• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.2 Analisa Hasil Wawancara dengan Informant

61

komunikasi secara langsung dengan karyawan perusahaan yang kurang, sehingga komunikasi yang dilakukan terkadang hanya melalui media komunikasi seperti telpon dan whatsapp yang berpotensi menyebabkan terjadinya miss komunikasi dan menghambat aktifitas perusahaan. Kurangnya intensitas komunikasi secara langsung ini dikarenakan pimpinan perusahaan mempunyai beberapa perusahaan lain selain CV. Busana Indah Selaras.

62

pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras memberikan instruksi kerja kepada karyawannya, berikut jawaban dari ke empat informant,

Bapak Solihin menyatakan,

“Kalau buat saya ya beliau seorang pemimpin itu dia mampu mendelegaasikan suatu pekerjaan atau suatu tugas kepada karyawannya dengan baik. Baik secara komunikasi, verbal maupun non verbal. Dalam arti kata si karyawan itu mampu menyerap apa yang menjadi tugas atau keinginan dari si pemimpin sendiri.”

Dari jawaban diatas peneliti menganalisa bahwa pimpinan perusahaan CV.

Busana Indah Selras merupakan tipe pemimpin yang mampu mendelegasikan suatu tugas atau pekerjaan kepada karyawannya dengan baik. Sehingga karyawan dapat memahami instruksi yang diberikan oleh pimpinan perusahaan dan mampu melakukan pekerjaan yang ditugaskan dengan tepat sasaran serta dapat memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Adapun bentuk komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam memberikan instruksinya yaitu berupa verbal dan non verbal, baik secara langsung maupun menggunakan media tertentu seperti telpon atau aplikasi pesan whatsapp.

Bapak Solihin menambahkan,

“Kadang kendalanya kita itu suka gagal faham dengan apa yang diinginkan atau mau si bos. Itu sebetulnya butuh proses, dalam arti kata untuk bisa mengetahui kemauan si bos itu kan kita butuh mengenal lebih dalam yaa, karakter beliau atau bagaiamana, itu kan perlu kita tau.”

Berdasarkan pernyataan tersebut dalam komunikasi yang dijalin oleh pimpinan perusahaan dengan karyawannya, terkadang terjadi miss komunikasi sehingga menggangu jalannya aktifitas perusahaan. Menurut pak Solihin karyawan harus terlebih dahulu mengetahui karakter pimpinan perusahaan untuk

63

dapat memahami instruksi yang diberikan. Semakin karyawan memahami karakter pimpinan perusahaan, maka akan semakin memudahkan pula ia dalam membaca situasi dan kondisi yang mempengaruhi kemauan pimpinan perusahaan.

Bapak Solihin menambahkan,

“Ya memang kalau beliau itu kadang pada awal-awalnya saya kadang juga keteter untuk mengetahui apa yang jadi kemauan beliau, apa nih maksudnya. Karena saya menyadari mungkin banyak yang menjadi pekerjaan atau tanggung jawab beliau, tapi lama kelamaan bisa mengerti, karena kadang beliau juga memberi instruksi menggunaka whatsapp ya, saya bisa tanyakan juga kepada karyawan lain, ini maksudnya apa, lambat laun dari saya bertanya dan terus memahami kemauannya si bos, lama-lama mengerti maksudnya.”

Dari informasi yang didapat peneliti menganalisa bahwa bagi karyawan yang baru bergabung dengan perusahaan atau baru bekerjasama dengan pimpinan perusahaan memerlukan adapatasi tersendiri dan proses untuk dapat memahami instruksi beliau, salah satunya dengan memahami karakter dan gaya bicara beliau, baik pesan yang disampaikan secara langsung maupun melalui tulisan. Kesulitan karyawan dalam memahami maksud dari instruksi pimpinan kerja salah satu faktornya adalah banyaknya tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan perusahaan karena memiliki perusahaan lainnya yang ia pimpin selain CV.

Busana Indah Selaras.

Bapak Yanto menambahkan,

“Iya jelas, tapi sekali dua kali kadang bingung dengan cara bicaranya, karena mungkin pembawaannya ya, tapi seringnya sih jelas.”

Dari jawaban tersebut peneliti menganalisa bahwa terkadang terjadi kesalahpahaman mengenai instruksi kerja yang disampaikan oleh pimpinan

64

perusahaan dikarenakan pembawaan atau gaya bahasa yang digunakan oleh pimpinan perusahaan. Namun kesulitas karyawan dalam memahami instruksi atasan hanya terjadi beberapa kali saja terutama diawal karyawan bekerjasama dengan pimpinan perusahaan, dan belum mengenal bagaimana karakter beliau.

Sedangkan menurut pernyataan bapak Putra,

“Biasanya beliau memberikannya langsung, terkadang juga melalui media handphone. Saya sebagai karyawannya beliau, untuk suatu instruksi yang diinstruksikan, kalau memang tidak mengerti saya selalu memberikan feedback balik kepada beliau, mengenai apa yang diinstruksikan gitu, agar tidak ada miss komunikasi jadi saya tanyak kembali kepada beliau dan beliau merespon dengan sangat baik, seperti itu sih.”

Dari jawaban tersebut peneliti menganalisa bahwa pimpinan perusahaan dalam menjalin komunikasi dengan karyawannya dapat berupa komunikasi secara langsung maupun melalui media tertentu. Jika instruksi yang diberikan pimpinan kurang dapat dipahami, karyawan akan menanyakan perihal hal tersebut dan pimpinan perusahaan akan merespon dengan baik kemudia kembali menjelaskan instruksinya dengan lebih mudah dimengerti. Adanya feedack dari karyawan untuk menanyakan kembali instruksi yang diberikan oleh pimpinan perusahaan merupakan antisipasi dan mengurangi potensi terjadinya kesalahpahaman yang dapat mengakibatkan terhambatnya proses kerja karyawan dalam menyelesaikan tugasnya.

Selanjutnya jawaban dari ibu Widia mengenai instruksi pimpinan perusahaan,

“Iya, misalkan dia kasih instruksi, biasanya dia contohkan dulu nih, kalau misalkan saya sebagai karyawan saya akan melakukan ini, dengan itu

65

beliau memberikan arahan sih secara langsung cuman maksudnya biar si karyawannya itu menggali sendiri aja.”

Adapun jawaban menurut ibu Widia Puzianti peneliti dapat menganalisa bahwa pimpinan perusahaan dalam memberikan arahannya terkadang disertai dengan contoh perihal bagaimana instruksi kerja yang diberikan harus dikerjakan, sehingga lebih memudahkan karyawan dalam memahami apa yang diinstruksikan.

Namun dari analisa peneliti didapatkan instruksi kepada bagian marketing pimpinan perusahaan lebih menekankan inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan dan meningkatkan nilai jual produk perusahaan, hal tersebut berkenaan dengan tugas dan tanggung jawab dari bagian marketing perusahaan itu sendiri.

B. Perubahan Sikap

Komunikasi yang dilakukan pimpinan perusahaan ditujukan untuk merubah karyawan baik dalam pendapat, sikap dan tindakan sesuai dengan yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Salah satu hal yang dapat merangsang timbulnya suatu perubahan sikap adalah pemberian tanggung jawab yang juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Terkait dengan apakah pimpinan perusahaan CV. Busana Indah selaras memberikan tanggung jawab atau keleluasaan dalam suatu pekerjaan, berikut jawaban dari ke empat informant,

66

Bapak Solihin menyatakan,

“Pada dasarnya memang dia memberi keleluasaan kepada saya pribadi ya untuk mengatur sendiri, namun saya juga memposisikan dirinya saya sebagai karyawannya ya dan berusaha untuk tidak melangkahi beliau ya, jadi tetap kadang meminta konfirmasi kepada beliau, meskipun biasanya beliau akan mempercayakan sepenuhnya tentang tugas tersebut untuk hal- hal tertentu.”

Dari jawaban diatas peneliti dapat menganalisa bahwa pimpinan perusahaan dalam upayanya merubah sikap dari para karyawannya untuk lebih peduli dan merasa menjadi bagian dari perusahaan adalah dengan memberikan keleluasaan dan wewenang dalam suatu pekerjaan, namun seluruh hal yang menjadi tanggung jawab karyawan dalam memberikan keputusan tertentu mengenai kebijakan perusahaan dengan mitra atau perusahaan lain kembali karyawan akan meminta konfirmasi kepada pimpinan perusahaan. Hal terseut dilakukan karyawan untuk menghormati pimpinan perusahaan dan tetap memposisikan dirinya sebagai karyawan dimana pimpinan perusahaan lah yang berhak menentukan keputusan final mengenai kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan.

Adapun jawaban dari bapak putra,

“Itu kembali lagi ke instruksi beliau, karena kan ada batasan-batasan yang dipatuhi dan tidak semena-mena juga beliau asal mengintruksikan hal-hal yang penting pastinya gitu, untuk mewakili perusahaan juga pernah, namun tidak setiap hari, tergantung tugas kerja saya saja.”

Dari jawaban yang disampaikan bapak Putra peneliti dapat menganalisa bahwa terkadang karyawan diberikan tanggung jawab berupa wewenang untuk mewakili perusahaan dalam suatu tugas tertentu dalam pengambilan keputusan.

67

Akan tetapi hal tersebut hanya bersifat kondisional dan disesuaikan dengan tugas pokok yang diemban oleh karyawan. Selain itu bapak Putra menyatakan bahwa sepatutnya karyawan memahami batasan-batasan tertentu mengenai wewenang dan tanggung jawabnya.

Adapun jawaban yang diberikan ibu Widia,

“Iya, untuk tanggung jawab sendiri itu diserahkan kepada saya dan tim, mengenai skill atau caranya seperti apa dia serahkan kepada kami.”

Dari jawaban yang disampaikan ibu Widia peneliti menganalisa bahwa pimpinan perusahaan dalam memberikan tanggung jawabnya kepada bagian marketing lebih menekankan kreatifitas dalam hal pemasaran produk, pimpinan perusahaan mempercayakan mengenai teknis dan strategi pemasaran kepada bagian marketing perusahaan, meskipun pimpinan perusahaan juga ikut andil dalam memberikan saran mengenai hal-hal yang menyangkut dengan pemasaran.

Berikut jawaban yang diberikan bapak Yanto,

“Sering ya, sering dikasih kepercayaan buat tugas keluar, kan sudah lama juga kerja sama. Kadang juga bukan cuma dikantor ya, buat tugas diluar kerja juga sering ngasih kepercayaan ke saya.”

Dari jawaban diatas, peneliti dapat menganalisa bahwa bapak Yanto telah lama bekerja sebagai karyawan dari pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras. Dalam hal kepercayaan pimpinan perusahaan kerap memberikan tugas kepada karyawannya meskipun diluar dari ranah tanggung jawabnya sebagai karyawan CV. Busana Indah Selaras. Hal tersebut dapat memicu rasa tanggung

68

jawab bagi karyawan karena merasa menjadi bagian dari perusahaan maupun ikatan secara emosional dengan pimpinan perusahaan.

C. Hubungan Sosial

Komunikasi yang dijalin pimpinan perusahaan dengan karyawannya diharapkan dapat menimbulkan suatu hubungan sosial yang baik. Dalam arti dapat menimbulkan kepercayaan antar kedua pihak dan tidak terjadi kesalahpahaman.

Hal ini dilakukan pimpinan perusahaan dalam rangka meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Terkait dengan bagaimana pimpinan perusahaan memposisikan dirinya terhadap karyawan, berikut jawaban dari informant penelitian,

Jawaban dari bapak Solihin,

“Kalau yang saya alami sendiri, kadang ada komunikasi sebagai teman juga tapi tidak selalu. Mungkin juga melihat situasi dan kondisi, tapi untuk saya pribadi apapun itu saya memposisikan diri sebagai prajurit, jadi apapun yang menjadi instruksi saya kerjakan apapun kondisinya saat itu, saat beliau santai seperti teman, atau saat suasana formil beliau sebagai atasan saya. He is myboss gitu loh, jadi saya sebagai prajurit siap menjalani tugas dari beliau.”

Dari jawaban bapak Solihin peneliti dapat menganalisa bahwa pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras terkadang memposisikan dirinya sebagai teman atau rekan kerja diperusahaan dengan karyawannya. Hal tersebut kadang terjadi pada situasi dan kondisi tertentu, dimana pimpinan perusahaan berusaha menjalin komunikasi secara informal dengan karyawannya. Namun karyawan perusahaan sendiri tetap menganggap bahwa pimpinan perusahaan tetaplah

69

sebagai pimpinannya terlepas dari bagaimana komunikasi dengan pimpinan perusahaan terjalin. Bagaimana pun komunikasi yang dijalin oleh pimpinan perusahaan dalam memberikan arahan atau instruksi kerja, karyawan akan berusaha untuk dapat melaksanakan instruksi tersebut dengan baik. Namun ketika pimpinan perusahaan memposisikan dirinya sebagai teman atau rekan kerja, karyawan akan lebih merasa dihargai dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan labih baik.

Adaapun jawaban dari bapak Putra,

“Beliau memposisikan dirinya sebagai pimpinan ya, cuman caranya memimpin itu, tidak yang otoriter, yang seperti itu, yang harus mengikuti semua arahannya segala macam, beliau termasuk pimpinan yang bijak menurut saya, dalam memberikan instruksi maupun arahan-arahan sebagaimana mestinya, agar bisa lebih baik dikerjakan oleh karyawannya.”

Sedangkan menurut jawaban dari bapak Putra, pimpinan perusahaan CV.

Busana Indah Selaras tetap memposisikan dirinya sebagai pimpinan perusahaan, namun gayanya dalam memimpin perusahaan bukan dengan cara otoriter, melainkan dengan cara menjalin hubungan yang baik dengan para karyawannya dalam memberikan arahan perihal tugas dan tanggung jawab. Karyawan menilai pimpinan perusahaan telah bersikap bijak dalam memposisikan dirinya di perusahaan, baik dalam hubungannya dengan karyawan, maupun dalam dalam hal pemberian tugas atau instruksi kerja.

70

D. Tindakan

Komunikasi yang dijalin pimpinan perusahaan dapat mendorong karyawannya untuk bertindak sesuai dengan yang dimaksud. Untuk dapat menimbulkan adanya tindakan, pimpinan perusahaan harus dapat meyakinkan karyawan agar dapat bekerjasama dalam mencapai tujuan perusahaan. Diantara hal yang dapat memicu adanya tindakan dari karyawan adalah pemberian reward ataupun fasilitas kerja yang memadai untuk mendukung kinerja karyawan. Terkait dengan bagaimana pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras dalam memberikan reward kepada karyawannya, berikut jawaban dari ke empat informant,

Jawaban dari bapak solihin,

“Kalau si bos biasanya lewat verbal gitu ya, atau lewat tulisan, karena kalau misalkan ada laporan yang mungkin memuaskan beliau hasilnya, baik menurut beliau, dia kasih ucapan terima kasih, istilahnya good job, itu buat kita sebagai bawahan juga luar biasa.”

Dari jawaban yang disampaikan oleh bapak Solihin, peneliti menganalisa bahwa pimpinan CV. Busana Indah Selaras dalam menstimulus karyawannya untuk lebih aktif didalam menjalankan tugasnya diperusahaan adalah dengan pemberian reward kepada karyawannya baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Pimpinan perusahaan kerap memberikan apresiasi terhadap karyawan yang memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Dengan ucapan terima kasih atau good job dari pimpinan perusahaan sudah menjadi suatu prestasi yang membanggakan bagi karyawan. Hal tersebut menunjukan keberhasilan dari

71

karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dan dapat memicu karyawan untuk dapat lebih memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan.

Bapak Solihin menambahkan,

Tapi saya juga tidak munafik ya kalau beliau juga sering atau suka memberi reward lain dalam hal materi bagi karyawan yang dianggap kinerjanya membawa keberhasilan atau membawa keuntungan buat perusahaan.”

Peneliti menganalisa bahwa reward yang diberikan oleh pimpinan perusahaan kepada karyawannya tidak hanya berupa ucapan terima kasih saja, terkadang beliau memberikan reward berupa materi dalam jumlah atau nominal tertentu dalam mengapresiasi kinerja karyawan yang dianggap berprestasi dalam memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Adapun jawaban dari bapak Putra,

“Kita sebagai seorang karyawan pun reward itu bukan berarti hanya berbentuk materi, mungkin juga berupa fasilitas-fasilitas, namun yang beliau berikan dengan ucapan kerja kamu sudah bagus pun kita sebagai karyawan pun sudah senang, meskipun diluar itu ada yang beliau kasih seperti bonus diluar dari gaji yang kita peroleh.”

Dari jawaban diatas peneliti menganalisa bahwa karyawan memaknai reward bukan dalam bentuk pemberian materi semata, melainkan fasilitas yang disediakan diperusahaan pun sudah menjadi nilai tambah bagi karyawan untuk dapat termotivasi dalam bekerja. Fasilitas yang tersedia diperusahaan CV. Busana Indah Selaras sudah sangat memadai dalam menudukung karyawan menyelesaikan tugas-tugasnya. Akan tetapi reward dalam bentuk ucapan ataupun

72

pemberian materi dengan nominal tertentu kerap diberikan oleh pimpinan perusahaan kepada karyawannya di luar dari gaji yang diperoleh.

Jawaban Ibu Widia Puzianti,

“Untuk reward sendiri itu pernah saya dapatkan juga terkait dengan hasil penjualan saya sendiri ya, tapi itu ngga selalu ada, mungkin ketika saya mencapai target atau capaian lainnya, reward itu didapatkan. Selain itu juga pimpinan perusahaan acap kali mengucapkan ucapan terima kasih atas kinerja saya.”

Dari jawaban yang disampaikan oleh ibu Widia, peneliti dapat menganalisa bahwa pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras kerap memberikan reward berupa materi kepada karyawannya. Adapun untuk bagain marketing, biasanya reward akan diberikan oleh pimpinan perusahaan ketika target penjualan terpenuhi atau bahkan melebihi dari ekspektasi. Hal tersebut menjadi penyemangat dan motivasi bagi karyawan untuk terus memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan. Selain dari pemberian materi berupa nominal tertentu, pimpinan perusahaan kerap memberikan apresiasi kepada karyawannya dalam bentuk ucapan. Reward yang diberikan oleh pimpinan perusahaan kepada karyawan dalam bentuk apapun menjadi motivasi tersendiri bagi karyawan untuk dapat bekerja dengan lebih baik.

Jawaban dari bapak Yanto,

“Yaa orangnya dia boleh dikatakan suka ya, kebiasaanya dia begitu.

Enaknya gitu sih ya, kita juga betah kerjanya sama dia mah, kurang lebih udah 6 tahunan kerja sama beliau, nyaman nyaman aja.

Dari jawaban bapak Yanto diatas peneliti dapat menganalisa bahwa pimpinan perusahaan CV. Busana Indah Selaras merupak pimpinan yang loyal

73

kepada karyawannya. Beliau sering memberikan bonus kepada karyawan sehingga karyawan merasa nyaman dalam bekerja. Dari informasi yang didapat bapak Yanto telah bekerja selama kurang lebih enam tahun dengan pimpinan perusahaan, artinya beliau bekerja dengan pimpinan perusahaan sebelum CV.

Busana Indah Selaras yang baru didirikan kurang lebih tiga tahun yang lalu. Hal tersebut menunjukan bahwa pemberian bonus yang diberikan kepada karyawan dapat meningkatkan motivasi kerja.

E. Faktor Pendukung dan Penghambat Komunikasi Pimpinan

Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat terkit komunikasi yang dijalin oleh pimpinan perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Berikut jawaban dari ke empat informant mengenai hal tersebut,

Jawaban bapak Solihin,

“Ya memang kembali lagi ke situasional, maksudnya dengan kondisi beliau yang tengah dalam masa banyak hal yang menjadi urusannya, kadang instruksi yang diberikan beliau kurang jelas, tapi ya kalau saya sendiri prinsipnya siap dengan instruksi apapun, namun terkadang beliau memberikan instruksi yang benar benar sulit untuk bisa dicapai. Tapi tetap kita jalani.”

Dari jawaban yang disampaikan oleh bapak Solihin, peneliti dapat menganalisa bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat dari komunikasi pimpinan perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan adalah situasi dimana terkadang fokus beliau terpecah dalam memimpin dan menghadapi permasalahan yang timbul di perusahaan. Dampaknya instruksi yang diberikan pimpinan perusahaan terkadang sulit dimengerti oleh karyawan, sehingga proses

74

penyelesaian masalah sedikit terhambat, karena karyawan harus menanyakan kembali kepada pimpinan perusahaan mengenai instruksi kerja tersebut.

Disamping itu akibat fokus pimpinan perusahaan yang terbelah karena urusan lain diluar perusahaan, terkadang pimpinan perusahaan memberikan instruksi yang menurut karyawan tidak masuk akal untuk menyelesaikannya.

Bapak Solihin menambhakan,

“Namun memang ketika sudah berusaha dengan keras untuk hal itu, kita coba jelaskan kepada beliau, dan beliau akan mengerti. Kesulitannya itu aja sih, situasional aja, ketika beliau sedang banyak urusan, jadi fokusnya terbelah gitu mungkin yaa.”

Peneliti menganalisa dari pernyataan bapak Solihin diatas bahwa ketika karyawan telah berusaha dengan keras untuk dapat menjalankan tugas yang diintruksikan oleh pimpinan perusahaan namun menemui jalan buntu, karyawan akan menginformasikan permasalahan yang dihadapi dan mencoba berdiskusi kembali terkait masalah tersebut dengan pimpinan perusahaan. Pada akhirnya pimpinan perusahaan akan mengerti dan memberikan keringanan terkait tugas yang diberikan. Adapun Faktor-faktor tersebut dikarenakan pimpinan perusahaan mempunyai beberapa perusahaan lain yang menjadi tanggung jawabnya diluar dari perusahaan CV. Busana Indah Selaras.

Jawaban bapak Putra,

“Faktor pendukung sebagai karyawan beliau sih menurut saya itu adalah cara beliau memimpin, setiap karyawan pun mungkin bukan hanya saya akan senang melakukan pekerjaan jika apa yang didapatkan dari pimpinannya itu baik, atau sisi cara dia memipin dan memperlakukan kita sebagai karyawan tidak semena-mena, seperti itu.”

75

Dari jawaban bapak Putra peneliti dapat menganalisa faktor-faktor yang menjadi pendukung komunikasi pimpinan perusahaan dalam meningkatkan motivasi karyawan diantaranya adalah sikap pimpinan perusahaan dalam memperlakukan karyawannya. Dimana sikap yang ditunjukan pimpinan perusahaan dalam memimpin perusahaan memberikan kesan baik dan suasana yang nyaman bagi karyawan.

Bapak Putra menambahkan,

“Sedangkan faktor penghambatnya mungkin menurut saya, ada baiknya untuk setiap pemimpin berkomunikasi secara langsung, untuk menghindari miss komunikasi walaupun memang yang dialami sekarang oleh pemimpin-pemimpin itu mempunyai waktu yang sibuk dan tidak memungkin untuk alasan-alasan tertentu bisa setiap hari bertemu dengan karyawannya sendiri gitu, jadi menurut saya sih, kalua memang ada waktu lebih untuk bertemu, lebih baik.”

Sedangkan faktor penghambatnya menurut informasi yang diberikan oleh bapak Putra adalah intensitas waktu pertemuan dan komunikasi secara langsung antara pimpinan perusahaan dengan karyawannya, sehingga berpotensi mengakibatkan adanya kesalahpahaman mengenai instruksi yang diberikan oleh pimpinan perusahaan kepada karyawannya. Kurangnya intensitas komunikasi pimpinan dengan karyawannya dipengaruhi oleh kesibukan pimpinan perusahaan diluar dari perusahaan CV. Busana Indah selaras.

Berikut jawaban yang diberikan oleh bapak Yanto,

“Ya Alhamdulillah. Intinya sih kerja disini bonus ada, leluasa juga kerjanya, nyaman. Penghambatnya ya itu tadi, paling awal-awal kerja disini kadang kurang mengerti dengan cara bicaranya. Itu aja sih”

Adapun jawaban dari bapak Yanto peneliti dapat menganalisa bahwa faktor pendukung dari komunikasi pimpinan perusahaan dalam meningkatkan

76

motivasi kerja karyawan adalah keleluasaan dalam bekerja, kenyamanan dan reward yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu komunikasi mengenai instruksi kerja yang diberikan oleh pimpinan perusahaan diawal-awal pertama masuk kerja. Dimana karyawan harus dapat menyesuaikan diri dengan karakter pimpinan perusahaan atau terbiasa dengan cara beliau memberikan instruksi kerja.

Berikut jawaban yang disampaikan oleh ibu Widia,

“Untuk faktor pendukungnya ada banyak ya, misalkan timnya disini sudah secara kekeluargaan ya, jadi untuk kita bisa berinovasi itu jadi lebih maju dan keleluasaan yang beliau berikan dalam berinovasi juga sering beliau setujui tentang ide ide kita selama ide ide kita itu memang sesuai dan penuh perhitungan.”

Dari informasi yang diberikan oleh ibu Widia mengenai faktor pendukung dari komunikasi pimpinan perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawannnya peneliti menganalisa bahwa diantara faktor pendukungnya adalah suasana kerja yang bersifat kekeluargaan, keleluasaan dalam bekerja yang diberikan oleh pimpinan perusahaan, hingga persetuan yang mudah didapatkan oleh pimpinan perusahaan terkait ide atau inovasi dalam memasarkan produk.

Sehingga karyawan merasa nyaman dalam bekerja.

Ibu Widia menambahkan,

Penghambatnya sih ada ya, karena memang kan kebetulan di perusahaan ini tidak hanya garmen saja yang dipegang, tapi ada perusahaan lain juga, mungkin hal tersebut mempengaruhi fokus beliau. Misalkan saya sedang butuh apa, tetapi karena fokus beliau terbelah kepada beberapa perusahaan lain yang beliau pegang, jadi sedikit agak terhambat aja sih.”

Sedangkan faktor penghambatnya adalah terkadang kurangnya fokus dari pimpinan perusahaan dalam merespon permasalahan yang diadukan kepada beliau

Dokumen terkait