• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pentingnya Literasi Ekonomi dalam Masyarakat Konsumen

PROBLEMA SOSIAL BUDAYA MEDIA DIGITAL

C. Pentingnya Literasi Ekonomi dalam Masyarakat Konsumen

usia bahkan pekerjaan. Masyarakat saat ini lebih memilih berbelanja menggunakan media sosial karena hanya dengan mengklik kemudian transfer maka barang yang dipesan akan datang sendiri ke rumah.

Adanya media sosial mendorong seseorang berperilaku konsumtif, berawal dari melihat profil atau snapgram yang diunggah oleh teman di sosial media dapat membuat rasa iri dan keinginan untuk mengejar kepuasaan dalam diri orang tersebut. Media sosial menjadi ajang pamer bagi kebanyakan orang.

C. Pentingnya Literasi Ekonomi dalam Masyarakat

mengkonsumsi barang dan jasa sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan. Perbedaan jenis kebutuhan antara kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier cenderung tidak berbatas dan kabur. Perilaku konsumtif adalah kegiatan konsumsi yang dilakukan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan.

Masyarakat yang hidup di era teknologi informasi dan komunikasi menjadikan media sosial sebagai media penting untuk berbagai keperluan. Saat ini masyarakat memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi internet.

Masyarakat saat ini menggunakan media sosial untuk komunikasi, sosialisasi, dan pencarian informasi keuangan, dan berbelanja.

Perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini mendorong kemudahan akses bagi masyarakat untuk bergerak, termasuk membeli suatu barang melalui prosedur online. Jika orang tidak dapat mengontrol cara mereka membeli sesuatu, hal itu memicu sikap negatif yang disebut konsumerisme. Dalam kebanyakan kasus, masyarakat saat ini sulit untuk mengontrol keinginan mereka dalam membeli sesuatu melalui pasar online. Sejumlah motif mempengaruhi keputusan individu untuk membeli dan mengkonsumsi.

Motif tersebut berasal dari faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Modernitas, literasi ekonomi, dan lingkungan sosial termasuk dalam komponen keempat faktor yang memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian individu. Sikap modernitas yang berkembang saat ini di era globalisasi, literasi ekonomi yang diperoleh dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial, dalam hal ini teman sebaya, dianggap mempengaruhi perilaku konsumsi.

Modernitas adalah cara berpikir yang didukung oleh kebanyakan orang saat ini. Pada prinsipnya, modernitas merupakan pengertian positif yang menandakan penyesuaian praktis kehidupan sosial. Modernitas tidak hanya mengacu pada suatu masa tetapi juga mengacu pada sikap kesadaran terhadap perubahan yang terjadi. Terdapat seperangkat konsepsi yang melekat pada diri individu yang

digambarkan sebagai manusia modern, antara lain (1) keterbukaan terhadap pengalaman baru, baik dengan orang baru maupun cara berpikir baru; (2) penegasan peningkatan independensi dari otoritas tindakan tradisional; (3) keyakinan akan khasiat ilmu pengetahuan; (4) ambisi untuk mencapai tujuan yang lebih besar (gelar pendidikan atau jabatan profesional); (5) ketepatan waktu dan aspirasi untuk merencanakan segala aspek kehidupan; (6) minat yang kuat untuk terlibat dalam urusan kemasyarakatan dan politik lokal; dan (7) memiliki kepedulian yang kuat untuk mengikuti berita.

Gambar.1 Literasi Keuangan dan Perilaku Konsumsi Pengetahuan ekonomi atau yang biasa dikenal dengan literasi ekonomi merupakan salah satu pengetahuan penting yang dapat diperoleh dari proses belajar dan pengalaman.

Literasi ekonomi dapat diartikan sebagai pengetahuan seseorang yang berkaitan dengan ekonomi. Ekonomi adalah studi tentang bagaimana individu dan masyarakat membuat pilihan tentang penggunaan sumber daya langka yang telah disediakan oleh alam dan generasi sebelumnya.

Ilmu ekonomi merupakan salah satu cabang ilmu yang perlu dipelajari karena ilmu ekonomi adalah ilmu membuat pilihan yang tepat untuk mencapai kepuasan. Untuk itu, ekonomi hadir sebagai dasar pengetahuan dalam membuat

pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Mempelajari ilmu ekonomi itu penting. Manfaat mempelajari ilmu ekonomi antara lain: (1) mendorong individu untuk mengembangkan cara berpikir yang berkaitan dengan pengambilan keputusan; (2) memungkinkan individu untuk memahami situasi masyarakat; (3) memungkinkan individu untuk memahami isu-isu global; dan (4) mendorong individu untuk berperan sebagai pemilih yang kompeten.

Lingkungan sosial diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang hidup, berinteraksi, dan bersosialisasi.

Oleh karena itu, interaksi sosial individu mempengaruhi individu, lingkungan, atau bahkan lingkungan yang berkontribusi terhadap perilaku individu. Teori antropologi memandang bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh lingkungan sosial dalam konteks yang lebih luas. Perilaku konsumsi oleh konsumen tidak tahan terhadap pengaruh lingkungan.

