. enaikan indeks ikteerik dan kenaikan kadar bilirubin t!tal" bilirubin urin dan alkalin !satase mendukung diagn!sis.

0. Jumlah sel darah putih sedikit meningkat saat serangan k!lesistitis. . adar amilase serum membantu membedakan penyakit kantung empedu

dan pan+reatitis. 8atar ustaka

Aarpenit!" ;ynda Juall. '554. Diagnosis Keperawatan! "plikasi Pada Praktik  Klinis.Jakarta: 9GA.

Ahang" 9ster. '5%5. Pato#isiologi! "plikasi Pada Praktik Keperawatan. Jakarta: 9GA.

. Jelaskan penatalaksanaan medisnya= (A.an Dwi Anwar NI! "#$#"%"%"%44) Jawab :

%. $erapi awal dan pemberian 7ntibi!tik 

ntuk k!lesistitis akut" terapi awal meliputi pengistirahatan usus (b!wel rest)" hidrasi intra6ena" k!reksi elektr!lit" analgesia" dan antibi!tik intra6ena. ntuk  kasus yang ringan" terapi antibi!tik menggunakan satu jenis antibi!tik   berspektrum luas sudah +ukup memadai.

Beberapa pilihan untuk jenis terapi awal ini :

a. San#ord guide  merek!mendasikan pipera+illin#ta@!ba+tam (D!syn" 3"30, gram /E# jam atau *", gram /E# jam)" ampi+ilin#sulba+tam (nasyn" 3 gram /E# jam)" atau mer!penem (errem" % gram /E# jam). ada kasus  berat yang mengan+am jiwa" San#ord guide  merek!mendasikan

 /mipenem#+ilastatin ( primaFin" ,55 mg /E# jam).

 b. -egimen alternati meliputi seal!sp!rin generasi ketiga plus metr!nida@!le (lagyl" % gram /E b!lus diikuti ,55 mg /E# jam).

+. Bakteri yang biasa ditemukan pada k!lesititis adalah : 9s+heri+ia +!li" Ba+ter!ides ragilis" lebsiella" 9nter!+!++us" dan seud!m!nas.

(7)

e. Oleh karena sering terjadi pr!gesi yang +epat dari k!lesistitis akalkulus menjadi gangren dan per!rasi" deteksi dan inter6ensi dini sangat dibutuhkan.

. Obat1!batan sup!rti dapat diberikan seperti pengatur kestabilan hem!dinamik" antibi!tik untuk mengtasi bakteri gram negati usus dan  bakteri anaer!bik" terutama bila +uriga adanya ineksi saluran empedu. g. 2timulasi k!ntraksi kandung empedu harian dengan menggunakan

k!lesist!kinin inta6ena" menunjukkan keeektiannyadalam men+egah gumpalan di kandung empedu pada pasien yang menerima nutrisi  parenteral t!tal ($).

'. $erapi k!nser6ati untuk k!lesistitis tanpa k!mplikasi.

asien dapat dirawat jalan pada kasus k!lesititis tanpa k!mplikasi dengan memberikan terapi antibi!tik" analgesik dan k!ntr!l untuk !ll!w up.

Beberapa !bat1!batan yang dapat diberikan :

a. 7ntibi!tik pr!ilaksis : le6!laFa+in (;e6aHuin" ,55 mg per !ral %F#hari) dan metr!nida@!le (,55 mg per !ral 'F#hari).

 b. 7ntiemetik : pr!meta@in (phenergan) !ral#re+tal " pr!+hl!rpera@ine (+!mpa@ine).

+. 7nalgesik : !Fy+!d!ne#a+etamin!phen (per+!+et) !ral.

