• Tidak ada hasil yang ditemukan

Critical Review Jurnal 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Critical Review Jurnal 2"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Ti

Tiap ap saat saat masmasalah alah laylayanan anan keskesehatehatan an diddidiskiskusiusikankan, , tigtiga a konkonsep sep selselalualu mu

muncncul. ul. KoKonsnsep ep tetersersebubut t adadalalah ah : : akaksesses, , bibiayaya a dadan n mumututu. . TTeentntu u sasaja ja akaksesses mencakup akses fisik, kreuangan, mental atau intelektual terhadap perawatan dan mencakup akses fisik, kreuangan, mental atau intelektual terhadap perawatan dan layanan kesehatan yang tersedia. Namun, layanan yang disediakan dalam suatu layanan kesehatan yang tersedia. Namun, layanan yang disediakan dalam suatu institu

institusi si kesehakesehatan tan harus memiliki harus memiliki karakteristik tertentu, karakteristik tertentu, disampdisamping ing persoapersoalanlan keterjangkauan dan ketersediaan. Karakteristik itu harus mencakup elemen dan keterjangkauan dan ketersediaan. Karakteristik itu harus mencakup elemen dan karakteristik mutu. Elemen kepuasan konsumen merupakan yang terpenting. Jika karakteristik mutu. Elemen kepuasan konsumen merupakan yang terpenting. Jika konsumen tidak puas dengan layanan yang diberikan, dia tidak akan mencari konsumen tidak puas dengan layanan yang diberikan, dia tidak akan mencari layanan itu atau menerimanya, walaupun layan tersebut tersedia, mudah didapat layanan itu atau menerimanya, walaupun layan tersebut tersedia, mudah didapat dan mudah dijangkau. leh karena itu, mutu layanan yang ditawarkan merupakan dan mudah dijangkau. leh karena itu, mutu layanan yang ditawarkan merupakan hal

hal yayang ng penpentinting g daldalam am laylayanan anan keskesehatehatan. an. NamNamun, un, mutmutu u harharus us berberasal asal dardarii  perspektif

 perspektif konsumen konsumen karena karena mutu mutu layanan layanan merupakan merupakan jasa jasa yang yang diterima diterima oleholeh konsumen layanan tersebut.

konsumen layanan tersebut.

Jadi apa sebenarnya mutu itu! "pakah sesuatu yang luar biasa! "pakah Jadi apa sebenarnya mutu itu! "pakah sesuatu yang luar biasa! "pakah sesu

sesuatu atu yanyang g terterbaibaik! k! #el#elum um tententu tu demdemikiikian. an. $ut$utu u dapdapat at berberarti arti suasuatu tu carcaraa sederhana untuk meraih tujuan yang diinginkan, dengan cara yang paling efisien sederhana untuk meraih tujuan yang diinginkan, dengan cara yang paling efisien dan efektif, dengann penekanan untuk memuaskan pembeli atau konsumen. $utu dan efektif, dengann penekanan untuk memuaskan pembeli atau konsumen. $utu tidak selalu berarti cara yang paling mahal untuk melaksanakan segala sesuatu. tidak selalu berarti cara yang paling mahal untuk melaksanakan segala sesuatu. %ebaliknya, mutu merupakan sebuah kebutuhan untuk melakukan efisiansi dan %ebaliknya, mutu merupakan sebuah kebutuhan untuk melakukan efisiansi dan  penghematan

 penghematan biaya. biaya. $utu $utu tidak tidak harus harus berupa berupa layanan layanan atau atau barang&barang barang&barang yangyang mahal. Namun, mutu merupakan sebuah produk atau layanan yang memadai, mahal. Namun, mutu merupakan sebuah produk atau layanan yang memadai, mud

mudah ah dijdijangangkaukau, , efiefisiensien, , efekefektiftif, , dan dan amaaman n sehisehinggngga a harharus us terterus&mus&menerenerusus di'aluasi dan ditingkatkan.

(2)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

A.

A. PengPengertiertian mutan mutu pelau pelayanayanan kesen kesehatahatann #eberapa

#eberapa definisi definisi mutu mutu pelayanan pelayanan kesehatan kesehatan adalah adalah sebagai sebagai berikut:berikut: (.

(. $u$utu tu pepelalayyananan an kekesesehahatatan n adadalalah ah pepelalayyananan an kekesesehahatatan n yayang ng dadapapatt memuas

memuaskan setiap kan setiap pemakapemakai i jasa jasa pelaypelayanan kesehatan yang anan kesehatan yang sesuai dengansesuai dengan tin

tingkagkat t kepkepuasuasaan aan ratarata&ra&rata ta seraserata ta penpenyelyelengenggaragaraannannya ya sessesuai uai dendengangan standart dan kode etik

standart dan kode etik profesi )"*rul "*war, (++profesi )"*rul "*war, (++-.-. .

. $em$emenenuhuhi i dadan n memeleblebihihi i kekebubututuhan han serserta ta hahararapapan n pepelanlanggggan an memelalaluilui  peningkatan

 peningkatan yang yang berkelanjutan berkelanjutan atas atas seluruh seluruh proses. proses. /elanggan /elanggan meliputi,meliputi,  pasien,

 pasien, keluarga, keluarga, dan dan lainnya lainnya yang yang datang datang untuk untuk pelayanan pelayanan dokter,dokter, karyawan )$ary 0. 1immerman-.

karyawan )$ary 0. 1immerman-. 2.

