PROYEK PEMBANGUNAN RELAYOUT PABRIK PT. GLOBAINDO INTIMATES 2 STRUKTUR BANGUNAN
UTAMA- WAREHOUSE
Pengamatan Pekerjaan Kolom IWF, dan Tie Beam
LAPORAN KERJA PRAKTIK
M.KHAIRUL ASHIDDIQI 5210811119
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2024
i HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PROYEK PEMBANGUNAN RELAYOUT PABRIK PT. GLOBAINDO INTIMATES 2 STRUKTUR BANGUNAN UTAMA- WAREHOUSE
Pengamatan Pekerjaan Kolom IWF, dan Tie Beam
Nama Jabatan Tanda tangan Tanggal
Ir Cahyo Dita Saputro, S.T., M.T. Pembimbing ………... ……...
Proposal Kerja Praktik ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk pendaftaran proses Kerja Praktik pada Program Studi Teknik Sipil
Yogyakarta, ... 2024 Ketua Program Studi Teknik Sipil
Disusun oleh:
M.KHAIRUL ASHIDDIQI 5210811119
ii Ir. Adwiyah Asyifa, S.T.,M Eng.
NIK 110116081
PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : M.Khairul Ashiddiqi
NIM : 5210811119
Program Studi : S1 – Teknik Sipil Fakultas : Sains &Teknologi
Menyatakan bahwa laporan kerja praktik dengan judul “PROYEK PEMBANGUNAN RELAYOUT PABRIK PT. GLOBALINDO INTIMATES 2 PEKERJAAN STRUKTUR BANGUNAN UTAMA - WAREHOUSE (Pengamatan Pekerjaan Kolom IWF, dan Tie Beam) ini adalah hasil karya saya sendiri, tidak mengandung plagiat dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan mengikuti tata cara dan etika penulisan karya tulis ilmiah yang benar. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pelanggaran seperti dinyatakan di atas, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Yogyakarta, Januari 2024 Penulis,
M. Khairul Ashiddiqi 5210811119
iii KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan berkat-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktik ini.
Penulis menyadari bahwa banyak bantuan dan bimbingan telah penulis terima dari berbagai pihak dalam penyusunan laporan kerja praktik ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. Bambang Moertono S, MM., Akt., CA., selaku Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta.
2. Bapak Sutarman, S.Kom., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Teknologi Yogyakarta.
3. Ibu Dr. Novi Andhi Setyo Purnomo, S.T., MT, Ketua Program Studi Teknik Sipil.
4. Bapak Ir. Adwitya Bhaskara, S.T., M.T. selaku Dosen Wali.
5. Bapak Ir. Cahyo Dita Saputro, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu dan tenaga serta memberi banyak masukan dan arahan dalam penyusunan laporan praktik ini.
6. Direktur Operasional PT. Globalindo Intimates yang telah memberikan izin dan membimbing penulis selama kerja praktik di lapangan.
7. Orang tua, Saudara, Keluarga dan kerabat yang selalu mendukung studi.
8. Rekan-rekan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Teknologi Yogyakarta.
Akhir kata, penulis berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga laporan kerja praktik ini membawa manfaat baik.
Yogyakarta, 04 September 2024
M. Khairul Ashiddiqi 5210811119
iv DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... i
PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
BAB 1 PENDAHULUAN ...1
1.1LATAR BELAKANG ...1
1.2TUJUAN ...2
1.3RUANG LINGKUP ...3
1.4GAMBARAN UMUM PROYEK ...4
1.5LOKASI PROYEK ...4
1.6DATA PROYEK ...5
1.7RUANG LINGKUP PENGAMATAN ...7
1.8METODE PENGUMPULAN DATA ...7
1.8.1 Metode Wawancara ...7
1.8.2 Metode Observasi ...8
1.8.3 Metode Pustaka ...8
1.9JADWAL KERJA PRAKTIK ...8
1.10 NILAI PROYEK DAN PEMBIAYAAN ...9
BAB 2 DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ...10
2.1DASAR-DASAR PERENCANAAN ...10
2.1.1 Perencanaan Pra-Struktur ...11
2.2DASAR-DASAR PERANCANGAN ...12
2.2.1 Perancangan Awal Proyek ...12
2.2.2 Perancangan Struktur ...14
BAB 3 MANAJEMEN PROYEK ...20
3.1TINJAUAN UMUM ...20
3.2STRUKTUR ORGANISASI ...20
3.3SISTEMATIKA PELAPORAN ...33
3.4MANAGEMEN SDM ...35
v
BAB 4 ALAT DAN BAHAN ...37
4.1ALAT ...37
4.1.1 Waterpass (Automatic Leveling Wterpass) ...37
4.1.2 Bar Bender ...38
4.1.3 Pickup Logistik ...38
4.1.4 Wipro Hole Cutting ...39
4.1.5 Gerobak Dorong Dua Roda ...39
4.1.6 Bor Baut Baja ...40
4.1.7 Tower Crane ...40
4.1.8 Mobile Crane ...41
4.1.9 Mobil Box ...41
4.1.10 Mobil Derek ...42
4.1.11 Vibrator Beton ...42
4.1.12 Jack Hammer ...43
4.1.13 Angkong/Gerobak Dorong Satu Roda ...44
4.1.14 Gerinda Besi ...44
4.1.15 Power Trowel Concrete ...45
4.1.16 Total Station ...45
4.2BAHAN ...46
4.2.1 Portland Cement (PC) ...46
4.2.2 Agregat Halus ...47
4.2.3 Agregat Kasar ...47
4.2.4 Beton Ready Mix ...48
4.2.5 Baja Tulangan Ulir ...49
4.2.6 Beton Decking ...50
4.2.7 Bata Hebel ...50
4.2.8 Multipleks ...51
BAB 5 ANALISISI PELAKSANAAN PEKERJAAN ...52
5.1METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN ...52
5.2Metode Pelaksanaan Kolom ...53
5.2.1 Pemasangan/perakitan tulangan sengkang ...55
5.2.2 Pemasangan Bekisting ...56
5.2.3 Mobilisasi Beton Ready Mix ...57
vi
5.2.4 Pengujian Slump ...57
5.2.5 Pengecoran Pedestal ...58
5.2.6 Pembukaan Bekisting ...59
5.2.7 Mobilisasi Baja IWF ...60
5.2.8 Pabrikasi Baja IWF ...61
5.2.9 Mobilisasi Baja Ke Proyek ...62
5.2.10 Pengecatan (Coating) ...62
5.2.11 Pemasangan Kolom IWF ...63
5.3Metode Pelaksanaan Pekerjaan Tie Beam ...66
5.3.1 Galian Tie Beam ...67
5.3.2 Pengecoran Lantai Kerja ...67
5.3.3 Pemasangan/perakitan tulangan sengkang ...68
5.3.4 Pemasangan Bekisting ...69
5.3.5 Pengujian Slump ...70
5.3.6 Pengecoran Tie Beam ...71
5.3.7 Pembukaan Bekisting dan Timbunan Tanah Tie Beam ...72
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ...74
6.1KESIMPULAN ...74
6.2SARAN ...74
DAFTAR PUSATAKA ...76
vii DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 5 : Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2
Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse. ...5
Gambar 2.1. 1 Kondisi Jalan Pada Proyek ...12
Gambar 2.2. 1 Technical Meeting ...14
Gambar 2.2. 2 Kolom Pedestal ...15
Gambar 2.2. 3 Base Plat Kolom Pedestal ...16
Gambar 2.2. 4 Kolom Baja IWF ...17
Gambar 2.2. 5 Pemasangan Kolom Via Mobile Crane ...18
Gambar 2.2. 6 Kolom Utama IWF Sambungan Pedestal ...18
Gambar 3. 2 : Hubungan Kerja Pengelola Proyek ...21
Gambar 4.2. 1 : Portland Cement (PC) ...46
Gambar 4.2. 2 : Agregat Halus ...47
Gambar 4.2. 3 : Agregat Kasar ...48
Gambar 4.2. 4 : Truck Molen ...49
Gambar 4.2. 5: Baja Tulangan ...49
Gambar 4.2. 6: Beton Decking ...50
Gambar 4.2. 7 : Bata Hebel ...51
Gambar 4.2. 8 : Multipleks ...51
Gambar 5.2. 1 Pemasangan Tulangan Sengkang Kolom Pedestal ...55
Gambar 5.2. 2: Bekisting Kolom Pedestal ...56
Gambar 5.2. 3 Mobilisasi Beton ...57
Gambar 5.2. 4 : Uji Slump Beton Kolom Pedestal ...58
Gambar 5.2. 5 : Pengecoran Pedestal ...59
