3.2 STRUKTUR ORGANISASI
3.2.3 Kontraktor
Kontraktor pelaksana adalah badan hukum atau perorangan yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya atau dalam definisi lain menyebutkan bahwa pihak yang penawarannya telah diterima dan telah diberi surat penunjukan serta telah menandatangani surat perjanjian pemborongan kerja dengan pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan proyek. Peraturan dan persetujuan tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak diatur dalam dokumen kontrak. Kontraktor bertanggung jawab secara langsung pada pemilik proyek (owner) dan dalam melaksanakan pekerjaannya diawasi oleh tim pengawas dan dapat berkonsultasi secara langsung dengan tim pengawas terhadap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan.
Dalam Proyek Pembangunan Relayout PT Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse ini Kontraktor dipegang oleh pihak CV.
Megah Karyatika Pratama. Hak dan kewajiban kontraktor adalah sebagai berikut.
1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, peraturan, RKS, dan syarat-syarat tambahan yang berlaku (addendum).
2. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh konsultan pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa.
3. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan, dan
24 bulanan.
4. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
5. Membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum tercakup dalam gambar kerja/dokumen kontrak maupun untuk detail yang diminta oleh konsultan manajemen konstruksi (MK).
Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana
Pembangunan Relayout Pabrik Pt. Globalindo Intimates 2 Pekerjaan Struktur Bangunan Utama - Warehouse
Table 3.2. 2Table 3.2. 3: Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana (Sumber : Pt. Globalindo Intimates 2 2024)
Project Manager Erwin Prasetyo
Site Manager Nashir Mukhlis Wihadmoko
Hse Arif Rh
Site Engineer
1. Brian Wahyu Pragionzzi 2. Nandya Sutan Pemadi
Drafter Samsudin Bayu A
Logistik Kemal Budiharto
Admin Teknik Febitrino Dwi N Surveyor
Saipul Aziz Pelaksana
Bayu
30 1. Project Manager
Project manager adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola, dan melaksanakan proyek di suatu perusahaan. Project manager memiliki peran penting dalam memastikan proyek berjalan lancar dan sukses, sehingga proyek dapat selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan mencapai tujuan.
Project manager bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan proyek. Profesi ini biasanya dibutuhkan di industri yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan dalam bentuk proyek, seperti IT, asuransi, dan keuangan.Tugas-tugas project manager, antara lain:
a. Mengatur, merencanakan, dan melaksanakan proyek b. Memimpin tim yang bekerja di proyek
c. Menentukan tujuan proyek
d. Berkomunikasi dengan pemangku kepentingan e. Mengawasi proyek hingga selesai
2. Site Manager
Site manager adalah profesional yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek konstruksi selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Terkadang profesi ini juga dilekatkan dengan istilah manajer konstruksi, manajer proyek, dan agen lokasi.
Site manager bekerja di lokasi konstruksi dan pekerjaannya sering kali dimulai tepat sebelum konstruksi. Site manager yang lebih senior akan bertanggung jawab atas keseluruhan proyek dan mungkin dikenal sebagai manajer proyek atau direktur proyek.
Ada beberapa tugas utama seorang site manager, itu mencakup:
a. Mengawasi arah proyek, memastikan bahwa spesifikasi dan persyaratan klien terpenuhi, meninjau kemajuan dan berhubungan dengan surveyor kuantitas untuk memantau biaya.
b. Terhubung klien, profesional konstruksi lainnya dan, kadang-kadang, anggota masyarakat yang berkaitan dengan koordinasi dan mengawasi pekerja
31 bangunan.
c. Terlibat dalam pemilihan alat dan bahan.
d. Membuat inspeksi keselamatan dan memastikan keamanan konstruksi dan lokasi.
e. Memeriksa dan menyiapkan laporan situs, desain dan gambar.
f. Menjaga prosedur kontrol kualitas
g. Menemukan cara untuk mencegah terjadinya masalah dan memecahkan masalah yang muncul
h. Menilai dan meminimalkan risiko.
i. Menulis laporan dan membuat dokumen.
j. Membantu menegosiasikan kontrak dan mengamankan izin dan lisensi.
