BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Dampak Pengembangan Pasar Modern pada Eksistensi
BAB III
1. Omzet penjualan
Omzet adalah seluruh jumlah uang yang didapat dari hasil penjualan dalam waktu tertentu tetapi belum dikurangi dengan harga pokok penjualan dan biaya atau sering disebut sebagai laba kotor.84 Dari hasil wawancara, peneliti menemukan bahwa pengembangan pasar modern berdampak pada tingkat omzet pedagang pasar tradisional. Pada umumnya, pengembangan pasar modern mengurangi omzet pedagang pasar tradisional, yang awalnya omzet mereka berkisar tinggi hingga menengah, tetapi pada perkembangannya justru semakin kurang.
2. Pendapatan
Pendapatan dibagi menjadi dua yakni pendapatan kotor dan pendapatan bersih, pendapatan kotor sering disebut omzet. Sedangkan pendapatan bersih yakni pendapatan setelah dikurangi HPP (Harga Pokok Penjualan) dan biaya-biaya.
Dari hasil wawancara, mayoritas pedagang pasar tradisional mengaku bahwa pendapatan mereka menurun sejak banyak berdirinya pasar modern di sekitar pasar tradisional. Penurunan itu juga dikarenakan penurunan jumlah omzet usaha para pedagang pasar tradisional.
3. Jumlah pelanggan
Besar kecilnya pendapatan pedagang di pasar tradisional dipengaruhi oleh jumlah pedagang yang datang ke pasar, sehingga
84Muhammad Arif widodo dalam, kumpulanbukubisnisblogspot.com/2014/10/perbedaan- omzet-profit-cash-dan-free-cash.html. diakses pada 28 November 2016 pukul 21.30 Wita.
dengan banyaknya pasar modern yang berdiri menyebabkan pembeli yang datang ke pasar tradisional menjadi berkurang, karena telah beralih ke pasar modern, meskipun banyak pelanggan tetap berbelanja ke pasar tradisional tetapi intensitasnya sudah mulai berkurang, jenis barang yang dibeli juga sudah mulai berkurang. Berdasarkan wawancara dengan pedagang di pasar tradisional Cakranegara.
Pedagang mengaku bahwa jumlah pelanggan mereka menurun setelah maraknya pasar modern di sekitar pasar di Kecamatan Cakranegara.
Akan tetapi jumlah pelanggan yang berkurang adalah para konsumen akhir. Sedangkan untuk pelanggan grosir atau untuk dijual kembali jumlahnya tetap atau tidak mengalami penurunan.
4. Kondisi pasar
Dari hasil observasi peneliti dan wawancara dengan pengelola pasar serta pedagang pasar di pasar tradisional, peneliti menemukan bahwa pengembangan pasar modern berdampak pada kondisi pasar secara tidak langsung, baik dari bangunan, tingkat kebersihan, dan fasilitas pasar, serta manajemen pengelolaan pasar tidak berubah lebih baik dari tahun ke tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan pasar modern yang terus berkembang setiap tahunnya.
Hal ini disebabkan pasar modern dikuasai oleh individu sehingga, segala jenis kebijakan yang diarahkan merupakan ide dari pemiliknya atau yang ahli dalam bidang manajemen pemasaran.
Dengan terus memperhatikan perkembangan pasar, para manajer atau
pemiliknya akan membuat terobosan-terobosan baru dalam bidang pemasaran untuk menarik pelanggan, meningkatkan kualitas layanan, dan menambah keanekaragaman barang yang dijual, serta pelayanan prima sehingga akan menambah jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap naiknya omzet dan pendapatan pasar modern.
Sistem dan mekanisme seperti ini tidak ada pada pasar tradisional, dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa pengelola pasar justru lebih berfokus kepada penarikan retribusi dari pedagang daripada memperhatikan aspek-aspek pengelolaan pasar, agar kondisi pasar menjadi lebih baik.
Hasil wawancara dari beberapa pedagang di pasar tradisional, mereka mengatakan bahwa fasilitas yang ada pada pasar tradisional Cakranegara masih perlu untuk dibenahi, dari segi penerangan misalnya, pedagang harus memperbaiki sendiri penerangannya apabila ada masalah, dari segi tempat usaha, apabila tempat usaha bocor atau terdapat kerusakan, maka pedagang sendiri yang harus memperbaikinya, Sedangkan dari segi kebersihan, petugas kebersihan telah melaksanakan tugasnya dengan baik, akan tetapi masih belum maksimal, sehingga masih banyak sampah berserakan dimana-mana, hal ini juga disebabkan karena kurangnya kesadaran dari sebagian penjual. Kurangnya kebersihan pasar juga membuat pasar ini terlihat kumuh meskipun terakhir kali direnovasi pada tahun 2014, namun kondisinya tetap membuatnya terlihat seperti belum pernah direnovasi.
