• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

4.3 Analisis Curah Hujan Rencana

Menurut Soewarno (1995) dalam bukunya, menyatakan berdasarkan curah hujan rencana dapat ditentukan besarnya intesitas hujan yang digunakan untuk mencari debit banjir rencana. Ada beberapa sebaran distribusi yang digunakan dalam analisis curah hujan rencana, diantaranya sebaran distribusi Normal, Log Normal, Log Pearson Tipe-III dan Gumbel Tipe-I (Soewarno,1995).

4.3.1 Distribusi Normal

Distribusi ini biyasa digunakan dalam analisis hidrologi, misal dalam analisis frekuensi curah hujan, analisis statistik dari distribusi rata-rata curah hujan tahunan, debit rata-rata tahunan dan sebagainya. Adapun persamaan umum yang biyasa digunakan adalah sebagai berikut (Soewarno, 1995).

51

X = X̅ + k. S ………....…………..……...……...………..… (2.1) Dimana :

X = Perkiraan nilai diharapkan terjadi dengan periode ulang tertentu.

X̅ = Nilai rata-rata hitung variat.

k = Faktor frekuensi, merupakan fungsi dari pada peluang dan tipe model matematika dari distribusi peluang yang digunakan, pada tabel 2.2.

S = Deviasi standar nilai variat.

Perhitungan Distribusi Normal terdapat dalam tabel 4.10 : Tabel 4.10 Perhitungan Distribusi Normal

n Tahun

Curah Hujan 𝐗𝐢 (mm)

𝐗̅ (𝐗𝐢 − 𝐗̅ ) (𝐗𝐢 − 𝐗̅ )𝟐

1. 2004 177.3 129.573 47.727 2277.835

2. 2005 140.8 129.573 11.227 126.038

3. 2006 147.0 129.573 17.427 303.689

4. 2007 109.2 129.573 -20.373 415.073

5. 2008 131.8 129.573 2.227 4.958

6. 2009 100.3 129.573 -29.273 856.928

7. 2010 137.9 129.573 8.327 69.333

8. 2011 114.6 129.573 -14.973 224.201

9. 2012 137.5 129.573 7.927 62.832

10. 2013 117.4 129.573 -12.173 148.190

11. 2014 117.4 129.573 -12.173 148.190

12. 2015 103.6 129.573 -25.973 674.614

13. 2016 135.8 129.573 6.227 38.771

14. 2017 157.2 129.573 27.627 763.233

15. 2018 115.8 129.573 -13.773 189.705

Jumlah 1943.6 6303.589

Rata-rata ( 𝐗̅ ) 129.573

Standar Deviasi (S) 21.219

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

52

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.10 di atas, maka nilai rata-rata ( X̅ ) debit hujan harian maksimum tahunan di Kota Tarakan, nilainya ( X̅ ) = 129.573 dan untuk standar deviasi (S) nilainya = 21.219. Hitungan debit dengan menggunakan data curah hujan maksimum harian 15 tahun terakhir, dengan menggunakan metode distribusi Normal.

Adapun untuk langkah-langkah perhitungan distribusi Normal, adalah sebagai berikut :

 Menghitung nilai rata-rata ( X̅ ) = ∑ Xi

n

= 1943.6

15

= 129.573 mm

 Menghitung nilai standar deviasi (S) = √(Xi−X)2

n−1

= √6303.589

15−1

= 21.219 mm

 Menentukan nilai faktor frekuensi (k) :

Untuk menentukan nilai k, maka nilai T yang digunakan berasal dari tabel 2.2 Nilai (k) Variabel Reduksi Gauss. Nilai T untuk beberapa periode ulang tahun adalah sebagai berikut :

- Untuk T = 2 tahun, maka nilai k = 0 - Untuk T = 5 tahun, maka nilai k = 0.84 - Untuk T = 10 tahun, maka nilai k = 1.28 - Untuk T = 20 tahun, maka nilai k = 1.64 - Untuk T = 50 tahun, maka nilai k = 2.05 - Untuk T = 100 tahun, maka nilai k = 2.33

 Menghitung hujan rencana (X) :

1. Hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun (X2) : X2 = X̅ + ( k x S )

= 129.573 + (0 x 21.219) = 129.573 mm

53

2. Hujan rencana untuk periode ulang 5 tahun (X5) : X5 = X̅ + ( k x S )

= 129.573 + (0.84 x 21.219) = 147.397 mm

3. Hujan rencana untuk periode ulang 10 tahun (X10) : X10 = X̅ + ( k x S )

= 129.573 + (1.28 x 21.219) = 156.734 mm

4. Hujan rencana untuk periode ulang 20 tahun (X20) : X20 = X̅ + ( k x S )

= 129.573 + (1.64 x 21.219) = 164.373 mm

5. Hujan rencana untuk periode ulang 50 tahun (X50) : X50 = X̅ + ( k x S )

= 129.573 + (2.05 x 21.219) = 173.073 mm

6. Hujan rencana untuk periode ulang 100 tahun (X100) : X100 = X̅ + ( k x S )

= 129.573 + (2.33 x 21.219) = 179.014 mm

Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Distribusi Normal

No

Periode Ulang

(Tahun) 𝐗̅

Faktor

Frekuensi (k) 𝐒

Hujan Rencana (𝐗) (mm)

1. 2 129.573 0 21.219 129.573

2. 5 129.573 0.84 21.219 147.397

3. 10 129.573 1.28 21.219 156.734

4. 20 129.573 1.64 21.219 164.373

5. 50 129.573 2.05 21.219 173.073

6. 100 129.573 2.33 21.219 179.014

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

54

Berdasarkan tabel 4.11, hasil perhitungan distribusi Normal menunjukkan hasil hitungan untuk periode ulang 2 tahun = 129.573 mm, 5 tahun = 147.397 mm, 10 tahun = 156.734 mm, 20 tahun = 164.373 mm, 50 tahun = 173.073 mm, dan 100 tahun = 179.014 mm. Dari hasil perhitungan distribusi Normal pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa periode ulang tahun di setiap periode ulang semakin meningkat.

4.3.2 Distribusi Log Normal

Sebaran log normal merupakan hasil transformasi dari sebaran normal, yaitu dengan mengubah nilai variat X menjadi nilai logaritmik variat X. Sebaran log- Pearson III akan menjadi sebaran log normal apabila nilai koefisien kemencengan Cs = 0,00. Metode log normal apabila digambarkan pada kertas peluang logaritmik akan merupakan persamaan garis lurus, sehingga dapat dinyatakan sebagai model matematik dangan persamaan sebagai berikut (Soewarno,1995) :

Log X = log X̅̅̅̅̅̅̅ + k . SlogX ……..…..…...………...…...………..… (2.2) Dimana :

LogX = Nilai variat X yang diharapkan terjadi pada peluang atau periode ulang tertentu.

log X

̅̅̅̅̅̅ = Rata-rata nilai X hasil pengamatan

k = Karakteristiki dari distribusi log normal. Nilai k dapat diperoleh dari tabel yang merupakan fungsi peluang kumulatif dan periode ulang, lihat pada tabel 2.2.

SlogX = Deviasi standar logaritmik nilai X hasil pengamatan.

Perhitungan Distribusi Log Normal terdapat dalam tabel 4.12 : Tabel 4.12 Perhitungan Distribusi Log Normal

n Tahun

Curah Hujan 𝐗𝐢

(mm) 𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅ 𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢

− 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅

(𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢

− 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅)𝟐

1. 2004 177.3 2.249 2.107 0.141 0.0200

2. 2005 140.8 2.149 2.107 0.041 0.0017

3. 2006 147.0 2.167 2.107 0.060 0.0036

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

55 Lanjutan Tabel 4.12

n Tahun

Curah Hujan 𝐗𝐢

(mm) 𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅ 𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢

− 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅

(𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢

− 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅)𝟐

4. 2007 109.2 2.038 2.107 -0.069 0.0048

5. 2008 131.8 2.120 2.107 0.013 0.0002

6. 2009 100.3 2.001 2.107 -0.106 0.0112

7. 2010 137.9 2.140 2.107 0.032 0.0010

8. 2011 114.6 2.059 2.107 -0.048 0.0023

9. 2012 137.5 2.138 2.107 0.031 0.0010

10. 2013 117.4 2.070 2.107 -0.038 0.0014

11. 2014 117.4 2.070 2.107 -0.038 0.0014

12. 2015 103.6 2.015 2.107 -0.092 0.0084

13. 2016 135.8 2.133 2.107 0.026 0.0007

14. 2017 157.2 2.196 2.107 0.089 0.0080

15. 2018 115.8 2.064 2.107 -0.044 0.0019

Jumlah 31.609 0.0676

Rata-rata ( 𝐥𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅ ) 2.107

Standar Deviasi (𝐒𝐥𝐨𝐠 𝐗) 0.069

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.12 di atas, maka nilai rata-rata (Log X̅̅̅̅̅̅̅) debit hujan harian maksimum tahunan di Kota Tarakan, nilainya (Log X̅̅̅̅̅̅̅)

= 2.107 dan untuk standar deviasi (S log X) nilainya = 0.069. Hitungan debit dengan menggunakan data curah hujan maksimum harian 15 tahun terakhir, dengan menggunakan metode probabilitas Log Normal.

Adapun untuk langkah-langkah perhitungan distribusi Log Normal, adalah sebagai berikut :

 Menghitung nilai rata-rata (LogX̅̅̅̅̅̅̅) = ∑ Log Xi

n

= 31.609

15

= 2.107 mm

56

 Menghitung nilai standar deviasi (S Log X) = √(Log Xi− Log X̅̅̅̅̅̅̅̅)2 n−1

= √0.067615−1 = 0.069 mm

 Menentukan nilai faktor frekuensi (k) :

Untuk menentukan nilai k, maka nilai T yang digunakan berasal dari tabel 2.2 Nilai (k) Variabel Reduksi Gauss. Nilai T untuk beberapa periode ulang tahun adalah sebagai berikut :

- Untuk T = 2 tahun, maka nilai k = 0 - Untuk T = 5 tahun, maka nilai k = 0.84 - Untuk T = 10 tahun, maka nilai k = 1.28 - Untuk T = 20 tahun, maka nilai k = 1.64 - Untuk T = 50 tahun, maka nilai k = 2.05 - Untuk T = 100 tahun, maka nilai k = 2.33

 Menghitung hujan rencana Log X :

1. Hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun (Log X2) : Log X2 = Log X̅̅̅̅̅̅̅ + ( k x S Log X )

= 2.107 + (0 x 0.069) = 128.014 mm

2. Hujan rencana untuk periode ulang 5 tahun (Log X5) : Log X5 = Log X̅̅̅̅̅̅̅ + ( k x S Log X )

= 2.107 + (0.84 x 0.069) = 146.426 mm

3. Hujan rencana untuk periode ulang 10 tahun (Log X10) : Log X10 = Log X̅̅̅̅̅̅̅ + ( k x S Log X )

= 2.107 + (1.28 x 0.069) = 157.104 mm

4. Hujan rencana untuk periode ulang 20 tahun (Log X20) : Log X20 = Log X̅̅̅̅̅̅̅ + ( k x S Log X )

= 2.107 + (1.64 x 0.069) = 166.418 mm

57

5. Hujan rencana untuk periode ulang 50 tahun (Log X50) : Log X50 = Log X̅̅̅̅̅̅̅ + ( k x S Log X )

= 2.107 + (2.05 x 0.069) = 177.699 mm

6. Hujan rencana untuk periode ulang 100 tahun (Log X100) : Log X100 = Log X̅̅̅̅̅̅̅ + ( k x S Log X )

= 2.107 + (2.33 x 0.069) = 185.840 mm

Tabel 4.13 Hasil Perhitungan Distribusi Log Normal No Periode Ulang

(Tahun) 𝐋𝐨𝐠 𝐗̅̅̅̅̅̅̅̅

Faktor

Frekuensi (k) 𝐒𝐋𝐨𝐠 𝐗 Hujan Rencana (𝐋𝐨𝐠 𝐗) (mm)

