PROBLEM SOSIAL BUDAYA PENDIDIKAN
C. Alternatif Solusi Masalah Pendidikan
Tidak bisa dipungkiri, kondisi pandemic ini juga memiliki dampak positif. Pertama; dampak positif dapat dimaknai dari kondisi praktisi pendidikan melaksanakan kegiatan akademik dengan bekerja dari rumah work from home (. WFH). Hal ini membuat setiap individu yang melakukan aktivitasnya menjadi lebih mandiri dalam memaksimalkan pemanfaatan informasi dan teknologi (IT) Sebelumnya. Tidak semua individu memiliki kebiasaan bekerja berbasis IT, namun kondisi ini membuat mereka bisa lebih terbiasa dan terampil menyelesaikan pekerjaan dengan IT. Betapa tidak, praktisi pendidikan dibenturkan pada kondisi yang memaksa dan mengharuskan mereka menjadi mahir secara instan. Beberapa pengakuan legal praktisi tersebut menunjukkan moment social distancing ini membuahkan hasil peningkatan kreativitas dan kompetensi dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
Tenaga pendidik dari semua jenjang usia bisa melebur diri untuk mengenal kemudahan dalam mengajar berbasis IT. Tenaga kependidikan menuntaskan dan merapikan urusan administrasi dengan bantuan IT. Para peserta didik yang pada umumnya adalah generasi milenial semakin bersemangat dengan kemahiran mereka menyelesaikan
kegiatan dan tugas belajar berbasis IT. Hikmah ini menjadi langkah tidak terencana dan di luar dugaan sebagai upaya pengembangan keterampilan dan pengetahuan setiap unsur praktisi pendidikan relevan dengan zaman.
Mahasiswa sebagai komunitas belajar yang jauh lebih mandiri mengekspresikan pendapat, sikap dan perilaku mereka lebih produktif. Mereka menjalani aktivitas akademik dengan menunjukkan keragaman adaptasi sesuai beberapa faktor yang mempengaruhi ruang belajar dan pembelajaran yang dijalani. Rangkaian perkuliahan dimediasi melalui berbagai aplikasi berbasis digital, kompetensi mahasiswa secara otomatis mengalami peningkatan dalam kompetensi IT yang lebih mapan karena tuntutan rangkaian aktivitas yang didominasi dengan media digital. Bahkan keterampilan dalam memproduksi dan mentransfer pengetahuan yang dimiliki dalam bentuk karya ilmiah berbasis digital. Bentuk karya tersebut sangat beragam, di antaranya berupa; video pembelajaran berbasis keprodian yang dipublikasikan pada media sosial dengan akun pribadi maupun akun kolektif (komunitas belajar).
Gambaran lain menunjukkan bahwa mereka dapat tetap produktif dalam karya tertulis (artikel-sripsi-tesis) meskipun pembimbingan dalam bentuk konsultasi online dengan memanfaatkan berbagai macam media elektronik dan jalur akses komunikasi yang representatif pada masa pandemi.
Pada masa 4 (empat) bulan pertama (Februari-Mei 2020) menjadi masa adaptasi yang terkontaminasi dengan kondisi kesiapan mental dan fisik setiap orang tua yang harus mengisi kegiatan belajar dan pembelajaran dalam keterbatasan. Meskipun kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut telah dibantu dengan adanya kebijakan pemerintah melalui tayangan pembelajaran di media televisi yang dikemas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan agar lebih menarik dan memudahkan proses pendampingan siswa (Pra sekolah hingga sekolah menengah) oleh orang tua di rumah masing-masing.
Para tenaga pendidik (guru-dosen) memiliki ruang komunikasi yang juga dimanfaatkan untuk mengekspresikan dan mendeskripsikan kesiapan mereka dalam mengawal
program dan sistem penyelenggaraan pendidikan tetap berlangsung pada seluruh jenjang. Komitmen mengajar ditunjukkan dengan aktivitas berbasis digital, mereka melakukan pembelajaran dengan tetap melakukan persiapan, melaksanakan pembelajaran dan menyelesaikan evaluasi sesuai kondisi pandemi. Komentar terkait kendala interaksi antara tenaga pengajar dan peserta didik mendominasi kolom obrolan dan diselesaikan dengan mengakomodir saran dan kritik tanpa banyak membebani setiap unsur sehingga tetap dapat tercipta kondisi belajar.
Aplikasi pembelajaran digital menjadi ruang belajar baru bagi para tenaga pengajar yang menjadikan mereka lebih maksimal menguasai gaya komunikasi dan interaksi berbasis media. Pengakuan mereka juga dipublikasikan melalui media sosial terkait kerinduan ingin bertemu langsung dengan para peserta didik di ruang pembelajaran.
