Suggestion
E. SIMPULAN DAN SARAN
V. SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN EKONOMI A. Karakteristik Responden
1. Jenis Kelamin
Mayoritas responden yang menjadi sampel adalah perempuan, yaitu sebanyak 26 orang atau 87 %, sedangkan sisanya adalah laki-laki sebanyak 4 orang atau hanya 13 %.
163 2. Umur
Responden yang paling banyak menjadi nasabah non muslim BMT di Yogyakarta adalah yang berusia 40 tahun keatas yaitu sebanyak 16 orang atau 53 %. Usia 30-40 tahun sebanyak 8 orang atau 27 % berada pada urutan kedua. Kemudian usia 17-29 tahun sebanyak 6 orang atau 20 % berada pada urutan ketiga.
3. Pendidikan Terakhir
Sebagian besar nasabah non muslim BMT di Yogyakarta yang diambil sebagai responden, sebagian besar pendidikan terakhirnya adalah SMA sebanyak 13 orang atau 43 %, kemudian lulusan diploma dan SMP mempunyai jumlah yang sama masing-masing sebanyak 5 orang atau 17 %, diikuti lulusan SD dengan 4 orang atau 13 %, lulusan sarjana berkisar 10
% dengan 3 orang, sedangkan untuk lulusan magister maupun doktoral sama sekali tidak ada.
4. Pekerjaan
Responden yang bekerja sebagai wiraswasta/pedagang sebanyak 26 orang atau 87 %.
Sebesar 13 % atau sebanyak 4 orang merupakan pegawai swasta, sedangkan untuk pekerjaan PNS tidak ditemukan sebagai responden dalam penelitian.
B. Uji Instrumen 1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment atau pertanyaan dinyatakan valid jika mempunyai nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel pada taraf α = 5% atau bisa juga dilihat dari nilai tingkat significant pada analisis menggunakan program SPSS 20 yang harus bernilai dibawah 0,05. Dari hasil analisis didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan dengan nilai rtabel. Nilai rtabel untuk degree of freedom (df) = n-k-1. Dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k adalah konstruk. Pada kasus ini, besarnya df dapat dihitung 30-4-1 = 25 dengan alpha 0.05 % (α 5 %), maka didapat nilai rtabel sebesar 0,3809 dengan jumlah total keseluruhan sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan uji 2 sisi. Untuk mempermudah perhitungan dari validitas koefisien yang akan digunakan, maka nilai-nilai dari hasil angket dikelompokkan menurut masing masing variabelnya.
Tabel 4.1.
Hasil Uji Validitas Variabel Minat Non Muslim Item Sig korelasi Pengujian r hitung r tabel Kesimpulan P1 0,000 Sig < 0,05 0,685 0,3809 Valid P2 0,000 Sig < 0,05 0,668 0,3809 Valid P3 0,000 Sig < 0,05 0,765 0,3809 Valid P4 0,000 Sig < 0,05 0,678 0,3809 Valid Sumber: data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014
Tabel 4.2.
Hasil Uji Validitas Variabel Produk
Item Sig korelasi Pengujian r hitung r tabel Kesimpulan P5 0,000 Sig < 0,05 0,751 0,3809 Valid P6 0,000 Sig < 0,05 0,700 0,3809 Valid P7 0,000 Sig < 0,05 0,805 0,3809 Valid Sumber: data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014
Tabel 4.3.
Hasil Uji Validitas Variabel Fasilitas Pelayanan Item Sig korelasi Pengujian r hitung r tabel Kesimpulan P8 0,000 Sig < 0,05 0,841 0,3809 Valid P9 0,000 Sig < 0,05 0,603 0,3809 Valid P10 0,000 Sig < 0,05 0,708 0,3809 Valid P11 0,000 Sig < 0,05 0,641 0,3809 Valid Sumber: data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014
Tabel 4.4.
Hasil Uji Validitas Variabel Promosi
164
Item Sig korelasi Pengujian r hitung r tabel Kesimpulan P12 0,000 Sig < 0,05 0,677 0,3809 Valid P13 0,000 Sig < 0,05 0,722 0,3809 Valid P14 0,000 Sig < 0,05 0,718 0,3809 Valid Sumber: data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014
Tabel 4.5.
Hasil Uji Validitas Variabel Reputasi
Item Sig korelasi Pengujian r hitung r tabel Kesimpulan P15 0,000 Sig < 0,05 0,851 0,3809 Valid P16 0,000 Sig < 0,05 0,856 0,3809 Valid Sumber: data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah butir-butir pertanyaan yang ada di dalam kuesioner penelitian konsisten atau tidak. Menurut Imam Ghazali (2005) suatu variabel dikatakan reliabel apabila memiliki Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60. Penghitungan nilai Cronbach Alpha dari tiap variabel dilakukan menggunakan bantuan program SPSS. Nilai tersebut merupakan indikator bahwa kuesioner adalah reliable. Adapun hasil uji reliabilitas adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6.
