BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 1..11.. LLaattaar r BBeellaakkaanngg
Motor Induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang paling Motor Induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang paling luas digunakan. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja luas digunakan. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan
berdasarkan induksi induksi medan medan magnet magnet stator stator ke ke statornya, statornya, dimana dimana arus arus motor motor iniini bukan
bukan diperoleh diperoleh dari dari sumber sumber tertentu, tertentu, tetapi tetapi merupakan merupakan arus arus yang yang terinduksiterinduksi sebaga
sebagai i akibaakibat t adanyadanya a perbaperbadaan relatif antara daan relatif antara putarputaran rotor an rotor dengdengan medan an medan putar putar ((rotating magnetic field rotating magnetic field ) yang dihasilkan oleh arus stator. Motor induksi sangat) yang dihasilkan oleh arus stator. Motor induksi sangat banyak digunakan di
banyak digunakan di dalam kehidupan dalam kehidupan seharihari seharihari baik di baik di industri maupun industri maupun rumahrumah tangga. !al ini disebabkan karena motor memiliki berbagai keunggulan dibanding tangga. !al ini disebabkan karena motor memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan motor listrik yang lain, yaitu diantaranya karena harganya yang relatif dengan motor listrik yang lain, yaitu diantaranya karena harganya yang relatif murah, kontruksinya yang sederhana dan kuat serta karakteristik kerja yang baik. murah, kontruksinya yang sederhana dan kuat serta karakteristik kerja yang baik.
Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi "fase dan motor Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi "fase dan motor indu
induksi ksi #fase. Motor induksi "fase dioperasik#fase. Motor induksi "fase dioperasikan an pada sistem pada sistem tenagtenaga a "fase dan"fase dan banyak digunakan di dalam berbagai
banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri dengan kapasitas bidang industri dengan kapasitas yang besar.yang besar. Mo
Mototor r ininduduksksi i ##fafase se didiopoperaerasisikakan n papada da sissistetem m tentenagaga a ##fasfase e dadan n babanynyak ak digu
digunakan terutama untuk peralatan rumah tangga seperti nakan terutama untuk peralatan rumah tangga seperti kipas angin, lemari es,kipas angin, lemari es, pompa
pompa air, air, mesin mesin $u$i $u$i dan dan sebagainya sebagainya karena karena motor motor induksi induksi #fase #fase mempunyaimempunyai daya keluaran yang rendah.
daya keluaran yang rendah.
1
1..22.. MMaakkssuud dd daan Tn Tuujjuuaann #.
#. MenMengetgetahuahui $ari $ara kera kerja moja motor itor indunduksiksi.. %.
%. MenMengetgetahuahui karai karaktekteristristik moik motor intor indukduksisi ".
". MenMengetgetahuahui $ara pengi $ara penggamgambarabaran diagrn diagram lingam lingkarkaranan
# #
1
1..33.. PPeembmbaattaassaan n MMaassaallaa
Me
Mengnginingagat t peperlurlunynya a memempmprakraktitikkkkan an apapa a yyanang g tetelah lah di di dadapapat t dadariri perkuliahan,
perkuliahan, maka maka penulis penulis merasa merasa perlu perlu membahas membahas prinsip prinsip kerja kerja dari dari Motor Motor Induksi " &asa dan karakteristiknya. 'elain itu penulis juga dapat mengetahui dan Induksi " &asa dan karakteristiknya. 'elain itu penulis juga dapat mengetahui dan memahami $ara Penggambaran diagram lingkaran.
memahami $ara Penggambaran diagram lingkaran.
1
1.!.!.. TTeeknkn"k "k PPenengugum#m#ululaan Dn Datataa
al
alam am penpenyuyusunsunan an laplaporaoran n prapraktiktikum kum MesMesin in lelektrktrik ik AC AC ini ini penpenuliuliss menggunakan beberapa metode pengumpulan data, diantaranya adalah
menggunakan beberapa metode pengumpulan data, diantaranya adalah
#.
