• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat didefinisikan sebagai sarana bantuan manusia untuk mengerjakan suatu hal yang tidak bisa dilaksanakan secara manual, terutama pada kondisi pelaksanaan pekerjaan seperti pembuatan jalan ini. Oleh sebab itu dibutuhkan beberapa peralatan dan alat berat untuk kelancaran dan tepat waktu pelaksanaan proses peningkatan jalan ini. Ketersedian peralatan yang mumpuni akan sangat berpengaruh pada proses dan hasil pelaksanaan pekerjaan proyek. Tentunya peralatan yang dipakai harus memiliki persyaratan dan tentunya sesuai dengan situasi di lapangan. Untuk peralatan dan alat berat yang dipakai dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan ini cukup variatif dan kompleks, mulai dari kepemilikan pribadi pelaksana proyek hingga kontrak dengan penyedia yang antara lain adalah sebagai berikut.

4.1.1 Waterpass (Automatic Leveling Wterpass)

Waterpass adalah alat ukur yang digunakan untuk menentukan apakah suatu benda berada pada posisi rata atau tidak, baik secara horizontal maupun vertikal.

Waterpass memiliki kaca kecil berbentuk bundar dengan gelembung air di dalamnya. Gelembung air tersebut berfungsi sebagai indikator untuk mengukur ketinggian dan kemiringan suatu benda.Waterpass Automatic Leveling Waterpass) dapat dilihat pada Gambar 4.1.1.

38 Gambar 4.1. 1 : Waterpass

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.2 Bar Bender

Bar bender atau rebar bender adalah mesin yang digunakan untuk membengkokkan besi ulir atau baja tulangan dengan sudut dan pola tertentu. Bar bender banyak digunakan dalam dunia konstruksi dan bangunan.

Gambar 4.1. 2: Bar Bender

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.3 Pickup Logistik

Pick up Logistik berfungsi sebagai alat untuk mobilisasi alat dan bahan logistik yang di perlukan dan dengan persetujuan proyek untuk keperluan dan kebutuhan proyek.

39 Gambar 4.1. 3 : Pick up Logistik

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.4 Wipro Hole Cutting

Wipro hole cutting adalah mesin bor pelubang plat atau pipa besi yang diproduksi oleh Wipro. Mesin ini dapat membuat lubang pada plat atau pipa besi dengan ukuran tebal tertentu

Gambar 4.1. 4 : Wipro Hole Cutting (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.5 Gerobak Dorong Dua Roda

Gerobak dorong roda dua adalah alat yang digunakan untuk mengangkut barang dengan roda dua. Gerobak dorong roda dua digunakan untuk muatan beton yang lebih banyak.

40 Gambar 4.1. 5 : Wipro Hole Cutting

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.6 Bor Baut Baja

Bor baut baja ringan adalah peralatan tukang yang digunakan untuk mengebor baut baja ringan. Mata bor ini memiliki spesifikasi diameter 3 mm–13 mm dan panjang 60 mm–150 mm.

Gambar 4.1. 6 : Bor Baut Baja (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.7 Tower Crane

Tower crane adalah alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material konstruksi, seperti bahan baku beton, besi baja, dan pelat lantai, ke atas gedung-gedung tinggi. Tower crane memiliki jangkauan yang luas dan tinggi yang dapat disesuaikan dengan bangunan yang sedang dibangun.

41 Gambar 4.1. 7: Tower Crane

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.8 Mobile Crane

Mobile crane atau derek bergerak adalah alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material secara vertikal dan horizontal. Mobile crane dapat bergerak sendiri dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan atau tanpa beban.

Gambar 4.1. 8: Mobile Crane

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.9 Mobil Box

Mobil box adalah kendaraan angkutan barang yang memiliki bak tertutup dan sering digunakan untuk memindahkan barang dari lokasi tertentu. Mobil box pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse 2 dapat dilihat pada Gambar4.1.9.

42 Gambar 4.1. 9: Mobil Box

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.10 Mobil Derek

Mobil derek adalah kendaraan yang digunakan untuk menderek kendaraan atau alat alat berat. Dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse Mobil Derek digunakan untuk mengangkut baja rafter dan kolom dari lokasi pabrikasi ke lokasi proyek .

