• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.2 Metode Pelaksanaan Kolom

5.2.8 Pabrikasi Baja IWF

Tahap pembuatan kolom baja IWF 600 melibatkan beberapa langkah penting yang harus dilakukan dengan presisi. Proses dimulai dengan pemilihan material baja sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah itu, baja dipotong sesuai ukuran yang diinginkan menggunakan mesin las otomatis untuk memastikan keakuratan dimensi. Selanjutnya dilakukan proses pengelasan untuk menyambungkan elemen-elemen kolom dengan metode pengelasan yang sesuai, seperti las MIG atau TIG, yang memastikan kekuatan sambungan. Setelah itu, kolom diperiksa untuk memastikan tidak ada cacat atau ketidaksesuaian, lalu dilakukan proses finishing.

Gambar 5.2. 8 : Pabrikasi Baja IWF (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

62 5.2.9 Mobilisasi Baja Ke Proyek

Setelah pabrikasi selesai, kolom baja IWF 600 diinspeksi untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan spesifikasi proyek. Selanjutnya baja ini diangkut menggunakan alat angkut yang sesuai, seperti truk trailer atau flatbed, mengingat dimensi dan beratnya yang signifikan. Pengaturan rute pengiriman juga harus diperhatikan agar tidak terjadi gangguan selama perjalanan. Setibanya di lokasi proyek, baja IWF 600 diturunkan dengan menggunakan alat berat seperti crane atau forklift, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ukuran baja. Setelah itu, baja ditempatkan di area sementara yang aman hingga siap untuk proses instalasi.

Gambar 5.2. 9 : Mobilisasi Baja ke Proyek (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.2.10 Pengecatan (Coating)

Setelah mobilisasi baja, permukaan baja di bersihkan dari kotoran, debu, minyak, dan karat yang mungkin menempel. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan metode sandblasting atau wire brushing untuk mencapai standar kebersihan tertentu agar lapisan cat dapat melekat dengan baik. Setelah permukaan bersih, langkah berikutnya adalah mengaplikasikan lapisan primer anti karat untuk melindungi baja dari korosi, lapisan intermediate atau cat utama, dan top coat untuk memberikan perlindungan tambahan dan tampilan estetika yang diinginkan.

Seluruh proses harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan kondisi cuaca yang optimal untuk hasil maksimal.

63 Gambar 5.2. 10 : Pengecatan (Coating)

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.2.11 Pemasangan Kolom IWF

Pemasangan kolom baja IWF 600 ke kolom pedestal dengan sambungan baseplate dilakukan melalui beberapa tahap yang teliti untuk memastikan kekuatan dan kestabilan struktur.

1. Kolom pedestal yang sudah dicor harus di cek elvasinya menggunakan alat waterpass dan pastikan permukaannya rata sesuai dengan dimensi yang ditentukan.

Gambar 5.2. 11 : Pengecekan Elvasi Kolom Pedestal (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

2. Setelah itu, baseplate yang telah dipersiapkan sebelumnya dipasang di atas kolom pedestal. Baseplate ini berfungsi sebagai penghubung antara kolom baja dan pedestal beton. Kemudian, dilakukan pengeboran lubang untuk baut

64 angkur (anchor bolts) sesuai posisi lubang pada baseplate. Baut angkur dipasang dengan kuat dan diikatkan pada pedestal untuk memastikan kekokohan sambungan.

Gambar 5.2. 12 : Pemasangan Baseplate Kolom Pedestal (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

3. Setelah baut terpasang, kolom baja IWF 600 diangkat dengan alat bantu seperti crane, dan ditempatkan tepat di atas baseplate.

Gambar 5.2. 13 : Angkut Kolom IWF 600 dengan Tower Crane (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

4. Setelah posisi kolom baja sejajar dan tegak lurus, baut-baut diikat untuk mengunci sambungan, serta dilakukan pengelasan pada beberapa titik sambungan untuk menambah kekuatan.

65 Gambar 5.2. 14 : Pemasangan Kolom Baja IWF600

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

5. Proses terakhir adalah pemeriksaan akhir untuk memastikan bahwa kolom terpasang dengan benar dan aman sebelum melanjutkan ke tahap konstruksi selanjutnya.

