BAB III TINJAUAN KASUS
3.2 Analisa Data
Umur : 45
Tabel 3.4 Analisa Data
DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH
1)DS :Pasien mengatakan nyeri kepala sebelah kanan
2) P = nyeri bertambah saat melakukan aktivitas
3) Q = Nyeri terasa seperti ditusuk- tusuk/cekot-cekot 4) R = kepala sebelah
kanan
5) S = klien mengatakan skala Nyeri 4
6) T = Nyeri yang
dirasakan hilang timbul DO : pasien Nampak memegangi kepala
Mata tampak TTV :sayu
TD : 150/90 mmHg N : 80 x/mnt
Faktor Predisposisi Hipertensi Kerusakan Vaskuler
Pembuluh Darah Penyumbatan pembuluh
darah Vasokonstriksi Gangguan sirkulasi otak
Resistensi darah meningkat Nyeri Kepala Agen pencedera fisiologis
Nyeri Akut
DS :1) Keluarga klien mengatakan kurang
memahami cara
merawat.
2) Keluarga klien mengatakan kesulitan menjalankan
perawatan yang diterapkan
3) Keluarga klien kurang memahami
cara mengenal
masalah Tn “I” yang khawatir tensinya akan bertambah tinggi
Pasien tidak mengetahui bagaimana mengontrol tekanan darahnya yang
tinggi
Keluarga tidak mampu memberikan dukungan kepada pasien terkait manajemen kesehatan
Pasien tidak mampu memutuskan manajemen
kesehatanya
Koflik pengambilan keputusam
Manajemen Kesehatan Keluarga tidak efektif
1) KeluargaDO : klien
tampak kurang
memahami penyakit yang diderita Tn.I 2) Keluarga klien tampak
tidak tepat dalam mengatasi masalah kesehatan tersebut.
3.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO TANGGAL DIAGNOSA TANGGAL
TERAPI TT
1. 27 Februari 2021 Nyeri akut berhubungan dengan
agens cidera biologis 28 Februari 2021 2. 27 Februari 2021 Manajemen kesehatan keluarga
tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
28 Februari 2021
3.4 Skoring
Tabel 3.3 Nyeri Akut
NO Kriteria Score Bobot Nilai Pembenaran
1. Sifat masalah a) Aktual b) Resiko c) Potensial
32
1 1 3/3x1=1
Tn. I Merasakan nyeri dikepala sebelah kanan masih dalam masa pengobatan
2. Kemungkinan keadaan masalah dapat diubah :
a) Mudah b) Sebagian c) Tidak dapat
21
0 2 1/2x2=1
Keluarga Pasien sangat mengiginkan Tn.I sembuh dari penyakitnya
3. Potensial masalah untuk dicegah:
a) Tinggi b) Cukup c) Rendah
32
1 1 2/3x1=0.6
Potensial masalah untuk dicegah tinggi, dengan memodifikasi gaya hidup, penerapan perilaku gaya hidup bersih dan mematuhi pengobatan
4. Menonjolnya masalah:
a) Segera b) Tidak perlu
segera c) Tidak
dirasakan
21 0
1 1/2x=0.5
Keluarga menyadari dengan mematuhi diet yang dianjurkan dapat menyembuhkan rasa nyerinya
Skor 31
b). Skoring prioritas masalah Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif Tabel 3.3 Skoring prioritas masalah Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
NO Kriteria Score Bobot Nilai Pembenaran
1. Sifat masalah
a) Aktual 3
2 1 3/3x1=1
Tn. I Rasa takut menyebabkan peningkatan TD yang dapat memperburuk keadaan
b) Resiko
c) Potensial 1
2. Kemungkinan keadaan masalah dapat diubah :
a) Mudah b) Sebagian c) Tidak dapat
21
0 2 1/2x2=1
Pemberian penjelasan yang tepat dapat membantu menurunkan rasa takut
3. Potensial masalah untuk dicegah:
a) Tinggi b) Cukup c) Rendah
32
1 1 2/3x1=0.6
Penjelasan dapat membantu mengurangi rasa takut
4. Menonjolnya masalah:
a) Segera
b) Tidak perlu segera c) Tidak
