• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Bentuk Pencapaian Kinerja Pegadaian Syariah Cabang

BAB III PEMBAHASAN

B. Analisis Bentuk Pencapaian Kinerja Pegadaian Syariah Cabang

B. Analisis Bentuk Pencapaian Kinerja Pegadaian Syariah Cabang

76,54% sampai tahun 2019 targetnya 1.555 sedangkan realisasinya sebesar 1.511 nasabah dengan presentase 97,17%.

2) Produk Mulia

No Tahun Realisasi Target Pencapaian (%)

1 2015 43 90 47,77%

2 2016 18 108 16,66%

3 2017 18 130 13,84%

4 2018 22 156 14,1%

5 2019 63 187 33,69%

Pada tabel di atas dapat diketahui jumlah produk mulia dari tahun 2015 sampai tahun 2019. Dari tahun 2015 jumlah nasabah sebanyak 43 nasabah sedangkan targetnya 90 nasabah dengan presentase 47,77%, untuk tahun 2016 jumlah nasabah mengalami penurunan sebanyak 18 nasabah dengan target 108 nasabah dengan presentase pencapaian 16,66%, untuk tahun 2017 jumlah nasabah masih tetap sama dari tahun sebelumnya sebanyak 18 nasabah sedangkan targetnya 130 nasabah dengan presentase 13,84%, sedangkan untuk tahun 2018 sebanyak 22 nasabah dan targetnya 156 nasabah dengan presentase 14,1% dan sampai tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 63 nasabah dari target 187 nasabah dengan presentase 33,69%.

Berdasarkan data di atas dapat diketahui perkembangan jumlah nasabah produk mulia menurun dari tahun 2016 dan 2017 dan mulai mengalami peningkatan di tahun 2019. Dalam setiap transaksi perdagangan dalam ilmu ekonomi dikenal dengan adanya hukum

permintaan, apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta sedikit dan begitupun sebaliknya. Untuk produk mulia terkadang ketika harga emas tinggi, banyak nasabah yang tidak mengambil kredit/produk mulia untuk investasinya.

b. Pertumbuhan Omset Produk Investasi Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara

1) Tabungan Emas

No Tahun Realisasi Target Pencapaian

(%) 1 2016 502,169,083 612,420,763 82%

2 2017 440,445,534 734,904,915 59,93%

3 2018 634,532,172 881,885,898 71,95%

4 2019 1,332,720,918 1,058,263,078 125,93%

Pada tabel diatas dapat diketahui pertumbuhan omset produk tabungan emas pada tahun 2017 mengalami penurunan omset dan mengalami peningkatan dari tahun 2018 sampai 2019. Untuk tahun 2016 omset tabungan emas sebesar Rp502,169,083 sedangkan targetnya sebesar Rp612,420,763 dengan presentase 82% dan mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar Rp440,445,534 dengan target Rp734,904,915 untuk pencapaian 59,93%, sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp634,532,172 dengan target Rp881,885,898 untuk presentase 71,95%, dan meningkat mencapai target tahun 2019 sebesar Rp1,333,720,918 sedangkan targetnya sebesar Rp1,058,263,078 dengan presentase 125,93%.

2) Mulia

No Tahun Realisasi Target Pencapaian

(%) 1 2015 543,997,707 340,487,860 159,77%

2 2016 140,533,238 408,585,432 34,40%

3 2017 255,561,519 490,302,518 52,12%

4 2018 434,831,312 588,363,022 73,90%

5 2019 316,178,614 706,035,626 44,78%

Dilihat dari tabel diatas, dapat diketahui pertumbuhan omset produk mulia. Untuk tahun 2015 omset produk mulia sebesar Rp543,997,707 dan telah mencapai target sebesar Rp340,487,860 dengan presentase 159,77%, sedangkan untuk tahun 2016 mengalami penurunan omset sebesar Rp140,533,238 dengan target Rp408,585,432 untuk presentase 34,40%. Untuk tahun 2017 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar Rp255,561,519 dengan target Rp490,302,022 untuk presentase 52,12%, pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp434,831,312 dengan target 588,363,022 untuk presentase 73,90%. Untuk tahun 2019 menurun menjadi Rp316,178,614 dengan target Rp706,035,626 untuk presentase 44,78%.