Gambar 5.2. 6 : Pembukaan Bekisting Pedestal ...60
Gambar 5.2. 7 : Mobilisasi Baja IWF ...61
Gambar 5.2. 8 : Pabrikasi Baja IWF ...61
Gambar 5.2. 9 : Mobilisasi Baja ke Proyek ...62
Gambar 5.2. 10 : Pengecatan (Coating) ...63
Gambar 5.2. 11 : Pengecekan Elvasi Kolom Pedestal ...63
viii
Gambar 5.2. 12 : Pemasangan Baseplate Kolom Pedestal ...64
Gambar 5.2. 13 : Angkut Kolom IWF 600 dengan Tower Crane ...64
Gambar 5.2. 14 : Pemasangan Kolom Baja IWF600 ...65
Gambar 5.2. 15 : Quality Control Baja IWF600 ...65
Gambar 5.3. 1 :Galian Tie Beam ...67
Gambar 5.3. 2 :. Lantai Kerja ...68
Gambar 5.3. 3 : Tulangan Tie Beam ...69
Gambar 5.3. 4 : Pemasangan Tulangan Tie Beam ...70
Gambar 5.3. 5 : Uji Slump Beton Tie Beam ...71
Gambar 5.3. 6 : Pengecoran Tie Beam ...72
Gambar 5.3. 7 : Timbunan Kembali Tanah Tie Beam ...73
ix DAFTAR TABEL
Table 1.10. : Jadwal Kerja Praktik ...9 Table 2.1 : Peraturan Dasar Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo
Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ...10 Table 3.2. 1 : Tugas Owner ...22 Table 3.2. 2Table 3.2. 3: Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana ...29
1 BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse yang berlokasi di Jl. Raya Solo-Yogyakarta, Jayan, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Merupakan bangunan berupa pabrik yang bergerak di bidang tekstil, indetifikasi bangunan ini berupa bnagunan industrial bersekala ringan dengan 1 bangunan dengan kontruksi 2 lantai, bangunan produksi satu lantai dengan kapsitas 2000 passager, dan bangunan produksi kecil dengan kontruksi bangunan 3 lantai, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pekerjaan dikarenakan PT tersebut mendapat kontrak produksi besar besaran, maka dari itu untuk kenyamanan serta mobilitas pekerjaan berupa penambahan ruang kerja, pemasangan teknologi yang modern, serta alur R5 (Ringkas, Resik, Rawat, Rajin, Rapi) dan kelengkapan K3 yang memadai untuk produksi pekerjaan secara besar sesuai dengan kontrak sudah di sepakati oleh PT Globalindo dengan pihak terkait
Konstruksi bangunan yang sekarang tidak memungkinkan untuk penambahan produksi dikarenakan kurangnya sirkulasi udara, alur pekerja, dan area bebas untuk produksi, maka dari itu dilakukan renovasi secara besar berupa perubahan kontruksi atap yang meliputi peninggian atap perubahan jenis atap, penambahan skyligt untuk penerangan serta jaringan insulati atap untuk meredam panas sinar matahari, serta alur air kotor dan bangunan ipal untuk kesehatan dan kenyamanan saat produksi, dan penambahan area parkir serta lokasi untuk mobilasi kendaraan pengangkut barang produksi
Kondisi di lokasi merupakan bangunan dengan kontruksi lama dan belum menggunakan metode pembangunan modren seperti bata masih menggunakan bata merah, plat lantai exsiting yang tidak memiliki mutu bagus dan rangka besi.
Konstruksi bangunan ini merupakan kombinasi antara bangunan struktur beton dan bangunan struktur I, dengan kondisi tanah biasa yang merupakan tanah persawahan sulit untuk menemukan tanah keras, maka dari itu kontruksi ini harus direnofasi
2 dengan menggunakan pondasi tiang pancang atau sumuran yang cukup dalan, serta struktur pondasi bawah yang cukup kuat agar menunjang bangunan supaya kuat untuk di fungsikan secara lama dan menghemat biaya perawatan.
1.2 TUJUAN
Tujuan merupakan suatu kunci untuk menentukan atau merumuskan apa yang akan dikerjakan, dalam penyusunan laporan kerja praktik pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini terdapat dua tujuan yang terdiri dari Tujuan proyek dan Tujuan kerja praktik:
1.2.1. Tujuan proyek
Tujuan dari Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse antara lain:
1. Memperkuat strukur dan memperbarui struktur sehingga space pada ruang produksi pabrik lebih luas dan lega.
2. Kapasitas produksi pabrik sebelumnya yang kurang besar untuk menunjang kegiatan yang ada
1.2.2. Tujuan kerja praktik
Tujuan dari pengamatan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse sebagai berikut:
1. Mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan Kolom IWF pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse.
2. Mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan Tie Beam pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse.
3. Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi selama pengerjaan kolom IWF dan Tie Beam serta solusi yang dilakukan dalam mengatasinya.
3 1.3 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup merupakan batasan-batasan apa saja yang ada dalam penyusunan laporan kerja praktik sehingga bisa lebih fokus dalam membahas apa yang diamati dalam proyek tersebut. Adapun pada laporan kerja praktik ini terdapat dua ruang lingkup yang di bahas yaitu lingkup pekerjaan dan lingkup kerja praktik yang dibatasi minimal 70 jam selama 2 bulan.
1.3.1. Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup pekerjaan terdapat pada Proyek Pembangunan Pabrik PT Globalindo Intimates 2 meliputi pekerjaan:
1. pekerjaan persiapan 2. Pekerjaan Bongkaran 3. pekerjaan Struktur Bawah:
a. Pekerjaan Tanah
b. Pekerjaan Fondasi Foot Plat c. Pekerjaan Fondasi Bor Pile 4. Pekerjaan Struktur Atas:
a. Pekerjaan Pile cap b. Pekerjaan Tie Beam c. Pekerjaan Kolom Pedestal d. Pekerjaan Kolom IWF e. Pekerjaan Kolom Couple f. Pekerjaan Balok
g. Pekerjaan Dinding h. Pekerjaan Tangga i. Pekerjaan Plafond j. Pekerjaan Pelat Lantai k. Pekerjaan Atap
5. Pekerjaan Mekanikal Elektrika 6. Pekerjaan Arsitektural
7. Pekerjaan finishing.
4 1.3.2. Lingkup Kerja Praktik
Tujuan kerja praktik ini adalah untuk memenuhi mata kuliah Kerja Praktik kurikulum Universitas Teknologi Yogyakarta Program Studi Teknik Sipil agar dapat memenuhi dan mengetahui yang terjadi didunia kerja teknik sipil selama 70 jam dalam 2 bulan. Lingkup pengamatan Kerja Praktik ini adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan struktur kolom pedestal a. Pekerjaan Persiapan
b. Pekerjaan Fabrikasi Besi c. Pekerjaan Perakitan Tulangan d. Pekerjaan Bekisting
e. Pekerjaan Pengecoran 2. Pekerjaan Tie Beam
a. Pekerjaan Persiapan b. Pekerjaan Fabrikasi Besi c. Pekerjaan Perakitan Tulangan d. Pekerjaan Bekisting
e. Pekerjaan Pengecoran
1.4 GAMBARAN UMUM PROYEK
Proyek pembangunan pabrik PT Globalindo Intimates 2 memiliki luas bangunan sebesar 90000 m² dan luas lahan sebesar 120000 m² dengan nilai kontrak sebesar Rp. 13.400.000.000,- yang berlokasi di JL. Raya Solo -Yogyakarta, Jayan, Mlese, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57465. Dan pemilik proyek ini adalah Direktur Operasional PT. Globalindo Intimates.
