(l) Kesesuaiarr Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk rencana kegiatan
PemanfaatanRuang yang
belumtermuat dalam RTR, RZ KAW, dan IA
KSNTsebagaimana
dimaksud dalam Pasal 136 a5'at
(1)huruf b, dilakukan melalui
Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pesranfaatan Ruang.(2)
Rencanakegiatan
Perr,anfaatanRuang
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapatjuga
berupa:a. rencana kegiatan
PemanfaatanRuang di
atastanah Bank Tanah;
dan/atau
b. rencana kegiatan Pemanfaatan Ruang
di kawasan ataudi
atas tanah yang akan diberikanhak
pengelolaanuntuk kegiatair yang
bersifat strategis nasional.(3)
Kegiatan Pemanfaatan Ruangdi
atashak
pengelolaansebagairnana dimaksuJ pada ayat l2l
mengacukepada rencana
indtrk
i:awasan.(4) Kesesuaian i(egiatan Pemanfaatan Ruang untuk rencana kegiatan
PemanfaatanRuang yang
belumtermuat dalam RTR, W KAW, dan RZ
KSNTsetragaimana
dirnaksud dalar, Pasal 136 ayat
(1)huruf b
pada Perairan Pesisir, wilaya-h perairan, danwilayah yurisdiksi, dilakukan melalui
Persetujuan I(esesuaian Kegiatan Pemanferal"an Ruang Laut.Pasal 139
Rekomendasi Kesesuaian
liegiatan
Pemanfaatan Ruarrguntuk kegiatan yang bersifat strategis
. nasionalsebagaimana dimaksud clalam Pasal 138 ayat
(1)dilaksanakan dengan tahapan:
a.
pendaftaran;b. penilaian dokumen usula atan
Pemanfaatan Ruang.terhadap RI'R, RZ K.A.W, dan RZ, KSNT; danc. penerbitan Rekomendasi Kesesuaian
KegiatanPernanfaatan Ruang.
Pasal
140.
. .PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-rl2-
Pasal 140
(l)
Pendaftaran sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 139huruf
a paling sedikit dilengkapi dengan:a.
koordinat lokasi;b. kebutuhan luas lahan kegiatan
Pemanfaatan Ruang;c.
informasi penguasaan tanah;d.
informasi jenis kegiatan;e.
rencanajumlah lantai
bangunan;f.
rencana luas lantai bangunan;g. dokumen prastudi kelayakan
kegratanPemanfaatan Ruang; dan
h. rencana teknis bangunan darir/atau
rencana indrrk kawasan.(21
R-eko'mendasiKesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruanguntuk
kegiatan yang bersifat strategis nasionalsebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikan dengan mempertimbangkantujuan
PenyelenggaraanPenataan Ruang untuk mewujudkan ruang ymg
aman, nyaman,produktif,
dan berkelanjutan.(3) Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan
Pemanthatan Ruanguntuk
kegiatan yang bersifat strategis itasionalsebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikandengan memperhatikan p:rtimbangan
teknis pertanahan.(4) Pertimbangan teknis pertanahan
sebagaimanadimaksud pada ayat (3) terkait lokasi
kegiatandilaksanakan oleh kantor pertanahan.
(5) Kantor pertanahan menya-mpaikan
pertirnbanganteknis pertanahan sehagaimana
dirnal<sr,rd phda ayat (4) palinglama
10 (sepuluh)Hari telhitung
sejakpendaftaran atau pembayaran penerimaan
negara bukan pajak.(6) Dalam hal kantor pertanahan tidak
menyampaikanpertimbangan teknis dalafn jangka
vraktusebaga.irnana
dimalcsud pada ayta-t (5)
kantorl.ertauaharr dimaksud dianggap'telah
memberikan pertimbangan teknis pertanahan.(7)
Berdasarkan...
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
- 1r3
-{71 Berdasarkan kajian sebagaimana dimaksud
padaayat (21 dan pertimbangan teknis
pertanahansebagaimana dimaksud pada ayat (3),
Menterimenerbitkan Rekomendasi Kesesuaian
KegiatanPemanfaatan Ruang.
(8) Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksucipada ayat
(7), paling sedikit memuat:a.
lokasi kegiatan;b. jenis
peruntukan Pemanfaatan Ruang;c.
koefisien dasar bangunan;d.
koefisien lantai bangunan;e. informasi indikasi program
Pemanfaatan' Ruang terkait; danf.
perdyaratan pelaksanaan l<egiatan Pemanfaatan Ruang.Pasal 141
(1) Jangka waktu penerbitan
Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang sebagaimana ciimaksud dalam Pasal 139huruf c
palinglama 20
(dua puluh)Hari dihitung sejak pendaftaran atau
pembayaranpenerimaan negara bukan pajak.
