• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data

Dalam dokumen peran kepala madrasah dalam (Halaman 141-157)

Kepala Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2, K. Romdlon Fauzi, memiliki peran yang sangat penting sebagai manajer dalam peningkatan mutu Kurikulum Pendidikan di madrasah tersebut. Dalam melaksanakan peran tersebut, Kepala Madrasah Diniyah melakukan perencanaan yang jelas dan terstruktur dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti anggaran, sumber daya manusia, dan waktu. Selain itu, Kepala Madrasah Diniyah mengorganisasi sumber daya yang diperlukan, membagikan tugas sesuai dengan keahlian masing-masing guru, dan memastikan pelaksanaan program berjalan dengan lancar. Dengan pendekatan manajerial yang efektif, kepala madrasah tersebut berhasil meningkatkan mutu Kurikulum Pendidikan di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2.

yang terkait dengan tujuan organisasi.88 Hal ini juga telah dilakukan Kepala Madrsah Hidayatul Mubtadi’at PonPes Hudatul Muna-2 Jenes Ponorogo dalam rangka meningkatkan mutu Kurikulum Pendidikan di mdrasah sebagai berikut:

88 Muh, Manajemen: Teori dan Praktik Kontemporer, (PT. Bumi Aksara)120.

1. Planning (Perencanaan):

Langkah pertama dalam manajemen adalah merencanakan tujuan dan cara mencapainya. Pada tahap ini, manajer menetapkan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, dan rencana taktis dan operasional untuk mencapai tujuan organisasi89.Pada tahap ini, manajer menetapkan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, manajer juga menentukan kebijakan, prosedur, dan rencana taktis dan operasional untuk mencapai tujuan organisasi.

Tujuan yang ditetapkan harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu90

Penjelasan tersebut menggambarkan langkah pertama dalam proses manajemen yaitu perencanaan.

Pada tahap ini, manajer bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan organisasi yang jelas dan spesifik serta mengembangkan strategi dan rencana taktis dan operasional untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk memastikan bahwa tujuan yang ditetapkan dapat

89 Sutrisno Edy, Manajemen: Teori, Konsep, dan Aplikasi. (Andi, Yogyakarta., 2018), 39.

90 Mulyasa, Menjadi Kepala Selolah Profesional Dalam Konteks Menyukseskan MBS Dan KBK, 103–5.

dicapai, manajer harus memastikan bahwa tujuan tersebut spesifik, terukur, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas.

Selain menetapkan tujuan dan strategi, manajer juga harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang akan diikuti oleh organisasi dalam mencapai tujuan tersebut. Kebijakan dan prosedur ini akan membantu memastikan bahwa kegiatan organisasi dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Perencanaan merupakan tahap yang penting dalam proses manajemen karena ini adalah langkah pertama dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini, manajer harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti anggaran, SDM, dan waktu dalam merencanakan kegiatan organisasi. Dengan perencanaan yang tepat, organisasi akan memiliki arah yang jelas dan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dengan efektif dan efisien. Dalam merencanakan program peningkatan Kurikulum Pendidikan, dalam hal ini kepala Madrasah Diniyah mempertimbangkan berbagai faktor seperti anggaran, sumber daya manusia,

dan waktu. Melakukan perencanaan yang baik dan terukur, diharapkan program peningkatan mutu Kurikulum Pendidikan Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2 dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi siswa dan lembaga.

2. Organizing (Pengorganisasian):

Setelah merencanakan, manajer harus mengorganisir sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Ini meliputi menentukan struktur organisasi, alokasi sumber daya, menentukan tugas dan tanggung jawab, serta mengembangkan hubungan antara anggota tim dan departemen91 Organize (Mengorganisasi): Dalam proses pengorganisasian, manajer perlu menentukan struktur organisasi yang tepat, mengalokasikan sumber daya dengan tepat, menetapkan tugas dan tanggung jawab secara jelas, serta membangun hubungan yang efektif antara anggota tim dan departemen. Ini bertujuan untuk mencapai efektivitas, efisiensi, dan koordinasi yang

91 Edy, Manajemen: Teori, Konsep, dan Aplikasi., 52.

baik dalam mencapai tujuan organisasi.92Setelah rencana kerja dibuat, Kepala Madrasah Diniyah mengorganisasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan program. Kepala Madrasah Diniyah memastikan bahwa sumber daya manusia, anggaran, dan fasilitas yang diperlukan sudah tersedia. Kepala Madrasah Diniyah juga mengorganisasi tugas dan tanggung jawab agar program dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam tahap ini, Kepala Madrasah Diniyah berkoordinasi dengan staf dan guru untuk memastikan ketersediaan sumber daya, memeriksa anggaran yang disiapkan, serta membagikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan keahlian masing- masing.