1.5 LOKASI PROYEK
Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini berlokasi di. JL. Raya Solo - Yogyakarta, Jayan, Mlese, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57465
5 Gambar 1. 1 : Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2
Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse.
(Sumber : Google Maps tahun 2024)
1.6 DATA PROYEK
Data proyek merupakan kumpulan data-data perencanaan dan perancangan yang menjadi pedoman serta acuan untuk pekerjaan struktur. Data Proyek Pembangunan Relayout Pabrik PT.Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse Data proyek ada dua macan yaitu data umum proyek dan data teknis.
1.6.1. Data Umum Proyek
Data umum proyek merupakan data yang berisi informasi umum dari suatu proyek pembangunan yang akan dibangun. Data umum Proyek Pembangunan Relayout Pabrik PT.Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse adalah sebagai berikut:
1. Nama paket : Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse
2. Luas bangunan : 90000 m²
3. Luas lahan : 120000 m²
4. Nama Instansi/pemilik pekerjaan: PT. Globalindo Intimates 2
6 5. Jabatan pimpinan : Teti Yani Hartono (Direktur Operasional
PT. Globalindo Intimates)
6. Kontraktor pelaksana : PT.MEGAH KARYA TIKA PRATAMA 7. Konsultan perencana : PT. ARUPADHATU KREASITAMA 8. Konsultan Pengawas : PT. ARUPADHATU KREASITAMA 9. Waktu Pelaksanaan Proyek : 135 HARI KALNDER
10. Nilai Proyek : Rp.13.400.000.000
1.6.2. Data Teknis Proyek
Data teknis proyek merupakan data-data yang berisi karakteristiik dari proyek yang dibangun. Data teknis pada Proyek Pembangunan Relayout Pabrik PT.Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse adalah sebagai berikut:
1. Lokasi : . JL. Raya Solo -Yogyakarta, Jayan, Mlese, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57465
2. Luas Bangunan : 90.000 m²
3. Luas Lahan : 120.000 m²
4. Teknis Pelaksanaan
a. Pekerjaan Kolom Pedestal Dimensi Kolom Pedestal
1) KP1 : 850 x 400 mm
2) KP2 : 350 x 450 mm
3) KP3 : 350 x 400 mm
4) KP4 : 250 x 350 mm
Material Struktur:
1) Jenis Struktur : Struktur beton bertulang
2) Mutu Beton : K-300
3) Penggunaan besi : Menggunakan Diameter 10, 12, dan 16 4) Nilai Slump : 10 + 2
5) Mutu baja : Ulir (BJTS 420) Polos (BJTP 280)
7 b. Pekerjaan Tie Beam
Dimensi Tie Beam:
1) TB 250 × 400 mm dengan tulangan pada tumpuan dan lapangan atas 3 D16, tulangan bawah 3 D16, Tulangan pinggang 2 D10, sengkang atau begel D10–100.
Material Struktur:
1) Jenis Struktur : Struktur beton bertulang
2) Mutu beton : K-300
3) Nilai Slump : 10 + 2
4) Mutu baja sirip/ulir : Ulir (BJTS 420) Polos (BJTP 280)
1.7 RUANG LINGKUP PENGAMATAN
Ruang lingkup dalam pengamatan pada proses Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse dibatasi waktu, sesuai syarat atau ketentuan waktu kerja praktik (KP) yang disyaratkan oleh penyusun kurikulum sehingga pengamatan difokuskan selama minimal 70 jam atau dilaksanakan selama dua bulan kalender. Dengan alasan tersebut, pengamatan proyek ini hanya difokuskan pada :
1. Pekerjaan Kolom IWF 2. Pekerjaan Tie Beam
1.8 METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data begitu berpengaruh dalam menunjang kesuksesan hasil dari pada kegiatan pengamatan dalam suatu Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama Warehouse ini, penyusun akan mengumpulkan data dengan cara berikut:
1.8.1 Metode Wawancara
Wawancara merupakan suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu yang merupakan proses bertanya dan menjawab secara lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik dan langsung (Basuki,
8 2007). Metode wawancara dilakukan dengan secara langsung tanya jawab secara lisan dan mendapatkan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan yang diterapkan dilokasi pembangunan proyek. Wawancara dapat dilakukan kepada konsultan pengawas, tim pelaksana dan mandor, sehingga informasi yang didapatkan maksimal.
1.8.2 Metode Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Observasi juga tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain (Sugiyono, 2018). Metode ini dilakukan pengamatan secara langsung dengan terjun ke lokasi proyek selama masa kegiatan kerja praktik tersebut sehingga mendapatkan infomasi-informasi yang dibutuhkan secara pengamatan secara langsung pada segi pelaksanaan pekerjaan pembangunan. Data yang diperoleh dari observasi yaitu dokumenrasi mengenai pelaksanaan pengerjaan pekerjaan kolom IWF dan tie beam.
1.8.3 Metode Pustaka
Metode pustaka merupakan kajian teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti (Sugiyono, 2012). Metode Pustaka ini dilakukan dengan mencari dan mendapatkan informasi yakni mengumpulkan data dalam proyek dengan bereferensikan dari jurnal, buku, atau sumber lain yang dapat menunjang.
1.9 JADWAL KERJA PRAKTIK
Jadwal kerja praktik fleksibel namun tetap terencana dan mengikuti alur jadwal yang telah disusun serta dilakukan selama batas waktu yang telah ditentukan dan dirancang oleh penyusun kurikulum.
9 Table 1.10. : Jadwal Kerja Praktik
No Kegiatan Kerja
Juli Agustus September Minggu Ke-
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 1 Orientasi Lapangan
2 Pengamatan Lapangan 3 Pengumpulan Data Lapangan 4 Penyusunan Laporan
(Sumber : Penyusun, 2024)
1.10 NILAI PROYEK DAN PEMBIAYAAN
Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse di Jl. Raya Solo -Yogyakarta ini di bangun menjadi dua tahap. Tahap awal dari mulai proyek sampai pembagunan gedung tahap satu selesai, membutuhkan biaya kurang lebih sebesar Rp.13.400.000.000 (tiga belas milyar empat ratus juta rupiah).
10 BAB 2
DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
2.1 DASAR-DASAR PERENCANAAN
Perencanaan adalah suatu proses menentukan hal-hal yang ingin dicapai (tujuan) di masa depan serta menentukan berbagai tahapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut (Prawiro, 2020). Lingkup perencanaan dalam proyek seperti alat, bahan dan tenaga kerja yang akan digunakan. Di Indonesia dasar perencanaannya berupa Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Peraturan Beton Indonesia (PBI).
Perencanaan struktur memiliki tujuan untuk menghasilkan suatu struktur bagunanan yang stabil, cukup kuat, mampu layan, awet dan memenuhi tujuantujuan lainnya seperti terguling, miring atau tergeser selama umur rencana bangunan (Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03- 1729-2002).
Dengan adanya perencanaan struktur dapat meminimalisir terjadinya kegagalan struktur dan hilangnya kemampuan layan selama umur rencana dalam batas-batas yang masih dapat diterima. Perencanaan struktur dapat direncanakan setelah perencanaan arsitektur bangunan disetujui.
Dasar acuan untuk perencanaan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse adalah sebagi berikut:
Table 2.1 : Peraturan Dasar Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse
No Item Peraturan Keterangan
1 SNI 03-2847-2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung 2 SNI 03-1726-2019 Tata cara Perencanaan ketahanan gempa untuk
struktur bangunan gedung dan non gedung 3 SNI-8460-2017 Persyaratan perancangan geoteknik
4 SNI-1729-2020 Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural 5 SNI 1726-2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk
11 struktur bangunan gedung dan non gedung
6 SNI 1727-2013 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain
7 SNI 2052-2017 Tentang baja tulangan beton 8 SNI 15-2049-2004 Tentang PC 1
2.1.1 Perencanaan Pra-Struktur
Perencanaan pra-struktur proyek atau pra-konstruksi adalah tahap perencanaan yang dilakukan sebelum proyek konstruksi dimulai. Tahap ini melibatkan berbagai pihak, seperti owner, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor umum.