3. !lesistekt!mi

!lesistekt!mi lapar!sk!pi merupakan terapi bedah standar untuk  k!lesistitis. !lesistekt!mi dini yang dilakukan dalam 0' jam setelah  pasien masuk rumah sakit" memberikan keuntungan dari sisi medis maupun s!si!ek!n!mi. ada pasien yang hamil" k!lesistekt!mi lapar!sk!pi dinyatakan aman untuk semua umur kehamilan namun paling aman pada trimester kedua.

(8)

A$ 2+an yang dilakukan 0' jam sebelum !perasi sangat membantu mendeteksi adanya k!lesistitis gangren!sa yang ditandai dengan : deek   pada dinding kandung empedu" +airan di perik!lesistik dan tidak 

ditemukan adanya batu empedu.

*. 8rainase perkutaneus

ntuk pasien yang k!ntraindikasi#berisik! tinggi terhadap pr!sedur   bedah" maka terapi 8rainase perkutaneus k!lesist!st!mi transhepatik  (yang dipandu 2G) merupakan pilihan terapi deiniti dik!mbinasikan dengan pemberian antibi!tik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien k!lesistitis akalkulus akut dapat diterapi dengan drainase perkutaneus saja" akan tetapi 27G92 guideline menganjurkan  bahwa terapi ini hanya bersiat sementara sampai pasien dapat menerima

k!lesistekt!mi.

,. $erapi 9nd!sk!pik 

9nd!sk!pi memiliki kelebihan yakni sebagai alat bantu untuk  mendiagn!sis juga dapat sebagai terapi. Beberapa pr!sedur end!sk!pik  untuk k!lesistitis :

a. 9nd!s+!pi+ retr!grade +h!langi!pan+reat!graphy (9-A). $erapi ini dapat mem6isualisasikan anat!mi sekaligus dapat menyingkirkan batu empedu  pada duktus biliaris k!munis.

 b. 9nd!s+!pi+ ultras!und1guided transmural +h!le+yst!st!my. enelitian menunjukkan bahwa terapi ini aman sebagai terapi awal" interim maupun deiniti untuk pasien dengan k!lesistitis akut berat yang berisik! tinggi terhadap pr!sedur k!lesistekt!mi.

+. 9nd!s+!pi+ gallbladder drainage. utignani dkk" menyimpulkan dalam  penelitiannya terhadap 3, !rang pasien k!lesistitis akut bahwa terapi ini

(9)

0. Bagaimana asuhan keperawatannya?: (pengkajian dan analisa data" diagn!sa (utama dan yang mun+ul pada kasus)" inter6ensi" implementasi" e6aluasi" dis+harge planning

( A'lia /ella !arinda NI! "#$#"%"%"%#% 0eni Dwi Ariyai NI! "#$#"%"%"%4& ) Jawab :

%. engkajian a. 7namnesa

/dentitas pasien yaitu nama" umur" jenis kelamin" agama" status  perkawinan" pendidikan" pekerjaan" tanggal masuk" n!. register" dan

diagn!sa medis. !lesistitis pada umumnya terjadi pada emale" at" !urty" ertil yaitu wanita dengan usia lebih dari *5 tahun" !besitas dan multipara.

 b. eluhan tama

asien merasakan nyeri pada daerah abd!men bagian kanan atas. +. -iwayat enyakit 2ekarang

asien mengatakan nyeri pada daerah abd!men kanan atas dan mengalami demam tinggi.

d. -iwayat enyakit 8ahulu

7danya riwayat 8" hiperk!lester!l" !besitas" penyakit inlamasi usus. e. -iwayat esehatan eluarga

eluarga pasien tidak memiliki penyakit menular dan tidak ada penyakit keturunan.

. emeriksaan isik 

%) B%: eningkatan rekuensi pernaasan" pernaasan tertekan ditandai naas pendek dan tertekan.

') B': $a+hikardi" demam" resik! perdarahan karena kekurangan 6itamin  

3) B3: yeri pada perut kanan atas menyebar ke punggung atau bahu kanan.