Dari hasil penelitian meneliti juga menemukan bahwa terdapat faktor- faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional diantaranya:
1. Jarak
Jarak adalah faktor yang mempengaruhi sesuatu terhadap sesuatu yang lainnya. Pengaruh pasar modern dari segi jarak dapat dilihat dari segi sosial dan ekonomi. Dari segi sosial, mayoritas pelaku usaha mendirikan usahanya di dekat pasar tradisional, hingga kedua pasar ini memiliki wilayah sosial yang sama. Apabila pasar modern berdiri di wilayah yang sama dengan pasar tradisional, berarti kedua jenis pasar ini memiliki sasaran konsumen yang sama yakni penduduk di sekitar wilayah tersebut.
MGM Supermarket berdiri tepat di sebelah selatan pasar Cakranegara, Indomaret, Ruby Supermarket & Departement Store, dan Mataram Mall berdiri di sebelah barat pasar Cakranegara, hal ini tentu berpengaruh terhadap jumlah pedagang yang datang ke pasar Cakranegara. Dari segi ekonomi, pasar modern berada pada pasar yang sama dengan pasar tradisional. Keduanya menjual barang dagangan yang sejenis, antara lain sembako, barang-barang kebutuhan sehari-hari, dan perlengkapan rumah tangga dan sebagainya. Semua barang yang diperjualbelikan di pasar modern dapat ditemukan di pasar tradisional. Sehingga hal ini juga mempengaruhi jumlah pelanggan yang datang.
Dekatnya jarak kedua jenis pasar ini menyebabkan kedua pasar ini bersaing untuk mendapatkan pelanggan di wilayah yang sama, akan tetapi dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh pasar modern tentunya, membuatnya lebih unggul dari pasar tradisional. Hal ini jika dilihat dari segi pedagang pasar tradisional maka tentunya akan merugikan mereka.
2. Kecenderungan Konsumen
Setiap konsumen pada dasarnya menyukai harga yang murah, begitu pula dengan potongan harga, atau harga dibawah normal, untuk barang-barang tertentu, dan pasar modern seperti Alfamart, Indomaret, Ruby Supermarket, MGM Supermarket dan jenis pasar modern lainnya, adalah jenis pasar yang selalu menawarkan diskon setiap minggunya. Sehingga pembeli senang berburu diskon yang ditawarkan.
Dari hasil wawancara dengan konsumen pasar tradisional dan pasar modern di pasar Cakranegara, ada sebagian konsumen yang berbelanja di pasar modern karena jam bukanya lebih panjang, tempat lebih nyaman dan variatif, dengan harga yang hamper sama dengan pasar tardisional, tetapi mereka juga berbelanja di pasar Cakranegara untuk membeli bahan, bahan Makanan di akhir minggu, sedangkan rata-rata penghabisan untuk belanja di kedua jenis pasar tersebut, mayoritas mengatakan bahwa, uang yang dibelanjakan di pasar modern lebih besar dari pada si pasar
tradisional yang mengindikasikan bahwa perputaran uang di pasar modern lebih besar di pasar modern.
3. Permodalan
Dari segi modal, pasar modern memiliki modal yang besar sedangkan pelaku usaha di pasar tradisional memiliki modal terbatas.
Dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa mayoritas pedagang di pasar tradisional Cakranegara, mendapatkan modal usaha dari lembaga keuangan baik Bank, Koperasi maupun BMT dengan modal pinjaman yang tidak terlalu besar, kecuali pedagang grosir, nilai pinjaman mereka bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Karena modal usaha didapatkan dari pinjaman pada lembaga keuangan, dan dalam jumlah yang tidak terlalu besar, maka usaha yang dijalankan juga merupakan usaha yang tidak terlalu besar, dengan pendapatan yang tidak terlalu besar pula.
Akan tetapi pedagang tetap harus menyetor angsuran dan bunga pinjaman atau bagi hasil pembiayaannya, dan untuk dapat menyetor angsuran pinjamannya, pedagang harus mendapatkan omzet yang banyak, akan tetapi ini tergantung kepada jumlah pembeli yang datang berbelanja ke tempatnya.