Menentukan tugas dan tanggung jawab juga merupakan tahap yang penting dalam mengorganisir sumber daya. Dalam hal ini, manajer harus memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka. Terakhir, manajer harus

92 Gaspersz, V. (2013)., Total Quality Management: Dasar, Konsep, dan Terapan, vol. V (Gramedia Pustaka Utama, 2013), 123.

mengembangkan hubungan yang baik antar anggota tim dan departemen dalam organisasi. Hal ini dilakukan agar setiap anggota tim dapat saling mendukung dan bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Kepala Madrasah Diniyah telah memahami pentingnya tahap pengorganisasian dalam proses manajemen, khususnya dalam pelaksanaan program pembelajaran baru. Beliau mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa sumber daya yang dibutuhkan telah tersedia dan cukup untuk melaksanakan program. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menetapkan struktur organisasi yang tepat, membagi tugas dan tanggung jawab secara jelas, dan mengatur jadwal kerja serta anggaran dengan efisien.

Hal ini menunjukkan bahwa Kepala Madrasah Diniyah memiliki kemampuan manajerial yang baik dan dapat memimpin tim dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif. Beliau mampu melakukan perencanaan yang matang dan melakukan pengorganisasian sumber daya dengan baik, sehingga

program pembelajaran dapat berjalan dengan sukses.

Dalam hal ini, Kepala Madrasah Diniyah juga memperlihatkan komitmen dan tanggung jawabnya dalam memastikan bahwa program pembelajaran yang baru dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya

3. Actuating (Pelaksanaan):

Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan dari rencana dan strategi yang telah dirancang pada tahap perencanaan. Pada tahap ini, manajer menggunakan keterampilan kepemimpinan dan motivasi untuk membawa tim dan departemen dalam mencapai tujuan organisasi.93 Langkah selanjutnya setelah perencanaan adalah pelaksanaan dari rencana dan strategi yang telah dirancang. Pada tahap ini, manajer menggunakan keterampilan kepemimpinan dan motivasi untuk mengarahkan tim dan departemen dalam mencapai tujuan organisasi. Mereka memberikan arahan, memotivasi, dan memberdayakan anggota tim untuk bekerja secara efektif dan efisien. Dalam pelaksanaan, manajer juga memantau dan mengevaluasi kemajuan,

93 Edy, Manajemen: Teori, Konsep, dan Aplikasi., 61.

serta melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk memastikan pencapaian tujuan yang diinginkan.94

Pelaksanaan program peningkatan mutu Kurikulum Pendidikan di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2 sangat ditekankan oleh Kepala Madrasah Diniyah, Kepala Madrasah memberikan pada Setiap anggota tim tugas dan tanggung jawab sesuai dengan keahlian masing- masing, dan selama pelaksanaan program, Kepala Madrasah Diniyah memantau dan memastikan bahwa seluruh anggota tim menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan rencana.

94 S. P. Robbins Coulter, M & D. A. DeCenzo, Fundamentals of Management. Pearson., 2017, 163.

Kepala Madrasah Diniyah juga sangat memperhatikan komunikasi dan koordinasi antara anggota tim, yang dianggap sebagai faktor penting dalam keberhasilan program. Dari penelitian yang dilakukan, terlihat bahwa program ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepuasan siswa terhadap pembelajaran di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2.

Hal ini menunjukkan bahwa tahap pelaksanaan program peningkatan mutu Kurikulum Pendidikan di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2 dijalankan dengan baik dan efektif, berkat dukungan dan pengawasan yang diberikan oleh Kepala Madrasah Diniyah.

koordinasi dan komunikasi yang baik antara anggota tim sangat penting dalam menjalankan program peningkatan mutu Kurikulum Pendidikan di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2. Hal ini juga berdampak pada keberhasilan program dan peningkatan kualitas pembelajaran. Meskipun masih terdapat miss communication di antara anggota tim, namun hal

tersebut dapat diatasi dengan cara yang efektif, seperti mengadakan pertemuan reguler dan menyediakan saluran komunikasi yang efektif seperti grup chat dan email. Oleh karena itu, penting bagi tim untuk terus memantau dan mengevaluasi setiap langkah yang diambil dalam pelaksanaan program ini, guna memastikan bahwa program berjalan dengan baik dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

4. Controlling (Kontrol):

Setelah tahap pelaksanaan, manajer harus memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai dengan memantau kinerja dan membandingkannya dengan tujuan yang ditetapkan. Jika ada perbedaan antara kinerja aktual dan tujuan, manajer harus mengambil tindakan perbaikan.95 Penting bagi Kepala Madrasah Diniyah untuk melakukan pengawasan dan monitoring terhadap program yang telah dijalankan. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan. Kepala Madrasah Diniyah juga harus siap

95 Observasi di kantor Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at, 4 Maret 2023, 67.

mengambil tindakan yang tepat ketika dihadapkan pada masalah atau kendala dalam pelaksanaan program agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan sukses.