(10)

*) B*: rine gelap pekat

,) B,: 8istensi abd!men" teraba massa pada kuadran kanan atas" eses warna seperti tanah liat.

) B: elemahan" ikterik" kulit berkeringat dan gatal (pruritus). g. emeriksaan 8iagn!stik 

%) ;ab!rat!rium

8arah lengkap: lek!sit!sis sedang ( akut)" Bilirubin dan amilase serum meningkat" en@im hati serum 72$ (2GO$)" 7;$ (2G$)" ;8> agak  meningkat" alkali !sat dan ,1nukleuttidase : ditandai peningkatan !bstruksi bilier.adar pr!tr!mbin menurun bila !bstruksi aliran empedu dalam usus menurunkan abs!rbsi 6itamin .

') 2G

enyatakan kalkuli" dan distensi kandung empedu dan atau duktus empedu.

3) !langi!pankreat!grai -etr!grad 9nd!s+!pik

emperlihatkan per+abangan bilier dengan kanulasi duktus k!ledukus melalui d!ed!num.

*) !langi!grai $ranshepatik erkutaneus

embedaan gambaran dengan lur!sk!pi antara penyakit kandung empedu dan kanker pangkreas (bila ikterik ada)

,) !lesist!gram (untuk k!lesistitis kr!nis)

enyatakan batu pada sistim empedu. Aatatan : k!ntra indikasi Ipada k!lesistitis karena pasien lemah untuk menelan @at lewat mulut)

) A$ s+an

8apat menyatakan kista kandung empedu" dilatasi duktus empedu dan membedakan antara ikterik !bstruksi#n!n !bstruksi

0) 2+an >ati (dengan @at radi! akti)

enunjukkan !bstruksi perr+abangan bilier. ) !t! abd!men (multip!sisi)

enyatakan gambaran radi!l!gi (kalsiikasi) batu empedu" kalsiikassi dinding atau pembesaran kandung empedu.

(11)

4) !t! 8ada

enunjukkan pernaasan yang menyebabkan nyeri.

'. 7nalisa 8ata

8ata 9ti!l!gi asalah

82:

asien mengatakan nyeri  pada daerah abd!men  bagian kanan atas dan

demam tinggi.

8O:

1 2uhu: 3!A

1 $eraba massa pada kuadran kanan atas

terjadinya endapan#sumbatan  membentuk batu empedu (k!lelitiasis)  inlamasi   yeri  yeri No , Dia7no*a Keperawaan T'8'an 9 Krieria Ha*il Ineren*i Implemena*i %. yeri b.d pr!ses inlamasi $ujuan: 2etelah dilakukan  perawatan selam " klien melap!rkan nyeri

%. antau tingkat dan intensitas nyeri '. 7jarkan teknik relaksasi (naas dalam)

%. eng!bser6asi da +atat l!kasi nyeri. '. en+atat resp!n

terhadap !bat" dan lap!rkan pada d!k   bila nyeri hilang.

(12)

 berkurang atau hilang. lien dapat mengk!mpensasi nyeri dengan  baik riteria >asil: 1 2kala nyeri 51* 1 Grima+e (1) 1 Gerakan mel!kalisir nyeri (1) 1 Gerakan  bertahan (deensie) pada daerah nyeri (1) 1 lien tenang

3. Beri k!mpres hangat (hati1hati dengan klien yang mengalami  perdarahan)

*. Beri p!sisi yang nyaman

,. !ndisikan lingkungan yang tenang di sekitar klien . !lab!rasi pemberian analgesik sesuai  pr!gram terapi 3. enganjurkan tir   baring" berikan pa melakukan p!sisi yang nyaman. *. engajarkan menggunakan tekn relaksasi. ,. enggunakan spr  halus#katun K k!m dingin#lembab ses indikasi. '. etidakseimbang an nutrisi (kurang $ujuan: lien memenuhi %. Berikan perawatan !ral teratur %. emperkirakan# hitungan pemasuk 