Gambar 5.2. 15 : Quality Control Baja IWF600 (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

66 Cek

Cek

Perawatan Kolom Tie Beam

Cek

Selesai

SDM Alat Bahan

Pemasangan/perakitan Tulangan Sengkang 5.3 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Tie Beam

Tie Beam adalah bagian dari struktur bangunan yang terletak di atas pondasi dan berfungsi sebagai penopang beban lain yang berada di atas nya Pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse pekerjaan Tie Beam dilakukan secara konvensional. Maksud dari konvensional adalah dikerjakan secara manual dengan dirakit oleh tenaga manusia secara bertahap. Pembuatan Tie Beam menggunakan mutu beton K300 dengan menggunakan bahan dasar seperti as drat berukuran 10 mm dan ulir 10 mm, dengan diameter tulangan D10 dan D12. sistem pengecoran Tie Beam sendiri adalah dilakukan cor ditempat.

Mulai

Cek Mobilisasi Beton

Ya

Tidak

Pemasangan Bekisting Ya

Tidak

Pengujian Slump

Ya

Pengecoran Kolom Tie Beam Tidak

Pembukaan Bekisting Mobilisasi

Tidak

Ya

67 5.3.1 Galian Tie Beam

Galian Tie Beam dilakukan bersamaan dengan galian foot plat dengan kedalaman 25cm dan lebar 35cm pada Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama – Warehouse Galian dilakukan menggunakan alat manual berupa cangkul dan mesin jack hammer.

Gambar 5.3. 1 :Galian Tie Beam (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.3.2 Pengecoran Lantai Kerja

Pengecoran lantai kerja Tie Beam merupakan salah satu tahap dalam proses pembangunan Tie Beam yang melibatkan pengecoran beton. Pada Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse beton yang digunakan untuk lantai kerja Tie Beam Menggunakan Beton KB0 atau beton dengan mutu 0. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengecoran lantai kerja Tie Beam:

1. Pastikan galian Tie Beam sudah sesuai dengan ukuran yang di tentukan.

2. Lakukan pengecoran 1-2 cm di atas permukaan tanah

3. Ratakan hasil coran sehingga permukaan lantai kerja mulus dan rata

68 Gambar 5.3. 2 :.Lantai Kerja

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.3.3 Pemasangan/perakitan tulangan sengkang

Pada pembuatan tulangan sengkang ini adalah yang digunakan dalam penulangan kolom sengkang, dalam penulangan sengkang ini menggunakan baja tulangan diameter 10 mm, 13 mm, 16 mm. Tahapan pembuatan tulangan Tie Beam adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan baja tulangan yang akan digunakan dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehousemenggunakan diameter tulangan 51 8 mm, 10 mm, 12 mm, dan 19 mm. Kemudian memotong menggunakan bar cutter.

2. Membengkokan ujung tulangan dengan menggunakan bar bender untuk mambuat kait tulangan pada ujungnya serta juga untuk membuat tulangan geser atau sengkang.

3. Selanjutnya merangkai baja tulangan pokok balok. Dipasang dengan menjangkarkan bagian ujungya pada tulangan pokok kolom lain yang telah jadi sebelumnya, kemudian diikat dengan kawat bendrat.

4. Memasang tulangan geser atau sengkang dimasukan kedalam tulangan pokok atau balok satu per satu dan diukur jaraknya sesuai perencanaan.

69 Gambar 5.3. 3 : Tulangan Tie Beam

(Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.3.4 Pemasangan Bekisting

Pemasangan Bekisting dilakukan diatas bukan dibawah atau langsung dilakukan pada as balok yang sudah di tentukan agar bekisting yang dipasang lebih sesuai dengan bentuk dan dimensi balok. Dimensi yang digunakan dala pembuatan bekisting ini menggunakan plywood dengan tebal ±12 mm. Bekisting harus dipasang dengan kuat dan harus lurus sesuai dengan bentuk balok agar hasil pengecoran rapi dan sesuai dimensi rencana. Tahapan pemasangan bekisting adalah sebagai berikut:

6. Setelah perancah berdiri, kemudian memotong papan bekisting menggunakan circle sesuai ukuran balok yang akan dikerjakan.

7. Memasang bekisting yang telah dipotong sesuai ukuran di atas perancah sebagai sebagai dasar bekisting balok sekaligus sebagai pijakan untuk tukang saat pengerjaan.

8. Pekerjaan bekisting balok yang perlu disiapkan terlebih dahulu gambar kerja (shop drawing) yang menjelaskan tentang posisi atau arah pemasangan posisi bekisting dan letak sambungannya.

9. Pemasangan papan bekisting yang telah dipotong sesuai sesuai gambar kerja yang telah dibuat.

70 Pemasangan beam clamp sebagai penyokong bekisting Tie Beam agar dapat\mempertahanan bentuknya saat penyokong bekisting balok agar dapat mempertahankan bentuknya saat pengecoran dilakukan.

