BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
B. Pengembangan Pasar Modern di Kecamatan Cakranegara
Pasar modern di Indonesia pada umumnya, semuanya milik swasta dan izinnya dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) masing-masing kota di Indonesia. Pemda umumnya tidak berwenang untuk menolak izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah pusat meskipun beberapa Pemda mensyaratkan agar pasar modern mengajukan izin lokal sebagai contoh, Pemda Kota Mataram mensyaratkan agar pasar modern memiliki Izin Usaha Pasar Modern (IUPM), yang dikeluarkan oleh Depdag dan Izin Prinsip Pembangunan Pasar Modern (IP3M), yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian kota Mataram. Selain izin yang dikeluarkan secara terpusat Pasar modern biasanya harus mendapatkan izin lokal lainnya yang diperlukan oleh setiap usaha pribadi, seperti Izin
61 Mustakim (kepala pasar), Wawancara,Cakranegara, tanggal 25 desember 2016 pukul 11.00 Wita
Mendirikan Bangunan (IMB).62 Sedangkan untuk wilayah tempat pembangunan pasar modern, pihak kelurahan di Kecamatan Cakranegara mengatakan bahwa dalam hal perizinan, pihak kelurahan hanya dapat memberikan rekomendasi boleh tidaknya atau layak tidaknya suatu pasar modern berdiri di wilayahnya, tetapi yang menentukan adalah dari daerah yakni Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) bersama Diskoperindag (Dinas Koperasi Perdagangan dan perindustrian) Kota dalam hal kepengurusan izin pendiriannya. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Kantor Kelurahan Cakanegara Timur I Made Agus D, beliau mengatakan bahwa,
“Kami dari pihak keluarahan tidak berhak melarang atau memberi izin pasar atau toko modern untuk berdiri di wilayah ini, yang berhak adalah dari pihak pemerintah daerah dalam hal ini Bappeda bersama Diskoperindag Kota, posisi kami disini adalah sebagai pemberi rekomendasi layak tidaknya pasar modern berdiri diwilayah kami tentunya dengan memperhatikan jenis pasar modern, letaknya,lahan parkir, dan luas area yang akan digunakan, namun mengenai izinnya harus melaui Bappeda bersama Dikoperindag Kota Mataram.”63
Dari segi praktik bisnis pasar modern, pada umumnya barang yang dijual relatif merupakan barang-barang yang bermutu tinggi, dengan harga pasti, harga yang bersaing, dan kadang-kadang ditawarkan diskon borongan, terlebih lagi mereka menawarkan aneka pilihan pembayaran, mulai dari tunai dan kartu kredit hingga pendanaan untuk barang-barang yang lebih besar. Tempat pembelanjaan juga terang, bersih dan nyaman
62Abdurrahman (Wakil Kepala Pasar), Wawancara, Cakranegara 25 november 2016 pukul 11.00 Wita.
63I Made Agus D (Kepala Kantor Kelurahan Cakranegara Timur), Wawancara, Cakarengara 16 Januari 2017 pukul 15.00 Wita.
serta memiliki fasilitas yang berfungsi dengan baik, Seperti toilet dan tempat makan.64 Meskipun pasar modern dengan pasar modern yang lainnya memiliki keragaman fasilitas yang berbeda. Seperti di MGM Supermarket misalnya, Dari hasil wawancara dengan salah satu pengelola MGM Supermarket di Kelurahan Cakranegara Timur ibu I Nengah Hariani beliau mengatakan,
Dari segi fasilitas, kami memberikan 2 jenis fasilitas, yang pertama dalam fasilitas pembayaran kami menawarkan fasilitas pembayaran tunai, pembayaran melalui kartu debit, kartu kredit, Voucher belanja, promo setiap akhir minggu, akhir bulan dan akhir tahun, diskon, dan Member card. Dari fasilitas bangunan, ruangan yang nyaman dengan penerangan yang cukup dan ber-AC, areal parkir yang luas untuk kendaraan roda dua dan roda 4, terdapat ATM-ATM di sekitar Area gedung Supermarket, warung makan-warung makan, dan tempat duduk-tempat duduk yang nyaman di area parkir.65
Dari segi pemasaran, Supermarket menerapkan strategi harga campuran dan strategi non harga untuk menarik pelanggan dan untuk bersaing dengan para peritel lainnya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa berbagai strategi penetapan harga digunakan, seperti strategi penetapan harga batasan untuk menghambat masuknya pelaku bisnis baru;
strategi pemangsaan melalui penetapan harga untuk menyaingi pelaku bisnis lainnya; dan diskriminasi harga antar waktu yang berarti bahwa mengenakan harga yang berbeda pada kesempatan yang berbeda, seperti memberikan diskon pada akhir pekan atau antara jam-jam tertentu. Selain itu pasar modern juga melakukan survei pada pasar tradisional untuk mendapatkan perkiraan tingkat harga pasar sehingga mereka akan