2. /enge/engertian mrtian mutu pelutu pelayanan kayanan kesehatan esehatan )3i)3ijono, (jono, (+++- a+++- adalah : /endalah : /enampilampilanan yang sesuai atau pantas )yang berhubungan dengan standart- dari suatu yang sesuai atau pantas )yang berhubungan dengan standart- dari suatu int

inter'er'ensensi i yanyang g dikdiketaetahui hui amanaman, , yanyang g dapdapat at memmemberiberikan kan hasihasil l kepkepadaada masyarakat yang bersangkutan dan yang telah mempunyai kemampuan masyarakat yang bersangkutan dan yang telah mempunyai kemampuan unt

untuk uk menmenghaghasilksilkanpanpada ada kemkematiaatian, n, keskesakiakitantan, , ketiketidak dak mammampuapuan n dandan kekurangan gi*i )0oemer

kekurangan gi*i )0oemer dan "4uilardan "4uilar, 35, (+66-., 35, (+66-. 7.

7. 8o8onanabebedidianan, , (+(+69 69 cicit. t. 33iijojonono, , (+(+++ ++ memenynyebebututkan kan babahwhwa a kukualalititasas  pelayanan adalah

 pelayanan adalah suatu pelayanan yang suatu pelayanan yang diharapkan untuk memaksimalkandiharapkan untuk memaksimalkan suatu ukuran yang inklusif dari kesejahteraan klien sesudah itu dihitung suatu ukuran yang inklusif dari kesejahteraan klien sesudah itu dihitung keseimbangan antara keuntungan yang diraih dan kerugian yang semua itu keseimbangan antara keuntungan yang diraih dan kerugian yang semua itu merupakan penyelesaian proses atau hasil dari pelayanan diseluruh bagian. merupakan penyelesaian proses atau hasil dari pelayanan diseluruh bagian. .

. %e%ecacara ra umumum um pengpengerertitian an mumutu tu pelapelayyananan an kekesesehahatatan n adadalalah ah dederarajajatt kes

kesempempurnurnaan aan pelpelayaayanan nan keskesehaehatan tan yanyang g sessesuai uai stastandandar r proprofesfesi i dandan st

stanandadar r pepelaylayananan an dedengngan an memengnggugunanakakan n popotetensnsi i sumbsumber er dadaya ya yayangng tersedia di rumah sakit atau puskesmas secara wajar, efisien, dan efektif  tersedia di rumah sakit atau puskesmas secara wajar, efisien, dan efektif  serta diberikan secara

serta diberikan secara aman dan aman dan memuamemuaskan sesuai skan sesuai norma, etika, hukum,norma, etika, hukum, dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan  pemerintah, serta masyarakat konsumen.

(3)

• Jadi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menunjuk 

 pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa  puas pada diri setiap pasien. $akin sempurna kepuasan tersebut, makin  baik pula mutu pelayanan kesehatan. %ekalipun pengertian mutu yang terkait dengan kepusan ini telah diterima secara luas, namun penerapannya tidaklah semudah yang diperkirakan. $asalah pokok yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut bersifat subyektif. Tiap orang, tergantung dari latar belakang yang dimiliki, dapat saja memiliki tingkat kepuasan yang  berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. 8i samping itu, sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun dinilai telah memuaskan pasien, namun ketika ditinjau dari kode etik serta standar   pelayanan profesi, kinerjanya tetap tidak terpenuhi.

B. an!aat pr"gram pen#aminan mutu

/rogram menjaga mutu adalah suatu upaya yang dilakukan secara  berkesinambungan, sistematis, objektif dan terpadu dalam menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan berdasarkan standar yang telah ditetapkan, menetapkan dan melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia, serta menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran&saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan. "dapun manfaat dari program jaminan mutu :

(. 8apat meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan.

/eningkatan efektifitas pelayanan kesehatan ini erat hubungannya dengan dapat di atasinya masalah kesehatan secara tepat, karena pelayanan kesehatan yang diselenggarakan telah sesuai dengan kmajuan ilmu dan teknologi dan ataupun standar yang telah ditetapkan.

. 8apat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan

/eningkatan efisiensi yang dimaksudkan ini erat hubungannya dengan dapat dicegahnya pelayanan kesehatan yang dibawah standar dan ataupun yang  berlebihan. #iaya tambahan karena harus menangani efek samping atau

(4)

2. 8apat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

/eningkatan penerimaan ini erat hubungannya dengan telah sesuainya pelayanan kesehatan dengan kebutuhan dan tuntutan pemakai jasa pelayanan. "pabila  peningkatan penerimaan ini dapat diwujudkan, pada gilirannya pasti akan  berperanan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara

keseluruhan.

7. 8apat melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya gugatan hukum.

 /ada saat ini sebagai akibat makin baiknya tingkat pendidikan masyarakat, maka kesadaran hukum masyarakat juga telah semakin meningkat. ;ntuk mencegah kemungkinan gugatan hukum terhadap penyelenggara pelayanan kesehatan, antara lain karena ketidak puasan terhadap pelayanan kesehatan, perlulah diselenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik&baiknya. 8ari uraian ini, mudah dipahami bahwa terselenggaranya program menjaga mutu pelayanan kesehatan mempunyai peranan yang amat besar dalam melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya gugatan hukum, karena memang  pelayanan kesehatan yang diselenggarakan telah terjamin mutunya

$. Syarat p"k"k pelayanan kesehatan

%yarat pokok pelayanan kesehatan yang dimaksud )"*war, (++- adalah : (. Tersedia dan berkesinambungan

%yarat pokok pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan tersebut harus tersedia di masyarakat )a'ailable- serta bersifat berkesinambungan )continuous-. "rtinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mudah dicapai oleh masyarakat.