(13)

dari kebutuhan)  b.d muntah dan an!reksia kebutuhan nutrisi harian sesuai dengan tingkat akti6itas dan kebutuhan metab!lik riteria hasil: 1 lien dapat menjelaskan tentang  pentingnya

nutrisi bagi klien 1 Bebas dari tanda

malnutrisi 1 empertahanka n berat badan stabil 1 ilai lab!rat!rium n!rmal (>b" 7lbumin)

'. Aatat berat badan saat masuk dan  bandingken dengan saat berikutnya 3. emeriksaan lab!rat!rium#>b1>t1 elektr!lit17lbumin *. Jelaskan tentang  peng!ntr!lan dan  pemberian k!nsumsi karb!hidrat" lemak (makanan rendah lemak dapat men+egah serangan  pada klien dengan

k!lelitiasis dan k!lesistitis)" pr!tein" 6itamin" mineral dan +airan yang adekuat ,. !nsultasikan dengan

ahli gi@i untuk menetapkan kebutuhan kal!ri harian dan jenis makanan yang sesuai  bagi klien

. 7njurkan klien istirahat sebelum makan

0. $awarkan akan sedikit namun sering . Batasi asupan +airan

saat makan

4. 2ajikan makanan dalam keadaan hangat %5. !lab!rasi +airan. /E kal!ri. '. enimbang sesua indikasi. 3. engkaji makana kesukaan#ketidaks an pasien. *. emberikan suasa menyenangkan pa saat makan" hilangkan rangsan  berbau. ,. anawarkan minuman seduhan saat makan" bila t!leran.

. Berk!lab!rasi dala  pemberian diet

(14)

8atar pustaka :

8!enges"" arilyn 9. %444. $encana "suhan Keperawatan.9GA : Jakarta

/nayah" /in. '55*. "suhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem  Pencernaan. Jakarta: 2alemba edika

(15)

2etiawati" 2antun. '55. Panduan Praktis Pengka%ian Fisik Keperawatan. Jakarta: $rans /n! edia

(16)

Ka*'* $

Seorang pasien laki/laki usia 5 tahun periksa ke poli interna (S Sehat karena sering mengalami nyeri pada perut sebelah kanan atas. Nyeri berlangsung agak lama sekitar 7 menit. "erdasarkan berbagai pemeriksaan yang dilakukan pasien didiagnosa kolelitiasis.

ertanyaan:

1. #elaskan: de>nisi+ etiologi+ pato>siologi+ tanda dan ge!ala+ pemeriksaan penun!ang+ penatalaksanaan kolelitiasis+ dan komplikasi yang bisa ter!adi.

&Devi Maharani H. NIM 132310101056'  #awab :

%. 8einisi

!lelitiasis disebut juga batu empedu" gallstones" &iliarycalculus. /stilah k!lelitiasis dimaksudkan untuk pembentukan batu di dalam kandung empedu. Batu kandung empedu merupakan gabungan beberapa unsur yang membentuk suatu material mirip batu yang terbentuk di dalam kandung empedu.Batu 9mpedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu (u+leus re+ise ewsletter" edisi 0'" '5%%).Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut k!lelitiasis" sedangkan  batu di dalam saluran empedu disebut k!led!k!litiasis. 2ebagian besar batu

empedu" terutama batu k!lester!l" terbentuk di dalam kandung empedu.

Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran.Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan ineksi hebat saluran empedu (k!langitis). Jika saluran empedu tersumbat" maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan ineksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar  melalui aliran darah dan menyebabkan ineksi di bagian tubuh lainnya.