64 Observasi, tanggal 25 november 2016 pukul 14.15 Wita.
65 I Nengah Hariani (Staf Personalia MGM Supermarket), Wawancara,1 Desember 2016
pukul 10.15 Wita.
menjualnya dengan harga bersaing. Terakhir, praktik subsidi silang kerap dilakukan, saat mereka mengalami kerugian atas sejumlah barang dagangan dalam rangka memenangkan persaingan.66
Contoh-contoh strategi non harga yang dipakai oleh pasar modern diantaranya jam operasi yang lebih panjang, khususnya pada akhir pekan toko dibuka hingga larut malam; pembundelan dan pengikatan, dimana barang-barang berbundel dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan jika dijual eceran atau terpisah; parkir gratis bagi pelanggan; dan strategi terpenting adalah gencarnya kampanye melalui iklan. Hal ini menyebabkan pasar modern berada beberapa tingkat di atas pasar tradisional dihampir semua aspek kompetisi. Meskipun pasar modern tidak menganggap pasar tradisional sebagai pesaing utamanya.
Banyaknya kelebihan yang ada di pasar modern jika dibandingkan dengan kondisi di pasar tradisional, justru berbeda jauh, Pasar tradisional di kecamatan Cakranegara, jumlahnya tidak pernah berubah dari tahun ke tahun, dari fasilitas pun banyak yang masih belum memadai, sempit, penerangan yang kurang, becek, bau, tingkat keamanan dan kebersihan yang masih sangat kurang. Hal ini terjadi Dihampir semua pasar tradisional di Kecamatan Cakranegara. Kondisi tersebut tidak berubah lebih baik dari tahun ke tahun, hal ini tentunya tidak sebanding dengan keadaan pasar modern yang terus berkembang di Kecamatan ini.
66Observasi, tanggal 15 september dan 17 september 2016 pukul 15.00 Wita
Pesatnya pengembangan pasar modern di Kecamatan Cakranegara tentu memberikan pengaruh pada keberlangsungan usaha para pedagang di pasar tradisional. Hal ini dapat dilihat dari 2 segi yakni pengaruh positif dan pengaruh negatifnya. Pengaruh positif banyaknya pasar modern di suatu Kota atau Kecamatan diharapkan akan semakin banyaknya tenaga kerja yang terserap. Sehingga akan berdampak pada semakin baiknya taraf hidup masyarakat setelah mendapatkan pekerjaan, arus peredaran uang dan barang semakin meningkat. Namun disisi lain banyaknya pasar modern yang berdiri di suatu Kota atau Kecamatan juga berdampak terhadap jenis pasar lainnya yakni pasar tradisional, semakin banyaknya pasar modern yang ada di Kecamatan Cakranegara menyebabkan pembeli mulai beralih ke pasar modern, sehingga pasar tradisional mulai berkurang pembelinya.
Meskipun pada hakikatnya, pasar tradisional memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, namun semakin berkurangnya jumlah pelanggan yang datang berdampak pada jumlah omzet pedagang, yang kemudian juga akan berdampak pada pendapatan pedagang. Rendahnya pendapatan pedagang menyebabkan tingkat kesejahteraannya berkurang, apalagi untuk pedagang yang menggantungkan usaha dari kegiatan berdagang di pasar tradisional saja. Maka tentu berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraannya.
