• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian kurikulum a. Pengertian Kurikulum

Dalam dokumen peran kepala madrasah dalam (Halaman 72-80)

B. Mutu Kurikulum Madrasah 1. Pengertian mutu

4. Pengertian kurikulum a. Pengertian Kurikulum

Kurikulum merupakan suatu rangkaian rencana, tujuan, dan materi pembelajaran yang meliputi metode pengajaran yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar dalam mencapai target dan tujuan pembelajaran secara efektif. Secara etimologis, kata

"kurikulum" berasal dari bahasa Yunani, yaitu

"curir" yang berarti pelari, dan "curere" yang berarti tempat berpacu. Pada masa lampau, istilah ini umumnya digunakan dalam konteks dunia olahraga.52

Maka, Kurikulum bisa dijelaskan sebagai suatu perjalanan yang harus ditempuh oleh seorang pelari untuk meraih medali atau penghargaan lainnya.

Konsep ini kemudian diadopsi dalam konteks pembelajaran. Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan, Kurikulum menjadi kumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh

52 N Fattah, Landasan dan Model Kurikulum Pendidikan (Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2014), 96.

peserta didik untuk memperoleh ijazah atau penghargaan yang sesuai..53

Pengertian Kurikulum juga dijelaskan dalam Undang-Undang dan oleh para pakar pendidikan, seperti yang dikemukakan oleh S. Nasution dalam bukunya yang berjudul "Kurikulum dan Pengajaran".

Menurut S. Nasution, kurikulum merupakan serangkaian perencanaan yang bertujuan untuk mengatur dan memfasilitasi proses belajar mengajar.

Rencana tersebut menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan dan para pengajar di dalamnya.54Nana Sudjana mengungkapkan bahwa kurikulum dapat didefinisikan sebagai kumpulan niat dan harapan yang direpresentasikan dalam bentuk program pendidikan, yang selanjutnya dijalankan dan diterapkan oleh para guru di sekolah yang bersangkutan.55

53 Wida Kurniasih, “Pengertian Kurikulum dan Fungsinya dalam Dunia Pendidikan,” Gramedia Literasi (blog), 17 Desember 2021, https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kurikulum-dan-fungsinya/.

54 Nasution, S., Kurikulum dan pengajaran (Jakarta : Bumi Aksara, 1999).67

55 Nana., Pembinaan dan pengembangan kurikulum di sekolah.

Kurikulum sebagai perencanaan pendidikan memiliki peran strategis yang sangat penting dalam semua aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peran kurikulum dalam pendidikan dan perkembangan manusia, pemahaman akan konsep dasar kurikulum menjadi hal yang tidak dapat diabaikan dalam penyusunannya. Setiap individu, kelompok masyarakat, atau bahkan ahli pendidikan dapat memiliki interpretasi yang berbeda mengenai pengertian kurikulum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh banyak ahli, dapat disimpulkan bahwa pengertian kurikulum dapat dilihat dari dua perspektif yang berbeda, yaitu pandangan tradisional dan pandangan modern. Dalam pandangan tradisional, kurikulum diartikan sebagai materi pelajaran atau subjek, sedangkan dalam pandangan modern, kurikulum diartikan sebagai segala aktivitas dan kegiatan yang mendukung keberhasilan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.56

56 “Isi Tesis Ernawati - 15013097.pdf,” diakses 18 Mei 2023, http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id/1452/2/Isi%20Tesis%20Ernawati%20-

%2015013097.pdf.

b. Macam -macam kurikulum

1) Berdasarkan Konsep dan Pelaksanaannya57 a) Kurikulum Ideal: Merupakan kurikulum

yang mengandung elemen yang ideal dan diinginkan. Kurikulum ini diharapkan dapat diimplementasikan dan berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kurikulum ideal juga dikenal sebagai kurikulum formal atau kurikulum tertulis. Contoh dari kurikulum ini adalah dokumen-dokumen seperti kurikulum SMU 1989, kurikulum SD 1975, dan sejenisnya.

b) Kurikulum Aktual: Merupakan kurikulum yang diterapkan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Pada umumnya, realitas pelaksanaannya berbeda dengan harapan, namun seharusnya mendekati kurikulum ideal. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan.

