Kaum Muslimin rohimakumulloh
Berhati-hatilah! Jangan sampai kita mengakhirkan sholat secara sengaja karena meremehkan atau malas apalagi menunda-nunda sampai melewati batas waktunya.
Alloh memperingatkan dengan keras mereka yang melakukan demikian.
Alloh berfirman dalam Qur’an surat al-Ma’un ayat 4 dan 5:
َيِّو َصًُۡوِّه نۡيَوَف ٤
ٱ ٌَيِ َّ
َنوُهاَس ۡىِهِت َلَ َص ٌَع ۡىُه لَّ
٥
“Celakalah orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya.”
Para sahabat Rosululloh menafsirkan kata lalai dalam ayat ini dengan:
‘mengakhirkan sholat hingga keluar dari waktunya’. Diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqosh , ia bertanya kepada ayahnya yang merupakan sahabat Rosululloh :
َِّللهاَّ َلحوَ قََّتحيَأَرَأَّ:ُهاَتَ بَأَّاَي
َّ(
َّحيِذ لا َّ
َّحنَعَّحمُىََّن
َّحوُىاَسَّحمِِتِ َلاَص
ََّن
َّحوُهحسَيَّ َلاَّاَنُّ يَأ َّ) اَنُّ يَأَّ؟
؟ُوَسحفَ نَُّثِّدَُيَُّ َلا َّ
:َلاَق ََّّ
ََّذََّسحيَل
َّ،َك َِّل
َّحيِضَيَّ تََّحَّوُهحلَ يَّ،ِتحقَوحلاَُّةَعاَضِإََّوُىَّاَ نَِّإ
َُّتحقَوحلاََّع
“Ayah, bagaimana pendapatmu tentang firman Alloh ‘orang-orang yang lalai dari sholatnya’. Siapakah di antara kita yang tidak lalai dalam sholat? Siapakah yang tidak pernah berbicara dengan dirinya sendiri saat sholat?.” Sa’ad menjawab, “Bukan demikian maksudnya. Lalai di sini adalah menyepelekan waktunya. Ia remehkan sampai keluar dari waktunya.” (HR. Abu Ya’la)
َّ يِإَوَّحِنَِعَفَ نَوَّ، حيِْرَكحلاَِّنآحرُقلحاَّ ِفَِّحمُكَلَوَّحِلَُِّللهاَّ َكَراَب
َِّّذلاَوَّ ِتاَيلآحاََّنِمَِّوحيِفَّاَِبَِّحمُكا
َِّمحيِكَحلْاَِّرحك
َّ َْقَ تَوَّ،
ََّلَّ
َّحِّنِِم
َّحمُكحنِمَوَّ
َّ نِإَُّوَتَو َلاِت
َّ رلاَُّرحوُفَغلحاََّوُىَُّو
َِّمحيِح .
َّ
KHUTBAH KEDUA:
َّح يِثَكَّا دحَحََِّو لِلَُّدحمَحلْا
َّحيِفَّا كَراَُْمَّا ِّْيَطَّا ر
َُّهُدحَْعَّا د مََُُّ نَأَُّدَهحشَأَوَّ،ُوَلَّ َكحيِرَشََّلاَُّهَدححَوَُّللهاَّ لاِإََّوَلِإََّلاَّحنَأَُّدَهحشَأَّ،ِو
.ُهَدحعَ بَّ ِبَِنََّلاَُّوُلحوُسَرَو
Kaum Muslimin rohimakumulloh
Sesungguhnya tujuan dibangunnya masjid agar sholat jamaah ditegakkan di dalamnya, dimakmurkan oleh manusia dengan sholat, ibadah dan zikir kepada Alloh . Karena itu, bagi kaum laki-laki, kerjakanlah sholat lima waktu di masjid secara berjamaah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rosululloh , para sahabatnya dan kaum muslimin setelah mereka. Jika kita menyelisihi mereka atau terbelenggu oleh kemalasan, maka kita telah meniru sifat orang-orang munafik dan terancam dosa sebagaimana dikabarkan dalam hadis Rosululloh :