#. MetMetoda oda puspustaktaka daa dan stn studi udi litliterateratur ur
'tu
'tudi literadi literatur adalatur adalah h metmetoda yanoda yang g dildilakuakukan dengkan dengan an memembamba$a $a dandan memp
mempelajari elajari sumbsumbersumersumber ber kepukepustakaan yang stakaan yang erat erat hubuhubungannngannya ya dengadengan n topik topik yang penulis sajikan dalam hal ini adalah modul Praktikum Mesin lektrik AC. yang penulis sajikan dalam hal ini adalah modul Praktikum Mesin lektrik AC. Institut *
Institut *eknologeknologi i +asional %#-+asional %#-..
%.
%. MeMetotoda da PePengngujujiaiann
Pengu
Pengujian di aboratorijian di aboratorium um **ekneknik nergi lektik nergi lektrik Institut *erik Institut *eknoloknologigi +asional /andung
+asional /andung
% %
1.$ %"stemat"ka Pembaasan
/A/ I 0 Pendahuluan
Menguraikan latar belakang masalah,maksud dan tujuan,batasan masalah,metoda pengambilan data dan sistematika penulisan.
/A/ II 0 adasan teori
Menguraikan teori tentang Motor Induksi " &asa.
/A/ III 0 Menguraikan alat dan bahan yang digunakan, prosedur per$obaan, data hasil pengamatan, pengolahan data, wiring diagram.
/A/ I1 0 Pengolahan ata dan Analisa
Menguraikan proses pengambilan data hingga didapat hasil yang ingin di$apai. Menguraikan tentang analisa dari hasil per$obaan dan pengolahan data yang dilakukan.
/A/ 1 0 2esimpulan dan saran.
BAB II TE&'I DA%A' 2.1 Pengert"an M(t(r Induks"
Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor.
Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (a$) yang paling luas digunakan. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magneti$ field) yang dihasilkan oleh arus stator.
Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan seharihari baik di industri maupun di rumah tangga. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi tiga fasa dan motor induksi satu fasa. Motor induksi tiga fasa dioperasikan pada sistem tenaga tiga fasa dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri,
sedangkan motor induksi satu fasa dioperasikan pada sistem tenaga satu fasa yang banyak digunakan terutama pada penggunaan untuk peralatan rumah tangga seperti
kipas angin, lemari es, pompa air, mesin $u$i dan sebagainya karena motor induksi satu fasa mempunyai daya keluaran yang rendah.
/elitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar. Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktorkonduktor pada rotor, sehingga terinduksi arus dan rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator. Perbedaan putaran relatif antara stator dan rotor disebut slip. /ertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. 3adi, bila beban motor bertambah, putaran rotor $enderung menurun.
2.2 Pr"ns"# Dasar
Motor induksi se$ara prinsip dapat dianalogikan dengan sebuah transformator, hanya saja yang membedakannya adalah pada motor induksi, rangkaian sekundernya berputar. Akan tetapi dalam rangkaian rotor tidak berputar kondisi hubung singkat dimana slip 5 #. Maka motor induksi dapat dianalogikan dengan sebuah transformator dan oleh karena itu $ara menganalisaannya juga sama.
6ambar %.# Motor Induksi
Apabila motor berputar, maka parameterparameter yang ada hubungannya dengan frekuensi akan berubah. Pada saat motor berputar tanpa beban, besarnya daya yang diserap oleh motor
Po hanya dipergunakan untuk mengatasi rugirugi inti dan rugi mekanik. aya yang dihasilkan ( dengan masukan " fasa ), sebanding dengan tegangan, arus serta faktor bebannya.
2.3 )(nstruks" M(t(r Induks"
Motor induksi pada dasarnya mempunyai " bagian penting sebagai berikut.
#. 'tator 0 Merupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang dapat menginduksikan medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya.
6ambar %.% bentuk stator
%. Celah 0 Merupakan $elah udara sebagai tempat berpindahnya energi dari startor ke rotor.
". 7otor 0 Merupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet dari kumparan stator yang diinduksikan kepada kumparan rotor. 2onstruksi stator motor induksi pada dasarnya terdiri dari bagian bagian sebagai berikut 0
a. 7umah stator (rangka stator) dari besi tuang. b. Inti stator dari besi lunak atau baja silikon.
