• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akta Ikrar Wakaf yang Dilaksanakan Masyarakat Desa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Akta Ikrar Wakaf yang Dilaksanakan Masyarakat Desa

imbang dengan yang beragama lain jadi lingkungan dilihat dari data kependudukan desa Rama Nirwana.

Faktor pelayanan, pelayanan di sini yang dimaksud ialah kurangnya perhatian dari pemerintah untuk melakukan pensosialisasian yang berkaitan dengan wakaf tersebut sehingga menjadikan masyarakat tersebut tidak mengetahui pentingnya Akta Ikta Wakaf.

Dari beberapa faktor tersebut berdasarkan data yang telah dipaparkan menunjukan bahwa faktor yang paling dominan dalam menentukan persepsi seseorang tersebut dalam memahami Legalitas Akta Ikrar Wakaf adalah faktor kebiasaan, pengetahuan dan pelayanan. Hal tersebut ditunjukan berdasarkan hasil dari wawancara terhadap beberapa narasumber yang menunjukan bahwa faktor pelayanan, pengetahuan dan kebiasaan menjadi bagian dari faktor penentu yang menyebabkan persepsi dari beberapa narasumber dalam menyimpulkan persepsi mereka tentang Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut.

C. Akta Ikrar Wakaf yang Dilaksanakan Masyarakat Desa Rama Nirwana

22.990.814.00m2,31 hal ini menunjukkna pensertifikatan tanah wakaf belum sepenuhnyanya berjalan.

Ikrar wakaf adalah pernyataan wakif sebagai tanda penyerahabn barang atau benda yang di wakafkan itu, dapat dilakukan dengan lisan maupu dengan tertulis. Ikrar wakaf itu mempunyai syarat ketentuan pula. Yaitu: ikrar wakaf itu tidak digantungkan, tidak di iringi syarat tertentu, jelas dan terang, tidak menunjukkan batas waktu tertentu atau terbatas, tidak mengandung pengertian untuk mencabut kembali terhadap wakaf yang diberikan. Untuk menentukan sah atau tidaknya suatu wakaf harus dipenuhinya beberapa syarat, yaitu:

1. Orang yang mewakafkan harus sepenuhnya berhak menguasai benda yang di wakafkan. Wakif tersebut harus mukallaf (akal baligh) dan atas kehendaknya sendiri tidak ada paksaan orang lain.

2. Benda yang diwakafkan harus kekal zatnya, berarti ketika timbul manfaatnya, zat barang tidak rusak, hendaklah wakaf itu disebutkan dengan terang dan jelas kepada siapapun diwakafkan.

3. Hendaklah penerima wakaf tersebut orang yang memiliki sesuatu, maka tidak sah kepada hamba sahaya.

4. Ikrar wakaf dinyatakan dengan jelas, baik dengan lisan maupun dengan tulisan.

5. Tunai dan tidak ada khiyar, karena wakaf berarti memindahkan milik untuk itu.

31 http//bwi.or.id

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa melakukan kegiatan wakaf tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang yang hanya memiliki keinginan saja, tetapi harus memenuhi syarat-syarat yang menjadikan wakaf itu boleh atau sah untuk dilakukan.

Secara legalitas ikrar wakaf dipertegas dalam Undang –Undang Nomor 41 Tahun 2004 sebagai berikut Khusus mengenai ikrar wakaf pasal 17 yakni ikrar wakaf harus dilakukan di depan pejabat pembuat Akta Ikrar Wakaf dan disaksikan oleh dua orang saksi. Dimana ikrar ini dapat dilakukan secara tertulis atau dengan lisan yang kemudian ikrar ini dibuatkan Akta Ikrar Wakaf yang selanjutnya Akta Ikrar Wakaf ini akan dilampirkan beserta surat kepemilikan tanah untuk dilakukan pendaftaran ke Kantor Badan Pertanahan Nasional untuk mendapatkan Sertifikat Tanah Wakaf. Pada pasal 18 Undang- undang No. 41 Tahun 2004 bahwa Dalam hal Wakif tidak dapat menyatakan ikrar wakaf secara lisan atau tidak dapat hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf karena alasan yang dibenarkan oleh hukum, Wakif dapat menunjuk kuasanya dengan surat kuasa yang diperkuat oleh 2 (dua) orang saksi.32

Syarat saksi dalam ikrar harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang terdapat pada pasal 20 Undang-undang No. 41 Tahun 2004:

1. Dewasa

2. Beragama Islam 3. Berakal sehat

32 Ibid, pasal 18

4. Tidak Terhalang Melakukan Perbuatan Hukum.33

Dalam pasal 21 Undang-undang No. 41 Tahun 2004, ayat (1) dan(2) disebutkan bahwa: (1) ikrar wakaf dituangkan dalam Akta Ikrar Wakaf. (2) Akta Ikrar Wakaf sebahaimana yang dimaksut pada ayat 1 paling sedikit memuat:

1. Nama dan identitas Wakif;

2. Nama dan identitas Nazhir;

3. Data dan keterangan harta benda wakaf;

4. Peruntukan harta benda wakaf;

5. jangka waktu wakaf.34

Berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang wakaf di atas perwakafan yang terjadi di Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman dilakukan secara lisan dan kekeluargaan tidak melalui badan hukum pertanahan, Proses perwakafan tersebut dilakukan dengan cara musyawarah terlebih dahulu dengan anggota keluarga yang mewakafkan sebagian hartanya, setelah semua keluarga sepakat bahwa akan mewakafkan sebagian hartanya kemudian orang yang mewakafkan tersebut mengumpulkan beberapa orang untuk menyaksikan bahwasannya akan melakukan perwakafan sebagai bentuk amal jariah, dan dalam musyawarah mereka bersepakat secara iklas lahir batin tidak akan mengusik masalah tanah yang sudah di wakafkan tersebut dengan dasar peruntukan tanah wakaf tidak menyimpang dari kesepakatan yang sudah di sepakati dari awal yang sudah di sepakati bersama. Dalam musyawarah

33 Pasal 20 Undang-undang No. 41 Tahun 2004

34 Ibid., pasal 21.

tersebut dihadiri oleh beberapa orang sebagai saksi dan pengurus tanah wakaf kuburan untuk menjadi nadzir yang diberi tanggung jawab untuk mengelola atau mengurus tanah wakaf. Setelah mereka berkumpul maka dilakukan ikrar wakaf yang disaksikan oleh beberapa orang saksi dan dilakukan secara lisan tanpa adanya bukti tertulis.35

Tata cara perwakaf yang dilakukan di Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah tidak melalui PPAIW ataupun melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Proses perwakafan tersebut dilakukan dengan cara musyawarah terlebih dahulu dengan anggota keluarga yang mewakafkan sebagian hartanya, setelah semua keluarga sepakat bahwa akan mewakafkan sebagian hartanya kemudian orang yang mewakafkan tersebut mengumpulkan beberapa orang untuk menyaksikan bahwasannya akan melakukan perwakafan sebagai bentuk amal jariah, dan dalam musyawarah mereka bersepakat secara iklas lahir batin tidak akan mengusih masalah tanah yang sudah diwakafkan tersebut dengan dasar peruntukan tanah wakaf tidak menyimpang dari kesepakatan yang sudah disepakati dari awal yang sudah disepakati bersama. Dalam musyawarah tersebut dihadiri oleh beberapa orang sebagai saksi dan pengurus tanah wakaf kuburan untuk menjadi nadzir yang diberi tanggung jawab untuk mengelola atau mengurus tanah wakaf. Setelah mereka berkumpul maka dilakukan ikrar wakaf yang disaksikan oleh beberapa orang saksi dan dilakukan secara lisan tanpa adanya bukti tertulis. 36

35 Bapak Suroso, Selaku Keluarga Wakif di Desa Rama Nirwana Wawancara, 07 Oktober 2018.

36 Bapak Supri, Selaku Keluarga Wakif di Desa Rama Nirwana Wawancara, 08 Oktober 2018.

Permasalahan yang ada di desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih raman timbul karna masyarakat kurang mengetahui tentang pentingnya Akta Ikrar Wakaf untuk sekarang dan untuk dikemudian hari supaya tidak terjadi permasalahan lagi seperti sekarang maka dari itu dalam Pasal 39 Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf menjelaskan tentang tata cara perwakafan

1. Terhadap tanah yang sudah berstatus hak milik didaftarkan menjadi tanah wakaf atas nama Nazhir;

2. Terhadap tanah hak milik yang diwakafkan hanya sebagian dari luas keseluruhan harus dilakukan pemecahan sertifikat hak milik terlebih dahulu, kemudian didaftarkan menjadi tanah wakaf atas nama Nazhir;

3. Terhadap tanah yang belum berstatus hak milik yang berasal dari tanah milik adat langsung didaftarkan menjadi tanah wakaf atas nama Nazhir;

4. Terhadap hak guna bangunan, hak guna usaha atau hak pakai di atas tanah negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b yang telah mendapatkan persetujuan pelepasan hak dari pejabat yang benvenang di bidang pertanahan didaftarkan menjadi tanah wakaf atas nama Nazhir;

5. Terhadap tanah negara yang diatasnya berdiri bangunan masjid, musala, makam, didaftarkan menjadi tanah wakaf atas nama Nazhir.