Pertumbuhan omset produk mulia mengalami penurunan maupun peningkatan dari tahun 2015 sampai tahun 2019, itu artinya ketidakstabilan atau tidak tercapainya kinerja yang baik dari produk mulia. Penurunan omset disebabkan karena berkurangnya jumlah nasabah yang menggunakan produk mulia dan nasabah yang

menggunakan produk mulia tetapi mengambil jangka waktu angsuran dan jumlah gram emas yang sedikit sehingga akan menyebabkan menurunnya omset pada produk mulia.

c. Pertumbuhan OSL Produk Mulia Pada Pegadaian Syariah Cabang Cakranegra

Dilihat dari tabel diatas, dapat diketahui pertumbuhan OSL (penyaluran pembiayaan) pada produk mulia dari tahun 2015 sampai tahun 2019 yang mengalami penurunan maupun peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2015 dengan target Rp134,241,940 sedangkan realisasinya sebesar Rp125,401,243 untuk pencapaian 93,41%. Untuk tahun 2016 mencapai target OSL sebesar Rp140,893,797 dengan realisasinya sebesar Rp146,759,806 untuk presentase 104,16%, sedangkan tahun 2017 mengalami penurunan dengan target Rp148,203,472 sedangkan realisasinya Rp127,296,990 untuk presentase 85,90% dan untuk tahun 2018 mencapai target sebesar Rp157,108,464 dengan realisasi Rp187,630,561 untuk presentase 119,43%, sampai tahun 2019 mengalami penurunan dengan target Rp167,759,390 sedangkan realisasinya sebesar Rp135,941,780 untuk presentase 81,03%.

Pertumbuhan osl produk mulia mengalami penurunan pada tahun No Tahun Realisasi Target Pencapaian (%)

1 2015 125,401,243 134,241,940 93,41%

2 2016 146,759,806 140,893,797 104,16%

3 2017 127,296,990 148,203,472 85,90%

4 2018 187,630,561 157,108,464 119,43%

5 2019 135,941,780 167,759,390 81,03%

2017 dan 2019. Perlu diketahui, total keseluruhan osl per 1 tahun dilihat dari angsuran nasabah yang masih berjalan diakhir tahun, sehingga jika nasabah yang sudah menyelesaikan angsuran pada awal maupun pertengahan tahun maka osl tersebut tidak dihitung. Jadi penyebab osl menurun dikarenakan nasabah yang menggunakan produk mulia lebih banyak mengambil jangka waktu angsuran mulai dari 3 bulan sampai 6 bulan.

Berdasarkan hasil analisis diatas, peneliti berpendapat bahwa pemasaran produk investasi emas pada Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara dalam pencapaian kinerja pegadaian syariah sudah menerapkan bauran pemasaran dengan baik. Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara dalam pencapaian kinerja tersebut didorong oleh pemasaran yang intensif berupa strategi promosi salah satunya dengan melibatkan seluruh pegawai pegadaian syariah berperan aktif dalam memasarkan produk investasi emas tidak hanya bagian marketing saja serta berkolaborasi dengan pihak perguruan tinggi, sekolah-sekolah maupun instansi baik itu swasta maupun negeri dengan mengadakan literasi dan sosialisasi, serta mengadakan seminar investasi emas dan bahkan juga pegadaian syariah saat ini sudah menyediakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital untuk nasabah yang ingin melakukan berbagai transaksi produk melalui aplikasi tersebut. Adanya aplikasi tersebut juga untuk mempermudah nasabah yang tidak sempat datang ke kantor pegadaian syariah.