1. Studi Kelayakan
Studi kelayakan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelayakan pembangunan menyangkut berbagai aspek hukum, sosial, dan ekonomi, berikut beberapa aspek studi kelayakan pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse:
a. Aspek Hukum
Berkaitan dengan perizinan lokasi Proyek Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse berupa sertifikat tanah dan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan hal terpenting dalam pembuatan suatu bangunan karenan bangunan yang baik adalah bangunan yang sedikit memberikan dampak buruk bagi lingkungan disekitarnya.
b. Aspek Sosial dan Ekonomi
Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse ini diharapkan mebawa dampak yang baik terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitar, memperbanyak lowongan pekerjaan, dan memperkuat produktifitas pabrik sehingga memperbesar hasil eksportir keluar negeri.
12 2. Survey Lokasi
Survey lokasi yaitu kegiatan untuk mencari, menyelidiki, dan mengumpulkan data baik itu data kependudukan ekonomi,kegiatan industri, kesehatan, sarana dan infrastruktur. Survey perlu dilaksanakan dengan cermat sehingga memperoleh data yang akurat.
Gambar 2.1. 1 Kondisi Jalan Pada Proyek (Sumber: Dokumentasi Proyek 2024) 2.2 DASAR-DASAR PERANCANGAN
Perancangan merupakan unsur yang penting dalam suatu proyek, tidak terkecuali bangunan gedung. Perancangan sendiri merupakan kumpulan aspek yang terpisah namun saling berhubungan yang dijadikan satu kesatuan sebagai dasar acuan dari awal pekerjaan hingga akhir pekerjaan agar dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang di inginkan. Adapun dasar-dasar perancangan pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse adalah sebagai berikut.
2.2.1 Perancangan Awal Proyek
Dasar perancangan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse, yaitu
a. Aspek Lingkungan
Analisa lingkungan untuk perencanaan pelaksanaan konstruksi pembangunan struktur bangunan utama warehouse ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar proyek, karena dimana ada pekerjaan
13 konstruksi pasti memerlukan lahan untuk menampung maerial dari pekerjaan tersebut. Pembuangan semua material seperti beton-beton dan tulangan bekas konstruksi sebelumnya juga harus di perhatikan.
b. Survey Lokasi
Survey ke lokasi bertujuan untuk memastikan aspek aspek tidak terduga yang terjadi langsung di kawasan proyek dan untuk mendapatkan informasi karakteristik lingkungan sekitar, bentuk dan luas lahan yang akan menjadi lokasi proyek, mengetahui kegiatan masyarakat setempat, lokasi pemukiman masyarakat, mengetahui kegiatan dan rondown para pekerja dan karyawan dipabrik, ketersediaan air bersih, dan akses menuju lokasi. Informasi dari survey lokasi dapat di jadikan rujukan dalam menentukan bentuk bangunan, jenis konstruksi dan metode pelaksanaan konsrtuksi yang digunakan.
c. Technical Meeting (TM)
Technical Meeting, merupakan finalisasi semua rencana yang akan dilaksanakan, dan memastikan semua pekerja memiliki pengertian yang sama terhadap program proyek yang akan di produksi.
Technical meeting diselenggarakan dengan tujuan agar semua pihak yang terlibat dalam jalannya suatu proyek dapat bekerja secara maksimal sehingga kesalahan dan rintangan yang terjadi sewaktu pembangunan dapat diatasi dengan mudah dan cepat sehingga tidak mengganggu jalannya suatu kegiatan ataupun pengerjaan (Rusman Latief 2021: 299). Tecnical Meeting (TM) dapat dilihat pada Gambar 2.2.1.
14 Gambar 2.2. 1Technical Meeting
(Sumber: Dokumentasi Proyek 2024) 2.2.2 Perancangan Struktur
Perancangan struktur pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu struktur bagian bawah (sub structure) dan struktur bagian atas (upper structure). Struktur bagian bawah meliputi kolom IWF dan tie beam, sedangkan struktur atas meliputi kolom, balok, plat lantai, plat atap, dan atap. Pengamatan yang dilakukan pada kerja praktik di Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse, yaitu pada pekerjaan pondasi kolom IWF dan tie beam.
1. Kolom
Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse menggunakan kolom baja yang dimana terdapat kolom pedestal sebagai tumpuan untuk mendistribusikan beban ke area pondasi dan kolom baja di atasnya sebagai tumpuan untuk menampung beban yang diterima pada struktur pabrik.
a. Kolom pedestal
Kolom Pedestal adalah kolom yang berfungsi sebagai penopang kolom baja IWF di atas nya, selain itu kolom pedestal juga dapat meningkatkan ketahanan dan juga dapat digunakan untuk menambah nilai estetika. Kolom Pedestal berfungsi untuk mendistribusikan beban ke area pondasi yang lebih luas. Kolom pedestal juga
15 mempermudah proses pemasangan kolom IWF di atas nya. Pedestal meningkatkan jarak antara permukaan tanah dan kolom sehingga mengurangi kemungkinan kelembapan dari tanah yang bersentuhan dengan kolom dan dengan demikian mengurangi kemungkinan kerusakan dan korosi. Pedestal dapat mengurangi efek geser tekan pada pondasi IWF . Kolom pedestal dapat dilihat pada Gambar 2.2.2
Gambar 2.2. 2 Kolom Pedestal (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse ini menggunakan 4 jenis Kolom pedestal dengan ketentuan
Kp 1
Dimensi : 850 x 400 mm Tulangan : 16 D19
Mutu Beton : K300 Kp2
Dimensi : 350 x 450 mm Tulangan : 3/3 D10-100 Mutu Beton : K300
Kp3
Dimensi : 350 x 450 mm Tulangan : 3/3 D10-100 Mutu Beton : K300
16 Kp4
Dimensi : 250 x 350 mm Tulangan : 4/4 D10-100 Mutu Beton : K250
Setelah kolom pedestal siap, angkur pada kolom pedestal di pasang Base Plat sebagai alas pemasangan kolom IWF kemudian di perkuat dengan mur. Base Plate dapat di lihat pada Gambar 2.2.3.
Gambar 2.2. 3 Base Plat Kolom Pedestal (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
b. Kolom Baja IWF (I Wide Flange)
Kolom Baja IWF adalah profil baja struktural yang mirip dengan H-Beam tetapi dengan panjang flange lebih panjang. Kolom IWF biasanya digunakan sebagai elemen struktural yang menahan beban vertikal dan horizontal dalam sehingga dapat digunakan sebagai elemen struktur utama,
Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse menggunakan kolom baja IWF 600 dapat dilihat pada Gambar 2.2.4
17 Gambar 2.2. 4 Kolom Baja IWF
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
Kolom IWF memiliki beberapa keunggulan lebih stabil, proses pembangunan yang cepat, tahan lama dan dapat di modifikasi dengan mudah.
Kolom IWF sangat populer dalam konstruksi modern karena kemampuannya untuk memberikan dukungan struktural yang kuat dan stabil.
Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse menggunakan kolom IWF menggunakan tumpuan pedestal di mana kolom baja profil IWF dipasang di atas pedestal (landasan atau pondasi) yang umumnya terbuat dari beton. Pedestal ini berfungsi sebagai dasar penopang kolom IWF, yang menyalurkan beban dari kolom ke pondasi yang lebih dalam atau ke tanah. Dalam pengaplikasiannya, kolom IWF biasanya dihubungkan ke alas dengan plat base dan baut angkur (baut jangkar) untuk memastikan kestabilan dan distribusi beban yang optimal.