'. 9ti!l!gi

9ti!l!gi batu empedu masih belum diketahui dengan sempurna namun yang paling penting adalah gangguan metab!lisme yang disebabkan !leh

(17)

 perubahan susunan empedu" stasis empedu dan ineksi kandung empedu.!lelitiasis dapat terjadi dengan atau tanpa akt!r resik! dibawah ini.  amun" semakin banyak akt!r resik! yang dimiliki sese!rang" semakin besar 

kemungkinan untuk terjadinya k!lelitiasis. akt!r resik! tersebut antara lain :

%) Lanita (beresik! dua jadi lebih besar dibanding laki1laki)

') sia lebih dari *5 tahun

3) egemukan (!besitas)

*) akt!r keturunan

,) 7kti6itas isik 

) ehamilan (resik! meningkat pada kehamilan)

0) >iperlipidemia

) 8iet tinggi lemak dan rendah serat

4) eng!s!ngan lambung yang memanjang

%5) utrisi intra6ena jangka lama

%%) 8ism!tilitas kandung empedu

%') Obat1!batan antihiperlipedmia (+l!ibrate)

%3) enyakit lain (seperti ibr!sis sistik" 8iabetes mellitus" sir!sis hati"  pankreatitis dan kanker kandung empedu) dan penyakit ileus

(kekurangan garam empedu)

%*) -as#etnik (/nsidensinya tinggi pada /ndian 7merika" diikuti !leh kulit  putih" baru !rang 7rika)

(18)

3. at!isi!l!gi

embentukan batu empedu dibagi menjadi tiga tahap: ;"< pem=en'kan emped' yan7 *'per*a'ra*i> ;$< n'klea*i aa' pem=en'kan ini =a'> dan ;#< =erkem=an7 karena =eram=ahnya pen7endapan,elarutan k!lester!l merupakan masalah yang terpenting dalam pembentukan semua batu" ke+uali batu pigmen. 2upersaturasi empedu dengan k!lester!l terjadi bila perbandingan asam empedu dan !s!lipid (terutama lesitin) dengan k!lester!l turun di bawah harga tertentu. embentukan batu dimulai hanya bila terdapat suatu nidus atau inti  pengendapan k!lester!l. ada tingkat supersaturasi k!lester!l" kristal k!lester!l keluar dari larutan membentuk suatu nidus" dan membentuk suatu  pengendapan. ada tingkat saturasi yang lebih rendah" mungkin bakteri" ragmen parasit" epitel sel yang lepas" atau partikel debris yang lain diperlukan untuk dipakai sebagai benih pengkristalan.

Batu pigmen terdiri dari garam kalsium dan salah satu dari keempat ani!n ini : bilirubinat" karb!nat" !sat dan asam lemak. igmen (bilirubin)  pada k!ndisi n!rmal akan terk!njugasi dalam empedu. Bilirubin terk!njugasi karena adanya en@im gl!kur!nil tranerase bila bilirubin tak  terk!njugasi diakibatkan karena kurang atau tidak adanya en@im gl!kur!nil tranerase tersebut yang akan mengakibatkan presipitasi#pengendapan dari  bilirubin tersebut. /ni disebabkan karena bilirubin tak terk!njugasi tidak 

larut dalam air tapi larut dalam lemak.sehingga lama kelamaan terjadi  pengendapan bilirubin tak terk!njugasi yang bisa menyebabkan batu

empedu tapi ini jarang terjadi.

igmen (bilirubin) tak terk!njugasi dalam empedu 

(19)

resipitasi # pengendapan 

Berbentuk batu empedu 

Batu tersebut tidak dapat dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan  jalan !perasi

*. $anda dan Gejala

%)-asa nyeri dan kh!lik bilier 

7pabila duktus sistikus tersumbat !leh batu empedu" maka kandung empedu akan mengalami distensi dan akhirnya akan terineksi. >al ini membuat pasien akan menderita panas dan mungkin akan teraba massa  padat abd!mennya. asien dapat mengalami kh!lik bilier dan rasa nyeri hebat pada daerah abd!men kuadran kanan atas yang menjalar ke  punggung ataupun bahu kanan. -asa nyeri ini biasanya akan disertai

mual dan muntah yang akan bertambah hebat ketika makan M makanan dalam p!rsi yang besar. 8alam keadaan distensi bagian undus kandung empedu akan menyentuh dinding abd!men pada daerah kartilag! k!sta / dan  kanan. 2entuhan ini menimbulkan nyeri tekan pada kuadran kanan atas ketika pasien melakukan inspirasi dalam dan menghambat  pengembangan r!ngga dada.

