“DAMPAK PENGEMBANGAN PASAR MODERN PADA EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL
(STUDI KASUS PASAR CAKRANEGARA, KECAMATAN CAKRANEGARA, KOTA MATARAM)”
oleh Baiq Candrawati
152.125.175
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
MATARAM 2017
“DAMPAK PENGEMBANGAN PASAR MODERN PADA EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL
(STUDI KASUS PASAR CAKRANEGARA KECAMATAN CAKRANEGARA, KOTA MATARAM)”
SKRIPSI
Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar sarjana Ekonomi Syariah
oleh Baiq Candrawati
152.125.175
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM
MATARAM 2017
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi Baiq Candrawati, NIM. 152.125.175. yang berjudul “Dampak Pengembangan Pasar Modern Pada Eksistensi Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Cakranegara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram)” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk di-munaqasyah-kan. Disetujui pada hari Rabu, tanggal 21 Desember 2016.
Di bawah bimbingan:
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag Muh. Baihaqi, S.Hi, M.Si NIP. 196508171997031001 NIP. 197808102006041002
NOTA DINAS Hal : Munaqasyah
Mataram, 21 Desember 2016 Kepada
Yth. Rektor IAIN Mataram Di-
Mataram Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Setelah diperiksa dan diadakan perbaikan sesuai masukan pembimbing dan pedoman penulisan skripsi, kami berpendapat bahwa skripsi Baiq Candrawati, NIM. 152.125.175. yang berjudul “Dampak Pengembangan Pasar Modern Pada Eksistensi Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Cakranegara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram)” telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Mataram.
Demikian, atas perhatian Bapak Rektor disampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag. Muh. Baihaqi, S.Hi, M.Si NIP. 196508171997031001 NIP. 19780810 2006041002
PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Dampak Pengembangan Pasar Modern Pada Eksistensi Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Cakranegara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram)” yang diajukan oleh Baiq Candrawati, Nim.
152.125.175., jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Mataram telah dimunaqasyahkan pada hari Jum’at, tanggal 6 Januari 2017 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk mencapai gelar sarjana Ekonomi Syariah.
Dewan Munaqasyah :
Ketua Sidang/Pemb. I : Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag.
NIP. 196508171997031001
Sekretaris sidang/Pemb.II : Muh. Baihaqi, SHI, MSI NIP. 197808102006041002
Penguji I : Atun Wardatun M.Ag Ph.D.
NIP.197703302000032001
Penguji II : Yunia Ulfa Variana M.Sc.
NIP. 198006132011012003
Mengetahui
Dekan Fak. Syariah dan Ekonomi Islam
( Dr. H. Musawar, M.Ag. ) NIP. 196912311998031008
Motto:
“Orang-orang itu tidak menginginkan kata-kata.
Mereka menginginkan dengungan suara perjuangan.
Perjuangan melawan takdir”
(Gamal Abdul Nasser)
“Tidak beriman seseorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya
sendiri.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
PERSEMBAHAN:
Karya sederhana ini ananda persembahkan kepada:
Bapak dan Almarhumah Ibuku, Ibu As, Adik-adikku Baiq Ida Arianti, Harmiana, L.M Hafizi, M. Azmi, bibi janom dan kakekku H. Wildan juga kakak-kakakku, Bambang, Nana, dan Andi yang telah memberikan dukungan, pengorbanan moril dan materiil yang tak terhingga, atas kesabaran dalam mendidik dan menasehati sampai bisa seperti sekarang ini dengan penuh kasih sayang, serta atas support dan bantuannya.
Sukriadi yang telah memberikan bantuan selama melakukan penelitian dan pengambilan data di lapangan serta memberikan semangat dan motivasi selama kuliah dan penyelesaian skripsi ini.
Almamaterku Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.
Teman-teman Organisasi ESC dan HMI, yang telah memberikan semangat dan dukungan, serta mengajarkanku arti perjuangan, kebersamaan, persahabatan dan pengalaman-pengalaman berharga.
Teman-teman kos Ceria, Tini, Sukinah, Mainnah, Yana, Najah, Mita, dan Rokyal yang selalu mengingatkanku untuk fokus mengerjakan skripsi, memotivasi, dan menyemangatiku ketika merasa penat dalam proses penyelesaian skripsi ini.
Teman-teman khususnya jurusan Ekonomi Syariah kelas F angkatan tahun 2012 Yogi, Alinda, Milda, Firza, Wiwik, Hirwani, Irna, Khusnul, Wulan, Asrori, Warda, Fiktor, Warda, Mif, Ziana, Mukhtar, Ning, Fitri, Tantri, Wirfan, Asyari dan Tamrin yang telah banyak memberikan motivasi dan dorongan dalam menyelesaikan studi ini. Semoga persahabatan dan kebersamaan kita tidak pernah berakhir walau jarak dan waktu memisahkan kita. Dan kita bahagia bersama. Amin.
“DAMPAK PENGEMBANGAN PASAR MODERN PADA EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL
(STUDI KASUS PASAR CAKRANEGARA KECAMATAN CAKRANEGARA, KOTA MATARAM)”
oleh Baiq Candrawati NIM: 152.125.175
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena merebaknya pasar modern yang awalnya hanya berada di kota-kota besar, dengan jumlah sedikit kini mulai merebak hingga di pelosok-pelosok desa, dan mulai menyasar konsumen tingkat menengah ke bawah, serta lokasinya yang berdekatan dengan pasar tradisional, menyebabkan persaingan pasar semakin tinggi, dan merugikan pedagang tradisional, yang rata-rata pedagangnya merupakan kalangan menengah ke bawah.
Objek dalam penelitian ini adalah Pasar tradisional Cakranegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengembangan pasar modern pada Eksistensi pasar tradisional Cakranegara dan strategi pedagang dalam mempertahankan usahanya persfektif ekonomi Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pengembangan pasar modern pada Eksistensi pasar tradisional adalah berdampak Signifikan, terlihat dari menurunnya omzet mayoritas pedagang pasar, meskipun ada beberapa pedagang yang tidak terkena dampaknya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengembangan pasar modern tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas internal dan eksternal pasar Cakranegara. Dalam segi Strategi mendapatkan pelanggan, mayoritas pedagang tidak memiliki strategi khusus, serta belum menerapkan keseluruhan metode marketing islami.
Kata Kunci: Pasar modern, Pasar Tradisional, Pedagang, Konsumen, Manajemen Marketing Islami.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang maha segalanya, karena atas hidayah dan kemuliaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi ini dengan baik dan tepat waktu.
Selanjutnya sholawat serta salam kepada sang revolusioner Nabi Muhammad Saw. Yang telah memberikan andil besar terhadap perubahan peradaban manusia.
Skripsi ini penulis susun merupakan syarat akhir studi untuk mendapatkan gelar sarjana Ekonomi Syariah (S.ESy) di Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam jurusan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dan akan selalu penulis kenang, skripsi yang berjudul “Dampak Pengembangan Pasar Modern Pada Eksistensi Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Cakranegara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram)” ini dapat penulis selesaikan, walaupun dalam proses penulisannya banyak kendala yang menuntut kesabaran dan ketegaran penulis.
