• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bulan Juli 2012 di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,18 persen dan di Kota Lhokseumawe terjadi inflasi yaitu sebesar 0,13 persen sehingga secara agregat di Provinsi Aceh terjadi inflasi sebesar 0,16 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh secara umum disebabkan oleh kenaikan harga pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga dengan inflasi sebesar 2,74 persen, diikuti oleh Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau dan Kelompok Sandang dengan inflasi masing-masing sebesar 0,47 persen, Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar dengan inflasi masing-masing sebesar 0,06 persen. Sementara itu Kelompok Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar 0,25 persen diikuti oleh Kelompok Kesehatan deflasi sebesar 0,05 persen.

Laju inflasi tahun kalender 2012 sampai dengan bulan Juli 2012 untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 0,25 persen, Kota Lhokseumawe 2,58 persen dan Aceh 1,38 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (Juli 2012 terhadap Juli 2011) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 2,28 persen, Kota Lhokseumawe 5,60 persen dan Aceh 3,88 persen.

No.32/08/12/Th.XVI, 1 Agustus 2012

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JULI 2012 BANDA ACEH INFLASI SEBESAR 0,18 PERSEN

Pada bulan Juli 2012, harga berbagai komoditas di Kota Banda Aceh secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Hal ini ditandai dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,21 pada bulan Juni 2012 menjadi 127,44 pada bulan Juli 2012 atau terjadi inflasi sebesar 0,18persen. Sedangkan di Kota Lhokseumawe terjadi inflasi yaitu sebesar 0,13 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 136,25 pada bulan Juni 2012 menjadi 136,43 pada bulan Juli 2012. Secara agregat untuk Provinsi Aceh, pada bulan Juli 2012 mengalami inflasi yaitu sebesar 0,16 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 131,50 pada bulan Juni 2012 menjadi 131,71 pada bulan Juli 2012.

Laju inflasi tahun kalender 2012 sampai dengan bulan Juli 2012 untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 0,25 persen, Kota Lhokseumawe 2,58 persen dan Aceh 1,38 persen. Sedangkan Inflasi “year on

year” (Juli 2012 terhadap Juli 2011) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 2,28 persen, Kota

Lhokseumawe 5,60 persen dan Aceh 3,88 persen.

(2)

Inflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh secara umum disebabkan oleh kenaikan harga pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga dengan inflasi sebesar 2,74 persen, diikuti oleh Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau dan Kelompok Sandang dengan inflasi sebesar 0,47 persen, Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar dengan inflasi sebesar 0,06 persen. Sementara itu Kelompok Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar 0,25 persen diikuti oleh Kelompok Kesehatan deflasi sebesar 0,05 persen.

Tabel 1.

Inflasi Tahun Kalender Banda Aceh, Lhokseumawe, Provinsi Aceh dan Nasional Tahun 2006-2012

Tahun Inflasi Tahun Kalender (%)

Banda Aceh Lhokseumawe Provinsi Aceh Nasional

2006 9,54 11,47 9,98 6,60 2007 11,00 4,18 9,41 6,59 2008 10,27 13,78 11,92 11,06 2009 3,50 3,96 3,72 2,78 2010 4,64 7,19 5,86 6,96 2011 3,32 3,55 3,43 3,79 2012 Januari 0,02 1,00 0,50 0,76 Februari -0,25 0,65 0,18 0,81 Maret 0,16 1,20 0,67 0,88 April 0,02 1,41 0,03 1,09 Mei -0,57 0,50 -0,05 1,15 Juni 0,07 2,44 1,22 1,79 Juli 0,25 2,58 1,38 2,50

(3)

Tabel 2.