168
ََّحيِقِفاَنُمحلاَّىَلَعَِّة َلا صلاَُّلَقح ثَأ
َّحوُمَلحعَ يَّحوَلَوَّ،ِرحرَفحلاَُّة َلاَصَوَِّءاَاِعحلاَُّة َلاَصَّ
َّحيِفَّاَمََّن
َُّتحمََهَُّحدَقَلَوَّ،ا وح َْحَّحوَلَوَّاَُهُحوَ تََلَّاَمِه
َّيِّلَصُيَّ لاُجَرََّرُمآَّ ُثَُّ،َنِّذَؤُ يَ فََّنِّذَؤُمحلاََّرُمآَّحنَأ
َّحيِعَمََّقِلَطحنَأَّ ُثَُّ،ِسا نلاِب
َّحوُف لَخَتَ يٍَّمحوَ قَّ َلَِإَّ ِبَطَحلْاَُّمُزُحَّحمُهَعَمَّ ٍلاَجِرِب َّ
ََّن
َِّرا نلاِبَّحمُهَ توُيُ بَّحمِهحيَلَعََّقِّرَحُأَفَِّة َلا صلاَِّنَع .َّ
“Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua sholat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk memerintahkan muadzin mengumandangkan adzan, lalu aku perintahkan seseorang mengimami sholat bersama orang-orang kala itu. Kemudian aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang laki-laki dengan membawa seikat kayu bakar untuk membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri sholat Jamaah.”
(HR. Bukhori dan Muslim)
Kaum Muslimin Rohimakumulloh,
Bersemangatlah pula dalam mengerjakan sholat sunnah rowatib. Perbanyaklah mengerjakannya. Sholat sunnah adalah salah satu amal sholih yang akan mendekatkan seorang hamba kepada Alloh .
Rosululloh bersabda, bahwa Alloh berfirman:
ََّب رَقَ تَّاَمَو
َّحيِدحَْعَّ َلِِإ
َّحيِدحَْعَُّلاَزَ يَّاَمَوَّ،ِوحيَلَعَُّتحضَرَ تح فاَّا ِمَِّ َلِِإَّ بَحَأٍَّءحيَاِب َّ
َُّو ِْحُأَّ تََّحَِّلِفاَو نلاِبَّ َلِِإَُّب رَقَ تَ ي َّ
.
َّ
“Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku juga tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.”
Akhirnya, mari kita berdoa kepada Alloh agar Alloh menolong kita dalam mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya, dan beribadah dengan baik kepada-Nya.
ََّك نِإََّمحيِىاَرح بِإَّ ِلآَّىَلَعَوََّمحيِىاَرح بِإَّىَلَعََّتحي لَصَّاَمَكٍَّد مََُُّ ِلآَّىَلَعَوٍَّد مََُُّىَلَعَِّّلَصَّ مُه للَا
ٌَّدحيَِمٌََّدحيَِحَ َّ
.
ََّمحيِىاَرح بِإَّىَلَعََّتحكَراَبَّاَمَكٍَّد مََُُّ ِلآَّىَلَعَوٍَّد مََُُّىَلَعَّحكِراَبَو .ٌدحيَِمٌََّدحيَِحَََّك نِإََّمحيِىاَرح بِإَّ ِلآَّىَلَعَو
َِّتاَوحمَلحاَوَّحمُهح نِمَِّءاَيححَلحاَِّتاَنِمحؤُمحلاَوََّحيِنِمحؤُمحلاَوَِّتاَمِلحسُمحلاَوََّحيِمِلحسُمحلِلَّحرِفحغاَّ مُه للَا
