• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Masyarakat Desa Rama Nirwana Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Persepsi Masyarakat Desa Rama Nirwana Kecamatan

Kepala Kampung : I NYOMAN KANDRA Sekretaris Kampung : WICKLYF MAGENDA Kaur Pemerintahan : ACHMAD KOMARUDIN Kaur Pembangunan : I KETUT BUDIANA Kaur Umum : I MADE EDI BOWO

Kaur Kesra : SUKO MARYONO

Kaur Keuangan : SUDARTO

Bendahara : I WAYAN SUDANA

Kadus I : I MADE ATNYANA

Kadus II : I MADE SUASTIKA

Kadus III : I MADE SUKARMA

Kadus IV : MURANI

Kadus V : ROHANI

Kadus VI : I MADE BAYU

B. Persepsi Masyarakat Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman

telah membantu sesamanya untuk saling bertenggang rasa sehingga dapat menimbulkan rasa cinta kasih kepada sesama manusia.

Berwakaf juga bukan hanya memperhatikan nilai religiusnya atau aspek keagamaannya saja tetapi harus memperhatian aspek hukumnya juga, karena salah satu syarat dalam mewakafkan suatu benda maka harus adanya ikrar wakaf, yang dimana ikrar wakaf itu sendiri yaitu pernyataan kehendak Wakif yang diucapkan secara lisan dan/ atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya.10

Secara legalitas ikrar wakaf dipertegas dalam Undang –Undang Nomor 41 Tahun 2004 sebagai berikut :

1. Ikrar wakaf dilaksanakan oleh Wakif kepada Nadzir di hadapan PPAIW dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi.

2. Ikrar Wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan secara lisan dan/atau tulisan serta dituangkan dalam akta ikrar wakaf oleh PPAIW.11

Dalam hal Wakif tidak harus menyatakan ikrar wakaf secara lisan atau tidak diharuskan hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf karena dengan alasan yang dibenarkan oleh hukum, Wakif dapat menunjuk kuasanya dengan surat kuasa yang diperkuat oleh 2 (dua) orang saksi.12 Untuk dapat melaksanakan ikrar wakaf, wakif atau kuasanya menyerahkan surat dan/ atau bukti kepemilikan atas harta benda wakaf kepada PPAIW .13

10 Pasal 1 ayat 3 PP No. 42 Tahun 2006.

11 Pasal 17 ayat 1-2 Undang-undang No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf

12 Ibid, pasal 18.

13 Ibid, pasal 19.

Dalam hal ini sudah dijelaskan secara tegas bahwa ikrar wakaf dilaksanakan di depan PPAIW dan di saksikan dua orang saksi. Namun dalam hal ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui/memahami tentang ketentuan ikrar wakaf yang telah dijelaskan di dalam UUD tersebut, seperti masyarakat yang ada di Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah. Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui ataupun tidak peduli mengenai ketentuan Undang-undang maupun peraturan mengenai wakaf tersebut, yang dalam hal ini persepsi yang dianut oleh masyarakat Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman masih menggunakan pemahaman secara keagamaan, adat/ budaya yang dimana ikrar wakaf tersebut dilakukan secara lisan tanpa bukti tertulis dan berharap tanah wakaf tersebut bermanfaat serta menjadikan tanah wakaf tersebut sebagai amal jariyah diakhirat.

Persepsi masyarakat yang di maksud di sini ialah sebagai sebuah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu, yang dimana proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indra.14Selain dari itu persepsi juga merupakan langkah awal bagi seseorang untuk membuat keputusan yang kemudian menghasilkan minat seseorang dan berlanjut kepada sebuah pemikiran (persepsi) dari berbagai macam perihal kebutuhan dalam kehidupan. Hal tersebut seperti yang telah dikatakan oleh Mappiere Andi dalam bukunya Psikologi Orang Dewasa bahwa minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari campuran-campuran perasaan, harapan, pendidikan,

14 Lukman Ali, et, Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI),Cetakan Pertama, Edisi 2,(Jakarta: balai Pustaka, 1995), h. 759.

rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang menggerakan individu kepada suatu pilihan tertentu.15