3. Hse (Health, Safety, and Environment)
Hse bertanggung jawab atas kesehatan, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan di tempat kerja. Dalam suatu proyek pasti ada hal yang bila tidak diatur dengan benar akan dapat membahayakan para tenaga kerja, disinilah tugas petugas Hse untuk memastikan bahwa hal tersebut tidak terjadi.
4. Site Engineer
Site Engineer adalah seorang profesional yang berperan penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, baik dari segi kualitas, waktu, maupun anggaran.
Seorang site engineer bertugas untuk mengawasi dan mengelola pekerjaan teknik harian pada berbagai tahap operasional di lokasi konstruksi. Tugas seorang site engineer adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan dan menyiapkan gambar teknik dan tata letak konstruksi.
b. Meninjau jadwal kerja dan mendelegasikan tugas kerja.
c. Mengatur bahan konstruksi dan menegosiasikan kontrak vendor.
d. Melakukan inspeksi awal di lokasi konstruksi potensial.
e. Mengumpulkan data dan menulis laporan lokasi dan dokumentasi kerja lain
32 yang diperlukan.
f. Menentukan kelayakan proyek dan memberikan persetujuan.
g. Mengembangkan perkiraan anggaran proyek konstruksi.
h. Memberikan saran teknis dan mendiagnosis dan menyelesaikan kesulitan teknis.
i. Memastikan kepatuhan terhadap peraturan kesehatan, keselamatan dan hukum.
j. Berkolaborasi dengan klien, kru konstruksi, subkontraktor dan profesional lainnya.
k. Melakukan penjaminan mutu dan memberikan umpan balik.
5. Pelaksana
Pelaksana adalah orang yang memiliki tanggung jawab mengenai masalah teknis dalam pelaksanaan dan koordinasi tenaga kerja dalam pekerjaan proyek.
Adapun tugas dan tanggung jawab pelaksana adalah sebagai berikut.
a. Mengatur dan merencanakan pekerjaan yang harus dilakukan dalam pekerjaan harian maupun mingguan demi mencapai target perencanaan.
b. Menyiapkan laporan harian dan mingguan yang nantinya akan dilaporkan oleh project manager kepada pihak pemilik.
6. Surveyor
Surveyor disebut juga sebagai uitzet mempunyai bermacam tugas dalam pembangunan proyek gedung. Secara umum pekerjaan surveyor berhubungan dengan pengukuran bangunan.
7. Drafter
Drafter adalah seseorang yang membuat rancangan gambar 3 dimensi atau 3D dari sebuah konsep. Drafter bertugas membuat gambar dan perencanaan suatu proyek konstruksi yang aman dan kokoh. Drafter membuat skema untuk dicetak, dilihat, atau diprogram langsung ke dalam sistem Pemodelan Informasi Bangunan dan sistem Manajemen Data Produk. Skema ini membuat model digital mesin atau bangunan.
33 8. Logistik
Logistik bertugas untuk mengatur masuk dan keluarnya material dalam lingkup pekerjaan proyek, pemesanan material, serta mengurus ketersediaan peralatan untuk menunjang kelancaran kegiatan proyek. Pada proyek peningkatan jalan ini, bagian logistik dikendalikan oleh 2 orang yang masing-masing membagi tugas untuk mengawasi langsung pelaksanaan di lapangan dan untuk mobilisasi ke penyedia langsung. Tugas dari bagian logistik antara lain sebagai berikut.
a. Mengurus perencanaan pembelian dan penyedian material dan peralatan yag digunakan dalam pekerjaan proyek.
b. Melakukan pembelian material serta peralatan sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak dengan pemilik proyek.
9. Administrasi
Administrasi proyek adalah seseorang yang memonitoring dan melakukan dokumen kontrol proyek. Melakukan proses data entry dan dokumentasi progres proyek serta pengarsipan data. Mengontrol inventory dan check biaya oprasional dan reimbursement. Membuat Laporan harian/mingguan/bulanan dan merapikan dokumen.