Selesainya penulisan skripsi ini sesuai dengan target dan waktu yang telah penulis tentukan. Dalam hal ini, terlalu banyak pihak-pihak yang ikut andil membantu penulis menyelesaikannya dengan ucapan terima kasih yang tiada terhingga penulis ucapkan kepada :
1. Bapak DR. H. Mutawalli M.Ag, selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.
2. DR. H. Musawar M.Ag, selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.
3. Ibu El Badriati M.E.I, selaku ketua jurusan Ekonomi Syariah atas segala bimbingannya, dan Bapak Bahrur Rosyid M.Ag selaku Sekretaris Jurusan ekonomi Syariah atas pengarahannya dalam penyusunan skripsi ini.
4. Pembimbing I Bapak Drs. H. Agus Mahmud, M. Ag. dan pembimbing II Bapak Muh. Baihaqi, S.HI, M.SI atas waktu, fikiran dan tenaganya selama membimbing penulisan skripsi ini sehingga skripsi ini sampailah pada akhirnya.
5. Bapak Ma’shum Ahmad M.Ag, selaku dosen wali yang telah banyak mengarahkan dan membimbing penulis.
6. Segenap Bapak dan Ibu dosen fakultas syariah dan Ekonomi Islam IAIN Mataram yang telah membekali penulis dengan banyak ilmu pengetahuan, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.
7. Bapak Kepala Pasar Cakranegara, yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di pasar Cakranegara, tak lupa pula kepada para pedagang di pasar Cakranegara terimakasih atas kesediaannya untuk diwawancarai oleh penulis.
8. Teman-teman seperjuanganku angkatan 2012 jurusan Ekonomi Syariah.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini tidak lepas dari kekurangan dan kekhilafan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, penulis berharap akan saran dan kritikan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan karya ilmiah ini.
Akhirnya semoga karya serta jerih payah penulis ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya, serta tercatat sebagai amal ibadah disisi-Nya.
Amiin.
Mataram, 21 Desember 2016 Penulis,
Baiq Candrawati NIM.152.125.175
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
HALAMAN PENGESAHAN ... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
ABSTRAK ... x
KATA PENGANTAR ... xi
DAFTAR ISI ... xiv
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Batasan Masalah dan Fokus Masalah ... 3
C. Tujuan dan Manfaat penelitian ... 3
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 4
E. Kajian Pustaka ... 5
F. Kerangka Teori ... 9
G. Metode Penelitian ... 24
H. Sistematika Penulisan ... 32
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 34
A. Deskripsi Objek Penelitian ... 34
1. Letak Geografis Kecamatan Cakranegara ... 34
2. Keadaan penduduk ... 36
3. Sarana dan Prasarana ... 40
4. Keadaan Sosial Ekonomi ... 40
5. Pasar Modern di Kecamatan Cakranegara ... 41
6. Pasar Tradisional di Kecamatan Cakranegara ... 43
B. Pengembangan Pasar Modern di Kecamatan Cakranegara ... 48
C. Metode Pengelolaan Pasar tradisional dan Strategi Pedagang Pasar untuk Mempertahankan Usahanya di Pasar Cakranegara 55 1. Metode Pengelolaan Pasar tradisional ... 55
2. Strategi Pedagang Pasar untuk Mempertahankan Usahanya ... 56
BAB III PEMBAHASAN ... 62
A. Analisis Dampak Pengembangan Pasar Modern pada Eksistensi Pasar Tradisional ... 62
B. Strategi Pengelola Pasar dan Pedagang Pasar dalam Mempertahankan Usahanya Perspektif Ekonomi Islam ... 72
BAB IV PENUTUP ... 75
A. Kesimpulan ... 75
B. Saran – saran ... 78
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel 01. Nama-nama kelurahan di Kecamatan Cakranegara beserta luas wilayahnya tahun 2015 ... 35 Tabel 02. Jumlah penduduk di Kecamatan Cakranegara menurut jenis kelamin
tahun 2015. ... 36 Tabel 03. Jumlah KK Berdasarkan Status Pendidikan Kecamatan Cakranegara
Tahun 2015 ... 37 Tabel 04. Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur Di Kecamatan
Cakranegara Tahun 2015 ... 38 Tabel 05. Banyaknya penduduk berdasarkan mata pencaharian tahun 2015 ... 39 Tabel 06. PDRB kecamatan Cakranegara selama tiga tahun terakhir ... 41 Tabel 07. PDRB kecamatan Cakranegara dari sektor Perdagangan Besar dan
eceran dari tahun 2013-2015 ... 41 Tabel 07. Data jumlah pasar modern di Kecamatan Cakranegara sampai agustus
2016 ... 42 Tabel 08. Jumlah pasar tradisional di Kecamatan Cakranegara sampai agustus
2016 ... 43 Tabel 09. Laporan Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Pasar Cakranegara
dari tahun 2013-2016 ... 60
DAFTAR GAMBAR
Gambar 01. Peta Kecamatan Cakranegara ... 35 Gambar 02. Struktur Organisasi Pengelola Pasar Cakranegara ... 47
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Proses perekonomian masyarakat sebagian besar ditopang oleh proses jual beli di pasar-pasar tradisional. Namun pada masa sekarang ini pasar tradisional dalam proses jual beli cenderung berkurang jika dibandingkan pada masa dimana belum dibukanya pasar-pasar modern yang cenderung mematikan proses perekonomian pasar tradisional.
Perbandingan ini dipengaruhi karena fasilitas pelayanan dan tempat yang lebih nyaman dan dijamin ketertibannya jika dibandingkan berbelanja di pasar tradisional yang cenderung panas, berdesak-desakan dan tempat atau lokasi yang kurang memadai.1
Perubahan ini juga terjadi disebabkan oleh semakin berkembangnya pasar modern yang memberikan fasilitas kenyamanan dalam diri masyarakat, akan tetapi berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat ekonomi kecil yang mendapat penghidupan dari penjualan hasil dagangnya yang tidak terlalu banyak.
Dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern di era globalisasi saat ini, setiap pasar tradisional dituntut untuk dapat bersaing dengan pasar-pasar modern yang berkembang cukup pesat setiap
1http://dany-ira.blogspot.com/2010/01/dampak-pasar-modern-terhadap-pasar.html diakses pada 23 september 2016 pukul 16.25 wita.
tahunnya. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina di Jakarta pada kamis tujuh agustus 2014 mengungkapkan,
“Saat ini jumlah pasar modern yang ada di seluruh Indonesia mencapai 23.000 unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 14 persen dalam tiga tahun terakhir, dan dari jumlah itu sebanyak 14.000 lebih di antaranya merupakan kelompok usaha Minimarket, sedangkan sisanya adalah Supermarket.2”
Di Kota Mataram jumlah pasar tradisional yang tersebar di seluruh Kecamatan mencapai 19 pasar, baik pasar permanen maupun semi permanen, sedangkan jumlah pasar modern se Kota Mataram adalah 3 pusat perbelanjaan (Mall) dan 42 Toko modern (Supermarket dan Minimarket).3 Sedangkan di Kecamatan Cakranegara terdapat 24 toko modern dan 2 pusat perbelanjaan (Mall), yakni Mataram Mall dan MGM Plaza dan jumlah pasar tradisional yang ada adalah 6 pasar yang tersebar di seluruh Kelurahan di Kecamatan Cakranegara baik pasar permanen maupun semi permanen. Di salah satu pasar permanen, yakni pasar Cakranegara lokasinya berdekatan dengan pusat perbelanjaan modern (Mall), MGM Plaza, Supermarket, dan Minimarket, dan tentunya pasar modern masih akan terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Di tengah pengembangan pasar modern yang cukup pesat di Kecamatan Cakranegara, keadaan pasar tradisional tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Keadaan sebagian pasar tradisional masih memprihatinkan, kesan becek, bau, tidak aman, tidak jujur, harga tidak
2http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/08/025100726/Jumlah.Pasar.Modern.di .Indonesia.Capai.23.000.Unit diakses pada 25 September 2016
3Diskoperindag Kota Mataram. Tahun 2015
pasti, adu tawar, dan barang tidak lengkap merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pasar tradisional kehilangan pembelinya.4
Jika Perbedaan-perbedaan ini tidak diminimalisir maka bukan tidak mungkin pasar tradisional akan kalah bersaing dari pasar modern.
Begitupula Jika pemerintah kota terus memberikan perizinan bagi pasar modern untuk terus tumbuh tanpa adanya batasan yang jelas dan tidak dilakukan perbaikan serta pembaharuan pada pasar tradisional, maka lambat laun pasar tradisional akan tergantikan oleh pasar modern.
Dari pembahasan di atas penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional Cakranegara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
B. Pembatasan Masalah dan Fokus Masalah 1. Pembatasan Masalah
Agar permasalahan penelitian menjadi lebih spesifik, maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Pertama penelitian ini memfokuskan pada dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional.
Kedua, Pasar Modern yang dimaksud disini adalah Pusat perbelanjaan Modern (Mall), Department Store, Supermarket, dan Minimarket. Ketiga, penelitian ini khusus melihat pedagang pasar tradisional yang berusaha di dalam pasar, bukan pedagang kaki lima maupun pedagang keliling yang berada di luar pasar tradisional. Keempat, penelitian ini berfokus pada
4Observasi pada tanggal 26 agustus 2016 di Kecamatan Cakranegara
pasar Tradisional Cakranegara dan Pasar modern di sekitarnya. Kelima, Pengambilan data dalam penelitian ini, merupakan data dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016.
2. Fokus Masalah
Fokus Masalah dalam penelitian ini yakni sebagai berikut :
a) Bagaimana dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional Cakranegara ?
b) Bagaimana strategi pedagang pasar tradisional Cakranegara dalam mempertahankan eksistensi usahanya perspektif ekonomi Islam ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian
Untuk lebih terarahnya penelitian ini maka peneliti perlu menjelaskan tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
a. Untuk mengetahui dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional Cakranegara.
b. Untuk mengetahui strategi-strategi pasar tradisional dalam mempertahankan eksistensi usahanya perspektif ekonomi Islam.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini yakni : a. Manfaat Teoritik
Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa tentang pasar dan sebagai referensi tambahan untuk penelitian selanjutnya.
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pedagang dan masyarakat di Kecamatan Cakranegara dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas internal pasar maupun eksternal masyarakat di sekitar, serta dapat memberikan masukan bagi pemerintah agar lebih memperhatikan pasar tradisional dan meningkatkan kualitasnya. Bagi kalangan akademisi, karya tulis ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan memberikan sumbangan wacana konseptual bagi pengembangan kajian teori dan kebijakan ekonomi yang berkaitan tentang pasar.
D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini disadari bahwa masih adanya keterbatasan baik dari aspek ilmu pengetahuan, referensi, waktu tenaga, maupun dari aspek pendanaan. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk
membatasi ruang lingkup penelitian, sehingga penelitian tidak menjadi bias.
Masalah pokok yang diteliti disini berkaitan dengan dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional dan strategi pedagang pasar tradisional dalam mempertahankan usahanya. Beberapa hal yang perlu dikaji oleh peneliti diantaranya:
a. Dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional.
b. Strategi pedagang pasar tradisional dalam mempertahankan usahanya perspektif ekonomi Islam.
2. Setting penelitian
Adapun setting penelitian ini adalah tempat dimana peneliti melakukan penelitian, yakni pada Pasar Tradisional Cakranegara, Kecamatan Cakranegara kota Mataram. Dalam hal ini peneliti juga melakukan wawancara secara langsung dengan para pedagang, pengelola pasar tradisional Cakranegara, dan para konsumen pasar modern dan pasar tradisional Cakranegara.
E. Kajian pustaka
Kajian pustaka berisi deskripsi teoritik, yakni uraian seputar konsep dan teori dari masing-masing variabel yang menjadi kajian penelitian. Selain itu, pada kajian pustaka juga dimasukkan penelitian
yang sejenis. Hasil dari kajian pustaka adalah definisi yang menyangkut konsep, indikator, dan definisi dari variabel.5
1. Skripsi yang ditulis oleh M. Yazir dengan judul “Dampak Keberadaan Pasar Swalayan Indomaret dan Alfamart Terhadap Keberlangsungan Pasar Umum di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah Perspektif Ekonomi Islam”. Kesimpulan dari hasil penelitian M. Yazir adalah sebagai berikut:
Keberadaan pasar swalayan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pasar umum, yang mana pasar swalayan selalu mengambil posisi yang strategis dan menyediakan segala jenis barang- barang kecil hingga barang-barang mewah sehingga pengunjung tidak hanya dari kalangan elit, akan tetapi dari kalangan masyarakat biasa juga telah mengalihkan perhatian mereka dari pasar umum, sehingga mereka tidak perlu berbelanja di pasar umum karena segala jenis barang kebutuhan mereka telah tersedia di pasar swalayan.6
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian di atas adalah :
a) Dari segi obyek penelitian, peneliti meneliti tentang dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional, sedangkan M. Yazir fokus pada dampak keberadaan pasar tradisional terhadap keberlangsungan pasar umum.
5Tim Revisi Pedoman Praktikum penguatan penulisan skripsi IAIN Mataram tahun 2015, Pedoman Praktikum penguatan penulisan skripsi (Mataram: IAIN Mataram, 2015), h.14.