$. Alur bahannya sama dengan inti, dimana alur ini merupakan tempat meletakkan belitan (kumparan stator).
d. /elitan (kumparan) stator dari tembaga.
7angka stator motor induksi didesain dengan baik dengan empat tujuan yaitu0
a. Menutupi inti dan kumparannya.
b. Melindungi bagianbagian mesin yang bergerak dari kontak langsung dengan manusia dan dari goresan yang disebabkan oleh gangguan objek atau gangguan udara terbuka ($ua$a luar). $. Menyalurkan torsi ke bagian peralatan pendukung mesin dan
oleh karena itu stator didesain untuk tahan terhadap gaya putar dan gon$angan.
d. /erguna sebagai sarana rumahan 9entilasi udara sehingga pendinginan lebih efektif.
/erdasarkan bentuk konstruksi rotornya, maka motor induksi dapat dibagi menjadi dua jenis 0
#. Motor induksi dengan rotor sangkar ( squirrel cage)
/agian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya di bagian dalam. *erbuat dari besi laminasi yang mempunyai slot dengan batang alumunium atau tembaga.
6ambar %." bentuk rotor sangkar %. Motor induksi dengan rotor belitan (wound rotor )
2umparan dihubungkan bintang di bagian dalam dan ujung yang lain dihubungkan dengan slipring ke tahanan luar. 2umparan dapat dikembangkan menjadi pengaturan ke$epatan putaran motor. Pada kerja normal slipring hubung singkat se$ara otomatis, sehingga rotor bekerja seperti rotor sangkar.
6ambar %.4 bentuk rotor kumparan:belit
-Perbedaan mendasar dari rotor sangkar dengan rotor belit adalah terdapat pada konstruksi rotor.
#. 7otor sangkar mempunyai 0 a. *ahanan rotor tetap. b. Arus starting tinggi. $. *orsi starting rendah. %. 7otor kumparan atau belit 0
a. Memungkinkan tahan luar dihubungkan ke tahanan rotor melalui slip ring yang terhubung ke sikat.
b. Arus starting rendah. $. *orsi starting tinggi.
iantara stator dan rotor terdapat $elah udara yang merupakan ruangan antara stator dan rotor. Pada $elah udara ini lewat fluks induksi stator yang memotong kumparan rotor sehingga meyebabkan rotor berputar. Celah udara yang terdapat antara stator dan rotor diatur sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil kerja motor yang optimum. /ila $elah udara antara stator dan rotor terlalu besar akan mengakibatkan efisiensi motor induksi rendah, sebaliknya bila jarak antara $elah terlalu ke$il:sempit akan menimbulkan kesukaran mekanis pada mesin.'tator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga fase. 6ulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu.
'tator merupakan bagian yang diam dari motor induksi tiga fasa, pada bagian stator terdapat beberapa slot yang merupakan tempat kawat
(konduktor) dari tiga kumparan tiga fasa yang disebut kumparan stator, yang masingmasing kumparan mendapatkan suplai arus tiga fasa, maka pada kumparan tersebut segera timbul medan putar. engan adanya medan magnet putar pada kumparan stator akan mengakibatkan rotor berputar, hal ini terjadi karena adanya induksi magnet dengan ke$epatan putar rotor dan ke$epatan putar stator. 2awat rotor terdiri dari batangbatang tembaga yang berat,
alumunium atau alloy yang dimasukkan ke dalam inti rotor. Masingmasing ujung kawat dihubungkan singkat dengan ;end-ring <.
Motor induksi dengan rotor belitan mempunyai rotor dengan belitan kumparan tiga fasa sama seperti kumparan stator. 2umparan stator dan rotor juga mempunyai jumlah kutub yang sama. Penambahan tahanan luar sampai
harga tertentu, dapat membuat kopel mula men$apai harga kopel maksimmnya. 2opel mula yang besar memang diperlukan pada saat start. Motor induksi jenis
ini memungkinkan penambahan (pengaturan) tahanan luar. *ahanan luar yang dapat diatur ini dihubungkan ke rotor melalui $in$in. 'elain untuk menghasilkan kopel mula yang besar, tahanan luar dapat diperlukan untuk membatasi arus mula yang besar pada saat start. isamping itu dengan mengubah > ubah tahanan luar, ke$epatan motor dapat diatur.