57 Allan C. Ornstein dan Francis P. Hunkin, Curriculum: Foundations, Principles, and Issues, t.t., 90–110.

Kurikulum merujuk pada materi ajar yang direncanakan dan akan diimplementasikan dalam jangka panjang, sedangkan pengajaran merujuk pada pelaksanaan kurikulum secara bertahap dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kurikulum aktual juga bisa diartikan sebagai kurikulum yang dapat dijalankan secara nyata oleh guru sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kurikulum aktual antara lain ketersediaan sumber daya di sekolah, kemampuan sumber daya manusia terutama guru, dan kebijakan-kebijakan sekolah.

c) Kurikulum Tersembunyi: Merupakan segala sesuatu yang terjadi saat kurikulum ideal berubah menjadi kurikulum aktual. Hal ini bisa melibatkan pengaruh dari guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, atau bahkan peserta didik sendiri. Makna lain dari kurikulum tersembunyi adalah segala sesuatu yang tidak direncanakan atau

diprogramkan namun dapat mempengaruhi perubahan perilaku siswa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi meliputi adat istiadat, budaya, kebiasaan, dan sebagainya, termasuk perilaku guru dan dinamika dalam kelas. Pengaruh dari guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, atau peserta didik itu sendiri dapat menjadi kurikulum tersembunyi. Sebagai contoh, kebiasaan guru datang tepat waktu saat mengajar di kelas akan menjadi kurikulum tersembunyi yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian peserta didik.

d) Dalam konteks pengembangan kurikulum mikro, kurikulum tersembunyi dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu tujuan yang tidak diungkapkan secara eksplisit (tersembunyi), tetapi tetap harus dipertimbangkan dalam pencapaian, serta kejadian yang tidak direncanakan yang dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengajarkan topik tertentu.

2) Berdasarkan Struktur dan Materi Mata Pelajaran yang Diajarkan

a) Kurikulum Terpisah-Pisah: Merupakan kurikulum di mana mata pelajaran dirancang dan diajarkan secara terpisah. Sebagai contoh, mata pelajaran sejarah diajarkan secara terpisah dengan mata pelajaran geografi, dan seterusnya.

b) Kurikulum Terpadu: Merupakan kurikulum di mana materi ajar disajikan secara terpadu.

Sebagai contoh, Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kombinasi dari beberapa mata pelajaran seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan lain-lain. Dalam proses pembelajaran, kurikulum terpadu dikenal dengan pembelajaran tematik yang diterapkan di tingkat Sekolah Dasar. Mata pelajaran seperti matematika, sains, Bahasa Indonesia, dan beberapa mata pelajaran lainnya disampaikan dalam satu tema tertentu.

c) Kurikulum Terkorelasi: Merupakan kurikulum di mana materi ajar dirancang dan disajikan secara terkait satu sama lain.

Kurikulum ini mengintegrasikan konten dari berbagai mata pelajaran sehingga memiliki keterkaitan dan saling melengkapi.

3) Berdasarkan Pengembangnya dan Penggunaannya

a) Kurikulum Nasional: Merupakan kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara luas di seluruh negara. Kurikulum ini berlaku untuk semua sekolah di negara tersebut dan menjadi acuan dalam proses pembelajaran.

b) Kurikulum Negara Bagian: Merupakan kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian atau provinsi. Setiap negara bagian memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya.

Kurikulum ini berlaku di sekolah-sekolah

yang berada dalam wilayah negara bagian tersebut.

c) Kurikulum Sekolah: Merupakan kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah.

Kurikulum ini dirancang dan disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan spesifik sekolah tersebut. Salah satu contohnya adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang merupakan kurikulum sekolah yang dikembangkan dengan tujuan melakukan diferensiasi dalam kurikulum sesuai dengan keunggulan dan kekhasan sekolah.58

Dalam dokumen peran kepala madrasah dalam (Halaman 72-80)