اوُنَماَء َنيِ ذ لَّٱ اَهُّي َ
أَٰٓ َي َنوُنَ تََت اَ َِ ُِۢ ِرَِ
١٨
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk bekal hari esok di akhirat, dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. al-Hasyr: 18)
Imam Ibnul Qoyim menjelaskan tafsir ayat ini dengan berkata:
“Ayat ini menunjukkan akan wajibnya malakukan muhasabah atau instrokpeksi diri.
Alloh memerintahkan, “Supaya kita memperhatikan amalan apa yang telah kita persiapkan untuk hari kiamat kelak. Apakah amal sholih yang akan menyelamatkan diri kita? Ataukah amal kejelekan yang justru akan menyengsarakan kita?”
Imam Hasan al-Bashri juga mengatakan:
“Tidak ada waktu yang tersisa yang menjumpai seorang mukmin melainkan harus gunakan untuk muhasabah. Apa yang akan dikerjakan? Apa yang ingin dia makan dan minum? Adapun orang fajir pelaku maksiat maka dirinya terus berlalu tidak pernah menghisab dirinya sendiri”.
86 Hadirin jamaah sholat Jum’at rohimakumulloh
Maka sudah seharusnya bagi seorang mukmin yang beriman kepada Alloh dan hari pembalasan, untuk selalu memuhasabah dirinya dan tidak pernah lalai dari muhasabah dan mempersempit ruang geraknya, baik ketika bertindak, dalam keadaan diam, berpikir, serta berjalan. Karena setiap desahan nafas keluar merupakan bagian dari umur kita yang sangat berharga yang tidak mungkin bisa dibeli dengan harta paling berharga sekalipun. Sehingga menyia-nyiakan desahan nafas ini, atau pemiliknya berusaha untuk membelinya maka tidak akan merubah kebinasaanya. Serta kerugian sangat besar yang tidak akan dirasakan kecuali oleh orang yang minim akalnya. Hanya saja kerugian nyata ini, akan dirasakan pada hari pembalasan kelak.
Dan perkara yang paling berbahaya bagi seorang muslim adalah lalai dan enggan untuk muhasabah, membiarkan dan bermudah-mudahan dalam urusannya berjalan apa adanya. Inilah keadaan orang yang tertipu, memicingkan mata, tidak mau tahu akan akhir perjalanannya dan tidak pernah menghiraukan murka dan kemarahan Alloh , padahal Alloh telah mengingatkan dalam banyak ayatnya akan adanya hari pembalasan. Dan semua yang ia lakukan akan ditampakkan kepadanya tanpa sedikitpun tersembunyi di sisi Alloh . Hal ini sebagaimana Alloh
berfirman dalam (surat Ali Imron ayat 30)
تيَبَو اَهَنتيََ ذن َ
أ توَل ُّدَوَت ءٓوُس نِم تتَنِ َع اَمَو اٗ َضَت ُّمُّ تۢ َِ تنِم تت َنِ َع اذم ستفَن ُّ ُكُ ُدِ َتَ َمتوَي ۗا ٗديَََِ اَِدَم َ
أ ٓۥُهَن
“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala amal kebaikan dihadapkan dimukanya, begitu juga keburukan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh.”
Hadirin jamaah sholat Jum’at rohimakumulloh
Para ulama kita terdahulu telah membagi muhasabah menjadi dua jenis, yaitu muhasabah sebelum berbuat dan muhasabah setelah melakukan perbuatan.
Adapun jenis yang pertama, yaitu hendaknya kita merenung sejenak ketika timbul keinginan serta kemauan untuk melakukan sesuatu perbuatan. Apakah perbuatan tersebut sesuai perintah Alloh dan Rosul-Nya atau tidak? Jika sesuai maka teruskan, namun jika menyelisihi maka tinggalkan.
Selanjutnya lihat, apakah perbuatan itu jika dikerjakan membawa kabaikan apa sebaliknya yaitu keburukan dan kebinasaan? Jika lebih benar kemungkinan yang kedua maka segera tinggalkan. Kemudian lihat lagi, kalau tujuan beramalnya untuk Alloh maka segera lakukan, namun bila hanya mencari kedudukan, atau pujian atau harta dari makhluk maka segera tinggalkan.
