• Tidak ada hasil yang ditemukan

92

93

SD yang masih imbas ini, anu, untuk menyediakan itu masih kurang banyak lah. Ya terus pelan-pelan. Ehehehe.

Alhamdulilah dilancarkan.

Ga ada cuma ini mba untuk ini ya, gitu. Untuk operasional, kalau uang operasional ya tetep. Iya. Jumlahnya. Kalo. Terus kasian yang muridnya tidak ada seratus, itu yang untuk mengusahakan anggaran. Nggih. Agak kesulitan. Cuma memberi jalan keluar aja, cuman bukan materi atau itu, enggak.

Itu dari sekolah itu anggarannya. Dah seperti itu semua. (ya, memang cukup, ini, ya? Cukup susah ya?) iya, yang bermasalah kan ga cuma sekolah ini. Mungkin kan ada banyak, yang lain juga gitu kan?

4.3.2.3. Output dari AN

a. Berdasarkan hasil wawancara dengan perwakilan dari dinas, dikatakan bahwa Magelang selalu meraih prestasi yang membanggakan bahkan sebelum AN, sewaktu UNBK juga sudah berprestasi. Ini semua tidak lepas dari komitmen tiap-tiap sekolah dalam menyukseskan program yang dicanangkan pemerintah.

UNBK di tahun-tahun sebelumnya, baik ANBK, Ujian Nasional, sampai yang ANBK ini yang Asesmen, Alhamdulilah Kota Magelang tu bagus. Karena kalau lihat rapor pendidikan kan patokannya rapor pendidikan, jadi kita ke satuan pendidikan bukan individu karena, apa, yang dinilai kan satuan pendidikannya, kalau UNBK/Ujian Nasional ke peserta didik.

Jadi ini kan boleh dibilang secara rapor pendidikan sudah biru warnanya, jadi sudah melebihi standar nasional. Jadi Kota Magelang, Alhamdulilah ada Jawa Tengah tu ada 3 ya salah satu diantaranya ya Kota Magelang. Asesmen Nasional ini di Kota Magelang termasuk kedalam kategori peningkatan.

b. Sekolah-sekolah yang ada senantiasa berkomitmen tinggi demi terlaksananya Asesmen Nasional serta dapat meraih prestasi yang baik bagi Kota Magelang.

Kalau komitmennya ya gini, seperti kemaren AKM pertama kan hasilnya bagus. Saya menilai, bagus hasilnya. Ya komitmennya harus, minimal mempertahankan. Tapi saya

94

berharap tahun ini ya, lebih bagus dari yang tahun pertama.

Karena magelang juga dapet ranking yang bagus di JawaTengah

Meskipun ada juga sekolah-sekolah yang harus benar- benar berjuang dalam memenuhi kualifikasi POS AN tersebut, tetapi mereka tetap mengusahakan terlaksananya Asesmen Nasional.

Itu.. iya. Meskipun dengan keterbatasan ya… kita tetep melaksanakan karna itu sudah menjadi, e.., ketentuan dari dinas.

Iya betul. Kan kita juga harus membuat laporan kalo sudah melaksanakan, gitu. Iya

c. Dalam menjaga prestasi yang baik ini, Dinas Pendidikan Kota Magelang juga melakukan berbagai upaya seperti senantiasa memberikan bimbingan dan arahan yang sesuai dengan kebijakan dari kementrian.

Dinas memberikan arahan terkait bagaimana tindak lanjut setelah dilakukannya Asesmen Nasional ini, pembimbingan pembuatan RAKS berdasarkan analisa rapor pendidikan.

Terus paling tidak kita waktu kordinasi, sosialisasi dengan, apa, kepala sekolah (K3S & MKKS) kan sering memberikan arahan sesuai dengan kebijakan kementrian. Jadi, yang namanya Asesmen, kan tujuannya untuk arah pendidikan. Ibaratnya sekolah, mau dibawa kemana, lha hasil dari asesmen, rapor pendidikan tiap satuan pendidikan itu kan disuruh menganalisa.

Nanti, diperhatikan tahun depan, oh sekolah kebijakannya begini. Sebelum membuatkan RAKSnya itu analisa dulu rapor pendidikan. Jadi ibaratnya kan antara sekolah dengan yang di kementrian itu kan sinkron, seperti itu

d. Dalam sisi yang lain yaitu bagi siswa, belum ada

perubahan yang signifikan. Karena tujuan dari

Asesmen ini memang memfokuskan pada

pembenahan sekolah dan tenaga pendidik. Jadi yang

ingin dirubah dan diperbaiki adalah sekolahnya.

95

Gini, richi. Jadi hasil dari AKM itu, itu nanti harus direkomendasikan dan kemudian harus dijadikan untuk pembuatan perencanaan berbasis data (PBD). Ya, Perencanaan Berbasis Data. Jadi dari hasil itu nanti diliat “sing kurang apane sih?”. Nah itu nanti harus berkaitan dengan ARKAS, dengan RKAS. “o yang kurang ininya, berarti mungkin harus Latihan guru apa gitu. O yang kurang ininya, berarti harus mengadakan apa gitu”, dan itu baru dicanangkan tahun ini. Ya, jadi baru proses juga. Bahkan Bu Erna juga belum melakukan itu, masih, kan hasil yang ini juga belum keluar. Baru, baru proses lah. Ya, harusnya itu, harusnya, harusnya nantinya itu, seperti yang diharapkan itu. Ada perubahan-perubahan setelah adanya AKM itu. Kalau dari segi siswa saya rasa tetep ada peningkatan, tidak hanya untuk tekno-, komputer, mereka jadi lebih paham daripada sebelumnya. Sekolah juga tidak, akhirnya sekolah juga, ini, memfasilitasi anak-anak. Bahkan sekarang, ada ekskul TIK. Jadi anak-anak, kalau tahun kemarin memang ngga ada.

Tapi ketika tahun kemaren gendandapan istilahnya. Ternyata anak, ngetik aja masih raba-raba. O ternyata perlu, nah akhirnya, akhirnya tahun ini kita jadi ada ekskul

Ada keluhan juga karna baru awal kemarin masuk sekolah, tapi sudah langsung mau ada Asesmen Nasional, ini dirasa terlalu mendadak.

Ya paling ubahnya cuma sedikit sih mas. Cuma, kalo misalnya lagi presentasi ya cuma 30-40% yaa, belum ada 50% anak-anak.

Terus apa… kan baru 3 kali pelaksanaan. Iya. Karna juga kemarin pandemi covid, trus anak-anak juga latiannya mulai diasah literasi numerasinya itu kan waktu mereka awal masuk gitu lho, awal masuk di kelas 5. Padahal itu pelaksanaannya bulan…. Agustus. Nggih. Agustus/September. Masuk September. (Oh berarti baru-baru ini ya?). padahal ju… Mei ya Juni/Juli itu ya baru masuk. Jadinya nggih, apa, belum bisa kita maksimalkan untuk potensinya anak-anak yang berpikir tingkat tinggi itu. Tapi kalo misalnya anak-anak yang cepet penangkapannya ya ada-ada, langsung biasanya cepet nangkepnya itu. Kan itu nggih tertentu, ngga semua. Ga semua bisa kek gitu, ya jadi berdasarkan prosentase 30-40% itu. Itu yang di kelas 5 tapi, kalau yang di kelas lainnya kan belum heheheh.

96

Dokumen terkait