')/kterus

Obstruksi mengalirkan getah empedu ke dalam du!denum akan menimbulkan gejala yang khas yaitu" getah empedu yang tidak lagi dibawa ke dalam du!denum akan diserap !leh darah dan penyerapan

(20)

empedu ini akan membuat kulit dan membrane muk!sa berwarna kuning. eadaan ini juga sering disertai dengan gejala gatal M gatal pada kulit. 3)erubahan warna urine dan eses

9kskresi pigmen empedu !leh ginjal akan membuat urine berwarna sangat gelap. eses yang tidak lagi diwarnai !leh pigmen empedu akan tampak kelabu" dan biasanya pekat. Biasanya keadaan eses ini disebut eses dempul.

*)8eisiensi 6itamin

Obstruksi saluran empedu akan mengganggu abs!rbsi 6itamin 7" 8" 9"   yang larut !leh lemak. >al ini membuat pasien memperlihatkan gejala deisiensi 6itamin M 6itamin jika !bstruksi berlangsung pada jangka waktu yang lama. ada deisiensi 6itamin  akan mengakibatkan tergangguanya pembekuan darah yang n!rmal (2melt@er" '55').

,. emeriksaan enunjang

%) 2G atau emeriksaan ltras!n!grai

emeriksaan 2G telah menggantikan k!lesist!grai !ral sebagai  pr!sedur diagn!stik pilihan karena pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan +epat dan akurat" dan dapat digunakan pada penderita disungsi hati dan ikterus. 8isamping itu" pemeriksaan 2G tidak membuat pasien terpajan radiasi inisasi. r!sedur ini akan memberikan hasil yang paling akurat jika pasien sudah berpuasa pada malam harinya sehingga kandung empedunya berada dalam keadan distensi. enggunaan ultra s!und  berdasarkan pada gel!mbang suara yang dipantulkan kembali. emeriksan 2G dapat mendeteksi kalkuli dalam kandung empedu atau duktus k!leduktus yang mengalami dilatasi.

') -adi!grai: !lesist!grai

!lesist!grai digunakan bila 2G tidak tersedia atau bila hasil 2G meragukan. !langi!grai !ral dapat dilakukan untuk mendeteksi batu

(21)

empedu dan mengkaji kemampuan kandung empedu untuk melakukan  pengisian" memekatkan isinya" berk!ntraksi serta meng!s!ngkan isinya.

Oral k!lesist!grai tidak digunakan bila pasien jaundi+e karena li6er  tidak dapat menghantarkan media k!ntras ke kandung empedu yang mengalami !bstruksi. (2melt@er dan Bare" '55').

3) 2!n!gram

2!n!gram dapat mendeteksi batu dan menentukan apakah dinding kandung empedu telah menebal.

*) 9-A (9nd!s+!pi+ -etr!grade A!langi!pan+reat!grai)

emeriksaan ini memungkinkan 6isualisasi struktur se+ara langsung yang hanya dapat dilihat pada saat laparat!mi. emeriksaan ini meliputi insersi end!sk!p serat !ptik yang leksibel ke dalam es!agus hingga men+apai du!denum pars desendens. 2ebuah kanula dimasukan ke dalam duktus k!leduktus serta duktus pankreatikus" kemudian bahan k!ntras disuntikan ke dalam duktus tersebut untuk menentukan keberadaan batu di duktus dan memungkinkan 6isualisassi serta e6aluasi per+abangan bilier. (2melt@er"2A dan Bare"BG '55').