Kecenderungan Konsumen
Pada prinsipnya, masyarakat dalam membelanjakan uangnya, dipengaruhi juga oleh kualitas barang, dan harganya, juga dipengaruhi oleh selera masyarakat dan perkembangan zaman. Ada beberapa
konsumen yang lebih mementingkan kualitas, dan harga berada di nomor dua sehingga ketika akan memilih untuk membelanjakan uangnya, mereka lebih memilih untuk berbelanja di pasar modern, karena kualitasnya yang lebih baik, tetapi bukan berarti mereka tidak datang berbelanja ke pasar tradisional, mereka tetap datang ke pasar tradisional, biasanya untuk membeli bahan-bahan makanan, karena di pasar tradisional untuk bahan makanan justru lebih baik kualitasnya, tetapi intensitas dan jumlah pembelanjaannya mulai berkurang. Tetapi ada juga yang lebih mementingkan harga sehingga mereka lebih memilih berbelanja di pasar tradisional yang lebih murah harganya.
Dari hasil wawancara dengan para konsumen pasar tradisional Cakranegara dan pasar modern di Kecamatan Cakranegara salah satunya yakni ibu Yunistira (30 tahun) mengatakan bahwa,
“Saya lebih suka berbelanja ke pasar modern, karena saya tidak harus berbelanja di pagi hari, sedangkan pasar modern bukanya sampai malam hari, karena di pagi sampai siang hari kan saya kerja, jadi kadang tidak sempat ke pasar, di pasar modern juga lebih nyaman, sejuk, pelayanannya ramah, dan dapat leluasa memilih barang, tetapi saya tetap berbelanja ke pasar tradisional, untuk membeli kebutuhan sehari-hari, biasanya di akhir pekan, yakni hari sabtu atau hari minggu. Kalau di pasar tradisional Cakranegara, tempat parkirnya juga sangat sempit, yang dijadikan tempat parkir adalah pinggir-pinggir jalan yang seharusnya dikhususkan untuk pejalan kaki, tetapi malah digunakan untuk tempat parkir motor dan mobil, bahkan sampai mengambil badan jalan, hingga sering kali menyebabkan kemacetan di sekitar pasar Cakranegara, hal ini juga menambah panasnya dalam pasar ketika ingin berbelanja di sana. Dari segi pelayanan juga kurang memuaskan karena banyak pedagang yang melayani dengan judes, dan jarang tersenyum, sehingga saya lebih senang berbelanja di pasar modern. Kalau di pasar Cakranegara perbulannya saya menghabiskan sampai Rp. 300.000, lebih banyak saya gunakan untuk membeli bumbu dapur dan sayur-sayuran. Sedangkan di Ruby atau di Mataram Mall
biasanya Sampai Rp. 600.000 bahkan lebih, untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari, perlengkapan mandi, mencuci, kosmetik, telur, gula, Beras, Minyak Sayur, bahan-bahan makanan, kadang-kadang bahan- bahan membuat kue, atau jajanan, hingga membeli baju.”67
Hal yang sama juga diungkapkan oleh ibu Fitri Wardini (34 tahun) beliau mengatakan bahwa,
“Saya lebih sering berbelanja di pasar modern, karena lebih nyaman,dan pilihan barangnya lebih banyak, harganya juga hampir sama dengan di pasar Cakranegara, begitu pula dengan kualitasnya, jam bukanya juga lebih panjang, jadi bisa belanja di malam hari bareng keluarga, sekalian untuk jalan-jalan. Tetapi saya tetap berbelanja ke pasar tradisional sekali seminggu. Kalau di Pasar modern saya bisa menghabiskan sampai Rp.