dirasakan
21 0
1 1/2x=0.5
Keluarga menyadari dengan mematuhi diet yang dianjurkan dapat
Skor 31
NO. Diagnosa SLKI SIKI 1. Nyeri akut berhubungan
dengan agens cidera biologis
Setelah dilakukan oerawatan 4 jam diharapkan nyeri berkurang
Kruteria Hasil:
Luaran utama 4) Tingkat nyeri
(a) Ekspresi wajah dari grimace menjadi tidak grimace
(b) Pola istirahat dari terganggu menjadi tidak terganggu
(c) Skala nyeri dari skala 4 turun menjadi 2 Luaran tambahan :
1) Verbalisasi
Menjaga pola tidur
2) Perilaku mengikuti program perawatan dan pengobatan dari memburuk menjadi membaik
3) Perilaku menjalankan anjuran dari memburuk menjadi membaik
Intervensi Utama Manajemen Nyeri
a) Identitas lokasi, karakterisik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas yeri b) Identitas skala nyeri
c) Monitor efek samping pengguna analgetik
Terapeutik
b) Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis, terapi music, terapi pijat, aroma terapi, kompres air hangat/dingin, terapi bermain )
Edukasi
c) Jelaskan penyebab. Periode, dan pemicu nyeri
d) Jelaskan strategi merendahkan nyeri e) Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
f) Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
ketidakmampuan
Kriteria Hasil Luaran Utama : Manajemen kesehatan keluarga Luaran Tambahan :
1) Ketahanan keluarga 2) Perilaku kesehatan
3) Status kesehatan keluarga 4) Tingkat pengetahuan
1) Promosi perilaku upaya kesehatan Observasi identifikasi perilaku kesehatan yang dapat ditingkatkanp
2) Terapeutik
Berikan lingkungan yang mendukung 3) Edukasi
Anjurkan makan secara teratur dan
menghindari makanan yang dapat memicu hipertensi kambuh
Intervensi Pendukung :
a) Dukungan pengambilan keputusan b) Dukungan tanggung jawab pada diri sendiri dan keluarga
c) Konseling
e) Edukasi kesehatan
NO. DIAGNOSA HARI/TANGGAL Jam IMPLEMENTASI
1. Nyeri akut
berhubungan dengan agens cidera biologis
Sabtu/ 27 Februari 2021 08.00 1) Membina hubungan saling percaya antara klien, keluarga, dan perawat
a. Menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan perawat kepada pasien dan keluarga
2) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif.
P : Nyeri kepala
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk R : Dikepala sebelah kanan S : Skala 4
T : Saat beraktivitas berat
3) Memberikan posisi yang nyaman dan relaksasi nafas dalam
4) Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik dan terapi anti hipertensi
5) Melakukan terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri ( mis. kompres air
Nadi : 80 x/menit
R : Dikepala sebelah kanan S : Skala 4
T : Saat beraktivitas berat
2) Anjurkan minum obat dengan tepat dan teratur (Captopril lisnopril atenolol )
Mengukur TTV TTD : 160/90 mmhg Nadi : 80 x/menit
3) Memonitor efek samping analgesic 2. Manajemen
kesehatan keluarga tidak efektif
berhubungan dengan ketidakmampuan
Sabtu/ 27 Februari 2021 08.00 1) Memberikan penyuluhan pada keluarga tentang penyakit Hipertensi
2) Melatih dan mengajarkan senam hipertensi 3) Menganjurkan pada keluarga memeriksa Tn secara teratur setiap minggu dan minum obat secara teratur
4) Memberikan penjelasan diet rendah natrium, diet rendah garam.
NO. Diagnosa Hari/Tanggal Jam Catatan Perkembangan 1. Nyeri akut berhubungan
dengan peningkatan vascular cerebral
Sabtu/27 Februari 2021
Minggu/28 Februari 2021
08.00
15.30
S : Pasien mengatakan nyeri kepala (pusing) sebelah kanan
P : Nyeri bertambah jika melakukan aktivitas Q : Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk
R : Kepala sebelah kanan S : skala 4
T : hilang timbul
O : klien tampak masih memegang kepalanya TTVTD : 160/90 mmHg
N : 80 x/mnt
A : tujuan teratasi sebagian P : lanjut intervensi
1. Mengkaji skala nyeri
2. Anjurkan minum obat secara teratur dan tepat
S : P : Pasien mengatakan nyeri mulai berkurang dank lien dapat bergerak beraktivitas secara bertahap
Q : Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk R : Kepala sebelah kanan
O : -
TTVTD : 150/90 mmHg N : 80 x/mnt
A : masalah teratasi sebagian P : intervensi dihentikan
ketidakmampuan keluarga merawat dalam mengenal masalah anggota keluarga dengan hipertensi
tidur dan kontrol secara teratur
O :K/U : Baik TTV :
TD : 150/80 mmHg N : 80 x/mnt
Keluarga dapat mengungkapkan kembali cara merawat keluarga hipertensi dengan memperhatikan diet, pola tidur dan kontrol teratur
Makanan yang disajikan untuk Tn. I sama dengan anggota keluarga yang lainA : masalah teratasi sebagian P : Intervensi dihentikan
75
Metode penelitian adalah suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Nursalam, 2014). Pada bab ini dapat disajikan design penelitian, batasan istilah, partisipan, lokasi dan waktu penelitian, pengumpulan data, uji keabsenan data, analisa data, dan etika penelitian.
4.1 Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan dimanatahap ini penulis berusaha mengkaji secara menyeluruh meliputi bi, psiko, social, kultural dan spiritual. Dalam melakukan pengkajian, data yang diperoleh berasal hasil wawancara, observasi langsung dan bekerjasama dengan keluarga pasien dan perawat ruangan (Doengoes dkk, 2006).
Pada pengkajian pemeriksaan fisik ini didapatkan data pada Tn. I mengeluh klien mengatakan nyeri kepala sebelah kanan, nyeri bertambah jika melakukan aktivitas, nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk, kepala sebelah kanan, skala nyeri 4, nyeri menetap dan terus menerus, sedangkan data objektif klien tampak memegangi kepalanya, wajah grimace, melalui pengkajian dalam kasus yang dialami Tn. I yang dialami adanya nyeri hilang timbul dalam skala 4 menjadi ke skala 2. Berdasarkan tinjuan teori yang dikemukakan oleh Smehzer (2010) manifestasi klinis hipertensi salah satunya adalah adanya keterlibatan serebrovaskuler seperti perubahan pada penglihatan, maupun pengecapan pusing,
kelemahan tidak ada kesenjangan dalam teori dan fakta, karena nyeri merupakan salah satu tanda keterlibatan serebrovaskluer
4.2 Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah proses menganalisis data subjektif dan objektif yang telah diperoleh pada tahap pengkajian untuk menegakkan diagnose keperawatan. Diagnose keperawatan melibatkan proses berpikir kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien, keluarga, rekam medic, dan pemberi pelayanan kesehatan yang lain (Nursalam, 2014). Berdasarkan data-data yang didapatkan dari proses pengkajian baik data subjektif/objektif terdapat data yang memungkinkan untuk diangkatnya suatu diagnose keperawatan sesuai diagnose keperawatan sesuai masalah-masalah yang terjadi.
Pada Tn. I diangkat diagnose keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan vaskuler serebral. Pada diagnose keperawatan nyeri akut terdapat batasan karakteristika yaitu perubahan selera makanan, perubahan TD, perubahan frekuensi jantung, perubahan frekuensi pernafasan, adanya laporan/ isyarat tentang nyeri, diaphoresis, perilaku distraksi. Sikap melindungi area nyeri, hambatan proses berpikir, penurunan interaksi dengan orang lain dan lingkungan, indikasi nyeri yang dapat diantisipasi, perubahan posisi untuk menghindari nyeri, sikap tubuh melindungi, melaporkan nyeri secara verbal, dilatasi pupil, gangguan tidur, menurut penulis, diagnose keperawatan nyeri akut diangkat pada pasien Tn.I karena mengatakan nyeri pada kepala, ekspresi wajah pada kedua klien tampak grimace, memegang area kepalanya. Pada keluarga Tn.I diangkat diagnose keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif yaitu Manajemen
kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat dalam mengenal masalah anggota keluarga dengan hipertensi. Pada diagnose keperawatan Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif yaitu Keluarga mengatakan sudah memahami tentang cara merawat keluarga dengan hipertensi dengan memperhatikan diet, pola tidur dan kontrol secara teratur, menurut penulis, diagnose keperawatan keperawatan Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif diangkat pada keluarga pasien Tn. I karena mengatakan tidak mampu dan tidak memahami tentang cara merawat keluarga.
