• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik adalah keseluruhan dari bergeraknya tubuh dari otot-otot rangka yang butuh energi lebih sehingga fisik anggota tubuh beraktivitas (WHO, 2016). Menurut WHO (2018), aktivitas fisik didefinisikan sebagai gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka

yang membutuhkan pengeluaran energi Aktivitas memberikan beberapa manfaat yang positif bagi tubuh kita yaitu dapat menjaga tekanan darah, kolesterol, menjaga berat badan tetap stabil, mempertahankan kondisi jantung dan melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan kekuatan tulang dan otot, menjaga kesehatan sendi, serta bisa menurunkan gejala depresi dan memperbaiki kualitas hidup (Adhitya, 2016).

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang meningkatkan pengeluaran energi dan pembakaran energi. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu (Kemenkes RI, 2012). Para ahli epdemiologi membagi aktivitas fisik ke dalam dua kategori, yaitu aktivitas fisik terstruktur (kegiatan olahraga) dan aktivitas fisik tidak terstruktur (kegiatan sehari-hari) seperti berjalan, bersepeda dan bekerja (Ruhayati et al,. 2011).

Terdapat beberapa pengertian dari beberapa ahli mengenai aktivitas fisik diantaranya menurut (Almatsier, 2009) aktivitas fisik ialah gerakan fisik yang dilakukan oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi.

Aktivitas fisik yang tidak ada (kurangnya aktivitas fisik) merupakan faktor risiko independen untuk penyakit kronis, dan secara keseluruhan diperkirakan menyebabkan kematian secara global (WHO, 2010). Jadi kesimpulan dari pengertian aktivitas fisik ialah gerakan tubuh oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya yang memerlukan pengeluaran energi.

2.3.2 Tingkatan aktivitas Fisik

Aktivitas fisik menurut tingkatannya terdiri atas aktivitas ringan, sedang, dan berat (Ranggadwipa, 2014):

1. Aktivitas fisik ringan : Aktivitas fisik ini hanya memerlukan sedikit tenaga dan biasanya tidak menyebabkan perubahan

dalam pernapasan, saat melakukan aktivitas masih dapat berbicara dan bernyanyi.Energi yang dikeluarkan selama melakukan aktivitas ini (<3,5 Kcal/menit) (Kemenkes,RI).

Contohnya : Berjalan santai di rumah, kantor, atau pusat perbelanjaan, Duduk bekerja di depan komputer, membaca, menulis, menyetir, mengoperasikan mesin dengan posisi duduk, Berdiri melakukan pekerjaan rumah tangga ringan seperti mencuci piring, setrika, memasak, menyapu, mengepel lantai, menjahit, Latihan peregangan dan pemanasan dengan lambat, Membuat prakarya, bermain kartu, bermain video game, menggambar, melukis, bermain music Bermain billyard, memancing, memanah, menembak, golf, naik kuda.

2. Aktivitas fisik sedang : Pada saat melakukan aktivitas fisik sedang tubuh sedikit berkeringat, denyut jantung dan frekuensi nafas menjadi lebih cepat, tetap dapat berbicara, tetapi tidak bernyanyi.Energi yang dikeluarkan saat melakukan aktivitas ini antara 3,5 - 7 Kcal/menit (Kemenkes,RI). Contohnya : Berjalan cepat (kecepatan 5 km/jam) pada permukaan rata di dalam atau di luar rumah, di kelas, ke tempat kerja atau ke toko; dan jalan santai, jalan sewaktu istirahat kerja, Pekerjaan tukang kayu, membawa dan menyusun balok kayu, membersihkan rumput dengan mesin pemotong rumput, Memindahkan perabot ringan, berkebun, menanam pohon, mencuci mobil, Bulutangkis rekreasional, bermain rangkap bola, dansa, tenis meja, bowling, bersepeda pada lintasan datar, volley non kompetitif, bermain skate board, ski air, berlayar.

3. Aktivitas fisik berat: Aktivitas fisik dikategorikan berat apabila selama beraktivitas tubuh mengeluarkan banyak berkeringat, denyut jantung dan frekuensi nafas sangat meningkat sampai dengan kehabisan napas.Energi yang dikeluarkan saat melakukan aktivitas pada kategori ini > 7 Kcal/menit (Kemenkes, RI) Contoh : Berjalan dengan sangat cepat

(kecepatan lebih dari 5 km/jam), berjalan mendaki bukit, berjalan dengan membawa beban di punggung, naik gunung, jogging (kecepatan 8 km/jam) dan berlari, Pekerjaan seperti mengangkut beban berat, menyekop pasir, memindahkan batu bata, menggali selokan, mencangkul, Pekerjaan rumah seperti memindahkan perabot yang berat, menggendong anak, bermain aktif dengan anak, Bersepeda lebih dari 15 Km per jam dengan lintasan mendaki, bermain basket, cross country, badminton kompetitif, volley kompetitif, sepak bola, tenis single, tinju.

Berdasarkan aktivitas fisik di atas, dapat disimpulkan faktor kurangnya aktivitas fisik pada orang dewasa penyebab dari obesitas atau gizi lebih Lakukan minimal 30 menit olahraga sedang untuk kesehatan jantung, 60 menit untuk mencegah kenaikan berat badan dan 90 menit untuk menurunkan berat badan ( Nurmalina, 2011). Pada umumnya mayoritas laki-laki memiliki tingkat aktivitas fisik yang berat, sedangkan perempuan mayoritas aktivitas fisiknya adalah tingkat sedang.

Hal ini disebabkan perempuan lebih kurang gerak dibandingkan pria (Hallal et al, 2012).

2.3.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik

Menurut WHO (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik meliputi :Gaya Hidup, Pendidikan , Lingkungan , Hereditas (keturunan) dan Menurut British Hearth Foundation (2014) yaitu : factor biologis (usia dan jenis kelamin) , Faktor demografis (status sosial ekonomi, ras dan tingkat pendidikan) , faktor sosial dan faktor lingkungan.

2.3.4 Aktifitas fisik dewasa

Pada orang dewasa, aktivitas fisik diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit dan kematian dini.

Selain bermanfaat untuk kesehatan fisik, aktivitas fisik juga dinilai

baik untuk menjaga kesehatan mental orang dewasa. Aktivitas fisik teratur memiliki efek positif dalam mengurangi stres dan kecemasan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah aktivitas fisik.

Asupan energi yang berlebihan dan tidak diimbangi pegeluaran energi yang seimbang (kurang melakukan aktivitas fisik) akan menyebabkan terjadinya penambahan berat badan badan. Perubahan gaya hidup mengakibatkan terjadinya pola makan masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, lemak dan kolesterol dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dapat menimbulkan masalah gizi lebih (Hidayati, 2010).

2.3.5 Manfaat aktivitas fisik dewasa

Kyu et al., (2016) mengungkapkan manfaat aktivitas fisik yaitu menjaga kestabilan tekanan darah dan kadar kolesterol, menurunkan resiko penyakit degeneratif dan penyakit kronik seperti penyakit diabetes, jantung, stroke, kanker, mempertahankan berat badan, menurunkan stress, meningkatkan kerja jantung dan memperbaiki sirkulasi darah, mempertahankan kekuatan tulang dan otot serta memperbaiki kualitas hidup (WHO, 2013). Aktivitas fisik diketahui berperan untuk mencegah obesitas dan memegang peranan terhadap distribusi lemak tubuh melalui penggunaan lemak dari daerah perut (Tiara et al., 2013).

2.3.6 Pengukuran aktivitas fisik

Aktivitas fisik secara umum dikuantifikasi dengan menentukan pengeluaran energi dalam kilokalori atau dengan menggunakan metabolic setara (MET) dari sebuah aktivitas. Satu MET merepresentisakan pengeluaran energi istirahat selama duduk tenang dan umumnya diinterpretasikan sebagai 3,5 mL O2/kg/menit atau = 250 mL/menit konsumsi oksigen. Yang merepresentasikan nilai rata-rata untuk orang standar dengan berat 70 kg. MET dapat dikonversikan menjadi kilokalori, yaitu 1 MET= 1 kcal/kg/jam.

Konsumsi oksigen meningkat seiring intensitas aktivitas fisik. Maka dari itu, kuantifikasi sederhana dari

intensitas aktivitas fisik menggunakan cara mengalikan pengeluaran energi istirahat. Sebagai contoh, melakukan aktivitas yang membutuhkan konsumsi oksigen sebanyak 10,5 mL O2/kg/menit setara dengan 3 MET yaitu, 3 kali dari tingkat istirahat (Strath et al., 2013).

Salah satu kuesioner untuk pengukuran aktivitas fisik ialah kuesioner Aktivitas Fisik International (IPAQ) yang memiliki dua versi, panjang dan pendek. Berdasarkan pedoman proses data IPAQ – short & long form (2005). Karakteristik dari IPAQ ialah sebagai berikut:

a. IPAQ mengukur aktivitas fisik yang dilakukan di seluruh domain lengkap meliputi: Aktivitas fisik di waktu luang, Aktivitas domestik dan berkebun, Aktivitas fisik terkait kerja, Aktivitas fisik terkait transportasi

b. IPAQ menanyakan tentang tiga tipe spesifik aktivitas yang dilakukan di empat domain di atas. Tipe aktivitas spesifik yang dinilai adalah berjalan, aktivitas intensitas sedang, dan aktivitas intensitas berat.

c. Item-item dalam IPAQ versi pendek telah terstruktur untuk menyediakan skor terpisah pada aktivitas berjalan, aktivitas intensitas sedang, dan aktivitas intensitas berat.

Komputasi dari total skor memerlukan penjumlahan dari durasi (dalam menit) dan frekuensi (dalam hari) dari kegiatan tersebut.

2.4 Tingkat stress

Dokumen terkait