. enatalaksanaan

%) enatalaksanaan n!n bedah

a. enatalaksanaan pendukung dan diet

5 C dari pasien inlamasi akut kandung empedu sembuh dengan istirahat" +airan inus" pengisapan nas!gastri+" analgesi+ dan antibi!ti+. 8iit yang dianjurkan adalah tinggi pr!tein dan karb!hidrat.

(22)

7sam urs!de!ksik!lat (urdaalk) dan ken!de!ksik!lat (+hen!dial" +hen!alk). ungsinya untuk menghambat sintesis k!lester!l dalam hati dan sekresi dan tidak desaturasi getah empedu.

+. engangkatan batu empedu tanpa pembedahan

engangkatan batu empedu : menginuskan bahan pelarut (m!n!!ktan!in atau metil tertier butyl eter ($B9) ke dalam kandung empedu. engangkatan n!n bedah : dengan lewat saluran $1 tube dan dengan alat jarring untuk memegang dan menarik keluar   batu yang terjepit dalam duktus k!leduktus.

') enatalaksanaan bedah

a. !lesistekt!mi : paling sering dgunakan atau dilakukan : kandung empedu diangkat setelah arteri dan duktus sistikus diligasi.

 b. inik!lesistekt!mi : mengeluarkan batu empedu lewat luka insisi selebar * +m.

+. !lesistekt!m! lapar!sk!pik (end!sk!pik) : lewat luka insisi ke+il melalui dinding abd!men pada umbili+us.

d. !led!k!st!mi : insisi lewat duktus k!led!kus untuk mengeluarkan  batu empedu.

DAPUS:

2melt@er" 2u@anne +" dkk. '55'.  Keperawatan medical &edah. 9GA: Jakarta.

 'ucleus Precise 'ewsletter . ('5%%). Batu 9mpedu. Jakarta : $.u+leus re+ise.

6. Uraikan askep pada kasus di atas: pengka!ian+ analisa data+

diagnosa &utama dan sesuai kasus'+ inter=ensi+ implementasi+ dan e=aluasi. &Chrisdiannita Fitria . NIM 132310101016 !int"a #"u $us%itasari NIM 13231010104&'

 #awab :

(23)

a. /dentitas

$n.  berusia ,5 tahun  b. -iwayat esehatan

1 eluhan utama

$n. mengeluh sering mengalami nyeri pada perut sebelah kanan atas yang berlangsung sekitar 35 menit.

1 -iwayat esehatan sekarang

$n. sering mengalami nyeri perut sebelah kanan atas. 1 -iwayat enyakit 8ahulu

ada riwayat penyakit dahulu" dikaji apakah $n. pernah mengalami penyakit yang sama. 2ese!rang yang memiliki B!dy ass /ndeF yang tinggi" akan beresik! lebih tinggi untuk terjadi k!lelitiasis" karena kadar k!lester!l dalam kandung empedu tinggi.

1 -iwayat kesehatan eluarga

engkaji ada atau tidak keluarga $n. yang pernah menderita  penyakit k!lelitiasis" meskipun penyakit ini tidak menurun" tetapi sese!rang dengan riwayat keluarga k!lelitiasi mempunyai resik! yang lebih besar.

+. emeriksaan isik 

1 B% : eningkatan rekuensi pernaasan" pernaasan tertekan ditandai naas pendek dan tertekan.

1 B' : $akikardi" demam" resik! perdarah karena kekurangan 6itamin  

1 B3 : yeri pada perut kanan atas menyebar ke punggung atau  bahu kanan.

1 B* : rine gelap pekat

1 B, : 8istensi abd!men" teraba massa pada kuadran kanan atas" eses warna seperti tanah liat

1 B : elemahan" ikterik" kulit berkeringat dan gatal (ruritus)

(24)