6 M. Yazir, Dampak Keberadaan Pasar Swalayan Indomaret dan Alfamart Terhadap Keberlangsungan Pasar Umum di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah Perspektif Ekonomi Islam (Mataram : IAIN Mataram, 2015) h. II
b) Dari segi metode penelitian, sama-sama menggunakan metode kualitatif deskriptif tetapi dengan bahasan yang berbeda.
c) Dari segi lokasi penelitian, Peneliti mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram sedangkan M. Yazir mengambil lokasi penelitian di Desa Batujai Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
2. Skripsi yang ditulis oleh Novia Ernawati dengan judul “Respon Pedagang Tradisional terhadap Keberadaan Pasar Modern Perspektif Etika Bisnis Islam di Kota Praya Kabupaten Lombok Tengah.7” Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Respon pedagang tradisional dengan semakin menjamurnya pasar modern, bervariasi, ada yang merasa dirugikan dan ada juga yang menganggap hal tersebut sudah biasa terjadi karena memang sudah sejatinya setiap pedagang bersaing dengan pedagang lain.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian di atas adalah :
a) Dari segi Obyek penelitian, peneliti meneliti tentang dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional, sedangkan penelitian di atas fokus pada respon pedagang pasar tradisional terhadap keberadaan pasar modern.
b) Dari segi metode penelitian, sama-sama menggunakan metode kualitatif, tetapi dengan bahasan yang berbeda.
7Novia ernawati, Respon Pedagang Tradisional terhadap Keberadaan Pasar Modern Perspektif Etika Bisnis Islam di Kota Praya Kabupaten Lombok Tengah,Skripsi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2014. h. II
c) Dari segi lokasi penelitian, peneliti mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram sedangkan penelitian di atas mengambil lokasi di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
3. Skripsi yang ditulis oleh Nahdliyul Izza, “Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional (Studi Pengaruh Ambarukmo Plaza terhadap Perekonomian Pedagang Pasar Desa Catur Tunggal Nologaten Depok Sleman Yogyakarta.”8
a) Dari segi Obyek penelitian, peneliti meneliti tentang dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional , sedangkan penelitian di atas fokus pada dampak positif dan dampak negatif Ambarukmo Plaza bagi para pedagang.
b) Dari segi metode penelitian, sama-sama menggunakan metode kualitatif, tetapi dengan bahasan yang berbeda.
c) Dari segi lokasi penelitian, peneliti mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram sedangkan penelitian di atas mengambil lokasi di desa Catur Tunggal, Nologaten, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Dari kajian pustaka di atas terdapat perbedaan yang jelas dari segi objek penelitian, Peneliti meneliti untuk mengetahui, bagaimana dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional pasar Cakranegara dan strategi pedagang pasar tradisional dalam
8 Nahdliyul Izza, Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional (Study Pengaruh Ambarukmo Plaza terhadap Perekonomian Pedagang Pasar Desa Catur Tunggal Nologaten Depok Sleman Yogyakarta. Skripsi Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Kalijaga. Yogyakarta, 2010. h.II
mempertahankan usahanya persfektif ekonomi Islam, judul ini tidak sama dengan penelitian sebelumnya.
F. Kerangka Teori 1. Konsep Pasar
Pasar memiliki banyak definisi, diantaranya definisi pasar menurut kamus: “Pasar adalah tempat orang menjual dan membeli, pekan: kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa”.9
Menurut Gordon Lee yang dikutif oleh Anwar Prabu Mangkunegara mengemukakan pengertian pasar bahwa:
“A Market may be defined as a place where the force representing demand and supply meet. This maybe a place where buyers and sellers meet regulary, such as retail store or commodity exchange. Itmay Also be a place where buyers and sellers meet irregularly, as at an auction. It is not necessary that buyers and sellers meet in person, although this is more common”. (Pasar dapat diidentifikasikan sebagai suatu tempat di mana menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran. Hal ini dapat pula disebut sebagai tempat dimana penjual dan pembeli bertemu secara teratur, seperti suatu toko eceran atau sebagai suatu pertukaran barang dagangan. Dapat pula didefinisikan sebagai suatu tempat dimana penjual dan pembeli bertemu secara tidak teratur, seperti dalam suatu lelang barang. Hal ini tidaklah perlu pembeli dan penjual bertemu secara perorangan, walaupun hal ini lebih umum).10
Sedangkan menurut Stanton, yang dikutip oleh Fuad, Dkk:
Pasar dikatakannya merupakan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk
9Kamus besar bahasa Indonesia/Tim penyusun kamus pusat bahasa (Jakarta: balai pustaka, 2001), ed 3 cet : 1, h. 159.
10Anwar Prabu Mangkunegara, Prilaku Konsumen (Bandung: Refika Aditama. 2009.), h.68.
membelanjakannya”. Jadi dalam pengertian tersebut terdapat faktor- faktor yang menunjang terjadinya pasar, yakni keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian.11
Menurut Peraturan Presiden nomor 112 tahun 2007 tentang pasar modern dan pasar tradisional,
“Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, Pasar Tradisional, Pertokoan, Mall, Plaza, Pusat Perdagangan maupun sebutan lainnya”.12
Sedangkan pasar menurut Al-ghazali adalah tempat bertemunya antara dua pihak yang saling berkepentingan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Pasar terbentuk karena kesulitan yang dihadapi saat transaksi yang dilakukan dengan menggunakan sistem barter (pertukaran barang), dimana tidak setiap orang dan setiap waktu mereka bersedia menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang orang lain yang membutuhkan barangnya.13
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi atau tempat bertemunya penawaran dan permintaan. Dalam perekonomian, pasar mempunyai peranan yang penting untuk menggerakkan roda kehidupan ekonomi masyarakat. Sejatinya pasar merupakan elemen ekonomi yag dapat mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup manusia.14
11Fuad, dkk, Pengantar Bisnis (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000), h.120
12Peraturan Presiden no. 112 tahun 2007. Tentang Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Bab 1pasal 1,ayat 1.
13Eus Amalia, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam dari Masa Klasik hingga Masa Kontemporer (Depok: Gramata Publishing, 2005), h. 167.
14Rozalinda, Ekonomi Islam Teori dan Aplikasinya pada Aktivitas Ekonomi (Jakarta:
Rajawali Pers, 2014) , h. 143
2. Konsep Pasar modern
Pasar modern mulai berkembang di Indonesia pada tahun 1970-an, namun masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Akan tetapi, sejak tahun 1998 pasar modern semakin berkembang seiring dengan masuknya investasi asing di sektor usaha ritel. Pasar modern mulai berkembang ke daerah-daerah hingga ke pelosok desa untuk mencari pelanggan. Pasar modern merupakan usaha ritel, sehingga pasar modern juga disebut sebagai ritel modern atau toko modern.
Pasar modern adalah pasar yang dibangun pemerintah swasta, atau koperasi yang berbentuk Mall, Supermarket, Department Store, dan Shopping Center. Pengelolaan pasar modern dilakukan secara modern, bermodal relatif kuat, dan dikelola oleh seorang pengusaha besar.