Pejabat yang berwenang di bidang pertanahan kabupaten/ kota setempat mencatat perwakafan tanah yang bersangkutan pada buku tanah dan

sertifikatnya.37Apabila masyarakat tidak sanggup atau tidak ada ketegasan dari nadzir untuk membuat Akta Ikrar Wakaf karena harta wakaf dikuasai oleh ahli waris maka Penyelesaian sengketa perwakafan ditempuh melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila penyelesaian sengketa tidak berhasil, maka sengketa dapat diselesaikan melalui mediasi, arbitrase, atau pengadilan.38

Berdasarkan pernyataan di atas peneliti menganalisis bahwa perwakafan yang ada di desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan peraturan pemerintah karena hanya dilakukan secara lisan dan tidak ada bukti tertulis, banyak masyarakat sekitar yang tidak mengetahui pentingnya akta ikrar wakaf tersebut karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah yang berkaitan dengan wakaf, bila dikaitkan dengan keberadaan masyarakat berdasarkan gambaran umum desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman dilihat dari tingkat pendidikan bahwa sebagian besar masyarakat tersebut di dominasi oleh orang tua mencapai 48% yang dimana tingakat pendidikan seseorang memiliki pengaruh besar akan persepsi seseorang terhadap perwakafan, maka dari itu masyarakat sekitar tidak melakukan pembuatan Akta Ikrar Wakaf karena merekapun kurang mengetahiu fungsi Akta Ikrar Wakaf dalam perwakafan di tambah lagi keberagaman beragama juga mempengaruhi persepsi masyarakat tentang wakaf, walaupun penduduk bermayoritas beragama Islam namun di desa Rama Nirwana tersebut yang lebih mendominasi ke kegiatan yang berkaitan dengan agama Hindu yang dimana kita bisa melihat gambaran

37 Pasal 39 Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Undang- undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

38 Ibid, Pasal 62

umum desa Rama Nirwana dari sarana peradatan hingga perangkat desa pun yang lebih mendominasi yakni Agama Hindu maka dari itu pelaksanaan wakaf belum terealisasi dengan baik di desa tersebut.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat akan Legalitas Akta Ikrar Wakaf hakikatnya merupakan sebab akibat yang di dasarkan dari sebuah pengalaman. Persepsi seseorang tidak akan muncul secara tiba-tiba, hal tersebut terjadi karena adanya pengaruh dari berbagai macam faktor penentu akan hal itu. Namun dalam mencari solusi alternative akan persepsi seorang dalam memahami suatu hal harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan logika, realita, rasional, dan pragmatis. Oleh karena itu seseorang (masyarakat) sebelum menentukan jawaban dari persepsi mereka terhadap suatu hal tentang apa yang menurut mereka lebih baik, cocok dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Pemahaman dalam menafsirkan sebuah persepsi tersebut akan melewati dua macam proses yaitu proses internal dan proses eksternal.

Persepsi Masyarakat Tentang Legalitas Akta Ikrar Wakaf (Studi Kasus Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah) adalah kebanyakan dari mereka tidak mengetahui dan tidak memperdulikan tentang apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf secara benar, sehingga menjadikan kebanyakan dari mereka tidak mengikuti ketentuan dan peraturan wakaf sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Hal tersebut dikarenakan menurut asumsi mereka bahwa hal-hal yang diperlukan dalam

mendaftarkan tanah wakaf mereka harus menjalani berbagai macam proses yang sulit dan rumit, selain dari itu menggunakan biaya yang tidak sedikit, sehingga dari alasan tersebut muncul 2 faktor inti tentang Persepsi Masyarakat Desa Rama Nirwana Terhadap Legalitas Akta Ikrar Wakaf, yaitu, faktor eksternal dan faktor internal. Dimana yang dimaksud dari faktor Intenal dan Eksternal itu sendiri adalah merupakan sebuah rangkaian proses yang di alami oleh masyarakat Desa Rama Nirwana yang didapati berdasarkan pengalaman mereka terkait pemahaman mereka tentang Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut, adapun penjelasan yang meliputi 2 faktor utama yaitu: Faktor eksternal yang terdiri dari pelayanan, pengetahuan dan lingkungan dan yang selanjutnya adalah faktor internal meliputi psikologis, dan pribadi dari masyarakat desa Rama Nirwana.