Daa Eiolo7i !a*alah Keperawaan

82 : $n. mengeluh nyeri  perut dibagian kanan atas

8O : yeri tekan di epigastrium

2umbatan empedu #k!leltiasis

7liran balik +airan empedu ke hepar  r!ses radang di sekitar hepat!bilier  /neksi  yeri  yeri

a. 8iagn!sa (utama" sesuai kasus)

 yeri akut berhubungan dengan !bstruksi" spasme" pr!ses inlamasi" iskemik jaringan" ineksi

(25)

 b. /nter6ensi

Dia7no*a T'8'an dan Krieria Ha*il Ineren*i Ra*ional  yeri akut  berhubungan dengan !bstruksi" spasme" pr!ses inlamasi" iskemik  jaringan" ineksi 2etelah dilakukan  perawatan selama 3F'* jam diharapkan nyeri  pasien berkurang yang ditandai dengan: 1 elap!rkan nyeri  berkurang 1 enunjukkan keterampilan relaksasi 1 asien terlihat rileks a. Obser6asi dan +atat l!kasi"  beratnya (skala 51%5) dan karakter nyeri (menetap" hilang timbul" k!lik).  b. $ingkatkan tirah baring"  biarkan pasien melakukan  p!sisi yang nyaman. +. 7njurkan klien menggunakan teknik distraksi dan tarik napas dalam saat nyeri timbul. d. !lab!rasi dengan d!kter a. embantu membedakan  penyebab nyeri dan memberikan in!rmasi tentang kemajuan#perbaik  an penyakit" terjadinya k!mplikasi" dan keeektian inter6ensi.

 b. $irah baring pada  p!sisi !wler rendah menurunkan tekanan intra abd!men. +. 8engan melakukan teknik relaksasi naas dalam dapat mengurangi nyeri  pasien.

(26)

dalam

 penatalaksaan nyeri akut yaitu dalam  pemberian analgetik  d. engurangi nyeri  pasien +. /mplementasi

Dia7no*a Implemena*i Eal'a*i +ormai.    yeri akut berhubungan

dengan !bstruksi" spasme"  pr!ses inlamasi" iskemik  jaringan" ineksi

a. eng!bser6asi dan men+atat l!kasi"  beratnya (skala 51%5)

dan karakter nyeri (menetap" hilang timbul" k!lik).

 b. eningkatkan tirah  baring" membiarkan  pasien melakukan  p!sisi yang nyaman.

+. enganjurkan klien menggunakan teknik distraksi dan menarik napas dalam saat nyeri timbul.

d. Berk!lab!rasi dengan d!kter dalam  penatalaksaan nyeri

a. asien mengatakan skala nyeri yang dirasakan berkisar  sekitar ,

 b. asien k!!perati dan merasa lebih nyaman dengan p!sisi semi!wler 

+. asien dapat melakukan teknik  naas dalam yang dianjurkan perawat d. asien dapat

menerima pemberian !bat yang diberikan

(27)

akut yaitu dalam  pemberian analgetik 

(28)

d. 96aluasi

Dia7no*a Eal'a*i

 yeri akut berhubungan dengan !bstruksi" spasme" pr!ses inlamasi" iskemik jaringan" ineksi

2 N asien mengatakan bahwa nyerinya mulai berkurang

O N asien terlihat lebih rileks" skala nyeri berkurang yaitu , dari 51%5

7 N asalah teratasi sebagian  N /nter6ensi dilanjutkan Oleh:

)hri*diannia +iria Ramdhani NI! "#$#"%"%"%"-Sinya Ay' P'*pia*ari NI! "#$#"%"%"%43

Da.ar P'*aka

8!enges" arilyn 9. %444. $encana "suhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: 9GA

Lilkins!n" Judith &an+y -. 7hern.'5%'.  Buku Saku Diagnosis  Keperawatan ! diagnose '"'D"( inter)ensi 'IC( kriteria hasil '*C.  Jakarta :

Referensi

Dokumen terkait