4.3 Intervensi Keperawatan
Perencanaan asuhan keperawatan disesuaikan dengan masalah yang dialami oleh klien dan prioritas masalah sehingga kebutuhan klien dapat terpenuhi. Perencanaan yang tersusun pada tinjauan pustaka sebagian besar dapat diterapkan pada tinjauan kasus. Rencana asuahan keperawatan pada Tn.I diambil pada tinjauan pustaka yang berdasarkan teori asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut. Diagnose Nyeri Akut bina hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien dan keluarga pasien diruang intervensi.
Intervensi yang diberikan peneliti kepada pasien yaitu berikan saran untuk melakukan aktifitas seperti melihat televise,mendengarkan music agar pasien dapat mengalihkan rasa nyeri yang dialaminya. Menurut penulis alasan mengapa intervensi tersebut dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien sehingga pasien merasakan sedikit kenyamanan. Diruang intervensi berkolaborasi dalam pemberian terapi antihipertensi. Intervensi berkolaborasi dalam pemberian antihipertensi tidak rencana, menurut penulis intervensi tersebut perlu dicantumkan untuk menurunkan tekanan darah. Diagnose
Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, kaji Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif diruang intervensi. Menurut penulis alasan intervensi tersebut dilakukan agar perawat dapat mengetahui keluhan yang dirasakan keluarga pasien. Jelaskan penyebab ketidak mampuan. Intervensi dijelaskan penyebab ketidak mampuan merawat keluarga pasien merawat keluarga. Menurut penulis alasan intervensi agar perawat mengetahui penyebab ketidakmampuan keluarga pasien merawat keluarganya. Tindakan keperawatan adalah perilaku atau aktivitas spesifik yang dikerjakan oleh perawat untuk memngimplementasikan interversi
4.4 Implementasi Keperawatan
Perawatan (tim pokja SIKI DPP PPIN,2018). Implementasi proses keperawatan merupakan rangkaian aktivitas keperawatan dari hari ke hari yang harus dilakukan dan didokumentasikan dengan. Perawat melakukan pengawasan terhadap efektivitas interversi yang dilakukan,bersama pula dengan menilai perkembangan pasien terhadap percapaian tujuan atas hasil yang diharapkan.pada tahun ini, perawat harus melaksanakan tindakan keperawatan yang ada dalam rencana keperawatan dan langsung mencatatnya
dalam format tindakanya keperawanan
(Dinarti,aryani,R,Nurhaeni,H,Chairina,R,2013a). Implementasi keperawatan membutuhkan fleksibilititas dan kreativitas perawat.Sebelum melakukan suatu tindakan,perawatan harus mengetahui alasan mengapa tindakan tersebut dilakukan pesawat harus yakin bahwa tindakan tersebut dilakukan perawat harus yakin bahwa tindakan keperawatan yang dilakukan,sesuia dengan yang sudah direncanakan,dilakukan dengan cara yang tepat,aman,serta sesuai
dengan kondisi pasien,selalu dieveluasi apakah sudah efektif,dan selalu didomentasikan merurut urutan waktu (Deboran,2013).