Kepala Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2 memastikan pelaksanaan program yang telah direncanakan berjalan sesuai target yang ditetapkan. Hal ini dilakukan melalui pengendalian dan pemantauan terhadap pelaksanaan program yang meliputi pemantauan terhadap laporan berkala, evaluasi akhir semester, dan penanganan masalah yang muncul selama pelaksanaan program.

Kepala Madrasah Diniyah juga memastikan bahwa program memiliki anggaran yang cukup dan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, Kepala Madrasah Diniyah memainkan peran penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah dengan menjamin efektivitas program.

Melalui pengendalian dan pemantauan program yang dilaksanakan, Kepala Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2 menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di

madrasah tersebut. Dia tidak hanya memonitor pelaksanaan program, tetapi juga berusaha untuk mengatasi kendala yang muncul selama proses pelaksanaan, seperti masalah absensi guru dan penggunaan anggaran yang efektif.

Dalam memastikan program mencapai target yang ditetapkan, Kepala Madrasah Diniyah juga melibatkan para pengurus dan guru untuk memberikan laporan berkala dan melakukan evaluasi setiap akhir semester. Dengan melakukan evaluasi tersebut, mereka dapat mengetahui sejauh mana program berhasil dicapai dan menentukan langkah-langkah perbaikan untuk tahun ajaran berikutnya.

Melalui tindakan kontrol yang ketat dan pemantauan yang baik, Kepala Madrasah berharap bahwa program yang dilaksanakan dapat mencapai target yang telah ditetapkan dan berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran di madrasah tersebut.

Selain itu, tindakan kontrol yang dilakukan oleh Kepala Madrasah juga dapat memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya di madrasah tersebut.

5. Evaluating (Evaluasi):

Untuk melihat dan mengukur hasil dari POAC adalah evaluasi, di mana manajer mengevaluasi proses manajemen secara keseluruhan untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil di tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan kontrol mencapai tujuan organisasi. Evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki proses manajemen dan memastikan pencapaian tujuan yang lebih efektif di masa depan96Evaluasi sangat penting untuk mengevaluasi apakah langkah-langkah yang telah diambil di tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian telah mencapai tujuan organisasi. Evaluasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melakukan penilaian kinerja individu, analisis anggaran, survei pelanggan, dan sebagainya.

Dalam hal ini di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2, evaluasi dilakukan setiap akhir semester untuk mengevaluasi keberhasilan program dan menentukan langkah- langkah perbaikan untuk tahun ajaran berikutnya.

96 Edy, Manajemen: Teori, Konsep, dan Aplikasi., hal 72.

Evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan feedback dari para pengurus, guru, dan siswa. Hasil evaluasi kemudian digunakan untuk memperbaiki program dan meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah tersebut.

Konsep dasar dalam manajemen, yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Kontrol, dan Evaluasi (POAC), digunakan sebagai kerangka kerja untuk mengatur dan mengontrol kegiatan organisasi. POAC relevan dalam manajemen perusahaan atau organisasi manapun, membantu para manajer dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah terkait tujuan organisasi. Kepala Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadi’at Pon-Pes Hudatul Muna-2 di Ponorogo menerapkan konsep ini dalam meningkatkan mutu Kurikulum Pendidikan di madrasah. Dalam perencanaan, beliau menetapkan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, dan rencana operasional. Dalam pengorganisasian, beliau mengatur struktur organisasi, alokasi sumber daya, dan menentukan tugas dan tanggung jawab. Dalam pelaksanaan, beliau menggunakan keterampilan kepemimpinan dan motivasi untuk mencapai tujuan, sambil memonitor kemajuan dan melakukan penyesuaian.

G.3.2 Peta Konsep

Peran Kepala Madrasah sebagai Manager dalam peningkatan mutu kurikulum pendidikan

Dalam dokumen peran kepala madrasah dalam (Halaman 141-157)