2.! Pr"ns"# )erja M(t(r Induks"
Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada kumparan rotornya. 6arisgaris gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau tegangan induksi dan karena penghantar (kumparan) rotor merupakan rangkaian yang tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan rotor. Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya orent? yang menimbulkan torsi yang $enderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan induksi stator. Pada rangka stator terdapat kumparan stator yang ditempatkan pada slotslotnya yang dililitkan pada sejumlah kutup tertentu. 3umlah kutub ini menentukan ke$epatan berputarnya medan stator yang terjadi yang diinduksikan ke rotornya. Makin besar jumlah kutub akan mengakibatkan makin ke$ilnya ke$epatan putar medan stator dan sebaliknya.
Prinsip kerja pada motor induksi tiga fasa adalah perputaran motor pada mesin arus bolak > balik ditimbulkan oleh adanya medan putar (fluks yang berputar) yang dihasilkan dalam kumparan statornya. Medan putar ini terjadi
apabila kumparan stator dihubungkan dalam fasa banyak umumnya fasa ". hubungan dapat berupa hubungan bintang atau delta.
Ada beberapa prinsip kerja motor induksi0 Apabila sumber tegangan " fasa dipasang pada kumparan medan (stator), timbullah medan putar dengan ke$epatan rpm dengan fs 5 frekuensi stator (Stator line frequency) atau frekuensi jalajala dan p 5 jumlah kutub pada motor. Medan stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor. Akibatnya pada kumparan jangkar (rotor) timbul tegangan induksi 2arena kumparan jangkar merupakan kumparan tertutup, ggl akan menghasilkan arus. Adanya arus didalam medan magnet menimbulkan gaya pada rotor. /ila kopel mula yang dihasilkan oleh
gaya pada rotor besar akan memikul kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. 'eperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar tegangan terinduksi diperlukan adanya perbedaan relatif antara ke$epatan medan stator dengan ke$epatan berputar
rotor. Perbedaan ke$epatan disebut slip dinyatakan dengan bila tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada kumparan jangkar rotor, dengan demikian tidak dihasilkan kopel. 2opel motor akan ditimbulkan apabila lebih ke$il dari . ilihat dari $ara kerjanya, motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau asinkron.
2.$ Pengasutan M(t(r Induks" T"ga *asa
Pada motor induksi tiga fasa rotor yang banyak digunakan adalah rotor sangkar. Pada rotor sangkat terdapat aluralur yang berpenampang bundar. alam aluralur ini terdapat batangbatang kawat yang diujungujungnya saling dihubung singkat dengan $in$in tembaga dan ditempatkan pada tepi muka dan tepi belakang dari besi rotor. 2arena batangbatang kawat dalam aluralur rotor dihubung singkat maka tahannya ke$il, dengan tahanan ke$il maka pemakaian arus pada awal perputaran besar.
'esuai dengan penjelasan diatas maka motor induksi pada saat awal perputaran akan membutuhkan arus yang besar. /esarnya empat sampai lima kali, bahkan sampai tujuh kali dari besarnya arus stator pada waktu berputar normal
dan beban penuh.
Pemakaian arus start yang besar pada permulaan berjalan akan membutuhkan daya yang besar, hal ini menimbulkan kerugian pada industri yang memakai motor induksi tersebut. ntuk mengatasi pemakaian arus start yang besar maka dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa menggunakan system pengasutan. Adapun ma$amma$an pengasutan, yaitu 0
a. 'istem B ( Direct On Line)
Menjalankan motor dengan $ara ini adalah menghubungkan motor langsung kejalajala dengan tegangan penuh. *etapi $ara ini kurang menguntungkan, karena adanya arus starting yang tinggi. Arus starting yang tinggi menyebabkan drop tegangan pada jaringan sehingga mengganggu sistem yang lain.