. 8apat diterima dan wajar 

%yarat pokok kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah apa yang dapat diterima )acceptable- oleh masyarakat serta bersifat wajar )appropriate-. "rtinya  pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan adat istiadat, kebudayaan,

keyakinan, kepercayaan masyarakat dan bersifat wajar. 2. $udah dicapai

%yarat pokok ketiga pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah dicapai )accessible- oleh masyarakat. /engertian ketercapaian yang dimaksud disini

(5)

terutama dari sudut lokasi. 8engan demikian untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, maka pengaturan sarana kesehatan menjadi sangat penting. 7. $udah dijangkau

%yarat pokok pelayanan kesehatan yang ke empat adalah mudah dijangkau )affordable- oleh masyarakat. /engertian keterjangkauan di sini terutama dari sudut biaya. /engertian keterjangkauan di sini terutama dari sudut jarak dan biaya. ;ntuk mewujudkan keadaan seperti ini harus dapat diupayakan pendekatan sarana  pelayanan kesehatan dan biaya kesehatan diharapkan sesuai dengan kemampuan

ekonomi masyarakat. . #ermutu

%yarat pokok pelayanan kesehatan yang kelima adalah yang bermutu )4uality-. /engertian mutu yang dimaksud adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, yang disatu pihak  dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan, dan pihak lain tata cara  penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah ditetapkan.

"da empat hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan untuk mencapai  pelayanan prima melalui peningkatan mutu pelayanan, yaitu sebagai berikut: (. /elanggan dan harapannya

5arapan pelanggan mendorong upaya peningkatan mutu pelayanan. rganisasi pelayanan kesehatan mempunyai banyak pelanggan potensial. 5arapan mereka harus diidentifikasi dan diprioritaskan lalu membuat kriteria untuk menilai kesuksesan.

. /erbaikan kinerja

#ila harapan pelanggan telah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah menidentifikasi dan melaksanakan kinerja staf dan dokter untuk mencapai konseling, adanya pengakuan, dan pemberian reward.

2. /roses perbaikan

/roses perbaikan juga penting. %ering kali kinerja disalahkan karena masalah pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan pada saat proses itu sendiri tidak  dirancang dengan baik untuk mendukung pelayanan. 8engan melibatkan staf  dalam proses pelayanan, maka dapat diidentifikasi masalah proses yang dapat

(6)

mempengaruhi kepuasan pelanggan, mendiagnosis penyebab, mengidentifikasi, dan menguji pemecahan atau perbaikan

7. #udaya yang mendukung perbaikan terus menerus

;ntuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib. <tulah sebabnya perlu untuk memperkuat budaya organisasi sehingga dapat mendukung  peningkatan mutu. ;ntuk dapat melakukannya, harus sejalan dengan dorongan  peningkatan mutu pelayanan terus&menerus. ;ntuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat, maka perlu dilaksanakan berbagai upaya. ;paya ini harus dilakukan secara sistematik, konsisten dan terus menerus.

1eithmalh, dkk )(++9: 2- menyatakan bahwa dalam menilai kualitas jasa=  pelayanan, terdapat sepuluh ukuran kualitas jasa= pelayanan, yaitu :

(- Tangible)nyata=berwujud-- Reliability

)keandalan-2- Responsiveness )>epat tanggap-7- Competence)kompetensi-- "ccess )kemudahan-- Courtesy )keramahan-?- Communication)komunikasi-6- Credibility)kepercayaan-+- Security

)keamanan-(9- Understanding the Customer )/emahaman

pelanggan-8i samping harus memiliki tujuan yang jelas dan komperehensif,  pelayanan kesehatan harus berfokus pada pelanggaran .pengalaman pasien dan masyarakat yang menjadi pelanggan pelayanan kesehatan harus mendapat  perhatian utama sehingga kebutuhan , harapan, dan nilai pelanggan dapat dipenuhi

oleh organisasi pelayanan kesehatan.

(7)

utu Pelayanan Kesehatan Ber%asarkan Dimensi Da&h"lkar %i 'uang 'a(at Inap Penyakit Dalam

"bstrak 

The N80 a'erage at ward room of internal disease of #ojonegoro @eneral 5ospital during 99+&9(( was 6, Ao )more than standard B  A-. This research was aimed to analy*e the importance and satisfaction rating of health ser'ice 4uality based on 8abholkar dimension. <t used obser'ational approach with cross sectional design. <nter'iew was conducted to 2? patients in internal disease ward room of #ojonegoro @eneral 5ospital which selected by simple random sampling. This study found some issues in physical dimension )medical de'ice completness, inpatient room design attracti'eness, room cleanliness, room name a'aibility-, reliability dimension )medical ser'ices responsi'eness, medical records accuracy-, personal interaction dimension )friendliness, politeness, and attention of the doctor to patient, easiness to see the doctor, information clarity gi'en by the doctor-, problem sol'ing dimension )doctor willingness sol'e  patientCs problem, doctor patience handling patientCs complain, doctor 

responsi'eness sol'e patientCs problem-, and policy dimension )parking area con'enience, patientCs family waiting room a'aibility, administrati'e procedures clarity, 'isiting time accuracy-.<mpro'ing ser'ice 4uality in internal disease ward room, hospital manager should communicate with local go'ernment of  #ojonegoro as stakeholder while eDpose the doctor with ser'ice eDcellence training  and guarantee the hospital facilities comfortness by establish hospital  policy.