َِّتاَوحع دلاَُّبحيُِمٌََّبحيِرَقٌَّعحيَِسَََّك نِإ َّ،
َِِّلَوَّاَنَلَّحرِفحغاَّاَن بَر
ََّك نِإَّاَن بَرَّاوُنَمآََّنحيِذ لِلَّ ا للاِغَّاَنِبحوُلُ قَّحِفَِّحلَعحَجَّْ َلاَوَِّناَحمَِحلاِبَّاَنحوُقَ َْسََّنحيِذ لاَّاَنِناَوحخ .ٌميِحَرٌٌَّوُءَرَّ
.ا ماَمِإََّحيِق تُمحلِلَّاَنحلَعحجاَوٍَُّيحعَأََّة رُ قَّاَنِتا يِّرُذَوَّاَنِجاَوحزَأَّحنِمَّاَنَلَّحبَىَّاَن بَر .ِرا نلاَّ َباَذَعَّاَنِقَوَّ ةَنَسَحَِّةَرِخ حلآاَّ ِفَِوَّ ةَنَسَحَّاَيح نُّدلاَّ ِفَِّاَنِتآَّاَن ب ََّر
َّ.َحيِمَلَعلحاَِّّبَرَِّلله َُِّدحمَحلْاَوََّحيِلَسحرُلمحاَّىَلَعٌَّمَلاَسَوََّنحوُفِصَيَّا مَعَِّة زِعلحاَِّّبَرََّكِّبَرََّناَححُْس
169
MUROQOBATULLOH
KHUTBAH PERTAMA:
َّ نِإ
ََّمحعَأَّ ِتاَئِّيَسَوَّاَنِسُفح نَأَِّرحوُرُشَّحنِمَِّللهاِبَُّذحوُعَ نَوَُّهُرِفحغَ تحسَنَوَُّوُنح يِعَتحسَنَوَُّهُدَمحَنََِّللهََِّدحمَحلْا اَنِلا
َّحنَمَوَّ،ُوَلَّ لِضُمََّلاَفَُّللهاَِّهِدحهَ يَّحنَم
َّ،ُوَلََّيِداَىََّلاَفَّحلِلحضُي
َُّوُلحوُسَرَوَُّهُدحبَعًَّاد مَُمَُّ نَأَُّدَهحشَأَوَّ،ُوَلََّكحيِرَشََّلاَُّهَدححَوَُّللهاَّ لاِإََّوَلِإََّلاَّحنَأَُّدَهحشَأَو
ََّنوُمِلحسُمَّحمُتح نَأَوَّ لاِإَّ نُتوَُتَََّلاَوَِّوِتاَقُ تَّ قَحََّللهاَّاوُق تاَّاوُنَمآََّنيِذ لاَّاَهُّ يَأَّاَي .
َُّسا نلاَّاَهُّ يَأَّاَي
ََّوَّاًيرِثَكًَّلااَجِرَّاَمُهح نِمَّ ثَبَوَّاَهَجحوَزَّاَهح نِمََّقَلَخَوٍَّةَدِحاَوَّ ٍسحفَ نَّحنِمَّحمُكَقَلَخَّيِذ لاَّحمُك بَرَّاوُق تا
ًَّءاَسِن
اًبيِقَرَّحمُكحيَلَعََّناَكََّللهاَّ نِإََّماَححرَلأحاَوَِّوِبََّنحوُلَءآَسَتَّيِذ لاََّللهاَّاوُق تاَو .
ََّمآََّنيِذ لاَّاَهُّ يَأَّاَي
ََّللهاَّحعِطُيَّحنَمَوَّحمُكَبوُنُذَّحمُكَلَّ حرِفحغَ يَوَّحمُكَلاَمحعَأَّحمُكَلَّححِلحصُيَّ.اًديِدَسًَّلاحوَ قَّاوُلوُقَوََّللهاَّاوُق تاَّاوُن
َّ
اًميِظَعَّاًزحوَ فََّزاَفَّحدَقَ فَُّوَلوُسَرَو
َّ
َّ ُيحدَىَّ ِيحدَحلْاَّ َرح يَخَوَّ،ِللهاَّ ُباَتِكَّ ِثحيِدَحلْاَّ َقَدحصَأَّ نِإَفَّ:ُدحعَ بَّا مَأ
َِّرحوُمُلأحاَّ رَشَوَّ،َم لَسَوَِّوحيَلَعَُّللهاَّى لَصٍَّد مَُمُ
َِّرا نلاَّ ِفٍَِّةَلَلاَضَّ لُكَوَّ،ٌةَلَلاَضٍَّةَعحدِبَّ لُكَوَّ،ٌةَعحدِبٍَّةَثَدحُمَُّ لُكَوَّ،اَهُ تاَثَدحُمُ
Kaum muslimin rohimakumulloh,
Salah satu penyebab terbesar yang menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan adalah lemahnya rasa muroqobatulloh dalam dirinya. Muroqobatulloh adalah keyakinan seorang hamba akan pengawasan Alloh pada dirinya dalam seluruh keadaannya, baik ketika ia sendiri maupun bersama orang lain.
