• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengartian Bank syariah

Dalam dokumen PROCEEDING-ICIEFI.pdf - IPIEF FEB UMY (Halaman 162-165)

Suggestion

E. SIMPULAN DAN SARAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengartian Bank syariah

Bank syariah adalah lembaga keuangan yang pengoperasiannya dengan sistem bagi hasil menurut UU No. 7 tahun 1992 yang direvisi dengan UU Perbankan No. 10 tahun 1998. Bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroprasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah (Sudarsono, 2003)

2. Perbandingan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional

Perbandingan antara bank konvensional dan bank syariah pada bank syariah terdapat dewan pengawas syariah (DPS) yang bertugas mengawasi segala aktivitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah sedangkan pada bank konvensional tidak ada lembaga sejenis, perbedaan mendasar yaitu pada bank syariah berinvestasi pada usaha yang halal dan dana dikelola dalam bentuk titipan maupun investas sedangkan pada bank konvensional bebas nilai, pada bank syariah menggunakan sistem atas dasar bagi hasil, margin keuntungan dan fee sedangkan pada sbank konvensional menggunakan sistem bunga, pada bank syariah besaran bagi hasil berubah- ubah tergantung kineja usaha dari bank syariah sendiri, sedangkan pada bank konvensional besarnya bunga tetap, sistem bagi hasil membuat besar kecilnya keuntungan yang diterima nasabah mengikuti besar kecilnya keuntungan bank syariah. Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan banknya tidak dibagikan kepada nasabahnya. Tidak peduli berapapun jumlah keuntungan bank konvesional, nasabah hanya dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja (Lubis, 2010).

154

Terdapat perbedaan pula antara bagi hasil dan bunga bank. perbedaan antara bagi hasil dan bunga, pada sistem bunga suku bunga di tentukan di muka sedangkan bagi hasil nisbah bagi hasil pun ditentukan dimuka, pada bank konvensional diaplikasikan pada pokok pinjaman atau kredit, pada bank syariah nisbah bagi hasil diaplikasikan pada pendapatan yang diperoleh nasabah pembiayaan, dan pada ban konvensional suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh bank, dan pada bank syariah nisbah bagi hasil dapat berubah apabila disepakati oleh kedua belah pihak (Antonio, 2001).

Islam mengharamkan bunga dan menghalalkan bagi hasil. Keduanya memberikan keuntungan, tetapi memiliki perbedaan mendasar sebagai akibat adanya perbedaan antara investasi dengan pembungaan uang. Dalam investasi, usaha dilakukan mengandung resiko, dan karena mengandung unsur ketidakpastian. Sebaliknya adanya persentasi suku bungan tertentu ditetapkan berdasarkan besarnya modal. Sesuai dengan definisi diatas, menyimpan uang di bank islam termasuk kategori investasi. Besar kecilnya perolehan kembali tergantung pada hasil usaha yang benar-benar terjadi dan dilakukan bank sebagai pengelola dana. Dengan demikian, bank islam tidak dapat hanya sekedar menyalurkan uang. Bank islam harus terus-menerus berusaha meningkatkan return on invesment sehingga lebih menarik dan lebih memberikan kepercayaan bagi pemilik dana (Fitriyanti dan Musjtari, 2010)

3. Teori Perilaku Konsumen

Menurut Hawkins dan Mothersbaugh, perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok dan organisasi serta proses yang dilakukan untuk memilih, mengamankan, menggunakan dan menghentikan produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhan nya dan dampaknya terhadap konsumen dan masyarakat (Hawkins, dan Mothersbaugh, 2013).

Perilaku konsumen seperti yang didefinisikan oleh Schiffman dan Kanuk (2000) adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan nya. Jadi, dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana pembuat keputusan (decision units), baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya (Prasetijo dan ilahalauw, 2004)

4. Perilaku Konsumen islam

Perilaku konsumen dalam islam sangat erat kaitannya dengan konsumsinya. Dalam ilmu ekonomi konsumsi adalah stiap perilaku seseorang untuk menggunakan dan memanfaatkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam analisis konsumsi islam bahwa perilaku konsumsi seorang muslim tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani tetapi kebutuhan rohani juga (Yuliadi, 2007).

5. Keputusan Nasabah Menabung

Keputusan adalah Menurut prasetijo dan ilhalauw keputusan adalah suatu pilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative. Dengan kata lain, orang yang mengambil keputusan harus mempunyai satu atau pilihan dari beberapa alternative yang ada. Bila seseorang dihadapkan dua pilihan yaitu membeli dan tidak membeli dan kemudian ia membeli, maka ada dalam posisi membuat keputusan (Prasetijo, Ilhalauw.2004)

Keputusan menabung masyarakat merupakan suatu keputusan dimana masyarakat menggunakan atau memilih jasa dari suatu bank untuk menyimpan uang nya, keputusan pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan atas pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan tersebut diperoleh dari kegiatan- kegiatan sebelum nya yaitu kebutuhan dan dana yang dimiliki (Sofjan Assauri, 2011)

Dalam dunia perbankan yang dimaksud dengan konsumen atau pelanggan adalah nasabah. Menurut undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang perbankan pasal 1 nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa bank sedangkan nasabah penyimpan adalah nasabah yang menempatkan dananya di bank dalam bentuk simpanan berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan‖.

Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa keputusan menabung masyarakat adalah suatu pilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative masyarakat untuk menggunakan produk/

jasa bank atau melakukan penyimpanan atas uang mereka di bank dengan tujuan tertentu. Dengan kata lain, orang yang mengambil keputusan harus mempunyai satu atau pilihan dari beberapa

155

alternative yang ada. Bila seseorang dihadapkan dua pilihan yaitu membeli dan tidak membeli dan kemudian ia membeli, maka ada dalam posisi membuat keputusan.

6. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menabung a. Faktor Ekternal (X1)

Variabel eksternal merupakan variable yang di ambil dari faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adapun diantara nya faktor eksternal (lingkungan budaya) yang meliputi :keluarga, kelas social, budaya, dan sub budaya

1) Keluarga

Keluarga ditinjau dari persepektif lingkungan pengambiloan keputusan, merupakan unit kecil pusat pengambilan keputusan konsumen. Anggota keluarga merupakan kelompok primer yang paling berpengaruh terhadap tumbuhnya pengambilan keputusan seorang terhadap suatu hal. Dalam keluarga orang tua memberikan nasehat atau contoh untuk menumbuhkan minat kepada anaknya, salah satunya minat untuk memilih suatu jasa tempat menabung dan minat tersebut yang akan manimbulkan suatu keputusan bagi seseorang untuk memilih suatu jasa unutk tempat menabung.

2) Kelas social

Pengklasifikasian anggota masyarakat kedalam kelompok-kelompok social (kelas social) tertentu merupakan hal yang lumrah di masyarakat. Pemahaman terhadap kelas social penting karena kelas social berpengaruh pada perilaku konsumen. Masyarakat yang berada pada kelas social yang berbeda cenderung mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda, sebaliknya mereka yang berada pada kelas social yang sama cenderung mempunyai perasamaan sikap dan perilaku. perilaku menabung antar kelas social relative berbeda. Pada kelas atas umumnya mereka cenderung memilih instrument modern seperti tabungan, saham, asuransi, dan property sedangkan pada kelas social menengah biasanya masih terbatas pada tabungan dan asuransi dan kelas social ini mempengaruhi berbagai perilaku konsumen seperti perilaku dam menabung (Suryani, 2013)

3) Budaya dan sub budaya

Budaya merupakan seperangkat pola perilaku yang dipelajari selama proses sosialisasi yang berinteraksi dengan masyarakat, diekspresikan melalui symbol-simbol seperti bahasa dan cara- cara lain dari anggota masyarakat. Budaya mencakup pengetahuan, nilai-nilai keyakinan, kebiasaan dan perilaku yang berkembang serta dijadikan acuan sebagian masayarakat dalam bermasyarakat. Adanya perdedaan budaya menyebabkan terjadinya perbedaan dalam sikap, kebiasaan, dan perilaku konsumen

4) Kelompok acuan

Diantara berbagai kelompok yang ada di masyarakat kelompok yang memiliki relevansi dengan perilaku konsumen adalah kelompok acuan. Kelompok acuan merupakan individu atau kelompok yang dijadikan rujukan yang mempunyai pengaruh nyata bagi individu dan dimasyarakat terdapan kelompok yang relevan dengan perilaku konsumen yaitu keluarga, kelompok persahabatan, kelompok kerja. Seperti hal nya seseorang yang menabung atau menyimpan uang nya di bank karena terpengaruh dengan lingkungan kerjanya atau lingkungan kerja nya mengharuskan menggunakan bank tersebut.

5) Komunikasi pemasaran

Komunikasi diyakini sebagai faktor yang berperan sangat penting dalam pengembalian keputusan konsumen. Melalui komunikasi konsumen mendapatkan informasi yang akan mempengaruhi persepsi nya. Sebuah produk akan dipersepsikan sebagai produk apabila komunikasi yang dilakukan berisi pesan bahwa produk yang ditawarkan memiliki keunggulan seperti yang diharapkan konsumen. Dalam hal ini mengkomunikasikan suatu produk dapat dilakukan dengan : iklan, promosi, hubungan antra masyarakat dan publitas, pemasaran langsung, pemasaran interaktif

b. Faktor Internal (X2)

Variable internal merupakan variable yang di ambil dari faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adapun diantara nya faktor internal (faktor psikologi) meliputi : persepsi, motivasi dan sikap . Internal (faktor psikologi) meliputi :

1) Motivasi

Motivasi Yaitu keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat mengarahkan perilaku konsumen untuk mencari kebutuhan yang dirasakannya, sehingga

156

dapat tercapai kepuasan (Kotler, 2003) motivasi memaikan peran penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen yang nantinya akan menentukan suatu pengambilan keputusan . pemahaman terhadap motif sangat penting. Salah satu pemahaman terhadap motif dapat digunakan sebagai dasar positioning (pemosisian produk) salah satu nya pemahaman tentang motivasi konsumen dalam bauran konsumen yaitu distribusi yaitu sejauh mana konsumen dapat dengan mudah mendapatkan produk yang ditawarkan atau sebaliknya apakah produk diposisikan sebagai produk yang eksklusif sehingga tidak semua dapat menjangkaunya . suasana dan desain lingkungan tempat menjual produk tidak dapat dipisahkan dari pemosisian yang dibangun. Jadi kemudahan suatu tempat dapat mempengaruhi motivasi seseorang untuk menggunakan atau memilih sesuatu.

2) Persepsi

Persepsi merupakan proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, bowen, makens, 2003)

3) Sikap

Sikap merupakan keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat mengarahkan perilaku konsumen untuk mencari kebutuhan yang dirasakannya, sehingga dapat tercapai kepuasan (Schiffman dan Kanuk, 2004)

c. Pelayanan (X3)

Pelayanan yaitu suatu kegiatan yang menolong menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain atau konsumen dengan penampilan produk yang sebaik-baiknya sehingga diperoleh kepuasan pelanggan dan usaha pembelian yang berulang-ulang, suatu perbankan untuk menarik perhatian nasabah harus memiliki pelayanan,. Pelayanan adalah suatu proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung (Moenir, 2002).

d. Pengetahuan (X4)

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa (dalam hal ini produk dan jasa bank syariah), serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen (sumarwan, 2004).

Dalam hal ini faktor pengetahuan dan pengalaman keberagamaan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan ekonomi. Variabel ini memiliki dua dimensi, yaitu dimensi pemahaman tentang bak syariah dan ketaatan terhadap agama.

a. Pemahaman tentang bank syariah salah satunya yaitu pemahan Produk yang ada di bank syariah, produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.

b. Ketaatan terhadap agama merupakan tingkat kesadaran dan ketaatan seseorang melakukan apa yang diyakini dalam melaksanakan apa yang diajarkan dalam agama yang telah mereka anut. Karena kesadaran ini merupakan awal dari ekspresi isi dalam kehidupan praktis sebagai pangkal proses perilaku ekonomi religious.

Dalam dokumen PROCEEDING-ICIEFI.pdf - IPIEF FEB UMY (Halaman 162-165)