Selain dari itu, untuk mengetahui pemikiran apa saja yang diketahui oleh masyarakat Desa Rama Nirwana Seputih Raman Lampung Tengah tentang pengetahuan mereka terhadap Legalitas Akta Ikrar Wakaf, maka perlu dilakukan wawancara internal dengan wakif dan masyarakat di Desa Rama Nirwana Seputih Raman, karena untuk mengetahui persepsi seseorang tersebut tidak hanya dapat diukur secara langsung, maka unsur-unsur atau faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya persepsi tersebut diangkat untuk mengetahui persepsi seseorang dalam mengetahui sesuatu. Selain dari wawancara internal terhadap wakif dan masyarakat sekitar Desa Seputih Raman tersebut perlu di kaitkan dengan landasan teori yang sudah dipaparkan sebelumnya. Terdapat dua belas orang Narasumber yang dijadikan sebagai objek penelitian termasuk pihak dari Wakif diantaranya yaitu Bapak Agus, Eko, Yudi, Komarudin, Harip, Yanto, Asep, Bambang, Suliono, Aris,, Suroso dan Supri. Seperti yang telah dipaparkan pada teori sebelumnya, ada berbagai macam faktor penentu yang mengakibatkan munculnya persepsi seseorang dalam menanggapi suatu hal yang kemudian menghasilkan sebuah keputusan untuk menentukan pilihannya.

Hasil dari wawancara yang telah dilakukan terhadap narasumber yang telah dipaparkan namanya di atas, terdapat sebuah kesimpulan dan berbagai

15 Mappiere Andi, Psikologi Orang Dewasa Bagi Penyesuaian dan Pendidikan, (Surabaya: Usana Offset Printing 1994) h. 57-74.

macam persepsi, adapun hasil yang di dapat dari wawancara tersebut diantaranya ialah:

Persepsi dari bapak Agus selaku dari keluarga wakif tentang Legalitas Akta Ikrar Wakaf itu sendiri ialah bahwa Ia mengetahui sedikit tentang apa itu Akta Ikrar Wakaf dan juga mengetahui sedikit tentang bagaimana prosedur perwakafan yang dimana harus dibuatkannya akta ikrar wakaf bagi tanah wakaf yang belum memiliki akta wakaf tersebut, akan tetapi ia juga mengatakan bahwa sejak datangnya Islam, wakaf telah dilaksanakan berdasarkan paham yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Islam di Indonesia, yaitu adat kebiasaan setempat. Sedanglan pola perwakafan yang diterapkan di Desa Rama Nirwana Seputih Raman Lampung Tengah masih menggunakan kebiasaan-kebiasaan keagamaan yang dilakukan secara lisan atas dasar saling percaya kepada seseorang, dan karena perbuatan tersebut merupakan sebuah perbuatan amal shaleh yang mempunyai nilai ibadah di hadirat Allah SWT. Dengan demikian masyarakat tidak mendaftarkan tanah wakafnya kepada petugas yang berwenang. Karena harta wakaf tersebut sudah resmi menjadi milik Allah SWT yang siapa saja tidak akan berani mengganggu gugat.16

Kemudian persepsi dari Bapak Eko selaku keluarga wakif lainya ialah bahwa Ia tidak mengetahui secara keseluruhan tentang apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf karena tidak ada sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah atas perihal Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut dan kemudian mengatakan bahwa

16 Bapak Agus, Selaku Keluarga Wakif di Desa Rama Nirwana Wawancara, 07 Oktober 2018.

sistem perwakafan yang terjadi di Desa Rama Nirwana masih menggunakan sistem kekeluargaan dengan dasar kepercayaan dan keikhlasan. Orang yang akan mewakafkan hanya sekedar datang kepada orang yang sekiranya bisa dipercaya dan bertanggung jawab untuk mengurusi atau mengelola tanah wakaf tersebut, misalnya orang mewakafkan tanah untuk dijadikan tempat pemakaman umum maka orang yang mewakafkan harus berbicara dengan pegawai pemerintahan seperti kepala desa ataupun tokoh agama sekitar dan menghadirkan beberapa orang saksi untuk menyaksikan perwakafan itu.

