Alkisah, istri ‘Imrān tidak dapat mengandung. Suatu hari, dia melihat seekor burung yang sedang memberi makan anaknya. Padahal, dia sangat mendambakan kehadiran anak.
Lalu, dia bernazar kepada Allah, jika hamil, akan menjadikan anak yang dikandungnya sebagai pelayan di Baitul Maqdis.
Tidak lama kemudian, istri ‘Imrān mengandung. Bayi yang ada dalam kandungannya adalah perempuan, yaitu Maryam. Antara anak laki-laki dan perempuan berbeda tugas ketika menjadi pelayan di Baitul Maqdis saat itu. Demikian tradisi yang berlaku bagi anak yang dipersembahkan sebagai pelayan Baitul Maqdis. Perempuan itu mengharapkan seorang anak laki-laki yang benar-benar jadi pengabdi agama, yang menjadi anak yang penuh mukjizat lahir dari ibu-bapak yang sudah lanjut. Tetapi sebaliknya, Allah mengaruniainya seorang putri (Maryam), ibunda Isa, perempuan utama di antara semua perempuan (Āli ‘Imrān/3: 42).7
Istri ‘Imrān kemudian berdoa kepada Allah agar anaknya dijaga dari setan yang terkutuk. Dengan demikian, Allah melindungi Maryam dari gangguan setan. Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah ☺allallāhu ‘alaihi wa sallam:
َﻣﺎ ِﻣ
ْﻦ َﺑِﻨ ﻲ
َﺩﺁ
َﻡ
َﻣْﻮ ﹸﻟْﻮ
ٌﺩ ﱠﻻﺇ َﻳ
َﻤ ﱡﺴ
ُﻪ ﱠﺸﻟﺍ
ْﻴﹶﻄ ﹸﻥﺎ
ِﺣْﻴ
َﻦ ُﻳ
ْﻮﹶﻟ
ُﺪ ﹶﻓَﻴ
ْﺴ
َﺘِﻬ ﱡﻞ
َﺻ
ِﺭﺎ
ًﺧ ﺎ
ِﻣ
ْﻦ َﻣ ﱢﺲ ﱠﺸﻟﺍ
ْﻴﹶﻄ
ِﻥﺎ ﹶﻏ
ْﻴَﺮ َﻣ
ْﺮَﻳ
َﻢ
َﻭْﺑﺍ ﺎَﻬِﻨ . ) ﰊﺃ ﻦﻋ ﻢﻠﺴﻣ ﻭ ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ
ﺓﺮﻳﺮﻫ (
8
Tidak ada satu pun manusia yang lahir, melainkan setan mengusapnya di saat kelahirannya. Sehingga, akibat usapan setan tersebut bayi menjerit. Hal ini tidak berlaku pada Maryam dan anaknya (Isa). (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abū Hurairah)
Di antara hikmah yang dapat dipetik dari kisah di atas adalah sebagai berikut:
Profil Perempuan dalam Al-Qur′an
86
1. Semua wanita yang telah berkeluarga mendambakan kelahiran buah hati.
2. Nazar boleh diucapkan tanpa harus mengaitkan dengan syarat, dan nazar harus ditunaikan.
3. Sangat baik berdoa kepada Allah dengan menggunakan nama-nama Allah yang paling indah. Nama Allah yang dipakai dalam berdoa semestinya sesuai dengan per- mohonan yang dipanjatkan.
4. Tawasul yang baik kepada Allah dilakukan dengan amal saleh.
5. Maryam binti ‘Imrān
Maryam adalah wanita yang dipelihara kesuciannya dan ibu dari Nabi Isa. Kisah kehidupan Maryam disebutkan dalam surah Āli ‘Imrān mulai dari ayat 42 sampai dengan ayat 47:
Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam!
Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebih- kanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).
(Āli ‘Imrān/3: 42)
Maryam ibunda Isa memang unik. Ia melahirkan seorang putra dengan suatu mukjizat khusus, tanpa campur tangan sarana fisik biasa. Sudah tentu ini tidak berarti bahwa lebih daripada sekadar manusia, bahkan putranya pun lebih daripada manusia biasa. Lebih-lebih lagi, ia perlu berdoa kepada Allah seperti orang lain. Kepercayaan Kristen dalam semua sekte, kecuali Unitarian, menyatakan bahwa Isa itu Tuhan dan anak Allah. Menyembah kepada Maryam dilaksanakan dalam Gereja Katolik Roma, dengan sebutan
Profil Perempuan Dalam Al-Qur′an 87
Maryam Bunda Tuhan. Ini agaknya yang sudah disahkan oleh Konsili Ephesus tahun 431 M, pada abad sebelum kelahiran Muhammad ☺allallāhu ‘alaihi wa sallam, yang kemudian akan membersihkan pemalsuan Gereja Kristen itu.9
Pernyataan akidah tersebut dalam Islam, telah dibantah bahwa Tuhan tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan (al-Ikhlā☺/112: 1-4).