4.5 Evaluasi Keperawatan
Evaluasi adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk mengukur pelaksanaan serta berdasarkan tujuan dan kriteria. Guna mengevaluasi, menilai kemampuan dalam memberikan asuhan keperawatan, menilai efektifitas dari asuhan keperawatan sebagai umpan balik untuk memperbaiki (Nursalam,2009). Pada tinjauan kasus pada waktu dilakukan evaluasi Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan vascular cerebral 4 jam karena yang tepat klien juga melakukan apa yang diajarkan oleh penulis untuk mengatasi nyeri dan berhasil dilakukan dan tujuan serta kriteria hasil tercapai
Pada akhir evaluasi semua tujuan dan kriteria hasil dicapai sebagian karena kerjasama yang baik antara keluarga klien dan hasil evaluasi pada Tn. I susah sesuai dengan harapan masalah teratasi sebagian.
80 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan “Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi dengan Masalah Nyeri Akut di Desa Tampung Dusun Tampung Tengah Kec. Lekok Kab. Pasuruan”diatas maka pasien dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut:
1) Pada pengkajian asuahan keperawatan yaitu penulis mengkaji keluhan utama, kekuatan otot, skala nyeri, riwayat penyakit, pemeriksaan tekanan darah, dan hasil pemeriksaan. Pengkajian pada pasien yakni Tn.I tanggal 28 Februari 2021 didapatkan subjektif yaitu klien mengarakan nyeri kepala sebelah kanan, nyeri bertambah jika melakukan aktivitas, nyeri terasa ditusuk-tusuk, kepala sebelah kanan, skala nyeri 6, nyeri menetap dan terus menerus.
2) Pada diagnose keperawatan yang muncul pada pasien yaitu nyeri akut berhubungan dengan peningkatan vaskuler serebral dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik
3) Intervensi yang diberikan peneliti kepada pasien yaitu berikan saranan untuk melakukan aktivitas seperti melihat televise, mendengarkan music agar pasien dapat mengalihkan rasa nyeri yang dialaminya
4) Implementasi yang dilaksanakan pada pasien hipertensi adalah teknik distraksi dan relaksasi serta pemberian obat anti hipertensi. Penulis
5) melaksankan tindakan sesuai dengan intervensi yang telah dilakukan pada rencana keperawatan selama 3 hari
6) Evaluasi keperawatan pada Tn.I dengan masalah nyeri akut dan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif sudah teratasi.
5.2 saran
5.2.1 Bagi Instilusi
Dapat digunakan sebagai refensi pengetahuan untuk memberikan pelayanan pada pasien hipertensi yang lebih dengan mengikuti perkembangan ilmu keperawatan terkini.
5.2.2 Bagi Ruamh Sakit
Diharapkan petugas kesehatan dimana sakit lebih meningkatkan komunikasi terapeutik kepada pasien dan melakukan penyuluhan tentang kesehatan khususnya tentang hipertensi,dalam melakukan perawatan dan terapi kepada pasien seperti yang ada pada SOP.
5.2.3 Bagi Anggota Profesi
Menambah pengetahuan dan sebagai bahan dalam asuhan keperawatan medical bedah dalam meningkatkan komikasi terapeutik dan melakukan pengubahan tentang kesehatan dan penalataksanaan.
5.2.4 Bagi Mahasiswa Keperawataan
Diharapkan mahasiswa dapat meeningkatkan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipetensi khususnya yang mengalami komplikasi.
5.2.5 Bagi Pasien
Diharapkan pasien melakukan tanpa bisa yang bisa melakukan resiko
dari penyakit hipertensi.
DAFTAR PUSTAKA
Andra&YessieMariza (2013) KeperawatanMedikalBedah 1 (Keperawatan Dewasa). Jakarta: NuhaMedika.
Andramoyo, Sulistyo (2013)Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media.
Almatsier Sunita (2010) Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta \: Gramedia Pustaka Utama
Indonesia, K. K. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018 Provinsi Jawa Timur . Jakarta: Puslitbang Kemenkes RI
Brunner&Suddart (2015). Keperawatan Medikal bedah. Jakarta: EGC Brun, dkk, (2015). AplikassiAsuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
Friedman, M. M., (2010). Familly Nursing: Theory and Assessment, Jakarta:
Appleton Century-Crofts
Harto Andry (2006)Terapi Gizi dan Diet Rumah sakit. Jakarta: EGC
Jhonson (2010). Teori keperawatan keluarga. Jakarta : Pustaka Kedokteran Kusuma H. (2015)
MuhlisinAbi (2012).Keperawatan Keluarga.Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Musttaqin Arif (2009) Asuhan Keperawatan Klien dengan gangguan system Kardiovaskuler. Jakarta: salemba medika
Syaifudin (2011). Anatomi dan Patofisiologi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Smeltzer (2010). Konsepdan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta : Ar-Ruzz media
Lampiran 1
Lampiran 2
INFORM CONSENT
Judul: “Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Utama Nyeri AKut ”.Tanggal pengambilan studi kasus 19 Januari 2021
Sebelum tanda tangan dibawah, saya telah mendapatkan informasi tentang tugas pengambilan studi kasus ini dengan jelas dari mahasiswa yang bernama Ummul Habibah proses pengambilan studi kasus ini dan saya mengerti semua yang telah dijelaskan tersebut.
Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan studi kasus ini dan saya telah menerima salinan dari form ini.
Saya Tn. Irawan
Dengan ini saya memberikan kesediaan setelah mengerti semua yang telah dijelaskan oleh peneliti terkait dengan proses pengambilan studi kasus ini dengan baik. Semua data dan informasi dari saya sebai partisipan hanya akan digunakan untuk tujuan dari studi kasus ini.
Tanda tangan Partisipan Tanda Tangan Peneliti
( Tn. Irawan ) (Amelia Dewi Yanti)
Lampiran 3
LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN (PEMBIMBING I)
Nama : Amelia Dewi Yanti
NIM : 1801098
Nama Dosen Pembimbing : Ns. Meli Diana, S.Kep., M.Kes
Judul Kasus : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Nyeri Akut di Desa Tampung Dusun Tampung Tengah Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan
Hari/Tanggal KETERANGAN KONSUL TTD
21 Januari 2021 Pengajuan judul proposal pembimbing1 danACC judul 22 Januari 2021 Konsul Bab 1
25 Januari 2021 Revisi bab 1 latar belakang 27 januari 2021 Revisi bab 1 format penulisan 30 Januari 2021 ACC bab 1 dan menambahkan bab 2 03 Februari 2021 Konsul Bab 1 dan Bab 2
09 Februari 2021 Konsul Bab 1 dan Bab 2 (ACC) 17 Mei 2021 Konsul bab 3 Tinjauan Kasus 18 Mei 2021 Konsul Revisi bab 3-4
19 Mei 2021 Konsul revisi bab 3-4 20 Mei 2021 Konsul Bab 4
21 Mei 2021 Konsul Bab 4
22 mei 2021 Konsul Bab 4 Pembahasan (ACC) Konsul Bab 5 Penutup (ACC) Daftar Pustaka dan Lampiran (ACC)
Lampiran 4
LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN (PEMBIMBING II)
Nama : Amelia Dewi Yanti
NIM : 1801098
Nama Dosen Pembimbing : R.A. Helda Puspitasari, S.Kep.Ns.. M.Kep.
Judul Kasus : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Nyeri Akut di Desa Tampung Dusun Tampung Tengah Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan
Hari/Tanggal KETERANGAN KONSUL TTD
21 Januari 2021 Pengajuan judul proposal pembimbing1 danACC judul 22 Januari 2021 Konsul Bab 1
25 Januari 2021 Revisi bab 1 latar belakang 27 januari 2021 Revisi bab 1 format penulisan 30 Januari 2021 ACC bab 1 dan menambahkan bab 2 03 Februari 2021 Konsul Bab 1 dan Bab 2
09 Februari 2021 Konsul Bab 1 dan Bab 2 (ACC) 17 Mei 2021 Konsul bab 3 Tinjauan Kasus 18 Mei 2021 Konsul Revisi bab 3-4
19 Mei 2021 Konsul revisi bab 3-4 20 Mei 2021 Konsul Bab 4
21 Mei 2021 Konsul Bab 4
22 mei 2021 Konsul Bab 4 Pembahasan (ACC) Konsul Bab 5 Penutup (ACC) Daftar Pustaka dan