Gambar 4.1. 10 : Mobil Derek (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.11 Vibrator Beton

Vibrator beton adalah alat berat yang digunakan dalam proses pengecoran beton untuk memadatkan adonan beton dan mengeluarkan udara yang terperangkap di dalamnya. Tujuannya agar beton yang dihasilkan memiliki kekuatan yang merata

43 dan tidak terjadi keropos atau rongga. Penggunaan alat Vibrator Beton pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse 2 dapat dilihat pada Gambar 4.1.11.

Gambar 4.1. 11 : Vibrator Beton (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.12 Jack Hammer

Jack hammer adalah alat yang digunakan untuk membobok beton, tembok, batu, aspal, dan jalan. Jack hammer merupakan mesin bor perkusi yang memiliki berbagai komponen, termasuk motor yang menggerakkan palu atau pahat.

Gambar 4.1. 12 : Jack Hammer (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

44 4.1.13 Angkong/Gerobak Dorong Satu Roda

Angkong atau gerobak Roda 1 adalah gerobak tangan atau kereta sorong (wheelbarrow). Gerobak ini merupakan kendaraan pengangkut beban kecil yang digerakkan dengan tangan dan biasanya hanya memiliki satu roda.

Gambar 4.1. 13: Angkong/Gerobak Dorong satu Roda (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.1.14 Gerinda Besi

Gerinda besi adalah alat yang digunakan untuk memotong besi dan logam lainnya, yang merupakan bagian penting dari industri konstruksi, fabrikasi, pembuatan rangka, dan reparasi logam. Gerinda besi menggunakan cakram abrasif yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk memotong besi dengan presisi dan efisiensi.

Gambar 4.1. 14 : Gerinda Besi (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

45 4.1.15 Power Trowel Concrete

Mesin trowel beton atau power trowel adalah alat yang digunakan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan beton, lantai, atau batuan keras yang masih dalam tahap pengerasan.

Gambar 4.1. 15 : Power Trowel Concrete (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.16 Total Station

Total station adalah alat ukur jarak dan sudut yang digunakan dalam survei modern dan konstruksi bangunan. Total station merupakan gabungan dari teodolit elektronik, pengukur jarak elektronik, dan pencatat data elektronik.

Gambar 4.1. 16 : Total Station (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

46 4.2 BAHAN

Bahan dalam pengertian luas adalah semua unsur atau zat yang berbentuk padat, cair, atau gas yang akan banyak di gunakan untuk kebutuhan keperluan dunia Teknik atau industri. Bahan bangunan adalah material yang dibutuhkan dan digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Bahan tersebut harus sesuai dengan apa yang sudah direncanakan pada suatu proyek konstruksi, dengan mempertimbangkan kualitas bahan tersebut. Mutu bahan bangunan dalam 30 konstruksi sendiri harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan, dalam hal ini persyaratan mutu material mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang biasanya sudah tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS).

Tujuan dari adanya kriteria danpersyaratan terkait bahan material ini sendiri adalah untuk mendapatkan hasil konstruksi yang memenuhi syarat keamananan untuk digunakan beraktivitas.

4.2.1 Portland Cement (PC)

Portland Cement merupakan salah satu material penyusun beton yang berfungsi sebagai bahan pengikat antar agregat. Portland cement yang digunakan dalam proyek ini adalah semen Dynamix Hijau. Semen ini digunakan untuk finishing, seperti pasang keramik, batu bata, plesteran, dan acian. Semen ini mengandung Dry Control Agent yang membuat adukan lebih pulen, daya rekatnya lebih baik, dan waktu keringnya pas.

Gambar 4.2. 1 : Portland Cement (PC) (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

47 4.2.2 Agregat Halus

Agregat Halus merupakan pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm (SNI 03-2847-2002) (Jurnal Teknik, 2015). Untuk pasir yang baik sendiri adalah pasir yang terbebas dari sampah organik, bahan kimia, dan tidak mengandung terlalu banyak mengandung debu halus atau lumpur. Fungsi dari pasir sebagai bahan material antara lain adalah sebagai salah satu material untuk membuat adukan beton. Untuk Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini sendiri digunakan pasir yang berasal dari penambangan pasir di Klaten.

Gambar 4.2. 2 : Agregat Halus (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4.2.3 Agregat Kasar

Agregat kasar atau kerikil ialah bahan mineral yang digunakan sebagai salah satu bahan pengisi beton yang memiliki ukuran antara 2 mm dan 75 mm.