Inflasi Year on Year Banda Aceh, Lhokseumawe, Provinsi Aceh dan Nasional Tahun 2006-2012

Tahun Inflasi YoY (%)

Banda Aceh Lhokseumawe Provinsi Aceh Nasional

2006 9,54 11,47 9,98 6,60 2007 11,00 4,18 9,41 6,59 2008 10,27 13,78 11,92 11,06 2009 3,50 3,96 3,72 2,78 2010 4,64 7,19 5,86 6,96 2011 3,32 3,55 3,43 3,79 2012 Januari 1,58 2,75 2,15 3,65 Februari 0,83 2,32 1,55 3,56 Maret 3,22 4,15 3,67 3,97 April 3,32 4,64 3,96 4,50 Mei 3,11 4,90 3,97 4,45 Juni 3,28 5,92 4,56 4,53 Juli 2,28 5,60 3,88 4,56 Gambar 1

Perkembangan Inflasi Banda Aceh, Lhokseumawe, Provinsi Aceh dan Nasional Juli 2011 – Juli 2012 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 Jul-11 Agus t-11 Sep-11 Okt-11 Nop-11 Des-11 Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 Mei-12 Jun-12 Jul-12 Banda Aceh 1,16 1,89 -1,01 -0,28 0,52 0,91 0,02 -0,28 0,41 -0,13 -0,59 0,64 0,18 Lhokseumawe 0,44 1,88 0,28 -0,17 0,77 0,15 1,00 -0,35 0,55 0,20 -0,89 1,93 0,13 Provinsi Aceh 0,81 1,88 -0,38 -0,22 0,64 0,54 0,50 -0,31 0,48 0,03 -0,74 1,27 0,16 Nasional 0,67 0,93 0,27 0,12 0,34 0,57 0,76 0,05 0,07 0,21 0,07 0,62 0,7

(4)

Dari 101 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga di bulan Juli 2012, 64 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya kenaikan dan 37 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga.

Beberapa komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap terjadinya inflasi bulan Juli 2012 antara lain adalah: Tongkol dengan andil sebesar 0,2279 persen, Daging Ayam Ras dengan andil sebesar 0,0832 persen, Cabe Hijau sebesar 0,0629 persen, Taman Kanak-kanak sebesar 0,0387 persen, Beras sebesar 0,0383 persen, Nasi sebesar 0,0299 persen, Kursi sebesar 0,0273 persen, Sepatu sebesar 0,0268 persen, Gula Pasir sebesar 0,0264 persen dan Telur Ayam Ras dengan andil sebesar 0,0258 persen.

Sementara itu beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah: Cabe Merah dengan andil sebesar minus 0,0989 persen, kemudian Dencis dengan andil sebesar minus 0,0965 persen, Rambe sebesar minus 0,0799 persen, Udang Basah sebesar minus 0,0640 persen, Kembung/Gembung sebesar minus 0,0567 persen, Jeruk sebesar minus 0,0429 persen, Cumi-cumi sebesar minus 0,0427 persen, Jeruk Nipis/Limau sebesar minus 0,0232 persen, Daun Melinjo sebesar minus 0,0220 persen, dan Emas Perhiasan dengan andil sebesar minus 0,0164 persen.

Tabel 3

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banda Aceh Juli 2012 (persen)       Sumbangan Inflasi (%) [1] [2] UMUM 0,1793 1.     Bahan Makanan -0,0715

2.     Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,0831

3.     Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,0123

4.     Sandang 0,0447

5.     Kesehatan -0,0019

6.     Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,1059

7.     Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,0067 Kelompok Pengeluaran

(5)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

Pada bulan Juli 2012 Kelompok Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar 0,25 persen atau mengalami penurunan IHK dari 141,92 pada bulan Juni 2012 menjadi 141,56 pada bulan Juli 2012.