Bleh karena itu sistem ini hanya digunakan untuk motor induksi rotor sangkat tiga fasa yang mempunyai daya ke$il.
b. Mereduser tegangan
Mereduser (memperke$il) tegangan yang masuk ke motor. Cara ini dikenal dalam beberapa bentuk starting, yaitu 0
a. 'tarting menggunakan Primary Resistance yaitu pengasutan dengan memasang tahanan pada rangkaian primer (stator). 'tater ini digunakan untuk menjalankan motor rotor sangkat tiga fasa dengan $ara memperke$il tegangan masuk ke motor pada waktu start. engan waktu yang telah ditetapkan untuk lamanya starting, kemudian tahanan dapat dilepaskan kembali. Pada saat ini motor mengambil tegangan penuh dari jalajala.
b. 'tarting dengan menggunakan autotransformer yaitu pengasutan dengan $ara memasang autotrafo yang ditempatkan pada rangkaian utama atau rangkaian primer (stator). 'tarting ini digunakan untuk menjalankan motor rotor sangkar tiga fasa dengan $ara memperke$il tegangan masuk ke motor melalui ototrafo.
$. 'tarting 'e$undary 7esistan$e, pengasutan dengan memasang tahanan pada rangkaian sekunder (rotor). Cara pengasutan ini khusus hanya
digunakan untuk motor rotor belit.
d. 'tarting bintang segitiga, starting ini berfungsi untuk mengatur hubungan stator motor pada waktu start (bintang) dan beberapa detik kemudian diatur menjadi hubungan segitiga (motor running). Pada saat motor dihubung bintang arus akan turun kitakira sepertiga besarnya arus jika motor dijalankan (start) sebagai B (direct on line). 2emudian motor diper$epat sampai delapan puluh persen dari ke$epatan sinkron untuk perpindahan bintang ke segitiga. Pada waktu itu besarnya arus motor sama dengan besarnya arus running segitiga.
BAB III
LANDA%AN P'A)TI)UM
3.1. Alat+Alat ,ang D"gunakan.
Per$obaan beban nol,hubung singkat dan tahanan dalam trafo #. Motor Induksi (asinkron) " fasa (# buah)
%. Autotrafo " &asa (# buah)
". ioda (# buah)
4. Multimeter (# buah)
8. Ampermeter AC (# buah)
-. Dattmeter AC # &asa (# buah)
=. 1aria$ (#buah)
@. 2abel : jumper ('e$ukupnya)
3.2 Pr(sedur Per-(baan
3.2.1 Per-(baan Arus D
6ambar ".# 7angkaian per$obaan arus C
Prosedur per$obaan0
#. isiapkan beberapa alat yang digunakan, seperti power supply dc, voltmeter dc, amperemeter dc,dan kabel se$ukupnya.
%. irangkai rangkaian per$obaan yang telah dibuat dan dilaporkan kepada asisten motor induksi " fasa.
". igunakan alat power supply d$ dengan menghubungkan kedua kutub ( positif dan negatif ) pada power supply d$ ke satu kawat fasa yang terdapat pada motor induksi.
4. iaktifkan MC/ "E.
8. iaktifkan power supply dc.
-. iatur tegangan pada power supply dc sampai dengan tegangan maksimumnya.
=. iatur arus pada power supply dc pada nilai tertentu sehingga mendapatkan nilai 7 s.
@. i$atat penunjukan dari beberapa parameter yang diukur, seperti nilai arus (I) dan tegangan (1) pada alat ukur multimeter.
. imatikan power supply dc dengan mengatur terlebih dahulu tegangan dan arus pada posisi awal atau nol.
#. imatikan MC/ "E.
##. i$abut kabel yang dipasang pada rangkaian satu persatu.
#%. irapihkan kembali alatalat praktikum pada per$obaan arusdc. #". ilaporkan kepada asisten bahwa per$obaan arus d$ telah selesai.
3.2.2 Per-(baan Hubung %"ngkat /r(t(r m(t(r d"taan0
6ambar ".% 7angkaian Per$obaan !ubung 'ingkat Prosedur per$obaan0
#. isiapkan beberapa alat yang digunakan pada per$obaan hubung singkat, seperti wattmeter, amperemeter, voltmeter, autotrafo, dan kabel secukupnya
%. ibuat rangkaian seperti pada gambar ".% dan dilaporkan kepada asisten motor induksi " fasa.
". iminta persetujuan dari asisten motor induksi " fasa terlebih dahulu.