Untuk masalah boleh tidaknya perwakafan yang demikian, karena tidak sesuai dengan prosedur perwakafan yang telah ditetapkan oleh undang-undang mereka tidak tahu-menahu, karena selagi itu perbuatan baik, tidak ada larangan dalam agama Islam bahkan dianjurkan, maka itu diperbolehkan.17

Sedangkan persepsi dari bapak Yudi selaku pengurus/ pengelola TPU dan juga bagian dari masyarakat desa Rama Nirwana berpendapat bahwa Ia mengetahui perwakafan yang ada di desa Rama Nirwana yang dimana perwakafan tersebut dilakukan secara lisan dan tidak dihadapan PPAIW, sehingga wakaf tersebut belum di buatkannya akta yang seharusnya setelah perwakafan tersebut dilaksanakan maka harus segera di buatkannya Akta Ikrar Wakaf, karena terkendalanya biaya dan proses pencatatan yang panjang dan rumit itu membuat tanah wakaf tersebut hingga sekarang belum dibuatkannya akta.18

17 Bapak Eko, Selaku Keluarga Wakif di Desa Rama Nirwana Wawancara, 08 Oktober 2018.

18 Bapak Yudi, Selaku Masyarakat dan Pengelola TPU Desa Rama Nirwana Wawancara, 06 Oktober 2018.

Sedangkan persepsi dari salah satu Kaur Pemerintahan Desa Rama Nirwana yaitu Bapak Komarudin ialah beliau sedikit memahami apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf dan memahami dengan betul fungsi dari Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut, akan tetapi beliau kemudian menyampaikan bahwa tanah wakaf yang tidak mempunyai akta ikrar wakaf di Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah belum sesuai dengan tata cara perwakafan berdasarkan Undang-undang melainkan perwakafan berlangsung tanpa melalui petugas pencatat akta ikrar wakaf(PPAIW), yang seharusnya perwakafan harus segera di daftarkan ke PPAIW di KUA, karena keabsahan atau kepastian hukum sangat diperlukan untuk melindungi perwakafan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari, maka dari itu harus adanya koordinasi antara nadzir dan KUA agar perwakafan berjalan dengan baik.19

Kemudian asumsi dari Bapak Harip masyarakat Desa Rama Nirwana perihal Legalitas Akta Ikrar Wakaf adalah mereka tidak terlalu mengetahui apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf, yang mereka ketahui hanya jika pada saat mereka ingin mewakafkan tanah mereka, mereka hanya perlu mendatangi pejabat setempat (RT/RW) untuk mengurus apa-apa yang dibutuhkan untuk melakukan wakaf tersebut. Selain dari itu, penyebab mereka tidak terlalu memahami perihal Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut dikarenakan menurut mereka semua hal yang berkaitan dengan Petugas Pencatat Akta Ikrar Wakaf

19 Bapak Komarudin selaku Kaur Pemerintahan Desa Rama Nirwana, Seputih Raman Wawancara, 03 Oktober 2018.

(PPAIW)atau sejenisnya, memerlukan proses yang cukup lama dan juga berkelit dalam mengurus hal-hal terkait.20

Sedangkan persepsi Bapak Yanto tentang Akta Ikrar Wakaf tersebut adalah beliau tidak terlalu memahami apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf akan tetapi hanya mengetahui apa itu Wakaf berdasarkan sudut pandang yang didapati melalui Al-Quran dan Al-Hadits, yang kemudian menghasilkan sebuah anggapan bahwa tanah wakaf yang tidak bersertifikat itu telah kuat dasar hukumnya jika dipandang dari agama Islam, karena dalam ketentuan hukum Islam penyerahan maupun Ikrar Wakaf tidak harus di depan petugas pencatat akta ikrar wakaf dan tidak harus memerlukan tanda tertulis di PPAIW, sekalipun hal itu dapat saja di buat dan dilakukan.21

Selanjutnya yaitu persepsi menurut Bapak Asep mengenai Akta Ikrar Wakaf, dikatakan bahwa Ikrar Wakaf merupakan status tanah wakaf yang ada di desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman yang dilindungi payung hukum sah-sah saja hukumnya. Karena sudah diketahui oleh pihak desa dan masyarakat banyak dan juga tidak ada yang bisa menuntut tanah wakaf tersebut. Selain dari itu di pandang dari hukum Islam juga tidak bertentangan dan tidak adanya larangan bahkan dianjurkan untuk melakukan perwakafan sebagai bentuk amal jariah yang tidak akan terputus pahalanya, selama wakaf tersebut masih kekal dan dimanfaatkan.22

Selanjutnya persepsi Bapak Bambang bahwa beliau tidak mengetahui Undang-undang yang mewajibkan pendaftaran tanah wakaf ke PPAIW dan