Dari 11 subkelompok dalam Kelompok Bahan Makanan, 6 subkelompok mengalami inflasi dan 5 subkelompok mengalami deflasi.

deflasi yang terjadi pada Kelompok Bahan Makanan, terutama disebabkan oleh penurunan indeks pada Subkelompok Bumbu-bumbuan dengan deflasi sebesar 5,67 persen, diikuti oleh Subkelompok Ikan Diawetkan deflasi sebesar 2,74 persen, Subkelompok Ikan Segar deflasi sebesar 1,65 persen, Subkelompok Buah-buahan deflasi sebesar 1,42 persen, Subkelompok Lemak dan Minyak deflasi sebesar 0,26 persen.Sementara itu peningkatan indeks terjadi pada Subkelompok Sayur-Sayuran, inflasi sebesar 4,48 persen diikuti oleh Subkelompok Daging dan Hasil-hasilnya dengan inflasi sebesar 2,73 persen, Subkelompok Telur, susu dan Hasil-hasilnya dengan inflasi sebesar 1,52 persen, Subkelompok Padi padian, Umbi-umbian dan Hasilnya inflasi sebesar 0,65 persen, Subkelompok Bahan Makanan Lainnya inflasi sebesar 0,63 persen, dan Subkelompok Kacang-kacangan inflasi sebesar 0,22 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2012 memberikan sumbangan inflasi sebesar minus 0,0715 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: Cabe Merah dengan andil sebesar minus 0,0989 persen, Dencis dengan andil sebesar minus 0,0965 persen, Rambe dengan andil minus 0,0799, Udang Basah sebesar minus 0,0640 persen, Kembung/Gembung sebesar minus 0,567 persen, Jeruk sebesar minus 0,0429 persen, Cumi-cumi sebesar minus 0,0427 persen, dan Jeruk Nipis/Limau sebesar minus 0,0232 persen

Sementara itu beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain adalah Tongkol dengan sumbangan andil sebesar 0,2279 persen, diikuti Daging Ayam Ras dengan andil sebesar 0,0832 persen, Cabe Hijau dengan andil 0,0629 persen, Beras sebesar 0,0383 persen, Telur Ayam Ras sebesar 0,0258 persen, Kacang Panjang sebesar 0,0190 persen, Semangka sebesar 0,0179 persen, Cabe Rawit sebesar 0,0143 persen, dan Daging Sapi sebesar 0,0117 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada bulan Juli 2012 Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,47 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 129,85 pada bulan Juni 2012 menjadi 130,46 pada bulan Juli 2012.

Dari 3 subkelompok yang ada dalam kelompok ini, semua subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok Minuman Yang Tidak Beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,79 persen, Subkelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dan Subkelompok Makanan Jadi mengalami inflasi sebesar 0,31 persen.

(6)

Kelompok ini pada bulan Juli 2012 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0831 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah: Nasi dengan andil 0,0299 persen, Gula Pasir dengan andil sebesar 0,0264 persen, dan Rokok Kretek Filter sebesar 0,0246 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Juli 2012 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen atau mengalami penurunan IHK dari 119,41 pada bulan Juni 2012 menjadi 119,48 pada bulan Juli 2012.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok ini, 2 subkelompok mengalami inflasi yaitu Subkelompok Perlengkapan Rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,85 persen dan Subkelompok Penyelenggaraan Rumah Tangga inflasi sebesar 0,17 persen. Untuk Subkelompok Bahan Bakar, Penerangan dan Air deflasi sebesar 0,08 persen dan Subkelompok Biaya Tempat Tinggal deflasi sebesar 0,06 persen.

Pada bulan Juli 2012, kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0123 persen. Komoditas yang dominan menyebabkan terjadinya inflasi adalah: Kursi dengan andil sebesar 0,0273 persen, Pembasmi Nyamuk Spray sebesar 0,0013 persen, dan Sabun Cair/Cuci Piring sebesar 0,0006 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok Sandang pada bulan Juli 2012 mengalami inflasi sebesar 0,47 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 162,53 pada bulan Juni 2012 menjadi 163,29 pada bulan Juli 2012.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok ini, 3 (tiga) Subkelompok mengalami inflasi yaitu Sandang Anak-anak mengalami inflasi sebesar 3,09 persen, Subkelompok Sandang Wanita mengalami inflasi sebesar 0,54 persen dan Subkelompok Sandang Laki-laki inflasi sebesar 0,28 persen. Sedangkan Subkelompok Barang Pribadi dan Sandang Lain mengalami deflasi sebesar 0,42 persen.