Hasil Uji Reliabitas Instrumen
No Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan
1 Y (Minat Non Muslim) 0,642 Reliabel
2 X1 (Produk) 0,608 Reliabel
3 X2 (Fasilitas Pelayanan) 0,655 Reliabel
4 X3 (Promosi) 0,603 Reliabel
5 X4 (Reputasi) 0,627 Reliabel
Sumber: data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014
Dari hasil pengujian didapatkan perhitungan koefisien Cronbach Alpha dari kelima variabel diatas > 0,60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua pertanyaan baik dari variabel independen maupun variabel dependen adalah reliabel.
C. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik perlu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan terhadap asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan uji normalitas data, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas.
1. Uji Normalitas Data
Pengujian asumsi ini untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
Sebuah model regresi yang baik harusnya memiliki distribusi yang normal.
Sumber : Data Primer Diolah Dengan SPSS 20, 2014 GAMBAR 4.1.
Normal Probability Plot
165
Sumber : Data Primer Diolah Dengan SPSS 20, 2014 GAMBAR 4.2.
Grafik Histogram
Dari gambar 4.1. diatas terdapat grafik Non Probability Plot terlihat titik-titik yang menyebar mengikuti arah garis diagonal. Kemudian gambar 4.2. memperlihatkan grafik Histogram yang mendeskripsikan bahwa data mendekati normal.
2. Uji Multikoliniearitas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinieritas, yaitu adanya hubungan korelasi antara variabel independen dalam model regresi. Untuk mendeteksi terdapat tidaknya multikolinieritas didasarkan pada nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan tolerance.
Hipotesis yang dilakukan dalam uji multikolinearitas adalah:
H0: VIF <10 artinya tidak terdapat Multikolinearitas.
Ha: VIF > 10 artinya terdapat Multikolinearitas.
Hasil pengujian Multikolinearitas pada responden penelitian didapat bahwa nilai VIF selalu lebih besar dari 10 sehingga dapat dinyatakan bahwa model tidak mengalami gejala Multikolinearitas.
Tabel 4.7.
Ringkasan Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Independent Toleransi VIF Kesimpulan
Produk 0,516 1,937 Non Multikolinearitas
Fasilitas Pelayanan 0,949 1,054 Non Multikolinearitas
Promosi 0,440 2,271 Non Multikolinearitas
Reputasi 0,780 1,282 Non Multikolinearitas
Sumber: Data primer, diolah dengan SPSS 20, 2014 3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi.
Beberapa syarat yang digunakan dalam uji heteroskedastisitas ini adalah sebagai berikut:
H0 : bila -ttabel<thitung<ttabel maka tidak ada gejala heteroskedastisitas Ha : bila thitung>ttabel atau -thitung<-ttabel maka ada gejala heteroskedastisitas
H0 diterima bila -ttabel<thitung<ttabel berarti tidak terdapat heteroskedastisitas dan H0 ditolak bila thitung>ttabel atau -thitung<-ttabel yang berarti dalam model terdapat heteroskedastisitas.
Pengujian Heteroskedastisitas menggunakan kriteria sebagai berikut:
Tingkat keyakinan 95% (α = 0,05) dengan nilai df = (30-5) = 25, sehingga diperoleh nilai ttabel 2,059539.
166
Adapun hasil uji heteroskedastisitas dengan metode park dari variabel-variabel yang terkait adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8.
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel T hitung T tabel Kesimpulan
LnProduk -0,467 2,059539 Non heteroskedastisitas LnPelayanan -1,232 2,059539 Non heteroskedastisitas LnPromosi 0,796 2,059539 Non heteroskedastisitas LnReputasi 0,810 2,059539 Non heteroskedastisitas Sumber: Data Primer, diolah, 2014
Sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho diterima dan model penelitian dinyatakan bebas dari heteroskedastisitas.
D. Analisis Regresi Berganda
Pengujian hipotesis dalam penelitian menggunakan alat analisa Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabe independent (X1, X2, X3, dan X4) terhadap variabel dependent (Y). Bentuk persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah:
Y = c + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
Dengan variabel Y adalah minat non muslim, X1 adalah produk, X2 adalah fasilitas pelayanan, X3 adalah promosi, dan X4 adalah reputasi. Berikut ini merupakan hasil uji regresi linier berganda dalam penelitian ini :
Tabel 4.9.