Key words: 8abholkar, inpatient room, N80, ser'ice 4uality

(8)

)"kus penelitian

/ada penelitian ini difokuskan pada kepentingan dan kepuasan wisatawan dari kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan dimensi 8abholkar.

*aya %an sistematika penulisan

%istematika penulisan sudah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul  penelitian, nama penulis, abstrak )Konteks, tujuan penelitian, bahan dan metode,

analisis statistik, hasil, kesimpulan dan kata kunci -. A&strak 

Kelebihan pada abstrak dijurnal ini adalah "bstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian, metodologi dan hasil yang didapatkan, serta rekomendasi kepada pihak rumah sakit.

Kekurangannya adalah pada abstrak tidak dicantumkan dalam bahasa <ndonesia. asalah %an tu#uan penelitian

 N80 rata&rata di ruang bangsal penyakit internal 0umah %akit ;mum #ojonegoro selama 99+&9(( adalah 6,A )lebih dari standar BA-. /enelitian ini  bertujuan untuk menganalisis kepentingan dan kepuasan wisatawan dari kualitas  pelayanan kesehatan berdasarkan dimensi 8abholkar di 0umah %akit ;mum

#ojonegoro.

Literatur + Tin#auan Pustaka

iteratur yang digunakan menurut saya sudah baik, mencakup apa yang memang dibutuhkan dalam penelitian tersebut. namun masih kurang serta tidak didukung oleh jurnal jurnal internasioal.

(9)

Tujuan dan sasaran penelitian disebutkan secara jelas dan mencerminkan informasi yang disajikan dalam tinjauan pustaka

P"pulasi %an sampel

/opulasi yang digunakan dalam penelitian ini sudah tepat yaitu seluruh pasien yang terdaftar di 0uang 0awat <nap /enyakit 8alam selama minggu kedua #ulan $ei 9(2.

%ampel yang digunakan ditentukan sesuai dengan rumus untuk menentukan  jumlah sampel dihitung dengan simple random sampling dengan kriteria inklusi  pasien berusia (?& tahun dan dalam keadaan sadar, bersedia dan mampu melakukan komunikasi secara 'erbal serta memiliki kondisi kesehatan yang membaik atau sembuh.

Pertim&angan etik 

%ebelum mendapat persetujuan lisan dari peserta ) subyek penelitian -, terlebih dahulu mereka diberikan penjelasan mengenai F tujuan, sasaran, dan metodologi  penelitian. <*in etik dari insititusi tempat penulis menuntut ilmu.

et"%e penelitian + ,setting %an

Design-$etode penelitian menggunakan obser'asional dengan desain cross sectional. Karena tujuan penelitian disini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan di rawat inap dengan melakukan penilaian mutu pelayanan berdasarkan 8imensi 8abholkar, sudah tepat menggunakan cross sectional.

Data %an analisa %ata

"nalisa data yang digunakan menggunakan analisa bi'ariat yaitu untuk  mengetahui faktor mutu dari setiap dimensi 8abholkar.

(10)

Dimensi )isik 

8imensi fisik terdiri dari 'ariabel kelengkapan peralatan medis, kemenarikan tatanan ruang rawat inap, kerapian penampilan dokter, kebersihan ruang rawat inap, serta ketersediaan petunjuk nama ruangan. %emua 'ariabel dinilai penting oleh pasien atau memiliki nilai mean rating   kepentingan G 7 sedangkan untuk nilai mean rating   kepuasan ditunjukkan dalam tabel berikut Tabel 2 8istribusi Nilai $ean 0ating Kepuasan

/asien #erdasarkan 8imensi Hisik 

Iariabel  Mean Ket. <su

Kelengkapan peralatan medis 2,+ <su Kemenarikan tatanan ruang rawat inap 2,+ <su Kerapian penampilan dokter 7,9 #ukan Kebersihan ruang rawat inap 2,? <su Ketersediaan petunjuk nama ruangan 2,6 isu

#erdasarkan tabel 2, isu yang ditemukan dalam dimensi fisik atau yang memiliki nilai rating kepuasan B7 adalah 'ariabel kelengkapan peralatan medis, kemenarikan tatanan ruang rawat inap, kebersihan ruang rawat inap, serta ketersediaan petunjuk nama ruangan. /rioritas isu mulai dari mean rating  kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu kebersihan ruang rawat inap, kelengkapan peralatan medis dan kemenarikan tatanan ruang rawat inap, ketersediaan petunjuk nama ruangan, sehingga prioritas rekomendasi yang diberikan adalah pemantauan kinerja petugas kebersihan oleh pihak rumah sakit setiap hari, ad'okasi dan komunikasi kepada /E$8" #ojonegoro termasuk  8/0 untuk mengalokasikan dana pengadaan CT Scan oleh pihak rumah sakit,  pihak rumah sakit mengubah warna ruangan yang semula cream menjadi hijau

agar terkesan sejuk, serta membuat tulisan papan nama ruangan menjadi lebih  besar.

(11)

Dimensi 'elia&ilitas

Tabel 7 8istribusi Nilai Mean Rating  Kepuasan /asien #erdasarkan 8imensi 0eliabilitas

Iariabel  Mea Ket.

