BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Penelitian Terkait
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan 2. Sekar Ronna
Fiskasari, et al (2020)
Hubungan Depresi, Ansietas
dan Stres dengan Status Gizi pada
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Jenis penelitian ini
menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional .
- Hasil analisis hubungan stres dengan status gizi menunjukkan bahwa
mahasiswa yang mengalami stres lebih banyak terdapat pada mahasiswa yang mengalami malnutrisi (64,3%) daripada status gizi baik (35,7%)
- Tidak terdapat hubungan bermakna antara depresi, ansietas dan stres dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Perbedaan Jurnal dengan penelitian saya :variabel depresi dan Ansietas.
Persamaan Jurnal dengan penelitian saya : menggunakan desain cross sectional variabel indpenden nya stress dan variabel dependen nya gizi dan kuesioner stress nya menggunakan DASS 42.
3. Farida Agustin , et al (2018)
Pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang terhadap status gizi lebih pada pegawai Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta Utara
Penelitian ini bersifat
deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross- sectional
- Tidak ada hubungan
bermakna antara
pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap status gizi lebih (p<0,05). terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan status gizi lebih
- Kesimpulan nya Konsumsi natrium, lemak jenuh dan serat memiliki hubungan yang bermakna dengan
Perbedaan: penelitian meneliti variabel Pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang. variabel dependen yang saya teliti adalah status gizi
Persamaan Jurnal dengan penelitian saya : menggunakan desain cross sectional , responden sama sama dewasa dan pengukurannya menggunakan IMT.
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan kejadian penyakit jantung
koroner pada pasien rawat jalan di poli penyakit dalam RSUZA Banda Aceh
4. Mad Zaini (2019) Hubungan Stress Psikososial Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Kesehatan Di Kabupaten Jember
Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional
- Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai signifikansi (p) yang didapatkan adalah 0,458 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres psikososial dengan status gizi pada mahasiswa
- Kesimpulannya Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki status psikososial yang normal dan status gizi baik. Selain itu diketahui hubungan yang tidak signifikan antara stress psikososial dengan status gizi, namun secara klinis terdapat perubahan- perubahan fisiologis yang ditemukan pada responden dengan tingkat stress sedang
Perbedaan variabel jurnal ini yaitu stress psikososial
Persamaan Jurnal dengan penelitian saya : menggunakan desain cross sectional dan variabel dependennya yaitu status gizi.
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan 5. Dinah Soraya, et
al (2017)
Hubungan pengetahuan gizi, tingkat kecukupan zat gizi, dan aktivitas fisik dengan status gizi pada guru SMP
Desain penelitian ini adalah cross sectional study
- Seseorang dengan status gizi overweight dan obesitas berhubungan dengan rendahnya tingkat kebugaran. Terdapat hubungan negatif antara kegemukan dengan tingkat kebugaran
.
- kesimpulan nya Berdasarkan uji korelasi Spearman tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi, tingkat kecukupan energi dan zat gizi, dan aktivitas fisik dengan status gizi subjek. Akan tetapi terdapat hubungan signifikan positif antara jam kerja dengan status gizi subjek serta kebiasaan olahraga
(frekuensi olahraga) dengan status gizi subjek.
Perbedaan jurnal dengan penelitian saya: jurnal ini meneliti variabel pengetahuan gizi, tingkat kecukupan zat gizi
Persamaan Jurnal dengan penelitian saya : sama sama meneliti variabel aktivitas fisik dan meneliti variabel dependennya yaitu status gizi.
6. Christine Evelyn Sitorus, et al (2020)
Hubungan Konsumsi Fast
Food, Makanan/
Minuman Manis dan Aktifitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Dan
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Dengan
- hasil Hasil terdapat kolerasi positif antara aktifitas fisik dengan status gizi (p=0,046;
R=0,169) -
Perbedaan jurnal dengan penelitian saya: jurnal ini meneliti variabel
konsumsi fast food
makanan/minuman manis. Dan memakai penelitian kuantitatif dan
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan Status Gizi Mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
pendekatan studi potong lintang
- Kesimpulan nya Kesimpulan terdapat korelasi positif antara konsumsi fast food, makanan/minuman manis dan aktifitas fisik terhadap status gizi, dan terdapat kolerasi positif antara aktifitas fisik dengan kadar gula darah
dengan pendekatan studi potong lintang dan variabel dependennya yaitu kadar gula darah.
Persamaan Jurnal dengan penelitian saya : penelitian ini sama sama menggunakan variabel aktivitas fisik dan variabel dependennya status gizi.
7. Annisa
Wijayanti, et al(2019)
Hubungan Stres, Perilaku Makan, Dan Asupan Zat Gizi Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional
- Hubungan stres, perilaku emotional under eating, perilaku emotional over eating, dan aktivitas fisik dengan status gizi secara berturut-turut adalah (p=
0,214; 0,726; 0,100 dan 0,416). Sementara hubungan asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan protein dengan status gizi secara berurutan adalah (p=
0,008; 0,002 dan 0,003) - perilaku makan emotional
over eating memiliki hubungan yang lebih signifikan dengan stres (p 0,031) dibandingkan dengan
Perbedaan jurnal dengan penelitian saya: variabel yang berbeda yaitu perilaku makan, asupan gizi.
Persamaan jurnal dengan penelitian saya: sama sama metode cross sectional dan ada variabel yang sama yaitu stress. Subjek nya sama sama dewasa hanya saja jurnal ini subjek nya mahasiswa dan sama sama meneliti status gizi.
Kuesioner tingkat stress nya juga memakai IPAQ.
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan perilaku makan emotional
under eating
- kesimpulan nya Stres, perilaku makan dan asupan lemak tidak berhubungan signifikan dengan status gizi.
Asupan energi, karbohidrat, dan protein berhubungan signifikan dengan status gizi, namun mempunyai korelasi negatif.
8. Yongjie Chen, Qin Peng, Yu Yang, Senshuang Zheng, Yuan Wang dan Wenli Lu
(2019)
Prevalensi Dan Tren Peningkatan Kelebihan Berat Badan, Obesitas Umum, Dan Obesitas Perut Di Antara Orang Dewasa Cina: Studi Cross-Sectional Berulang
Cross sectional - Median BMI dan WC pada follow up adalah 23,31 kg / m 2 dan 80 cm. Median BMI meningkat secara signifikan dari 1989 hingga 2011 di semua subkelompok (semua P < 0,0001). Median BMI meningkat 2,65 kg / m 2 pada pria dan 1,90 kg / m 2 pada wanita. Dalam analisis bertingkat berdasarkan usia, ada tren peningkatan linier di semua subkelompok (semua P < 0,0001), dengan pengecualian 18 - Kelompok
39 tahun pada wanita, yang
Perbedaan jurnal dengan penelitian saya: penelitian ini dilakukan di Negara china, dan lebih meneliti prevalensi gizi lebih dan obesitas.
Persamaan jurnal dengan penelitian saya: sama sama metode cross sectional dan subject penelitian tersebut sama sama dewasa.
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan tidak termasuk dalam tren
peningkatan linier. Tren WC serupa dengan yang di BMI.
WC median meningkat 8,50 cm pada pria dan 7,00 cm pada wanita. Peningkatan signifikan dalam WC median
diamati di semua
subkelompok (semua P <
0,0001)
- kesimpulannya Prevalensi kelebihan berat badan, obesitas umum, dan obesitas abdominal meningkat secara signifikan di antara orang dewasa China dari tahun 1989 hingga 2011. Median BMI dan WC meningkat pesat selama 22 tahun.
Tahunan OR menunjukkan
bahwa peningkatan
prevalensi kelebihan berat badan, obesitas umum, dan obesitas abdominal pada pria lebih cepat dibandingkan pada wanita. Oleh karena itu,
populasi obesitas cenderung
No Penulis Judul Metode Hasil Kesimpulan lebih tinggi pada pria dan
individu yang lebih muda di
Cina.
Pola asuh ibu Pengetahuan gizi
Infeksi penyakit Pola Makan
Umur Jenis kelamin Faktor Genetik
pendidikan Perilaku
makan
Pelayanan kesehatan Status gizi dewasa Aktivitas
fisik