Muroqobatulloh berarti keimanan bahwa Alloh mengetahui seluruh keadaan serta perbuatan hamba-hamba-Nya baik yang lahir maupun batin.
Setiap orang tentu saling berbeda tingkat muroqobahnya, dan kita dapat mengukur berapa besar kadar muroqobatulloh pada diri kita masing-masing.
Cobalah kita perhatikan ketika kita sedang berada di dalam masjid melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Alloh dengan khusyu’. Bandingkan dengan keadaan ketika kita berada di pasar, mall, atau di tempat umum lainnya yang jauh dari suasana ibadah.
Demikian pula yang kita rasakan ketika sedang bersama orang-orang atau kawan-kawan yang sholih, mendengarkan untaian nasihat mereka dan melihat teladan nyata berbagai bentuk kebaikan. Bandingkan hal itu dengan saat kita dalam kesendirian atau ketika berada di tengah orang-orang yang terbiasa lalai dan jauh dari nilai-nilai ketakwaan.
170
Pada kondisi yang pertama, kita dapat merasakan betapa Alloh begitu dekat dengan kita. Kita juga merasakan betapa Dia senantiasa mengetahui dan mengawasi seluruh gerak-gerik hamba-Nya tanpa ada yang tersembunyi sedikit pun. Hal ini menjadikan kita begitu takut untuk melanggar larangan-Nya, tidak mematuhi perintahn-Nya atau mendurhakai-Nya.
Sedangkan pada kondisi kedua seringkali dengan mudah kita terjatuh pada berbagai bentuk maksiat. Pandangan mata yang tak terjaga, ucapan lisan yang sering terkotori oleh perkataan dusta dan sia-sia, atau berbagai perilaku negatif yang terkadang tak disadari menjadi biasa kita lakukan.
Lalu, bagaimanakah cara meningkatkan muroqobatulloh pada diri kita? Hal paling utama yang harus senantiasa kita lakukan adalah berdoa kepada Alloh meminta tambahan hidayah dan ketakwaan. Karena Dia-lah al-Hadi (Maha Pemberi Hidayah) yang memberikan hidayah kepada hamba-Nya.
Renungkanlah doa yang selalu kita baca ketika membaca surat al-Fatihah dalam sholat kita: “Ihdinas shirotolmustaqim” (Ya Alloh, berilah kami petunjuk meniti jalan yang lurus).
Perbanyaklah doa yang Rosululloh ajarkan, di antaranya:
ىَقُّ تلاَوَّىَدُحلْاََّكُلَأحسَأَِّّنِِّإَّ مُه للا
ََّنِغحلاَوََّفاَفَعحلاَو َّ
“Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu hidayah, ketakwaan, sifat ‘iffah (keterjagaan diri dari maksiat), dan kecukupan”. (HR. Bukhori dan Muslim)
Atau berdoa:
َّ،اَنِبوُلُ قَّ ِفَُِّوحنِّ يَزَوََّناَيمِحلْاَّاَنح يَلِإَّحبِّبَحَّ مُه للَا
ََّنيِدِشا رلاََّنِمَّاَنحلَعحجاَوَّ،َناَيحصِعحلاَوََّقوُسُفحلاَوََّرحفُكحلاَّاَنح يَلِإَّحهِّرَكَو
“Ya Alloh, jadikanlah kami mencintai keimanan, dan hiasilah hati kami dengannya, serta jadikanlah kami membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan, serta jadikanlah kami orang-orang yang mendapat petunjuk” (HR. Bukhori, Nasa’i dan Hakim)
Kemudian, upaya tadabbur berupa perenungan akan kesempurnaan sifat-sifat Alloh harus senantiasa kita lakukan. Perkuatlah keimanan bahwa Alloh Maha Hidup (al-Hayyu) dengan kehidupan yang sempurna dengan seluruh kesempurnaan ilmu, pendengaran, penglihatan, kekuasaan, kehendak, rahmat, dan perbuatan-Nya.
Dia Maha Hidup tanpa sedikitpun sifat kekurangan dan cela. Dia tak pernah lengah, tak mengantuk ataupun tidur.
Alloh berfirman dalam al-Qur’an: