• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

pegadaian syariah berdasarkan pertimbangan keamanan dan alasan-alasan tertentu lainnya. Usaha ini dapat dijalankan oleh karena pegadaian syariah memiliki tempat dan gudang penyimpanan barang yang memadai. Atas jasa penitipan dimaksud, pegadaian syariah dapat memungut ongkos penyimpanan.

4) Gold Counter (Gerai emas), yaitu tempat penjualan emas yang menawarkan keunggulan kualitas dan keaslian. Gerai ini mirip dengan gerai emas yang ada di pegadaian konvensional. Emas yang dijual di gerai ini dilengkapi dengan sertifikat jaminan, sehingga dapat memikat warga masyarakat.

kawasannya dan dalam peristilahannya.47

Sesuai dengan arti dan ciri-ciri dari pendekatan kualitatif di atas, maka penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan secara jelas dan rinci tentang segala hal seputar “Analisis Pemasaran Produk Investasi Emas Dalam Pencapaian Kinerja Pegadaian Syariah Kantor Cabang Cakranegara”.

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data dan berperan untuk mengumpulkan data dengan cara melibatkan diri secara langsung sebagai objek peneliti dalam waktu yang telah ditentukan. Kehadiran peneliti bukan untuk mempengaruhi subjek penelitian akan tetapi untuk mendapatkan data yang akurat dari obyek yang akan diteliti.

Dalam kegiatan penelitian peneliti dapat menggunakan beberapa metode seperti dokumentasi, observasi, dan wawancara kepada informan.

Oleh karena itu kehadiran peneliti dilapangan sangat diperlukan. Selain itu, kehadiran peneliti harus terbuka dan menjelaskan maksud penelitian yang dilakukan terhadap objek penelitian sehingga peneliti dapat melakukan penelitian dengan bebas bertindak untuk mencari dan mengumpulkan data yang dibutuhkan.

47 Ibid., hlm. 4.

3. Lokasi Penelitian

Peneliti melakukan penelitian di sebuah instansi yaitu Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara Kota Mataram. Peneliti memilih lokasi ini dikarenakan tempatnya yang strategis dan dikelilingi oleh banyaknya pesaing yang berbasis pembiayaan-pembiayaan syariah maupun konvensional berada disana. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di lembaga tersebut. Dalam melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi awal untuk mengetahui permasalahan yang ada di Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara Kota Mataram.

4. Sumber Data

Data adalah sekumpulan bukti atau fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Data sangat memegang peran penting dalam melaksanakan penelitian. Pemecahan suatu permasalahan dalam penelitian sangat tergantung dari keakuratan data yang diperoleh.48

a. Sumber Data

Lofland mengatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata atau tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain sebagainya.49 Bila dilihat dari sumber data dapat dibagi dua yaitu sebagai berikut:

1) Data primer

Data primer merupakan data hasil wawancara dan pengamatan yang diperoleh dari sumber asli. Dalam hal ini, maka proses

48Pabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hlm. 57.

49 Lexy J. Moeloeng, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung: Rosdakarya, 2010), hlm. 157.

pengumpulan datanya perlu dilakukan dengan memperhatikan siapa sumber utama yang akan dijadikan obyek penelitian.50 Data yang diperoleh yakni para karyawan dan nasabah pada PT.

Pegadaian Syariah Kantor Cabang Cakranegara.

Jadi disini peneliti akan mewawancarai tentang analisis pemasaran produk investasi emas dalam pencapaian kinerja pegadaian syariah yang akan memfokuskan pada bagaimana strategi pemasaran produk investasi emas yang sudah diterapkan dan data-data kinerja seperti pertumbuhan jumlah nasabah, omset maupun OSL selama tahun 2015-2019.

2) Data sekunder

Data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (dicatat pihak lain).

Umumnya berupa bukti catatan atau laporan historis yang tersusun dalam bentuk arsip atau dokumen.51

Disini peneliti mengambil dari buku-buku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan analisis pemasaran produk investasi emas dalam pencapaian kinerja pegadaian syariah dan arsip-arsip Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara yang dianggap perlu sebagai penunjang dan pendukung dalam penelitian ini.

50Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 183.

51 Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi, Teori dan Aplikasi, hlm. 122.

b. Jenis Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis data kualitatif.

Data kualitatif merupakan jenis data yang digunakan pada penelitian ini. Data kualitatif diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian- uraian, bahkan dapat berupa cerita pendek.52

Data kualitatif yang peneliti gunakan adalah uraian-uraian singkat yang menggambarkan tentang apa yang menjadi pokok penelitian, dimana uraian-uraian tersebut yang terdapat dalam buku, jurnal, dokumentasi dan lain sebagainya.

5. Prosedur Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.53 Untuk mempermudah peneliti dalam memperoleh dan menganalisa data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Metode Observasi

Observasi atau yang disebut pula pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian tehadap sesuatu yang diteliti dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan

52 Burhan Bugin, Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm. 124

53 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 62.

pengecap.54

Observasi dilakukan untuk mengadakan pengamatan langsung di lapangan guna mencari data yang dibutuhkan serta menemukan permasalahan yang berkaitan dengan PT. Pegadaian Syariah Kantor Cabang Cakranegara.

b. Metode Wawancara

Wawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara (interview) adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara (interviewer) dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai (interviewee) melalui komunikasi langsung.55 Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu data tertentu.56

Dalam penelitian ini, yang menjadi sumber wawancara yaitu Karyawan dan nasabah PT. Pegadaian Syariah Kantor Cabang Cakranegara.

c. Metode Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang- barang tertulis atau benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, catatan harian dan sebagainya. Dokumentasi adalah cara mencari data

54 Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi, Teori dan Aplikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), hlm,. 157.

55 Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan.

(Jakarta: Prenadamedia Group, 2014). Hlm. 372.

56 Beni, Metode Penelitian, (Bandung: Pustaka Setia, 2008), hlm. 190.

mengenai hal-hal atau variabel yang berupa data, catatan-catatan, surat kabar, buku, majalah, agenda dan lain sebagainya.57

Adapun dokumentasi dalam penelitian ini dapat berupa buku-buku bacaan, dokumen, artikel, jurnal yang berkaitan dengan permasalahan ini dan arsip yang ada di PT. Pegadaian Syariah Kantor Cabang Cakranegara.

6. Teknik Analisis Data

Menurut Bogan dalam buku Sugiono, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya sehingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.58 Mengingat peneliti menggunakan kualitatif, maka peneliti menggunakan metode analisis data, yaitu:

a. Reduksi Data (Reduction)

Data-data yang diperoleh oleh peneliti kemudian direduksi dengan cara merangkum, memilih data-data yang penting, kemudian data dikelompokkan sesuai dengan fokus penelitian. Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai analisis pemasaran produk investasi emas dalam pencapaian kinerja Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara.

b. Penyajian Data (Data Display)

57 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT.

Rineka Cipta, 2002), hlm. 206.

58 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 244.

Teknik penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, tabel dan sebagainya. Dengan demikian yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif.59

c. Conclusion Drawing/Verification

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Milles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.60

7. Pengecekan Keabsahan Data a. Tringulasi

Tringulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap itu. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya.61

b. Penilaian teman sejawat

Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat, teknik ini sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan

59 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 219.

60 Ibid., hlm. 218.

61 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, hlm. 330.

data. Diskusi dengan teman sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk menjajaki dan menguji hipotesis kerja yang muncul dari pemeriksaan peneliti.62

c. Kecukupan referensi

Peneliti juga menggunakan teknik kecukupan referensi. Dalam hal ini, peneliti menggunakan dokumen buku atau catatan-catatan penting yang berkaitan dengan judul yang penulis bahas. Kecukupan dari referensi digunakan sebagai landasan teoritis yang cukup kuat untuk merumuskan permasalahan.

Dokumen terkait