Tetapi ketertarikan atau minat masyarakat akan produk investasi emas tidak selalu berjalan sesuai target yang diharapkan oleh pihak pegadaian syariah tersebut, dikarenakan minat nasabah yang turun naik terhadap produk investasi emas serta dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi emas serta faktor ekonomi masyarakat yang tidak selalu berkecukupan dan tergantung kebutuhan masyarakat akan produk yang digunakan, karena sebagian besar nasabah lebih membutuhkan produk pembiayaan seperti gadai (rahn) dan arum BPKB untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun sebagai modal usaha.

73 BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Strategi pemasaran yang dilakukan Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara dalam memasarkan produk investasi emas adalah dengan menggunakan marketing mix atau bauran pemasaran, bauran pemasaran adalah tujuh komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 7P yakni strategi produk, harga, tempat, promosi, partisipan, proses dan bukti fisik.

Adapun strategi promosi yang dilakukan adalah dengan cara literasi, seminar produk investasi emas, penjualan pribadi, cross selling maupun periklanan yaitu sebar brosur, media sosial, spanduk, dan website resmi pegadaian syariah, dan publisitas yaitu dengan cara mengadakan kegiatan sosial atau acara tertentu seperti kegiatan sosialisasi, bazar dan car free day.

2. Berdasarkan hasil kinerja Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara dari produk investasi emas yang telah dicapai dari tahun 2015-2019 mengalami penurunan maupun peningkatan. Suatu bentuk pencapaian kinerja pegadaian syariah dilihat dari tercapainya target-target yang sudah ditentukan dalam rapat Rencana Kerja dan Anggara Perusahaan (RKAP) setiap awal tahun. Kinerja pegadaian dikatakan baik apabila adanya pertumbuhan maupun perkembangan dari tahun ketahun. Seperti

tercapainya target yaitu meningkatnya jumlah nasabah, oset, maupun OSL (penyaluran pinjaman) dari produk investasi emas tersebut. Dilihat dari data-data dibawah ini dapat diketahui pertumbuhan jumlah nasabah, omset maupun osl produk investasi emas sebagai berikut:

a. Pertumbuhan jumlah nasabah produk tabungan emas mengalami peningkatan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 meskipun tidak mencapai target.

b. Pertumbuhan jumlah nasabah produk mulia menurun dari tahun 2016 dan 2017 dan mulai mengalami peningkatan di tahun 2019.

c. Pertumbuhan omset produk tabungan emas pada tahun 2017 mengalami penurunan omset dan mengalami peningkatan dari tahun 2018 sampai tahun 2019 mencapai target dengan presentase 125,93%.

d. Pertumbuhan omset produk mulia dari tahun 2015 sampai tahun 2019 mengalami penurunan maupun peningkatan, tetapi pada tahun 2015 mencapai target dengan presentase 159,77%

e. Pertumbuhan OSL (penyaluran pembiayaan) pada produk mulia dari tahun 2015 sampai tahun 2019 yang mengalami penurunan maupun peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 mencapai target dengan presentase 104,16% dan tahun 2018 mencapai target dengan presentase 119,43%.

B. Saran

1. Bagi Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara untuk dapat bersaing dengan lembaga keuangan pesaing dalam memasarkan hendaknya memperluas serta lebih gencar lagi dalam memasarkan produknya keseluruh lapisan masyarakat. Terutama memperjelas lagi tentang kelebihan produknya kepada masyarakat yang kurang ataupun belum memahami lembaga Pegadaian Syariah dan agar tetap mempertahankan strategi pemasaran yang sudah diterapkan dalam memasarkan produk investasi emas dengan bauran pemasaran terdiri dari 7P karena mengingat produk ini sangat bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

2. Dengan melihat hasil kinerja Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara yang telah dicapai dan mengalami penurunan maupun peningkatan, diharapkan lebih inovatif lagi dalam memasarkan produk sehingga bisa meningkatkan kinerja pegadaian syariah dari tahun-tahun sebelumnya.