4. itahan rotor pada motor d$ dengan rem mekanik menggunakan obeng.
8. iaktifkan MC/ "E.
-. iatur tegangan pada autotrtafo se$ara bertahap sehingga hubung singkat men$apai harga niominal dari motor induksi "E.
=. i$atat hasil pengukuran (1hs, Ihs, Phs) dengan menggunakan (voltmeter
pada pengukuran 1hs dan aperemeter pada pengukuran Ihs serta
wattmeter pada pengukuran Phs) pada per$obaan hubung singkat.
@. iturunkan tegangan pada autotrafo sedikit demi sedikit sehingga men$apai harga tegangan nol.
. imatikan MC/ "E.
#. i$abut rem mekanik yang menggunakan obeng.
##. ilaporkan kepada asisten bahwa per$obaan hubung singkat telah selesai.
3.2.3 Per-(baan Beban N(l
6ambar "." 7angkaian Per$obaan /eban +ol
Prosedur per$obaan0
#. ibuat 7angkain seperti pada gambar "." dimana sebagian rangkaiannya sama dengan per$obaan hubung singkat.
%. iminta persetujuan asisten motor induksi " fasa. ". Mesin pada keadaan tanpa beban atau beban nol. 4. iaktifkan MC/ "E.
8. inaikan tegangan pada autotrafo se$ara bertahap hingga putaran motor men$apai F #8 rpm.
-. i$atat nilai tegangan (1o), arus (Io), putaran (n) dan daya (Po) pada beban nol dengan menggunakan voltmeter pada pengukuran 1o amperemeter pada pengukuran Io, tac!ometer pada putaran (n) dan wattmeter pada pengukuran Po.
=. iturunkan tegangan pada autotrafo sedikit demi sedikit hingga men$apai harga tegangan nol.
@. imatikan MC/ "E.
. ilaporkan kepada asisten bahwa per$obaan beban nol telah selesai.
3.2.! Per-(baan Berbeban
6ambar ".4 7angkaian Per$obaan /erbeban Prosedur per$obaan0
#. ibuat 7angkain seperti pada gambar ".4 dimana sebagian rangkaiannya sama dengan per$obaan beban nol.
%. iminta persetujuan asisten motor induksi "E. ". iaktifkan MC/ "E.
4. inaikan tegangan pada autotrafo se$ara bertahap hingga putaran motor induksi "E mendekati F #8 rpm.
8. inaikan arus eksitasi sampai maksimum. -. inyalakan beban (lampu pijar) " watt.
#-=. i$atat nilai tegangan (1 dan 1+), Arus (I), putaran (n) dan daya (P) pada beban nol dengan menggunakan voltmeter pada pengukuran 1, amperemeter pada pengukuran I , "ac!o #eter pada putaran (n) dan
wattmeter pada pengukuran P pada beban lampu (lampu pijar) " watt.
@. inyalakan beban (lampu pijar) - watt.
. i$atat nilai tegangan (1 dan 1+), Arus (I), putaran (n) dan daya (P) pada beban nol dengan menggunakan voltmeter pada pengukuran 1, amperemeter pada pengukuran I , "ac!o #eter pada putaran (n) dan
wattmeter pada pengukuran P pada beban lampu (lampu pijar) - watt.
#. inyalakan beban (lampu pijar) watt.
##. i$atat nilai tegangan (1 dan 1+), Arus (I), putaran (n) dan daya (P) pada beban nol dengan menggunakan voltmeter pada pengukuran 1, amperemeter pada pengukuran I , "ac!o #eter pada putaran (n) dan
wattmeter pada pengukuran P pada beban lampu (lampu pijar) watt.
#%. iturunkan tegangan pada autotrafo sedikit demi sedikit hingga men$apai harga tegangan nol.
#". imatikan MC/ "E.
#4. ilaporkan kepada asisten bahwa per$obaan berbeban telah selesai.