Kenyamanan berbelanja menjadi faktor yang sangat diperhatikan di pasar modern. Proses tawar menawar tidak dapat kita lakukan seperti di pasar tradisional karena setiap barang yang dijual di pasar modern sudah dilengkapi dengan label harga yang pasti.15
Sedangkan menurut Sinaga “Pasar modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya terdapat di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah ke atas)”. Pasar modern antara lain Mall, Supermarket, Departement Store, Shopping Center, Waralaba, Toko Mini Swalayan, Pasar Serba Ada, Toko Serba Ada dan sebagainya. Barang yang dijual disini memiliki jenis yang beragam. Selain menyediakan barang-barang lokal, pasar modern juga menyediakan barang impor. Barang yang dijual mempunyai kualitas yang relatif lebih terjamin karena melalui penyeleksian terlebih dahulu secara ketat sehingga barang yang rijek/tidak memenuhi persyaratan klasifikasi akan ditolak. Secara kuantitas, pasar modern umumnya mempunyai persediaan barang di gudang yang terukur.
15Yasin Mohammad dan Sri Ethicawati, Ekonomi Pelajaran Ips Terpadu (Jakarta: Ganeca Excact, 2013) h. 25-26.
Dari segi harga, pasar modern memiliki label harga yang pasti (tercantum harga sebelum dan setelah dikenakan pajak.16”
Menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 420/MPP/Kep/10/1997.
“Pasar modern merupakan pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta, atau koperasi dalam bentuk Mall, Supermarket, Minimarket, Department Store, dan Shopping Center dimana pengelolaannya dilaksanakan secara modern dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada di satu tangan, bermodal relatif kuat, dan dilengkapi dengan label harga yang pasti”.17
Ciri-ciri pasar modern adalah:
1) Tidak bisa tawar-menawar harga.
2) Harga sudah tertera di barang yang dijual dan umumnya diberi barcode.
3) Barang yang dijual beraneka ragam dan biasanya memiliki kualitas yang baik.
4) Berada dalam bangunan atau ruangan dan pelayanannya dilakukan sendiri (swalayan).
5) Layanan yang baik dan biasanya memuaskan.
6) Tempatnya bersih dan nyaman, ruangan ber-AC.
7) Tata ruang yang rapi sehingga konsumen atau pembeli dengan mudah menemukan barang yang akan dibelinya.
8) Pembayarannya dilakukan dengan membawa barang ke kasir dan tentunya tidak ada tawar-menawar lagi.18
Jenis-jenis pasar modern :
1) Department Store: Menjual beberapa lini produk biasanya pakaian, perabot rumah tangga, dan barang-barang rumah tangga dengan masing-masing lini dioperasikan sebagai departemen terpisah yang dikelola oleh pedagang khusus. Department Store merupakan pusat perbelanjaan (Shopping Centre) yang omzetnya besar.19
16Sinaga, Pariaman, Makalah Pasar Modern VS Pasar Tradisional, Kementerian Koperasi dan UKM (Jakarta: Tidak Diterbitkan, 2004). h. 8
17Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 420/MPP/Kep/10/1997 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan di Indonesia.
18http :// www.pengertianku.net/2015/04/ pengertian-pasar-modern-dan-ciri- cirinya. html diakses pada tanggal 25 september 2016 pukul 16.38 Wita
19Maharani Vinci, Manajemen Bisnis Eceran (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), h.5
2) Super Store: Merupakan sebuah gabungan dari Discount Store dengan Supermarket dan Gudang. Bentuk ini disebut demikian karena barang yang dijual harganya lebih murah 10-15% dari harga normal. Barang yang dijual bermerek terkenal, tersedia dalam jumlah besar, sehingga penyusunannya menyerupai Gudang.20
3) Supermarket: Supermarket adalah toko besar dengan pelayanan swalayan yang menjual berbagai macam produk baik berupa makanan, minuman maupun produk-produk lain. Metode eceran supermarket selain menjual secara eceran produk sebagai tersebut di atas, juga diterapkan pada penjualan bahan bangunan, produk perkantoran, dan grosir.21
4) Hypermarket
Hypermarket lebih besar dari supermarket termasuk lahan parkirnya, sebagai contoh: Carrefour, Hypermarket, Giant Hypermarket, Lotte Mart dan lain-lain.
5) Midimarket
Ukuran sedikit lebih besar dari minimarket, disini sudah dijual daging dan buah-buahan, bisa buka 24 jam atau hanya sampai pukul 24.00 saja, sebagai contoh adalah Alfamidi, dan sebagian dari jaringan Giant yang dulunya bernama Hero.
6) Minimarket
Sebuah Minimarket sebenarnya adalah semacam “Toko Kelontong”, atau yang menjual segala macam barang dan makanan, perbedaannya disini biasanya Minimarket menerapkan sebuah mesin kasir Mesin of sale untuk penjualannya, namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket. Berbeda dengan toko kelontong, Minimarket menetapkan sistem swalayan, dimana pembeli mengambil sendiri barang yang ia butuhkan dari rak-rak Minimarket dan membayarnya di meja mesin
20Ibid,. 5
21Mas’ud Machfoedz, Kewirausahaan, Metode, Manajemen, dan Implementasi (Yogyakarta: BPFE, 2005), h. 109.
kasir. Sistem ini juga membantu agar pembeli tidak berhutang.
Minimarket yang ada di Indonesia diantaranya: Alfamart, Indomaret, Ceria Mart, Salam mart, Circle K dan masih banyak Minimarket yang dikelola oleh individu lainnya.22
7) Grosir
Disini semua barang ada sehingga ada bongkar muat di dalam pusat grosir, contoh: Indo Grosir dan lain-lain. Pasar grosir atau perkulakan, merupakan pasar yang menjual berbagai kebutuhan dan biasanya menjual barangnya kepada pedagang lain yang skala usahanya lebih kecil, hingga barang yang dibeli oleh pembeli tersebut sampai kepada pedagang eceran dan menjual kembali dagangannya kepada pembeli akhir.23
Perbedaan istilah Minimarket, Supermarket dan Hypermarket juga bisa dilihat dari ukuran diantaranya:
a. Minimarket berukuran kecil (100 m2 s/d 399 m2) b. Supermarket berukuran sedang ( 400 m2 s/d 5.000 m2) c. Hypermarket berukuran besar (5.000 m2 ke atas) d. Department Store, lebih dari 4.000 m2
e. Grosir berukuran besar (5.000 m2 ke atas).24
22http://id.wikipedia.org/wiki/supermarket, diambil tanggal 10 november, pukul 17. 05 Wita.
23Ibid.
24Peraturan Menteri Perdagangan Republlik Iindonesia no. 12 tahun 2008 bab IV pasal 9 h. 11.
3. Konsep Pasar Tradisional
Pasar Tradisional adalah tempat fisik dimana para pembeli, dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang.25 Pasar tradisional merupakan pasar yang dibangun pemerintah, swasta, koperasi, atau swadaya masyarakat. Tempat usaha di pasar tradisional dapat berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki atau dikelola oleh pedagang kecil, menengah dan koperasi. Usaha perdagangan pada pasar tradisional biasanya berskala kecil. Di pasar tradisional proses jual beli dilakukan melalui tawar menawar.
Ciri-ciri pasar tradisional:
1) Proses jual beli barang dan lain-lain, melalui proses tawar menawar harga.