Kelompok ini pada bulan Juli 2012 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0447 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah: Sepatu dengan andil sebesar 0,0268 persen, Mukena sebesar 0,0117 persen dan Baju Muslim sebesar 0,0104 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok Kesehatan pada bulan Juli 2012 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi penurunan IHK dari 145,14 pada bulan Juni 2012 menjadi 145,07 pada bulan Juli 2012.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok ini, hanya 1 Subkelompok yang mengalami perubahan yaitu Subkelompok Perawatan Jasmani dan Kosmetika dengan deflasi sebesar 0,09 persen. Sementara itu 3 subkelompok lainnya yaitu Subkelompok Obat-obatan, Subkelompok Jasa Kesehatan, dan Subkelompok Jasa Perawatan Jasmani tidak mengalami perubahan indeks (stabil).

(7)

Kelompok ini pada bulan Juli 2012 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar minus 0,0019 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah: Pasta Gigi dengan andil sebesar minus 0,0019 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Pada bulan Juli 2012, Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga mengalami inflasi sebesar 2,74 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 115,25 pada bulan Juni 2012 menjadi 118,41 pada bulan Juli 2012.

Dari 5 subkelompok dalam kelompok ini, 3 (tiga) Subkelompok mengalami inflasi yaitu Subkelompok Pendidikan dengan inflasi sebesar 5,31 persen, Subkelompok Kursus-kursus/Pelatihan dengan inflasi sebesar 1,66 persen dan Subkelompok Perlengkapan/Peralatan Pendidikan inflasi sebesar 1,46 persen. Sementara itu subkelompok Subkelompok Rekreasi mengalami deflasi sebesar 0,04 persen dan Subkelompok Olahraga tidak mengalami perubahan indeks (stabil).

Kelompok ini pada bulan Juli 2012 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1059 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah: Taman Kanak-kanak dengan andil sebesar 0,0387 persen, Sekolah Dasar sebesar 0,0151 persen, Kelompok Bermain sebesar 0,0148 persen dan Akademi/Perguruan Tinggi sebesar 0,0139 persen.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok ini pada bulan Juli 2012 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,09 pada bulan Juni 2012 menjadi 97,15 pada bulan Juli 2012.

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 2 (dua) subkelompok mengalami inflasi yaitu Subkelompok Transpor dengan inflasi sebesar 0,08 persen dan Subkelompok Sarana dan Penunjang Transpor dengan inflasi sebesar 0,05 persen. Sementara itu, Subkelompok Komunikasi & pengiriman dan Subkelompok Jasa Keuangan tidak mengalami perubahan (stabil).

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2012 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0067 persen. Komoditas yang dominan menyebabkan terjadinya inflasi adalah: Sepeda Motor dengan andil sebesar 0,0076 persen dan Angkutan Antar Kota sebesar 0,0047 persen.

(8)

Tabel 4

IHK (2007=100) dan Inflasi Kota Banda Aceh Juli 2012

IHK Juli 2012 % Perubahan thd Juni 2012 Tahun Kalender % Perb. Juli 2012 thd Des 2011 Year on Year % Perb. Juli 2012 thd Juli 2011 Kelompok/Sub Kelompok [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 127,44 0,18 0,25 2,28 I. BAHAN MAKANAN 141,56 -0,25 -0,55 2,19