1. 2 2.107 0 0.069 128.014

2. 5 2.107 0.84 0.069 146.426

3. 10 2.107 1.28 0.069 157.104

4. 20 2.107 1.64 0.069 166.418

5. 50 2.107 2.05 0.069 177.699

6. 100 2.107 2.33 0.069 185.840

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

Berdasarkan tabel 4.13, hasil perhitungan distribusi Log Normal menunjukkan hasil hitungan untuk periode ulang 2 tahun = 128.014 mm, 5 tahun = 146.426 mm, 10 tahun = 157.104 mm, 20 tahun = 166.418 mm, 50 tahun = 177.699 mm, dan 100 tahun = 185.840 mm. Dari hasil perhitungan distribusi Log Normal pada tabel 4.13 menunjukkan bahwa periode ulang tahun di setiap periode ulang semakin meningkat.

4.3.3 Distribusi Gumbel Type-I

Digunakan untuk analisis data maksimum, missal analisis frekuensi banjir.

Untuk menghitung curah hujan rencana dengan metode sebaran Gumbel Type-I digunakan persamaan distribusi frekuensi empiris berikut (CD.Soemarto, 1999) :

XT = X̅ + S. k ………..………...………….……. (2.3) Dimana :

XT = Nilai hujan rencana dengan data ukur T tahun.

X̅ = Nilai rata-rata hujan.

58 S = Standar deviasi.

k = Faktor frekuensi Gumbel.

k =Yt−Yn

Sn ………...………..………..…….. (2.4) Dimana :

Yt = Nilai reduksi variat dari variabel yang diharapkan terjadi pada periode ulang T (tahun) pada tabel 2.3.

Yn = Nilai rata-rata reduksi variat nilainya dari data (n), tabel 2.4.

Sn = deviasi standar reduksi variat nilainya dari data n, tabel 2.5.

Perhitungan Distribusi Gumbel Type-I terdapat dalam tabel 4.14 : Tabel 4.14 Perhitungan Distribusi Gumbel Type-I

n Tahun Curah Hujan

𝐗𝐢 (mm) 𝐗̅ (𝐗𝐢 − 𝐗̅) (𝐗𝐢 − 𝐗̅)𝟐

1. 2004 177.3 129.573 47.727 2277.835

2. 2005 140.8 129.573 11.227 126.038

3. 2006 147.0 129.573 17.427 303.689

4. 2007 109.2 129.573 -20.373 415.073

5. 2008 131.8 129.573 2.227 4.958

6. 2009 100.3 129.573 -29.273 856.928

7. 2010 137.9 129.573 8.327 69.333

8. 2011 114.6 129.573 -14.973 224.201

9. 2012 137.5 129.573 7.927 62.832

10. 2013 117.4 129.573 -12.173 148.190

11. 2014 117.4 129.573 -12.173 148.190

12. 2015 103.6 129.573 -25.973 674.614

13. 2016 135.8 129.573 6.227 38.771

14. 2017 157.2 129.573 27.627 763.233

15. 2018 115.8 129.573 -13.773 189.705

Jumlah 1943.6 6303.589

Rata-rata ( 𝐗 ̅ ) 129.573

Standar Devisi ( S ) 21.219

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

59

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.14 di atas, maka nilai rata-rata ( X ̅ ) debit hujan harian maksimum tahunan di Kota Tarakan, nilainya ( X ̅ ) = 129.573 dan untuk standar deviasi ( S ) nilainya = 21.219. Hitungan debit dengan menggunakan data curah hujan maksimum harian 15 tahun terakhir, dengan menggunakan metode distribusi Gumbel Type-I.