3.3 Data Dan Has"l Pengamatan
*abel ".# +ame Plate
ME%IN A A%IN)'&N
1:I %% : "@ G1H #4 : @ GAH 7PM #8 rpm f 8 !? Cos rror0 7eferen$e sour$e .@ #=
Phase " ɸ
3.3.1 Data Has"l Per-(baan Arus D
*abel ".% !asil Pengamatan Per$obaan arus C
3.3.2 Data Has"l Per-(baan Hubung %"ngkat
*abel "." !asil Pengamatan !ubung 'ingkat
3.3.3 Data Has"l Per-(baan Beban N(l
*abel ".4 !asil Pengamatan /eban +ol 1 (1) Io (A) n (rpm) "% 4,-@ #4@%
3.3.! Data Has"l Per-(baan Berbeban
*abel ".8 !asil Pengamatan /erbeban dengan lampu pijar
ata Per$obaan /erbeban
aya ampu 1 1+ I P n 1C *idak berbeban 4# 1 %% 1 4,=% A #@- D #8 rpm %% 1 " Datt 4# 1 %% 1 4.=% A ### D #4@ rpm #@@." 1 - Datt 4# 1 %%" 1 4,@ A #4- D #4= rpm #@-.8 1 Datt 44 1 %%@,= 1 8,8 A #=4 D #48 rpm #@8.- 1 #@ 1C (1) IC (A) .4 8, I (A) 1 (1) P (D) 8,=4 84," =%
3.! Peng(laan Data
• Per$obaan Arus C
• Per$obaan
!ubung 'ingkat
rror0 7eferen$e sour$e not found
rror0 7eferen$e sour$e not found
• Per$obaan /eban +ol
B5 rror0 7eferen$e sour$e not found 5 rror0 7eferen$e sour$e not found 5 8,
Ω
• Per$obaan /erbeban
• Sebelum dibebani
$rror% Reference source not found
• &eban '(( watt
$rror% Reference source not found
• &eban )(( watt
• &eba
n *(( watt
3.$ D"agram "r"ng
6ambar ".8. wiring diagram pe$obaan arus C
6ambar ".-. wiring diagram per$obaan hubung singkat
6ambar ".=. Diring iagram Per$obaan /eban nol
6ambar ".@. Diring iagram Per$obaan /erbeban
BAB I
ANALI%A DAN TUA% A)HI'
!.1 Anal"sa
#. Per$obaan arus C
Per$obaan arus $ bertujuan untuk men$ari nilai hambatan dalam motor induksi.2arena per$obaan ini menggunakan sumber C dari power supply dan arus C tidak memiliki frekuensi (f5) maka 0 J 5 7 K jw menjadi
J57. sehingga didapatkan untuk men$ari hambatan dalam motor induksi menggunakan $ara 0
5
an dari perhitungan
yang sudah di
lakukan dari nilai hasil per$obaan yang didapat hasilnya adalah 0 %. Per$obaan !ubung 'ingkat
Per$obaan hubung singkat bertujuan untuk mengetahui impedansi motor induksi pada saat s!ort circuit . Pada per$obaan hubung singkat, putaran motor di tahan oleh obeng mekanik sehingga ke$epatan pada rotor 5 , maka resistansi pada beban 5 . 3adi pada sisi beban dapat di s!ort kan 2arena arus yang melewati rangkaian magnetisasi sangat ke$il sehingga bisa diasumsikan sama dengan . !al ini dikarenakan impedansi pada rangkaian magnetisasi sangat besar sekali atau tak terhingga. Impedansi motor dapat di ketahui dengan rumus 0
rror0 7eferen$e sour$e not found 5 rror0
7eferen$e sour$e not found
an nilai impendansi yang didapat pada saat per$obaan hubung singkat adalah 0
". Per$obaan /eban +ol
Per$obaan beban nol bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari motor
induksi, di pengujian ini arus I# 5 Io, dikarenakan motor bekerja tanpa
beban diartikan sebagai open circuit maka impedansi pada sisi beban sangat
%4 S R D+ D+ , -
besar, mengakibatkan besar arus yang melewatinya sangat ke$il dan dapat
dikatakan sama dengan nol. 'elain itu karena motor bekerja tanpa beban
maka pada rotor slipnya mendekati nol (sL), sehingga resistansi pada sisi
beban sangat besar (7r5). 2arakteristik motor diketahui dengan $ara 0
N J 5
an hasil yang didapat pada per$obaan beban nol adalah 0
4. Per$obaan /erbeban
Per$obaan berbeban bertujuan untuk mengetahui torka dari motor induksi. Pada per$obaan berbeban ini beban yang digunakan berbedabeda, maka semakin besar beban maka perputaran motor akan semakin ke$il:melambat. Perputaran motor menurun diakibatkan 2arena bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. 3adi. /ila beban motor bertambah, putaran rotor $enderung menurun. . Pada per$obaan berbeban , hasil ke$epatan perputaran motor dengan " , - , watt mengalami penurunan karena arus yang di dapatnya apabila beban naik arusnya yang didadapatpun semakin naik karena apabila arusnya bertambah besar maka daya nya akan menurun dan kalau daya menurun torka juga turun itu yang menyebabkan terjadinya torka turun kalau dilihat dari rumusus ini 0
%8 fasa P - Ro # , % , = [ ]Ω , , , - [ ]Ω
!.2 Tugas Ak"r
#. Hitunglah hasil resistanti dan reaktansi pada setiap percobaan yang dilakukan!