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 147,51 0,65 1,49 5,52

Daging dan Hasil-hasilnya 129,82 2,73 3,15 -2,46

Ikan Segar 131,34 -1,65 -5,94 -2,88

Ikan Diawetkan 156,98 -2,74 6,56 5,86

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 133,45 1,52 2,07 1,49

Sayur-sayuran 142,61 4,48 9,09 12,78

Kacang - kacangan 113,81 0,22 -0,07 1,69

Buah - buahan 143,41 -1,42 0,61 -3,08

Bumbu - bumbuan 178,73 -5,27 -6,87 20,41

Lemak dan Minyak 144,29 -0,26 2,12 2,15

Bahan Makanan Lainnya 234,87 0,63 3,43 8,04

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 130,46 0,47 1,28 2,93

Makanan Jadi 129,83 0,31 0,61 1,34

Minuman yang Tidak Beralkohol 125,86 0,79 3,20 3,62

Tembakau dan Minuman Beralkohol 136,10 0,57 1,19 5,99

III. PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 119,48 0,06 -0,31 1,34

Biaya Tempat Tinggal 116,21 -0,06 0,61 1,25

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 118,65 -0,08 -5,80 0,52

Perlengkapan Rumahtangga 152,20 0,85 2,44 3,11 Penyelenggaraan Rumahtangga 109,93 0,17 0,75 1,39 IV. SANDANG 163,29 0,47 0,55 7,04 Sandang Laki-laki 133,75 0,28 0,32 1,20 Sandang Wanita 146,70 0,54 0,99 7,42 Sandang Anak-anak 163,19 3,09 3,36 5,91

Barang Pribadi dan Sandang Lain 198,81 -0,42 -0,58 10,46

V. KESEHATAN 145,07 -0,05 0,30 0,83

Jasa Kesehatan 180,02 0,00 0,00 0,00

Obat-obatan 113,00 0,00 0,68 1,84

Jasa Perawatan Jasmani 148,22 0,00 0,00 0,00

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 141,58 -0,09 0,42 1,14

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 118,41 2,74 2,94 3,23

Pendidikan 122,22 5,31 5,31 6,39

Kursus-kursus / Pelatihan 168,88 1,66 1,66 1,66

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 112,80 1,46 2,50 2,50

Rekreasi 107,40 -0,04 0,01 -0,73

Olahraga 112,18 0,00 0,00 4,53

VII. TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 97,15 0,06 0,64 0,11

(9)

Tabel 5

IHK (2007=100) dan Inflasi Kota Lhokseumawe Juli 2012

IHK Juli 2012 % Perubahan thd Juni 2012 Tahun Kalender % Perb. Juli 2012 thd Des 2011 Year on Year % Perb. Juli 2012 thd Juli 2011 Kelompok/Sub Kelompok [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 136,43 0,13 2,58 5,60 I. BAHAN MAKANAN 157,54 -0,05 4,47 10,90

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 140,60 4,64 8,14 9,46

Daging dan Hasil-hasilnya 154,93 3,93 10,89 -7,39

Ikan Segar 141,63 -4,35 4,90 7,89

Ikan Diawetkan 149,53 0,69 9,08 10,13

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 137,55 2,31 2,99 4,21

Sayur-sayuran 148,49 6,01 -0,89 10,09

Kacang - kacangan 170,21 1,38 5,84 -5,06

Buah - buahan 125,12 0,88 -2,98 -1,39

Bumbu - bumbuan 290,85 -2,90 2,01 46,23

Lemak dan Minyak 133,70 -0,47 2,21 3,81

Bahan Makanan Lainnya 132,69 -0,08 1,72 3,66

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 135,34 0,50 3,13 4,24

Makanan Jadi 142,40 -0,03 2,14 2,79

Minuman yang Tidak Beralkohol 140,32 1,78 5,73 7,13

Tembakau dan Minuman Beralkohol 118,23 0,36 2,63 4,48

III. PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 130,40 0,12 1,14 1,65

Biaya Tempat Tinggal 128,42 0,18 1,07 1,41

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 140,51 -0,02 1,23 1,85

Perlengkapan Rumahtangga 128,82 0,63 2,69 3,69 Penyelenggaraan Rumahtangga 117,34 -0,15 -0,02 0,65 IV. SANDANG 139,18 -0,16 0,42 4,47 Sandang Laki-laki 118,78 0,36 1,74 2,98 Sandang Wanita 117,48 0,34 2,58 2,88 Sandang Anak-anak 135,52 0,26 0,57 1,41