Adapun untuk langkah-langkah perhitungan distribusi Gumbel Type-I, adalah sebagai berikut :

 Menghitung nilai rata-rata (X̅) = ∑ Xi

n

= 1943.6

15

= 129.573 mm

 Menghitung nilai standar deviasi (S) = √(Xi− X̅)2

n−1

= √6303.589

15−1

= 21.219 mm

 Menentukan nilai faktor frekuensi (k) dan hujan rencana (XT) dengan jumlah data (n) = 15 maka diperoleh nilai Sn dari tabel 2.5 dan Yn yang diperoleh dari tabel 2.4, dimana Sn dan Yn nilainya sebagai berikut :

- Sn = 1.0566 - Yn = 0.5220

Nilai Yt diperoleh dari tabel 2.3, yang terdapat dalam tabel 4.15 : Tabel 4.15 Nilai Yt Berdasarkan Periode Ulang

No Periode Ulang T

(Tahun) Yt

1. 2 0.3665

2. 5 1.4999

3. 10 2.2502

4. 20 2.9606

5. 50 3.9019

6. 100 4.6001

Sumber : CD.Soemarto,1999

60

 Menghitung nilai faktor reduksi frekuensi (k) : - Nilai k untuk t = 2 Tahun

k =Yt−Yn

Sn =0.3665−0.5220

1.0566

= −0.147

- Nilai k untuk t = 5 Tahun k =Yt−Yn

Sn =1.4999−0.5220

1.0566

= 0.926

- Nilai k untuk t = 10 Tahun k =Yt−Yn

Sn =2.2502−0.5220

1.0566

= 1.636

- Nilai k untuk t = 20 Tahun k =Yt−Yn

Sn =2.9606−0.5220

1.0566

= 2.308

- Nilai k untuk t = 50 Tahun k =Yt−Yn

Sn =3.9019−0.5220

1.0566

= 3.199

- Nilai k untuk t = 100 Tahun k =Yt−Yn

Sn =4.6001−0.5220

1.0566

= 3.860

61

 Menghitung hujan rencana (XT) :

1. Hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun (XT2) XT2= X̅ + S x k

= 129.573 + 21.219 x (-0.147) = 126.450 mm

2. Hujan rencana untuk periode ulang 5 tahun (XT5) XT5= X̅ + S x k

= 129.573 + 21.219 x 0.926 = 149.212 mm

3. Hujan rencana untuk periode ulang 10 tahun (XT10) XT10 = X̅ + S x k

= 129.573 + 21.219 x 1.636 = 164.280 mm

4. Hujan rencana untuk periode ulang 20 tahun (XT20) XT20 = X̅ + S x k

= 129.573 + 21.219 x 2.308 = 178.547 mm

5. Hujan rencana untuk periode ulang 50 tahun (XT50) XT50 = X̅ + S x k

= 129.573 + 21.219 x 3.199 = 197.450 mm

6. Hujan rencana untuk periode ulang 100 tahun (XT100) XT100= X̅ + S x k

= 129.573 + 21.219 x 3.860 = 211.472 mm

62

Tabel 4.16 Hasil Perhitungan Distribusi Gumbel Type-I

No

Periode Ulang (Tahun)

𝐘𝐭 𝐘𝐧 𝐒𝐧 𝐗 𝐒

Faktor Frekuensi

k

Hujan Rencana

(mm) 𝐗𝐓

1. 2 0.3665 0.5220 1.0566 129.573 21.219 -0.147 126.450 2. 5 1.4999 0.5220 1.0566 129.573 21.219 0.926 149.212 3. 10 2.2502 0.5220 1.0566 129.573 21.219 1.636 164.280 4. 20 2.9606 0.5220 1.0566 129.573 21.219 2.308 178.547 5. 50 3.9019 0.5220 1.0566 129.573 21.219 3.199 197.450 6. 100 4.6001 0.5220 1.0566 129.573 21.219 3.860 211.472 Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

Berdasarkan tabel 4.16, hasil perhitungan distribusi Gumbel Type-I menunjukkan hasil hitungan untuk periode ulang 2 tahun = 126.450 mm, 5 tahun = 149.212 mm, 10 tahun = 164.280 mm, 20 tahun = 178.547 mm, 50 tahun = 197.450 mm, dan 100 tahun = 211.472 mm. Dari hasil perhitungan distribusi Gumbel Type- I pada tabel 4.16 menunjukkan bahwa periode ulang tahun di setiap periode ulang semakin meningkat.