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka penulis akan memberikan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak. Saran tersebut adalah sebagai berikut:

1. Agar pihak Pemerintah Lampung khususnya Pemerintahan Lampung Tengah lebih meningkatkan profesionalisme pekerjaannya terutama dalam bentuk pelayanan. Memberikan bentuk pelayanan yang makximal kepada masyarakat, dengan melakukan pensosialisasian secara rutin serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya Legalitas Akta Ikrar Wakaf kepada masyarakat di desa-desa yang tidak terlalu terjamah oleh perhatian pemerintah.

2. Untuk dapat diadakan revisi terhadap kebijakan dalam memberikan pelayanan berupa pensosialisasian yang lebih mendalam kepada masyarakat serta memberikan contoh dan juga pemahaman secara menyeluruh tentang Wakaf atau bahkan Legalitas Akta Ikrar Wakaf itu sendiri, sehingga masyarakat lebih paham dan mengetahui akan pentingnya Legalitas Akta Ikrar.

3. Perlunya ada inovasi dari pihak Pemerintah Daerah yang lebih, dalam melakukan promosi tentang pentingnya Wakaf beserta Legalitasnya tersebut kepada masyarakat di desa-desa terpencil, terluar dan terdalam.

Karena Wakaf merupakan salah satu pendongkrak yang sangat potensial dalam meningkatkan perekonomian suatu Negara.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman Fathoni. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusun Skripsi.

Jakarta: Rineka Cipta, 2011.

Achmad Ali. Menguak Teori Hukum Legal theory dan Teori Peradilan Judicial Prudance. Makasar: Kencana, 2007.

Agus Sujanto. Psikologi Umum. Cetakan 17 Edisi 1. Jakarta: Bumi Aksara, 2004.

Akhmad Fahrudin. Wakaf Menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dalam Perspektif Hukum Islam. Metro: STAIN Metro, 2007

Cholid Narbuko dan Abu Achamadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

Cik Hasan Bisri. Penuntun Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi Bidang Ilmu Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI. Pusat Bahasa. Cetakan Keempat Edisi 2. Jakarta: Balai Pustaka, 1995.

Enizar. Hadis Ahkam. Cet. 1. Metro: STAIN Press, 2006.

H. Jalaludin. Teologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.

Hendi Suhendi. Fiqh Muamalah. Jakarta: Rajawali Pers, 2014

Heri Saputra. Penarikan Kembali Tanah Wakaf Studi Kasus di Kampung Menanga Siamang Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Metro:

STAIN Metro, 2017.

Imam al-Bukhary[w. 256 H.]. Shahih al-Bukhary. Beirut: Dar al-Qalam, 1987.

bab alsyuruth. hadis nomor 2532.

Irwanto. Psikologi Umum. Jakarta: PT Prenhallindo, 2016.

Jalaludin Rahmat. Psiokolog Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996.

Kementrian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: PT Sinergi Pustaka Indonesia, 2012.

Lexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.

Masri Singarimbun dan Sofian Efendi. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES, 1987.

Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif. Malang: UIN-Malika Press, 2010.

Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf

Rusli. Persepsi Masyarakat Muslim Pasir Pengaraian Tentang Kewajiban Menunaikan Zakat Melalui Badan Amil Zakat di Kabupaten Rohan Hulu.

Tesis Tahun 2013Dipublikasikan. Riau: UIN Sultan syrif Kasim.

S. Nasution. Metode Research Penelitiian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.

Samingan. Persepsi Tokoh Maysrakat DesaTirtamulya Kecamatan Air Sugihan Kabuoaten Ogan Komering Ilir Tentang Status Tanah Wakaf Yang Tidak Tercatat Oleh PPAIW. Skripsi tahun 2017 Dipublikasikan. Palembang:

UIN Raden Fatah Palembang.

Sarlito W. Sarwono. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.

Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Sumadi Suryabrata. Metode Penelitian. Ed.II. Jakarta: Grafindo Persada, 2013.

Suraya Murcitaningrum. Metodologi Penilitian Ekonomi Islam. Cet. II. Bandar Lampung: Ta’lim Press, 2013.

Sutrisno Hadi. Metodologi Research. Jilid 1. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1984.

Undang-Undang No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf

Zelania. Problematika Tanah Wakaf yang Tidaak Memiliki Akta Ikrar Wakaf Studi Di Desa Kotaway Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.Metro: STAIN Metro, 2017.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Dokumen terkait