• Tidak ada hasil yang ditemukan

انيبم

Dalam dokumen KAFIR DALAM TAFSIR AL-SIRA<J AL- (Halaman 69-75)

fathah maka ia berarti menutupi. Kata itu dapat dapat juga diartikan untuk tanaman, malam, dan bisa juga untuk jenis buahan (kafur). Sedangkan, menurut syara‟ menolak atau mengingkari apa yang dibawa oleh Rasul SAW. Al-Khat}i>b Al-Syirbini> membagi kafir itu atas empat macam, yakni, kufr inka>r, kufr juhu>d, kufr ina>d, kufr nifa>q. Kufr inka>r ialah orang yang tidak mengenal Allah SWT sama sekali dan tidak mau mengakui-Nya, kufr juhud ialah orang yang mengenal Allah SWT dengan hatinya, namun tidak mau mengakui/mengikrarkannya dengan lidahnya, seperti kafirnya Iblis dan Yahudi, firman-Nya }هب اورفك اىفرع اه نهءاج اولف{ (QS> Al-Baqarah[2]: 89), kufrina>d ialah orang yang mengenal Allah SWT dalam hatinya, dan mengakuinya dengan lidahnya, namun tidak mau melaksanakan ajaran-Nya, seperti Abi Thalib, ia berkata:

*

G. Penafsiran Al-Khat}i>b Al-Syirbini> Tentang Kafir 1. QS. Al-Baqarah [2] : 89























































Artinya:

“Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.”95

Al-Khat}i>b al-Syirbini> menafsirkan bahwa ayat ini ditujukan kepada orang Yahudi. Dulunya, ketika orang Yahudi bertemu orang Musyrik Arab, mereka berdo‟a:

ةاروتلاَيفَوتعنوَوتفصَدجنَيذلاَنامزلاَرخآَيفَثوعبملاَّيبنلابَمهيلعَانرصناَّمهللا

َ

Artinya:

Ya Allah tolonglah kami atas mereka dengan kedatangan Nabi yang diutus akhir zaman yang kami temukan sifat-sifatnya dalam kitab Taurat.”96

Ketika itu juga, mereka berkata kepada musuh-musuh mereka (orang Musyrik Arab):

95 Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahannya,… Hal. 12.

96 Al-Khat}īb al-Syirbinī, Maktabah Syamilah Tafsir al-Sirāj al-Munīr, Hal. 168.

مرإوَداعَلتقَوعمَمكلتقنفَانلقَامَقيدصتبَجرخيَيبنَنامزَلظأَدق

Artinya:

Sungguh telah ditetapkan Nabi yang datang dengan membawa kebenaran sebagaimana apa yang telah kami katakan maka kami akan memerangimu bersamanya, serta memerangi musuh dan mengusirnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Qatadah al-Anshari dari orang-orang tua dari kalangan Anshar mereka berkata kisah dalam ayat ini adalah mengenai kami dan orang-orang Yahudi Madinah. Kami dulu pernah menjalankan agama mereka sebelum datangnya Islam akan tetapi kami masih Musyrik sedangkan mereka adalah ahli kitab, mereka mengatakan bahwa seorang Nabi yang akan diutus telah dekat masanya, kami akan mengiutinya. Bersama Nabi itu kami akan membinasakan kalian seperti Allah SWT membinasakan kaum „Ad dan Iram.

Akan tetapi nyatanya kami mengikutinya sedangkan mereka menginkarinya.97 Asbab al-Nuzul ayat ini bahwa Ibnu Abbas mengatakan dahulu kaum Yahudi Khaibar berperang dengan suku Ghatafan. Setiap kali bertempur kaum kaum Yahudi Khaibar selalu kalah. Maka kaum Yahudi itu berdo‟a: “Ya Allah, demi kemuliaan Muhammad sang Nabi ummi yang telah Engkau janjikan akan Engkau utus kepada kami di akhir zaman, kami mohon menangkanlah kami atas mereka.” Jadi, apabila mereka berperang, mereka mengucapkan doa ini, sehingga akhirnya mereka dapat mengalahkan suku Ghatafan. Namun ketika Nabi diutus,

97 Tim Penafsir Kementerian Agama RI, Al-Quran dan Tafsirnya, (Jakarta: Lembaga Percetakan Al-Quran Kemernterian Agama, 2010) Jilid ke 1, Hal. 150.

mereka ingkar kepada beliau. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya,

Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi Muhammad SAW) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir” sampai firman-Nya,

Maka laknat Allah lah atas orang-orang yang ingkar itu.”

Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa kaum Yahudi dahulu memohon kedatangan Rasulullah SAW sebelum beliau diutus menjadi rasul untuk mendapatkan kemenangan atas suku Aus dan suku Khaszraj. Namun setelah Allah SWT mengutus rasul ini dari bangsa Arab, mereka kafir kepadanya, dan mereka mengingkari perkataan yang mereka ucapkan dulu tentangnya. Mu‟adz bin Jabal, Bisyr bin Barra‟, dan Daud bin Salamah pernah berkata kepada mereka, “Wahai kaum Yahudi, bertaqwalah kepada Allah SWT dan masuklah Islam. Bukankah dulu kalian memohon kedatangan Muhammad SAW supaya kalian mendapatkan kemenangan atas kami, sementara kami dulu Musyrik dan kalian saat itu memberi tahu kami bahwa ia akan diutus, serta kalian telah menyebutkan ciri-cirinya?!”