4.3.4 Distribusi Log Person Type-III

Metode Log Pearson Type-III apabila digambarkan pada kertas peluang logaritmik akan merupakan persamaan garis lurus, sehingga dapat dinyatakan sebagai model matematik dengan persamaan sebagai berikut:

Log XT = LogX + (KT . S LogX) ……..………...….. (2.5) Dimana :

LogXT = Nilai logaritma hujan rencana dengan periode ulang T LogX = Nilai rata-rata dari Log X

KT = Variabel standar, besarnya tergantung koefisien kepencengan (Cs atau G pada table 2.6 frekuensi KT untuk distribusi Log Perason Type-III) SLogX = Deviasi standar dari Log X = 0.5

63

Perhitungan Distribusi Log Perason Type-III pada tabel 4.17 : Tabel 4.17 Perhitungan Distribusi Log Perason Type-III

n Tahun

Curah Hujan 𝐗𝐢 (mm)

𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢 𝐋𝐨𝐠 𝐗 (𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢

− 𝐋𝐨𝐠 𝐗)𝟐

(𝐋𝐨𝐠 𝐗𝐢

− 𝐋𝐨𝐠 𝐗)𝟑

1. 2004 177.3 2.249 2.107 0.0200 0.002830

2. 2005 140.8 2.149 2.107 0.0017 0.000071

3. 2006 147.0 2.167 2.107 0.0036 0.000217

4. 2007 109.2 2.038 2.107 0.0048 -0.000329

5. 2008 131.8 2.120 2.107 0.0002 0.000002

6. 2009 100.3 2.001 2.107 0.0112 -0.001190

7. 2010 137.9 2.140 2.107 0.0010 0.000034

8. 2011 114.6 2.059 2.107 0.0023 -0.000111

10. 2013 117.4 2.070 2.107 0.0014 -0.000053

11. 2014 117.4 2.070 2.107 0.0014 -0.000053

12. 2015 103.6 2.015 2.107 0.0084 -0.000776

13. 2016 135.8 2.133 2.107 0.0007 0.000017

14. 2017 157.2 2.196 2.107 0.0080 0.000710

15. 2018 115.8 2.064 2.107 0.0019 -0.000083

Jumlah 1943.6 31.609 0.0676 0.00131

Rata-rata (LogX) 129.573 2.107 0.0045 8.77E-05

Standar Devisi

(SLogX) 0.069

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.17 di atas, maka nilai rata-rata (LogX) debit hujan harian maksimum tahunan di Kota Tarakan, nilainya (LogX) = 2.107 dan untuk standar deviasi (SLogX) nilainya = 0.069. Hitungan debit dengan menggunakan data curah hujan maksimum harian 15 tahun terakhir, dengan menggunakan metode distribusi Log Perason Type-III.

64

Adapun untuk langkah-langkah perhitungan distribusi Log Perason Type-III, adalah sebagai berikut :

 Menghitung nilai rata-rata (LogX) = ∑ LogXi

n

= 31.609

15

= 2.107 mm

 Menghitung nilai standar deviasi (S) = ∑(LogXi−LogX)20.5 n−1

= 0.06760.5

14

= 0.069 mm

 Menghitung nilai (Cs) = 𝑛 𝑥 ∑(LogXi−LogX)3 (n−1)(n−2)(SLogX)3

= 15 x 8.77E−05 14 x 13 x 0.00034

= 0.0

 Menentukan nilai KT berdasarkan nilai Cs yang diperoleh dari tabel 2.6, berdasarkan periode ulang T (Tahun). Frekuensi (KT) untuk distribusi probabilitas Log Pearson Type-III, maka diperoleh :