%. Buatlah digaram lingkaran dari data percobaan!
". Bandingkan dan analisa hasil perhitungan dengan diagram lingkaran!
3awaban 0
#. Per$obaan Arus C
Per$obaan hubung singkat
Per$obaan /eban +ol
XO=
Error:
Reference source not found = Error: Reference source not found = " Ω
BAB I
)E%IMPULAN DAN %A'AN
%-θ $os . . . " P = n P " . % - . π =
$.1 )es"m#ulan
Pada praktikum motor induksi " fasa ini bertujuan 0
#. ntuk mengetahui prinsip kerja dari motor induksi " fasa . Prinsip kerja motor induksi " fasa yaitu Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada kumparan rotornya. /ila kumparan stator motor induksi "fasa yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan "fasa, maka kumparan stator akan menghasilkan medan magnet yang berputar. 6arisgaris gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau tegangan induksi. 2arena penghantar (kumparan) rotor merupakan rangkaian yang tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan rotor. Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya orent? yang menimbulkan torsi yang $enderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan induksi stator. Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktorkonduktor pada rotor, sehingga terinduksi arusN dan sesuai dengan !ukum ent?, rotor pun akan turut berputar mengikuti medan putar stator. Perbedaan putaran relatif antara stator dan rotor disebut slip. /ertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. 3adi. /ila beban motor bertambah, putaran rotor $enderung
menurun.
%. Mengetahui karakteristik motor induksi
". Mengetahui $ara penggambaran diagram lingkaran
ntuk menggambar diagram lingkaran suatu motor induksi,$ukup jika diketahui dua titik pada diagram lingkaran tersebut.salah satu titik diperoleh dari pengukuran beban nol,sedangkan satu titik yang lain dapat diperoleh dari pengukuran pada saat motor dibebani suatu beban tertentu atau pada keadaan motor ditahan.jika kedua titik sudah diketahui kedudukanya dapat dibuat diagram lingkaran dengan $ara0
#.akukan skala arus
%./uatlah koordinat dua garis tegak lurus
".6ambarkan 9ektor diagram arus dengan skala arusyang telah ditetapkan
4./uatlah garis sejajar dengan sumbu mendatar pada ujung 9ektor arus Io
8.!ubungkan kedua ujung 9ektor arus tersebut,dan buatlah garis sumbu pada garis hubung ini.
-.*itik potong antara garis sumbu dengan garis tersebut pada d merupakan pusat lingkaran
=.engan begitu diagram lingkaran bisa dilukiskan.
$.2 %aran
Alat > alat yang akan digunakan pada praktikum , sebelumnya dapat
dipastikan berjalan dengan baik.
Mengetahui semua prinsip kerja pada motor induksi untuk mempermudah
proses pada saat pratikum.
DA*TA' PU%TA)A
aboratorium *enaga nergi lektrik. %#-. O Modul Praktikum Mesin lektrik AC , /andung 0 I*+A'.
Catatan 2uliah 2 (asar 2on9ersi nergi lektrik). Juhal.asar *enaga istrik./andung0Penerbit I*/,##.