(21 Dalarn hal Menteri tidak memberikan
persetujuanatau penclakan dalam jangka warktu
sebagaimanadimaksud pada ayat (1), Menteri dianggap
telahmemberikan Rekomendasi Kesesuaian
Kegiatan Pema:rfaatan Ruang.Pasal 142
(1) Setelah memperoleli Rekomendasi
KesesuaianKegiatan
PemanfaatanRuang untuk
kegirrtan yangbersifat strategis'nasional
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (1), pemohon ctapat melakukan kegiatan Pemanfaatan Ruarrg.(2)
Kegiatan.
. .PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-tL4-
l2l
Kegiatan Pemanfaatan Rrrang sebagaimana dimaksrrd padaayat
(1) dilaksanakan sesuai dengar. ketentuanperaturan perundang-undangan yang
mengatur Perizinan Berusaha berbasis risiko.Pasal 143
(1)
Perubahanperuntukan dan fungsi
serta penggunaan KawasanHutan untuk
kepentingan pembangunan dihrar kehutanan berlaku ketenLuan
peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan.(2) Pemanfaatan Ruang yang lokasinya berada
padaKawasan Hutan yang mengalami
'perubatranperuntukan dan fungsr serta belurn dirnuat
dalamRTR, maka kegiatan pemanfaatan
ruangdilaksanakan setelah mendapatkan
Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.(3)
Rekomendasi I(esesuaian Kegiatan Pemanfatan Ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) <liberikan sesuaitahapan dan ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 139 dan Pasal 140.Bagian Ketiga
Pelaksanaan Sinkronisasi Program an Ruang Pasal 144
(1) Pelaksand.an sinkronisasi progra=r
PemanfaatanRuang sebagaimana dirnaksud <lalam Pasal
97huruf b dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah.(21 Pelaksanaan sinkronisasi program
PemanfaatanRuang yang ciilaksanakan oleh Pemerintah
Pusettsebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
terhadap:a.
Rencana Tata Ruang Wiiayah Nasional;b.
RTRpulau/kepulauan;
c.RTRKSN...
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-
115 -c.
RTR KSN;d.
RZ I(AW; dane.
RZ KSNT.(3) Pelaksanaan sinkronisasi program
PemanfaatanRuang yang dilaksanakan oleh Pemerintah
Daerahsebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan terhadap:a.
rencana tata ruang rvilayah provi,nsi;b.
rencana tata rtrang wilayah kabupaten;dan/atau
c.
rencana tata ruang wilayah kota.|41 Pelaksanaan sinkronisasi program
PernanfaatanRuang dilakukan berdasarkan indikasi
prograrnutama yang terrnua.t dalam RTR
sebagaimana dimaksud pada ayat (2)huruf
a,huruf
b, danliuruf
c, serta ayat (3).(5) Pelaksanaan sinkronisasi program
PemanfaatanRuang dilakukan dengan merryelaraskan
indikasiprograrn utama dengan trirograrh sektoral
dan kewilayahan dalam dokumerr rencana pembangunan secara terpadu.Pasal 145
(1) Sinkronisasi program Pemanfaatan
Ruang menghasilkan dokumena.
sinkronisasi program Perrrarrfaatan Ruang jangka menengah 5 (lima) tahunan; danb.
sinkronisasi program Pemanl'airtan Ruang jangka pendekI
(satu) tahunan.(2)
Dok:umensinkronisasi
progrann Pemanfaatan Ruangsebagaimana dimaksud pada ayat (1)
menjadimasukan untuk
penyusunan rencana pembangunandan
pelaksanaanpeni;rjauan kembali dalam
rarrgka revisi RTR.Pasal 146
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-
116 - Pasal 146(1) Ketentuan lebih lanjut mengenai
pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan PemanfaatanRuang dan/atau pelaksanaan si.nkr:onisasi program
Pemanfaata.r Ruangdiatur
dengan Peraturan Menteri.(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai
pelaksaraan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Latrtdiatur
dengan peraturan menteri yang
menyelenggarakan urusarl pemerintahan di bidang kelautan.
Dalam dokumen
Pagtatakip ng Batas sa Penyelenggaraan ng Penataan Ruang sa Republik Indonesia
(Halaman 111-116)