Ketepatan visite )kunjungan- dokter 7,9 #ukan Ketepatan jam makan pasien 7,(2 #ukan Kecepatan pelayanan medis 2,7 <su Ketepatan data rekam medis 2,6 <su Kemudahan mendapatkan obat 7,92 #ukan

8imensi reliabilitas terdiri dari 'ariabel ketepatan visite )kunjungan- dokter, ketepatan jam makan pasien, kecepatan pelayanan medis, ketepatan data rekam medis, kemudahan mendapatkan obat. %emua 'ariabel dinilai penting oleh pasien atau memiliki nilai mean rating kepentingan G 7 sedangkan untuk nilai mean rating kepuasan ditunjukkan dalam tabel berikut

#erdasarkan tabel 7, isu yang ditemukan dalam dimensi reliabilitas atau yang memiliki nilai rating kepuasan B 7 adalah 'ariabel kecepatan pelayanan medis dan ketepatan data rekam medis. /rioritas isu mulai dari mean rating kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu kecepatan pelayanan medis, ketepatan data rekam medis, sehingga prioritas rekomendasi yang diberikan adalah pihak manajemen rumah sakit memperbaiki kebijakan dokter jaga yang semula hanya satu dokter  menjadi semua dokter yang berjaga setiap hari, pihak manajemen rumah sakit melakukan seleksi awal kepada para peserta magang terutama di bagian rekam medis.

Dimensi Interaksi Pers"nal

8imensi interaksi personal terdiri dari 'ariabel keramahan dokter kepada  pasien, kesopanan dokter kepada pasien, perhatian dokter kepada pasien, kemudahan dokter ditemui, serta kejelasan informasi yang diberikan dokter. %emua 'ariabel dinilai penting oleh pasien atau memiliki nilai mean rating kepentingan G 7 sedangkan untuk nilai mean rating kepuasan ditunjukkan dalam

(12)

tabel berikut.

/asien #erdasarkan 8imensi <nteraksi personal

Iariabel  Mea Ket.

Keramahan dokter kepada 2,?9 <su Kesopanan dokter kepada 2,?9 <su /erhatian dokter kepada 2,? <su Kemudahan dokter ditemui 2, <su Kejelasan informasi yang

diberikan dokter  2,?9 isu Tabel  8istribusi Nilai $ean 0ating Kepuasan

#erdasarkan tabel , isu yang ditemukan dalam dimensi interaksi personal atau yang memiliki nilai rating kepuasan B 7 adalah semua 'ariabel. /rioritas isu mulai dari mean rating kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu kemudahan dokter ditemui, perhatian dokter kepada pasien, keramahan dokter kepada pasien atau kesopanan dokter kepada pasien, kejelasan informasi yang diberikan dokter, sehingga prioritas rekomendasi yang diberikan adalah dokter melayani  pelayanan pasien 'ia telepon atau email saat sedang tidak berada di rumah sakit,  pihak rumah sakit melakukan e'aluasi terhadap interpersonal communication  skill khususnya aspek perhatian, keramahan serta kesopanan yang dimiliki dokter 

secara rutin dengan cara voting  penilain pasien, sehingga dokter yang memiliki interpersonal communication skill  kurang akan diberikan kesempatan untuk  mengikuti pelatihan yang diadakan oleh pihak rumah sakit, dokter   berkomunikasi dengan pasien menggunakan bahasa daerah setempat )bahasa  jawa-.

Dimensi Pemeahan asalah

8imensi pemecahan masalah terdiri dari 'ariabel kesediaan dokter dalam membantu mengatasi masalah pasien, kesabaran dokter dalam mengatasi keluhan  pasien, kecepatan dokter dalam mengatasi masalah pasien. %emua 'ariabel

dinilai penting oleh pasien atau memiliki nilai mean rating kepentingan G 7 sedangkan untuk nilai mean rating kepuasan ditunjukkan dalam tabel berikut.

(13)

/asien #erdasarkan 8imensi /emecahan $asalah

Iariabel  Mean Ket. <su

Kesediaan dokter dalam

membantu mengatasi 2,6 <su Kesabaran dokter dalam

menangani keluhan pasien 2,? <su Kecepatan dokter dalam

mengatasi masalah pasien 2, <su

Tabel  8istribusi Nilai Mean Rating  Kepuasan

#erdasarkan tabel , isu yang ditemukan dalam dimensi pemecahan masalah atau yang memiliki nilai rating kepuasan B 7 adalah semua 'ariabel. /rioritas isu mulai dari mean rating  kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu kecepatan dokter dalam mengatasi masalah pasien, kesabaran dokter dalam menangani keluhan pasien, kesediaan dokter dalam membantu mengatasi masalah pasien, sehingga prioritas rekomendasi yang diberikan adalah pihak rumah sakit perlu memperbaiki kebijakan jumlah dokter jaga yang semula hanya satu dokter  menjadi semua dokter, pihak rumah sakit melakukan e'aluasi terhadap interpersonal communication skill   khususnya kesabaran yang dimiliki dokter  secara rutin dengan melakukan voting   penilain pasien, sehingga dokter yang memiliki interpersonal communication skill  kurang akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh pihak rumah sakit. 8imensi Kebijakan

8imensi kebijakan terdiri dari 'ariabel keterjangkauan tarif pelayanan rawat inap, kenyamanan tempat parkir, kesediaan ruang tunggu keluarga pasien rawat inap, kejelasan prosedur administrasi, serta ketepatan jam berkunjung. %emua 'ariabel dinilai penting oleh pasien atau memiliki nilai mean rating  kepentingan G 7 sedangkan untuk nilai mean rating  kepuasan ditunjukkan dalam tabel  berikut.