Pemasangan kolom baja IWF pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse ini menggunakan alat berat berupa Mobile Crane, dapat dilihat pada Gambar 2.2.5
18 Gambar 2.2. 5 Pemasangan Kolom Via Mobile Crane
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
Gambar 2.2. 6 Kolom Utama IWF Sambungan Pedestal (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
2. Tie Beam
Tie Beam adalah struktur yang berfungsi untuk menopang beban yang di tampung oleh komponen struktur lain di atasnya, dan juga dapat mengurangi beban dari seluruh bangunan sehingga beban terdistribusikan secara merata.
Tie Beam berfungsi untuk meratakan gaya tekanan akibat beban dari atas suatu bangunan ke fondasi dibawahnya. Adanya Tie Beam ini diharapkan tidak terjadi penurunan fondasi pada suatu tempat, sehingga keretakan dinding bangunan diatas fondasi dapat dihindari. Tie Beam juga berfungsi sebagai pengikat antar fondasi sehingga tiap-tiap pondasi bisa saling membantu ketika terjadi penurunan bangunan.
19 Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse ini menggunakan Tie beam dengan ketentuan sebagai berikut:
Tie Beam
Dimensi : 250 x 400 mm
Tul atas & bawah : 6 D16 Tul pinggang : 2 D10 Mutu beton : K300
Mutu baja : Ulir (BjTS 420) dan Polos (BjTP 280) Contoh gambar tie beam dapat dilihat pada gambar 2.1
Gambar 2.2.2 1 : Tie Beam
(Sumber : Gambar kerja praktik Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2)
20 BAB 3
MANAJEMEN PROYEK
3.1 TINJAUAN UMUM
Proyek didefinisikan sebagai sebuah rangkaian aktifitas unik yang saling terkait untuk mencapai suatu hasil tertentu dan dilakukan dalam periode waktu tertentu pula (Chase et al, 1998). Berdasarkan penjelasan definisi dan karakteristik proyek diatas, dapat dipahami bahwa proyek memerlukan suatu pengelola atau manajemen agar tujuan proyek dapat tercapai. Manajemen dalam pelaksanaan proyek mempunyai fungsi dalam melakukan penetapan tujuan (goal setting), perencanaan (setting), pengorganisasian (organizing), pengisian staf, pengaraha (directing), pengawasan (supervising), pengendalian, dan koordinasi. Pengelolaan proyek akan berhasil baik jika semua fungsi manajemen dijalankan secara efektif.
Pengelolaan proyek dilakukan oleh stake holder atau suatu organisasi yang mempunyai wewenang terhadap proyek yang bersangkutan. Organisasi adalah sekelompok orang yang saling kerja sama dengan struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja menurut sistem tertentu, untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki semaksimal mungkin.
Dalam penyelenggaraan suatu proyek besar, dibutuhkan suatu organisasi yang sangat rapi cara kerjanya. Hal ini dikarenakan masalah-masalah yang timbul adalah sangat kompleks dan menyeluruh sifatnya sehingga dibutuhkan kerja sama yang terpadu antar personil organisasi proyek tersebut. Dengan demikian pekerjaan dapat berjalan baik, lancar dan efisien, karena waktu yang diperlukan relatif lebih singkat dan hasil yang dicapai menjadi maksimal.
3.2 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi adalah sebuah sarana yang berguna untuk membantu dalam proses pencapaian suatu tujuan dalam proyek (Anonim, 2015). Secara garis besar pihak-pihak yang terlibat dalam suatu Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse dapat dilihat pada Gambar 3.2
21 PEMILIK PROYEK
Direktur Pt. Globalindo Intimates
KONTRAKTOR KONSULTAN Cv. Megah Karyatika Pratama Cv. Arupadathu Kreasitama
Demi kelancaran pelaksanaan proyek maka perlu adanya hubungan yang baik antara pihak pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya. Hubungan antar pihak yang terlibat adalah sebagai berikut.
1. Hubungan Pemilik Proyek dengan Konsultan Pengawas
a. Konsultan pengawas bertanggung jawab untuk melaporkan kemajuan hasil pekerjaan dari awal pelaksanaan hingga selesai kepada pihak pemilik proyek.
b. Pemilik proyek memberikan imbalan berupa biaya kepada pihak konsultan pengawas.
2. Hubungan Pemilik Proyek dengan Kontraktor
a. Kontraktormelaksanakan proyek danmenyerahkan hasil pekerjaan kepada pihak pemilik proyek.
b. Pihak pemilik proyek memberikan imbalan kepada pihak kontraktor sesuai dengan perjanjian tertulis.
3. Hubungan Konsultan Pengawas dengan Kontraktor
a. Konsultan memberikan gambar rencana, peraturan, dan syarat-syarat.
b. Kontraktor harus merealisasikan rancangan menjadi sebuah konstruksi
Gambar 3. 1 : Hubungan Kerja Pengelola Proyek (Sumber : Data Perencanaan Proyek)
22 3.2.1 Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik proyek atau pemberi tugas adalah orang atau badan yang memiliki proyek danmemberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan yang membayar biaya pekerjaan tersebut (Ervianto, 2005). Owner dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehous adalah Teti Yani Hartono (Direktur Operasional PT. Globalindo Intimates). Menurut Ervianto (2005) tugas pemilik proyek adalah sebagai berikut.
Table 3.2. 1 : Tugas Owner
No TUGAS OWNER IMPLEMENTASI
1 Menyediakan anggaran perencanaan serta pelaksanaan pekerjaan proyek
Dilaksanakan
2 Menyediakan sejumlah data yang diperlukan untuk terwujudnya suatu proyek.
Dilaksanakan
3 Memilih kontraktor pelaksana, pengawas proyek yang telah terpilih melalui penunjukan atau mekanisme lelang
Dilaksanakan
4 Mempunyai wewenang penuh terhadap proyek sehingga berhak menerima/menolak perubahan- perubahan pekerjaan serta pekerjaan tambah dan pekerjaan kurang.
Dilaksanakan
5 Mengambil keputusan terakhir yang mengikat mengenai pembangunan proyek.
Dilaksanakan
6 Meminta pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas
Dilaksanakan
7 Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil pekerjaan.
Dilaksanakan
(Sumber : Ervianto 2005) 3.2.2 Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas merupakan pihak yang melakukan pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor. Konsultan pengawas bertanggung jawab
23 penuh pada pengawasan pelaksanaan kerja kontraktor serta mengusulkan, menyetujui, dan menolak pekerjaan yang diajukan kontraktor. Dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse ini konsultan pengawas dipegang oleh pihak PT. Arupadathu Kreasitama Konsultan. Hak dan kewajiban konsultan pengawas adalah sebagai berikut.
1. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan).
2. Menerima dan menolak material/peralatan yang didatangkan kontraktor.
3. Menghentikan sementara pekerjaan konstruksi bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang berlaku.
4. Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yangtelah ditetapkan.
5. Memeriksa dan menyetujui gambar kerja yang dibuat oleh kontraktor.
3.2.3 Kontraktor
Kontraktor pelaksana adalah badan hukum atau perorangan yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya atau dalam definisi lain menyebutkan bahwa pihak yang penawarannya telah diterima dan telah diberi surat penunjukan serta telah menandatangani surat perjanjian pemborongan kerja dengan pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan proyek. Peraturan dan persetujuan tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak diatur dalam dokumen kontrak. Kontraktor bertanggung jawab secara langsung pada pemilik proyek (owner) dan dalam melaksanakan pekerjaannya diawasi oleh tim pengawas dan dapat berkonsultasi secara langsung dengan tim pengawas terhadap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan.
Dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini Kontraktor dipegang oleh pihak CV.
Megah Karyatika Pratama. Hak dan kewajiban kontraktor adalah sebagai berikut.
1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, peraturan, RKS, dan syarat-syarat tambahan yang berlaku (addendum).
2. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh konsultan pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa.
3. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan, dan
24 bulanan.
4. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
5. Membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum tercakup dalam gambar kerja/dokumen kontrak maupun untuk detail yang diminta oleh konsultan manajemen konstruksi (MK).
Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana
Pembangunan Relayout Pabrik Pt. Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse
Table 3.2. 2Table 3.2. 3: Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana (Sumber : Pt. Globalindo Intimates 2 2024)
Project Manager Erwin Prasetyo
Site Manager Nashir Mukhlis Wihadmoko
Hse Arif Rh
Site Engineer
1. Brian Wahyu Pragionzzi 2. Nandya Sutan Pemadi
Drafter Samsudin Bayu A
Logistik Kemal Budiharto
Admin Teknik Febitrino Dwi N Surveyor
Saipul Aziz Pelaksana
Bayu
30 1. Project Manager
Project manager adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola, dan melaksanakan proyek di suatu perusahaan. Project manager memiliki peran penting dalam memastikan proyek berjalan lancar dan sukses, sehingga proyek dapat selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan mencapai tujuan.
Project manager bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan proyek. Profesi ini biasanya dibutuhkan di industri yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan dalam bentuk proyek, seperti IT, asuransi, dan keuangan.Tugas-tugas project manager, antara lain:
a. Mengatur, merencanakan, dan melaksanakan proyek b. Memimpin tim yang bekerja di proyek
c. Menentukan tujuan proyek
d. Berkomunikasi dengan pemangku kepentingan e. Mengawasi proyek hingga selesai
2. Site Manager
Site manager adalah profesional yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek konstruksi selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Terkadang profesi ini juga dilekatkan dengan istilah manajer konstruksi, manajer proyek, dan agen lokasi.
Site manager bekerja di lokasi konstruksi dan pekerjaannya sering kali dimulai tepat sebelum konstruksi. Site manager yang lebih senior akan bertanggung jawab atas keseluruhan proyek dan mungkin dikenal sebagai manajer proyek atau direktur proyek.
Ada beberapa tugas utama seorang site manager, itu mencakup:
a. Mengawasi arah proyek, memastikan bahwa spesifikasi dan persyaratan klien terpenuhi, meninjau kemajuan dan berhubungan dengan surveyor kuantitas untuk memantau biaya.
b. Terhubung klien, profesional konstruksi lainnya dan, kadang-kadang, anggota masyarakat yang berkaitan dengan koordinasi dan mengawasi pekerja
31 bangunan.
c. Terlibat dalam pemilihan alat dan bahan.
d. Membuat inspeksi keselamatan dan memastikan keamanan konstruksi dan lokasi.
e. Memeriksa dan menyiapkan laporan situs, desain dan gambar.
f. Menjaga prosedur kontrol kualitas
g. Menemukan cara untuk mencegah terjadinya masalah dan memecahkan masalah yang muncul
h. Menilai dan meminimalkan risiko.
i. Menulis laporan dan membuat dokumen.
j. Membantu menegosiasikan kontrak dan mengamankan izin dan lisensi.
3. Hse (Health, Safety, and Environment)
Hse bertanggung jawab atas kesehatan, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan di tempat kerja. Dalam suatu proyek pasti ada hal yang bila tidak diatur dengan benar akan dapat membahayakan para tenaga kerja, disinilah tugas petugas Hse untuk memastikan bahwa hal tersebut tidak terjadi.
4. Site Engineer
Site Engineer adalah seorang profesional yang berperan penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, baik dari segi kualitas, waktu, maupun anggaran.
Seorang site engineer bertugas untuk mengawasi dan mengelola pekerjaan teknik harian pada berbagai tahap operasional di lokasi konstruksi. Tugas seorang site engineer adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan dan menyiapkan gambar teknik dan tata letak konstruksi.
b. Meninjau jadwal kerja dan mendelegasikan tugas kerja.
c. Mengatur bahan konstruksi dan menegosiasikan kontrak vendor.
d. Melakukan inspeksi awal di lokasi konstruksi potensial.
e. Mengumpulkan data dan menulis laporan lokasi dan dokumentasi kerja lain
32 yang diperlukan.
f. Menentukan kelayakan proyek dan memberikan persetujuan.
g. Mengembangkan perkiraan anggaran proyek konstruksi.
h. Memberikan saran teknis dan mendiagnosis dan menyelesaikan kesulitan teknis.
i. Memastikan kepatuhan terhadap peraturan kesehatan, keselamatan dan hukum.
j. Berkolaborasi dengan klien, kru konstruksi, subkontraktor dan profesional lainnya.
k. Melakukan penjaminan mutu dan memberikan umpan balik.
5. Pelaksana
Pelaksana adalah orang yang memiliki tanggung jawab mengenai masalah teknis dalam pelaksanaan dan koordinasi tenaga kerja dalam pekerjaan proyek.
Adapun tugas dan tanggung jawab pelaksana adalah sebagai berikut.
a. Mengatur dan merencanakan pekerjaan yang harus dilakukan dalam pekerjaan harian maupun mingguan demi mencapai target perencanaan.
b. Menyiapkan laporan harian dan mingguan yang nantinya akan dilaporkan oleh project manager kepada pihak pemilik.
6. Surveyor
Surveyor disebut juga sebagai uitzet mempunyai bermacam tugas dalam pembangunan proyek gedung. Secara umum pekerjaan surveyor berhubungan dengan pengukuran bangunan.
7. Drafter
Drafter adalah seseorang yang membuat rancangan gambar 3 dimensi atau 3D dari sebuah konsep. Drafter bertugas membuat gambar dan perencanaan suatu proyek konstruksi yang aman dan kokoh. Drafter membuat skema untuk dicetak, dilihat, atau diprogram langsung ke dalam sistem Pemodelan Informasi Bangunan dan sistem Manajemen Data Produk. Skema ini membuat model digital mesin atau bangunan.
33 8. Logistik
Logistik bertugas untuk mengatur masuk dan keluarnya material dalam lingkup pekerjaan proyek, pemesanan material, serta mengurus ketersediaan peralatan untuk menunjang kelancaran kegiatan proyek. Pada proyek peningkatan jalan ini, bagian logistik dikendalikan oleh 2 orang yang masing-masing membagi tugas untuk mengawasi langsung pelaksanaan di lapangan dan untuk mobilisasi ke penyedia langsung. Tugas dari bagian logistik antara lain sebagai berikut.
a. Mengurus perencanaan pembelian dan penyedian material dan peralatan yag digunakan dalam pekerjaan proyek.
b. Melakukan pembelian material serta peralatan sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak dengan pemilik proyek.
9. Administrasi
Administrasi proyek adalah seseorang yang memonitoring dan melakukan dokumen kontrol proyek. Melakukan proses data entry dan dokumentasi progres proyek serta pengarsipan data. Mengontrol inventory dan check biaya oprasional dan reimbursement. Membuat Laporan harian/mingguan/bulanan dan merapikan dokumen.
3.3 SISTEMATIKA PELAPORAN
Sistematika Pelaporan merupakan suatu sistem instruksi laporan evaluasi koreksi secara terus menerus dari suatu proyek dan juga merupakan media kontrol pekerjaan selama proses pelaksanaan berlangsung dan akan ditangani secara khusus. Bersifat teknis san berhubungan dengan masalah pelaksanaan pekerjaan termasuk surat, menyurat, kontrak dan segala perubahannya akan ditangani oleh bagian kontrak. Proses administrasi proyek dimulai setelah salah satu penyedia jasa (kontraktor) dinyatakan sebagai pemenang dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak dan penerbitan Surat Perintah Kerja (SPMK) oleh pemberi jasa (Owner).