2) Barang yang dijual umumnya keperluan memasak, dapur dan rumah tangga.
3) Harga barang yang diperjualbelikan relatif murah dan terjangkau.
4) Area pasar tradisional biasanya di tempat yang terbuka.26
4. Modal Besar Mengeksploitasi Modal Kecil
Menurut teori, Adam Smith mengatakan bahwa perekonomian akan berkembang dan membawa kemakmuran orang banyak jika individu dibebaskan dalam mekanisme pasar (Laissez Fire). Kemudian Marx dan Hegels mengatakan melalui kemajuan teknologi dalam segala bidang, maka teknik produksi akan menjadi semakin canggih dan murah serta juga teknologi komunikasi semakin berkembang, sehingga tidak bisa dihindari terjadinya hubungan antara negara-negara maju atau pemodal besar dan
25Mustafa Edwin Nasution Dkk, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006), h.158.
26Http://www.pengertianku.net/2016/04/pengertian-pasar-tradisional-dan-ciri-cirinya.html
Negara-negara terbelakang atau pemodal kecil. Barang-barang murah dari Negara maju tidak akan mampu ditolak oleh Negara-negara terbelakang yang teknik produksinya ketinggalan zaman, oleh karena itu semua Negara atau pasar akan terpaksa memakai cara produksi kaum borjuis, jika tidak mereka akan hancur.27 Marx juga mengatakan bahwa Negara atau perusahaan yang mempunyai modal akan menghancurkan Negara yang miskin. Akibat terpenting dari ekonomi pasar adalah berkuasanya mekanisme pasar atau hukuman pasar atas subtansi-subtansi masyarakat, termasuk manusianya.28 Pada umumnya yang kaya menjadi kaya serta segala kebutuhannya tercukupi disebut dengan sejahtera, dan sebaliknya yang miskin serta kebutuhan tidak terpenuhi disebut dengan tidak sejahtera.29
Seperti halnya pasar modern yang dikuasai oleh para pemilik modal yang mengambil keuntungan atau pendapatan dengan lebih banyak dan kualitas-kualitas yang ditawarkan serba canggih untuk kenyamanan para konsumen dan masyarakat umumnya serta kemajuan teknologi dalam segala hal yang membuat barang-barang di pasar modern murah sehingga berpengaruh pada perekonomian masyarakat sekitar.
27Arief Budiman, Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,1995), h.43.
28Kuntowijoyo, Budaya dan Masyarakat, Edisi Paripurna (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006), h.139.
29 Miftahul Huda dalam Nahdliyul Izza, Pengaruh Pasar Modern terhadap Pedagang Pasar Tradisional.(Yogyakarta: , 2010). h.28
5. Dampak Pasar Modern pada Eksistensi Pasar Tradisional
Dampak adalah benturan, pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif).30 Dampak adalah akibat, imbas atau pengaruh yang terjadi (baik itu negatif atau positif) dari sebuah tindakan yang dilakukan oleh satu/sekelompok orang yang melakukan pegiatan tertentu.31
Pasar modern pada dasarnya mempengaruhi atau memberikan dampak pada pasar tradisional baik dari segi sosial dan ekonomi. Dari segi sosial, pasar modern dan pasar tradisional berlokasi di wilayah yang cenderung berdekatan. Biasanya pelaku usaha pasar mendirikan usahanya di dekat pasar tradisional, hingga kedua pasar ini memiliki wilayah sosial yang sama.32
Dari segi ekonomi, pasar modern berada pada pasar yang sama dengan pasar tradisional. Keduanya menjual barang dagangan yang sejenis, antara lain sembako, barang-barang kebutuhan sehari-hari, dan perlengkapan rumah tangga. Semua barang yang diperjualbelikan di pasar modern dapat ditemukan di pasar tradisional.33
Apabila pasar modern berdiri di wilayah yang sama dengan pasar tradisional, berarti kedua jenis pasar ini memiliki sasaran konsumen yang sama yakni penduduk di sekitar wilayah tersebut. Sehingga hal ini
30Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta:
Balai Pustaka, 1995),h. 747
31www.pengertianenurutparaahli.net/ diakses tanggal 12 januari pukul 16.10 Wita.
32Sinaga, Pariaman, Makalah Pasar Modern VS Pasar Tradisional, Kementerian Koperasi dan UKM (Jakarta: Tidak Diterbitkan, 2004). h. 5
33Ibid ., h.6
menyebabkan keduanya mempunyai keterkaitan yang sangat erat dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Pasar modern dan pasar tradisional bersaing dalam mendapatkan pelanggan dalam wilayah yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dari segi modal, pasar modern memiliki modal yang besar sedangkan pelaku usaha di pasar tradisional memiliki modal terbatas. Fasilitas yang ditawarkan kepada konsumen juga berbeda.Pasar modern menawarkan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Sedangkan pasar tradisional memiliki fasilitas yang masih sederhana, tidak lengkap, sering adanya gangguan kenyamanan dan keamanan.
Pasar modern dikelola dengan manajemen yang modern dan terstruktur, sedangkan pasar tradisional masih dikelola dengan manajemen yang sederhana. Perbedaan-perbedaan di atas menjadikan pasar modern cukup meberikan dampak atau mempengaruhi pelaku di pasar tradisional.
6. Harga, pelayanan, kualitas, lingkungan fisik, lokasi dan keragaman barang
a. Harga
Harga adalah suatu nilai tukar yan bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan empat tertentu.34
34 Http:www.wikipedia.org./wiki/harga diakses pada tanggal 1 desember 2016 pukul 11.40 Wita
b. Pelayanan
Pelayanan atau jasa menurut Tjiptono yang dikutif oleh Rani Maya Sari pelayanan atau jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud fisik dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.35
c. Kualitas
Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.36
d. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik disekeliling konsumen, termasuk didalamnya adalah beragam properti, toko, maupun lokasi toko dan produk di dalam toko.37
e. Lokasi
Lokasi adalah letak atau tempat yang digunakan untuk melakukan sesuatu, untuk berusaha.
f. Keragaman barang
Keragaman barang merupakan kelengkapan barang yang dijual dan ketersediaan barang-barang tersebut.
35 Tjiptono dalam Rani Mayasari “Analisis Pengaruh Citra Pasar Tradisional Terhadap
Loyalitas Konsumen (Surakarta: 2009) h. 27.
36 Ibid h., 29
37 Ibid h., 30
7. Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Menurut Mowen dan Minor “Perilaku konsumen adalah studi tentang unit pembelian dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan barang, jasa, pengalaman serta ide-ide.38
Perilaku seseorang untuk menentukan pilihan terhadap obyek yang dimaksud. Proses munculnya persepsinya terhadap obyek yang dimaksud.
Proses munculnya persepsi yang beda terhadap satu rangsangan yang sama ada tiga tahap yaitu penerimaan rangsangan secara efektif, perubahan makna secara selektif, dan mengingat kembali secara selektif. Tahapan- tahapan dalam persepsi di atas memberikan gambaran kepada para pemasar untuk bekerja keras dalam penyampaian pesan.
8. Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Amstrong keputusan pembelian merupakan tahap proses keputusan dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian suatu produk. Proses keputusan membeli adalah sebagai berikut:39
a. Peranan dalam pembelian
Beberapa peranan yang mungkin dimainkan orang dalam sebuah keputusan pembelian adalah sebagai berikut:
38 Mowen,Jonh C. Michael Minor, Prilaku Konsumen Jilid 1, Edisi Kelima (Terjemahan)
(Jakarta: Salemba Empat, 2002), h.22
39Kotler, Philip dan Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran (Jakarta: Erlangga, 2002), h.
227
Pengambilan inisiatif
Orang yang pertama-tama menyarankan atau memikirkan gagasan membeli produk atau jasa tersebut.
Orang yang mempengaruhi
Orang yang pandangan atau nasihatnya diperhitungkan dalam membuat keputusan akhir.
Pembuat keputusan
Seseorang yang pada akhirnya menentukan sebagian besar atau keseluruhan keputusan pembeli.
Pembeli
Seseorang yang melakukan pembelian yang sebenarnya.
Pemakai
Seseorang atau beberapa orang yang menikmati produk atau jasa.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian
Proses pengambilan keputusan tidak bisa terjadi dengan sendirinya, Sebaliknya masalah kebudayaan, sosial, individual, dan psikologi secara kuat mempengaruhi proses keputusan tersebut.40
9. Pasar dan mekanisme pasar dalam Ekonomi Islam
Objek ilmu ekonomi adalah konsumen, produsen dan pemerintah.
Dimana semua objek tersebut akan dipertemukan dalam mekanisme pasar, baik pasar tenaga kerja, pasar barang, ataupun pasar modal. Pasar
40Lamb, Hair , Mc Daniel, Pemasaran Buku I, Terjemahan david octarevial (Jakarta:
Salemba Empat, 2001)
memiliki fungsi sebagai penentu nilai barang, penentu jumlah poduksi, mendistribusikan produk, melakukan pembatasan harga, dan menyediakan barang dan jasa untuk jangka panjang.41 Sedangkan mekanisme pasar adalah terjadinya interaksi antara permintaan dan penawaran yang akan menentukan tingkat harga tertentu. Sehingga dengan adanya transaksi tersebut akan menyebabkan terjadinya proses transfer barang dan jasa yang dimiliki oleh setiap objek ekonomi dengan kata lain adanya transaksi pertukaran yang kemudian disebut sebagai perdagangan adalah satu syarat utama dari berjalannya mekanisme pasar.42 Seperti dijelaskan dalam surah As-saff ayat 10-11 :
Artinya : 10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih ? 11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.43
Dalam konsep Islam, monopoly, duopoly, oligopoly dalam pengertian, hanya ada satu penjual, atau beberapa penjual tidak dilarang keberadaannya, selama mereka tidak mengambil keuntungan di atas keuntungan normal. Ini merupakan konsekuensi dari konsep the price of equivalent. Produsen yang beroperasi dengan positif profit akan
41Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami Edisi Ketiga (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), h.5
42Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami Edisi Ketiga, (Jakarta: Raja Grafindo persada, 2007), h.13.
43Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahannya Qs. As-saff ayat 10-11
mengundang produsen lain untuk masuk ke dalam bisnis tersebut, sehingga kurva supply bergeser ke kanan, jumlah output yang ditawarkan akan bertambah, dan harga akan turun. Produsen baru akan terus memasuki bisnis tersebut sampai dengan harga turun sedemikian sehingga economic profit nihil. Pada keadaan ini produsen yang telah ada di pasar
tidak mempunyai insentif untuk keluar dari pasar, dan produsen yang belum masuk ke pasar tidak mempunyai insentif untuk masuk ke pasar.44
Mekanisme pasar islami dibangun atas dasar kebebasan yaitu kebebasan individu untuk melakukan transaksi barang dan jasa sesuai dengan yang ia sukai.45 Islam menempatkan Kebebasan pada tempat yang tinggi bagi individu dalam kegiatan ekonomi, akan tetapi tetap memiliki batasan-batasan tertentu, batasan yang dimaksud adalah tidak bertentangan dengan syariah islam dan tidak menimbulkan kerugian, baik dari sendiri maupun orang lain, sehingga tidak terjadi konflik kepentingan. Selain itu diperlukan juga kerja sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
10.Manajemen Marketing Islami (Pemasaran)
Marketing (Pemasaran) adalah semua kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Proses pertukaran melibatkan kerja, penjual harus mencari pembeli, menemukan dan memenuhi kebutuhan mereka, merancang
44Ibid., h. 153
produksi yang tepat, menentukan harga yang tepat, menyimpan dan mengangkutnya, mempromosikan produk tersebut, menegosiasikan dan sebagainya, semua kegiatan ini merupakan nilai dari pemasaran.46
Marketing islami adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses pembuatan, penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stakeholder-nya, yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip mu’amalah (bisnis) dalam islam.47 Ada 4 karakteristik syariah marketing yang dapat menjadi panduan bagi para pemasar sebagai berikut:
1. Theistis (Rabbaniyyah)
Salah satu ciri khas syariah marketing yang tidak dimiliki dalam pemasaran konvensional yang dikenal selama ini adalah sifatnya yang religius. Kondisi ini tercipta tidak karena keterpaksaan tetapi dari kesadaran akan nilai-nilai religius yang dipandang penting dan mewarnai aktivitas pemasaran agar tidak terperosok ke dalam perbuatan yang dapat merugikan orang lain.
2. Etis (Akhlaqiyyah)
Seorang marketer sangat mengdepankan masalah ahlak (moral, etika) dalam seluruh aspek kehidupannya. Ada beberapa etika pemasaran yang manjadi prinsip bagi marketer syariah dalam menjalankan fungsi pemasaran yaitu:
46 Ani Nurfadilah, Dampak Minimarket Terhadap Pasar Tardisional Studi Kasus Di Ngaliyan (Semarang: Fakultas Syariah IAIN Walisongo, 2011), h.38.
47Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammad Karebet dalam Ani Nurfadilah, Dampak Minimarket Terhadap Pasar Tradisional Studi Kasus Di Ngaliyan (Semarang: Fakultas Syariah IAIN Walisongo, 2011), h.39.
a. Jujur
b. Berprilaku adil dalam berbisnis c. Bersikap melayani dan rendah hati d. Tidak suka berburuk sangka 3. Realistis (Al-waqi’iyyah)
Seorang marketer adalah para pemasar profesional dengan penampilan yang bersih, rapi, dan bersahaja. Mereka bekerja dengan profesional dan mengedepankan nilai-nilai religius, kesalehan aspek moral dan kejujuran dalam segala aktifitas pemasarannya. Ia tidak kaku, tidak berlebihan dalam penampilan, tetapi sangat luwes dalam bersikap dan bergaul.