Salah seorang dari bani Nadhir menjawab, “Dia tidak datang kepada kami membawa sesuatu yang kami kenal, dan dia bukanlah rasul yang dulu kami ceritakan kepada kalian.” Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya, “dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah....

As-Suddi mengatakan dahulu orang-orang Arab lewat di daerah pemukiman kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi merasa terganggu oleh mereka.

Kaum Yahudi saat itu mendapat ciri-ciri Muhammad di dalam Taurat, bahwa Allah SWT akan mengutusnya lalu mereka (kaum Yahudi) akan memerangi bangsa Arab bersamanya. Namun setelah Nabi Muhammad SAW datang kepada

mereka, mereka ingkar kepadanya karena merasa dengki. Mereka berkata, “para rasul sejak dulu berasal dari Bani Israil. Mengapa sekarang rasul ini diutus dari Bani Isma‟il?!”98

2. QS. Al-Baqarah [2] : 39























Artinya:

“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”99

Al-Khat}i>b al-Syirbini> menafsirkan bahwa ayat ini pada asalnya suatu tanda yang jelas. Ada yang mengatakan bahwa bagi segala yang diciptakan itu menunjukan adanya sang pencipta, pengetahuan-Nya, dan kuasa-Nya. Serta setiap dari kalimat-kalimat al-Qur‟an merupakan keistimewaan(mukjizat).100

Al-Khat}i>b al-Syirbini> menjelaskan bahwa ayat ini menunjukan bahwasannya surga itu makhluk (diciptakan) dan ditempatkan di tempat yang tinggi. Taubat itu akan diterima, serta orang yang mendapatkan hidayah (petunjuk) akan terjamin dari siksaan. Juga, Azab neraka itu kekal bersama orang kafir di dalamnya. Selain kafir tidak kekal di dalamnya dengan penjelasan firman- Nya : )11،ةلداجولا( }ىودلاخاهيفنه{.

98 Wahbah az- Zuhaily, Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syari‟ah, dan Manhaj, Jilid I (Depok:

Gema Insani, 2018) Hal. 174. Lihat Asbaabun Nuzul karya al-Wahidi (Hal. 15), Asbaabun Nuzul karya as-Suyuthi (Hal. 19-20).

99 Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahannya,… Hal. 7.

100 Al-Khat}īb al-Syirbinī, Maktabah Syamilah Tafsir al-Sirāj al-Munīr, Hal. 113.

Warasy membaca dengan imalah alif pada lafaz }راٌلا{, sedangkan Abu Umar dan ad-Dauri dari al-Kisa‟i>y dengan imalah mahdah, dan ulama yang lainnya dengan fathah.101

3. QS. Qaf [50] 24















Artinya:

"Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala.”102

Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Sa‟iq dan Syahid yang keduanya adalah malaikat penjaga neraka untuk melemparkan ke dalam api neraka seorang hamba atas kedurhakaanya dan kesombonganya. Maka dalam lapaznya menunjukkan dua pelaku padahal di antara keduanya diberikan perintah, dan karena pengulangan lafadznya sehingga bunyinya itu menjadi dua lafadz.

Sebagian ulama mengatakan: yang dimaksud dengan kalimat al-qiya dengan memakai nun bukan dengan alif, kemudian lafaz nun diganti menjadi alif supaya sesuai dengan apa yang ditunjukkan. Orang Arab berkata: tunjukkan satu menguatkan tunjukan kepada dua orang dan itu sebagai penguat kalimatnya saja.

Seperti disebutkan dalam sebuah kalimat:

نإف* ينارجزت اي

نبا نافع رجدزأ **

نإو يناعدت محأ اضرع نمم اع

* Artinya:

”Jika kalian berdua menghalangku wahai putra Ghaffan, maka aku akan terhalang,

Dan jika kalian berdua mengajakku niscaya aku akan menjadi penghalang.”

101 Al-Khat}īb al-Syirbinī, Maktabah Syamilah Tafsir al-Sirāj al-Munīr, Hal. 115.

102 Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahannya,… Hal. 414.

Berkata Ibnu „Adil: yang dimaksud dengan musanna dan ini memang yang sesuai dikarenakan perintah itu kepada dua malaikat untuk melakukan perbutan yang demikian. دينع artinya sangat ingin sekali menghalangi pada kebenaran dan orang tersebut sudah biasa dalam hal tersebut tanpa adanya hujjah (penjelasan) dan menganggap rendah atau remeh dalam suatu kebaikan darinya, atau tetapnya dalam melakukan kesombongan.

Sebagian ulama ada yang mengatakan, ”Dikatakan kepada 2 penjaga neraka masukkanlah ke dalam neraka jahannam setiap yang kufur kepada Allah SWT atau semua yang membangkang atas perintah Allah SWT, yang banyak mengingkari ayat–ayat Allah SWT, yang banyak melakukan perbuatan maksiat dan terang–terangan mengerjakan perbuatan yang diharamkan”. Oleh karenanya Nabi SAW bersabda:

مّلسوَويلعَوّللاَىّلصَوّللاَلوسرَتعمسَلوقيَةريرىَابأَتعمسَ:لاقَوّللاَدبعَنبَملاسَنع -

َ

Dalam dokumen KAFIR DALAM TAFSIR AL-SIRA<J AL- (Halaman 69-75)

Dokumen terkait