Para tenaga pengajar tetap dalam koridor pencapaian pembelajaran berbasis tiga ranah pendidikan; yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik, kerapkali para peserta didik dibekali dengan penugasan yang mengasah produktivitas mereka untuk tetap berkarya di masa yang berbatas ini.
Respon dan tanggapan beberapa unsur ini mengindikasikan bahwa perubahan itu adalah keniscayaan, setiap individu harus dapat menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan. Perubahan sistem pembelajaran di masa pandemi ini adalah wujud transformasi tidak terduga dan selanjutnya akan mewarnai perkembangan dinamika pembelajaran pada seluruh jenjang di masa mendatang saat badai Covid 19 telah berlalu. Pada akhirnya, setiap individu akan terbiasa dengan kondisi ini dan bahkan menjadikan momentum pandemi sebagai titik permulaan untuk membudayakan kebiasaan baru dan bernilai positif dalam dunia pendidikan. khususnya dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Bentuk pendidikan di lingkungan keluarga lebih bermakna dari kondisi bermakna sebelumnya karena setiap anggota inti keluarga dapat memediasi kebutuhan belajar dan interaksi personal, intrapersonal dan interpersonal lebih terwujud dalam suasana pendidikan keluarga.
Kondisi pembelajaran pada masa pandemi harus dapat dimanfaatkan dengan perubahan pola pikir, pola belajar, dan pola inteksi ilmiah yang lebih bermakna sehingga kekakuan dalam menyikapi masa Covid 19 dapat dimaksimalkan dengan produktivitas yang mencirikan kebermaknaan.
Perasaan phobia diminimalisir dengan optimis bahwa seluruh aktivitas tetap berlangsung dengan protokol kesehatan tatanan baru (new normal), khususnya dalam segmen penyelenggaraan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah hingga pendidikan tinggi.
Setiap individu harus tanggap terhadap keterbatasan di masa pandemi untuk tetap produktif dalam bidangnya dan memaknai kondisi pandemi ini sebagai bagian dari perubahan yang tetap harus mengedepankan sikap dan prilaku representatif pada tatanan baru untuk menciptakan ruang belajar bervariasi (Tantangan Pendidikan di Masa Pandemi, Semua Orang Harus Jadi Guru | Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, n.d.).
Inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan perangkat sederhana untuk media pembelajaran oleh guru seperti memanfatakan TV. Dengan dikoneksikan ke Handphone atau laptop agar anak-anak yang memiliki kendala ketidakmampuan memiliki gawai bisa melakukan belajar secara berkelompok dan dengan protokol kesehatan di bawah bimbingan guru.
Dari segi manfaat, dilakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah menjejakkan proses pendidikan di tanah air ke arah digitalisasi. Namun di sisi lain, hal itu juga menimbulkan hambatan. Bagi daerah yang mengalami kendala akses internet dan ketiadaan gawai karena rendahnya tingkat ekonomi masyarakat PJJ cukup sulit untuk dilakukan. Selain itu, proses belajar mengajar yang membutuhkan praktek secara langsung juga mengalami kendala.
Penutup
Kunci keberhasilan masa depan Indonesia adalah pendidikan dalam rangka mengembangkan sumber daya
manusia untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih makmur. Dalam mewujudkan kemakmuran, pemerintah Indonesia membutuhkan sistem pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan modal manusia dan mencapai tujuan ekonomi dan pembangunannya. Mari kita perbaiki strategi antara dunia pendidikan dan dunia lapangan kerja.
Reformasi pendidikan menjadi tanggung jawab kita sebagai generasi muda penerus bangsa. Bersama memperbaiki semua aspek baik dari sistem rekrutmen tenaga pendidik, hingga komponen lain yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Tugas untuk mencerdaskan dan membuat bangsa ini menjadi berkarakter bukan hanya tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tapi tugas kita semua apalagi di masa pandemi Covid-19.
Di balik kesedihan seluruh belahan dunia ini, kita harus mampu mengambil hikmah dari pandemi ini. Wabah Covid 19 ini mungkin saja datang sebagai ujian untuk kita semua, apakah kita mampu mencerdaskan kehidupan bangsa walau dalam kondisi seperti ini.
Lebih setahun Negara-negara yang ada di dunia ini, termasuk Indonesia, dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada dunia kesehatan, sosial, dan ekonomi, tapi juga pendidikan. Selama pandemi, pendidikan, lebih banyak menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR). Namun demikian, kita harus belajar dari Covid-19 saat ini. Kita belajar mencari solusi atas keterbatasan dan kesulitan yang ada. Di sinilah kreativitas dan inovasi merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Tantangan saat ini adalah transformasi digital dalam pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan, baik masih ada Pandemi Covid-19 atau tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Imelda, W. (n.d.). Dinamika Pembelajaran “Daring” pada Masa Pandemi Covid 2019 | Website IAIN Kendari.