Adapun jenis yang kedua, yaitu muhasabah setelah mengerjakan suatu perbuatan yang banyak kekurangan di dalamnya, atau muhasabah atas larangan-
87
larangan Alloh yang ada, jika seseorang menjumpai dirinya telah menerjang salah satu larangan Alloh maka segera iringi dengan taubat, istighfar, dan amalan- amalan kebaikan yang dapat menghapus dosa dan kesalahan kita.
Kaum Muslimin rohimakumulloh
Sahabat Umar bin al-Khottob pernah berkata “Hisablah diri kalian sendiri sebelum datangnya hisab atas kalian. Timbanglah amal sholih kalian sebelum ditimbang kelak pada hari kiamat. Sesungguhnya lebih mudah atas kalian menghisab pada hari ini dari pada penghisaban esok dihari penghisaban.
Perbaguslah amalan-amalan yang baik sebagai bekal esok, sebagai persiapan pada hari yang ketika itu akan dinampakkan amal semua manusia sehingga tidak ada yang tersembunyi sedikitpun.”
ْرُقْلا ِفِ ْ ُكَلَو ِلِ ُللها َكَراَب اَذٰى ِلِْوَ ق ُلْوُ قَأ. ِ ْيِكَْلْا ِرْكِّذلا َو ِتاَيۤلاْا َنِم ِوْيِف اَِبِ ْ ُكاَّيِإ َو ِنَِعَفَ ن َو ِ ْيِظَعْلا ِن ﺁ
ِرِئاَسِل َو ْ ُكَلَو ِلِ َللها ُرِفْغَ تْسَأَو .ُ ْيِحَّرلا ُرْوُفَغْلا َوُى ُوَّنِإ ،ُهْوُرِفْغَ تْساَف . ٍبْنَذ ِّلُك ْنِم َْيِْمِلْسُمْلا
KHUTBAH KEDUA:
َائِّيَس ْنِمَو اَنِسُفْ نَأ ِرْوُرُش ْنِم ِللهاِب ُذْوُعَ نَو ُهُرِفْغَ تْسَنَو ُوُنْ يِعَتْسَنَو ُهَدَمَْنَ ،ِلله ِ َدْمَْلْا َّن ِإ َم اَنِلاَمْعَأ ِت
ُللها ِهِدْهَ ي ْن َلاَف
َأ ُدَهْشَأَو ُوَل َكْيِرَشَلا ُهَدْحَو ُللها َّلاِإ َوٰلِإ َلا ْنَأ ُدَهْشَأ ،ُوَل َيِداَى َلاَف ْلِلْضُي ْنَمَو ُوَل َّلِضُم ُهُدْبَع اًدَّمَُمُ َّن
.ُوُلْوُسَرَو :ُدْعَ ب اَّمَأ
Hadirin jamaah sholat jum’at rohimakumulloh
Ketika seseorang memuhasabah dirinya, maka dia akan mendapatkan beberapa manfaat yang tidak didapatkan oleh orang-orang yang lalai yaitu orang yang tidak pernah menghisab dirinya. Di antara faidah yang didapatakan adalah:
Pertama: Dia akan menjumpai adanya kekurangan dalam dirinya sehingga ia akan berusaha memperbaiki diri. Berbeda dengan orang yang tidak menyadari adanya kekurangan pada dirinya, maka tidak mungkin ia akan memperbaiki diri.
Kedua, Sebagai bukti akan takutnya kepada Alloh , dan persiapan untuk bertemu dengan-Nya.
Ketiga, Dengan mengintropeksi diri akan menjadi jelas bagi seorang mukmin hakikat keuntungan dan kerugian.
Keempat, Muhasabah di dunia akan memudahkan perjalanan seorang mukmin kelak pada hari kiamat.
88
Kelima, Muhasabah sebagai bentuk mematuhi perintah dari Alloh .
Selanjutnya, Muhasabah akan menjauhkan diri dari kelalaian atau terjatuh dalam lumpur kemaksiatan dan dosa.
Kemudian, dengan muhasabah akan memudahkan dirinya untuk mengetahui kekurangan dirinya dan segera memperbaiki dan menyempurnakannya.
Lalu, Muhasabah akan menumbuhkan kecintaan kepada Alloh dan mendapatkan ridho-Nya.
Dengan, Muhasabah seseorang akan mengetahui hak Alloh yang harus ditunaikan.
Dan seseorang akan merasakan hati yang selalu dalam keadaan baik jika sering bermuhasabah. Dan sebaliknya hati akan selalu rusak jika jauh dari muhasabah.
Semoga Alloh memudahkan kita dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya.
Amin.