Ketika Maryam dilahirkan, setan tidak mampu meng- ganggunya. Allah selalu menjaga kesucian dan kehor- matannya. Karena penjagaan Allah, Maryam tumbuh secara menakjubkan dengan berbagai kelebihan dalam postur tubuhnya.
Ketika lahir, Maryam dibungkus oleh ibunya dengan sebuah kain, lalu dibawa ke Baitul Maqdis. Dia diserahkan kepada rumah Allah itu. Karena Maryam adalah putri imam dan pemimpin ibadah mereka, mereka berebut untuk mengasuh dan memeliharanya. Akhirnya setelah melakukan undian,10 Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria.
Di bawah asuhan Zakaria, Maryam sangat rajin dan taat beribadah. Karena ketaatannya yang tulus, dia sering menda- patkan karamah dari Allah. Zakaria sering menemukan hidangan yang lezat-lezat tersedia di dalam mi♥rāb (tempat ibadah) Maryam. Anehnya, ketika musim panas tiba, Zakaria menemukan aneka buah musim dingin di mi♥rāb Maryam.
Sebaliknya, ketika musim dingin datang, Zakaria menemu- kan buah musim panas di mi♥rāb-nya. Zakaria pun memberanikan diri untuk bertanya, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, ‘‘itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. (Āli ‘Imrān/3: 37)
Kisah Maryam ini juga bisa dilihat dalam Surah Maryam/19: 16-35). Maryam pergi dari rumah keluarganya.
Dia pergi ke daerah sebelah timur untuk suatu keperluan.
Profil Perempuan dalam Al-Qur′an
88
Sebagian pendapat menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk melihat apakah dirinya sudah suci dari haid. Tiba-tiba Jibril turun dalam bentuk seorang pemuda yang tampan dan sempurna. Maryam berkata, “Aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” Maryam meminta perlindungan kepada Allah dari laki-laki jelmaan Jibril tersebut, jika dia bertakwa kepada Allah. Adapun orang yang tidak bertakwa tidak dapat menerima petuah apa pun.
Jibril kemudian menjelaskan kepada Maryam bahwa dirinya adalah utusan Allah. Dia datang untuk menyampaikan kabar bahwa Maryam akan diberi anak laki-laki yang bersih dari dosa. Maryam merasa heran. Dia berkata, “Bagaimana aku akan punya anak, padahal aku tidak bersuami dan tidak pernah berzina?” Jibril berkata, “Memang, seperti itulah keadaanmu: tidak bersuami dam tidak pernah berzina.
Namun Tuhanmu menyatakan bahwa hal itu sangat mudah bagi-Nya. Dia mampu menciptakan apa pun meski akal tidak menerimanya.”Nabi Isa diciptakan oleh Allah dengan cara yang ajaib; tidak melalui proses reproduksi yang lazim.
Hal ini supaya menjadi tanda atas keagungan-Nya bagi manusia.
Dalam waktu yang tidak begitu lama, Maryam tiba-tiba hamil. Ketika hamilnya sudah membesar, dia menyingkir ke tempat yang cukup jauh. Rasa sakit akan melahirkan memaksa dirinya bersandar ke pangkal pohon kurma yang tidak berbuah. Sebagaimana kebiasaan orang-orang saleh, Maryam berkata, “Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi barang yang tidak berarti lagi dilupakan.” Lalu, Jibril menyeru dari tempat yang rendah,
“Kamu jangan bersedih hati! Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Goyangkanlah pang- kal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka,
Profil Perempuan Dalam Al-Qur′an 89
makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah.
Maka, aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.”