Website IAIN Kendari. Retrieved September 17, 2021, from
http://iainkendari.ac.id/content/detail/dinamika_pembel ajaran_daring_pada_masa_pandemi_covid
Kondisi Pendidikan di Indonesia Selama Pandemi Covid-19- Edutainer Nusantara. (n.d.). Retrieved September 17, 2021, from https://enfindonesia.id/2021/02/09/kondisi- pendidikan-di-indonesia-selama-pandemi/
OPINI: Pandemi Covid 19 dan Dilema Pendidikan Anak | IAIN PAREPARE. (n.d.). Retrieved September 17, 2021, from https://www.iainpare.ac.id/opini-pandemi-covid-19- dan-dilema-pendidikan-anak/
Sumantri, M. S., & Pd, M. (n.d.). Hakikat Manusia dan Pendidikan.
Tantangan Pendidikan di Masa Pandemi, Semua Orang Harus Jadi Guru | Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (n.d.).
Retrieved September 17, 2021, from
https://www.kemenkopmk.go.id/tantangan-pendidikan- di-masa-pandemi-semua-orang-harus-jadi-guru
The Indonesian Human Capital Index in 2020 Improves from 2018. (n.d.). Retrieved September 20, 2021, from https://www.kemenkeu.go.id/en/publications/news/the- indonesian-human-capital-index-in-2020-improves-from- 2018/
World Bank. (2020). Janji Pendidikan di Indonesia. The World Bank.
Imelda, W. (n.d.). Dinamika Pembelajaran “Daring” pada Masa Pandemi Covid 2019 | Website IAIN Kendari.
Retrieved September 17, 2021, from
http://iainkendari.ac.id/content/detail/dinamika_pembel ajaran_daring_pada_masa_pandemi_covid
Profil Penulis
Santi Susanti S.Pd., M.Ak., CMA. Dosen prodi pendidikan ekonomi konsentrasi pendidikan akuntansi. Setelah menyelesaikan program pendidikan magister di bidang Akuntansi Universitas Indonesia pada tahun
2003, Santi Susanti bergabung menjadi staf pengajar di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2005, yang juga merupakan almamaternya pada pendidikan Akuntansi S1 yang lulus di tahun 2000.
Pernah menjadi Ketua Konsentrasi Pendidikan Akuntansi dari tahun 2009-2014, dan menjadi sekretaris program studi pendidikan ekonomi di tahun 2015-2017, selain aktif menjadi pengajar dalam mata kuliah akuntansi, perpajakan dan strategi Belajar Mengajar.
Penulis juga pernah menerbitkan buku media pembelajaran, akuntansi koperasi, teori akuntansi, dan aktif dalam melakukan penelitian, publikasai jurnal serta seminar di tingkat nasional dan internasional.
BAB 7
PROBLEM SOSIAL BUDAYA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN
Abdul Nadjib A. Kondisi Kemiskinan di Indonesia
Survei sosial ekonomi nasional secara berkala dilakukan oleh BPS atau Badan Pusat Statistik. Survei yang dilakukan bisa untuk mengukur data kemiskinan yang ada di Indonesia. BPS menggunakan metode basic needs approach dalam mendata kemiskinan. Metode ini melihat kemiskinan dari ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar tersebut bisa berupa makanan atau bukan makanan. Garis kemiskinan menjadi patokan untuk melihat batasan seseorang termasuk miskin atau tidak. Penduduk miskin sendiri punya rata-rata pengeluaran yang berada di bawah garis kemiskinan.
Secara umum jumlah penduduk miskin di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahun. Pada periode tahun 1999-2020 perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan. Tapi ada beberapa kali juga mengalami peningkatan yaitu pada bulan Maret 2006, September 2013, Maret 2015, dan Maret 2020.
Menurut data BPS, pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia yaitu 26,42 juta.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari setahun sebelumnya sebanyak 1,28 juta orang. Faktor yang mempengaruhi peningkatan tersebut yaitu pandemi Covid- 19 (Badan Pusat Statistik, 2020).
Selain faktor pandemi, ada banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Indonesia.
Ciri karakteristik kemiskinan di Indonesia sendiri salah satunya yaitu tingginya jarak antara kondisi ekonomi penduduk di perkotaan dan perdesaan. Masalah sosial dan budaya yang berbeda juga menjadi faktor yang saling mempengaruhi terhadap kondisi perekonomian masyarakat.