20 Bapak Harip, Masyarakat Desa Rama Nirwana Wawancara, 01Oktober 2018.

21 Bapak Yanto, Masyarakat Desa Rama Nirwana Wawancara, 01 Oktober 2018.

22 Bapak Asep, Masyarakat Desa Rama Nirwana Wawancara, 03 Oktober 2018.

tidak tahu menahu mengenai sanksi hukum apabila tidak mendaftarkan tanah wakaf ke PPAIW, karena kurangnya kepedulian dari pemerintah maupun dari pihak PPAIW dalam melakukan Sosialisasi di Desa-desa terpencil, sehingga masih ada dari masyarakat yang tidak mengetahui apakah tanah wakaf tersebut harus di daftarkan di PPAIW atau tidak, dan prosesnya pun tidak tahu bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendaftarkan tanah wakaf tersebut kalau memang harus di daftarkan di PPAIW.23

Kemudian yaitu, persepsi menurut Bapak Suliono masyarakat Desa Rama Nirwana terhadap Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut ialah beliau mengatakan bahwa tidak terlalu mengetahui apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut dan kemudian menjelaskan bahwa Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut tidak terlalu penting keberadaanya serta rumit dalam alur pendaftaran, pengelolaan, dan juga penerapannya. Kemudian Beliau menjelaskan bahwa sebagian masyarakat melaksanakan alur perwakafan di Desa Rama Nirwana dilakukan dalam keadaan suka sama suka atau bersifat kekeluargaan antara si wakif kepada si nadzir. Serah terima wakaf dilakukan secara lisan dan langsung kepada pengurus wakaf yang ada di Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah seperti pengurus tanah wakaf.

Pelaksanaan serah terima wakaf di Desa Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah tidak menggunakan sistem daftar atau registrasi kepada badan hukum perwakafan atau petugas pengurus wakaf

23 BapakBambang, Masyarakat Desa Rama Nirwana Wawancara, 04 Oktober 2018.

seperti di PPAIW. Masyarakat Desa tersebut melakukan perwakafan atas dasar suka sama suka dengan niatan ikhlas berwakaf karena Allah SWT.24

Adapun persepsi dari Bapak Aris tentang apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf ialah bahwa beliau mengetahui dan memahami tentang apa itu Legalitas Akta Ikrar Wakaf secara keseluruhannya, baik termasuk prosedur, penerapan dan juga pengeloalaannya. Namun Ia mengatakan bahwa Panjangnya prosedur pencatatan wakaf serta syarat-syarat yang harus dipenuhi agar bisa meresmikan tanah wakaf ke PPAIW, dan juga besarnya biaya administrasi yang harus dikeluarkan dalam membuat Akta Ikrar Wakaf sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk mendaftarkan tanah wakafnya ke PPAIW, akan tetapi hanya dilakukan secara lisan dengan dasar kepercayaan dan keikhlasan. Orang yang akan mewakafkan hanya sekedar datang kepada orang yang sekiranya bisa dipercaya dan bertanggung jawab untuk mengurusi atau mengelola tanah wakaf tersebut. Mereka optimis tidak akan ada persengketaan.25

Berdasarkan hasil dari wawancara di atas, yang di dapat dari masyarakat Desa Rama Nirwana Seputih Raman Lampung Tengah terkait Persepsi Mereka Terhadap Legalitas Akta Ikrar Wakaf dapat disimpulkan dan di analisis terkait persepsi mereka terhadap Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut, dari hasil tersebut terdapat berbagai macam asumsi dan alasan mereka terkait Persepsi Mereka Terhadap Legalitas Akta Ikrar Wakaf di Desa Rama Nirwana Seputih Raman antara lain: (1) mereka tidak terlalu