- T = 2 Tahun, dengan CS = 0.0 maka nilai KT = 0.000 - T = 5 Tahun, dengan CS = 0.0 maka nilai KT = 0.842 - T = 10 Tahun, dengan CS = 0.0 maka nilai KT = 1.282 - T = 20 Tahun, dengan CS = 0.0 maka nilai KT = 1.861 - T = 50 Tahun, dengan CS = 0.0 maka nilai KT = 2.054 - T = 100 Tahun, dengan CS = 0.0 maka nilai KT = 2.326

 Menghitung hujan rencana (LogXT) :

1. Hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun (LogXT2) : LogXT2= LogX + KT× SlogX

= 2.107 + 0.000 × 0.069 = 128.014 mm

2. Hujan rencana untuk periode ulang 5 tahun (LogXT5) : LogXT5= LogX + KT× SlogX

= 2.107 + 0.842 × 0.069 = 146.473 mm

65

3. Hujan rencana untuk periode ulang 10 tahun (LogXT10) : LogXT10= LogX + KT× SlogX

= 2.107 + 1.282 × 0.069 = 157.155 mm

4. Hujan rencana untuk periode ulang 20 tahun (LogXT20) : LogXT20= LogX + KT× SlogX

= 2.107 + 1.861× 0.069 = 172.407 mm

5. Hujan rencana untuk periode ulang 50 tahun (LogXT50) : LogXT50= LogX + KT× SlogX

= 2.107 + 2.054 × 0.069 = 177.813 mm

6. Hujan rencana untuk periode ulang 100 tahun (LogXT100) : LogXT100= LogX + KT× SlogX

= 2.107 + 2.326 × 0.069 = 185.721 mm

Tabel 4.18 Hasil Perhitungan Distribusi Log Pearson Type-III

No

Periode Ulang (Tahun)

LogX

Faktor Frekuensi

KT

SlogX LogXT’ LogXT

1. 2 Tahun 2.107 0.000 0.069 2.107 128.014

2. 5 Tahun 2.107 0.842 0.069 2.166 146.473

3. 10 Tahun 2.107 1.282 0.069 2.196 157.155

4. 20 Tahun 2.107 1.861 0.069 2.237 172.407

5. 50 Tahun 2.107 2.054 0.069 2.250 177.813

6. 100 Tahun 2.107 2.326 0.069 2.269 185.721

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

Berdasarkan tabel 4.18, hasil perhitungan distribusi Log Pearson Type-III menunjukkan hasil hitungan untuk periode ulang 2 tahun = 128.014 mm, 5 tahun = 146.473 mm, 10 tahun = 157.155 mm, 20 tahun = 172.407 mm, 50 tahun = 177.813 mm, dan 100 tahun = 185.721 mm. Dari hasil perhitungan distribusi Log Pearson Type-III pada tabel 4.18 menunjukkan bahwa periode ulang tahun di setiap periode ulang semakin meningkat.

66 4.3.5 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Distribusi

Setelah melakukan perhitungan analisis curah hujan rencana, dengan menggunakan empat metode distribusi, maka pada tabel 4.19 ditampilkan hasil analisis curah hujan rencana, berdasarakan empat metode yang digunakan dengan periode ulang yang berbeda. Adapun hasil analisnya terdapat pada tabel 4.19 berikut ini.

Tabel 4.19 Rekapitulasi Hasil Analisis Curah Hujan Rencana

No Periode Ulang

Metode Perhitungan Hujan Rencana (mm)

Normal (*) Log Normal

Gumbel Type-I

Log Perason Type-III

1. 2 Tahun 129.573 128.014 126.450 128.014

2. 5 Tahun 147.397 146.426 149.212 146.473

3. 10 Tahun 156.734 157.104 164.280 157.155

4. 20 Tahun 164.373 166.418 178.547 172.407

5. 50 Tahun 173.073 177.699 197.450 177.813

6. 100 Tahun 179.014 185.840 211.472 185.721

Sumber : Hasil Analisis Perhitungan, 2021

(*) Catatan : Metode yang dipilih untuk menghitung analisis debit banjir rencana, berdasarkan hasil uji kecocokan distribusi.

Dokumen terkait