4. Humanistis (Insaniyyah)
Dengan memiliki nilai humanistis ia menjadi manusia yang terkontrol dan seimbang bukan manusia yang serakah yang menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan yang sebesar- besarnya. Bukan menjadi manusia yang bisa bahagia diatas penderitaan orang lain atau manusia yang kering hatinya dengan kepedulian sosial.48
G. Metode Penelitian
48 Ani Nur Fadhilah, Dampak Minimarket Terhadap Pasar Tradisional (Studi Kasus Di Ngaliyan)(Semarang: Fakultas Syariah IAIN Walisongo, 2011), h. 38.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.49 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.50
1. Pendekatan penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Karena penelitian kualitatif menggunakan paradigma ilmiah, sehingga penelitian ini diarahkan oleh produk berfikir induktif untuk mendapatkan jawaban logis terhadap apa yang sedang menjadi pusat perhatian dalam penelitian.
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti disini berperan untuk mengumpulkan data. Dalam hal ini kehadiran peneliti di lapangan bertujuan bukan untuk memberikan nilai, memberikan subyek penelitian atau
49Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (mixed methods) (Bandung: Alfabeta, 2011), h.3.
50Nazir, Metode penelitian (Bogor: Ghalia Indonesia, 2011), Cet.7, h. 54
manipulasi data dan informasi tetapi lebih kepada usaha untuk mendapatkan data yang akurat.
3. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian ini adalah pasar tradisional Cakranegara yang terletak di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasar ini menjadi objek penelitian didasarkan karena, bagaimana dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional dan Strategi-strategi pasar tradisional dalam mempertahankan usahanya belum pernah diteliti sama sekali.
4. Jenis dan Sumber Data
a. Jenis Data
Jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif yang telah diolah, data kuantitatif tersebut diantaranya, data jumla penduduk berdasarkan mata pencaharian, data jumlah penduduk berdasarkan jenjang pendidikan, data jumlah pasar tradisional, dan pasar modern di Kecamatan Cakranegara, jumlah PDRB Kecamatan Cakranegara selama tiga tahun terakhir, dan berbagai data-data numerik lainnya.
b. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subyek dimana data dapat diperoleh.51 Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Sumber Data Primer
Sumber data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli.52 Data primer biasanya diperoleh dari survei lapangan, menggunakan semua metode pengumpulan data ordinal. Dalam hal ini, peneliti menggunakan pedoman wawancara, untuk mengumpulkan data tentang dampak pengembangan pasar modern pada eksistensi pasar tradisional, dan strategi pedagang dan pengelola pasar dalam mempertahankan usahanya di Kecamatan Cakranegara.
Sumber data ini peneliti peroleh dari wawancara dengan kepala pasar Cakranegara Drs. Mustakim, wakil kepala pasar Abdurrahman, dan pengelola pasar lainnya, pedagang di pasar tradisional diantaranya ibu Siti Halimah, Nurhidayati, Maryam, Hilmiati, dan lain-lain, konsumen pasar tradisional dan pasar modern, dan manajer atau pengelola di pasar modern MGM Plaza ibu I Nengah Hariani, Manajer Niaga Supermarket M.
Japri, Manajer atau pengelola Ruby Supermarket & Departement
51 Nur Indriantoro, Bambang Supomo, Metode Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen (Yogyakarta: BPFE,1999), h. 146
52 Ibid., h. 146
Store, Pengelola Indomaret dan Alfamart Di Kecamatan
Cakranegara.
2) Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (dari buku, jurnal, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip dan lain-lain).53 Data sekunder penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Diskoperindag Kota Mataram, jurnal, skripsi, dan buku-buku referensi. Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik dokumentasi dan observasi untuk memperoleh beberapa data berdasarkan fakta di lapangan, dan data pelengkap lainnya.
5. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data tidak lain adalah suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian. Adapun metode ilmiah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Interview/wawancara
Interview/wawancara adalah Proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview
53 Ibid., h.147
guide ( Panduan wawancara).54 Ada tiga jenis wawancara yakni wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur dengan mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan Kepala Pasar atau Petugas Pasar, pedagang di pasar tradisional Cakranegara, pembeli yang berbelanja di pasar modern dan pasar tradisional Cakranegara, dan pengelola di pasar modern.
Wawancara ini didasarkan kepada pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya.
b. Observasi
Observasi atau pengamatan langsung adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan.55 Peneliti menggunakan metode observasi untuk mengumpulkan data tentang kondisi pasar tradisional dan pasar modern di Kecamatan Cakranegara, Arus pembeli di pasar modern dan pasar tradisional, dan sistem pelayanan pada kedua jenis pasar tersebut.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang berupa data-data tertulis, seperti: diagram, tabel, bagan, foto/gambar, dan sebagainya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Dokumentasi
54Nazir, Metode Penelitian (Bogor: Ghalia Indonesia, 2011), h. 193
55Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif (Komunikasi Ekonomi Kebijakan Publik,dan Ilmu Sosial Lainnya) (Jakarta: Kencana, 2010), Ed.1, Cet. 4, h.115.
dalam penelitian ini, peneliti gunakan untuk pengambilan data, bentuk bangunan pasar, struktur organisasi pengelola pasar, data jumlah pedagang tradisional Cakranegara, desain bentuk pasar modern, barang-barang yang dijual di pasar modern dan pasar tradisional, dan berbagai data dokumentasi lainnya.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah upaya mencari dan menata sarana sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang masalah atau kasus yang diteliti.56 Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka beberapa teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Peneliti menggunakan metode ini adalah untuk menganalisis hasil observasi, wawancara dan hasil penelitian lainnya. Metode penelitian induktif ini adalah untuk menilai faktor-faktor empiris yang ditemukan dan kemudian dicocokkan dengan landasan teori yang ada.
Dengan demikian maka dapat ditegaskan bahwa teknik yang digunakan dalam menganalisa data adalah teknik induktif, dimana peneliti menyimpulkan data-data dari khusus kemudian menyimpulkannya ke umum.
56 Chilod Narbuko dan Abu Achmadi, Metode Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), h. 156.
7. Validitas Data
Validitas data mempunyai tujuan untuk membuktikan bahwa apa yang dicermati oleh peneliti sudah dengan sesungguhnya ada dalam kenyataan dan apakah penjelasan yang diberikan sudah sesuai dengan yang sebenarnya. Hal tersebut dapat tercapai dengan cara sebagai berikut:
a. Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan yang mendalam sangat dibutuhkan dalam penelitian kualitatif, ini dilakukan apabila informan berusaha memberikan fakta mengenai ketidaksesuaian antara teori dengan kenyataan yang ada. Dalam penelitian ini, peneliti tekun melakukan pengamatan terhadap objek penelitian, secara berulang-ulang guna mendapatkan data yang valid.
b. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk pengecekan atau pembandingan terhadap data itu. Dezin dan Moleong membedakan teknik ini menjadi empat macam, yaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi penyelidik, dan triangulasi teori.57 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan keempat jenis triangulasi tersebut, guna mendapatkan data yang benar-benar valid.
57Lexy, J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), h.126.