Saat ini di era sosial media, aktivitas berbelanja tidak lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan seseorang, namun faktanya berbelanja telah mengalami pergeseran fungsi yang sebenarnya. Konsumsi dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memenuhi gaya hidup, yang dapat menunjukkan status sosial di lingkungan masyarakat. Ketika suatu kebutuhan terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan lain. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah dari sisi ekonomi seseorang. Seseorang lebih mementingkan pemenuhan keinginannya daripada pemenuhan kebutuhannya. Ketika mereka memenuhi kebutuhan yang tidak perlu, dapat dikatakan mereka memiliki perilaku konsumtif.

Literasi ekonomi erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan. Semakin baik seseorang dapat mengelola keuangannya, maka semakin tinggi pula tingkat literasi keuangannya. Literasi keuangan adalah pengetahuan untuk merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik yang terus dihayati baik secara sadar maupun tidak sadar.

Literasi keuangan seharusnya menjadi kebutuhan dasar

seseorang dalam mengelola keuangannya. Literasi keuangan saat ini merupakan solusi alternatif yang dapat mencegah perilaku konsumtif masyarakat di tengah serbuan pemasaran lewat sosial media.

Daftar Pustaka

Blythe, J. (2008). Consumer Behaviour. Thomson Le ed.

London.

Cook, N. (2017). Enterprise 2.0: How social software will change the future of work. Enterprise 2.0: How Social Software Will Change the Future of Work. Routledge.

Durmaz, Y., Çelik, M. & Oruç. (2011). The impact of cultural factors on the consumer buying behaviors examined through an empirical study. International Journal of Business and Social Science, 2(5), 114. Dari http://ijbssnet.com/journals/Vol._2_No._5_[Special_Issue_

-_March_2011]/13.pdf.

Fischer, E. & Reuber, A.R. (2011). Social interaction via new social media:(How) can interactions on Twitter affect effectual thinking and behavior? Journal of business

venturing, 26(1), 1–18. Dari

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0883 902610000856.

Kaplan, A.. & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media.

Business horizons, 53(1), 59–68. Dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0007 681309001232.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2010). Principles of marketing.

New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Quercia, D., Kosinski, M., Stillwell, D. & Crowcroft, J. (2011).

Our twitter profiles, our selves: Predicting personality with twitter. In 2011 IEEE third international conference on privacy, security, risk and trust and 2011 IEEE third international conference on social

computing, 180–185. Dari

https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/6113111/.

Rogers, E.M. (2010). Diffusion of innovations. New York : Simon and Schuster.

Solomon, M. (2010). Consumer Behaviour. Prentice H ed.

Harlow, England.

Soriano, J., Lizcano, D., Cañas, M.A., Reyes, M. & Hierro, J.J.

(2007). Fostering innovation in a mashup-oriented enterprise 2.0 collaboration environment. UK, sai: sisn, 24(2007), 62–68.

Tapscott, D. & Williams, A.D. (2008). Wikinomics: How mass collaboration changes everything. Amerika: Penguin.

Trusov, M., Bucklin, R.E. & Pauwels, K. (2009). Effects of word-of-mouth versus traditional marketing: Findings from an internet social networking site. Journal of Marketing, 73(5), 90–102.

De Valck, K., Van Bruggen, G.H. & Wierenga, B. (2009).

Virtual communities: A marketing perspective. Decision support systems, 47(3), 185–203. Dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0167 92360900058X.

Vries, L. De., Gensler, S. & Leeflang, P. (2012). Popularity of brand posts on brand fan pages: An investigation of the effects of social media marketing. Journal of interactive

marketing, 26(2), 83–91. Dari

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1094 996812000060.

Wang, X., Yu, C. & Wei, Y. (2012). Social media peer communication and impacts on purchase intentions: A consumer socialization framework. Journal of interactive

marketing, 26(4), 198–208. Dari

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1094 996812000072.

Weinberg, B.D. & Pehlivan, E. (2011). Social spending:

Managing the social media mix. Business horizons,

54(3), 275–282. Dari

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0007 681311000255.

Profil Penulis.

Dr. Muhammad Hasan, S.Pd., M.Pd. Lahir di Ujung Pandang, 6 September 1985.

Merupakan dosen tetap dan peneliti di Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. Memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia (2007), gelar magister Pendidikan Ekonomi dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia (2009), dan gelar Dr. (Doktor) dalam bidang Pendidikan Ekonomi dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia (2020). Tahun 2020 hingga tahun 2024 menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Makassar. Sebagai peneliti yang produktif, telah menghasilkan lebih dari 100 artikel penelitian, yang terbit pada jurnal dan prosiding, baik yang berskala nasional mapun internasional. Ia juga seorang dosen yang telah menghasilkan puluhan karya, berupa buku ajar, buku referensi, buku monograf, serta memiliki puluhan hak kekayaan intelektual (Haki).

Muhammad Hasan merupakan editor maupun reviewer pada puluhan jurnal, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional. Minat kajian utama risetnya adalah bidang Pendidikan Ekonomi, Literasi Ekonomi, Pendidikan Informal, Transfer Pengetahuan, Bisnis dan Kewirausahaan. Berhasil menyelesaikan Disertasi tentang Literasi dan Perilaku Ekonomi, yang mengkaji transfer pengetahuan dalam perspektif pendidikan ekonomi informal yang terjadi pada rumah tangga keluarga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

BAB 11

PROBLEMATIKA SOSIAL BUDAYA