• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perempuan dan Aneka Aktivitas Lainnya

Dalam dokumen kedudukan dan peran perempuan (Halaman 182-186)

ﻡﺎ)

D. Perempuan dan Aneka Aktivitas Lainnya

Peran Perempuan Dalam Bidang Sosial 149

potensi yang dimiliki oleh binatang berupa instink tidak akan pernah dilanggarnya dan cenderung mengantarkannya untuk melakukan sesuatu yang positif. Sementara manusia, maka dikatakan lebih sesat dari binatang kalau potensi-potensi yang dimilikinya itu tidak dapat digunakan untuk meraih kemuliaan hidup di dunia dan akhirat.

Di samping ayat-ayat tersebut, banyak sekali hadis Nabi

☺allall☼hu ‘alaihi wa sallam yang memuji orang-orang yang berilmu dan yang bekerja keras untuk menuntut ilmu. Di samping contoh-contoh perempuan yang amat mendalam kadar keilmuannya. (masalah ini diulas dalam bab tersendiri).

Seperti yang telah ditegaskan di bagian awal tulisan bahwa tugas pokok perempuan adalah fokus dalam rumah tangga terutama untuk mendidik anak-anaknya, maka bagaimana mungkin seorang ibu dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik kalau tidak berbekal ilmu pengetahuan.

Maka menuntut ilmu bagi perempuan baik yang belum menikah maupun yang telah menikah adalah sebuah keniscayaan.

Yang perlu mendapat catatan adalah tentang cara dan tempat untuk menuntut ilmu. Dalam menempuh studi seorang perempuan tentu saja harus tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan agama, misalnya kepergiannya untuk studi tetap menjaga kehormatan, kesopanan, dan keselamatannya serta tidak menimbulkan fitnah dan tidak mengundang kemaksiatan.

Peran Perempuan Dalam BidanSosial

150

Sependek yang kami ketahui tidak ditemukan ayat yang secara jelas menyinggung tentang olah raga, sehingga kalau akan dijadikan bagian dari tafsir tahlili tampaknya terkesan dipaksakan. Namun tidak ada salahnya kalau diberikan penjelasan sekilas khususnya berdasarkan hadis-hadis Nabi

☺allall☼hu ‘alaihi wa sallam .

Beberapa hadis Nabi yang dapat dijadikan argumen tentang betapa pentingnya untuk berolah raga di antaranya;

Diriwayatkan dari ‘Āisyah ‘‘Aku keluar bersama Rasulullah ☺allall☼hu ‘alaihi wa sallam (dalam sebuah perjalanan) dan ketika itu aku masih langsing. Kemudian kami berhenti di sebuah tempat perhentian, kemudian Rasulullah ☺allall☼hu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya, ‘‘lakukanlah kalian terlebih dahulu (untuk berlomba)”. (Hal ini dilakukan agar mereka tidak melihat istri Nabi ☺allall☼hu ‘alaihi wa sallam saat perlombaan).

Kemudian beliau berkata kepadaku, ”kemarilah kita berlomba”. Lalu beliau berlomba denganku dan aku mampu mendahuluinya.” Di kesempatan lain aku keluar bersama beliau dalam sebuah perjalanan, dan waktu itu badanku telah gemuk, lalu kami berhenti di sebuah perhentian, dan beliau berkata kepada para sahabatnya ‘‘dululah kalian”, lalu beliau berkata kepadaku, kemarilah kita berlomba lagi”. Lalu kukatakan, ‘‘bagaimana bisa aku berlomba denganmu wahai Rasulullah, sedangkan aku dalam keadaan seperti ini?

(maksudnya gemuk), beliau menjawab ‘‘engkau pasti bisa”

kemudian beliau berlomba bersamaku dan berhasil mendahuluiku, lalu beliau menepuk bahuku sambil berkata

”kita seri ya dengan yang dulu.”31

Salah satu tujuan penting berolah raga adalah agar badan menjadi tetap sehat dan bugar sehingga dapat melaksanakan berbagai macam aktivitas lain yang menjadi tugas kita. Dapat dibayangkan kalau seseorang menderita sakit karena kela- laiannya memelihara kesehatan tentu akan banyak aktivitas

Peran Perempuan Dalam Bidang Sosial 151

yang akhirnya tidak dapat dilaksanakan. Yang perlu digarisbawahi adalah jangan sampai ketika kita melakukan permainan atau olah raga tersebut meninggalkan aktivitas yang penting atau bahkan yang lebih penting. Di sini baik kiranya untuk menerapkan menejemen waktu yang tepat, kapan harus berolah raga dan kapan harus menyelesaikan tugas-tugas.

Dalam konteks perempuan, maka olah raga yang dilaku- kannya tentu harus tetap memperhatikan norma-norma agama; khususnya dari segi pakaian dan penampilannya, juga jenis olah raga yang diminatinya.

Dari segi pakaian, agama mensyaratkan bahwa pakaian tersebut haruslah menutup aurat di samping sebagai hiasan.

Perempuan yang sedang berolah raga harus tetap memegang ketentuan tersebut. Hal ini diyakini bagi yang memang benar-benar ingin berolah raga, maka masalah tersebut tidak akan menjadi penghalang. Kecuali kalau ‘‘ada udang di balik batu” alias niat tersembunyi, maka sering kali terlihat olahragawan laki-laki lebih tertutup daripada yang perem- puan. Hal ini terkadang diperparah oleh ketentuan yang mendorong perempuan dalam berolah raga menggunakan pakaian seminim mungkin. (ingat yang membuat aturan kebanyakan adalah kaum lelaki).

2. Perempuan dan kesenian

Seperti halnya olah raga, tentang berkesenian juga tidak secara spesifik disinggung oleh Al-Qur′an. Sehingga di kalangan para ulama khususnya ulama fiqih terdapat perbedaan pendapat yang sangat tajam. Ada kelompok yang menyatakan hukumnya haram, ada pula yang menganggap sebagai hal yang mubah saja. Tulisan ini tidak akan menguraikan khilāfiyyah tersebut, tetapi akan lebih fokus kepada bagaimana perempuan yang berkesenian khususnya seni suara.

Peran Perempuan Dalam BidanSosial

152

Sebelum mendiskusikan tema ini, hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa Islam memperkenalkan diri sebagai agama fitrah, hal ini dijelaskan dalam Surah ar-Rūm/30:

30

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam);

(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.

(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (ar-Rūm/30: 30)

Sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, maka mustahil kalau Islam melarang sesuatu yang bersifat fitrah dalam diri manusia. Yang biasanya dilakukan adalah bagaimana mengekspresikan fitrah manusia tersebut sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, yaitu dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah sub♥☼nahu wa ta‘☼l☼.

Menyukai keindahan adalah bagian dari fitrah yang dimiliki oleh manusia, baik keindahan yang dapat didengar seperti suara, keindahan yang dapat dilihat maupun keindahan yang dapat dirasakan.

Dalam konteks inilah dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya agama sama sekali tidak melarang seseorang—

termasuk perempuan— untuk mengekspresikan talenta seninya termasuk menyanyi sepanjang dengan tujuan dan cara yang tidak melanggar syariat. Misalnya tujuannya adalah untuk menunjukkan rasa cinta kepada Rasulullah ☺allall☼hu

‘alaihi wa sallam, untuk mendorong orang semakin bersemangat beramal saleh, dan sebagainya. Maka hal tersebut tidak wajar kalau dilarang.

Peran Perempuan Dalam Bidang Sosial 153

Dalam dokumen kedudukan dan peran perempuan (Halaman 182-186)