Hasil Uji Regresi Linier
Variabel B T hitung Sig Kesimpulan
Konstanta -2,009 -1,887 0,072
Produk (X1) 0,455 2,186 0,038 Signifikan pada α 10%
Fasilitas Pelayanan (X2) 0,484 2,286 0,031 Signifikan pada α 10%
Promosi (X3) 0,199 1,028 0,314 Tidak Signifikan
Reputasi (X4) 0,288 2,332 0,028 Signifikan pada α 10%
F hitung 10,863
Sig F 0,000
R square 0,635
Minat Non Muslim (Y) Varibel Dependen Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 20, 2014
Dengan memperhatikan hasil regresi maka dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y = -2,009 + 0,455 X1 + 0,484 X2 + 0,199 X3 + 0,288 X4 + e
Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka hasil koefisien regresi dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
a. Konstanta sebesar -2,009 menyatakan bahwa jika variabel independen nilainya adalah 0, maka keputusan minat non muslim untuk bergabung menjadi nasabah di BMT mengalami penurunan sebesar 2,009%.
b. Nilai koefisien variabel produk (X1) adalah senilai 0,455 mempunyai arti bahwa ketika terjadi kenaikan variabel produk sejumlah 1%, maka akan terjadi kenaikan minat non muslim (variabel dependen Y) sejumlah 0,455% namun dengan asumsi variabel independen yang lain tetap. Koefisien variabel X1 bernilai positif sehingga produk mempunyai pengaruh positif terhadap minat non muslim menjadi nasabah BMT (Y).
c. Nilai koefisien variabel fasilitas pelayanan (X2) adalah senilai 0,484 mempunyai arti bahwa ketika terjadi kenaikan variabel fasilitas pelayanan sejumlah 1%, maka akan terjadi kenaikan minat non muslim menjadi nasabah BMT (variabel dependen Y) sejumlah 0,484%
namun dengan asumsi variabel independen yang lain tetap. Koefisien variabel X2 bernilai
167
positif sehingga fasilitas pelayanan mempunyai pengaruh positif terhadap minat non muslim menjadi nasabah BMT (Y).
d. Nilai koefisien variabel promosi (X3) adalah senilai 0,199 mempunyai arti bahwa ketika terjadi kenaikan variabel promosi sejumlah 1%, maka akan terjadi kenaikan minat non muslim (variabel dependen Y) sejumlah 0,199% namun dengan asumsi variabel independen yang lain tetap. Koefisien variabel X1 bernilai negatif sehingga promosi tidak mempunyai pengaruh terhadap minat non muslim menjadi nasabah BMT (Y).
e. Nilai koefisien variabel reputasi (X4) adalah senilai 0,288 mempunyai arti bahwa ketika terjadi kenaikan variabel reputasi sejumlah 1%, maka akan terjadi kenaikan minat non muslim (variabel dependen Y) sejumlah 0,288% namun dengan asumsi variabel independen yang lain tetap. Koefisien variabel X4 bernilai positif sehingga reputasi mempunyai pengaruh positif terhadap minat non muslim mejadi nasabah BMT (Y).
E. Koefisien Determinasi (R2) Digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen.
TABEL 4.10.
Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 ,797a ,635 ,576 ,29632 1,632
a. Predictors: (Constant), Reputasi, Pelayanan, Produk, Promosi b. Dependent Variable: FL
Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 20, 2014
Dari hasil penghitungan regresi diatas dapat ditemukan hasil dari jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan nilai R2 sejumlah 0,635 yang dapat diartikan bahwa variabel independen produk (X1), fasilitas pelayanan (X2), promosi (X3), dan reputasi (X4) menjelaskan variasi dari variabel dependen minat non muslim menjadi nasabah BMT (Y) sebanyak 63,5%.
F. Pembahasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat non muslim dalam memilih BMT sebagai tempat untuk mengelola dana usahanya. Seperti yang sudah kita ketahui, dalam penelitian ini penulis memakai beberapa faktor sebagai variabel independen yaitu faktor produk, fasilitas pelayanan, promosi, dan juga reputasi sebagai faktor- faktor yang dapat mempengaruhi faktor minat non muslim untuk menjadi nasabah di BMT. Pada umumnya, BMT mempunyai perbedaan dengan perbankan meskipun mereka memiliki prinsip kerja yang bisa dibilang hampr sama. Pendirian BMT sendiri lebih ditujukan untuk mengembangkan dunia usaha kecil dan menengah masyarakat yang selama ini membutuhkan dukungan dana untuk dapat terus hidup. Dengan semakin populernya lembaga-lembaga syariah dalam beberapa tahun terakhir, membuat banyak masyarakat yang tertarik ikut bergabung dalam lembaga tersebut tanpa memandang latar belakang agama karena memang juga pada dasarnya ekonomi syariah bersifat universal sehingga tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Setelah melihat hasil penelitian yang telah dibahas mengenai ―Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat non muslim menjadi nasabah BMT di Yogyakarta‖, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Berdasarkan pengujian terhadap 30 responden nasabah BMT di Yogyakarta didapat hasil analisis regresi dengan urutan besarnya pengaruh variabel-variabel independen yang berbeda. Ini terlihat dari besarnya koefisien regresi dari yang terbesar pengaruhnya sampai yang terkecil berturut-turut adalah Fasilitas pelayanan (48,4), Produk (45,5), Reputasi (28,8), dan Promosi (19,9). Sedangkan dari hasil uji F pengaruh secara bersama-sama (secara simultan) masing-masing variabel independen berpengaruh positif terhadap minat non muslim menjadi nasabah BMT kecuali variabel promosi yang mempunyai pengaruh negatif terhadap variabel dependen (Y).
Adapun untuk besaran pengaruhnya adalah sebesar 63,5%.
Pengaruh yang paling besar adalah Fasilitas Pelayanan. Ini menunjukkan bahwa diantara semua variabel-variabel independen lain yang diuji, variabel inilah yang memberikan pengaruh paling besar yaitu sebesar 48,4 dalam mempengaruhi variabel dependen yaitu minat non muslim menjadi nasabah BMT. Karena positif, semakin baik kinerja pelayanan yang diberikan oleh
168
karyawan dan juga tersedianya fasilitas yang lengkap dan modern semakin besar pula minat non muslim untuk menjadi nasabah di BMT.
Variabel kedua yang mempunyai pengaruh cukup besar adalah produk, yang mempunyai pengaruh 45,5. Dengan adanya keberagaman produk yang disediakan oleh BMT untuk memfasilitasi keinginan nasabah dalam membantu pengelolaan dana mereka, dapat menjadi daya tarik yang cukup kuat bagi minat non muslim untuk menjadi nasabah di BMT. Hal ini ditambah dengan peran BMT dalam membuktikan bahwa sistem syariah sebenarnya lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional akan semakin membuat daya tarik lebih besar.
Variabel yang mempunyai pengaruh cukup adalah reputasi dengan pengaruh sebesar 28,8.
Variabel reputasi berpengaruh signifikan dan bernilai positif, ini menandakan bahwa reputasi dari BMT cukup penting dimata para nasabah, baik dari segi pelayanan, keuangan ataupun yang lainnya. Bagi nasabah sebuah reputasi masih dianggap penting dalam membuat keputusan untuk bergabung menjadi nasabah atau tidak dikarenakan masih ada di beberapa tempat kasus kejahatan ataupun penipuan mengatasnamakan BMT sehingga nama baik sebuah BMT masih sangat penting di mata para nasabah.
Variabel terakhir yang mempunyai pengaruh hanya sebesar 19,9 yaitu promosi, dan tidak dianggap signifikan dalam mempengaruhi minat non muslim untuk menjadi nasabah BMT karena terlalu kecil pengaruhnya. Hal ini disebabkan cara kerja BMT dalam mencari nasabah baru yang lebih mementingkan pendekatan secara langsung kepada nasabah dibanding melakukan promosi melalui media-media elektronik maupun cetak. Yang sebenarnya membuat masyarakat dalam artian luas belum terlalu mengetahui seperti apa BMT, dan hanya diketahui oleh kelompok masyarkat tertentu saja, semisal para pedagang yang ada di pasar.
Pengaruh variabel secara keseluruhan terhadap minat non muslim dengan variabel independen produk, fasilitas pelayanan, promosi, dan reputasi memberikan dampak positif secara bersama-sama terhadap variabel minat non muslim dengan nilai R2 sebesar 0,635. Dengan jumlah nilai R2 yang cukup tinggi ini maka dapat dinyatakan bahwa penelitian berhasil mengungkap 63,5% faktor yang mempengaruhi minat non muslim menjadi nasabah BMT dan hanya terdapat 36,5% faktor lain diluar model yang mempengaruhi minat non muslim. Model regresi ini juga menunjukkan berhasil lulus dari uji asumsi klasik. Dan nilai tolerance dan VIF diketahui bahwa antar variabel independen tidak terdapat multikolinieritas. Untuk-uji heterokedastisitas juga berhasil dinyatakan lulus dengan tidak terdapatnya heteroskedastisitas melalui uji metode park dan berdasarkan uji asumsi klasik berhasil didapat model regresi yang cukup baik.