Pada dasarnya pasar modern juga mendapatkan modal usaha dari pinjaman bank, dari penyertaan saham, atau dari
penerbitan obligasi tentunya dengan nominal yang cukup besar hingga mencapai ratusan bahkan milyaran rupiah tergantung besar kecilnya usaha yang dimiliki. Modal yang besar memungkinkan mereka untuk menyediakan beragam jenis barang, dan fasilitas yang lengkap dan nyaman, serta pelayanan prima guna mendapatkan keuntungan yang besar. Sehingga mereka bisa mendapatkan omzet penjualan dalam jumlah yang cukup besar.
4. Fasilitas
Fasilitas yang ditawarkan kepada konsumen antara pasar modern dengan pasar tradisional sangat berbeda. Pasar modern menawarkan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Sedangkan pasar tradisional memiliki fasilitas yang masih sederhana, tidak lengkap, serta sering adanya gangguan kenyaman dan keamanan.
5. Manajemen
Pasar modern dikelola dengan manajemen yang modern dan terstruktur, baik dari segi permodalan, pengelolaan, hingga sumber daya manuasianya. Sedangkan pasar tradisional masih dikelola dengan manajemen yang sederhana. Perbedaan-perbedaan diatas menjadikan pasar modern cukup mempengaruhi pelaku di pasar tradisional.
6. Harga
Dalam konsep ekonomi Islam penentuan harga dilakukan oleh kekuatan-kekuatan pasar, yaitu kekuatan permintaan dan
kekuatan penawaran. Pertemuan permintaan dan penawaran tersebut haruslah terjadi secara rela sama rela, tidak ada pihak merasa terpaksa untuk melakukan transaksi pada tingkat harga tersebut.
Pada perkembangannya harga-harga barang di pasar modern hampir sama dengan di pasar tradisional, walaupun ada beberapa jenis pasar modern yang mematok harga sedikit lebih tinggi dari harga di pasar tradisional yakni di Alfamart dan Indomaret, serta di Mataram Mall. Tetapi di pasar lainnya hampir sama seperti di Ruby Supermarket, dan MGM Supermarket yang ada di sekitar wilayah pasar Cakranegara.
Menurut teori Adam Smith mengatakan bahwa perekonomian akan berkembang dan membawa kemakmuran orang banyak jika individu dibebaskan dalam mekanisme pasar (Laissez Fire). Kemudian Marx juga mengatakan bahwa Negara atau perusahaan yang mempunyai modal akan menghancurkan Negara yang miskin. Akibat terpenting dari ekonomi pasar adalah berkuasanya mekanisme pasar atau hukuman pasar atas substansi-substansi masyarakat, termasuk manusianya. Pada umumnya yang kaya menjadi kaya serta segala kebutuhannya tercukupi disebut dengan sejahtera, dan sebaliknya yang miskin serta kebutuhan tidak terpenuhi disebut dengan tidak sejahtera.
Seperti halnya pasar modern di kecamatan Cakranegara yang dikuasai oleh para pemilik modal yang mengambil keuntungan atau pendapatan
dengan lebih banyak dengan kualitas-kualitas yang ditawarkan serba canggih untuk kenyamanan dan kemudahan bagi para konsumen, kemajuan teknologi, serta strategi penetapan harga bersaing yang membuat barang-barang di pasar modern murah sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar, Khususnya para pedagang di pasar tradisional Cakranegara.
Dominasi pasar modern dalam perdagangan di Kecamatan Cakranegara
Dalam hal memilih jenis pasar sebagai tempat membeli kebutuhan, masyarakat sebagian besar telah mulai selektif dengan kualitas barang dan harga, yang membuat sebagian besar dari mereka memilih pasar jenis tertentu, yang kemudian masyarakat lain mulai melihat, mempelajari dan mengadopsi prilaku tersebut ke dalam dirinya.
Dari hasil penelitian peneliti, sebagian besar masyarakat di kecamatan Cakranegara sudah mulai memilih pasar untuk jenis barang tertentu ketika membeli barang, dalam bidang kosmetik, pakaian, sepatu, tas, sandal dan beberapa jenis kebutuhan sehari-hari lebih memilih di pasar modern yang dapat dijamin kualitasnya, bila dibandingkan dengan pasar tradisional. Sedangkan untuk bahan-bahan makanan masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di pasar tradisional, yang jenis barangnya lebih alami.
Semakin meningkatnya pasar modern yang dalam persaingan pasar semakin menjadi “modal banyak pasti menang” serta keunggulan yang ditawarkan pasar modern berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat tradisional. Dimana omzet pendapatan pedagang menurun dikarenakan kurang berkualitasnya pasar serta dari gaya hidup modern membuat sebagian masyarakat menganut model tersebut.
B. Strategi Pengelola Pasar dan Pedagang Pasar dalam