24 Bapak Suliono, Masyarakat Desa Rama Nirwana Wawancara, 04 Oktober 2018.

25 Bapak Aris, Masyarakat Desa Rama Nirwana Wawancara, 08 Oktober 2018.

mengetahui, (2) tidak terlalu memahami, (3) sedikit memahami, (4) mengetahui, (5) mengetahui dengan seksama, (6) tidak terlalu mengetahui, (7) mengetahui akan tetapi hanya sedikit, (8) mengetahui sedikit, (9) tidak mengetahui secara keseluruhan, (10) mengetahui dan memahami. Berdasarkan hasil dari wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi seseorang/

masyarakat terhadap sesuatu hal itu dapat didasari oleh berbagai macam perihal, seperti dalam (intern) pengalaman pribadi tentang objek, dan keluarga. Hal tersebut serupa dengan pernyataan dari Jalaludin Ahmad, bahwa menurut Jalaludin Ahmad persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.26 Selain dari itu, pernyataan lainnya dari Jalaludin Rachmat yaitu ada beberapa faktor yang mempengaruhi Persepsi Seseorang (Masyarakat) dalam mengasumsikan suatu hal yaitu (1) Pengalaman pribadi, (2) Kondisi Lingkungan, (3) Tingkat Pendidikan, (4) Suku/Adat.27 Pernyataan yang tidak jauh berbeda dari Robert A. Baron dan Donn Byrne bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu, faktor Internal dan faktor Eksternal,28 yang dapat diuraikan sebagai berikut: Faktor Eksternal yang meliputi aspek-aspek fisik dan sosial atau kejadian-kejadian ekternal nilai/norma yang ada disekitar individu (masyarakat). Sedangkan faktor Internal yang meliputi: psikologis, dan pribadi. Pengaruh faktor internal dalam persepsi bisanya akan lebih menyulitkan dari pada membantu proses

26 Jalaludin Rachmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996), h. 51.

27 Ibid.,

28 Robert A, Baron dan Donn Byrne, Social Pyschology, (Jakarta: Erlangga, 2003), h. 51.

persepsi yang dilakukan oleh individu.29 Dari beberapa penjelasan faktor tersebut di atas baik dari hasil penelitian maupun dari landasan teori yang telah dipaparkan adalah serupa.

Berdasarkan beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi asumsi Masyarakat Desa Rama Nirwana dalam mengambil keputusan yang kemudian menghasilkan persepsi tentang Legalitas Akta Ikrar Wakaf, yaitu faktor adat atau kebiasaan, pengetahuan, lingkungan, pelayanan. Berikut penjelasannya:

Faktor adat atau kebiasaan seperti yang kita ketahui dalam ruang lingkup pedesaan apapun itu bentuk permasalahannya masih sangat kental sekali adat istiadat atau kebiasaan masyarakat desa tersebut yang dimana masyarakat sekitar masih menggunakan kebiasaan berwakaf secara lisan tanpa adanya bukti tertulis.

Faktor pengetahuan seperti yang di uraikan pada data pendidikan Desa Rama Nirwana masyarakat yang hanya lulusan SD mencapai 48%30 dilihat dari data tersebut bahwa minimnya masyarakat yang berpendidikan tinggi maka dari itu tidak banyak masyarakat yang mengetahui peraturan perwakafan maupun cara berwakaf di desa tersebut.

Faktor Lingkungan, lingkungan di desa Rama Nirwana merupakan salah satu penyebab utama yang menghasilkan persepsi masyarakat mengenai Akta Ikrar Wakaf yang dimana masyarakat yang beragama Islam hampir

29 Ibid.,

30 Ibid

imbang dengan yang beragama lain jadi lingkungan dilihat dari data kependudukan desa Rama Nirwana.

Faktor pelayanan, pelayanan di sini yang dimaksud ialah kurangnya perhatian dari pemerintah untuk melakukan pensosialisasian yang berkaitan dengan wakaf tersebut sehingga menjadikan masyarakat tersebut tidak mengetahui pentingnya Akta Ikta Wakaf.

Dari beberapa faktor tersebut berdasarkan data yang telah dipaparkan menunjukan bahwa faktor yang paling dominan dalam menentukan persepsi seseorang tersebut dalam memahami Legalitas Akta Ikrar Wakaf adalah faktor kebiasaan, pengetahuan dan pelayanan. Hal tersebut ditunjukan berdasarkan hasil dari wawancara terhadap beberapa narasumber yang menunjukan bahwa faktor pelayanan, pengetahuan dan kebiasaan menjadi bagian dari faktor penentu yang menyebabkan persepsi dari beberapa narasumber dalam menyimpulkan persepsi mereka tentang Legalitas Akta Ikrar Wakaf tersebut.

C. Akta Ikrar Wakaf yang Dilaksanakan Masyarakat Desa Rama Nirwana

Dokumen terkait