700.000 perbulan, kalau di pasar tradisional saya bisa menghabiskan hingga Rp. 400.000 perbulan.”68
Begitu pula dengan pemaparan dari ibu Dani,
“Saya sering berbelanja ke pasar Cakranegara, tetapi saya kurang suka dengan tempat parkirnya yang sempit, di pinggir jalan dan panas, apalagi banyak mobil parkir di pinggir jalan, sehingga sedikit tempat kita parkir, bagian dalam pasar juga kurang bersih, saya rasa ini harus dibenahi, supaya pembeli nyaman untuk berbelanja, penataan tempat berbelanja juga masih kurang, karena tempat berjualan baju, sepatu, buah, dan sayuran, tidak di satu tempat, penjual buah kita temukan di dalam pasar, di luar pasar, hingga di lantai dua juga ada, begitu juga dengan penjual baju, sepatu, dan mainan anak, ada yang diatas ada yang di bawah, sehingga jika kita ingin mencari penjual baju atau buah, kadang kita harus turun naik tangga. Dari segi pelayanan kepada konsumen, ada penjual yang ramah, ada juga yang tidak banyak bicara, ada juga yang dengan semangat menawarkan barang. Sehingga saya lebih sering berbelanja ke pasar modern. Perbulannya saya menghabiskan Rp. 200.000 lebih untuk berbelanja di pasar Cakranegara, kalau di Mall atau di Supermarket saya bisa menghabiskan hingga Rp. 300.000 lebih.”69
67Yunistira Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar (Wawancara), tanggal 9Januari 2016 pukul 14.00 Wita.
68Fitri Wardini Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar (Wawancara), tanggal 9 Januari 2016 pukul 13.40. Wita.
69Dani (Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar), Wawancara, tanggal 9 Januari 2016 pukul 13.00 Wita.
Hal yang berbeda diungkapkan oleh satu satu konsumen, yakni ibu Aisyah, beliau mengatakan,
“Saya lebih senang ke pasar tradisional karena di sana lebih murah, kita bisa menawar, dan kalau sudah langganan biasanya kita beri tambahan, unutk barang yang kita beli, apalagi kalau kita kenal penjualnya kadang kita bisa berhutang atau membayarnya saat bertemu di luar, ke Mall atau toko-toko besar, saya jarang pergi kesana, barang disana mahal, dan tidak dapat ditawar.”70
Begitu pula dengan ibu suhartini beliau mengatakan,
“Saya lebih senang ke pasar tradisional karena di sana lebih murah, kita bisa menawar danmendapatkan harga yang lebih murah, disana juga lengkap, kalau kita membeli sayuran, sayurannya masih segar-segar. dan kalau sudah langganan biasanya kita beri tambahan untuk barang yang kita beli. Kalau ke Mall atau toko-toko besar, biasanya saya pergi kesana, untuk jalan-jalan, tapi kadang belanja beli baju, buku, jajan, kosmetik, tas, es krim, atau ke arena permainan, barang disana mahal, tapi ada juga barang yang hampir sama harganya, seperti minyak goreng, beras dan lain- lain.71”
Dari segi harga, hasil wawancara dengan para konsumen pasar Cakranegara dan Pasar Modern di Kecamatan Cakranegara, Konsumen mengatakan bahwa, harga di pasar tradisional hampir sama dengan harga di pasar modern, seperti halnya pemaparan ibu Yunistira beliau mengatakan bahwa:
“Dari pengalaman saya berbelanja pada kedua jenis pasar ini saya menemukan bahwa, harga barang di pasar tradisional hampir sama dengan
70Aisyah (Konsumen pasar tradisional), Wawancara, tanggal 9 Januari 2016 pukul 14.20 Wita.