Barang Pribadi dan Sandang Lain 193,42 -1,19 -2,12 9,01

V. KESEHATAN 117,97 0,00 1,31 2,16

Jasa Kesehatan 104,76 0,00 0,00 0,00

Obat-obatan 105,46 0,00 0,00 0,06

Jasa Perawatan Jasmani 150,83 0,00 0,00 1,18

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 121,12 0,00 2,18 3,39

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 129,70 1,06 2,17 2,98

Pendidikan 163,42 1,31 1,35 3,08

Kursus-kursus / Pelatihan 130,94 3,49 3,49 3,49

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 107,20 1,69 6,04 5,57

Rekreasi 110,78 0,00 0,73 1,07

Olahraga 130,83 0,00 0,25 1,08

VII. TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 98,54 0,03 0,23 1,64

Transpor 109,58 0,05 0,08 1,87

Komunikasi Dan Pengiriman 78,73 0,00 0,00 -0,23

Sarana dan Penunjang Transpor 121,06 0,00 2,59 8,58

(10)

Tabel 6

IHK (2007=100) dan Inflasi Provinsi Aceh Juli 2012

IHK Juli 2012 % Perubahan thd Juni 2012 Tahun Kalender % Perb. Juli 2012 thd Des 2011 Year on Year % Perb. Juli 2012 thd Juli 2011 Kelompok/Sub Kelompok [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 131,71 0,16 1,38 3,88 I. BAHAN MAKANAN 149,14 -0,15 1,90 6,38

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 144,23 2,46 4,46 7,31

Daging dan Hasil-hasilnya 141,74 3,35 7,03 -5,09

Ikan Segar 136,22 -3,00 -0,88 2,15

Ikan Diawetkan 153,44 -1,18 7,71 7,80

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 135,40 1,90 2,51 2,78

Sayur-sayuran 145,40 5,22 4,01 11,46

Kacang - kacangan 140,58 0,88 3,24 -2,30

Buah - buahan 134,73 -0,42 -1,00 -2,34

Bumbu - bumbuan 231,94 -3,87 -1,78 34,55

Lemak dan Minyak 139,26 -0,35 2,16 2,90

Bahan Makanan Lainnya 186,38 0,39 2,85 6,52

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 132,78 0,49 2,17 3,56

Makanan Jadi 135,80 0,14 1,37 2,06

Minuman yang Tidak Beralkohol 132,72 1,28 4,45 5,35

Tembakau dan Minuman Beralkohol 127,62 0,48 1,82 5,32

III. PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN

BAKAR 124,66 0,09 0,41 1,50

Biaya Tempat Tinggal 122,00 0,06 0,84 1,33

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 129,02 -0,05 -2,29 1,20

Perlengkapan Rumahtangga 141,10 0,76 2,54 3,36 Penyelenggaraan Rumahtangga 113,45 0,01 0,37 1,03 IV. SANDANG 151,85 0,19 0,49 5,91 Sandang Laki-laki 126,65 0,32 0,94 1,99 Sandang Wanita 132,83 0,46 1,65 5,47 Sandang Anak-anak 150,06 1,86 2,14 3,93