Tabel ? 8istribusi Nilai Mean Rating  Kepuasan /asien #erdasarkan 8imensi Kebijakan

(14)

Iariabel  Mean Ket. <su Keterjangkauan tarif pelayanan rawat

inap 7, #ukan

Kenyamanan tempat parkir 2, <su Ketersediaan ruang tunggu keluarga

 pasien rawat inap 2,? <su

Kejelasan prosedur administrasi 2,6 <su Ketepatan jam berkunjung 2,+ isu

#erdasarkan tabel ?, isu yang ditemukan dalam dimensi pemecahan masalah atau yang memiliki nilai rating kepuasan B 7 adalah semua 'ariabel. /rioritas isu mulai dari mean rating  kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu ketersediaan ruang tunggu keluarga pasien rawat inap, kenyamanan tempat parkir, kejelasan prosedur  administrasi, ketepatan jam berkunjung, sehingga prioritas rekomendasi yang diberikan adalah pihak rumah sakit menyediakan tempat khusus bagi keluarga  pasien yang menunggu, pihak rumah sakit mereno'asi tempat parkir dengan menambahkan atap dan dan lantai berbahan  paving  serta reno'asi bangunan tempat parkir roda empat menjadi bangunan bertingkat dua, pihak rumah sakit  perlu memperbaiki kebijakan prosedur administrasi agar lebih jelas dan tidak   berbelit, pihak rumah sakit lebih mempertegas kebijakan pelaksanaan jam  berkunjung dan memberikan teguran untuk keluarga yang menjenguk diluar jam  berkunjung yang telah ditentukan.

Pem&ahasan Hasil Penelitian Kele&ihan /

/ada bagian pembahasan hasil, sudah dijelaskan secara rinci tentang hasil  hasil yang diperoleh peneliti selama penelitian.

Kekurangan /

Kurang dijelaskan secara detail apakah hasil yang didapatkan itu memberikan dampak positif atau negatif terhadap penelitian itu sendiri.

(15)

'e!erensi Dan Da!tar Pustaka

8aftar /ustaka masih kurang, perlu ditambah Kesimpulan %an saran

Kele&ihan /

<si kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian dan kesimpulannya sudah ringkas, jelas dan padat, serta mencantumkan rekomendasi  berdasrkan hasil penelitian.

Penutup

%etiap penelitian pasti ada kekurangan dan kelebihan masing  masing namun tetap saja memberikan beberapa kontribusi atau masukan  masukan yang positif  dari berbagai sisi, serta dapat pula dijadikan acuan untuk penelitian  penelitian selanjutnya.

>ritical 0e'iew Jurnal  Judul "rtikel :

Dimensi utu Pelayanan Ke&i%anan terha%ap Kepuasan Pasien Pr"gram Jampersal0

(16)

/enulis :

5erlina %usmaneli dan "ni Triana

%ekolah Tinggi <lmu Kesehatan 5ang Tuah /ekanbaru

A. Pen%ahuluan

"rtikel yang berjudul L8imensi $utu /elayanan Kebidanan terhadap Kepuasan /asien /rogram Jampersal merupakan artikel hasil penelitian 5erlina %usmaneli dan "ni Triana dari %ekolah Tinggi <lmu Kesehatan 5ang Tuah /ekanbaru. "rtikel tersebut dimuat dalam Kesmas, Jurnal Kesehatan $asyarakat  Nasional Iol. 6, No. 6, $ei 9(7. <si artikel terdiri atas judul, nama penulis,

abstrak dalam dua bahasa, yaitu bahasa <ndonesia dan bahasa <nggris, kata kunci, bagian pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka. %ecara garis besar artikel tersebut membahas tentang mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien program Jampersal.

/eningkatan kepuasan pelanggan atau pasien menjadi strategi utama bagi  pelayanan kesehatan di <ndonesia salah satunya rumah sakit. Kepuasan pelanggan timbul bila produk atau jasa memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. /elanggan yang puas akan jasa atau produk yang diterimanya akan menimbulkan kognisi, afeksi, dan konasi terhadap produk atau jasa tersebut sehingga pada akhirnya muncul minat untuk menggunakan produk atau jasa tersebut. 5al ini membuat tempat pelayanan kesehatan harus berkompetisi agar mutu pelayanan kesehatan yang dapat diterima dan dinikmati masyarakat akan semakin baik.

#erdasarkan studi terdahulu yang ditemukan, ada beberapa penyebab ketidakpuasan pasien menyangkut dimensi mutu layanan, seperti keandalan  petugas )pemeriksaan pasien tidak tepat waktu, waktu pelayanan yang lama-, ketanggapan petugas )lambatnya mendapatkan pelayanan atau pengobatan, lambatnya petugas menanggapi keluhan pasien-, jaminan )petugas jaga judes dan cerewet, petugas sering salah dalam memasang infus-, empati )petugas yang kurang memperhatikan pasien, petugas tidak membantu pasien ketika pasien kesulitan ke kamar mandi=makan- dan bukti langsung )ruangan yang kotor, tidak 

(17)

nyaman, alat&alat kebutuhan pasien rusak-. leh karena itu, penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien program Jampersal meliputi keandalan bidan, ketanggapan bidan, jaminan bidan, empati, dan bukti langsung.