71Suhartini (Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar Modern) Wawancara, tanggal 9 Januari 2016 pukul 11.25 Wita.
di pasar Cakranegara. Sehingga mau ke pasar tradisional maupun ke pasar modern sama saja, dalam hal harga barang yang dijual.72
Konsumen lainnya Ibu Dani mengatakan,
Kalau harga, antara pasar modern dan pasar tradisional menurut saya lebih murah di pasar tradisional, untuk beberapa barang dagangan seperti sayur- sayuran, buah-buahan, tetapi perbedaannya tipis, dan kadang hampir sama. Tetapi bagi saya sendiri, saya lebih sering ke pasar modern, karena lebih nyaman, dan saya bisa berbelanja di malam hari, kalau di pasar Cakranegara saya biasa berbelanja di sana di hari libur, hari sabtu atau minggu, untuk membeli bahan makanan dan bumbu dapur.73
Sedangkan menurut Ibu Wardini,
“Harga barang di pasar modern dan di pasar tradisional Cakranegara, harganya sama, tetapi kalau saya lebih suka di pasar modern, karena tidak usah menawar barang, harga sudah tertera, dan banyak ragam barang yang dapat saya pilih, kualitasnya juga baik.74
Pesatnya perkembangan pasar modern dirasakan oleh banyak pihak berdampak pada eksistensi pasar tradisional. Di satu sisi, pasar modern dikelola secara profesional dengan fasilitas yang serba lengkap, disisi lain pasar tradisional masih terpaku dengan permasalahan seputar pengelolaan yang kurang profesional dan ketidaknyamanan berbelanja. Pasar modern dan tradisional bersaing dalam pasar yang sama yaitu pasar ritel. Hampir
72Yunistira (Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar Modern) Wawancara, tanggal 9 Januari 2016 pukul 14.00 Wita.
73Dani (Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar Modern Di Cakranegara), Wawancara, tanggal 9 Januari 2016, pukul 13.00 Wita.
74Wardini (Konsumen Pasar Tradisional dan Pasar Modern Di Cakranegara), Wawancara, tanggal 9 Januari 2016, pukul 13.40 Wita.
semua produk yang dijual di pasar tradisional seluruhnya dapat ditemui di pasar modern.75
Kini, pasar tradisional terancam oleh banyaknya pasar modern yang ada di Kecamatan Cakranegara , sehingga para pedagang mau tidak mau harus menerima penghasilan perharinya walaupun berkurang. Pasar modern yang umumnya hanya dikuasai oleh segolongan tertentu menggeser alokasi kekayaan dan distribusi barang dan jasa yang selama ini dikuasai oleh pasar tradisional. Banyaknya pasar modern tersebut memang mustahil untuk dihindari, apalagi mereka menawarkan kenyamanan, keamanan, dan segala kemewahan lainnya. Mau tidak mau pedagang-pedagang kecil harus menurunkan margin demi bertahan dalam persaingan ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, adapun hasil wawancara dari beberapa informan yang merupakan pedagang pasar tradisional antara lain sebagai berikut:
Maryam (35 tahun) salah satu penjual buah di pasar Cakranegara mengatakan bahwa, pendapatannya mulai turun dan agak sepi jika dibandingkan dengan sebelum dikembangkannya pasar modern di Kecamatan Cakranegara dari pendapatan perhari yang biasanya berkisar dari Rp.500.000- Rp.1.000.000 perhari, kini menjadi Rp.300.000 sampai Rp.400.000 perhari.76
75 Observasi, Pusat Perbelanjaan Mataram Mall dan pasar Cakranegara 26 November 2016 pukul 11.00 Wita.
76 Maryam (Pedagang Pasar Tradisional), Wawancara, Cakranegara, tanggal 25 November 2016 pukul 11.00
Begitu pula dengan Hilmiati (36 tahun) salah satu penjual sepatu, sandal dan tas yang sudah berjualan selama 7 tahun di pasar Cakranegara mengatakan bahwa, setelah merebaknya toko-toko modern yang sejenis, di sekitar pasar Cakranegara, pendapatannya menjadi semakin tidak menentu, yang awalnya biasanya Rp.400.000 perhari kini menjadi Rp.200.000 - Rp.300.000, perhari menjadi agak berkurang pada hari-hari biasa dan ramai saat hari libur saja. 77
Untuk lebih jelasnya data pendapatan pertahun pedagang pasar tradisional Cakranegara dari tahun 2013-2016 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 09.
Laporan Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Pertahun Pasar Cakranegara
NO. NAMA JENIS
BARANG
PENGHASILAN
2013 2014 2015 2016
1 Sariah Sayur-mayur 36,000,000 36,400,000 36,300,000 36,800,000 2 Inok Nasi 30,000,000 30,500,000 30,300,000 30,200,000 3 H. Sekar Sembako 65,000,000 65,200,000 65,250,000 65,200,000 4 Jero Ketut Sembako 50,800,000 50,750,000 50,000,000 50,300,000 5 Nyoman Sari Sembako 55,000,000 55,400,000 55,200,000 55,500,000 6 Mahsun Tempe 25,000,000 25,200,000 25,000,000 24,800,000 7 Siti Gerupuk 24,000,000 23,800,000 23,400,000 24,000,000 8 Ae Biji-bijian 25,000,000 25,700,000 25,550,000 25,100,000 9 Kuril Kerupuk 26,000,000 26,100,000 26,000,000 26,000,000 10 Idah Ayam 35,000,000 35,400,000 35,200,000 35,600,000 11 Hj. Zaidah Daging 35,500,000 35,000,000 35,400,000 35,000,000 12 Ida Ikan 30,500,000 30,400,000 30,400,000 30,300,000 13. Maryam Baju 30,000,000 30,300,000 30,200,000 30,000,000 14 Hilmiati Sepatu & tas 30,600,000 30,300,000 30,300,000 30,500,000 15 Lis Ikan 25,700,000 25,500,000 25,200,000 25,000,000 TOTAL 524,100,000 525,950,000 523,700,000 524,300,000 Sumber: Pengolahan Data Primer
77 Hilmiati (Pedagang Pasar Tradisional), Wawancara,Cakranegara, tanggal 25 November 2016. Pukul 11.20.
Dari tabel di atas kita dapat melihat bahwa pendapatan pedagang dari tahun ke tahun tidak menentu, hal ini tentunya dipengaruhi oleh jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional Cakranegara. Jumlah pembeli yang datang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya: Tingkat pendapatan masyarakat, Kecenderungan konsumen untuk berbelanja ke pasar, gejolak harga di pasar, dan sistem palayanan yang diberikan, tren, gaya hidup modern dan sebagainya.
Pasar modern yang terus berkembang akan memperparah keadaan ekonomi rakyat ke bawah, merebaknya pasar modern di lingkungan Kecamatan Cakranegara dikarenakan pasar modern memiliki mekanisme yang lebih profesional daripada pasar tradisional serta memanfaatkan peluang pasar tradisional yang kurang baik dari segala aspek.
Menurut pak Abdurrahman penyebab utama kalah bersaingnya pasar tradisional dengan pasar modern Indomaret dan Alfamart yang berada di Kecamatan Cakranegara bukan semata-mata karena adanya pasar modern, sebenarnya pasar modern mengambil keuntungan dari kondisi pasar tradisional yang terkesan kotor, kumuh, bau, sempit, dan adu tawar dan, kualitas barang yang kurang baik. Pedagang, pengelola pasar, dan semua pemangku kepentingan di pasar tradisional mengatakan bahwa langkah utama yang harus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pedagang tradisional adalah dengan semakin meningkatkan kualitas pasar tradisional, dengan cara memperbaiki sarana dan prasarana pasar, dan memperbaiki sistem manajemen maupun sistem pengelolaan pasar.78
78 Abdurrahman (Wakil Kepala Pasar), Wawancara, Cakranegara, tanggal 28 November 2016 pukul 11 Wita.
Agar pasar tradisional dapat tetap bertahan meskipun banyak pasar modern yang berdiri di Kecamatan Cakranegara. Dapat diatasi salah satunya dengan cara lebih memperhatikan keadaan pasar tradisional, baik dari lingkungannya ataupun dengan cara membatasi jumlah pasar modern, dan memperhatikan letak pasar modern agar tidak terlalu berdekatan dengan pasar tradisional, dan sebisa mungkin pasar tradisional harus dibentuk serapi dan seindah mungkin agar bisa menarik perhatian para pembeli. Sehingga pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pasar modern.79
C. Metode Pengelolaan Pasar tradisional dan Strategi Pedagang Pasar