Sedangkan untuk laporan proyek sendiri terdiri atas laporan harian, mingguan dan bulanan serta laporan akhir
34 3.2.1 Laporan Harian
Laporan harian adalah laporan yang dibuat oleh pelaksana lapangan yang berisi tentang uraian kegiatan yang dilakukan dalam satuan hari. Laporan harian dibuat oleh
kontraktor
dan konsultan pengawas. Laporan harian kontraktor dibuat oleh kontraktor dan diajukan kepada pihak pemberi tugas setelah disetujui oleh konsultan pengawas serta berfungsi memproyeksikan pekerjaan apa saja yang sudah dikerjakan atau masih dalam proses. Selanjutnya laporan harian akan dibuat kolektif menjadi laporan mingguan. Laporan harian berisikan tentang beberapa hal sebagai berikut.a. Waktu dan jam kerja
b. Pekerjaan yang telah dilaksanakan maupun yang belum c. Keadaan cuaca
d. Bahan-bahan yang masuk ke lapangan e. Peralatan yang tersedia di lapangan
3.2.2 Laporan Mingguan
Laporan Mingguan Laporan mingguan adalah laporan yang berisi tentang pelaporan Progress atau bobot pekerjaan (realisasi pekerjaan) secara mingguan.
Sama halnya seperti laporan harian, pembuatan laporan mingguan juga dimaksudkan untuk mengetahui keadaan proyek, hanya saja dalam laporan mingguan ini mencakup waktu setiap minggu dan permasalahan. Persentase kemajuan dan atau keterlambatan proyek juga dapat diketahui melalui laporan mingguan ini dengan cara membandingkan kurva S.
a. Volume RAB dan bobot masing-masing item pekerjaan.
b. Volume kumulatif progres yang sudah diselesaikan pada minggu sebelumnya, minggu ini dan totalnya (dalam persen).
c. Bobot dalam persen di masing-masing item pekerjaan (minggu lalu, minggu terkini dan total).
d. Kendala apa saja yang dialami dalam pelaksanaan pekerjaan.
35 3.2.3 Laporam Bulanan
Laporan bulanan adalah laporan proyek yang berisi tentang pelaporan progress atau bobot pekerjaan (realisasi pekerjaan) secara Bulanan. Jenis laporan proyek yang paling lengkap adalah laporan bulanan karena terdiri dari beberapa informasi penting yang dirangkum dalam satu buku. Laporan bulanan ini merupakan akumulasi dari laporan mingguan, yang dilengkapi dengan foto dokumentasi sebagai tolak ukur realisasi kemajuan pelaksanaan proyek, dan evaluasi kemajuan pekerjaan terhadap rencana awal.
a. Volume yang telah diselesaikan b. Laporan progres akhir bulan
c. Daftar alat dan jumlah yang digunakan d. Foto dokumentasi pekerjaan
e. Kendala selama pelaksanaan pekerjaan
3.4 MANAGEMEN SDM
Manajemen SDM adalah Pemanfaatan sejumlah tenaga kerja atau sejumlah individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal untuk melakukan pekerjaan dalam suatu proyek ataupun tempat yang menyediakan lapangan pekerjaan. Manajemen SDM atau tenaga kerja dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse adalah tenaga kerja resmi yang sudah terdaftar dibawah pimpinan mandor yang bekerja pada kontraktor, yang terbagi dalam 2 kelompok segmen pekerja, tenaga kerja pekerjaan umum dan khusus.
3.3.1 Jenis Tenaga Kerja
Tenaga kerja pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse terbagi atas dua jenis, yaitu
a. Tenaga kerja tetap, merupakan pegawai tetap yang bekerja pada pihak kontraktor dan memangku jabatan jabatan tertentu sertamendapatkan gaji langsung dari CV. Erlian SW.
b. Tenaga kerja borongan, terdiri dari mandor beserta anak buahnya yang
36 mendapatkan upahnya berdasarkan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan.
Mandor berkewajiban mengatur serta mengawasi tenaga kerja dibawah pimpinannya yang disesuaikan kebutuhannya dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini terdapat 1 mandor yang memimpin 15 tenaga kerja.
3.3.2 Jam Kerja Tenaga Kerja
Pengaturan dan pemberian jam kerja bertujuan untuk mengatur tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan di dalam proyek. Dengan adanya pengaturan jam kerja maka akan jelas dimana waktu pekerjaan harus dikerjakan dan dimana waktu tenaga kerja mendapatkan waktu istirahatnya. Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini, pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai hari kalender yang artinya pekerjaan akan dilaksanakan selama 6 hari selama seminggu dan akan diliburkan di hari libur atau tanggal merah kalender serta dijadwalkan selama 8 jam kerja setiap harinya dengan waktu istirahat selama 1 jam. Berikut adalah jam kerja pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse.
Hari Jam Kerja
Senin 08.00 s/d 12.00 dan 13.00 s/d 16.00 Selasa 08.00 s/d 12.00 dan 13.00 s/d 16.00 Rabu 08.00 s/d 12.00 dan 13.00 s/d 16.00 Kamis 08.00 s/d 12.00 dan 13.00 s/d 16.00 Jumat 08.00 s/d 12.00 dan 13.00 s/d 16.00 Sabtu 08.00 s/d 12.00 dan 13.00 s/d 16.00
Minggu Libur
37 BAB 4
ALAT DAN BAHAN
4.1 ALAT
Alat didefinisikan sebagai sarana bantuan manusia untuk mengerjakan suatu hal yang tidak bisa dilaksanakan secara manual, terutama pada kondisi pelaksanaan pekerjaan seperti pembuatan jalan ini. Oleh sebab itu dibutuhkan beberapa peralatan dan alat berat untuk kelancaran dan tepat waktu pelaksanaan proses peningkatan jalan ini. Ketersedian peralatan yang mumpuni akan sangat berpengaruh pada proses dan hasil pelaksanaan pekerjaan proyek. Tentunya peralatan yang dipakai harus memiliki persyaratan dan tentunya sesuai dengan situasi di lapangan. Untuk peralatan dan alat berat yang dipakai dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan ini cukup variatif dan kompleks, mulai dari kepemilikan pribadi pelaksana proyek hingga kontrak dengan penyedia yang antara lain adalah sebagai berikut.
4.1.1 Waterpass (Automatic Leveling Wterpass)
Waterpass adalah alat ukur yang digunakan untuk menentukan apakah suatu benda berada pada posisi rata atau tidak, baik secara horizontal maupun vertikal.
Waterpass memiliki kaca kecil berbentuk bundar dengan gelembung air di dalamnya. Gelembung air tersebut berfungsi sebagai indikator untuk mengukur ketinggian dan kemiringan suatu benda.Waterpass Automatic Leveling Waterpass) dapat dilihat pada Gambar 4.1.1.
38 Gambar 4.1. 1 : Waterpass
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.2 Bar Bender
Bar bender atau rebar bender adalah mesin yang digunakan untuk membengkokkan besi ulir atau baja tulangan dengan sudut dan pola tertentu. Bar bender banyak digunakan dalam dunia konstruksi dan bangunan.
Gambar 4.1. 2: Bar Bender
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.3 Pickup Logistik
Pick up Logistik berfungsi sebagai alat untuk mobilisasi alat dan bahan logistik yang di perlukan dan dengan persetujuan proyek untuk keperluan dan kebutuhan proyek.
39 Gambar 4.1. 3 : Pick up Logistik
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.4 Wipro Hole Cutting
Wipro hole cutting adalah mesin bor pelubang plat atau pipa besi yang diproduksi oleh Wipro. Mesin ini dapat membuat lubang pada plat atau pipa besi dengan ukuran tebal tertentu
Gambar 4.1. 4 : Wipro Hole Cutting (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.5 Gerobak Dorong Dua Roda
Gerobak dorong roda dua adalah alat yang digunakan untuk mengangkut barang dengan roda dua. Gerobak dorong roda dua digunakan untuk muatan beton yang lebih banyak.
40 Gambar 4.1. 5 : Wipro Hole Cutting
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.6 Bor Baut Baja
Bor baut baja ringan adalah peralatan tukang yang digunakan untuk mengebor baut baja ringan. Mata bor ini memiliki spesifikasi diameter 3 mm–13 mm dan panjang 60 mm–150 mm.