B. Hasil Telaah Kritis

/enelitian yang berjudul L8imensi $utu /elayanan Kebidanan terhadap Kepuasan /asien /rogram Jampersal bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien program Jampersal meliputi keandalan bidan, ketanggapan bidan, jaminan bidan, empati, dan bukti langsung. /enelitian ini dilakukan di 0%;8 0okan 5ulu dengan populasi semua  pengguna Jampersal yaitu sebanyak + orang dan pada penelitian ini seluruh  populasi dijadikan sampel dengan memenuhi kriteria inklusi pasien yang pernah atau sedang menggunakan Jampersal dan kriteria ekslusi yaitu bukan pasien "skes, bukan pasien Jamkesda dan bukan pasien Jamkesmas.

Teknik pengumpulan data ada dua yaitu data primer dan data sekunder. >ara pengumpulan data primer adalah dari hasil pengisian kuesioner dari semua 'ariabel independen dan 'ariabel dependen yang sumber datanya adalah responden. /engumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terstruktur  kepada responden dengan menggunakan instrumen kuesioner yang didesain. Jika responden di tahun 9(2 tidak mencukupi, peneliti mencari responden )dengan melihat data rekam medis- tahun sebelumnya sampai jumlah sampel terpenuhi. 8ata sekunder diperoleh dari penelusuran dokumentasi di ruang 0ekam $edis dan Kebidanan 0%;8 0okan 5ulu.

#erdasarkan hasil analisis uni'ariat, sebagian besar responden mayoritas usia 9 M 2 tahun sebanyak + orang )?A-. Iariabel wujud nyata mayoritas responden dengan hasil baik yaitu sebanyak ? orang )?,6A-, 'ariabel keandalan mayoritas dengan hasil baik sebanyak  orang ),A-, 'ariabel ketanggapan mayoritas dengan hasil baik sebanyak  orang ),A-, 'ariabel jaminan mayoritas dengan hasil baik sebanyak ?6 orang )67,6A-, 'ariabel empati

(18)

mayoritas dengan hasil baik sebanyak ?( orang )??,A-, pada 'ariabel kepuasan mayoritas responden merasa puas sebanyak ? orang )?,6A-.

 8istribusi 0esponden

Iariabel Kategori n A

;mur B 9 dan G 2 tahun 2 

9  2 tahun + ?

#ukti langsung #uruk )B 2-  ?,

#aik ) 2- ? ?,6 Kehandalan #uruk)B ,- 79 72, #aik ) ,-  , Ketanggapan #uruk )B ,+-  , #aik ) ,+- 6 +2, Jaminan #uruk )B 2- (7 (, #aik ) 2- ?6 67,6 Empati #uruk )B 2- ( ,6 #aik ) 2- ?( ??,

Kepuasan Tidak puas  ?,

/uas ? ?,6

#erdasarkan hasil analisis bi'ariat, terpilih seluruh 'ariabel yang akan dimasukkan kedalam model analisis regresi logistik ganda )seleksi bi'ariat-, yaitu keandalan )reability-, ketanggapan )renponsi'eness-, jaminan )assurance- bidan, empati )emphaty-, dan bukti langsung )tangible- dengan nilai p O 9,.

5asil %eleksi #i'ariat :

Iariabel Nilai p Keterangan

#ukti langsung 9,999 Kandidat

Keandalan 9,999 Kandidat

Ketanggapan 9,992 Kandidat

Jaminan 9,999 Kandidat

Empati 9,999 Kandidat

5asil analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa 'ariabel bukti langsung berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien program Jampersal

(19)

dengan nilai p B 9,9 )9,992- dengan 0 sebesar (2,+ kali. 8imensi mutu bukti langsung buruk berisiko (2,+ untuk tidak puas terhadap pelayanan program Jampersal di 0%;8 Kabupaten 0okan 5ulu dibandingkan dengan responden yang memiliki dimensi mutu bukti langsung yang baik.

/emodelan $ulti'ariat :

Iariabel Nilai p 0 +A >< #ukti langsung Keandalan Ketanggapan Jaminan Empati 9,992 9,(7? 9,? 9,7?6 9,77 (2,+? 2,?96 (,+7 ,?6 2,9+ ,767 M ?6,7( 9,2 M (,?6 9,9+9 M 2,92 9,( M 7,6+ 9,(+ M 76,979 $. Telaah Jurnal (. @aya /enulisan

& %istematika pemulisan telah tersusun dengan baik mulai dari judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, bahan, metode, hasil,  pembahasan, kesimpulan dan dafrtar pustaka.

& Tata bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami, sehingga memudahkan pembaca memahaminya.

. Judul

& Judul penelitian cukup jelas, akurat,dan menggambarkan apa yang diteliti

& Namun belum mencantumkan tahun penelitian pada judul. 2. "bstrak  

& Kelebihan

& "bstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah, tujuan, metodologi dan hasil penelitian.

& Kekurangan

(20)

7. Tujuan dan sasaran penelitian disebutkan secara jelas dan mencerminkan informasi yang disajikan dalam tinjauan pustaka.

. $etodologi

& 0ancangan penelitian termasuk deskriptif dengan menggunakan  pendekatan cross sectional, sehingga dapat menggambarkan hubungan

antar 'ariabel.

& /engumpulan data diperoleh melalui rekam medik, wawancara menggunakan kuesioner.

. 5asil

& Kuatnya hubungan yang sangat signifikan dimensi mutu dari kepuasaan pasien jampersal terhadap 'ariabel yang diteliti.

?. 8aftar /ustaka

& iteratur yang digunakan banyak menggunakan literatur terbaru dari  buku dan jurnal yang sudah dipublikasikan.

D. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat dikemukakan sehubungan dengan telaah kritis terhadap artikel hasil penelitian 5erlina %usmaneli dan "ni Triana yaitu: <ndikator  kepuasan pasien rawat inap rumah sakit dapat diterapkan dengan meningkatkan manajemen pelayanan rumah sakit sehingga kepuasan pasien dapat terwujud. %elain itu, bagi pasien kualitas pelayanan dapat dijadikan salah satu faktor untuk  memilih rumah sakit yang berkualitas.

Kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada  pihak eksternal penampilan kantor dan karyawan, kemampuan sarana dan  prasarana fisik perusahaan )termasuk fasilitas komunikasi-, serta lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pembeli jasa. /enampilan pelayanan tidak hanya sebatas pada penampilan fisik bangunan yang megah tetapi juga penampilan petugas dan ketersediaan sarana dan  prasaranapenunjang.

(21)

& <si kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan penelitian, ringkas dan jelas.

& Kekurangan

& /eneliti tidak memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya

E. Penutup

Terlepas dari kelemahan yang ada, hasil penelitian 5erlina %usmaneli dan "ni Triana dari %ekolah Tinggi <lmu Kesehatan 5ang Tuah /ekanbaru, tetap memberikan yang berarti bagi pembaca. "danya penelitian tersebut diharapkan pembaca, dapat termoti'asi untuk menganalisis pengaruh dimensi mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien program Jampersal meliputi keandalan bidan, ketanggapan bidan, jaminan bidan, empati, dan  bukti langsung.

(22)

(. "iny ", $isnaniarti, Hajar N". <mportance performance analysis pelayanan  jaminan sosial kesehatan di /uskesmas %wakelola /embina. Kesmas Jurnal

Kesehatan $asyarakat Nasional. 9(F ? )2-: (9&(9.

. "yubi 8. /enilaian kualitas pelayanan puskesmas dengan model donabedian: studi kasus puskesmas di Kota 8epok. Kesmas Jurnal Kesehatan $asyarakat  Nasional. 99+F 7 )(-: 7&6.

2. 8epartemen Kesehatan 0epublik <ndonesia. /edoman pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak )/3%&K<"-. Jakarta: 8epartemen Kesehatan 0epublik <ndonesiaF 99+.

7. 5afi*urrachman. Kepuasan pasien dan kunjungan rumah sakit. Kesmas Jurnal Kesehatan $asyarakat Nasional. 99+F 7 )(-: (9&?.

. Koentjoro, Tjahjono. 99?. Regulasi Kesehatan di Indonesia. >.I "ndi ffset. Pogyakarta.

. $uninjaya, @de, ". 99(. Manajemen Kesehatan. E@> : Jakarta.

?. $ubarak, ikbal, wahid, %K$ dan >hayatin, Nurul. 99+.  Ilmu Kesehatan  Masyarakat . %alemba $edika : Jakarta

6. Nugroho. /erilaku konsumen. Jakarta: KencanaF 992.

+. 0achmad, habib. 99. Pembangunan Kesehatan di Indonesia. @adjah mada /ress : Jakarta.

(9. %edyaningsih E0. $ewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat berbasis  pre'entif dan promotif. %eminar dalam rangkaian acara 8ies Natalis HK$

;N8</ ke&. %emarangF 9(9.

((. %iregar $. ;paya dan tantangan dalam peningkatan program kesehatan ibu,  bayi baru lahir dan anak )K<##"- di %umatra ;tara dalam seminar 

L$enyongsong $illenium 8e'elopment @oals 9( melalui /embangunan Kesehatan $asyarakat. $edan: Hakultas Kesehatan $asyarakat ;ni'ersitas %umatera ;taraF 99?.

(. %atrianegara $H, %aleha %. #uku ajar organisasi dan manajemen pelayanan Kesehatan serta Kebidanan. Jakarta: %alemba $edikaF 99+.

Gambar

Tabel 7 8istribusi Nilai Mean Rating  Kepuasan /asien #erdasarkan 8imensi 0eliabilitas
tabel berikut.

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan metode penelitian verifikatif ini digunakan untuk menguji kebenaran dari hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data dan untuk mengetahui ada

(2017), dan Kasanah &amp; Worokinasih (2018) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kinerja portofolio saham syariah dan non-syariah yang

Dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, dan Pasal 10, Menko Perekonomian mengkoordinasikan Menteri yang memimpin

Dalam hal penerapan yang di lakukan salah satu ahli waris yang menukarkan tanah warisan dengan ringgit (kepingan emas) tanpa adanya suatu mufakat dari ahli waris yang

Artikel ini menerapkan teori dan definisi tersebut ke dalam praktek kepustakawanan, khususnya bagaimana teknologi Web 2.0 seperti sinkronisasi pengiriman pesan dan media

Bildirileri 19 Mayıs 2010 ATASE Bşk.lığı 2010 Türk İstiklal Harbi’ne Katılan Alay ve Tugay Komutanlarının Biyografileri C.I ATASE Bşk.lığı 2010 Türk

Putih Pulau Gili Nokodilakukan dengan cara melakukan penskoran terhadap 3 aspek penting yaitu something to see, something to do dan something to buy. Dalam

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa adanya perbedaan issue yang disajikan oleh kedua surat kabar tersebut yaitu pada Jawa Pos menyajikan issue tentang kemenangan perolehan