Barang Pribadi dan Sandang Lain 196,25 -0,78 -1,31 9,78

V. KESEHATAN 132,21 -0,03 0,73 1,39

Jasa Kesehatan 144,30 0,00 0,00 0,00

Obat-obatan 109,42 0,00 0,37 1,02

Jasa Perawatan Jasmani 149,46 0,00 0,00 0,56

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 131,87 -0,05 1,18 2,11

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 123,77 1,90 2,55 3,11

Pendidikan 141,77 3,08 3,11 4,56

Kursus-kursus / Pelatihan 150,87 2,40 2,40 2,40

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 110,14 1,56 4,11 3,90

Rekreasi 109,00 -0,02 0,35 0,13

Olahraga 121,03 0,00 0,13 2,73

VII. TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 97,76 0,05 0,40 0,71

(11)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Dari 66 kota di Indonesia yang dipantau harganya dan dihitung IHK-nya, tercatat semua (66) kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,17 persen dan terendah di Kota Sibolga sebesar 0,11 persen. Beberapa kota yang juga mengalami inflasi relatif tinggi antara lain adalah: Palu dengan inflasi sebesar 1,86 persen, Cirebon 1,81 persen, Maumere 1,72 persen, Ambon 1,70 persen, Singkawang 1,53 persen, Balikpapan 1,48 persen dan Tarakan sebesar 1,48 persen.

Bila dilihat dari 16 kota di Sumatera, pada bulan Juli 2012, inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang yaitu sebesar 3,17 persen dan terendah di Kota Sibolga sebesar 0,11 persen.

Tabel 7

Perbandingan IHK dan Inflasi Juli 2012 Kota-kota di Pulau Sumatera (2007=100)

No. Kota

IHK Juli 2012

Inflasi (%) Laju Inflasi

(%) Y o Y (%) (1) (2) (4) (5) (6) (7) 1 PANGKAL PINANG 148,20 3,17 6,09 8,71 2 BENGKULU 139,71 1,37 2,67 5,26 3 MEDAN 133,78 0,76 2,74 5,00 4 DUMAI 135,71 0,59 1,29 4,06 5 TANJUNG PINANG 131,49 0,54 1,26 3,67 6 BANDAR LAMPUNG 144,35 0,52 2,20 4,34 7 PALEMBANG 131,87 0,46 1,51 3,70 8 PEMATANG SIANTAR 138,13 0,39 3,97 6,70 9 JAMBI 137,84 0,31 3,26 6,14 10 BATAM 126,65 0,21 1,09 2,88 11 PADANG SIDEMPUAN 134,62 0,19 1,73 5,75 12 BANDA ACEH 127,44 0,18 0,25 2,28 13 LHOKSEUMAWE 136,43 0,13 2,58 5,60 14 PADANG 136,53 0,13 1,47 5,52 15 PEKAN BARU 131,80 0,12 1,89 4,85 16 SIBOLGA 140,63 0,11 3,29 6,18

Referensi

Dokumen terkait

Pabrik Kediri: Produksi makanan olahan (Nata de coco, jelly, ice bon-bon, lidah buaya, bekicot kaleng, bekicot beku, jagung manis, dan jagung muda).. 17 Juni 2011 16

terwujudnya kemampuan Pengolahan Hasil Pertanian dan Perkebunan di dalam negeri, melalui integrasi antara Klaster Industri Pengolahan Hasil Pertanian antara Klaster Industri

Mengklik tombol “Simpan” saat data sudah terisi semua Kode User : MYG Nama user : Mayang Sulistyani Password : cantik Hak Akses : Petugas Sistem akan menampilkan pesan

terjadi perpindahan panas dari dalam cooler menembus isolasi sampai dinding cooler dan perpindahan panas konveksi yaitu perpindahan panas dari dinding cooler

Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Apakah ada hubungan kecederungan yang dilihat/persepsi gejala dengan persepsi ancaman kesehatan?; 2) Apakah ada hubungan

Untuk positioning strategy di ZOE, distribution strategy dan sales force strategy tidak dapat digunakan karena bisnis model ZOE adalah sebuah taman bacaan yang dilengkapi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada atau tidaknya korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan

Analisis hasil pretest merupakan acuan dari kemampuan awal siswa, tahap berikutnya siswa dijelaskan oleh peneliti pada materi pengenalan bentuk aljabar dan