3. Bagi masyarakat harus mampu melihat bagaimana manfaat dan pentingnya berinvestasi emas di masa yang akan datang dengan berbagai kemudahan dalam pelayanan dan prosedur dari produk investasi emas yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz, Manajemen Investasi Syariah, Bandung: Alfabeta, 2010.

Agus Hermawan, Komunikasi Pemasaran, Malang: Erlangga, 2012.

Al-hikmah, “Analisis Pemasaran Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Syariah Ahmad Yani Pekanbaru”, Vol. 12, No. 2, Oktober 2015.

Alma Buchori, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa Edisi Revisi, Bandung: Alfabeta, 2018.

Andri Soemitra, Bank & Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana, 2009.

A.Nur Wahana Fajri, Analisis Prinsip Ekonomi terhadap Operasional Produk Investasi Emas Pada Pegadaian Syariah (Studi Pegadaian Syariah Cabang Hasanuddin Gowa). Skripsi, UIN Alauddin Makasar, Makasar 2017.

Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta:Rajawali pers, 2013.

Aziz Muhammad Hakim, Menguasai Pasar Mengeruk Untung, Jakarta: Renaisan, 2005.

Beni, Metode Penelitian, Bandung: Pustaka Setia, 2008.

Burhan Bugin, Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.

Dyah Lestari, “Analisis Strategi Pemasaran Produk Tabungan Emas Dalam Upaya Menarik Minat Nasabah di Pegadaian Syariah (Studi di Pegadaian Syariah Unit Pelayanan Syariah Pasar Tamin, Bandar Lampung), Skripsi, FEBI UIN Raden Intan Lampung, Lampung, 2019.

Heri Sudarsono, Bank & Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi 3, Yogyakarta: Ekonisia, 2005.

Http://pegadaiansyariah.co.id/ Diakses tanggal 23 September 2019.

Irham Fahmi, Manajemen Kinerja Teori dan Aplikasi, Bandung: Alfabeta CV, 2013.

Kasmir, Manajemen Perbankan, Jakarta: Rajawali pers, 2012.

Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung:

Rosdakarya, 2010.

Morisan, Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta: Kencana, 2010.

Muhammad Aziz Hakim, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, Jakarta:

Renaisan, 2005.

Muhammad Firdaus DKK, Briefcase Book Edukasi Profesional Syari‟ah: Dasar

& Strategi Pemasaran Syari‟ah, Jakarta: Renaisan, 2005.

Muh Baihaqi, Fiqih Muamalah Kontemporer, Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2016.

Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008.

Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi, Teori dan Aplikasi, Jakarta:

Raja Grafindo Persada, 2005.

Muhammad Yusuf, Manajemen Keuangan Syariah, Mataram: CV. Sanabil, 2015.

Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan, Jakarta: Prenadamedia Group, 2014

Naili Rahmawati, Manajemen Investasi Syariah, Mataram: CV. Sanabil, 2015.

Nawawi Uha Ismail, Budaya Organisasi Kepemimpinan & Kinerja Proses Terbentuk, Tumbuh Kembang, Dinamika, Dan Kinerja Organisasi, Depok: Kencana, 2017.

Nur Asnawi, Muhammad Asnan Fanani, Pemasaran Syari‟ah, Depok: Rajawali Pers, 2017.

Nurul Huda, Investasi pada Pasar Modal Syariah, Jakarta: Kencana, 2007.

Philip Kotler, Dasar-dasar Pemasaran, Jakarta: Indeks Gramedia, 2003.

Philip Kotler, Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Jakarta: Erlangga, 2008.

Prabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006.

Puji Candra, 8 Kunci Sukses Investasi Emas, Yogyakarta: Shopia Timur Publisher, 2011.

Satori Djam’an dan Aan Komariah, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung:

Alfabeta, 2014.

Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2014.

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2011.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT.

Rineka Cipta, 2002.

Yadi Janwari, Lembaga Keuangan Syariah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015.

Zulkifli Rusby, “Analisis Pemasaran Pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Syariah Ahmad Yani Pekanbaru” Vol. 12, No. 2, Oktober 2015.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Dokumen terkait