Sebagian pendapat meyakini bahwa yang berkata itu adalah Isa yang masih dalam kandungan. Ketika Maryam kembali ke rumahnya sambil membawa anak laki-lakinya, orang-orang berkata, “Wahai Maryam! Engkau telah mela- kukan dosa besar.” Orang-orang saat itu mengira bahwa Maryam telah berzina. Bahkan, mereka mengira bahwa dia sudah menjadi pelacur. Mereka berkata, “Hai saudara perempuan Harun! Bapakmu bukan penjahat. Ibumu bukan pelacur. Mengapa kamu menjadi pelacur?” Maryam tidak menjawab apa-apa kecuali menunjuk ke arah anak laki- lakinya itu. Melihat perilaku Maryam seperti itu, para penanya balik mengolok-olok dirinya. Mereka berkata, “Si Maryam ini telah mempermainkan kita. Bagaimana kita dapat berbicara dengan bayi yang masih menyusui?” Tiba- tiba, ketika sedang menyusu, Isa berkata, “Aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Alkitab (Injil) kepadaku.”11 Demikian kisah Maryam.
Di antara hikmah yang dapat dipetik dari kisah di atas adalah:
a. Malaikat mampu menjelma menjadi manusia dan hal ini bukan perkara mustahil.
b. Kekuasaan Allah tidak terbatas sehingga Dia mampu menciptakan manusia tanpa proses reproduksi yang lazim.
c. Allah mampu menciptakan sebab tanpa akibat. Misalnya, ketika dilemparkan ke dalam api, Ibrahim tidak terbakar.
Sebaliknya, Allah mampu menciptakan akibat tanpa sebab. Misalnya, Maryam melahirkan tanpa proses reproduksi yang lazim.
Profil Perempuan dalam Al-Qur′an
90
d. Islam mengajari manusia untuk melakukan sebuah ikhtiar atau upaya untuk mencapai sebuah hasil perbuatan. Hal ini sebagaimana tersirat dalam perkataan Jibril kepada Maryam, “Dan, goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”
e. Maryam adalah satu-satunya perempuan yang namanya disebutkan dalam Al-Qur΄an. Sehingga, apabila Isa di sebutkan, nama ibunya juga disebutkan: Isa bin Maryam.
Hal itu disebabkan oleh kesucian dirinya dan kebersihan hatinya.12
6. Istri-istri Nabi Muhammad ☺allallāhu ‘alaihi wa sallam
Dalam Surah al-A♥zāb/33 yang terdiri dari 73 ayat, setelah diteliti lebih jauh, lebih dari separuh ayat tersebut menceritakan kehidupan rumah tangga Nabi. Seperti, aturan memanggil anak angkat, Zaid bin ♦āri♪ah (ayat 5), orang- orang Mukmin mencintai Nabi dan istri-istri Nabi (dianggap sebagai ummahātul-mu′minīn) melebihi dari mencintai diri mereka sendiri (ayat 6), aturan-aturan istri Nabi, tidak boleh berorientasi duniawi (ayat 28), harus berorientasi akhirat dan dijanjikan pahala yang besar (ayat 29), bila berbuat kejahatan dilipatgandakan siksaannya (ayat 30), sebaliknya berbuat kebaikan dua kali lipat juga pahalanya (ayat 31), aturan berbicara dengan orang lain (ayat 32), diam dalam rumah dan cara berpakaian (ayat 33 dan 59), kasus anak angkat Nabi, Zaid bin ♦āri♪ah (37), istri-istri Nabi meminta tambahan belanja. Lalu Nabi memutuskan tidak berhubungan dengan mereka selama sebulan, lalu turun (ayat 50) dan Nabi diberi hak pilih untuk memilih istri-istrinya (ayat 51), adab sopan-santun dalam rumah tangga Nabi, tidak boleh sembarangan masuk dan makan tanpa izin (ayat 53). Sedang redaksi azwāj terdapat di 3 ayat, (28, 37, 50, dan 59) dan kisah istri-istri Nabi (30 dan 32).13
Profil Perempuan Dalam Al-Qur′an 91
Berikut ini akan diuraikan biografi singkat dari kesem- bilan istri Nabi. Empat istri Nabi yang banyak melakukan peran dan menyebabkan turun ayat, yaitu; Khadījah, ‘Āisyah,
♦af☺ah, dan Zainab binti Ja♥sy, akan diuraikan lebih panjang dari biografi istri Nabi tersebut.
a. Khadījah binti Khuwailid
Dia adalah istri Nabi yang pertama, dinikahi sebelum kenabian, wanita yang pertama beriman kepada Nabi, ibu dari anak-anak Nabi, mengorbankan hartanya untuk membantu perjuangan Nabi, meninggal di Mekah dan dikuburkan di Ma′la (sampai sekarang ini, kuburannya masih terawat dan terjaga dengan baik).
Khadījah adalah pemimpin kaum muslimah, ummul- mu′minīn, sebagaimana sabda Rasulullah ☺allallāhu ‘alaihi wa sallam: