Kepala madrasah sebagai administrator memiliki peran penting dalam pengelolaan administrasi sekolah, termasuk pencatatan, penyusunan, dan pendokumentasian program- program sekolah. Dalam hal ini, kepala sekolah harus memiliki kemampuan mengelola kurikulum, administrasi peserta didik, administrasi personalia, sarana dan prasarana, kearsipan, dan keuangan. Semua kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien guna mendukung
produktivitas sekolah. Kepala sekolah juga harus mampu mengelola berbagai data administrasi, seperti data pembelajaran, bimbingan konseling, praktikum, kegiatan perpustakaan, peserta didik, kegiatan ekstrakurikuler, dan hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik. Selain itu, kepala sekolah juga perlu mengembangkan data administrasi tenaga guru dan memastikan kelengkapan data yang dibutuhkan128
Kepala Madrasah Hidayatul Mubtadi’at dalam melaksanakan peningkatan mutu Kurikulum Pendidikan madrsah sebagi administrator melakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Menyusun rencana strategis dan operasional yang terkait dengan pengembangan kurikulum
a. Program Kerja Terarah dan Terukur: Kepala Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at telah menyusun program kerja yang terarah dan terukur dalam rangka meningkatkan mutu kurikulum.
Program kerja tersebut mencakup penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa, pengembangan metode pembelajaran inovatif,
128 E. Mulyasa, Menjadi kepala sekolah profesional, 107.
serta perhatian terhadap penilaian pembelajaran. Hal ini menunjukkan adanya upaya yang sistematis untuk meningkatkan mutu kurikulum di madrasah tersebut.
Pada langkah ini, Kepala Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at telah menyusun program kerja yang terarah dan terukur. Hal ini mengindikasikan adanya perencanaan strategis yang matang untuk meningkatkan mutu kurikulum. Program kerja ini mencakup penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa, pengembangan metode pembelajaran inovatif, serta perhatian terhadap penilaian pembelajaran. Dengan memiliki program kerja yang terarah dan terukur, madrasah dapat mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi dan misi sekolah.langkah ini senada dengan teori "Strategic Management" oleh Fred R. David dan Forest R. David. Konsep ini mengacu pada proses menyusun rencana strategis
yang mencakup analisis situasi, penetapan tujuan, identifikasi strategi, dan implementasi tindakan129 b. Umpan Balik dari Guru, Siswa, dan Orang Tua:
Meskipun kepala sekolah telah melakukan rapat rutin dengan para guru untuk membahas perkembangan kurikulum, namun belum ada forum khusus yang melibatkan siswa dan orang tua untuk memberikan umpan balik terkait kurikulum yang ada. Melibatkan siswa dan orang tua dalam memberikan masukan dapat membantu meningkatkan relevansi dan efektivitas kurikulum serta memperkuat ikatan antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Walaupun kepala madrasah telah melakukan rapat rutin dengan para guru untuk membahas perkembangan kurikulum, namun belum ada forum khusus yang melibatkan siswa dan orang tua untuk memberikan umpan balik terkait kurikulum yang ada. Melibatkan siswa dan orang tua dalam memberikan masukan dapat membantu meningkatkan relevansi dan efektivitas kurikulum
129 Fred R. David dan Forest R. David., Strategic Management:
Concepts and Cases. (Pearson, 2016), 109.
serta memperkuat ikatan antara sekolah, siswa, dan orang tua. Dalam konteks pendidikan, teori keterlibatan orang tua (parental involvement) dapat diterapkan. Teori ini menekankan pentingnya melibatkan orang tua dalam proses pendidikan dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan mutu pendidikan130
c. Kurikulum yang Memenuhi Standar Pendidikan:
Kurikulum di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at telah memenuhi standar pendidikan yang berlaku di daerah tersebut. Mata pelajaran diatur dengan baik dan relevan dengan kebutuhan siswa.
Namun, kepala madrasah menyadari bahwa masih perlu terus meningkatkan kualitas kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Uraian ini menjelaskan bahwa kurikulum di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at telah memenuhi standar pendidikan yang berlaku di daerah tersebut. Mata pelajaran diatur dengan baik dan relevan dengan kebutuhan siswa. Namun, kepala
130 Sara F. Steinberg, Parental Involvement in Education: Toward an Understanding of Parents’ Decision Making. (Review of Educational Research, vol. 72, 2002), 553.
madrasah menyadari bahwa masih perlu terus meningkatkan kualitas kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. teori yang relevan dalam konteks ini adalah Standar Nasional Pendidikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di setiap negara131
d. Peran Kepala Madrasah dalam Peningkatan Mutu Kurikulum: Dari wawancara dengan kepala madrasah dan wakil kepala kurikulum, terlihat bahwa kepala madrasah terlibat langsung dalam pembuatan dan standarisasi kurikulum. Kepala madrasah telah melakukan tugasnya sebagai administrator dalam upaya peningkatan mutu kurikulum, meskipun belum secara maksimal.
Langkah ini menunjukkan komitmen kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah tersebut.
e. Kelebihan dan Tantangan: Kelebihan yang ditemukan dalam analisis ini adalah adanya program kerja terarah dan terukur, penyusunan kurikulum
131 Chris Watkins dan Julie Jones. ", The Impact of Family and Community Involvement on Student Achievement: A Review of Literature." ,.
(School Effectiveness and School Improvement, vol. 17, no. 2, 2006), 181.
yang relevan, dan perhatian terhadap penilaian pembelajaran. Namun, tantangan yang perlu diatasi adalah kurangnya forum khusus untuk siswa dan orang tua dalam memberikan umpan balik terkait kurikulum, serta belum maksimalnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
2. Mengelola dan mengalokasikan anggaran.
a. Evaluasi Kebutuhan: Dalam konteks evaluasi kebutuhan kurikulum dan sumber daya pembelajaran, teori evaluasi program dapat digunakan sebagai dasar. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Pendekatan ini membantu dalam mengidentifikasi konteks, mengumpulkan data input dan proses, serta mengevaluasi hasil program dalam hal kebutuhan kurikulum dan sumber daya pembelajaran.132
Kepala madrasa melakukan evaluasi kebutuhan kurikulum dan sumber daya pembelajaran dengan
132 Stufflebeam L D., The CIPP Model for Evaluation. In Evaluation Models (Springer, 2003), 66.
melibatkan guru-guru dan staf. Pertemuan rutin diadakan untuk berkolaborasi dan mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan sumber daya pembelajaran.
Masukan dari guru-guru dan staf dijadikan bahan kebijakan untuk alokasi anggaran. Namun, tidak dijelaskan secara rinci langkah-langkah yang diambil dalam evaluasi kebutuhan dan bagaimana proses kolaborasi dengan guru-guru dan staf terjadi.
Kepala madrasah melibatkan guru-guru dan staf dalam proses evaluasi kebutuhan kurikulum dan sumber daya pembelajaran. Pertemuan rutin diadakan untuk berkolaborasi dan mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan sumber daya pembelajaran.
Namun, detail tentang langkah-langkah evaluasi kebutuhan dan proses kolaborasi perlu dijelaskan lebih rinci, sebagaimana penjelasan dalam buku b. Rencanakan Anggaran: Dalam merencanakan
anggaran, teori manajemen keuangan publik dapat digunakan. Konsep alokasi anggaran berdasarkan prioritas dan dampak yang diharapkan sesuai dengan teori efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya. Teori perencanaan anggaran, seperti