Gambar 4.1. 6 : Bor Baut Baja (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.7 Tower Crane
Tower crane adalah alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material konstruksi, seperti bahan baku beton, besi baja, dan pelat lantai, ke atas gedung-gedung tinggi. Tower crane memiliki jangkauan yang luas dan tinggi yang dapat disesuaikan dengan bangunan yang sedang dibangun.
41 Gambar 4.1. 7: Tower Crane
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.8 Mobile Crane
Mobile crane atau derek bergerak adalah alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material secara vertikal dan horizontal. Mobile crane dapat bergerak sendiri dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan atau tanpa beban.
Gambar 4.1. 8: Mobile Crane
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.9 Mobil Box
Mobil box adalah kendaraan angkutan barang yang memiliki bak tertutup dan sering digunakan untuk memindahkan barang dari lokasi tertentu. Mobil box pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse 2 dapat dilihat pada Gambar4.1.9.
42 Gambar 4.1. 9: Mobil Box
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.10 Mobil Derek
Mobil derek adalah kendaraan yang digunakan untuk menderek kendaraan atau alat alat berat. Dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse Mobil Derek digunakan untuk mengangkut baja rafter dan kolom dari lokasi pabrikasi ke lokasi proyek .
Gambar 4.1. 10 : Mobil Derek (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.11 Vibrator Beton
Vibrator beton adalah alat berat yang digunakan dalam proses pengecoran beton untuk memadatkan adonan beton dan mengeluarkan udara yang terperangkap di dalamnya. Tujuannya agar beton yang dihasilkan memiliki kekuatan yang merata
43 dan tidak terjadi keropos atau rongga. Penggunaan alat Vibrator Beton pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse 2 dapat dilihat pada Gambar 4.1.11.
Gambar 4.1. 11 : Vibrator Beton (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.12 Jack Hammer
Jack hammer adalah alat yang digunakan untuk membobok beton, tembok, batu, aspal, dan jalan. Jack hammer merupakan mesin bor perkusi yang memiliki berbagai komponen, termasuk motor yang menggerakkan palu atau pahat.
Gambar 4.1. 12 : Jack Hammer (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
44 4.1.13 Angkong/Gerobak Dorong Satu Roda
Angkong atau gerobak Roda 1 adalah gerobak tangan atau kereta sorong (wheelbarrow). Gerobak ini merupakan kendaraan pengangkut beban kecil yang digerakkan dengan tangan dan biasanya hanya memiliki satu roda.
Gambar 4.1. 13: Angkong/Gerobak Dorong satu Roda (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.1.14 Gerinda Besi
Gerinda besi adalah alat yang digunakan untuk memotong besi dan logam lainnya, yang merupakan bagian penting dari industri konstruksi, fabrikasi, pembuatan rangka, dan reparasi logam. Gerinda besi menggunakan cakram abrasif yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk memotong besi dengan presisi dan efisiensi.
Gambar 4.1. 14 : Gerinda Besi (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
45 4.1.15 Power Trowel Concrete
Mesin trowel beton atau power trowel adalah alat yang digunakan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan beton, lantai, atau batuan keras yang masih dalam tahap pengerasan.
Gambar 4.1. 15 : Power Trowel Concrete (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.1.16 Total Station
Total station adalah alat ukur jarak dan sudut yang digunakan dalam survei modern dan konstruksi bangunan. Total station merupakan gabungan dari teodolit elektronik, pengukur jarak elektronik, dan pencatat data elektronik.
Gambar 4.1. 16 : Total Station (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
46 4.2 BAHAN
Bahan dalam pengertian luas adalah semua unsur atau zat yang berbentuk padat, cair, atau gas yang akan banyak di gunakan untuk kebutuhan keperluan dunia Teknik atau industri. Bahan bangunan adalah material yang dibutuhkan dan digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Bahan tersebut harus sesuai dengan apa yang sudah direncanakan pada suatu proyek konstruksi, dengan mempertimbangkan kualitas bahan tersebut. Mutu bahan bangunan dalam 30 konstruksi sendiri harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan, dalam hal ini persyaratan mutu material mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang biasanya sudah tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
Tujuan dari adanya kriteria danpersyaratan terkait bahan material ini sendiri adalah untuk mendapatkan hasil konstruksi yang memenuhi syarat keamananan untuk digunakan beraktivitas.
4.2.1 Portland Cement (PC)
Portland Cement merupakan salah satu material penyusun beton yang berfungsi sebagai bahan pengikat antar agregat. Portland cement yang digunakan dalam proyek ini adalah semen Dynamix Hijau. Semen ini digunakan untuk finishing, seperti pasang keramik, batu bata, plesteran, dan acian. Semen ini mengandung Dry Control Agent yang membuat adukan lebih pulen, daya rekatnya lebih baik, dan waktu keringnya pas.
Gambar 4.2. 1 : Portland Cement (PC) (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
47 4.2.2 Agregat Halus
Agregat Halus merupakan pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm (SNI 03-2847-2002) (Jurnal Teknik, 2015). Untuk pasir yang baik sendiri adalah pasir yang terbebas dari sampah organik, bahan kimia, dan tidak mengandung terlalu banyak mengandung debu halus atau lumpur. Fungsi dari pasir sebagai bahan material antara lain adalah sebagai salah satu material untuk membuat adukan beton. Untuk Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini sendiri digunakan pasir yang berasal dari penambangan pasir di Klaten.
Gambar 4.2. 2 : Agregat Halus (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)
4.2.3 Agregat Kasar
Agregat kasar atau kerikil ialah bahan mineral yang digunakan sebagai salah satu bahan pengisi beton yang memiliki ukuran antara 2 mm dan 75 mm.
Agregat kasar yg akan dipergunakan untuk membuat beton yg akan mengalami basah dan lembab terus menerus atau yg berhubungan dengan tanah basah, tidak boleh mengandung bahan yang bersifat reaktif terhadap alkali dalam semen, yg jumlahnya cukup dapat menimbulkan pemuaian yang berlebihan di dalam mortar atau beton. Agregat yang reaktif terhadap alkali boleh dipakai untuk membuat beton dengan semen yg kadar alkalinya dihitung sebagai setara Natrium Oksida (Na2O + 0,658 K2O) tidak lebih dari 0,60 % atau dengan penambahan yang dapat
48 mencegah terjadinya pemuaian yang membahayakan akibat reaksi alkali agregat tersebut (Anonim, 2006).
Gambar 4.2. 3 : Agregat Kasar (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.2.4 Beton Ready Mix
Beton readymix adalah campuran beton siap pakai yang diproduksi di pabrik batching khusus, lalu diangkut ke lokasi proyek dengan truk mixer. Beton ini terdiri dari campuran bahan seperti semen, udara, agregat (pasir, kerikil), dan bahan aditif yang dirancang untuk mencapai kekuatan dan daya tahan yang diinginkan. Keunggulan beton readymix termasuk kontrol kualitas yang lebih baik, efisiensi waktu, dan konsistensi hasil, karena proses pencampurannya dilakukan dengan peralatan yang presisi. Beton pada proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini memakai beton readymix yang di produksi oleh PT. Surya Cakra Sakti (PT. SCS) mutu beton K300 dengan nilai slump yang diminta adalah 10 cm.
49 Gambar 4.2. 4 : Truck Molen
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 4.2.5 Baja Tulangan Ulir
Baja Tulangan Ulir adalah besi dengan bentuk permukaan sirip melintang baja yang berbentuk batang berpenampang lingkaran digunakan untuk penulangan beton, permukaannya dibuat khusus memiliki sirip teratur, agar dapat meningkatkan daya lekat dan menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton. Baja tulangan yang akan digunakan pada konstruksi harus bersih dari segala kotoran, karat, dan minyak. Kondisi tulangan yang kotor dapat berakibat merusak mutu beton. Dimensi baja tulangan ulir yang digunakan diantaranya menggunakan ukuran D22, D19, D16, D13, D10.
Gambar 4.2. 5: Baja Tulangan
(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)