Agregat kasar yg akan dipergunakan untuk membuat beton yg akan mengalami basah dan lembab terus menerus atau yg berhubungan dengan tanah basah, tidak boleh mengandung bahan yang bersifat reaktif terhadap alkali dalam semen, yg jumlahnya cukup dapat menimbulkan pemuaian yang berlebihan di dalam mortar atau beton. Agregat yang reaktif terhadap alkali boleh dipakai untuk membuat beton dengan semen yg kadar alkalinya dihitung sebagai setara Natrium Oksida (Na2O + 0,658 K2O) tidak lebih dari 0,60 % atau dengan penambahan yang dapat

48 mencegah terjadinya pemuaian yang membahayakan akibat reaksi alkali agregat tersebut (Anonim, 2006).

Gambar 4.2. 3 : Agregat Kasar (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.2.4 Beton Ready Mix

Beton readymix adalah campuran beton siap pakai yang diproduksi di pabrik batching khusus, lalu diangkut ke lokasi proyek dengan truk mixer. Beton ini terdiri dari campuran bahan seperti semen, udara, agregat (pasir, kerikil), dan bahan aditif yang dirancang untuk mencapai kekuatan dan daya tahan yang diinginkan. Keunggulan beton readymix termasuk kontrol kualitas yang lebih baik, efisiensi waktu, dan konsistensi hasil, karena proses pencampurannya dilakukan dengan peralatan yang presisi. Beton pada proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini memakai beton readymix yang di produksi oleh PT. Surya Cakra Sakti (PT. SCS) mutu beton K300 dengan nilai slump yang diminta adalah 10 cm.

49 Gambar 4.2. 4 : Truck Molen

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.2.5 Baja Tulangan Ulir

Baja Tulangan Ulir adalah besi dengan bentuk permukaan sirip melintang baja yang berbentuk batang berpenampang lingkaran digunakan untuk penulangan beton, permukaannya dibuat khusus memiliki sirip teratur, agar dapat meningkatkan daya lekat dan menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton. Baja tulangan yang akan digunakan pada konstruksi harus bersih dari segala kotoran, karat, dan minyak. Kondisi tulangan yang kotor dapat berakibat merusak mutu beton. Dimensi baja tulangan ulir yang digunakan diantaranya menggunakan ukuran D22, D19, D16, D13, D10.

Gambar 4.2. 5: Baja Tulangan

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

50 4.2.6 Beton Decking

Beton decking yang biasanya disebut tahu beton adalah beton spesi yang dibentuk sesuai dengan ukuran selimut beton yang diinginkan. Fungsi decking beton yaitu untuk memastikan bahwa jarak antar pembesian dengan selimut beton sesuai yang telah direncanakan. Decking beton terbuat dari campuran beton yang dalamnya diisi dengan kawat bendrat pada bagian tengah yang berfungsi mengaitkan decking beton ke tulangan yang akan di cor.

Gambar 4.2. 6: Beton Decking (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.2.7 Bata Hebel

Bata Hebel adalah batu bata yang terbuat dari beton cor, seperti terbuat dari campuran semen dan agregat (pasir dan kerikil halus). Berkat campuran tersebut, biasanya Bata Hebel akan memiliki kepadatan yang tinggi dan lebih kuat serta kokoh daripada batu bata biasa. Selain itu, Bata Hebel memiliki warna keabu-abuan, yang mana berbeda dari batu bata yang umumnya berwarna kemerahan. Bata Hebel merupakan salah satu dari beberapa material pracetak yang digunakan dalam konstruksi, terutama untuk pembuatan dinding. Sebagian besar Bata Hebel biasanya memiliki satu atau lebih rongga-rongga, dan bagian sisinya dapat dicor dengan halus maupun menggunakan desain khusus. Dalam penggunaannya, Bata Hebel ditumpuk satu per satu dan disatukan dengan mortar beton.

51 Gambar 4.2. 7 : Bata Hebel

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.2.8 Multipleks

Kayu lapis/polywood menjadi bahan utama pembuatan bekisting pada konstruksi beton bertulang yang terbuat dari lapisan kayu yang disatukan menjadi satu kesatuan. Pada proyek ini, multipleks yang digunakan memiliki ketebalan ± 12 mm yang digunakan sebagai bekisting

Gambar 4.2. 8 : Multipleks

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

52 BAB 5

ANALISISI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Dokumen terkait