Gambar 5.3. 4 :Pemasangan Tulangan Tie Beam (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.3.5 Pengujian Slump

Pengujian slump merupakan tahapan pengujian yang dilakukan sebelum pengecoran. Tujuanya dari pengujian slump yaitu mengetahui kelekatan dan kerataan campuran adukan beton segar dan untuk mengetahui kemampuan kelekatan adukan pasta semen. Selain itu, tujuan pengujian pada nilai slump untuk mengetahui tingkat keenceran adonan beton segar yang dibuat. Pengaruh pada keenceran ini mempunyai manfaat untuk memberikan nilai workabilitas beton Hasil dari pengujian slump yang ideal adalah dengan syarat minimum 8 cm dan maksimum 12 cm. Cara pengujian sebagai berikut:

1. Mengambil beton segar dari mixer truck kemudian cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. Cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya.

2. Kemudian adukan tersebut ditusuk tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru).

3. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dala satu lapisan yang dibawahnya.

71 4. Kemudian ratakan muka bagian atas beton. Setelah atasnya diratakan, segera

cetakan diangkat perlahan- lahan dan diukur penurunannya.

5. Slump test dilakukan dibawah pengawasan tim teknis atau konsultan pengawas dan dicacat secara tertulis. Apabila nilai slump tidak memenuhi nilai yang dibutuhkan maka ready mix beton segar yang dipesan akan dikembalikan.

Pengujian slump dengan nilai slump 12 cm dapat dilihat pada Gambar 5.3.5.

Gambar 5.3. 5 :Uji Slump Beton Tie Beam (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.3.6 Pengecoran Tie Beam

Pengecoran Tie Beam adalah pekerjaan penuangan beton segar kedalam bekisting yang telah dipasangi besi tulangan. Sebelum pekerjaan pengecoran dilakukan, konsultan pengawas melakukan pengecekan untuk memastikan bekisting dan besi tulangan telah terpasang sesuai rencana, jika semuanya sudah sesuai rencana makan konsultan pengawas akan memberikan izin untuk melakukan pengecoran. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton ready mix dari PT.

SCS dengan mutu beton K-300. Kemudian pelaksanaan pengecoran Tie Beam dapat diakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Beton ready mix dengan mutu yang telah ditentukan dituang dari concrete mixer truk kedalam gerobak dorong untuk dilakukan pengujian test slump.

2. Setelah nilai slump memenuhi persyaratan, makan beton ready mix tersebut disalurkan ke concert pump untuk kemudian dituangkan kedalam bekisting yang sudah siap.

72 3. Setelah itu beton ready mix siap untuk dituangkan kedalam bekisting dengan hati-hati agar bekisting tidak pecah akibat tekanan beton dituang. Tekanan beton dari concert pump tersebut juga diatur guna menghindari kerusakan bekisting. Selama proses penuangan beton kedalam bekisting maka beton juga harus dipadatkan dengan concert vibrator. Tujuannya agar beton padat, dan agregat yang ada pada beton tersebut tidak menggumpal disatu titik saja.

Penggunan concert vibrator juga harus hati-hati sebisa mungkin concert vibrator tidak mengenai tulangan pada struktur tersebut.

4. Pada saat pengecoran itu juga langsung dilakukan perataan mengingat kemungkinan beton akan mengeras juga lebih cepat.

5. Pengecoran dihentikan pada batas zona pengecoran yang telah ditentukan.

Proses pengecoran balok pada proyek Pembangunan Pasar Sentul Kota Yogyakarta dapat dilihat pada

Gambar 5.3. 6 :Pengecoran Tie Beam (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024) 5.3.7 Pembukaan Bekisting dan Timbunan Tanah Tie Beam

Pekerjaan pembukaan bekisting dilakukan setelah beton mengeras. Pelepasan bekisting pada kolom pedestal dilakukan setelah 7 hari jika diatasnya tidak terdapat pekerjaan yang menumpu pada kolom pedestal. Pelepasan bekisting pada umur 21 hari jika diatasnya terdapat pekerjaan lagi. Pembongkaran dilakukan dengan membuka pengikat pada bekisting secara hati-hati agar tidak merusak balok dan tidak mengurangi kemampuan dan keamanan struktur.

73 Pekerjaan timbunan tanah kembali Tie Beam dilakukan setelah beton kering dan pembukaan bekisting dilakukan, lalu tanah galian di urug kembali dan diratakan. Pembukaan bekisting Tie Beam dan Timbunan Tanah Tie Beam dapat dilihat pada Gambar 5.3.7.

Gambar 5.3. 7 :Timbunan Kembali Tanah Tie Beam (Sumber : Dokumentasi Kerja Praktik 2024)

74 BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait